SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Polemik keberadaan Tim Kebijakan dan Percepatan Pembangunan (TKPP) Kota Sukabumi mendapat tanggapan dari Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Taufik Hidayah. Menurut Taufik, pembentukan TKPP memiliki urgensi untuk mendukung program prioritas Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Ia menegaskan, fungsi tim ini tidak berkaitan dengan pengisian jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan sebagai pendamping sekaligus penyuluh agar perangkat daerah lebih tergerak melaksanakan kebijakan kepala daerah. Taufik menyebut, praktik serupa bukan hal baru. Pada masa Penjabat Wali Kota Kusmana Hartadji, pernah dibentuk tim pendukung bernama Strategic Transformational Unit (STU). Bahkan di tingkat provinsi maupun kementerian/lembaga, pola pembentukan tim khusus seperti ini juga pernah dilakukan. “Jadi, keberadaan TKPP masih dalam koridor ketatanegaraan dan sesuai regulasi,” kata Taufik melalui pesan WhatsApp, Ahad (24/8/2025). Selain itu, BKPSDM juga sudah mengantisipasi potensi persoalan terkait pengelolaan anggaran. Pihaknya telah berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai honorarium anggota TKPP. “BPK memberikan arahan agar honorarium disesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2025, dengan nominal setara UMK Kota Sukabumi,” ungkapnya. Dengan demikian, lanjut Taufik, pengelolaan TKPP dipastikan tetap aman dari sisi hukum dan administrasi sepanjang mengikuti aturan yang berlaku. (Usep)
SUKABUMI-BIDIKKASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, mengapresiasi kekompakan dan soliditas masyarakat Tipar dalam menyelengarakan kegiatan khitanan massal dan pemberian bantuan sosial bagi anak yatim dan warga tidak mampu. Dia mengatakan, hal ini membuktikan bahwa masyarakat Tipar memiliki kepedulian terhadap nasib sesama. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara HUT RI dan Aniversary Tiger Boxing Academy dan Aniversary Bazak ke 1 tahun ”Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebagai bentuk tali kasih terhadap sebagian warga lainnya yang kurang beruntung,” kata Ayep usai menyaksikan secara langsung kegiatan tersebut yang turut dihadiri Wakil Wali Kota, Bobby Maulana, Sabtu (23/8/2025). Dia juga berpesan agar masyarakat tidak saling membenci, mencaci maki dan saling curiga. Selain itu kata dia, kembali hidupkan budaya saling tolong menolong dan membantu antar sesama. Masih dalam suasana HUT RI ke-80, Ayep mengatakan, di hari jadi kemerdekaan ini dia bertekad untuk menurunkan angka stunting dan mengikis angka kemiskinan di Kota Sukabumi yang masih tergolong tinggi. “Pokoknya akan kita kejar masa keemasan di sepuluh tahun ke depan. Saya ingin di masa kepemimpinan saya angka stunting dan kemiskinan bisa turun serendah-rendahnya,” kata Ayep dengan nada optimistis. Ketika disinggung soal keberadaan Barisan Ayep Zaki (Bazak), dia berkelakar bahwa ide pembentukan Bazak bukan dari dirinya melainkan datang dari relawan bernama Eko. “Bazak bukan bikinan saya tapi datang dari saudara Eko. Orang lain belum mendeklarasikan barisan Ayep Zaki, dia sudah duluan membuat spanduk-spanduk besar di mana-mana,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyatakan bahwa angka stunting turun signifikan dari tahun 2023 ke 2024 sebesar 9% dari 23% ke 19,7%. ”Kami akan memberikan bantuan kepada bumil dan perempuan pasca persalinan yang kondisinya kurang baik berupa asupan gizi berupa vitamin tambah darah dan telur untuk anggaran September hingga Desember, “jelas Bobby. Pada bagian lain penasehat Tiger Boxing Academy ivan Kurniawan menuturkan, kegiatan khitanan massal dan santunan anak yatim dan dhuafa menjadi agenda rutin. ”Di HUT RI ke 80, anniversary Tiger Boxing Academy dan Bazak ke-1 semata-mata sebagai bentuk kepedulian kami pada mereka. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat di hari bahagia ini,” ujarnya. (Usep)
Bandung, Bidik-kasusnews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung resmi menetapkan seorang pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada periode 2020 hingga 2022.(21/8/2025) Penetapan tersangka diumumkan melalui konferensi pers yang digelar di Kantor Kejari Kota Bandung pada Kamis (21/8). Tim Jaksa Penyidik menyatakan bahwa proses penyidikan umum telah ditingkatkan ke tahap penyidikan khusus setelah ditemukan dua alat bukti yang sah dan cukup. Modus Penyalahgunaan KUR Tersangka berinisial II, yang saat itu menjabat sebagai mantri BRI Kantor Cabang Bandung Martadinata Unit Surapati, diduga melakukan serangkaian penyimpangan dalam penyaluran dana KUR. Berdasarkan hasil penyidikan, modus yang dilakukan tersangka antara lain: Merekayasa dokumen persyaratan KUR pada periode 2020–2022. Melakukan pemotongan dana pinjaman terhadap sejumlah debitur. Menggunakan identitas orang lain untuk mengajukan KUR secara fiktif. Akibat perbuatan tersebut, terjadi gagal bayar yang menimbulkan kerugian negara sedikitnya Rp3.631.557.991 (tiga miliar enam ratus tiga puluh satu juta lima ratus lima puluh tujuh ribu sembilan ratus sembilan puluh satu rupiah). Dasar Hukum yang Dikenakan Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan: Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Subsider: Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1) UU Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Penahanan Tersangka Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bandung menyebutkan, tersangka mulai ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak Kamis (21/8) hingga 9 September 2025, di Rutan Perempuan Bandung. “Penahanan dilakukan untuk memperlancar proses penyidikan dan mencegah tersangka melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti,” tegas pihak Kejari. Langkah Lanjut Penyidikan Kejaksaan memastikan akan terus mendalami perkara ini, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyalahgunaan dana KUR di BRI Cabang Bandung Martadinata Unit Surapati. Kasus ini menjadi sorotan publik karena KUR merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh akses pembiayaan. Dengan adanya penyalahgunaan, selain menimbulkan kerugian negara, juga berdampak negatif pada kepercayaan masyarakat terhadap program pembiayaan rakyat tersebut.(Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan rotasi jabatan yang dilakukannya merupakan langkah penyegaran organisasi sekaligus memperkuat kinerja pemerintahan. Hal ini ia sampaikan usai melantik lima pejabat eselon II dan 16 pejabat eselon III di Balai Kota, Kamis (21/8/2025). “Rotasi jabatan dilakukan untuk penyegaran organisasi. Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan open bidding untuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan RSUD R. Syamsudin S.H.,” ujar Ayep. Menurutnya, Wali Kota memiliki waktu enam bulan sejak dilantik untuk melakukan mutasi. “Saya dilantik 20 Februari, sekarang 20 Agustus 2025. Jadi masih dalam batas waktu,” ucapnya. Ayep mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar bekerja sesuai aturan, struktur organisasi, dan SOP yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya soliditas antar lini dari wali kota hingga RT/RW untuk mengejar target fiskal daerah. “Target kita fiskal kuat dan PAD digarap setinggi-tingginya. Kota Sukabumi harus kaya agar pembangunan di semua sektor bisa berjalan optimal,” tegasnya. Saat ini fiskal daerah baru mencapai 35 persen, sementara idealnya 50 persen. Ayep pun menegaskan tidak segan merotasi pejabat yang tidak menunjukkan kinerja baik. “Saya tidak akan mengambil saudara atau orang dekat, tapi profesional. Mutasi bisa dari eselon II maupun III,” tandasnya. Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Didin Syarifudin, menambahkan seleksi terbuka untuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan akan dimulai akhir Agustus 2025. “Banyak eselon III yang memenuhi syarat. Kemungkinan juga ada eselon II yang ikut mutasi,” jelas Didin. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Program Peningkatan Partisipasi Rukun Warga (P2RW) dipastikan tetap berlanjut pada tahun anggaran 2025. Kepastian ini disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam pertemuan bersama seluruh Ketua RW di Gedung Juang, Rabu (20/8/2025). Ayep menegaskan, setiap RW akan kembali memperoleh dana hibah Rp25 juta yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan lingkungan dengan prinsip transparan dan akuntabel. “Sudah disepakati bersama, seluruh Ketua RW siap menandatangani pernyataan komitmen agar dana P2RW digunakan sesuai aturan,” ujarnya. Dana P2RW hanya boleh dialokasikan untuk enam kegiatan, yakni perbaikan talud, drainase, jalan lingkungan, penanganan sampah, posyandu, serta sarana keagamaan. Pencairan dijadwalkan mulai Oktober setelah Perubahan APBD 2025 ditetapkan. Secara keseluruhan, Pemkot Sukabumi menyiapkan Rp30 miliar anggaran kemasyarakatan pada 2025. Dari jumlah itu, Rp21 miliar untuk insentif RT/RW dan Rp8,9 miliar khusus P2RW. “Jangan sampai ada laporan fiktif atau tidak sesuai aturan, karena bisa jadi temuan BPK,” tegas Ayep. Sebelumnya sempat muncul wacana mengganti P2RW dengan program padat karya. Namun mayoritas Ketua RW menolak karena menilai P2RW sudah lama berjalan dan terbukti bermanfaat langsung bagi masyarakat. Di sisi lain, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, M.Pd., menyebutkan pasca Pemilu 2024 pemerintah daerah terus menyelaraskan pembangunan dengan pusat dan provinsi. Untuk periode 2025–2029, arah pembangunan sudah disepakati bersama DPRD, dengan fokus pada penguatan SDM dan infrastruktur. “Kalau ingin berjalan cepat, bisa sendiri. Tapi kalau ingin berjalan jauh, harus bersama-sama. Membangun ekonomi kota yang kuat bukanlah perjalanan singkat, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kolaborasi,” kata Hasan. Ia menambahkan, program yang digagas Wali Kota, termasuk pembentukan dana abadi dan pemanfaatan teknologi, menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pondok pesantren menjadi pilar utama dalam memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemajuan daerah. Hal itu ia sampaikan saat membuka Halaqoh Transformasi untuk Kebangkitan Pondok Pesantren di Hotel Horison Kota Sukabumi, Kamis (14/8/2025). “Sukabumi ini dipersatukan oleh pondok pesantren. Kita bersama-sama membangun Sukabumi,” ujar Ayep Zaki. Lebih istimewa lagi acara halaqoh dihadiri Wakil Presiden RI ke-13 K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, serta para ajengan dan kiyai se-Sukabumi. Ayep menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi menjadikan pesantren mitra strategis untuk mewujudkan visi “Masyarakat Kota Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis” periode 2025–2030. Menurutnya, pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral dan penggerak ekonomi umat. ”Pesantren telah terbukti melahirkan generasi berakhlak dan mandiri. Ke depan, perannya akan semakin besar dalam mendorong pembangunan, termasuk sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin menekankan pesantren harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Selain sebagai pusat pendidikan agama, pesantren diharapkan mengembangkan pendidikan vokasi dan teknologi, memperkuat dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin, serta menggerakkan ekonomi berbasis syariah dan korporasi pesantren. Kegiatan halaqoh ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dan pesantren demi terwujudnya masyarakat Sukabumi yang sejahtera, berdaya saing, dan berkarakter. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi hingga nol persen. Tekad tersebut bukan hanya isapan jempol tapi ia canangkan sejak dilantik pada 20 Februari 2025 dan mulai digerakkan saat ini. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Rabu (13/8/2025). “Di masa kepemimpinan saya, kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi harus nol persen. Kita mulai sekarang,” tegasnya. Ayep menekankan pentingnya memperkuat sinergi Pemkot Sukabumi bersama para lurah, RT, RW, Karang Taruna, PKK, koperasi, dan posyandu. Kegiatan di Karangtengah sendiri diprakarsai oleh Camat Gunungpuyuh Widya Yudha Setiawan bersama Lurah Karangtengah Heri Purnomo. Ia juga memaparkan bahwa selain penanganan kemiskinan, fokus lain pemerintah adalah pembenahan infrastruktur dan optimalisasi perbaikan rumah tidak layak huni. Untuk mendorong kemandirian ekonomi warga, Pemkot Sukabumi meluncurkan program pinjaman tanpa bunga dan tanpa potongan (qordhu hasan). “Saat ini tercatat 126 nasabah penerima manfaat, dan pada Agustus ini ditargetkan bertambah menjadi 138 orang,” ujarnya. Camat Gunungpuyuh, Widya Yudha Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat LKK dalam mendukung visi misi Wali Kota. “Alhamdulillah, Pak Wali hadir. Kami mengapresiasi kerja keras lurah dan jajaran yang gigih menjalankan program-program pemerintahan,” ujarnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Memasuki musim penghujan, Kecamatan Lembursitu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD) melalui penguatan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1) yang digagas Puskesmas Cikundul bersama Kelurahan Cikundul, Cipanengah, dan Sindangsari. Kepala Puskesmas Cikundul, Dena, mengingatkan bahwa curah hujan tinggi memperbesar risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. “Kami mengajak kader dan TP Posyandu untuk bahu-membahu memastikan setiap rumah bebas sarang nyamuk,” ujarnya di Aula Kecamatan Lembursitu, Rabu (12/8/2025). Langkah pencegahan dilakukan dengan memeriksa lingkungan rumah, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, memberantas sarang nyamuk, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Sepanjang Januari–Agustus 2025, tercatat 23 kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Cikundul. Kasus terbanyak terjadi di Kelurahan Cikundul dengan 11 kasus, disusul Kelurahan Sindangsari 6 kasus, dan Cipanengah 6 kasus. Wali Kota Sukabumi telah menerbitkan surat edaran pelaksanaan Jumat Bersih (Jumsih) sebagai upaya kolaboratif mendorong masyarakat membersihkan lingkungan secara rutin. Selain pembersihan berkala, Puskesmas bersama kader jumantik juga akan menggelar sosialisasi langsung ke rumah-rumah untuk memberikan edukasi 3M Plus menguras, menutup, memanfaatkan kembali barang bekas, serta langkah tambahan seperti pemasangan kelambu dan pemberian larvasida. Pihak kelurahan akan memantau perkembangan kasus setiap minggu dan melaporkan kepada Puskesmas untuk memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan jumlah kasus. Dengan kerja sama lintas pihak dan peran aktif warga, program G1R1 diharapkan mampu menekan laju penyebaran DBD, khususnya di titik-titik rawan yang pernah mencatat kasus tinggi di wilayah Lembursitu. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyebut ketua RT dan RW sebagai ujung tombak dalam mewujudkan percepatan pembangunan di wilayah. Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Kapasitas RT/RW di Kelurahan Nyomplong, Rabu (6/8/2025). Menurut Ayep, peran RT dan RW sangat vital karena mereka memahami langsung dinamika serta kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing. “Jika seluruh unsur pemerintahan bergerak serempak, mulai dari tingkat kota hingga RT/RW, maka pembangunan akan lebih efektif dan menyentuh akar persoalan warga,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan publik dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat. Pemkot, lanjut Ayep, membuka forum audiensi resmi setiap hari pukul 14.00–16.00 WIB sebagai sarana warga menyampaikan aspirasi dan kritik. “Kami menjamin ruang dialog terbuka sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang demokratis dan akuntabel,” ujarnya. Sementara itu, Camat Warudoyong, Sandra Teguh Utama, menyatakan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembaruan data kependudukan. Tujuannya, agar pelayanan publik yang tergambar dalam data statistik kependudukan semakin presisi dan sesuai regulasi. “Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Kami terus memperbarui sistem administrasi kependudukan agar sejalan dengan aturan dan kebutuhan warga,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan kesiapannya untuk blusukan langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi dan melihat kondisi riil masyarakat di lapisan bawah. Ini sebuah bentuk penegasan bahwa pemerintah akan selalu kooperatif untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul sekaligus menentukan Formula yang tepat untuk menyelesaikan secara komprehensif. ”Pemerintah daerah harus hadir secara nyata dalam menjawab tuntutan dan kebutuhan warganya, terutama bagi warga yang tergolong kurang mampu,” kata Ayep. Dia mengagendakan setiap satu minggu sekali menyambangi masyarakat secara langsung. Agar bisa merasakan denyut nadi kehidupan warga yang sesungguhnya. ”Saya dan wakil insya Allah akan roadshow ke kecamatan-kecamatan. Kita akan lihat langsung rumah-rumah warga yang masih kumuh dan butuh bantuan. Saya akan datang langsung,” tegas Ayep, Senin (4/8/2025). Inisiatif tersebut ujarnya, merupakan bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang berpihak pada rakyat. “Saat ini terdapat sekitar 23 ribu warga Kota Sukabumi yang membutuhkan perhatian dan intervensi program pemerintah,” ungkap dia. Semua memang membutuhkan. Tapi tidak mungkin sekaligus. Saya akan bergerak bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah, tambahnya. Ayep juga meminta masyarakat bersabar, karena proses pelayanan akan dilakukan secara berjenjang dan berbasis data. Ia memastikan bahwa prioritas utama adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. Rencana roadshow mingguan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, yang belum lama ini hadir dalam program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga edisi ke-17 di Kota Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur KDM menekankan pentingnya peran kepala daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. “Kota Sukabumi mah babari, Pak Wali. Bisa ka nu motor asup gang-gang, bisa ningali ka dapur warga bisi aya budak teu boga keur meuli buku atawa beas,” ujar Dedi dalam bahasa Sunda, yang disambut antusiasme warga. (Usep)