JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Memasuki masa libur lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M, sejumlah objek wisata di Kabupaten Jepara mulai dipadati pengunjung. Untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas wisatawan, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso bersama jajarannya monitoring dan pengecekan langsung sejumlah objek wisata yang ada di wilayah kabupaten Jepara, salah satunya di Pantai Bandengan, pada hari Jumat (4/4/2025). Saat ditemui disela-sela kegiatan, Kapolres Jepara mengatakan, bahwa monitoring dan pengecekan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif. Sebab, pihaknya mengantisipasi adanya lonjakan pengunjung di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Jepara. “Apalagi jumlah pengunjung akan meningkat saat libur panjang Idulfitri atau Lebaran ini,” ujar AKBP Erick. Menurut mantan Kapolres Banjarnegara ini, dengan meningkatnya pengunjung bisa berpengaruh pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi wisata. Kerawanan terjadinya kriminalitas pun juga meningkat. Itu sebabnya, Kapolres ingin memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran wisatawan dalam menikmati momen libur Idulfitri khususnya selama di Kabupaten Jepara. “Kami juga telah menempatkan personel bergabung bersama stakeholder terkait untuk mengamankan lokasi wisata,” katanya. Abituren Akpol 2004 ini menambahkan, bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata agar memastikan keamanan para wisatawan. Sekaligus terus memantau situasi secara menyeluruh. AKBP Erick pun mengimbau para wisatawan juga bersikap kooperatif selama berwisata. Seperti mematuhi aturan hingga mengikuti imbauan dan peringatan dari petugas. “Apa yang dilakukan petugas menjadi upaya menghindarkan wisatawan dari kejadian yang tak diinginkan,” pungkasnya. Sementara itu, Kasihumas AKP Dwi Prayitna selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2025 mengatakan, bahwa pengecekan sejumlah objek wisata yang dilakukan oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso beserta jajarannya ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seiring dengan jumlah pengunjung yang diprediksi meningkat selama libur Lebaran Idulfitri tahun 1446 H/2025 M. “Harapannya, situasi kamtibmas di obyek wisata Kabupaten Jepara selama libur lebaran terjaga tanpa adanya gangguan maupun tindak pidana lain,” ujar Kasihumas. Disamping itu, ia juga mengingatkan kepada para wisatawan yang hendak berwisata air untuk memastikan keamanannya, terutama yang hendak menaiki speed boat atau perahu wisata harus memakai jaket pelampung (life jacket). ”Kami berharap menjaga keselamatan di wisata perairan menjadi budaya semua pihak,” tegasnya. AKP Dwi Prayitna juga mengimbau pengelola dan operator perahu wisata air untuk tidak menaikkan penumpang melebihi kapasitas daya muat. Hal itu untuk mencegah kejadian yang membahayakan penumpang. Ia pun mengajak semua pihak memahami pentingnya keselamatan saat berwisata terutama di kawasan perairan dan menjadikannya sebagai kebutuhan dalam pemenuhan aspek keselamatan.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
Bidik-kasusnews.com,Ketapang Kalimantan Barat Seorang warga Desa Istana, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, bernama Pranto (55), mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah oknum perangkat desa dan anggota kepolisian dari Polsek Sandai. Peristiwa itu terjadi pada malam Kamis, sekitar pukul 23.00 WIB, saat rumahnya didatangi secara mendadak dan dilakukan penggeledahan tanpa surat perintah resmi. Kepada tim investigasi gabungan awak media pada Jumat, 4 April 2025, Pranto menyampaikan bahwa penggeledahan dilakukan atas dasar dugaan pencurian yang dilaporkan oleh seorang pemilik toko kepada pihak perangkat Desa Istana. Namun, ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang sah, tidak dilengkapi bukti, dan tanpa saksi. “Rumah saya didatangi dan digeledah tiba-tiba oleh sejumlah oknum perangkat desa bersama tiga anggota kepolisian dari Polsek Sandai, tanpa menunjukkan surat tugas atau surat perintah penggeledahan. Anak-anak saya yang masih kecil trauma, istri saya sampai syok,” ungkap Pranto. Pranto juga menyebutkan bahwa empat unit rumah tinggal miliknya dan satu unit rumah kontrakan turut digeledah secara sepihak. Anak-anaknya yang masih di bawah umur, masing-masing berusia 1,5 tahun, 5 tahun, 7 tahun, serta dua lainnya yang bersekolah di SMK kelas 1 dan 2 — mengalami tekanan psikologis dan ketakutan sejak kejadian tersebut. Menurut pengakuan Pranto, oknum perangkat Desa Istana yang ikut dalam penggeledahan antara lain berinisial K, S, K, I, dan M. Sementara dari pihak kepolisian, ia menyebut dua di antaranya berinisial C dan B. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk intimidasi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), terlebih tidak disertai dasar hukum yang sah sesuai standar operasional prosedur (SOP) kepolisian. “Ini sudah jelas melanggar hukum. Saya tidak pernah merasa melakukan tindak kriminal, namun diperlakukan seperti pelaku kejahatan. Nama baik saya dan keluarga hancur, anak-anak saya sampai sekarang ketakutan,” tambah Pranto. Pranto meminta agar Propam Polres Ketapang dan Polda Kalbar turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum anggota Polsek Sandai serta menindak tegas oknum perangkat desa yang terlibat. “Saya harap institusi kepolisian bersikap profesional dan bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat kecil terus jadi korban semena-mena,” tegasnya. Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan seluler oleh tim investigasi gabungan awak media, pihak Polsek Sandai menyatakan bahwa mereka hanya melakukan pendampingan terhadap laporan dari pemilik toko dan pihak perangkat desa yang melaporkan adanya kehilangan barang. “Kami hanya mendampingi perangkat desa dalam menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan kehilangan barang di toko,” kata Kanit Reskrim Polsek Sandai melalui pesan WhatsApp. Kasus ini masih menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan pelanggaran prosedur oleh aparat dan dugaan pencemaran nama baik terhadap warga tanpa proses hukum yang sah. Sumber: Pranto Korban Dugaan Intimidasi Reporter: Tim Investigasi Gabungan Awak Media. Editor Basori
Foto:Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso di obyek wisata JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kabupaten Jepara menjadi sebuah Kabupaten yang kaya akan destinasi wisata dan tentunya menjadi tujuan yang menggiurkan bagi para wisatawan di momen liburan lebaran 2025 ini. Untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman masyarakat masayarakat saat berwisata di Kabupaten Jepara jajaran anggota kepolisian khususnya dari Polres maupun Polsek jajaran Polres Jepara siaga dan patroli menjaga kamtibmas di seluruh objek wisata. Personel Polres Jepara dengan humanisnya melakukan imbauan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berwisata. Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, berbagai upaya dilakukan Polres Jepara untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat yang berwisata di libur lebaran 2025, salah satunya dengan membangun Pos pengamanan di objek wisata serta patroli objek wisata. Kasihumas menyebut, pendirian Pos Wisata dan patroli ini sebagai upaya preventif Polres Jepara dalam mencegah terjadinya tindak kriminal untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di area objek wisata. “Dengan adanya Pos Wisata dan patroli ini, kami ingin warga merasa nyaman dan aman berkunjung serta berwisata di Kabupaten Jepara karena kepolisian hadir langsung di tengah keramaian,” ucap AKP Dwi Prayitna saat ditemui di Jepara, Kamis (3/4/2025). Ia menambahkan, anggota Polres Jepara dan polsek jajaran berkeliling objek wisata yang ada di Kabupaten Jepara untuk memastikan keamanan selama libur lebaran sesuai target Operasi Ketupat Candi 2025. Selain itu, sambung pria yang terkenal murah senyum ktu, Personelnya juga menyampaikan pesan kepada pengunjung agar berhati-hati membawa barang bawaan atau barang berharga lainnya agar tidak menjadi korban kriminalitas. “Kegiatan yang dilakukan ini sebagai wujud Komitmen Polri untuk memberikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan di masa Liburan Lebaran 2025. Tetap waspada karena kejahatan bisa terjadi kepada siapapun. Berliburlah dengan nyaman dan aman, jika ada yang mencurigakan segera lapor ke petugas jaga ataupun ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
Foto:Dirlantas Brigjen pol sonny irawan dan anggotan dan perwakilan jasa marga JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng – Kota Semarang|Dirlantas Polda Jateng Brigjen Pol Sonny Irawan mengungkap adanya anomali yang berbeda dalam arus mudik Lebaran 2025 dibanding dengan tahun sebelumnya dimana volume kendaraan dari barat ke timur masih ada peningkatan sampai H+3 pasca-hari raya Idul Fitri. Hal ini di sampaikan saat konferensi press di GT. Banyumanik. Kamis (3/4) “ Sampai dengan hari Rabu(02/04/25) kemarin untuk arus terjadi perimbangan antara yang mudik dengan yang balik seperti di gerbang Tol Kalikangkung yang masuk di angka 2.200 sedang yang keluar di angka 1.900 – 2.000, Anomali tersebut berbeda dengan tahun lalu dimana H+1 pasca lebaran sudah tidak ada bangkitan arus dari barat ke timur namun di tahun ini justru banyak orang mudik setelah lebaran,” ujar Dirlantas Brigjen Pol Sonny Irawan menyatakan untuk pelaksanaan one way lokal baik arus mudik maupun arus balik melihat kepadatan kendaraan yang masuk dari dari arah barat ke gerbang Tol Kalikangkung untuk Arus Mudik, dan untuk Arus balik melihat kepadatan yang mengarah ke Jakarta di Tol Solo Jogja maupun Gerbang Tol di wilayah Ungaran dan Banyumanik. Lanjut Dir Lantas dalam kegiatan evaluasi saat arus mudik dibandingkan tahun lalu meningkat 5,8 % di gerbang Tol Kalikangkung sedangkan di Exit Tol Pejagan mengalami peningkatan 29 % dibanding tahun sebelumnya, dengan memperhatikan perubahan Anomali Arus mudik yang terjadi hingga H10 (H-7 ditambah H+3). Hari ini di sosialisasikan terkait One way arus Balik, sesuai dengan SKB untuk arus balik dilakukan pada tanggal 3 April pukul 14.00 Wib namun ada klausul jika melihat dinamika di lapangan. “ kita melihat dinamika di lapangan, sesuai dengan arahan dari Kakorlantas untuk one way arus balik flag off dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung tanggal 6 April jam 06.00 Wib pagi,” imbuh Brigjen Pol Sonny Irawan. Dirlantas juga memberikan perhatian terkait jalur selatan yang mengalami hambatan dikarenakan adanya bencana di beberapa wilayah. Seperti banjir disekitar Prupuk (jalur Brebes banyumas) dikarenakan hujan yang mengakibatkan genangan sekitar 70-80 cm menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas sehingga dilaksanakan pengalihan arus, begitu juga bencana di wilayah Kebumen yang mengakibatkan jalur cilacap-jogja juga terhambat. Brigjen Sonny Irawan menghimbau kepada masyarakat khususnya yang akan melaksanakan perjalanan arus balik untuk tetap berhati-hati dan ikuti arahan petugas di lapangan, dalam hal menggunakan Jalur Tol agar terus memantau informasi terkait pemberlakuan Oneway arus balik. “Kita telah lakukan persiapan dalam rangka mengamankan arus balik baik dengan penempatan personil, pemasangan rambu untuk rekayasa dan juga papan imbauan baik di jalur Tol maupun jalan Arteri,” pungkas Dirlantas.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
Gerbang Tol(GT)Kalikangkung JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng-Kota Semarang | Guna mengantisipasi lonjakan arus mudik kendaraan di H+1 hingga hari ini, (Rabu, 2/4/2025), Polda Jawa Tengah melakukan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Solo-Jogja. Kepadatan ini terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat yang menuju Yogyakarta setelah puncak arus mudik pada 28-29 Maret 2025. Dalam keterangan nya di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada pukul 10.30 WIB, Dirlantas Polda Jateng, Brigjen Pol Sonny Irawan, menyampaikan bahwa lonjakan arus kendaraan di jalur Solo-Jogja mulai meningkat setelah puncak arus mudik. Oleh karena itu, Polda Jateng melakukan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol Prambanan untuk mengurai kepadatan. “Kami melihat bahwa arus kendaraan yang masuk ke Jogja meningkat drastis, sehingga diperlukan penyesuaian pola rekayasa lalu lintas agar pergerakan kendaraan tetap lancar. Rekayasa ini diperlukan karena jalur arteri Klaten-Jogja memiliki kapasitas jalan yang lebih kecil dan rentan terjadi kemacetan jika tidak ditangani dengan baik,” ujar Brigjen Pol Sony Irawan. Salah satu langkah rekayasa yang dilakukan adalah mengubah arah lalu lintas di Taman Martani, yang sebelumnya digunakan untuk arus balik, kini dialihkan untuk arus mudik ke Jogja. Hal ini dilakukan karena volume kendaraan yang menuju Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan yang menuju Solo. Sebagai bagian dari upaya ini, sterilisasi jalur dilakukan agar perubahan arah dapat berjalan dengan lancar. Rekayasa ini bertujuan untuk menghindari penyumbatan arus kendaraan di jalur arteri Klaten-Jogja yang memiliki kapasitas jalan lebih kecil dibandingkan jalur tol. Dari evaluasi sementara yang dilakukan terhadap arus mudik dan balik Lebaran 2025 ini, pihaknya menemukan adanya fenomena anomali pergerakan kendaraan, di mana arus mudik dari wilayah Jakarta-Cikampek hingga Kalikangkung serta tol Solo-Jogja pasca hari raya Idul Fitri 1446 H mengalami peningkatan. Fenomena ini diduga sebagai akibat dari aktivitas mudik lokal masyarakat dalam rangka Syawalan yang melintasi antar kabupaten. “Peningkatan ini terjadi hanya di wilayah aglomerasi (antar kabupatan) saja. Sebagai contoh di GT Kalikangkung pada siang hari ini arus kendaraan yang masuk cukup berimbang, yang keluar dari arah timur didominasi kendaraan dari aglomerasi semarang kendal demak, sedangkan yang masuk aglomerasi dari wilayah barat,” ungkap Brigjen Pol Sony Irawan. Meski arus mudik dan balik di Jawa Tengah secara umum disebutnya masih berjalan aman dan lancar, dirinya mengungkap masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam penanganan bencana alam seperti genangan air di beberapa daerah. “Meski penanganannya yang dilakukan secara sinergi dengan stakeholder terkait telah cukup baik namun perlu kami evaluasi sehingga ke depan dapat lebih maksimal dalam penanganannya.,” tegasnya. Dir lantas mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. Jika terjadi kepadatan lalu lintas, di harapkan bersabar, tetap tenang, serta patuhi rambu-rambu lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan. Untuk menghindari kemacetan, di harapkan bijak dalam memilih waktu perjalanan dan, jika memungkinkan, hindari bepergian pada jam-jam sibuk (peak hours). “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu bersikap sabar dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kepadatan kendaraan memang dapat terjadi, terutama pada jam-jam sibuk. Namun, dengan disiplin dan kesadaran dalam berlalu lintas, kita dapat mencegah kemacetan yang lebih parah dan menghindari potensi kecelakaan. Keselamatan adalah prioritas utama, mari bersama-sama wujudkan lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman untuk semua.” Pungkasnya(wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Objek wisata di Kabupaten Jepara mulai ramai dikunjungi di hari kedua lebaran 1446 H/2025 M, Selasa (1/4/2025). Kondisi tersebut membuat petugas kepolisian mulai bersiaga dan diterjunkan untuk melakukan pengamanan hingga menggelar kegiatan patroli. Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pihaknya telah menerjunkan personel gabungan untuk melaksanakan pengamanan sekaligus menggencarkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan peningkatan patroli. Sasarannya, kata dia, yakni lokasi yang menjadi tempat salat Idulfitri 1446 Hijriah. Sasaran lainnya, yakni tempat-tempat objek wisata. Di antaranya, objek wisata Pantai Teluk Awur, Pantai Bandengan, Pantai Kartini, Pulau Panjang dan objek-objek wisata lain yang memang pada libur Lebaran ini diprediksi ramai pengunjung. Adapun khusus objek wisata pantai maupun wisata air menjadi perhatian khusus. Sehingga nantinya akan disiagakan personel pengamanan setiap harinya yang tergabung dalam Operasi Ketupat Candi 2025 di lokasi tersebut. Kasihumas mengingatkan warga Kabupaten Jepara dan sekitarnya yang hendak berwisata air untuk memastikan keamanannya, terutama yang hendak menaiki speedboat atau perahu wisata harus memakai jaket pelampung (life jacket). ”Kami berharap budaya keselamatan di wisata perairan menjadi budaya semua pihak,” ujar AKP Dwi Prayitna. Selain itu, Kasihumas juga mengimbau pengelola dan operator perahu wisata air untuk tidak menaikan penumpang melebihi kapasitas muat perahu wisata, sebab membahayakan penumpang. Dia pun mengajak semua pihak memahami pentingnya keselamatan saat berwisata di perairan dan menjadikannya sebagai kebutuhan dalam pemenuhan aspek keselamatan. Lebih lanjut, AKP Dwi Prayitna juga mengimbau warga yang hendak berpergian untuk memastikan tempat tinggalnya terkunci dengan aman serta memastikan colokan listrik dan regulator kompor gas telah dicabut. Sebelumnya, dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2025, Polres Jepara telah menyiapkan ratusan personel. Selain itu, ada bantuan personel TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait. “Personel Polres Jepara yang dilibatkan dalam Ops Ketupat Candi 2025 sebanyak 250 personel, dan total bersama stakeholder terkait melibatkan sebanyak 364 personel gabungan,” ungkap Kasihumas. AKP Dwi Prayitna melanjutkan, dalam Operasi Ketupat Candi tahun 2025, Polres Jepara juga mendirikan Pos Rest Area, Pospam Obyek Wisata, Pospam Konflik Sosial dan Pospam Jalur. Untuk Pos Rest Area terdiri dari Pos Terpadu Alun-Alun 1 Jepara, Pospam Mayong dan Pospam Sambungoyot. Kemudian, Pospam Obyek Wisata terdiri dari Pospam Pulau Panjang, Pospam Pantai Bandengan, Pospam Pantai Kartini, Pospam Benteng Portugis dan Pospam Teluk Awur. Lalu, Pospam konflik sosial yakni strong point Bendan Pete. Selanjutnya, Pospam jalur terdiri dari Pospam jalur Welahan, Pospam jalur Pecangaan dan Pospam jalur Kalinyamatan.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
Sukabumi, Bidik-Kasusnews.com : H+1 Lebaran Idul Fitri 1446 H. Personel Polsek Surade Polres Sukabumi, meningkatkan pengamanan dan pelayanan kepada wisatawan di pesisir pantai Minajaya Desa Buniwangi Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Selasa (1/4/2025). Anggota Polsek Surade Polres Sukabumi melaksanakan kegiatan pengaturan lalulintas keluar masuknya kendaraan para wisatawan sekaligus memberikan himbauan pada para wisatawan yang berlibur di kawasan pesisir pantai Minajaya, Kata Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra melalui salah satu anggotanya Bripka Irvan di pos pam minajaya saat bertugas. Ia mengatakan, peningkatan pengawasan di objek wisata Pantai Minajaya tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung. Tidak hanya memberikan pengamanan saja, kata dia, personel Polsek Surade Polres Sukabumi juga terus mengimbau kepada wisatawan untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. Menurutnya, imbauan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko gelombang tinggi, dan arus laut yang deras, yang berpotensi membahayakan keselamatan wisatawan. “Kami mengimbau para pengunjung untuk tetap waspada dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan pengelola pantai. Cuaca yang dapat menyebabkan situasi yang tidak terduga,” ujarnya. Sebagai langkah preventif, Kepolisian juga telah menginstruksikan pengelola pantai untuk memasang tanda peringatan di area-area yang berisiko tinggi. Selain itu, Petugas memastikan tidak ada aktivitas berenang yang dilakukan di sepanjang pesisir Pantai. “Kami mengharapkan rasa aman bagi masyarakat yang berlibur di kawasan pantai selama libur lebaran ini. Pengunjung diharapkan memahami pentingnya memprioritaskan keselamatan diri saat berada di lokasi wisata alam,” ujar dia. Polisi juga bekerja sama lebih erat dengan Sat Pol PP Kecamatan Surade, Karang taruna Desa setempat, Pokdarwis, dan pengelola pantai untuk meningkatkan keamanan di kawasan pesisir pantai Minajaya. DICKY,S
Banten, Bidik-kasusnews.com – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrohman, menyatakan bahwa arus mudik tahun ini menjadi salah satu yang paling lancar sejak tahun 2000. Ia menyoroti kelancaran tidak hanya di Pelabuhan Merak, tetapi juga di wilayah Banten dan seluruh Indonesia. “Kita menjadi saksi bahwa ini salah satu pengaturan mudik terlancar sejak tahun 2000. Bukan hanya di Merak, tapi di Banten, bahkan seluruh Indonesia mudik tahun ini lancar. Saya harap akan lancar juga sampai besok dan seterusnya,” ujar Habiburrohman, Selasa (1/4/2025). Kelancaran arus mudik ini tidak terlepas dari kerja keras dan koordinasi berbagai pihak, terutama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, jajaran kepolisian di berbagai daerah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT ASDP Indonesia Ferry, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Sinergi antara instansi-instansi ini memastikan pengaturan lalu lintas yang optimal, kesiapan infrastruktur, serta pelayanan yang lebih baik bagi para pemudik. Meningkatnya kualitas layanan mudik tahun ini juga mencerminkan perbaikan dalam strategi pengelolaan transportasi dan kesiapan aparat di lapangan. Penerapan rekayasa lalu lintas, pemantauan arus kendaraan secara real-time, serta kesiagaan petugas di titik-titik krusial telah berkontribusi besar dalam menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Dengan masih berlangsungnya arus balik dalam beberapa hari ke depan, diharapkan sinergi ini terus berjalan optimal agar seluruh pemudik dapat kembali ke tempat asal dengan aman dan nyaman. DPR RI juga mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras dalam mengawal perjalanan mudik tahun ini.(Mgr)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com .Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkap kendaraan yang keluar Jakarta masih tinggi hingga Selasa (1/4/2025) pagi. Tercatat sebanyak 1,9 juta kendaraan telah keluar Jakarta pada masa mudik Lebaran Idulfitri 2025 ini. “Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 Idul Fitri 21 Maret 2025 pukul 06.00 WIB sampai dengan H+1 1 April 2025 pukul 06.00 WIB, total lalu lintas keluar Jakarta 1.963.152 kendaraan,” ujar Kakorlantas, Selasa (1/4/2025). Jumlah tersebut berdasarkan penghitungan di 4 gate tol utama, yaitu Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa. Angka tersebut meningkat 25,5% terhadap arus lalin pada hari normal. Jumlah kendaraan keluar Jakarta tersebut juga lebih tinggi 0,5% dibanding periode yang sama (H-10 hingga H+2) masa mudik Lebaran 2024. Jasa Marga mencatat kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Transjawa melalui GT Cikampek Utama Tol Jakarta-Cikampek berjumlah 726.565 kendaraan atau meningkat 139,1% dari lalu lintas di hari normal. Namun jumlah itu menurun 0,4% dibanding pada masa mudik 2024. Kemudian, lalu lintas menuju arah Merak melalui GT Cikupa jalan Tol Tangerang-Merak ada sebanyak 491.987 kendaraan. Jumlah tersebut lebih rendah -38% dibanding masa mudik 2024. Sedangkan lalu lintas keluar Jakarta menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 368.924 kendaraan. Jumlah itu meningkat 3,3% dibanding hari normal dan juga lebih tinggi 3,2% dibanding pada masa mudik 2024. Terakhir, lalu lintas yang meninggalkan Jakarta menuju arah Puncak Bogor melalui GT Ciawi mencapai 375.676 kendaraan. Angka tersebut lebih rendah 0,3% dibanding hari normal dan lebih tinggi 5,7% dibanding mudik Lebaran 2024. Kakorlantas juga menyampaikan, puncak arus mudik terjadi pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Saat itu ada 258 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta. Jumlah tersebut 63,1% lebih tinggi dibanding hari normal dan 11,6% lebih tinggi dibanding masa mudik 2024.(Wely-jateng) Sumber:Humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Kota Semarang |Ribuan umat Muslim memadati halaman Mapolda Jateng untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H/2025, Senin (31/3/2025). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Shalat Ied dihadiri langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, didampingi Wakapolda, Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng, serta personel dan warga sekitar Mapolda Jateng. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Prof. Dr. KH. Rosihan, M.Ag., dengan bilal Ustadz Sohibul Muharom. Dalam khotbahnya, KH. Rosihan menyampaikan bahwa takbir dan tahmid yang dikumandangkan merupakan tanda kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. “Kewajiban kita saat ini adalah menjaga kesucian jiwa hingga sebelas bulan ke depan. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan tahun depan,” ujar KH. Rosihan. Beliau juga mengingatkan tiga sumber dosa yang harus dihindari, yakni sifat sombong, iri atau cemburu, serta serakah. Di akhir khotbah, KH. Rosihan mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan, bersyukur, dan memperbanyak sedekah. Shalat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat dan lancar, menciptakan suasana kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menegaskan bahwa momen Idul Fitri menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Semoga dengan perayaan Idul Fitri ini, kita semua menjadi hamba yang lebih bertakwa dan meraih kemenangan. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Kombes Pol. Artanto. Setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal, di mana seluruh jamaah bersalaman sebagai wujud kebersamaan dan saling memaafkan.(Wely-jateng)