Bidik-kasusnews.com,Pontianak Kalimantan Barat Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr. Emilwan Ridwan, S.H., M.H., di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (14/07/26). Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat sinergi dan koordinasi antara Polri dan Kejaksaan dalam mendukung penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. Kapolda Kalbar hadir didampingi Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum dan para Pejabat Utama Polda Kalbar. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar beserta jajaran dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun koordinasi yang semakin solid antar aparat penegak hukum di Kalimantan Barat. Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Hubungan yang harmonis antara Polri dan Kejaksaan merupakan modal utama dalam mewujudkan penegakan hukum yang efektif. Melalui silaturahmi ini, kami berharap koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan demi memberikan rasa aman, kepastian hukum, dan keadilan bagi masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Alberd Menurutnya, tantangan penegakan hukum kedepan semakin kompleks sehingga diperlukan sinergi yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta kerja sama yang berkesinambungan antara seluruh unsur aparat penegak hukum. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr. Emilwan Ridwan, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara Kejaksaan Tinggi Kalbar dan Polda Kalbar. ” koordinasi yang solid merupakan kunci dalam mewujudkan sistem peradilan pidana terpadu sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat” ujar Emilwan Sebagai penutup, Kapolda Kalbar dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat saling bertukar cideramata sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, dan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antarlembaga. Diharapkan, hubungan yang semakin erat antara Polda Kalbar dan Kejaksaan Tinggi Kalbar mampu mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Wartawan H.Riyan
Palembang, Bidik-kasusnews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan dalam ajang olahraga bela diri. Personel Satbrimob Polda Sumsel, Bripda Aria Mediansyah yang bertanding pada Kelas D Putra Dewasa dan Bripda Achmad Hudori, S.H. pada Kelas E Putra Dewasa, berhasil meraih Juara 1 dalam Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Tahun 2026. Kejuaraan yang berlangsung pada 9 hingga 12 Juli 2026 tersebut diselenggarakan di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, dan diikuti oleh para atlet pencak silat terbaik dari berbagai kontingen di Sumatera Selatan. Dalam setiap pertandingan, kedua personel Satbrimob Polda Sumsel mampu menunjukkan kemampuan teknik, mental bertanding, serta sportivitas yang tinggi hingga berhasil keluar sebagai juara di kelas masing-masing. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa personel Satbrimob Polda Sumsel tidak hanya memiliki kemampuan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga mampu mengukir prestasi di bidang olahraga. Capaian tersebut merupakan hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, serta semangat pantang menyerah yang terus ditanamkan dalam setiap personel Korps Brimob Polri. Prestasi yang diraih Bripda Aria Mediansyah dan Bripda Achmad Hudori, S.H. diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Satbrimob Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kemampuan, mengharumkan nama satuan, serta memberikan kontribusi positif baik dalam pelaksanaan tugas maupun di berbagai ajang kompetisi. Dengan raihan dua gelar Juara 1 pada Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Tahun 2026, Satbrimob Polda Sumsel kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak personel yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa nama baik institusi Polri di tingkat regional maupun nasional. (Agus)
Banjarbaru, Bidik-kasusnews.com – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional dan berintegritas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengikuti kegiatan Konsultasi Hukum dan Manajemen yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pejabat utama dan personel Polres HSU, di antaranya Kabag SDM, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, KBO Satresnarkoba, serta anggota yang telah ditunjuk. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang terus berkembang. Konsultasi hukum dan manajemen ini difokuskan pada penguatan pemahaman terhadap regulasi, tata kelola organisasi, serta penerapan prinsip-prinsip hukum dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Materi yang disampaikan mencakup aspek penyelidikan dan penyidikan, penegakan hukum lalu lintas, penanganan tindak pidana, hingga pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Polri. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pentingnya manajemen organisasi yang efektif agar setiap fungsi kepolisian mampu bekerja secara terarah, akuntabel, dan adaptif terhadap tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Kabag SDM Polres HSU menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi personel. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap aspek hukum dan manajemen akan menjadi bekal penting bagi anggota dalam menjalankan tugas secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. “Melalui kegiatan konsultasi ini diharapkan personel semakin memahami regulasi, meningkatkan kompetensi, serta mampu menerapkan prinsip manajemen yang baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya. Partisipasi Kasat Reskrim, Kasat Lantas, KBO Satresnarkoba, dan personel lainnya juga menjadi bentuk penguatan fungsi teknis di masing-masing satuan. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, diharapkan setiap personel mampu menjawab tantangan penegakan hukum dan pelayanan masyarakat secara lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program peningkatan kualitas SDM Polri. Penguatan kapasitas melalui konsultasi, diskusi, dan pembelajaran menjadi langkah nyata dalam mewujudkan personel Polri yang Presisi, profesional, serta semakin dipercaya masyarakat. (Agus)
CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Tindakan kekerasan dalam Institusi Negara lagi-lagi terjadi dan mencoreng nama besar Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN di Kota Cirebon. Kekerasan itu menimpa terhadap salahsatu anggota Satuan Pamong Praja (Satpol-PP ) yang diduga di pukul oleh Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) setelah melakukan Apel Pagi di Kantor Dinas Satpol PP Kota Cirebon pada Senin 13 Juli 2026. Hal tersebut diutarakan oleh T (47) PNS korban pemukulan kebengisan dari Kasatpol PP Kota Cirebon. Menurutnya kejadian tersebut bermula dari kegiatan Apel Pagi yang digelar secara rutin setiap hari Senin di Kantor Dinas Satpol-PP Kota Cirebon. Berdasarkan pengakuan korban, dirinya tak memahami kenapa tiba-tiba Kasatpol PP memukulnya. “Setelah Apel saya dipanggil oleh Pak Edi, saya ditanya terkait nomor telepon teman saya. Namun saya menjawab, … Saya mau makan dulu pak”. Seketika itu, tanpa basa-basi saya dipukul dibagian dada di depan Anggota Satpol-PP lainnya,” Ujarnya kepada awak media di depan Mapolsek Kesambi Senin, (13/07) siang hari. Bukan hanya itu, T juga mengaku dirinya diancam oleh Kasatpol PP terkait dirinya dilarang menggunakan seragam Satpol-PP dan tidak boleh mengikuti disetiap kegiatan yang ada Dinas tersebut. Karena hal itu, T mengaku sesak dibagian dada dan mengadukan kejadian tersebut kepada Lembaga Bantuan Hukum PENA KEADILAN. “Hingga sekarang dada saya sakit dan memar. Yang dirasa sesak sekali untuk bernafas,” Terangnya. Moch Hasyirul Falah selalu Ketua LBH Pena Keadilan membenarkan kejadian yang menimpa sodara T. Jika memang betul atas pengakuanya, jelas hal ini merupakan preseden buruk dan mencoreng nama besar Walikota Cirebon sebagai Bapaknya ASN di Kota Cirebon. “Perkara T ini sudah kita serahkan kepada Penyidik Polsek Kesambi. Korban sudah di BAP dan juga sudah diberikan rujukan Visum ke RS Ciremai. Kami yakin APH Profesional dalam menangani perkara ini dan bisa secepatnya memanggil yang bersangkutan,” kata Falah. Menurutnya, Kekerasan didlam tubuh Satpol-PP berupa pemukulan yang dilakukan oleh Kasatpol PP adalah suatu tindakan yang berlebihan dan jelas tak dibenarkan. Anggota Satpol-PP bukan Militer melainkan masyarakat sipil sehingga jadi jika ada permasalahan bisa diselesaikan dengan sanksi administratif bukan kekerasan atau bentuk arogansi lainnya. Tafsirannya, dengan dalih apapun kekerasan dalam tubuh ASN jelas tidak dibenarkan. Jika memang kekerasan atau pemukulan itu terbukti maka Kasatpol PP ini harus segera dipanggil dan diproses secara hukum. “Jika benar, kita dorong APH untuk memanggil Pelakunya. Bukan hanya itu, kita juga akan laporkan Kasatpol PP ke Badan Kepegawaian agar yang bersangkutan diberi sanksi administratif. Bila perlu kita Nonjobkan,” Tegas Bung Falah yang juga menjabat sebagai kordinator Aktivis di Cirebon Timur. Hingga berita ini diterbitkan, bulan ada konfirmasi dari pihak Dinas Satpol-PP Kota Cirebon atau pihak-pihak yang terkait atas perkara ini. (Asep Rusliman)
Banjarbaru, Bidik-kasusnews.com – Estafet kepemimpinan di lingkungan Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan ditandai dengan Upacara Serah Terima Dhuaja Satya Bajra Tiksna yang berlangsung khidmat di Lapangan Mako Satbrimob Polda Kalimantan Selatan, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Upacara Serah Terima Jabatan pejabat utama Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan yang sebelumnya digelar di Auditorium Polda Kalimantan Selatan. Prosesi serah terima dhuaja dipimpin oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan dan dihadiri Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Noviar, Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Pradah Pinunjul, para pejabat utama Polda Kalimantan Selatan, serta Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan dan para tamu undangan. Serah terima Dhuaja Satya Bajra Tiksna dilaksanakan menyusul pergantian jabatan Komandan Satbrimob Polda Kalimantan Selatan dari Kombes Pol. Pria Premos kepada Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar. Penyerahan Dhuaja kebesaran satuan tersebut menjadi simbol beralihnya tongkat estafet kepemimpinan sekaligus kesinambungan nilai-nilai kehormatan, loyalitas, dan pengabdian di lingkungan Korps Brimob Polri. Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Selatan memimpin Upacara Serah Terima Jabatan sejumlah pejabat di Auditorium Polda Kalimantan Selatan. Selain jabatan Dansatbrimob, serah terima juga dilaksanakan terhadap Karo SDM, Kabid Propam, Kabid Humas, Kabid Dokkes, Kapolres Kotabaru, Kapolres Barito Kuala, Kapolres Balangan, dan Kapolres Tanah Bumbu sebagai bagian dari pembinaan organisasi serta penyegaran di lingkungan Polda Kalimantan Selatan. Dalam amanatnya, Kapolda Kalimantan Selatan menegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja, regenerasi kepemimpinan, dan penguatan pelayanan Polri kepada masyarakat. Khusus di lingkungan Satbrimob, penyerahan Dhuaja Satya Bajra Tiksna menjadi tradisi yang sarat makna sebagai simbol kehormatan satuan sekaligus amanah untuk melanjutkan pengabdian kepada institusi, bangsa, dan negara. Kehadiran Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Pradah Pinunjul pada prosesi tersebut mencerminkan dukungan Korps Brimob Polri terhadap pelestarian tradisi satuan sekaligus memperkuat nilai-nilai jiwa korsa, loyalitas, dan profesionalisme yang menjadi karakter utama insan Brimob. Melalui estafet kepemimpinan yang baru, Satbrimob Polda Kalimantan Selatan diharapkan semakin profesional, modern, dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas, serta terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)
Bogor, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya memperkuat kualitas kepemimpinan lapangan di lingkungan Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J. memimpin Upacara Pembukaan Pelatihan Manajemen Taktis Danyon Pelopor Tahun Anggaran 2026 di Camp Hulu Cai, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). Pelatihan yang diikuti para Komandan Batalyon (Danyon) Pelopor jajaran Pasukan Pelopor Korbrimob Polri ini merupakan bagian dari program pembinaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta kecakapan taktis para komandan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan berbagai operasi Korps Brimob Polri. Kegiatan ini juga bertujuan menyamakan pola pikir, pola tindak, dan standar kepemimpinan di seluruh jajaran Danyon Pelopor dalam menghadapi dinamika tugas yang terus berkembang. Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 16 Juli 2026 dengan rangkaian pembekalan, diskusi, simulasi, dan evaluasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam merencanakan, mengendalikan, serta mengevaluasi pelaksanaan operasi secara profesional, efektif, dan adaptif. Upacara pembukaan dihadiri oleh Danpas Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi, para Komandan Resimen jajaran Pasukan Pelopor, Wakil Komandan Resimen jajaran Pasukan Pelopor, para Pejabat Utama Mako Pasukan Pelopor, serta seluruh panitia dan peserta pelatihan. Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J. menegaskan bahwa Danyon Pelopor memiliki peran strategis sebagai pemimpin lapangan yang menentukan arah, ritme, serta keberhasilan setiap operasi. Oleh karena itu, setiap komandan dituntut mampu berpikir lebih cepat dari perkembangan situasi, mengambil keputusan secara tepat, serta menggerakkan seluruh kekuatan secara efektif dan terukur. “Melalui pelatihan ini saya ingin membangun kesamaan cara berpikir dan cara bertindak di seluruh jajaran Danyon Pelopor. Setiap keputusan taktis harus dilandasi analisis yang matang, didukung informasi yang akurat, serta berorientasi pada keberhasilan misi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat,” tegas Danpas Pelopor. Lebih lanjut, Danpas Pelopor menekankan bahwa seorang komandan harus menguasai tiga kompetensi utama, yaitu kemampuan manajerial, kemampuan taktis, dan kepemimpinan lapangan. Ketiga kompetensi tersebut harus dibangun melalui latihan yang terstruktur, evaluasi yang berkesinambungan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan situasi. Menurutnya, karakter utama Pasukan Pelopor adalah kecepatan dalam bertindak. Namun, kecepatan tersebut harus selalu diiringi dengan perencanaan yang matang, disiplin dalam pelaksanaan, serta kepemimpinan yang kuat sehingga setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan hasil terbaik dalam setiap penugasan. Mengakhiri amanatnya, Danpas Pelopor mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, menguji konsep operasi, serta memperkuat soliditas antarsatuan guna membangun kesamaan persepsi dalam menghadapi setiap kontinjensi. Pelatihan Manajemen Taktis Danyon Pelopor T.A. 2026 secara resmi dibuka oleh Danpas Pelopor dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, disertai pesan yang menjadi semangat pelatihan tahun ini, yakni “Berpikir Taktis, Bertindak Cepat, Memimpin dengan Keteladanan.” Melalui pelatihan ini diharapkan lahir para Danyon Pelopor yang memiliki kesamaan visi, ketajaman berpikir taktis, kepemimpinan yang adaptif, serta kemampuan mengendalikan operasi secara profesional sehingga mampu menjawab berbagai tantangan tugas Korps Brimob Polri secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), kembali mengintensifkan patroli pagi dan pengaturan lalu lintas di kawasan sekolah sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 Wita tersebut dilaksanakan di sekitar Sekolah Ukhuwah, Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang. Patroli dipimpin oleh personel Kanit Samapta Polsek Banjang, AIPTU Soeyatmin, S.H., dengan menggunakan kendaraan patroli roda dua. Selain mengatur arus lalu lintas guna memberikan rasa aman kepada para pelajar, guru, dan pengguna jalan, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Kapolsek Banjang menjelaskan, patroli rutin tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, seperti aksi tawuran, balap liar, kejahatan jalanan (street crime), serta pelanggaran hukum lainnya di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. Kehadiran personel kepolisian di titik-titik rawan pada jam aktivitas masyarakat diharapkan mampu memberikan efek pencegahan terhadap tindak kriminal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi warga. Dari hasil pelaksanaan kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sekolah juga berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Polsek Banjang menegaskan akan terus melaksanakan patroli dan pengaturan lalu lintas secara rutin sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Hulu Sungai Utara sesuai semangat Polri Presisi. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menggelar Blue Light Patrol di sejumlah ruas jalan utama Kota Amuntai, Sabtu (11/7/2026) malam. Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, serta menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Patroli yang dimulai pukul 21.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan, di antaranya Jalan Kuripan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Empu Jatmika, Jalan Bayur (Bypass Amuntai), Jalan Amuntai–Sungai Turak, Jalan Pembalah Batung, serta Jalan Basuki Rahmat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) bersama personel piket Satlantas, yakni Aipda Saner Y., Brigadir Sumaryono, Briptu M. Widiyonata F.S., S.H., Briptu M. Zainuddin, dan Bripda M. Rangga Hidayat. Selama patroli berlangsung, petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas di kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan sekaligus memberikan teguran humanis kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran. Sasaran peneguran meliputi pengendara yang berpotensi memicu kecelakaan, penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat mengganggu pengguna jalan lain, serta kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan (ODOL). Kasat Lantas Polres HSU menegaskan bahwa kegiatan Blue Light Patrol merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. Melalui patroli rutin ini, Satlantas Polres HSU berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kehadiran personel di lapangan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas pada malam hari. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polres Hulu Sungai Utara terus mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dengan mematuhi peraturan lalu lintas demi mewujudkan Safety for Humanity dan Kamseltibcarlantas yang aman, lancar, serta berkelanjutan. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan pemantauan dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan, Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (11/7/2026). Monitoring yang dimulai sekitar pukul 11.30 WITA tersebut dilakukan oleh Aiptu Ferry A.P. bersama Bripda Dio. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi pertumbuhan tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan. Dari hasil pemantauan, tanaman jagung di lahan Poktan Sungai Bayan memiliki tinggi berkisar antara 80 hingga 110 sentimeter. Namun, petugas menemukan sebagian daun tanaman mulai menguning akibat kondisi tanah yang memiliki kelembaban tinggi atau masih basah, sehingga memengaruhi pertumbuhan jagung. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mendukung keberhasilan program swasembada jagung. Monitoring secara berkala diharapkan dapat memberikan data terkini mengenai perkembangan tanaman serta menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah-langkah penanganan apabila kondisi lahan belum kembali normal. Kapolsek Amuntai Utara menegaskan bahwa kegiatan pemantauan akan terus dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada para petani sekaligus memastikan perkembangan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara berjalan optimal. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Utara berkomitmen terus bersinergi dengan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Personel Polsek Amuntai Tengah melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah hukumnya, Sabtu (11/7/2026), guna memantau kondisi tanaman serta memastikan perkembangan sektor pertanian di tengah tantangan cuaca. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung di kawasan Desa Muara Tapus, Pondok Pesantren Darussalam, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Monitoring dipimpin oleh personel piket Polsek Amuntai Tengah yang terdiri dari Aipda Dwi Hartono, Aipda Iwan Krisnawan, Aipda M. Rifqy Maulidin, Brigpol Hendra, S.S.T. Ars., dan Bripda Ahmad Muzakkir. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat serta perangkat komunikasi untuk mendukung kegiatan pemantauan di lapangan. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada jagung. Selain mengawasi perkembangan lahan pertanian, kegiatan ini juga bertujuan memperoleh data terkini yang akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan sekaligus dasar dalam menentukan langkah-langkah penanganan ke depan. Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah Amuntai Tengah masih tergenang air. Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada tertundanya proses penanaman jagung dalam beberapa bulan ke depan apabila genangan belum surut. Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah menegaskan akan terus memonitor perkembangan kondisi lahan beserta debit air yang menggenangi area pertanian. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi bahan rekomendasi dalam mendukung upaya keberhasilan program ketahanan pangan dan swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, sebagai wujud sinergi Polri dalam mendukung sektor pertanian serta menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan di daerah. (Agus)