SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – SDN Sukatani, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menggelar acara syukuran dan peresmian bangunan hasil revitalisasi, Selasa (13/1/2026). ‎ ‎Kegiatan tersebut menandai selesainya pembangunan sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Pemerintah Pusat. ‎ ‎Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, dihadiri Kepala SDN Sukatani Purna Irawan, S.Pd, Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Ketua K3S Sulaeman, Ketua PGRI Iwan Gunawan. ‎ ‎Hadir pula Pengawas Sekolah Asep Heriyanto, Kepala Desa Sukatani H. Sulaeman beserta istri, para guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. ‎ ‎Penampilan seni tari dari siswa-siswi SDN Sukatani menjadi pembuka acara sebagai penyambutan rombongan Camat Surade, dilanjutkan dengan prosesi gunting pita sebagai simbol peresmian bangunan revitalisasi. ‎ ‎Camat Surade Unang Suryana menyampaikan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Surade. ‎ ‎Ia menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi penerus yang tangguh, cakap dan berwawasan luas baik dalam ilmu pengetahuan dan berakhlakul karimah. ‎ ‎“Kami mendukung penuh program pendidikan, salah satunya di SDN Sukatani. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian Pendidikan yang telah mengucurkan bantuan. Tanpa peran guru dan sekolah, mustahil lahir generasi yang cerdas dan berdaya saing,” ujarnya. ‎ ‎Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan aparat keamanan untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif di tengah dinamika pergaulan anak-anak saat ini. ‎ ‎Sementara itu, Kepala SDN Sukatani Purna Irawan mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya revitalisasi sekolah yang dinilai sangat berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. ‎ ‎“Alhamdulillah, pada tahun 2025 SDN Sukatani menerima bantuan Program Revitalisasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan, Gubernur Jawa Barat, Bupati Sukabumi, serta seluruh pihak yang telah mendukung,” katanya. ‎ ‎Ia menjelaskan, bantuan tersebut direalisasikan melalui pembangunan rehab berat enam ruang kelas, perpustakaan, kantor sekolah, UKS, serta toilet siswa dan guru. Seluruh pembangunan didanai dengan anggaran sebesar Rp1.076.432.658 dan telah selesai serta siap dimanfaatkan. ‎ ‎“Ini adalah amanah besar yang terwujud berkat kerja sama seluruh pihak. Semoga revitalisasi ini menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” pungkasnya. ((Dicky)

SUKABUMI-BIDIKKASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI/Kepala BKKBN, Wihaji, di Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026) Menteri Kabinet Indonesia Maju itu hadir di Sukabumi mengikuti agenda kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Dalam paparannya Menteri Wihaji menyampaikan bahwa stunting masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, seperti pernikahan usia dini, pemenuhan asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Ia juga menyoroti masih ditemukannya praktik pernikahan dini di Kabupaten Sukabumi yang berdampak besar terhadap tingginya risiko stunting. Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi kehadiran Mendukbangga/BKKBN yang membawa langsung program antisipasi stunting ke tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi dorongan semangat baru dalam percepatan penurunan angka stunting di daerah. Bupati menegaskan bahwa persoalan stunting dan pemenuhan gizi merupakan isu fundamental yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. ‎Program MBG 3B yang menyasar ibu hamil, baduta, dan balita merupakan langkah nyata pemerintah pusat di bawah arahan Presiden untuk memastikan kecukupan gizi sejak dini. “Program MBG 3B bukan sekadar bantuan makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati. Bupati juga menekankan pentingnya peran kader TPK sebagai ujung tombak di lapangan, mulai dari distribusi bantuan, edukasi gizi seimbang, hingga pendampingan langsung kepada keluarga penerima manfaat. Dedikasi kader dinilai krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran, aman, dan bernutrisi seimbang. Melalui temu kader ini, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dari tingkat kabupaten hingga posyandu. Ia optimistis Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga yang berkualitas. Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menyampaikan bahwa sinergi pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pihak terkait. “Kami optimistis pelaksanaan program SPPG di Kecamatan Kabandungan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, rombongan juga melakukan kunjungan ke keluarga rawan stunting serta rumah tidak layak huni di Kampung Cikubang RT 21 RW 09 Desa Kabandungan dan Kampung Kaladi 1 RT 03 RW 05 Desa Tugu Bandung. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda atau biasa disapa Wanju, angkat bicara menyusul terjadinya dualisme dalam kepengurusan KNPI saat ini. Dia menyampaikan, dualisme ini tidak harus terjadi jika keduanya duduk bersama dan membicarakan kepentingan yang lebih besar untuk membangun Kota Sukabumi yang maju. Hal itu disampaikan Wanju usai menerima kunjungan jajaran Kepengurusan KNPI hasil Musda XVI Periode 2025-2028, tanggal 13 Desember 2025 lalu. “Di lubuk hati yang paling dalam saya selaku salah satu pimpinan DPR menginginkan kedua kubu bisa bersatu kembali dalam satu ikatan kebersamaan, ” kata Wanju, Kamis (8/1/2026). Dia juga mengatakan, gedung DPRD adalah rumah rakyat yang siapapun boleh datang menyampaikan aspirasi. “Saya mengapresiasi kedatangan Kang Tantan selaku Ketua KNPI yang kukuhkan dalam Musda XVI,” ujarnya. Dia menyampaikan, kehadiran jajaran pengurus yang digawangi Tantan dan pengurus inti lainnya adalah untuk bersilaturahmi dan menunjukkan legalitas kepengurusan yang dimilikinya. “Secara de facto kedua kepengurusan diakui, tapi secara de jure, sepertinya Kepengurusan KNPI kubu Kang Tantan yang memiliki legitimasi,” ungkap Wanju. Dia berharap di tengah dinamika yang berkembang saat ini, pemerintah seyogyanya hadir untuk menyelesaikan kekisruhan ini. “Sudah saatnya pemerintah tampil untuk menengahi konflik yang terjadi. Karena bagaimana pun mereka adalah putra putri terbaik,” tandasnya. Dualisme ini kata dia jangan diartikan terjadi perseteruan antara kedua kubu. “Ambil sisi positifnya saja,ini menunjukkan bahwa Kota Sukabumi tidak kehabisan stok pemuda berkualitas, ” tuturnya. Sementara itu, Tantan menjelaskan, pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi usai pelantikan. Selain itu kunjungan tersebut untuk menunjukkan legalitas hukum sebagai bagian dari kepengurusan KNPI hasil Musda tahun lalu. Dalam pertempuran penuh kehangatan itu, dia menjelaskan tentang pandangan dan ide-ide strategis tentang aspek regulasi, anggaran dan evaluasi selaras dengan fungsi legislatif. “Dari sisi regulasi Pemkot Sukabumi memiliki dasar hukum terkait Perda Kepemudaan,” jelas Tantan. Namun dia juga mengingatkan agar implementasi kebijakan kepemudaan khususnya dalam pengelolaan anggaran harus cermat dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya. Dia menambahkan, dana hibah harus berbasis legalitas yang jelas dan tidak diberikan serampangan baik terhadap individu maupun kelompok atau lembaga. Selain itu, setiap penggunaan anggaran perlu disertai mekanisme monitoring dan evaluasi agar dapat dipertanggungjawabkan secara organisatoris. Terkait dinamika kepengurusan KNPI, Tantan menegaskan pihaknya memiliki legitimasi hasil Musda dan legalitas organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap pemerintah bersikap objektif dan berpegang pada aspek hukum dalam menyikapi persoalan tersebut. “KNPI ke depan akan fokus pada penguatan visi dan misi gerakan kepemudaan serta membangun sinergi konstruktif dengan Pemerintah Kota Sukabumi,” ujarnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khusus poin 6 tentang pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus. Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi melaksanakan kegiatan tes urine bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan dilaksanakan atas kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi, Kamis (8/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : WP.11-PK.08.02-76 2026 Tanggal 6 Januari 2026. Isinya membahas perihal Penugasan Pendataan Senjata Api serta Tes Urine Pegawai dan Narapidana. Diperkuat dengan Surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Nomor : WP.11-PK.08.02.153 Tanggal 6 Januari 2026 Perihal Penugasan Pendataan Senjata Api serta Tes Urine Pegawai dan Narapidana. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan apel bersama di Lapangan Apel Lapas Kelas IIB Sukabumi yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Bersama BNNK Sukabumi. Peserta terdiri dari seluruh petugas Lapas, dan peserta magang Lapas Kelas IIB Sukabumi. Usai apel, dilakukan tes urine kepada 70 orang petugas Lapas Kelas IIB Sukabumi, 10 orang warga binaan, serta 10 orang peserta magang. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilaksanakan oleh BNNK Sukabumi, seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine bagi petugas dan warga binaan merupakan bentuk komitmen nyata jajaran Lapas Sukabumi dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Khususnya poin 6 tentang pemberantasan peredaran narkoba serta pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan. “Melalui kegiatan tes urine ini, kami melakukan langkah deteksi dini, penguatan pengawasan internal, serta penegakan integritas petugas dan warga binaan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pencegahan dan pemberantasan narkoba guna mewujudkan LABUMI BERSINAR (Lapas Sukabumi Bersih dari Narkoba” tegasnya. Turut hadir kepala BNNK Sukabumi, AKBP Dr. Yuhernawa, S.H., M.M. menyampaikan Pelaksanaan tes urine ini merupakan langkah nyata dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di lingkungan Lapas. “Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dilakukan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Lapas Bersinar (lapas bersih dari narkoba),” ujarnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menerima penghargaan prestisius dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penghargaan level nasional ini diberikan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Panen Raya Nasional yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026). Presiden ke delapan tersebut menegaskan, panen raya nasional yang dirangkaikan dengan pemberian satyalencana merupakan penanda keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan kembali swasembada pangan. Capaian tersebut, menurut Presiden, merupakan hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, khususnya para petani di berbagai daerah. “Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang sungguh-sungguh waspada, berani mengoreksi diri, dan berani menghadapi keadaan,” ujarnya. Kepala negara juga menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar. Oleh karena itu, keberhasilan di sektor pangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Swasembada pangan dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri tanpa ketergantungan pada impor. Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan tidak terlepas dari kebijakan strategis Presiden Prabowo yang berpihak kepada petani. Pemerintah telah menerbitkan 12 Instruksi Presiden dan 25 Peraturan Menteri Pertanian sebagai hasil deregulasi dari lebih 500 aturan sebelumnya. “Hasilnya, harga pupuk berhasil ditekan hingga turun 20 persen. Ini sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka,” terang Menteri Amran. Di sisi lain, harga gabah naik sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, tambahnya. Menurutnya, dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga berpengaruh secara global. Harga pangan dunia tercatat turun dari sekitar 650 dolar AS menjadi 340 dolar AS per ton, atau mengalami penurunan sekitar 44 persen. Ia menambahkan, Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu importir pangan terbesar kini tidak lagi melakukan impor. Kondisi tersebut membuat pasokan pangan dunia menjadi lebih melimpah, khususnya di negara-negara produsen seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan. “Secara tidak langsung, petani dan masyarakat Indonesia telah berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan global,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menerima hibah satu unit kendaraan sepeda motor pengangkut sampah dari Pemerintah Kota Sukabumi. Penyerahan dilaksanakan dalam kegiatan silaturahmi Wali Kota Sukabumi dengan Lapas Kelas IIB Sukabumi di Lapangan Apel Lapas Kelas IIB Sukabumi, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, Kepala DLH Kota Sukabumi, Dr. Ir. H. Asep Irawan, Msc, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, AMd.I.P., S.H., M.H serta diikuti oleh pejabat manajerial dan seluruh staf Lapas IIB Sukabumi. Kegiatan diawali dengan pembukaan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah kendaraan oleh Wali Kota Sukabumi dan Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi. Turut menyaksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi dan Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIB Sukabumi Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis melalui penyerahan kunci kendaraan pengangkut sampah dari Wali Kota Sukabumi kepada Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Sukabumi, DLH Kota Sukabumi, serta jajaran Pemerintah Kota Sukabumi atas hibah yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Sukabumi beserta jajaran Pemerintah Kota Sukabumi dan Dinas Lingkungan Hidup atas hibah kendaraan pengangkut sampah ini, Bantuan ini sangat bermanfaat dalam menunjang operasional kebersihan lingkungan Lapas Kelas IIB Sukabumi. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan hibah ini secara maksimal serta terus bersinergi mendukung program kebersihan Pemerintah Kota Sukabumi.” Ujar Kalapas “Dalam satu hari, Lapas Kelas IIB Sukabumi menghasilkan kurang lebih 500 kilogram sampah yang berasal dari sisa makanan, kantin dan limbah dari hasil pembinaan kemandirian.” tambahnya Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan bahwa hibah kendaraan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kerja sama antarinstansi dalam mendukung program Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya di bidang kebersihan lingkungan. “Hibah kendaraan pengangkut sampah ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung instansi vertikal, khususnya Lapas Kelas IIB Sukabumi,” ujarnya. Dia juga berharap kendaraan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengelolaan kebersihan lingkungan, sehingga sejalan dengan program Pemerintah Kota Sukabumi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi diharapkan dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung program-program pembangunan, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki kembali menggaungkan semangat persatuan dan kesatuan untuk lebih banyak lagi meraih prestasi. Hal itu disampaikan dia saat menyerahkan hibah motor sampah kepada Lapas Kelas IIB Sukabumi, Rabu (7/1/2026). “Semangat persatuan menuju kedaulatan akan melahirkan prestasi. Hal itu menjadi sebuah pilihan yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Kita mulai dari sampah,” kata Ayep. Dia menambahkan per hari Lapas Kelas IIB Sukabumi, memproduksi sampah sekitar kapasitas satu motor. Selain itu kata dia, hal ini sebagai bentuk sinergitas antara lembaga vertikal dengan Pemkot Sukabumi. “Agar tercipta harmoni antar lembaga yang ada,untuk membangun tata kelola pemerintahan yang solid dan kompak,” tegasnya. Disamping itu menjadi prasyarat untuk mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran lahir dan batin yang menjadi cita-cita bersama. Semangat untuk mencapai kondisi ideal itu adalah bersumber dari konstitusi yang terkandung dalam UUD 1945 dan turunannya. Dia juga bersyukur atas kenaikan PAD Kota Sukabumi dari APBD. Di mana sebelumya berada di angka 35 persen sekarang naik 2 persen menjadi 37 persen. “Saya optimis di 2026 akan ada kenaikan-kenaikan lagi termasuk prestasi-prestasi lainnya. Karena semua dilakukan dengan mengacu pada konsep persatuan,” ungkapnya. Kepala Lapas Sukabumi, Budi Hardiono mengapresiasi bantuan dari Pemkot Sukabumi berupa motor sampah tersebut yang bertepatan dengan momentum tahun baru. “Alhamdulillah, tahun baru, semangat baru, motor baru hibah dari Pemkot Sukabumi. Dia berharap dengan bantuan ini kondisi Lapas menjadi lebih bersih lagi. “Sekarang Lapas Sukabumi sudah bersih dan ke depan jauh lebih bersih lagi dari sebelumnya. Terimakasih kepada pak wali kota dan Kepala DLH atas bantuan ini,” ucapnya. Dia menambahkan, limbah sampah per hari berasal dari sisa makanan, limbah dapur ddan hasil kerja kemandiriannya,” kata kalapas. Ada 504 orang warga binaan di Lapas Kelas IIb Sukabumi yang 19 orang diantaranya mutasi ke Lapas Kelas IIa Karawang. Karena pembinaan harus berjalan serta keamanan juga harus kondusif. “Jangan sampai terjadi over kapasitas kita akan lakukan mmutasi ke Lapas Kelas IIa Karawang sebanyak 19 orang warga binaan,” Pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Camat Waluran, Habiburohman, atas nama Bupati Sukabumi Asep Japar, melantik dua Kepala Desa hasil Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Tahun 2025 di Kecamatan Waluran, Selasa (6/1/2026). Dua kepala desa yang dilantik yakni H. Irman Pirmansah sebagai Kepala Desa Mangunjaya dan Dedi sebagai Kepala Desa Mekarmukti. Keduanya akan mengemban amanah jabatan untuk masa bakti 2025–2027. Payung hukum ubah melandasi keputusan itu adalah Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 400/02/KEP/069-DPMD/2025. Pelantikan dilaksanakan di masing-masing desa dengan waktu yang berbeda dalam satu hari. Dalam sambutannya, Camat Habiburohman mengucapkan selamat kepada kepala desa yang baru dilantik serta menyampaikan apresiasi kepada pejabat sementara sebelumnya, yakni Dedi Suryadi selaku Pjs Kades Mangunjaya dan O. Solihin selaku Pjs Kades Mekarmukti, atas dedikasi dan pengabdiannya. Ia menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar sebagai pejabat publik yang menuntut tanggung jawab penuh, terutama dalam pelayanan masyarakat, pengelolaan dana desa, serta penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. “Jalankan amanah ini secara profesional dan bijak. Kemiskinan harus ditekan, IPM harus meningkat, serta partisipasi masyarakat dalam gotong royong dan pembangunan desa harus terus didorong,” ujarnya. Habiburohman juga menyampaikan sejumlah pesan Bupati Sukabumi yang harus dijalankan oleh pemerintah desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, BPD, hingga seluruh pemangku kepentingan. Di antaranya menjalankan pemerintahan secara transparan dan akuntabel, membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh unsur desa, menyusun program berbasis kebutuhan masyarakat. Semua selaras dengan visi-misi Kabupaten Sukabumi Mubarokah, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang responsif terhadap kebutuhan dan keresahan warga. Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Sukabumi, Soni Sondani, menjelaskan bahwa kedua kepala desa PAW tersebut telah melalui seluruh tahapan sesuai ketentuan, dimulai dari musyawarah desa yang difasilitasi BPD hingga pemungutan suara. “Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur. Alhamdulillah proses berjalan tertib, lancar, dan aman,” ungkapnya. Pelantikan tersebut turut dihadiri Camat Waluran, unsur TNI-Polri, Sekretaris Kecamatan Waluran Taufik Yusuf, Ketua APDESI Kecamatan Waluran, BPD, perangkat desa, ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta undangan lainnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemkot Sukabumi mulai merancang dan mengkalkulasi sumber-sumber penerimaan PAD baik dari sektor pajak dan penerimaan-penerimaan sah lainnya. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara di awal tahun 2026, Senin (5/1/2026), di lingkungan Pemkot Sukabumi. “Saya menargetkan Pendapatan Asli Daerah tahun 2026 sebesar Rp650 miliar,” kata dia. Ayep juga menegaskan komitmennya memerangi pungutan liar serta membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Lebih lanjut dia menjelaskan, integritas sebagai nilai utama yang harus dipegang seluruh ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Ia meminta jajaran ASN guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, transparan, dan akuntabel. “Saya berkomitmen membangun Kota Sukabumi yang lebih bercahaya melalui kerja bersama yang berlandaskan integritas, dengan menolak segala bentuk pungutan liar,” tegasnya. Dalam apel tersebut, Wali Kota juga meluncurkan Bank Sampah Setda sebagai bagian dari penguatan gerakan peduli lingkungan di lingkungan pemerintahan. Apel dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, lurah, serta ASN di lingkungan Setda dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi. Selain itu, Ayep mengajak seluruh ASN menjadikan tahun 2026 sebagai momentum melanjutkan capaian positif tahun 2025. Dengan senantiasa menjaga kekompakan dan soliditas dalam menata arah pembangunan Kota Sukabumi secara berkelanjutan. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan fokus resolusi 2026 pada pengelolaan sampah dan penurunan angka stunting melalui aksi nyata serta keteladanan ASN di lingkungan Pemkot Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dua personel Polsek Jampangkulon Aipda Hermanjaya dan Bripda Farraz mendonorkan darahya untuk membantu seorang pasien yang sudah dalam keadaan kritis. Secara kebetulan mereka berdua memiliki golongan darah sama dengan pasien tersebut. Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis menegaskan bahwa kegiatan donor darah yang dilakukan oleh anggota Polsek Jampangkulon merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dia menambahkan, kehadiran polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan AKP Muhlis usai kegiatan donor darah di RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (3/1/2026). AKP Muhlis menyampaikan bahwa kebutuhan darah bagi pasien kritis sering kali bersifat mendesak dan tidak bisa menunggu lama. Dalam kondisi seperti itu, setiap tetes darah sangat berarti dan dapat menjadi penentu keselamatan nyawa seseorang. Ia menambahkan, kegiatan donor darah ini juga menjadi bentuk empati dan solidaritas Polri terhadap masyarakat. Anggota didorong untuk memiliki kepekaan sosial serta kesiapsiagaan dalam membantu sesama, tanpa memandang latar belakang siapa yang ditolong. “Ketika ada masyarakat yang sedang berjuang melawan sakit, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk saling menolong,” ujarnya. Donor darah ini ungkapnya adalah bentuk ikhtiar kecil kami, namun kami berharap bisa memberikan harapan besar bagi pasien dan keluarganya,” ujar AKP Muhlis. Semangat kemanusiaan harus terus ditanamkan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan kepedulian dan keikhlasan, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus rasa empati. AKP Muhlis berharap, kegiatan sosial seperti donor darah dapat menjadi budaya di lingkungan Polsek Jampangkulon serta menginspirasi berbagai pihak untuk bersama-sama menumbuhkan semangat tolong-menolong demi kemanusiaan. (Dicky)