Jakarta -Bidik-kasusnews.com Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia. Ia memerintahkan seluruh jajaran kepolisian agar meningkatkan intensitas penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba. “Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Caranya,ya, !! kita harus lebih masif dalam bertindak. Negara tidak boleh kalah dengan bandar narkoba,” ujar Suyudi, seperti dikutip CNN Indonesia. Sejak awal Oktober 2026, aparat gabungan dari Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan unsur pemerintah daerah menggelar operasi di sejumlah wilayah yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba. Di Jakarta Barat, operasi pada Jumat (09/10/2026) menyasar kawasan Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah. Sebanyak 24 orang diamankan dalam penindakan tersebut. Operasi serupa juga dilakukan di Sumatera Utara pada Minggu (11/10/2026). Sebanyak 451 personel gabungan menyisir sembilan titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba. Dalam operasi itu, 36 orang diamankan dan petugas menyita sabu sekitar 102 gram serta sejumlah barang bukti lainnya. Di Pekanbaru, Riau, aparat mengamankan 68 orang dalam penggerebekan di sebuah tempat hiburan malam. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan 63 orang positif mengandung zat narkotika. Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, sebanyak 104 orang diamankan dalam operasi di kawasan Borta, Kecamatan Tallo. Tiga orang di antaranya diduga merupakan bandar narkoba. Penindakan juga berlangsung di Palu, Palembang,dan Palangka Raya sebagai bagian dari upaya mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika di berbagai daerah. Kapolri menegaskan bahwa penanganan kasus narkoba perlu membedakan pengguna dengan bandar maupun pengedar. Pengguna yang memenuhi persyaratan dapat diarahkan menjalani rehabilitasi, sedangkan pihak yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika diproses sesuai hukum. Rangkaian operasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat pemberantasan narkoba melalui kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat. Kepolisian juga diharapkan menindaklanjuti setiap temuan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti. (Basori)

Majalengka – Bidik-kasusnews.com                      Polres Majalengka Polda Jabar terus memperkuat kesiapan personel dalam menjalankan tugas kepolisian melalui apel pagi yang digelar di Lapangan Apel Mako Polres Majalengka, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk meneguhkan kedisiplinan sekaligus mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga kesehatan di tengah pelaksanaan tugas sehari-hari. Apel pagi dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Majalengka, AKP Asep Hendra Mulyana, dan diikuti personel Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Polres Majalengka. ‎Dalam arahannya, personel diingatkan untuk meningkatkan kesiapan dalam melaksanakan tugas, menjaga kedisiplinan, serta memperhatikan kondisi kesehatan fisik maupun mental. Hal tersebut penting agar setiap anggota dapat menjalankan tanggung jawab secara optimal, profesional, dan penuh semangat pengabdian. Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., menekankan pentingnya kesiapan dan kesehatan personel sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Personel yang sehat dan disiplin diharapkan mampu melaksanakan tugas secara maksimal, sekaligus mengedepankan sikap humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. ‎Selain menjadi sarana penyampaian arahan, apel pagi juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi, kebersamaan, serta tanggung jawab seluruh personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Setiap anggota diharapkan dapat menjaga pola hidup sehat, mengatur waktu istirahat dengan baik, dan tetap waspada dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan. ‎Melalui kegiatan rutin ini, Polres Majalengka berkomitmen untuk terus membangun personel yang disiplin, sehat, dan siap bertugas demi mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. ‎Kegiatan apel pagi berlangsung dengan tertib dan lancar. (Asep Rusliman)

MUARA TEWEH, Bidik-kasusnews.com                Prianto Bin Samsuri mendampingi Heri dan John Kenedy, selaku penerima kuasa dari masyarakat pemilik hak kelola, melakukan pelaporan resmi ke Kejaksaan Negeri Barito Utara, Selasa (13/10/2026). Langkah ini menyusul laporan yang sebelumnya telah disampaikan ke Mabes Polri, Polda Kalteng, Kejaksaan Tinggi Palangkaraya, Kejaksaan Agung, dan Polres Barito Utara, terkait dugaan pelanggaran hukum dalam mekanisme realisasi tali asih dari PT Nusa Persada Resources (NPR) yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.(13/10/2026) Surat Edaran Bupati Diabaikan Narasumber yang telah berada di lokasi sejak tahun 2010 menyampaikan bahwa masyarakat telah berulang kali mengingatkan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa agar proses pemberian tali asih mengikuti ketentuan dalam Surat Edaran Bupati Barito Utara. Namun hingga saat ini, tahapan-tahapan tersebut tidak pernah dilaksanakan oleh pihak kecamatan, Pemerintah Desa Karendan, maupun Pemerintah Desa Muara Pari. “Kita berharap prosesnya benar-benar sesuai dengan prosedur arahan surat edaran Bapak Bupati Barito Utara, sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan — baik pihak Pak John Kenedy, Pak Heri, maupun masyarakat lainnya.” Dugaan Gratifikasi dan Suap Laporan menegaskan adanya dugaan kuat bahwa pemerintah desa telah menerima gratifikasi dan suap dari pihak perusahaan. Hal ini didukung dengan lampiran bukti, rekaman video, serta berita acara rapat. “Pembagian dilakukan di atas meja tanpa pengukuran dan tanpa melibatkan pemilik lahan. Pihak-pihak yang diundang hanya bikin surat-surat saja, mengaku-ngaku, tapi tidak ada fakta lapangan.” Pembagian yang disepakati tanpa verifikasi:  – Pihak Desa Muara Pari: 40% – Pihak Desa Karendan: 40% – Pihak lainnya: Tidak dijelaskan secara rinci  Validasi Lahan Belum Ada Tindak Lanjut Penerima kuasa masyarakat Desa Karendan telah melayangkan surat resmi kepada Bupati Barito Utara memohon dilakukan validasi dan verifikasi pemilik lahan di Sain Putih. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut. “Surat tersebut sudah sampai kepada beliau, dan sampai hari ini belum ada tindak lanjut. Namun, beliau menyatakan berdasarkan informasi dari dinas terkait, bahwa itu harus dilakukan – apa namanya – clean and clear.” Prianto Bin Samsuri, tokoh muda Desa Karendan sekaligus pemilik lahan di area yang dipermasalahkan, menegaskan: “Kepada Kejaksaan Negeri Barito Utara dan seluruh penegak hukum, saya minta: TURUNKAN TIM GABUNGAN KE LAPANGAN SEKARANG JUGA! Lakukan pengukuran, verifikasi, dan publikasi yang sah sesuai surat edaran Bupati. Jangan biarkan keputusan diambil hanya berdasarkan surat-surat di atas kertas tanpa bukti nyata di lapangan.” “Jika para pihak tidak dapat menunjukkan bukti hak kelolanya secara langsung di lokasi, maka pembagian tersebut bukan sekadar tidak sah itu adalah PERAMPASAN HAK masyarakat adat yang sah!” “Kami tidak menuntut hal lain hanya keadilan. Ukur, verifikasi, dan bayarkan kepada yang benar-benar berhak. Itu saja.” Tuntutan Masyarakat: 1. Turunkan tim gabungan untuk memverifikasi hak-hak masyarakat secara langsung di lapangan 2. Proses hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran jika bukti memperkuat laporan 3. Lakukan investigasi menyeluruh ke lokasi sengketa 4. Cegah konflik meluas ke wilayah Desa Karendan, Kecamatan Lahei 5. Ambil tindakan tegas terhadap pemerintah desa yang terbukti melanggar prosedur dan ketentuan hukum “Kami menunggu proses selanjutnya. Semoga tim pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kejaksaan Negeri Barito Utara, dan penegak hukum lainnya segera melakukan investigasi ke lapangan yang jadi permasalahan saat ini.” Prianto Bin Samsuri Sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999 – Berita ini disusun berdasarkan bukti video dari saudara Prianto Bin Samsuri dan Ketua LPKP John Kenedy. Ruang tanggapan diberikan kepada para pihak, Pemerintah Desa, PT NPR, serta pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi. (RED)

Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com              Polsek Amuntai Tengah terus memantau perkembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Monitoring tersebut dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.40 WITA itu dilaksanakan oleh empat personel Polsek Amuntai Tengah, yakni Aiptu Eko Yuli S., Aiptu Rofik PN, Aipda Iwan Krisnawan, dan Brigpol Juliansyah. Pemantauan ini bertujuan mengetahui perkembangan lahan pertanian jagung sekaligus menjadi bahan pelaporan kepada pimpinan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan dukungan terhadap kemandirian pangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan jagung untuk pakan ternak melalui produksi pertanian dalam negeri. Dalam pelaksanaannya, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat serta perangkat komunikasi radio untuk mendukung kelancaran kegiatan di lapangan. Kemarau Panjang Menjadi Perhatian Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam laporan monitoring adalah kondisi kemarau panjang. Situasi tersebut diperkirakan berdampak terhadap kegiatan penanaman jagung di sejumlah lahan petani dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi cuaca dan ketersediaan air menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam keberlangsungan kegiatan pertanian. Oleh karena itu, pemantauan terhadap kondisi lahan dan genangan air di area pertanian juga menjadi bagian dari perhatian Polsek Amuntai Tengah. Polsek Amuntai Tengah menyatakan akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan lahan jagung serta kondisi air di lahan pertanian masyarakat. Hasil pemantauan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan rekomendasi dan langkah lanjutan sesuai kondisi di lapangan. Dukung Ketahanan Pangan Bersama Masyarakat Pemantauan pertanian ini menjadi bagian dari keterlibatan kepolisian dalam mendukung kegiatan masyarakat, termasuk sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan pakan ternak. Melalui pemantauan secara berkelanjutan, perkembangan kondisi pertanian di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah diharapkan dapat teridentifikasi dengan lebih baik, terutama ketika petani menghadapi tantangan cuaca dan keterbatasan kondisi lahan. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjalin sinergi dengan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta memantau perkembangan situasi pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polisi Bersama Masyarakat. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan dukungannya terhadap percepatan pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026. Program yang dilaksanakan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. TMMD ke-130 resmi dibuka di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Selasa (13/10/2026). Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Bola Cikiara Kebun dan dipimpin Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Dalam sambutannya, Andreas menegaskan bahwa TMMD memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah perdesaan. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat agar lebih sejahtera dan mandiri. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak nyata bagi warga. “Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung dan mengapresiasi program TMMD ini. Melalui program ini, kita membangun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Andreas berharap, pelaksanaan TMMD ke-130 semakin memperkuat semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan keterlibatan berbagai unsur, pembangunan desa diharapkan dapat berlangsung secara terpadu dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo, menjelaskan bahwa TMMD ke-130 dilaksanakan selama 30 hari, terhitung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Sejumlah sasaran fisik dan nonfisik telah disiapkan untuk mendukung pembangunan serta memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi kegiatan. Pada sektor infrastruktur, program ini mencakup pengaspalan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 2,5 meter yang menghubungkan Kampung Cikole dan Kampung Bojonggadog. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu sasaran utama untuk meningkatkan aksesibilitas dan menunjang aktivitas warga. Selain pembangunan jalan, TMMD juga melaksanakan rehabilitasi satu unit posyandu dan satu jembatan. Kemudian, pembangunan lima titik sumur bor dan tiga unit mandi, cuci, kakus (MCK), serta perbaikan lima rumah tidak layak huni (rutilahu). Di bidang ketahanan pangan dan lingkungan, kegiatan diarahkan pada pengembangan lahan seluas satu hektare di Kampung Sukadamai, pemberian 100 paket makanan tambahan, serta penanaman 500 polibag tanaman penghijauan di Gunung Hanjuang. Upaya menjaga kebersihan lingkungan juga dilakukan melalui pembersihan fasilitas umum dan Masjid Ar-Rahman. Kepedulian terhadap kebutuhan sosial masyarakat turut menjadi bagian dari program tersebut melalui penyaluran 100 paket sembako. Berbagai kegiatan ini diharapkan dapat membantu warga sekaligus memperkuat manfaat kehadiran TMMD di tengah masyarakat. Tidak hanya menyasar pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga menghadirkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan keagamaan, kesehatan, pertanian, peternakan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wawasan kebangsaan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, meningkatkan kualitas lingkungan dan infrastruktur desa, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. (Dicky)

Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik melakukan monitoring pertumbuhan tanaman jagung pakan di lahan seluas 3 hektare milik kelompok tani Berkat Setia di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman jagung yang diproyeksikan memasuki masa panen pada November 2026. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung yang dikelola kelompok tani tersebut telah berusia 84 hari setelah tanam (HST), dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 182 sentimeter. Jagung ditanam pada 21 Juli 2026 dan diperkirakan siap dipanen pada 21 November 2026. Lahan pertanian tersebut dikelola oleh Bahri, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Berkat Setia. Komoditas yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih varietas Bisi 18 sebanyak 75 kilogram. Dalam proses budidaya, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16 serta herbisida Basmilang untuk mendukung pemeliharaan tanaman. Sementara itu, kegiatan pertanian masih mengandalkan peralatan dan metode manual. Monitoring dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA sebagai bagian dari pemantauan perkembangan tanaman jagung pada Kuartal III. Melalui kegiatan ini, kondisi pertumbuhan tanaman dapat diketahui sebagai bahan evaluasi menjelang perkiraan waktu panen. Pemantauan pertanian tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para petani, dalam mendukung kegiatan pertanian di wilayah setempat. Dengan luas lahan mencapai 3 hektare, perkembangan tanaman jagung di Desa Pinangkara menjadi salah satu potensi pertanian yang patut diperhatikan menjelang masa panen. Hasil panen nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani serta mendukung ketersediaan jagung pakan. Polisi Bersama Masyarakat Kegiatan monitoring ini mencerminkan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam mendukung aktivitas produktif di lingkungan desa, termasuk sektor pertanian. (Agus)

Jakarta-Bidik-kasusnews.com Di tengah tantangan global dan regional yang semakin kompleks, Polri terus memperkuat profesionalisme personel, kolaborasi lintas negara, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi untuk mengantisipasi berbagai ancaman, mulai dari kejahatan siber,disinformasi, perdagangan orang, hingga peredaran narkotika dan kejahatan lintas batas. Melalui penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan nasional, melindungi masyarakat, dan menciptakan situasi yang kondusif bagi keberlanjutan pembangunan Indonesia. Polri #KomitmenBersama Publik Siap Tuntaskan Program Prioritas Kapolri Sumber:Humas Mabes Polri Wartawan Basori

BANDUNG – Bidik-kasusnews.com                      Irjen Pol. Hengki resmi memegang tongkat komando Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Penyerahan tanggung jawab ini ditandai dengan upacara penyerahan Pataka Polda Jabar Ganda Wibawa Sakti. Upacara yang berlangsung khidmat ini digelar di Polda Jabar, Selasa (13/10/2026). Irjen Pol. Hengki secara resmi menggantikan Irjen Dr. Pipit Rismanto. “Upacara tradisi penyerahan Pataka ini menandai beralihnya tanggung jawab kepemimpinan Polda Jawa Barat dari Inspektur Jenderal Polisi Dr. Pipit Rismanto kepada saya,” kata Irjen Pol. Hengki. Irjen Pol. Hengki menyadari betul jabatan barunya ini bukan sekadar posisi, melainkan sebuah amanah besar. Di dalamnya terdapat kehormatan institusi dan semangat pengabdian untuk menjaga keamanan warga Jawa Barat. “Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menerima amanah ini,” tegasnya. Sebagai Kapolda yang baru, jenderal bintang dua ini berkomitmen melanjutkan program-program pendahulunya yang sudah berjalan baik dan memberikan manfaat. Namun, ia tak menampik akan membereskan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang masih ada. “Saya berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah memberikan manfaat, membenahi hal-hal yang masih memerlukan perbaikan, serta memastikan langkah seluruh jajaran selaras dengan arah kebijakan Bapak Kapolri.” tutup Irjen Pol. Hengki. (Asep Rusliman)

Jakarta – Bidik-kasusnews.com                          Mabes polri Pesan tegas tentang kerendahan hati disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara. Dalam khotbah Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jakarta, Jumat 09 Oktober 2026,ia mengingatkan bahwa jabatan, pangkat, kekuasaan, hingga kekayaan bukan alasan bagi seseorang untuk merasa lebih hebat dibandingkan orang lain. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Menurut Kapolri, seluruh pencapaian dan kedudukan yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan titipan Allah SWT yang patut disyukuri dan digunakan untuk memberikan manfaat bagi sesama. Dalam khotbahnya, kapolri Suyudi menekankan pentingnya menjaga sikap sederhana, menghormati orang lain, serta menjauhi kesombongan, terutama bagi mereka yang dipercaya memegang jabatan dan kekuasaan. “Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” ucapnya. Semakin Tinggi Jabatan, Semakin Besar Tanggung Jawab Kapolri menegaskan bahwa kerendahan hati merupakan cerminan akhlak mulia yang harus melekat dalam diri setiap individu. Nilai tersebut dinilai semakin penting bagi seseorang yang memiliki kewenangan besar dan dipercaya memimpin orang lain. Ia mengingatkan agar jabatan tidak membuat seseorang lupa diri, apalagi menggunakan kedudukannya untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, kekuasaan harus menjadi sarana untuk mengabdi, melayani masyarakat, dan memberikan teladan yang baik. Menurutnya,seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan pangkat atau kewenangan. Sikap bijaksana, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan membantu mereka yang membutuhkan juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab kepemimpinan. Keimanan Harus Terlihat dalam Perilaku Sehari-hari Suyudi juga mengingatkan bahwa nilai-nilai keimanan tidak seharusnya berhenti pada ibadah dan ucapan semata. Keimanan perlu diwujudkan melalui perilaku nyata dalam menjalankan tugas, membangun hubungan keluarga, maupun berinteraksi di tengah masyarakat. Kejujuran, keikhlasan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap orang lain harus menjadi landasan dalam menjalankan setiap amanah. Dengan begitu, tanggung jawab yang dipercayakan dapat dilaksanakan secara lebih baik dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi anggota kepolisian agar senantiasa menjaga integritas dalam bertugas. Kedudukan sebagai aparat penegak hukum harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan menjadi alasan untuk bersikap arogan atau merasa lebih tinggi daripada masyarakat. Shalat Jumat Jadi Momentum Memperkuat Persaudaraan Kegiatan Shalat Jumat yang berlangsung mulai pukul 11.50 hingga 12.50 WIB tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi di lingkungan Mabes Polri. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, kegiatan itu diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Pesan Kapolri tersebut menegaskan satu hal penting: jabatan dan pangkat dapat berubah, tetapi sikap rendah hati, kejujuran, serta tanggung jawab harus tetap dijaga. Sebab, kehormatan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh tingginya kedudukan, tetapi juga oleh cara ia memperlakukan orang lain. (Basori)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendorong penguatan program 12 PAS sebagai salah satu upaya untuk menekan pengangguran dan kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan dukungan sosial. Tekad tersebut disampaikan Ayep Zaki dalam kegiatan 12 PAS di Kecamatan Cikole. Dalam kegiatan itu, sebanyak 40 warga menerima bantuan modal usaha, sedangkan 10 warga lainnya mendapatkan bantuan sosial. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat sesuai dengan kebutuhan mereka. Terutama untuk meringankan beban hidup sehari-hari. Dia menambahkan, bantuan modal usaha diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi penerima manfaat, sementara bantuan sosial diberikan kepada warga yang membutuhkan dukungan. Ayep Zaki menegaskan, pemerintah daerah akan berfokus pada penyelesaian sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat. Tiga hal yang menjadi perhatian utama, yakni pengangguran, kemiskinan, dan pendidikan. “Ke depan, kita akan fokus menyelesaikan masalah satu: pengangguran, kemiskinan, pendidikan,” ujar Ayep Zaki dalam kegiatan tersebut. Pada bagian lain dia mengatakan, persoalan-persoalan tersebut membutuhkan penanganan yang berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, pelaksanaan program 12 PAS turut melibatkan sejumlah mitra untuk memperkuat dukungan terhadap masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Sukabumi berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Bank BJB. Kegiatan itu juga didampingi unsur DPRD Kota Sukabumi melalui Komisi III yang diwakili Bambang Herwanto Fraksi Nasdem serta camat setempat. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat pelaksanaan program di tengah masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, penanganan persoalan sosial diharapkan dapat berjalan lebih terarah. Bagi Pemkot Sukabumi, upaya menekan pengangguran dan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap pendidikan dan penguatan kemampuan ekonomi warga. Melalui program 12 PAS, Ayep Zaki mendorong agar berbagai persoalan tersebut menjadi fokus penanganan pemerintah daerah. Pemberdayaan ekonomi, bantuan sosial, dan perhatian terhadap pendidikan diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi. (Aher)