SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Tingkat kehilangan air bersih yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa atau PDAM Kota Sukabumi masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi perusahaan daerah tersebut. Hingga Juli 2026, tingkat kebocoran air tercatat mencapai 59 persen. Angka tersebut menunjukkan lebih dari separuh volume air yang diproduksi belum sepenuhnya dapat tersalurkan kepada pelanggan. Meski demikian, kondisi itu sedikit membaik dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mencapai 60,1 persen. Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa, Dian Afriandi, menyampaikan capaian tersebut dalam perayaan HUT ke-51 perusahaan sekaligus tasyakur Maulid Nabi Muhammad SAW di Sukabumi. Ia mengatakan, penurunan tingkat kehilangan air menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi distribusi. “Kami terus berupaya mendorong efisiensi distribusi air dan menekan tingkat kebocoran ini. Target utama dari peningkatan kualitas layanan tersebut adalah naiknya tingkat kepuasan pelanggan,” ungkap Dian seperti dikutip, Minggu (30/8/2026). Menurutnya, penurunan dari 60,1 persen menjadi 59 persen merupakan sinyal positif dalam pengelolaan distribusi air. Namun, angka tersebut masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan langkah penanganan yang konsisten dan berkelanjutan. Di sisi lain, jumlah pelanggan PDAM Kota Sukabumi terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 19.878 pelanggan aktif telah menerima layanan air bersih dari perusahaan daerah tersebut. Pertambahan pelanggan itu sekaligus meningkatkan tuntutan terhadap kemampuan PDAM dalam menjaga kontinuitas, kualitas dan keandalan distribusi. Karena itu, penurunan tingkat kebocoran dinilai menjadi salah satu kunci agar peningkatan jumlah pelanggan benar-benar sejalan dengan perbaikan pelayanan. Persoalan tersebut turut menjadi perhatian Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang menghadiri perayaan HUT ke-51 Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa. Bobby meminta jajaran direksi dan manajemen tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah diraih. “Melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan, tentunya masih banyak kekurangan. Jadikan kekurangan itu sebagai tantangan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Bobby. Ia menegaskan, momentum HUT ke-51 harus menjadi ruang evaluasi bagi perusahaan, termasuk dalam membenahi berbagai persoalan yang masih menghambat peningkatan kualitas pelayanan. Menurutnya, kekurangan bukan alasan untuk berhenti melakukan perbaikan, melainkan harus dijadikan pemicu untuk bekerja lebih optimal. Bobby juga mengingatkan jajaran PDAM agar menjadikan sifat-sifat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalankan tugas. Sebagai perusahaan yang mengelola kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan air bersih harus diberikan secara cepat, tepat, responsif dan ramah. Dorongan tersebut menjadi tantangan bagi Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa untuk mempercepat pembenahan sistem distribusi sekaligus menekan angka kehilangan air. Penurunan kebocoran memang menunjukkan adanya perbaikan, tetapi capaian 59 persen masih menyisakan pekerjaan besar. Dengan jumlah pelanggan yang telah mencapai hampir 20 ribu sambungan aktif, PDAM Kota Sukabumi dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan pelanggan, tetapi juga memastikan air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara maksimal dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, kembali terlihat dalam pembangunan jalan penghubung yang menghubungkan dua Kedusunan antara Kampung Bantar Limus dengan Kampung Pasir Ceuri, Minggu (30/8/2026). Pembangunan akses tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Cibenda, Adi Rizwan, yang akrab disapa Hurung. Kehadiran orang nomor satu di Desa Cibenda itu sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam membuka dan meningkatkan akses transportasi antarwilayah. Hurung mengapresiasi kekompakan warga yang secara bersama-sama terlibat dalam pengerjaan jalan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting sehingga pembangunan akses tersebut dapat direalisasikan. “Dengan menyatukan kekompakan, Alhamdulillah pembangunan jalan ini akhirnya bisa terealisasi. Maju terus semangat gotong royong kita,” ujar Hurung. Ia menilai, semangat kebersamaan menjadi modal besar dalam mewujudkan pembangunan di tingkat desa. Dengan tekad yang kuat dan persatuan warga, berbagai keterbatasan dapat dihadapi secara bersama-sama. “Tidak ada kata lelah maupun menyerah ketika kita memiliki tekad kuat dan semangat persatuan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah kita,” katanya. Hurung juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kampung Bantar Limus dan warga sekitar yang telah berkontribusi dalam pembangunan tersebut. Ia berharap jalan baru itu tidak hanya menjadi akses penghubung, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih, jalur tersebut memiliki fungsi penting bagi kegiatan pertanian warga. Kemudahan akses diharapkan dapat membantu petani dalam membawa sarana produksi maupun mengangkut hasil pertanian, sehingga aktivitas usaha tani menjadi lebih efektif. “Semoga jalan ini memudahkan akses usaha tani warga. Jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini memberikan manfaat besar dan turut mendorong kemajuan Desa Cibenda,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pasar Rakyat UMKM dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 resmi dibuka Bupati Sukabumi H Asep Japar di Lapangan Cangehgar Palabuhanratu, Sabtu (29/8/2026) malam. Ribuan masyarakat antusias memadati lokasi untuk menyaksikan pembukaan sekaligus menikmati beragam produk dan sajian UMKM. Pesta rakyat ini akan berlangsung hingga 13 September 2026. Selama pelaksanaan, masyarakat dapat mengunjungi berbagai stan yang menyajikan produk unggulan dan hasil kreativitas pelaku usaha lokal Kabupaten Sukabumi. Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H Andreas, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Kapolres Sukabumi, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sukabumi. Dalam sambutannya, Bupati H Asep Japar mengatakan Pasar Rakyat UMKM sebagai momentum strategis untuk memperkuat keberadaan pelaku usaha lokal. “Pasar Rakyat UMKM merupakan momentum strategis yang diyakini dapat menjadi ruang yang lebih terbuka bagi para pelaku UMKM,” ujarnya. Ia menyampaikan, geliat transaksi di pasar rakyat tidak hanya berdampak terhadap pemasaran produk lokal, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenalkan beragam potensi Kabupaten Sukabumi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk daerah. Bupati menjelaskan, Pasar Rakyat UMKM tahun ini mengusung tema “Sukabumi Mubarokah, Memacu Agroindustri, Memajukan Pariwisata.” Tema tersebut kata dia, sejalan dengan upaya Pemkab Sukabumi memperkuat sektor unggulan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Beliau pun mengajak masyarakat untuk menjadikan produk UMKM lokal sebagai pilihan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya berharap dukungan konsumen dapat memacu pelaku usaha terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperkuat daya saing produk hingga mampu menembus pasar yang lebih luas,” tuturnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepengurusan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Jampang Tandang Makalangan (JTM) di seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Surade resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di halaman Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) JTM, Jalan Raya Cibungur, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (30/8/2026). Pelantikan dipimpin Ketua DPC JTM Kecamatan Surade, Uday, S., bersama Sekretaris Dadan, S., dan Bendahara Hikmat, S.IP. Kepengurusan yang dikukuhkan berasal dari Desa Buniwangi, Sukatani, Kadaleman, Kademangan, Wanasari, Sirnasari, Citanglar, Jagamukti, Kelurahan Surade, hingga Desa Gunungsungging. Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM), H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., turut hadir bersama jajaran DPP, termasuk Bendahara Umum Rudiana Marvel. Kehadiran Camat Surade Usep Supelita, unsur Forkopimcam, Lurah Surade, para kepala desa, serta tokoh masyarakat menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan terhadap keberadaan organisasi tersebut di tingkat kewilayahan. Prosesi diawali tawasul yang dipimpin Kiai Ahmad Badawi dan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustadz Dani. Momentum pelantikan juga terasa lebih istimewa karena dirangkaikan dengan PHBI 1448 Hijriah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Haul Akbar para sesepuh keluarga besar PJTM. Dalam sambutannya, H. Hendra Permana mengapresiasi jajaran DPC JTM Surade yang dinilai telah mengambil langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa. Ia berharap pengurus yang baru dikukuhkan tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah desa. “Kami berharap seluruh pengurus DPAC di masing-masing desa dapat bersinergi secara erat dengan pemerintah desa setempat. Kita harus memiliki rasa kebanggaan yang tinggi karena telah memiliki kelembagaan sendiri yang kokoh,” tegas Hendra. Sementara itu, Pembina Pengurus DPC, Bakang Anwar As’Adi, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman anggota. Ngahiji Ngajadi Hiji, sebagai landasan untuk membangun organisasi yang solid, kompak, dan memiliki tujuan bersama, tanbahnya. Camat Surade Usep Supelita juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPAC yang telah dilantik. Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan akan semakin memberikan manfaat apabila mampu berjalan seiring dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. “Semoga seluruh elemen PJTM, mulai dari tingkat DPP, DPC hingga DPAC, dapat berjalan beriringan mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah, Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah,” ujarnya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan musyafahah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Lantunan sholawat yang dibawakan Bendahara Umum DPP JTM, Rudiana Marvel, semakin menguatkan nuansa religius sekaligus kekeluargaan dalam acara tersebut. Dengan terbentuknya kepengurusan DPAC di seluruh wilayah Kecamatan Surade, JTM diharapkan semakin mampu memperkuat silaturahmi, menjaga nilai-nilai budaya Jampang, serta mengambil peran positif dalam mendukung pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di tingkat desa. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Prestasi Nadia Putri Ramadhani di ajang Miss Asia Pacific 2026 menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan. Ketekunan, kerja keras, serta keberanian pelajar kelas 7A SMPN 2 Kota Sukabumi, untuk terus mengembangkan diri mengantarkan remaja asal Sukabumi itu meraih tiga gelar di panggung internasional. Nadia sukses menyabet tiga gelar bergengsi dalam ajang Miss Asia Pacific 2026 kategori Preteen yang digelar di Negeri Sembilan, Malaysia. Ketiga gelar tersebut yakni Best National Costume, Miss Charming Teen, dan Free-Teen Asia Pacific Princess. Raihan tersebut sekaligus membawa nama Indonesia, khususnya Sukabumi, di tengah persaingan peserta dari berbagai negara. Di balik keberhasilan itu, terdapat proses panjang yang dijalani Nadia. Ia harus mempersiapkan diri secara matang, mulai dari kemampuan, mental, penguasaan materi hingga keberanian tampil di hadapan peserta dari berbagai negara. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Nadia. Baginya, setiap tahapan kompetisi bukan hanya tentang mengejar gelar, tetapi juga kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan dan membangun kepercayaan diri. Putri pasangan Ucup Supriatna dan Evi Sumanti itu sebelumnya telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih juara utama Miss Bintang Indonesia 2026 kategori Preteen. Prestasi tersebut kemudian mengantarkannya mendapat kepercayaan dari Yayasan Miss Bintang Indonesia untuk mewakili Indonesia di ajang Miss Asia Pacific 2026. Keberhasilan Nadia mendapat apresiasi dari kedua orang tuanya. Ucup Supriatna mengaku bersyukur atas pencapaian putrinya yang dinilai merupakan buah dari proses, ketekunan dan dukungan berbagai pihak. “Pertama puji syukur pada Allah SWT dan pihak-pihak yang telah mendukung dan mendorong serta mengasah talenta anak saya hingga bisa mencapai kesuksesan dalam karirnya,” kata Ucup, Sabtu (29/8). Menurut Ucup, tiga gelar yang diraih Nadia bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Lebih penting dari itu, pengalaman berkompetisi di tingkat internasional telah membentuk mental, kedisiplinan dan keberanian putrinya. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi Nadia untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan di masa mendatang. Sementara itu, Founder Yayasan Miss Bintang Indonesia, Taufik Sanjaya, menegaskan bahwa sebuah gelar juara bukanlah akhir dari perjalanan seorang peserta. “Setiap pemenang akan memiliki perjalanan dan kesempatan untuk mengembangkan diri,” kata Taufik melalui keterangan tertulis. Menurutnya, Nadia memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Prestasi yang diraih di tingkat internasional diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mampu memberikan motivasi bagi anak-anak dan remaja seusianya. Kisah Nadia menjadi pesan bahwa usia muda bukan alasan untuk membatasi diri dalam meraih prestasi. Kesungguhan dalam berlatih, ketekunan menjalani proses dan keberanian mengambil kesempatan dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih besar. Dari Sukabumi hingga panggung Asia Pacific, Nadia kini bukan hanya membawa pulang tiga gelar, tetapi juga membawa cerita tentang perjuangan yang dapat menjadi inspirasi bagi remaja lain untuk berani bermimpi, bekerja keras dan terus mengembangkan potensi diri. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, serta kemampuan menghadapi perubahan zaman. Hal itu disampaikan H. Andreas saat menghadiri Syukuran Milad ke-43 Pondok Pesantren Assalam Kampus Putra di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/8/2026). Menurutnya, pesantren selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Lembaga pendidikan Islam tersebut tidak sebatas menjadi tempat memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang bagi santri untuk menempa kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan tanggung jawab. “Pesantren mempunyai peran yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi yang berkualitas. Ilmu harus berjalan bersama akhlak dan karakter agar para santri mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Andreas. Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat perlu dihadapi dengan kesiapan generasi muda. Karena itu, santri didorong untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama serta jati diri. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan pondok pesantren. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki fondasi moral yang kuat. Sementara bagi Pondok Pesantren Assalam, Milad ke-43 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus memantapkan langkah menghadapi masa depan. Tradisi pendidikan terus dipertahankan, sementara pembinaan akhlak dan karakter santri tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Melalui momentum tersebut, para santri juga diharapkan mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Bekal ilmu agama, pengetahuan umum, keterampilan, dan karakter menjadi modal penting agar mereka mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi pijakan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0607 Kota Sukabumi, Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, sesepuh dan pimpinan Pondok Pesantren Assalam, Kepala Kantor Urusan Haji Kabupaten Sukabumi, Camat Bojonggenteng, serta jajaran Forkopimcam Bojonggenteng. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penguatan infrastruktur kelistrikan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Revitalisasi dan pengoperasian kembali Gardu Induk (GI) 150 kV Jampang Kulon dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha tetap terpenuhi. GI milik PT PLN (Persero) tersebut diresmikan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Kamis (27/8/2026). Andreas mengatakan, kebutuhan terhadap energi listrik terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan sektor usaha. Karena itu, keandalan jaringan listrik harus menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. “Listrik adalah urat nadi pembangunan. Ketersediaan energi listrik yang andal tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pelayanan publik, serta pembangunan daerah,” kata Andreas. Ia menilai peningkatan kapasitas GI Jampang Kulon dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan wilayah. Ketersediaan pasokan listrik yang memadai diharapkan mampu menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonominya. Terlebih, Jampang Kulon dan kawasan sekitarnya memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan. Mulai dari sektor perikanan, usaha kecil dan menengah, hingga pariwisata. “Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun ini dapat terus kita pelihara dan tingkatkan dalam mendukung keberhasilan pembangunan, demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ujarnya. Sementara itu, Vice President Efisiensi Kualitas dan Pengukuran Distribusi Jawa Madura dan Bali PT PLN (Persero), MX Wahyu C. Prasetyo, mengungkapkan bahwa GI Jampang Kulon kini diperkuat dengan kapasitas 1 x 60 MVA serta empat jalur penyulang. Menurutnya, pengoperasian kembali GI tersebut merupakan bagian dari langkah PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan di wilayah Sukabumi. “Dengan re-energize-nya Gardu Induk Jampang Kulon 1 x 60 MVA yang sekarang sudah ada empat jalur penyulang, semakin membuka peluang usaha, UMKM di sekitar, dan tentunya bisa menambah pariwisata semakin berkembang di lingkungan Sukabumi,” ungkap Wahyu. Ia menyebut penguatan pasokan listrik dapat menjadi penopang bagi sejumlah aktivitas ekonomi di kawasan pesisir. Di antaranya usaha tambak udang, penyediaan es untuk nelayan, industri kecil, UMKM, serta sektor pariwisata. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, PLN berharap keberadaan GI Jampang Kulon mampu memperbaiki kualitas pelayanan kelistrikan, terutama dalam membantu mengatasi persoalan penurunan tegangan atau drop voltage yang selama ini dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan. Wahyu berharap fasilitas tersebut dapat beroperasi secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah dan dunia usaha. “Semoga gardu ini dapat beroperasi dengan baik dan andal, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada PLN, pelanggan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat Jampang Kulon dan Kabupaten Sukabumi,” tandasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kelurahan Sindangpalay terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Perbaikan lingkungan, kesehatan, kebersihan, serta pemberdayaan ekonomi menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian. Lurah Sindangpalay, Detty Kurniati, mengatakan peran masyarakat menjadi salah satu kunci dalam memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Pernyataan tersebut disampaikan Detty seusai menghadiri Sosialisasi Peningkatan Kapasitas RT, RW dan Karang Taruna yang turut dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Kamis (27/8). Detty menjelaskan, dari sisi pembangunan fisik, kelurahan terus mendorong penataan sarana dan prasarana lingkungan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi drainase yang perlu ditangani secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi genangan saat hujan. Namun, pembangunan infrastruktur menurutnya harus berjalan beriringan dengan kesadaran warga dalam menjaga lingkungan. Karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus didorong agar persoalan kebersihan dapat ditangani mulai dari lingkungan terkecil. “Penanganan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mengoptimalkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing,” ujar Detty, Kamis (27/8). Semangat kebersamaan tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti antar-RT. Selain membantu menjaga kebersihan, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial antarwarga. Di sektor kesehatan, Kelurahan Sindangpalay memperkuat kegiatan posyandu sekaligus mendukung langkah pencegahan stunting. Pemerintah kelurahan berupaya memastikan pemantauan kesehatan ibu dan anak terus dilakukan secara rutin dengan melibatkan masyarakat. “Program kesehatan harus terus berjalan karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Posyandu dan upaya pencegahan stunting akan terus kami dukung,” katanya. Sementara untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga, kelurahan turut membuka ruang pemberdayaan melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan. Pelaku UMKM lokal didorong agar mampu meningkatkan keterampilan serta mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Detty menilai keberhasilan pemberdayaan tidak cukup hanya dengan memberikan program, tetapi harus disertai kemauan masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kemajuan Sindangpalay membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh elemen warga,” ucapnya. Ia berharap sinergi antara RT, RW, Karang Taruna, kader masyarakat dan pemerintah kelurahan semakin kuat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di lingkungan diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani. Detty juga mengajak masyarakat tidak pasif dalam menyampaikan aspirasi. Setiap persoalan yang muncul di lingkungan, mulai dari infrastruktur, kebersihan hingga pelayanan masyarakat, diharapkan dapat segera dikomunikasikan kepada pihak kelurahan. “Kami terbuka terhadap masukan masyarakat. Mari kita bangun Sindangpalay dengan semangat gotong royong, menjaga lingkungan dan bersama-sama meningkatkan kualitas kehidupan warga,” tandasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengajak RT, RW dan Linmas memperkuat kebersamaan untuk menyukseskan seluruh program Pemerintah Kota Sukabumi. Dia mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan kekompakan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat lingkungan. Hal itu disampaikan Ayep membuka kegiatan Pelatihan Satlinmas Kelurahan Warudoyong, Kamis (27/8/2026). Ayep menegaskan, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri. Sinergi antara perangkat daerah, camat, lurah, RT, RW dan Linmas harus terus diperkuat agar setiap kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. “Pemerintah tidak bisa sendiri. Seluruh SKPD, camat dan lurah harus bergerak. Pemerintahan harus berkomunikasi sampai kepada masyarakat,” tegasnya. Dalam forum tersebut, Ayep juga mengingatkan pentingnya menjalankan pemerintahan dengan berpegang pada tiga prinsip, yakni kebenaran, kejujuran dan keadilan. Ia meminta RT dan RW menjadi penghubung pemerintah dengan masyarakat, sekaligus ikut menyampaikan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dengan begitu, setiap persoalan dapat ditangani secara terbuka dan tidak dibiarkan berada di wilayah abu-abu. “Kalau pemerintah mau menegakkan kebenaran, harus sampai kepada masyarakat. Jangan abu-abu. Kita tegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan,” ujarnya. Selain membangun soliditas, Ayep meminta RT dan RW ikut mengawal lima agenda pemerintah daerah. Kelima agenda tersebut meliputi optimalisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), penyelesaian PBB-P2, pendataan calon pekerja migran Indonesia, penguatan zakat dan sedekah melalui BAZNAS, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Untuk sektor pajak, RT dan RW diminta membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan maupun PBB-P2. Pada 2026, target penerimaan PBB-P2 Kota Sukabumi ditetapkan sebesar Rp22,8 miliar. Ayep juga mendorong masyarakat membiasakan diri menyiapkan pembayaran pajak melalui tabungan, salah satunya dengan menyisihkan sekitar Rp6.000 setiap minggu melalui BJB. Sementara terkait calon pekerja migran, RT dan RW diminta aktif melakukan pendataan warga yang memiliki minat bekerja ke luar negeri. Pemerintah ingin memastikan calon pekerja memperoleh pelatihan dan penempatan melalui jalur resmi serta mendapatkan perlindungan yang memadai. Di bidang sosial, RT dan RW didorong menghidupkan gerakan zakat, infak dan sedekah. Salah satu gerakan yang disampaikan adalah sedekah Rp1.000 per orang setiap minggu. Sementara target penghimpunan BAZNAS Kota Sukabumi yang diarahkan mencapai Rp8 miliar, Rp12 miliar hingga Rp16 miliar secara bertahap. Sedangkan dalam urusan lingkungan, RT, RW dan Linmas diharapkan menjadi penggerak masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Ayep menilai kelima agenda tersebut akan lebih mudah diwujudkan apabila seluruh unsur kewilayahan bergerak secara bersama-sama. Ia pun mengingatkan agar kerja pemerintahan tidak hanya berorientasi pada pencitraan atau ramai di media sosial, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Yang saya cari bukan sekadar ramai di media sosial. Yang harus kita cari adalah bagaimana kebenaran itu sampai kepada masyarakat dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tegas Ayep. Melalui forum tersebut, Ayep berharap RT, RW dan Linmas semakin solid menjadi mitra pemerintah daerah. Kebersamaan di tingkat kewilayahan dinilai menjadi kunci agar program pemerintah tidak berhenti pada kebijakan, melainkan benar-benar dikawal hingga sampai kepada masyarakat. Dengan persatuan dan komunikasi yang kuat, RT, RW dan Linmas diharapkan menjadi kekuatan terdepan dalam menyukseskan program pembangunan Kota Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Hiswana Migas Sukabumi, H. Eten Rustandi, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayah Sukabumi hingga akhir 2026 dalam kondisi aman. Eten menegaskan, persoalan yang beberapa kali muncul di lapangan lebih disebabkan keterlambatan pengiriman, bukan karena stok BBM maupun LPG benar-benar mengalami kekurangan. “Kalau ada kekurangan, sampaikan. Berarti diusahakan diprioritaskan. Sebetulnya bukan kekurangan, tapi keterlambatan di lapangan,” ujar Eten Rustandi, Kamis (27/8). Ia mengatakan, Hiswana Migas terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi tetap berjalan dan pasokan dapat diprioritaskan apabila terjadi keterlambatan pengiriman di suatu wilayah. Menurut Eten, pengamanan stok untuk kebutuhan hingga akhir 2026 bahkan telah dilakukan sejak Februari dan Maret. Langkah tersebut dilakukan melalui pola saving atau menyisihkan sebagian pasokan untuk digunakan menghadapi kebutuhan pada periode akhir tahun. “Dari bulan Februari, Maret kita sudah saving untuk akhir tahun,” ungkapnya. Pola tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi distribusi dan tingkat serapan di lapangan. Eten memberikan gambaran, apabila dalam kondisi normal suatu wilayah mendapatkan sekitar tiga truk, maka pada kondisi tertentu distribusinya bisa diberikan dua truk terlebih dahulu. Satu truk lainnya diamankan untuk kebutuhan berikutnya. “Misalkan biasanya di sini tiga truk, diberi dua truk. Yang satu truk diamankan untuk ke depan,” jelasnya. Strategi tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk mengurangi pasokan, melainkan sebagai bagian dari manajemen stok agar ketersediaan BBM dan LPG tetap terjaga sampai penghujung tahun. Selain itu, kondisi penyerapan di masing-masing wilayah juga terus dipantau. Eten menjelaskan, tingkat kebutuhan dapat dilihat dari penyerapan Delivery Order (DO) di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Jika suatu wilayah seharusnya memperoleh kuota 10, tetapi realisasinya hanya terserap enam atau delapan, maka pasokan yang tidak terserap tersebut tidak dibiarkan menumpuk. “Misalkan seharusnya 10, yang ditebus hanya enam atau delapan. Buru-buru di-split, diamankan untuk daerah yang lain,” katanya. Dengan pola tersebut, pasokan dapat dialihkan ke wilayah yang tingkat kebutuhannya lebih tinggi. Langkah ini sekaligus menjadi cara untuk menjaga agar distribusi tidak mengalami ketimpangan antara daerah yang serapannya rendah dengan daerah yang membutuhkan tambahan pasokan. Eten menegaskan, manajemen stok dan distribusi menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan BBM serta LPG. Terlebih, ia menyebut adanya kecenderungan pengurangan pasokan oleh pemerintah dari tahun ke tahun jika dibandingkan dengan kebutuhan atau perhitungan tahun sebelumnya. “Kalau perhitungan tahun sekarang dengan tahun kemarin, terus terang tiap tahun itu dikurangi oleh pemerintah. Tapi kita juga berusaha dengan Pertamina untuk mengamankan stok sampai 2026,” ujarnya. Karena itu, menurut Eten, langkah antisipasi tidak bisa dilakukan hanya ketika terjadi persoalan. Pengamanan stok harus dilakukan jauh-jauh hari dengan melihat pola kebutuhan, tingkat serapan, kondisi distribusi, serta momentum tertentu seperti hari libur. “Pada saat hari libur, kita ambil sedikit-sedikit, ditumpukkan untuk nanti akhir tahun,” tuturnya. Dengan strategi tersebut, Eten optimistis kebutuhan BBM dan LPG masyarakat Sukabumi hingga akhir 2026 dapat tetap terpenuhi. “Insyaallah aman,” tegasnya. Meski demikian, Eten mengakui masih terdapat persoalan lain yang menjadi perhatian pelaku usaha, khususnya berkaitan dengan regulasi. Ia menyebut arah regulasi saat ini masih belum sepenuhnya jelas sehingga diperlukan kepastian agar para pelaku usaha dapat menyesuaikan pola distribusi dan pelayanan di lapangan. “Justru sekarang regulasinya remang-remang semuanya. Mau ke mana pemerintah ini arahnya?” kata Eten. Ia berharap koordinasi antara pemerintah, Pertamina, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat sehingga setiap perubahan kebijakan maupun kebutuhan distribusi dapat diantisipasi lebih cepat. Bagi Hiswana Migas Sukabumi, yang terpenting saat ini adalah memastikan BBM dan LPG tetap tersedia, mengelola stok secara cermat. “Kita akan memindahkan pasokan dari wilayah dengan serapan rendah ke wilayah yang membutuhkan. Dengan pola tersebut, ketahanan pasokan hingga akhir 2026 diharapkan tetap terjaga,” ungkapnya. (Usep)