SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemuda Panca Marga (PPM) kembali menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat melalui aksi sosial yang digelar pada Jumat, 11 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan yang rutin dilaksanakan secara berkala. Dalam pelaksanaannya, anggota PPM menyasar sejumlah titik keramaian, mulai dari lingkungan sekolah hingga area publik. Bantuan berupa roti dibagikan kepada pelajar dan warga, termasuk para orang tua yang tengah mengambil rapor di sekitar lokasi kegiatan. Ketua PPM, Dede Dahlan menyampaikan, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kehadiran nyata organisasi di tengah masyarakat, sekaligus membangun kedekatan secara langsung. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi juga bagian dari masyarakat yang peduli dan mau berbagi,” ujarnya. Ia menambahkan, PPM memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Karena itu, pendekatan sosial dinilai menjadi cara efektif untuk memperkenalkan jati diri organisasi kepada publik. Menurutnya, semangat berbagi yang dikemas dalam kegiatan hari Jumat menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian antar sesama. “Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi bagaimana kita bisa saling menguatkan dan menjaga rasa kemanusiaan,” katanya. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan diperluas ke berbagai wilayah melalui pengurus di tingkat ranting, agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan. PPM berharap, langkah kecil ini dapat menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar aksi bakti sosial dengan membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah di Gereja Wisma Oikumene Kota Sukabumi, Jumat (10/4/2026). Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono A.Md.IP., S.H., M.H., dan melibatkan jajaran pejabat manajerial, pegawai, CPNS, peserta magang, serta 11 warga binaan dengan pengawasan ketat. Sebelumnya seluruh peserta mengikuti apel bersama sebagai bentuk kesiapan. Kegiatan difokuskan pada area dalam dan luar gereja, termasuk ruang ibadah serta penataan fasilitas umum. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Jawa Barat dalam rangkaian HBP ke-62. Budi Hardiono mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial dan upaya memperkuat toleransi antarumat beragama. “Kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dalam pelaksanaan,” ujarnya. Perwakilan pengelola Gereja Wisma Oikumene, Pdt. Martin Luther Lumban Tobing, S.Th., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi ini sangat membantu menciptakan kenyamanan dalam beribadah sekaligus menjadi simbol kebersamaan lintas elemen. “Kami berterima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk sinergi yang positif antara Lapas dan masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di lingkungan Kota Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – RSUD Jampangkulon menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui aksi bersih-bersih yang digelar pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI yang mengusung konsep Aman, Resik, dan Indah. Aksi tersebut juga menindaklanjuti imbauan pemerintah melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, seluruh civitas hospitalia turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembersihan area taman, selasar, ruang tunggu pasien hingga saluran air di lingkungan rumah sakit. Selain itu, dilakukan pula pemilahan sampah organik dan anorganik langsung dari sumbernya. Tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kepada pasien dan pengunjung mengenai pentingnya menjaga kebersihan di fasilitas kesehatan. Untuk menambah kenyamanan, dilakukan penanaman tanaman hias di sejumlah titik strategis di area rumah sakit. Humas RSUD Jampangkulon, Lia Desty menegaskan bahwa peran rumah sakit tidak hanya sebatas memberikan pelayanan pengobatan. “Gerakan ASRI ini sangat sejalan dengan misi kami. Rumah sakit harus menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang bersih dan indah diyakini dapat membantu proses pemulihan pasien serta memberikan kenyamanan bagi tenaga kesehatan dan pengunjung,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, RSUD Jampangkulon berharap dapat mendorong kesadaran bersama, baik di lingkungan instansi maupun masyarakat luas, untuk terus menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat dimulai dari sekitar masing-masing. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, memberikan perhatian khusus terhadap arah baru organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyusul terpilihnya Ferry Supriyadi sebagai Ketua BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2029. Menurutnya, kepemimpinan Ferry harus mampu menjawab tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan wirausaha muda di daerah. Ia menegaskan, HIPMI tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga harus berperan aktif menciptakan ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan. “HIPMI ke depan harus lebih berani mengambil peran strategis. Pengusaha muda harus menjadi pelaku utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya, Jumat (10/4/2026). Budi Azhar menilai, potensi generasi muda di Kabupaten Sukabumi sangat besar jika dikelola dengan baik melalui organisasi yang solid dan visioner. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu merangkul lebih banyak pelaku usaha muda serta memperluas jaringan kemitraan. Ia juga menekankan pentingnya peran inovasi dan kreativitas dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif. Dengan kepemimpinan baru, HIPMI diharapkan mampu melahirkan ide-ide segar yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diketahui, Musyawarah Cabang III BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Saung Geulis pada Rabu (8/4/2026) menetapkan Ferry Supriyadi sebagai ketua umum secara aklamasi. Dengan terpilihnya Ferry, diharapkan HIPMI Kabupaten Sukabumi semakin kokoh sebagai organisasi yang mampu mencetak pengusaha muda unggul serta menjadi penggerak utama ekonomi daerah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, Kamis (9/4/2026). Hadirnya jembatan ini menjadi solusi atas terputusnya akses utama warga akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2024. Infrastruktur sepanjang 51 meter dengan lebar 120 sentimeter ini dirancang untuk menghubungkan Kampung Cinagrog, Desa Sukamaju dengan Kampung Batusapi, Desa Sukamanah. Dalam sambutannya, Danrem menegaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk membuka keterisolasian wilayah perintis. “Ini bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami berharap dukungan dan partisipasi warga agar pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya. Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan tersebut. “Jembatan ini akan memperlancar mobilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya. Warga pun menyambut penuh haru dimulainya pembangunan ini. Salah satu tokoh masyarakat, Ustad Miftah, mengaku jembatan tersebut telah lama dinantikan sejak akses mereka lumpuh akibat bencana. Sementara itu, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, menargetkan pembangunan rampung dalam 30 hari. Ia juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat gotong royong selama proses pengerjaan. Selain agenda peletakan batu pertama, kunjungan kerja Danrem juga diisi dengan peninjauan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang telah mencapai 90 persen, serta silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Aman di Cimanggu. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelepasan ikan mas di Sungai Ciseureuh, yang disambut antusias oleh warga sekitar. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Prestasi gemilang kembali ditorehkan talenta muda Kota Sukabumi di kancah modeling internasional. Kepala Disbudporapar, Rahmat Sukandar, menilai capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di level global. Nama Nadia Putri Ramadhani, Rafa Elviana Supriatna dan Aurin Julianti mencuri perhatian setelah sukses menorehkan prestasi di berbagai ajang. Mereka adalah putri dari pasangan Ucup Supriatna dan Evi Sumanti. “Ini bukan sekadar prestasi, tapi bukti bahwa anak-anak Sukabumi punya kualitas untuk tampil di panggung dunia,” tegas Rahmat, Kamis (9/4/2026). Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan membuka lebih banyak ruang bagi talenta muda berkembang. Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor agar potensi yang ada tidak berhenti di satu pencapaian saja. “Kita ingin mereka terus naik level. Harus ada kesinambungan, baik dari sisi latihan, mental, hingga peluang tampil di event yang lebih besar,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera menyampaikan capaian ini kepada Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, guna mendorong dukungan kebijakan dan fasilitasi bagi para talenta muda tersebut. Sementara itu, pembina modeling Mino Triyanto Ahya mengungkapkan, kiprah anak didiknya terus meluas. Setelah tampil di Vietnam dan Singapura, mereka dijadwalkan kembali berkompetisi di Bangkok, Thailand pada 26 April 2026. “Di Vietnam, kami berhasil unggul dari sembilan negara. Itu bukan hal mudah, karena persaingan sangat ketat,” jelasnya. Ia menambahkan, di balik capaian tersebut ada proses panjang yang menuntut disiplin tinggi, latihan intensif, serta pembentukan karakter yang kuat. Bahkan ke depan, para talenta ini tidak hanya difokuskan di modeling, tetapi juga diarahkan merambah industri film. “Kami siapkan mereka tidak hanya jadi model, tapi juga punya peluang di dunia hiburan yang lebih luas,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peresmian Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) di Kecamatan Sagaranten menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan pentingnya menjaga harmoni dan mempererat persatuan antarwarga. Menurutnya, kerukunan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing. “Silaturahmi harus terus dijaga agar persatuan tetap kuat, khususnya di wilayah Sagaranten,” ujarnya saat peresmian, Kamis (9/4/2026). Ia menilai keberadaan Sekber memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk kegiatan sosial, keagamaan, dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. “Gedung ini harus menjadi pusat aktivitas positif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya. Bupati juga berharap Sekber Sagaranten dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun ruang kolaboratif yang memperkuat sinergi antara masyarakat dan berbagai organisasi. Selain peresmian gedung, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan milad syahriahan ke-18. Bupati mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga kegiatan keagamaan yang dinilai mampu memperkuat nilai spiritual. “Pertahankan semangat istiqomah dalam kegiatan keagamaan sebagai pondasi moral masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Camat Sagaranten R. Aksan Bratadiredja menyampaikan bahwa pembangunan Sekber merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan partisipasi masyarakat sejak 2021. Ia menyebut, gedung dua lantai yang kini berdiri di kawasan sekitar kantor kecamatan tersebut menjadi simbol kebersamaan warga. “Ini bukan hanya bangunan, tapi hasil gotong royong dan komitmen bersama,” jelasnya. Dirinya berharap Sekber dapat dimanfaatkan sebagai pusat koordinasi, komunikasi, serta penguatan kerukunan antar lembaga keagamaan dan masyarakat. “Semoga Sekber ini benar-benar menjadi pusat kolaborasi untuk mewujudkan Sukabumi yang mubarakah,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halalbihalal tingkat Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang digelar di Aula Kecamatan Jampangkulon, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Jampangkulon, Ketua PKK, Kepala KUA, para kepala UPTD, organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP). Turut hadir Ketua MUI, para kepala desa se-Kecamatan Jampangkulon, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen lainnya. Camat Jampangkulon, Dading, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halalbihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama. Ia mengajak seluruh peserta untuk menghadirkan ketulusan dalam saling memaafkan. “Halalbihalal bukan hanya tradisi seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri. Tidak semua orang berani meminta maaf, dan tidak semua orang mampu memaafkan. Di situlah letak kemuliaan, ketika kita mampu melakukannya dengan tulus,” ujarnya. Menurutnya, tradisi Halalbihalal merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia yang efektif dalam meredam konflik dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. “Halalbihalal mengajarkan kita untuk meluruskan yang kusut, menjernihkan yang keruh, dan melebur kesalahan agar hubungan kembali harmonis,” tambahnya. Mengusung tagline “NYATE BOS” (Nyaman, Tentram, Barudakna Someah), Dading juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan, termasuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. “Jangan berhenti berdoa, karena doa adalah kekuatan kita dalam menjaga ketenangan dan kebersamaan,” pesannya. Dengan tema “Perekat Kebersamaan”, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Jampangkulon yang harmonis, rukun, dan penuh toleransi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peredaran obat keras terbatas (OKT) di wilayah Pajampangan, Sukabumi Selatan, kian mengkhawatirkan. Kondisi ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir anak-anak mereka terpapar pergaulan bebas akibat maraknya obat terlarang. Kekhawatiran tersebut disampaikan tokoh masyarakat Pajampangan, Yudi Pratama alias “Peci Merah”, dalam pertemuannya dengan Bupati Sukabumi, Asep Japar. Ia menegaskan, persoalan ini bukan lagi isu biasa, melainkan ancaman serius yang telah menyasar kalangan pelajar. Yudi mengungkapkan, dugaan peredaran obat keras terbatas dilakukan secara terselubung, bahkan berkedok warung kelontongan di tengah lingkungan masyarakat. “Yang resah hari ini bukan hanya satu dua orang, tapi para orang tua. Mereka khawatir karena peredaran obat-obatan terlarang sudah masuk ke lingkungan masyarakat,” ujarnya, kamis (9/4/2026). Ia mengingatkan, jika tidak segera ditangani secara serius, kondisi tersebut dapat merusak masa depan generasi muda di Sukabumi Selatan. Menanggapi hal itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan komitmennya untuk bertindak tegas terhadap para pelaku. Ia memastikan tidak akan memberi ruang bagi peredaran obat terlarang di wilayahnya. “Atas informasi itu, kita akan tindak tegas. Siapa pun pengedarnya. Kita akan berkoordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, Kesbangpol, dan unsur terkait lainnya,” tegasnya. Asep juga menekankan bahwa pelaku peredaran obat terlarang tidak boleh diberi toleransi karena dampaknya merusak generasi muda. “Tidak boleh ada ampun bagi yang merusak generasi,” tambahnya. Sikap tegas tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Mereka berharap komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret untuk membongkar jaringan peredaran obat terlarang di Pajampangan. Selain itu, warga juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas Sukabumi sebagai daerah religius dengan semangat Sukabumi Mubarokah, sehingga praktik yang merusak generasi tidak mendapat tempat. “Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi menyelamatkan masa depan generasi,” tegas salah satu warga. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi mengambil langkah tegas dalam memperkuat pengawasan internal dengan mengikuti pengukuhan Satuan Tugas Operasi Kepatuhan Internal (Satops Patnal), Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid dan terpusat di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat ini menjadi titik awal penguatan sistem kontrol internal di lingkungan pemasyarakatan. Jajaran Lapas Sukabumi mengikuti prosesi secara virtual dari aula setempat. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono dikukuhkan bersama tim yang akan menjadi ujung tombak pengawasan. Turut bergabung dalam Satops Patnal yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Alexander, Kepala Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib Dwiki Satya Hutama Putra, serta anggota jaga Bagus Nur Kosasih dan Yovan Ilham Riansyah. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali, ditandai dengan penyematan atribut serta pengucapan Tri Santika Daya Saksama sebagai simbol komitmen menjaga integritas. Dalam arahannya, Kusnali menegaskan bahwa Satops Patnal memiliki fungsi vital sebagai pengawas internal yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Selain itu, satgas ini juga berperan dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan, pelaksanaan razia, serta penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran tanpa pandang bulu. Satops Patnal juga akan mengoptimalkan pengumpulan dan pengolahan informasi strategis guna menjaga stabilitas keamanan di seluruh unit pemasyarakatan. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono menegaskan bahwa pembentukan Satops Patnal menjadi langkah nyata dalam membangun budaya kerja yang bersih dan profesional. “Tidak boleh ada toleransi terhadap penyimpangan. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik,” ujarnya. Dengan penguatan Satops Patnal, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya menciptakan sistem pemasyarakatan yang transparan, disiplin, dan bebas dari praktik-praktik menyimpang. (Usep)