SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mengapresiasi inisiatif Pengurus Koordinasi Cabang (PKC) PMII Jawa Barat yang menghadirkan forum Sapa Isu Daerah di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh H. Andreas, Minggu (23/8/2026). Forum ini dinilai penting karena dapat menjadi ruang untuk menyerap sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Andreas berharap Sapa Isu Daerah tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan masukan yang dapat memperkuat arah pembangunan daerah. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kebijakan yang partisipatif dan senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar H. Andreas. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Karena itu, ruang dialog antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat dan warga menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan lebih merata dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga menyampaikan ucapan selamat atas Milangkala ke-44 Desa Banyuwangi. Ia mengajak masyarakat menjadikan hari jadi desa sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai capaian yang telah diraih. “Peringatan Milangkala ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momen perayaan, tetapi juga sebagai waktu yang tepat bagi kita semua untuk bersyukur atas berbagai capaian yang telah diraih,” katanya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Banyuwangi Umaran, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Camat Cibitung Sholeh beserta unsur Forkopimcam, Danramil Surade Kapten Inf Dikdik, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta tamu undangan lainnya. Kepala Desa Banyuwangi, Umaran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga berterima kasih kepada Wakil Bupati Sukabumi yang hadir langsung dan berbaur bersama masyarakat. Sementara itu, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari koordinasi panitia, aparat serta partisipasi masyarakat. Kehadiran Sapa Isu Daerah di Banyuwangi diharapkan dapat memperkuat budaya dialog di tingkat masyarakat sekaligus menjadi jembatan antara aspirasi warga dan proses perumusan kebijakan pembangunan daerah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kekompakan warga RW 01, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni. Apresiasi tersebut disampaikan Inggu ditengah-tengah warga yang memadati kegiatan gerak jalan santai yang digelar di lingkungan RW 01, Minggu (23/8/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan menjadi momentum mempererat silaturahmi, kebersamaan serta semangat gotong royong masyarakat. “Saya bangga dan mengapresiasi kekompakan warga RW 01 ini dalam memeriahkan HUT RI ke-81. Ini lahir dari sebuah kesadaran kolektif yang harus terus dipertahankan,” kata Inggu. Ketua Panitia HUT RI ke-81 RW 01, Astri Lestari, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kekompakan warga, panitia, donatur serta dukungan berbagai pihak. “Alhamdulillah kegiatan jalan santai sangat meriah. Warga juga kompak dan antusias mengikuti kegiatan. Harapan kami ke depan kegiatan seperti ini bisa semakin meriah dan kebersamaan warga semakin kuat,” ujar Astri. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Inggu Sudeni yang dinilai memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat di tingkat kewilayahan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Inggu Sudeni yang sudah mensupport kegiatan ini. Mudah-mudahan perhatian dan dukungan seperti ini terus berlanjut untuk masyarakat,” katanya. Menurut Astri, perhatian wakil rakyat terhadap kegiatan warga menjadi dorongan tersendiri bagi masyarakat untuk terus membangun kebersamaan dan menghidupkan kegiatan positif di lingkungan. Sementara itu, Ketua RW 01 turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara warga dan berbagai pihak sangat penting untuk menjaga kekompakan sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan. Salah satu persoalan yang turut mendapat perhatian adalah kondisi aliran sungai yang melintasi wilayah RW 01 dan RW 06. Sungai tersebut dinilai mengalami pendangkalan sehingga membutuhkan pengerukan agar aliran air lebih lancar dan potensi persoalan lingkungan dapat diminimalkan. Inggu Sudeni disebut turut menginisiasi perhatian terhadap kondisi sungai tersebut. Bagi warga, kepedulian tersebut menjadi bentuk dukungan yang tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini, termasuk Pak Inggu Sudeni. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjaga dan bisa membawa kemajuan bagi masyarakat,” ungkap Ketua RW 01. Semangat peringatan HUT RI ke-81 di RW 01 diharapkan tidak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga semakin memperkuat gotong royong dan kepedulian warga dalam membangun lingkungan yang lebih baik. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menggema di Lapangan Lodaya Serta, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/8/2026). Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Surade bersama Grup Senam Lodaya Surade menggelar Gebyar Senam Sehat Bersama dan Lomba Senam Kreasi Antarinstansi serta Klub. Kegiatan yang digagas Awan Setiawan dan Reni Herdiyani tersebut berlangsung meriah dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Selain memeriahkan HUT RI ke-81, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Pelaksanaannya merupakan hasil musyawarah KOK Surade dengan Grup Senam Lodaya Surade yang diketuai Reni Herdiyani dan mendapat persetujuan dari Camat Surade. Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator Olahraga Kecamatan Surade, Awan Setiawan, mengatakan lomba senam kreasi dibuka untuk umum dengan dua kategori, yakni siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan kategori dewasa umum. Setiap tim terdiri atas lima peserta dengan ketentuan menggunakan lagu bertema kemerdekaan, seperti Hari Kemerdekaan atau 17 Agustus. Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 per tim. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam massal bersama, dilanjutkan pembukaan resmi, perlombaan senam kreasi, doa bersama hingga hiburan. Dalam menjalankan kegiatan tersebut, Awan Setiawan didampingi Sekretaris Panitia Rami Faizal. Camat Surade, Usep Supelita, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Sekretaris Kecamatan Surade, E’ah Nurlaila. Camat memberikan apresiasi kepada KOK Surade dan seluruh panitia karena mampu menghadirkan kegiatan olahraga yang dinilai positif bagi masyarakat. Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Warga tidak hanya mengikuti senam bersama, tetapi juga memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok yang tampil dalam lomba senam kreasi. Salah seorang peserta mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Gebyar Senam tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka ruang silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebugaran. “Kami sangat senang bisa hadir di sini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan yang terpenting bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh,” ujarnya. Di penghujung kegiatan, Awan Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gebyar Senam Sehat tersebut. “Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kebaikan,” ungkapnya. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Indosat, Teh Botol Sosro dan Parpum Mania. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sukabumi di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Sabtu (22/8/2026). Ratusan peserta dari berbagai wilayah turut memeriahkan kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 sekaligus momentum memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme peserta tampak sejak kegiatan dimulai, dengan warga dari sejumlah kecamatan ikut bergabung dalam suasana olahraga yang berlangsung meriah. Peserta tidak hanya berasal dari Palabuhanratu. Sejumlah warga dari wilayah lain, di antaranya Ciemas dan Jampang, turut hadir. Keterlibatan masyarakat lintas wilayah tersebut menunjukkan bahwa olahraga rekreasi semakin mendapat tempat sebagai bagian dari aktivitas sosial dan gaya hidup sehat. Budi menilai kegiatan olahraga bersama memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana membangun kebersamaan di tengah momentum HJKS dan peringatan kemerdekaan. “Selamat mengikuti senam bersama dalam rangka HUT RI. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat,” kata Budi. Menurutnya, membangun kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan rutin berolahraga. Kebiasaan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Sukabumi. “Olahraga bisa menjadi gaya hidup. Dengan gaya hidup yang sehat, kita bisa meningkatkan kualitas hidup dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” kata dia. Ketua KORMI Kabupaten Sukabumi, Santi Sulastri, mengatakan senam bersama merupakan kegiatan yang secara rutin dilaksanakan, terutama pada momentum peringatan kemerdekaan. Menurutnya, senam menjadi pilihan karena relatif mudah dilakukan dan dapat diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia. “Yang hadir bukan hanya dari Palabuhanratu, tetapi ada juga dari Ciemas dan Jampang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga cukup tinggi,” katanya. Santi berharap kegiatan olahraga masyarakat tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia mendorong agar aktivitas fisik secara rutin menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sehingga kesehatan dan kebugaran dapat terus terjaga. “Mudah-mudahan olahraga bisa menjadi gaya hidup masyarakat, sehingga kita semua sehat dan bugar menuju Sukabumi Mubarakah,” ujarnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Berbagai program pembangunan diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung, meski dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan disempurnakan. Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengatakan pembangunan infrastruktur harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar setiap program yang dilaksanakan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi memberikan manfaat bagi mobilitas, konektivitas wilayah dan aktivitas warga. Komitmen tersebut terlihat dari peninjauan langsung terhadap Jalan Prana, Sabtu (22/8/2026). Dalam kegiatan itu, Ayep Zaki didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi Soni Hermanto serta anggota DPRD Kota Sukabumi Munchendra dari Fraksi PPP dan Inggu Sudeni dari Fraksi PKS. Ayep Zaki menegaskan pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan evaluasi. Setiap kekurangan yang ditemukan di lapangan harus menjadi bahan perbaikan agar kualitas pelayanan dan infrastruktur semakin baik. “Pembangunan tidak sekadar mengejar pekerjaan fisik, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap aktivitas warga, konektivitas wilayah, serta kualitas pelayanan pemerintah,” kata Ayep Zaki. Sementara itu, Kadis PUTR Soni Hermanto menyampaikan pemerintah terus melakukan pemetaan terhadap kebutuhan infrastruktur dengan menyesuaikannya pada kemampuan anggaran daerah. Langkah tersebut dilakukan agar program pembangunan dapat tetap berjalan berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat. Menurut Soni, adanya evaluasi terhadap hasil pekerjaan merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pembangunan. Aspirasi maupun masukan masyarakat juga menjadi bahan penting bagi pemerintah untuk menentukan langkah perbaikan di lapangan. “Setiap program pembangunan harus dikawal sejak tahap perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan agar hasilnya berkualitas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Soni. Sinergi pemerintah daerah dan DPRD dalam mengawal pembangunan menjadi bagian penting untuk memastikan anggaran yang bersumber dari masyarakat kembali dalam bentuk pelayanan dan infrastruktur yang bermanfaat. Dengan evaluasi secara berkelanjutan, berbagai kekurangan yang masih ditemukan diharapkan dapat segera diperbaiki tanpa mengesampingkan capaian pembangunan yang telah dirasakan masyarakat. Pemerintah Kota Sukabumi pun menempatkan kebutuhan warga sebagai pijakan dalam menentukan prioritas pembangunan ke depan. Dengan pola tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya memenuhi target pekerjaan, tetapi semakin mampu menjawab aspirasi publik secara nyata, terukur dan berkelanjutan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KSUSNEWS.COM – DPRD Kota Sukabumi menegaskan akan terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap setiap pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah. Setiap kesalahan, baik menyangkut prosedur maupun kualitas teknis pekerjaan, tidak akan dibiarkan karena anggaran yang digunakan bersumber dari uang rakyat. Legislator Fraksi PPP Komisi II DPRD Kota Sukabumi H. Muchendra mengatakan hasil peninjauan terhadap pembangunan Jalan Prana menemukan sejumlah hal yang harus menjadi catatan dan segera diperbaiki oleh pelaksana. Salah satunya adalah munculnya retakan pada ruas jalan yang bahkan belum lama selesai dibangun. “Itu harus dijelaskan oleh pihak kontraktor kenapa itu bisa terjadi,” kata Muchendra, Sabtu (22/8/2026). Lebih jauh dia menjelaskan, DPRD tidak hanya berkepentingan memastikan pembangunan terlaksana, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan anggaran yang telah dikeluarkan. “Kami akan berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta pelaksana untuk menindaklanjuti setiap temuan di lapangan,” ujarnya. Hal senada, Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni dari Fraksi PKS, menilai kondisi retakan pada jalan yang baru dibangun tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Terlebih, kondisi drainase yang belum memadai berpotensi membuat air masuk ke badan jalan dan mempercepat kerusakan. Inggu menegaskan, pekerjaan yang kualitasnya tidak sesuai harapan harus diperbaiki. Menurutnya, besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah harus berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan. DPRD tidak ingin uang masyarakat yang dihimpun melalui pajak justru menghasilkan infrastruktur yang cepat rusak. Selain aspek teknis, DPRD juga menyoroti prosedur penganggaran pembangunan. Penggunaan anggaran, termasuk BTT yang digeser melalui mekanisme parsial, harus tetap memperhatikan fungsi dan ketentuan yang berlaku. DPRD mengingatkan agar penggunaan anggaran tidak menghilangkan kemampuan pemerintah dalam menghadapi kebutuhan darurat masyarakat. Inggu menambahkan, pihaknya juga akan mendorong penyelesaian sejumlah kebutuhan yang belum terakomodasi dalam pekerjaan saat ini, termasuk persoalan drainase dan bagian pinggir jalan yang memiliki perbedaan ketinggian cukup membahayakan. Jika memungkinkan, kebutuhan tersebut akan diupayakan masuk dalam perubahan anggaran. Kedua legislator tersebut menegaskan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif. Setiap pekerjaan infrastruktur harus dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari proses penganggaran, pelaksanaan hingga kualitas hasil akhirnya, sebab setiap rupiah yang digunakan merupakan amanah masyarakat dan berasal dari pajak yang dibayarkan rakyat. DPRD berharap pengawasan tersebut tidak dimaknai sebagai upaya menghambat pembangunan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Muhammad Jaenudin, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan sekolah negeri, khususnya SMA, SMK, dan SLB, tidak melakukan pungutan biaya kepada siswa di luar ketentuan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kota Sukabumi, Sabtu (22/8). “Saya minta sekolah negeri mematuhi kebijakan pemerintah dan tidak membebani peserta didik dengan pungutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya dugaan pungutan di sekolah negeri,” kata Jaenudin. Setiap laporan, kata dia, dapat ditindaklanjuti bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Selain persoalan pungutan, Jaenudin menegaskan sekolah negeri tidak diperbolehkan menahan ijazah siswa. Menurutnya, ijazah merupakan hak peserta didik yang harus diberikan setelah menyelesaikan pendidikan. Dia menegaskan, apabila masih ditemukan praktik penahanan ijazah, masyarakat dipersilakan menyampaikan laporan agar persoalan tersebut dapat segera ditangani. Untuk sekolah swasta, Jaenudin mengakui terdapat kondisi berbeda karena operasional sekolah masih banyak ditopang pembayaran SPP. “Persoalan tunggakan biaya pendidikan tidak semestinya menjadikan ijazah siswa sebagai jaminan. Penyelesaian persoalan administrasi pendidikan harus tetap memperhatikan hak siswa untuk memperoleh dokumen kelulusannya,” ujarnya. Di bidang pendidikan tinggi, Jaenudin menyampaikan program beasiswa bagi mahasiswa asal Jawa Barat masih dalam pembahasan. Kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlanjutan program bantuan pendidikan. Meski demikian, terdapat skema pendampingan bagi mahasiswa kurang mampu yang memiliki KTP Jawa Barat agar tetap mendapatkan akses terhadap bantuan pendidikan. Sementara pada sektor kesehatan, Jaenudin menyoroti keberadaan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Sukabumi, salah satunya Rumah Sakit Jampang Kulon. Ia mengingatkan masyarakat agar memilih fasilitas kesehatan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan jarak tempuh. Masyarakat tidak harus memaksakan diri menuju rumah sakit yang lokasinya jauh apabila terdapat fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan. Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Erik Erwanda. Ia menegaskan kehadiran jajaran partai dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Erik mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut, mulai dari ketua RT dan RW, alim ulama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga jajaran PAC dan ranting PDI Perjuangan Kecamatan Cikole. Ia berharap penjelasan Muhammad Jaenudin mengenai tugas dan fungsi DPRD Provinsi Jawa Barat dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat, terutama terkait fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Jaenudin menegaskan berbagai aspirasi dan persoalan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan DPRD Jawa Barat dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah. Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting agar kebijakan pemerintah tidak berhenti pada aturan, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai, menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PDIP, Raden Koesoemo Hutaripto. Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan kebersihan sungai sebagai bagian dari kepedulian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pesan tersebut disampaikan Raden saat menghadiri kegiatan Mancing Mania dan Kobok Mania yang digelar warga RW 01 dan RW 06 Kelurahan Citamiang bersama komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dia menambahkan, kegiatan memancing di sungai dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Ketika sungai dijaga kebersihannya, keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara positif oleh warga. “Acara hari ini memperingati 17 Agustus 2026, di mana kita mengedukasi masyarakat supaya menjaga kebersihan sungai. Sekarang kita mancing, kita tanam ikan, kita berharap mereka dapat menjaga sungai ini,” kata Raden. Ia menegaskan, masyarakat harus mengubah pola pikir dalam memperlakukan sungai. Sungai tidak boleh dijadikan tempat membuang sampah atau dianggap sebagai bagian belakang permukiman yang tidak perlu diperhatikan. “Mari kita juga edukasi masyarakat supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak juga menjadikan sungai sebagai halaman belakang,” tegasnya. Raden justru mengajak masyarakat menjadikan sungai sebagai bagian depan lingkungan yang harus dirawat dan dibersihkan secara rutin. “Kalau menjadikan sungai sebagai halaman depan pasti akan kita jaga, akan kita bersihkan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kekompakan warga RW 01 dan RW 06 Citamiang yang sejak sebelumnya telah bergotong royong membersihkan sungai. Menurutnya, kepedulian terhadap sungai harus dilakukan secara menyeluruh karena persoalan kebersihan sungai tidak berhenti pada satu wilayah. “Memang bersih sungai ini bukan hanya di sini saja tapi dari hulu ke hilir,” jelasnya. Selain mengajak masyarakat menjaga kebersihan, Raden juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi fisik sungai dengan merespons aspirasi mengenai pengerukan dan pendangkalan. Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi yang salah satunya berkaitan dengan sektor sumber daya air, Raden mengatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada dinas terkait sekaligus mengecek kemungkinan dukungan penganggarannya. “Kita sekarang lagi penyusunan RAPBD Murni 2027, harapannya itu bisa dimasukkan sebagai program prioritas,” katanya. Menurut Raden, perhatian terhadap kondisi sungai juga berkaitan erat dengan upaya mengantisipasi banjir. Sampah dan pendangkalan sungai, terutama ketika curah hujan tinggi, dapat meningkatkan risiko meluapnya air dan berdampak kepada masyarakat. “Biasanya di bulan Januari sampai Maret curah hujan agak tinggi dan dapat mengakibatkan kenaikan ketinggian air. Kalau di sini banyak sampah, pendangkalan, tentu otomatis akan berdampak pada banjir kepada warga,” ungkapnya. Raden berharap momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial dan hiburan, tetapi juga melahirkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Panitia Mancing Mania, Dedi Supriadi, mengapresiasi partisipasi warga RW 01 dan RW 06 serta dukungan Raden Koesoemo sehingga kegiatan dapat terlaksana. Ia berharap kegiatan yang saat ini melibatkan dua RW tersebut ke depan dapat diperluas hingga tingkat Kelurahan Citamiang. “Depannya mudah-mudahan kalau sekarang ini RW 01 dan RW 06, mungkin untuk berikutnya bisa dilaksanakan se-Kelurahan Citamiang,” kata Dedi. Lurah Citamiang, Dorry, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan RW, Karesian, Karang Taruna, Barudak Sisi Susukan (Basis), dan masyarakat itu memiliki manfaat langsung terhadap lingkungan. Dorry menilai kegiatan tersebut semakin bermakna karena diawali dengan aksi bersih-bersih dan pengerukan brangkal di sungai sebelum kegiatan mancing bersama dilaksanakan. “Ini bukan sekadar hanya hiburan memeriahkan, tapi ada nilai kebermanfaatan bagi lingkungan,” ujarnya. Ia berharap kepedulian terhadap kebersihan sungai yang ditunjukkan warga bersama komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis) dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain yang dilalui aliran sungai. Dorry juga mengapresiasi Raden Koesoemo yang dinilainya aktif mengawal aspirasi masyarakat, termasuk menyampaikan usulan terkait pembangunan dan persoalan lingkungan kepada dinas terkait. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan dan DPRD, kepedulian terhadap kebersihan sungai diharapkan tidak berhenti pada momentum HUT RI, tetapi menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan Kota Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi terus mendapat dukungan. Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Ciemas kini menerima bantuan Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung. Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diwujudkan melalui pembangunan jaringan irigasi tersier dengan pola swakelola. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan ketersediaan air bagi areal persawahan masyarakat. Realisasi bantuan tersebut juga tidak lepas dari perjuangan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, H. Ujang Abdurahman Rochmi, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Dewan Batmen, dalam mendorong aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Di Desa Ciwaru, sedikitnya enam kelompok tani menjadi penerima manfaat. Masing-masing yakni Kelompok Tani Gempar dengan luas lahan 18 hektare, Cilele 21 hektare, Mekar Mandiri 19 hektare, Tani Berkah 31 hektare, Makmur 25 hektare, dan Mukti 53 hektare. Sementara di Desa Mekarsakti, bantuan diterima Kelompok Tani Jaya Sukses Tani yang diketuai Nanang Taryana dengan luas areal mencapai 25 hektare. Adapun di Desa Tamanjaya terdapat dua kelompok penerima, yakni Kelompok Tani Mukti Tani dengan luas lahan 30 hektare dan Kelompok Tani Sugih Jaya seluas 25 hektare. Dengan cakupan lahan tersebut, program Oplah di Kecamatan Ciemas diharapkan bukan sekadar menghadirkan pembangunan fisik berupa saluran irigasi, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan produksi pertanian masyarakat. Para petani pun menyambut program tersebut dengan penuh rasa syukur. Bagi mereka, keberadaan jaringan irigasi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga produktivitas sawah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian. Perwakilan Kelompok Tani Mukti Desa Tamanjaya, Apandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan bantuan tersebut, terutama kepada Dewan Batmen. “Terima kasih kepada Pak Dewan Batmen atas segala perjuangannya. Kami berharap dukungan dan perhatian terhadap kepentingan masyarakat melalui kelompok tani ini dapat terus berlanjut, karena masih banyak infrastruktur pertanian di wilayah kami yang perlu dibenahi,” ujar Apandi, Jumat (21/8/2026). Apresiasi serupa disampaikan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ciemas, Agus Ali Mubarok. Menurutnya, perhatian terhadap kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut. “Kami sangat menghargai perhatian dan dukungan penuh dari Pak Dewan H. Ujang Abdurahman Rochmi. Beliau selalu mensupport para kelompok tani dan berjuang keras demi memenuhi kebutuhan pertanian di wilayah kami,” ungkap Agus. Program Oplah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, penyuluh pertanian dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian dari tingkat bawah. Bagi masyarakat Ciemas, pembangunan irigasi bukan hanya soal infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas lahan, meningkatkan hasil panen dan memperkuat kesejahteraan petani. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komunitas Wartawan Sukabumi (KOWASI) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Perumahan Mayanti Residence, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat persatuan, soliditas, serta arah organisasi ke depan. Raker mengusung tema “Dengan Semangat Kemerdekaan Mari Kita Tumbuhkan Rasa Persatuan Organisasi, Menuju Masa Depan Lebih Baik dan Maju.” Tema tersebut menjadi pijakan dalam pembahasan berbagai agenda organisasi sekaligus evaluasi terhadap perjalanan KOWASI. Rapat dipimpin Ketua Umum KOWASI Yudi Suyudi, didampingi Sekretaris Jenderal Heri Setiawan dan Bendahara Umum Dody Suryadarma. Jalannya persidangan dipandu Bidang Pertimbangan Organisasi yang diwakili Ade Trilaksana serta dihadiri jajaran pengurus, anggota dan Pembina KOWASI H. Budi Widaya. Sejumlah keputusan organisasi turut dihasilkan dalam Raker 2026. Salah satunya menetapkan Maulana Yusuf atau yang akrab disapa Kuncir sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Koordinator Wilayah Selatan KOWASI. Forum juga membahas persiapan HUT ke-XVI dan Musyawarah Besar (Mubes) KOWASI yang direncanakan berlangsung pada 10 November 2026. Pembahasan meliputi pembentukan kepanitiaan, lokasi kegiatan, penyusunan anggaran hingga mekanisme pelaksanaan. Ketua Umum KOWASI Yudi Suyudi menegaskan, Raker tidak boleh dipandang sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bersama untuk menyatukan pemikiran, mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan langkah strategis. “Kita ingin setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar menjadi keputusan bersama dan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Yudi. Sementara itu, Pembina KOWASI H. Budi Widaya mengingatkan seluruh anggota agar terus menjaga integritas dan solidaritas. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap bahaya narkotika yang dinilai dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, maupun masa depan seseorang. “Narkoba sangat berbahaya, tidak hanya merusak fisik dan mental secara perlahan, tetapi juga berpotensi menghancurkan karier dan masa depan. Insan pers harus menjadi contoh yang baik dan bersih dari narkoba,” tegasnya. Komitmen organisasi kembali ditegaskan melalui penandatanganan fakta integritas oleh peserta Raker. Fakta integritas tersebut memuat tekad menjaga kehormatan organisasi, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sekretaris Jenderal KOWASI Heri Setiawan berharap seluruh keputusan Raker dapat dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh jajaran. Ia menilai hasil rapat harus menjadi pijakan nyata untuk memperkuat organisasi, bukan berhenti sebagai keputusan di atas kertas. “Raker ini bukan hanya forum pembahasan program, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas dan menyatukan visi KOWASI menuju organisasi yang lebih profesional,” kata Heri. Yudi Suyudi kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah hadir serta pihak media yang turut memberitakan kegiatan tersebut. Ia berharap semangat persatuan yang dibangun melalui Raker dapat terus dijaga dalam perjalanan organisasi. “Semoga niat baik ini menjadi persahabatan menuju persatuan dan kesatuan yang tetap terjaga. KOWASI Jaya dan Maju,” pungkasnya. (Dicky)