SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aspirasi warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, terkait kerusakan jalan mulai mendapat respons serius dari pemerintah daerah. Melalui forum dialog yang difasilitasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), warga bertemu langsung dengan jajaran pemerintah, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, di Aula Desa Sukatani, Rabu (29/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi warga beberapa hari sebelumnya yang mempersoalkan kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk dan menghambat aktivitas masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, BPD, serta elemen masyarakat lainnya. Usai dialog, Kepala Dinas PU bersama tim langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi ruas jalan yang dikeluhkan. Hasilnya, sejumlah titik mengalami kerusakan berat yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Menurut Kadis PU, tingkat kerusakan di atas 60 persen tidak bisa lagi ditangani dengan perbaikan ringan, melainkan harus melalui rekonstruksi total. Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan dengan kondisi tersebut cukup besar. “Untuk rekonstruksi, per kilometernya saat ini berkisar Rp1,9 miliar, dan itu masih mengikuti harga sekarang,” ungkapnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan solusi, dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Skema penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas. Ia juga membuka kemungkinan adanya alokasi anggaran melalui perubahan APBD, jika kondisi fiskal memungkinkan. Hal ini menjadi salah satu harapan agar penanganan jalan di Sukatani bisa segera direalisasikan. Sementara itu, warga berharap hasil pertemuan ini tidak berhenti pada wacana. Mereka meminta adanya langkah konkret mengingat kondisi jalan yang rusak telah berdampak pada mobilitas dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Dialog tersebut menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah untuk mencari titik temu. Selain meredakan ketegangan pasca aksi, forum ini juga memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendasar warga. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menghadiri kegiatan pelepasan purna bhakti sekaligus memimpin pembinaan wilayah bagi dua UPTD di Kantor UPTD Jampangkulon, Rabu (29/4/2026). Kegiatan diawali dengan pelepasan Kepala Cabang (Kacab) Dinas PU Wilayah Jampangkulon, Yudi, yang memasuki masa purna bakti setelah mengabdi dalam pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Dalam sambutannya, Uus Pirdaus menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan selama bertugas. Ia menegaskan bahwa kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam kemajuan pembangunan daerah. “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan ke depan,” ujarnya. Usai prosesi purna bhakti, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan wilayah yang diikuti jajaran UPTD Wilayah Ciemas dan UPTD Wilayah Jampangkulon. Dalam arahannya, Kadis PU menekankan pentingnya peningkatan kinerja aparatur, kedisiplinan, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan perlunya koordinasi yang solid antar UPTD dalam menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci dalam penanganan infrastruktur, baik jalan maupun irigasi, agar pembangunan di wilayah selatan dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan. “Seluruh jajaran harus bekerja profesional, responsif, dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor infrastruktur. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Aom Muharam, bersama perangkat desa dan Babinsa Desa Tanjungsari dari Koramil 0622-11/Sagaranten, Sukarno, turun langsung meninjau kondisi jalan di wilayah perbatasan, Selasa (28/4/2026). Peninjauan dilakukan di Kampung Ciloncer, yang merupakan jalur penghubung antarwilayah desa, kecamatan, hingga menjadi batas antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengajuan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan kondisi fisik jalan sekaligus pengukuran panjang dan lebar sebagai bahan usulan. Infrastruktur jalan di kawasan perbatasan dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi antar daerah. Aom Muharam menegaskan, peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan data lapangan sebelum diajukan ke program TMMD. “Jalan ini sangat vital karena menjadi akses perbatasan Sukabumi dan Cianjur. Kami berharap usulan ini bisa masuk dalam sasaran fisik TMMD agar segera ditangani,” ujarnya. Sinergi antara pemerintah desa dan Babinsa terus diperkuat dalam mendorong percepatan pembangunan. Jika usulan disetujui, jalan tersebut diharapkan dapat segera diperbaiki dan diperkeras, sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang melintas. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor desa pada Senin (27/4/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan desa yang belum juga dibangun, meski sebelumnya telah dijanjikan perbaikan. Kedatangan warga berlangsung tertib dengan pengawalan serta difasilitasi pemerintah desa bersama unsur Forkopimcam dan perwakilan Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP). Dalam forum terbuka, warga menyampaikan berbagai tuntutan secara langsung. Perwakilan warga, Ahmad Caeng, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penagihan janji pembangunan yang dinilai tak kunjung terealisasi selama bertahun-tahun. “Masyarakat hanya menginginkan kepastian dan bukti nyata dari komitmen yang pernah disampaikan pemerintah desa,” ujarnya. Menurutnya, lambannya progres pembangunan menjadi pemicu utama kekecewaan warga. Pasalnya, perbaikan jalan sempat dijanjikan selesai dalam waktu singkat, namun hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Selain itu, warga juga menyoroti aspek transparansi penggunaan dana desa, khususnya yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Mereka meminta penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik. Ahmad menambahkan, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, warga berpotensi kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sukatani, Sulaeman, menjelaskan bahwa ruas jalan yang dipermasalahkan sebelumnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun pada tahun 2026, statusnya telah berubah sehingga memungkinkan penanganan secara kolaboratif antara desa, kabupaten, dan provinsi. “Saya memastikan bahwa proses pembangunan sebenarnya sudah berjalan, hanya saja belum rampung sehingga dampaknya belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat,” terangnya. Terkait tuntutan keterbukaan anggaran, Sulaeman menyebut laporan belum bisa disampaikan secara final karena pekerjaan masih berlangsung. Meski demikian, pihak desa berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan kecamatan, BPD, serta dinas terkait guna mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Menyoal desakan sebagian warga yang meminta dirinya mundur, Sulaeman menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak masyarakat, namun harus melalui mekanisme yang berlaku sesuai ketentuan. Aksi ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan warga dengan tuntutan serupa. Masyarakat berharap adanya percepatan pembangunan jalan serta peningkatan transparansi anggaran, sehingga kepercayaan terhadap pemerintah desa dapat kembali pulih. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 dengan mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, Senin (27/4/2026). Kegiatan berlangsung secara hybrid, terhubung dengan pusat kegiatan di Auditorium Prof. Muladi, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta diikuti langsung oleh jajaran pegawai dan tamu undangan di Lapangan Serbaguna Lapas Sukabumi. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kota Sukabumi, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Imigrasi, Badan Narkotika Nasional, Kementerian Agama, hingga perangkat daerah lainnya. Pemerintah Kota Sukabumi diwakili oleh Asisten Daerah H.R. Imran Wardhani. Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa peringatan HBP ke-62 tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh yang melahirkan langkah konkret. “Pemasyarakatan harus berfokus pada kerja nyata di lapangan. Tidak cukup hanya program di atas kertas, tetapi harus ada hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat. Integritas, akuntabilitas, dan efektivitas program menjadi kunci utama,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa transformasi pemasyarakatan harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas pembinaan, pengawasan internal yang ketat, serta penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam amanatnya menegaskan bahwa pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam pembangunan hukum nasional yang berorientasi pada keadilan restoratif. “Pemasyarakatan kerja nyata berarti menghadirkan program yang berdampak langsung, bukan sekadar seremonial. Pelayanan prima harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap insan pemasyarakatan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial berjalan optimal,” tambahnya. Selaras dengan arahan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan komitmen jajarannya dalam mengimplementasikan pemasyarakatan berbasis hasil. “Melalui HBP ke-62 ini, kami menegaskan komitmen untuk menghadirkan pemasyarakatan kerja nyata melalui program pembinaan yang berdampak langsung, serta mewujudkan pelayanan prima yang profesional, humanis, dan berintegritas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik. “Kolaborasi ini tidak hanya mendukung aspek keamanan, tetapi juga memperkuat pembinaan, sehingga warga binaan dapat menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya. Sebagai bentuk implementasi nyata, pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat kepada pegawai Lapas Sukabumi, Rizki M. Iqbal Dyaz, atas ketelitian dan integritasnya dalam menggagalkan upaya penyelundupan obat-obatan terlarang ke dalam lapas. Keberhasilan ini dinilai sebagai kontribusi penting dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran gelap narkoba. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada mitra kerja strategis yang dinilai berperan aktif dalam mendukung pelayanan pemasyarakatan di Jawa Barat. Mitra tersebut meliputi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sukabumi, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Kementerian Agama Kota Sukabumi, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam aspek keamanan, pembinaan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial warga binaan. Tak hanya itu, Lapas Sukabumi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui penyerahan bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM yang telah melalui proses asesmen dan verifikasi, sehingga tepat sasaran dan berkelanjutan. Langkah ini menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus di dalam lapas, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas. Suasana tasyakuran berlangsung khidmat dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Pemerintah Kota Sukabumi dan sesepuh pemasyarakatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, mencerminkan sinergi serta kebersamaan antar pemangku kepentingan. Melalui peringatan HBP ke-62 ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemasyarakatan yang berorientasi pada kerja nyata, memperkuat pelayanan prima, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rangkaian peringatan HUT ke-112 Kota Sukabumi menghadirkan suasana semarak yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan yang digelar di kawasan Balai Kota pada 25 April 2026 itu dipadati warga dari berbagai kalangan. Wakil Wali Kota Bobby Maulana menilai, perayaan tahun ini memberi dampak positif terhadap citra daerah. Menurutnya, konsep kegiatan yang variatif mampu menarik perhatian publik sekaligus memperkenalkan potensi lokal. Sejumlah agenda seperti jalan santai, pawai budaya, dan pertunjukan seni menjadi magnet utama. Kehadiran komunitas dalam setiap penampilan dinilai memperkaya nuansa acara dan mempertegas identitas budaya Sukabumi. Di sisi lain, peran media sosial turut memperkuat gaung kegiatan. Berbagai dokumentasi yang dibagikan masyarakat dinilai efektif memperluas jangkauan informasi hingga ke tingkat nasional bahkan luar negeri. Tak hanya berfokus pada seni budaya, kegiatan ini juga menghadirkan hiburan bernuansa olahraga. Lomba panco yang digelar di lokasi acara menjadi salah satu yang paling diminati dan menyedot perhatian pengunjung. Menjelang akhir kegiatan, penampilan Sukabumi drummer serta atraksi kaligrafi dari anak-anak TK dan PAUD memberikan sentuhan kreatif sekaligus menghibur masyarakat yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengungkapkan rencana penataan Lapangan Merdeka Sukabumi. Mulai Mei mendatang, kawasan itu akan difokuskan sebagai ruang aktivitas olahraga. Ia menambahkan, revitalisasi kembali akan dilakukan tahun ini agar fasilitas yang ada semakin nyaman dan mendukung kebutuhan masyarakat, sejalan dengan upaya memperkuat daya tarik Kota Sukabumi. (Usep)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memimpin peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 tingkat Kabupaten Kuningan yang digelar serentak pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan berlangsung bertepatan dengan Car Free Day di depan Masjid Syiarul Islam Kuningan. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dari fokus penanganan pasca bencana menjadi kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Dalam sambutannya, Dian menyoroti kondisi topografis Kabupaten Kuningan yang berbukit-bukit sehingga memiliki kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari longsor hingga banjir. Ia menegaskan pentingnya upaya kolektif untuk membangun kemandirian dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi tersebut. “Hari ini, saya mengajak kita semua untuk lebih mengenali alam kita, mencintai lingkungan kita, dan memahami potensi bencana di sekitar,” ujarnya. Menurutnya, membangun kesiapsiagaan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membentuk budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Ia menekankan prinsip sederhana bahwa menjaga alam adalah bagian dari upaya melindungi diri dari bencana. Peringatan HKBN yang jatuh setiap 26 April ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dengan tema nasional “Siap untuk Selamat” dan subtema “Bersatu dalam Siaga Tangguh Menghadapi Bencana”. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menekankan aksi nyata di lapangan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu kegiatan utama adalah plogging, yakni lari santai sambil memungut sampah. Aktivitas ini dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mitigasi bencana, khususnya untuk mencegah banjir akibat saluran tersumbat sampah. Selain itu, BPBD bersama berbagai pihak juga menggelar simulasi evakuasi mandiri, pengecekan jalur evakuasi, pengenalan titik kumpul aman, serta uji coba sistem peringatan dini yang ditandai bunyi sirine dan kentongan secara serentak. Simbol bunyi kentongan menjadi penanda dimulainya simulasi respons bencana. Para relawan, termasuk komunitas Kuningan Runner, tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan pentingnya peran komunitas dalam sistem penanggulangan bencana. “Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dalam konteks ini, bersiap jauh lebih baik daripada hanya merespons saat bencana terjadi,” tegas Indra. Usai kegiatan, Bupati Dian didampingi Indra Bayu melakukan pengecekan mobil tangki baru milik BPBD Kuningan. Bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut dilengkapi berbagai peralatan dan siap menjadi armada utama dalam operasi penanggulangan bencana di wilayah Kuningan. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polres Majalengka berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor jenis Honda PCX yang terjadi di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasi Humas AKP Yayan Suripna menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura. Korban, Uus Gilang Permana (27), kehilangan sepeda motor miliknya saat berada di rumah. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui berinisial M (29), seorang wiraswasta asal Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. “Pelaku memanfaatkan kelengahan korban saat berada di dalam rumah,” ujar AKP Yayan, Minggu (26/4/2026). Modus pelaku, yakni datang ke rumah korban menggunakan jasa ojek, kemudian berbincang dengan korban dan rekannya di halaman rumah. Saat korban masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian, pelaku mengambil kunci sepeda motor yang berada di meja ruang tengah. Setelah itu, pelaku berpura-pura hendak menuju ATM, namun justru membawa kabur sepeda motor milik korban. Korban baru menyadari kehilangan kendaraan sekitar pukul 14.00 WIB saat keluar rumah dan tidak menemukan sepeda motornya di lokasi. Upaya pencarian sempat dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Argapura. Berdasarkan laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita barang bukti berupa satu lembar STNK sepeda motor Honda PCX serta uang tunai sebesar Rp540.000. Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga kendaraan bermotor agar tidak memberi celah bagi pelaku kejahatan. (Asep Rusliman)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan ratusan jemaah calon haji Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Kloter 8 musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan yang digelar di Masjid At-Taufiq Kuningan Islamic Center, Minggu (26/4/2026), dipenuhi isak tangis keluarga yang mengantar keberangkatan orang-orang tercinta menuju Tanah Suci. Sebanyak 445 jemaah secara resmi dilepas oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Momen perpisahan berlangsung penuh emosi, diwarnai pelukan hangat serta doa yang mengalir dari keluarga, berharap para jemaah diberi kesehatan, kemudahan dalam beribadah, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Di antara jemaah, sosok lansia bernama Anis (78), warga Cijoho, tampak tak kuasa menahan haru. Perempuan yang sehari-hari berjualan bolu kukus dan odading itu mengaku bersyukur akhirnya bisa berangkat haji setelah penantian panjang. “Alhamdulillah, ini panggilan Allah. Mohon doa agar kami semua diberi kelancaran dan kesehatan selama di Tanah Suci,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, menjelaskan total jemaah terdiri dari 439 calon haji, empat petugas kloter, serta dua Petugas Haji Daerah (PHD). Seluruhnya berasal dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta jemaah mandiri. Usai dilepas, para jemaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Indramayu pada Minggu sore, sebelum bertolak melalui Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati pada Senin (27/4/2026). Proses pemberangkatan melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga BAZNAS. Pengamanan dan pengaturan dilakukan secara ketat untuk memastikan perjalanan jemaah berjalan aman, lancar, dan nyaman. Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur. Ia juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan serta mempererat kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah. “Berangkatlah dengan niat yang bersih, jalani dengan penuh keikhlasan, dan pulanglah membawa keberkahan,” pesannya. Ia pun menitipkan doa agar para jemaah turut mendoakan Kabupaten Kuningan selama berada di Tanah Suci, demi kebaikan dan kemajuan daerah. (Asep Rusliman)

CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel, sejumlah pejabat utama di lingkungan Polres Cirebon Kota resmi mengalami rotasi jabatan. Berdasarkan data yang dihimpun, pejabat yang mengalami pergantian di antaranya Kasat Lantas AKP Ridwan Sandhi Maulana, Kasat Reskrim AKP Adam Gana, serta Kanit Regident Ipda Aef Syaifusidqi. Posisi Kasat Lantas kini diisi oleh AKP Hadi Suryanto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasat Lantas Polresta Cirebon. Sementara itu, jabatan Kasat Reskrim dipercayakan kepada AKP DR M Fadhillah yang sebelumnya bertugas di Subdit 3 Dit Res Siber Polda Jabar. Adapun posisi Kanit Regident Satlantas diisi oleh Iptu Dartam yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Regident Satlantas Polres Tasikmalaya. Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, membenarkan adanya mutasi tersebut. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel. “Mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier bagi personel. Diharapkan dengan adanya pergantian ini, kinerja semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026). Ia juga berharap para pejabat yang baru dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Para pejabat baru diharapkan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian,” tambahnya. Dengan adanya rotasi ini, diharapkan kinerja dan pelayanan Polres Cirebon Kota kepada masyarakat semakin meningkat serta mampu menjawab berbagai tantangan ke depan. (Asep Rusliman)