Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan tanaman jagung yang dilaksanakan personel Polsek Amuntai Tengah di wilayah hukumnya, Minggu (23/8/2026). Kegiatan monitoring berlangsung mulai pukul 13.00 Wita hingga selesai dengan menyasar kawasan Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap perkembangan program swasembada jagung sekaligus mendukung kemandirian pangan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, personel yang turun ke lapangan terdiri dari Aiptu Eko Yuli Setyawan, Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar Adha, Brigpol Juliansyah, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Petugas melakukan pengecekan perkembangan lahan jagung serta menghimpun informasi yang diperlukan untuk dilaporkan kepada pimpinan. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan potensi sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah terus mendapat perhatian. Selain memenuhi kebutuhan pangan, pengembangan tanaman jagung diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan domestik lainnya, termasuk mendukung ketersediaan pakan ternak. Kapolres HSU melalui jajaran Polsek Amuntai Tengah terus mendorong keterlibatan personel di lapangan dalam mengawal berbagai program ketahanan pangan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan terhadap program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hasil perkembangan monitoring selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan pemantauan program swasembada jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat pemantauan program swasembada pangan melalui monitoring perkembangan tanaman jagung di wilayah hukum Polsek Babirik. Monitoring pertumbuhan jagung Kuartal III dilaksanakan pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wita di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau lahan milik Bahri yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia. Lahan pertanian yang menjadi sasaran monitoring memiliki luas sekitar 3 hektare dan dikelola secara kelompok. Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 21 Juli 2026. Saat dilakukan pemantauan, tanaman telah memasuki usia 33 hari setelah tanam (HST) dengan tinggi sekitar 7 sentimeter. Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18. Untuk lahan seluas 3 hektare tersebut, petani menyiapkan sekitar 75 kilogram benih atau 75 bungkus. Dalam proses pemeliharaan, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Sementara untuk pengendalian gulma digunakan herbisida Basmilang. Hingga saat monitoring berlangsung, belum terdapat penggunaan pestisida pada tanaman tersebut. Pengolahan lahan dan kegiatan pertanian masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Berdasarkan jadwal tanam dan perkembangan tanaman saat ini, panen diperkirakan berlangsung pada 21 November 2026. Namun, waktu tersebut tetap dapat berubah menyesuaikan kondisi pertumbuhan tanaman, cuaca, serta faktor teknis lainnya di lapangan. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memastikan perkembangan program swasembada jagung berjalan secara berkelanjutan. Pemantauan langsung juga penting untuk mengetahui kondisi tanaman sekaligus melihat berbagai kebutuhan petani selama proses budidaya hingga masa panen. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian turut mendorong keterlibatan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya melalui pemanfaatan lahan produktif untuk komoditas jagung. Kegiatan monitoring di Desa Pinangkara berlangsung aman dan lancar. Jajaran Polres HSU berkomitmen mendukung berbagai program ketahanan pangan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian melalui pemantauan langsung terhadap perkembangan lahan pertanian masyarakat. Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), kembali melakukan monitoring lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Minggu (23/8/2026). Kegiatan monitoring dilaksanakan sekitar pukul 11.30 Wita dengan menyambangi lahan jagung milik Sadikin yang menjadi bagian dari kelompok tani Mandiri binaan Polri. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi dan dikelola secara perorangan. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung tersebut ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat ini telah memasuki usia sekitar 105 hari. Tanaman menggunakan benih jagung pakan jenis Hibrida Bisi 18, dengan kebutuhan benih sebanyak 100 kilogram atau sekitar 100 bungkus. Dari sisi pemeliharaan, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 serta dolomit. Sementara untuk pengendalian gulma digunakan herbisida Basmilang. Proses pengelolaan lahan hingga saat ini masih dilakukan secara manual. Tanaman jagung di lahan tersebut dilaporkan memiliki pertumbuhan sekitar 2 meter hingga 2,10 meter. Dengan perkembangan tersebut, panen diperkirakan dapat dilakukan sekitar 10 Oktober 2026, apabila kondisi tanaman dan faktor pendukung lainnya berjalan sesuai perkiraan. Monitoring dilakukan personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto dan Aiptu Sukadi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman sekaligus mendorong keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Banjang. Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dengan petani serta memastikan lahan yang masuk dalam program swasembada jagung terus mendapatkan perhatian dan pendampingan. Polsek Banjang menyatakan kegiatan monitoring berlangsung aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang selama kegiatan juga terpantau kondusif. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perkembangan maupun kendala di lapangan sejak dini, sehingga program swasembada jagung dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan daerah. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Banjang terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan akses permodalan usaha yang legal dan sesuai kebutuhan. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi kepada warga di Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Banjang, yakni Aipda Nasrullah, Aipda Robbi Utama, S.H., dan Briptu Zakir. Dalam sosialisasi itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai program KUR, termasuk skema pembiayaan dan angsuran yang dapat menjadi salah satu alternatif permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain KUR, personel juga menyampaikan informasi mengenai tabel rafaksi agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terkait ketentuan pembiayaan serta dapat mengambil keputusan usaha secara lebih bijak. Polsek Banjang menekankan pentingnya masyarakat menggunakan fasilitas pembiayaan secara bertanggung jawab, menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan dan kebutuhan usaha, serta menghindari praktik pembiayaan yang berisiko merugikan. Sosialisasi tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mengetahui kendala yang masih dihadapi masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan pemahaman mengenai persyaratan administrasi dalam proses pengajuan KUR. Karena itu, sosialisasi serupa akan dilakukan secara bertahap di wilayah hukum Polsek Banjang. Koordinasi dengan pihak perbankan juga dinilai penting agar informasi mengenai KUR dapat diterima masyarakat secara lebih jelas dan pelayanan pengajuan pembiayaan dapat berjalan dengan baik. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Banjang berharap masyarakat, khususnya pelaku UMKM, semakin memahami pilihan permodalan yang resmi dan dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Polsek Banjang juga berkomitmen mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui edukasi dan penyampaian informasi yang tepat. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Program swasembada pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menghadapi tantangan kondisi lahan yang masih tergenang air. Situasi tersebut menjadi perhatian Polsek Amuntai Tengah yang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung milik petani. Monitoring dilakukan personel Polsek Amuntai Tengah pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.30 Wita hingga selesai, dengan lokasi pemantauan di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Kegiatan tersebut melibatkan Aipda Dwi Hartono selaku Bawas Piket, Aipda Iwan Krisnawan sebagai Ka Jaga, Aipda M. Rifqy Maulidin dan Brigpol Hendra, S.S.T. Ars sebagai anggota jaga, serta Bripda Ahmad Muzakkir. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi terkini lahan jagung sekaligus mendukung upaya pencapaian kemandirian pangan melalui peningkatan produksi pertanian masyarakat. Dari hasil pemantauan, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah masih berada dalam kondisi tergenang air. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi petani untuk melakukan penanaman jagung dalam waktu dekat. Genangan air yang belum surut membuat sejumlah lahan belum memungkinkan untuk kembali ditanami. Karena itu, perkembangan kondisi lahan dan debit air menjadi bagian penting yang terus dipantau oleh jajaran Polsek Amuntai Tengah. Polsek Amuntai Tengah menyatakan pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan. Data dan perkembangan kondisi lahan akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan sekaligus pertimbangan dalam menentukan langkah atau rekomendasi yang diperlukan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memastikan program swasembada jagung tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, khususnya faktor cuaca dan keadaan lahan pertanian masyarakat. Selain mendukung ketersediaan bahan pangan, program tersebut juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk kebutuhan pakan ternak, melalui optimalisasi lahan dan produksi pertanian milik masyarakat. Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah akan terus memantau perkembangan genangan air serta kondisi lahan jagung di wilayah hukumnya dan melaporkan perkembangan selanjutnya kepada pimpinan. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang terus mendorong masyarakat agar memahami akses pembiayaan usaha yang legal dan sesuai kebutuhan. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi kepada masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang. Kegiatan sosialisasi berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wita hingga selesai, bertempat di Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sosialisasi dilaksanakan oleh personel Polsek Banjang, yakni Aipda Nasrullah, Aipda Robbi Utama, S.H., dan Briptu Zakir. Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai program KUR, termasuk informasi berkaitan dengan skema pembiayaan, angsuran, serta tabel rafaksi. Kegiatan ini menyasar masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memiliki pemahaman yang lebih baik sebelum mengajukan pembiayaan. Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan fasilitas kredit secara bijak serta menyesuaikan besaran pinjaman dengan kemampuan dan kebutuhan usaha. Polsek Banjang menilai pemahaman terhadap prosedur dan persyaratan administrasi menjadi hal penting agar masyarakat tidak keliru dalam mengakses pembiayaan usaha. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sebagian masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait persyaratan administrasi pengajuan KUR. Karena itu, sosialisasi akan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah guna memperluas pemahaman masyarakat. Selain itu, koordinasi dengan pihak perbankan dinilai perlu terus diperkuat agar informasi mengenai KUR dapat diterima masyarakat secara jelas dan pelayanan pembiayaan dapat berjalan dengan baik. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Banjang berharap masyarakat dapat memanfaatkan program pembiayaan usaha secara tepat, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan. Akses permodalan yang dikelola secara bijak diharapkan mampu mendukung perkembangan UMKM sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman dan kondusif. Polsek Banjang juga berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung kesejahteraan dan penguatan ekonomi lokal. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada jagung terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU). Pada Jumat, 21 Agustus 2026, personel Polsek Amuntai Tengah melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 Wita tersebut merupakan bagian dari pemantauan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan lahan jagung sekaligus memastikan program pertanian produktif tersebut terus berjalan. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Polsek Amuntai Tengah turun langsung ke lapangan, yakni Aiptu Rofik PN, Aipda Sahat MTS, SH, Bripka Sugeng Ari Bowo, Bripka Eko Wahyudi, dan Brigpol Bayu Fitrianto. Dengan menggunakan kendaraan patroli serta perangkat komunikasi HT, petugas melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung di wilayah Desa Muara Tapus. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan domestik melalui optimalisasi hasil pertanian masyarakat. Selain untuk bahan pangan, produksi jagung juga memiliki peran penting sebagai salah satu sumber pakan ternak. Polsek Amuntai Tengah secara berkala melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan pertanian di wilayah hukumnya. Data dan kondisi di lapangan selanjutnya menjadi bahan laporan kepada pimpinan sebagai bagian dari evaluasi perkembangan program ketahanan pangan. Kegiatan monitoring berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Jajaran Polsek Amuntai Tengah memastikan pemantauan terhadap sektor pertanian masyarakat akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah HSU. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi pemantauan, tetapi juga menunjukkan dukungan terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian menuju ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Agus)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Polsek Banjang terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai akses permodalan usaha yang aman dan legal. Salah satunya melalui sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi kepada masyarakat di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 Wita tersebut dilaksanakan personel Polsek Banjang sebagai upaya memberikan informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengenai program pembiayaan usaha. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai KUR, termasuk skema pembiayaan, tabel rafaksi, serta gambaran angsuran pinjaman yang perlu diketahui sebelum mengajukan kredit. Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aiptu Noryadi selaku Ka Jaga, Brigadir Fahmi Rachman dan Briptu M. Alfito Gusna. Selain menyampaikan informasi secara langsung, petugas juga membagikan brosur sosialisasi KUR dan tabel rafaksi sebagai bahan yang dapat dipelajari masyarakat. Kegiatan didukung dengan satu unit kendaraan patroli Polsek Banjang serta perangkat komunikasi untuk menunjang pelaksanaan di lapangan. Polsek Banjang mengimbau masyarakat agar tidak sekadar memahami besaran pinjaman dan angsuran, tetapi juga memperhatikan kemampuan membayar serta menyesuaikan pembiayaan dengan kebutuhan dan kemampuan usaha. Langkah tersebut dinilai penting agar fasilitas pembiayaan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif dan pengembangan usaha, bukan justru menjadi beban bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel juga menemukan bahwa sebagian masyarakat masih membutuhkan pendampingan terkait persyaratan administrasi pengajuan KUR. Karena itu, sosialisasi akan dilakukan secara bertahap di wilayah hukum Polsek Banjang. Koordinasi dengan pihak perbankan juga dinilai diperlukan agar informasi mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan, dan pelayanan KUR dapat diterima masyarakat secara jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Melalui kegiatan ini, Polsek Banjang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilih akses permodalan yang resmi, bijak dalam menggunakan pembiayaan, serta mampu memanfaatkannya untuk memperkuat usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga. (Agus)
Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Jumat (21/8/2026), personel Polsek Babirik melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung kuartal III di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pertumbuhan tanaman sekaligus memastikan perkembangan lahan pertanian yang masuk dalam program ketahanan pangan. Berdasarkan hasil pemantauan, lahan jagung yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare. Lahan itu dikelola oleh Bahri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Poktan. Tanaman jagung mulai ditanam pada 21 Juli 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia sekitar 31 hari setelah tanam (HST). Komoditas yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18 sebanyak 75 kilogram atau sekitar 75 bungkus. Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Sementara untuk pengendalian gulma digunakan herbisida Basmilang. Adapun proses pengolahan dan perawatan lahan masih dilakukan secara manual. Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung saat ini masih berada dalam tahap pertumbuhan. Dengan memperhatikan usia tanam dan kondisi tanaman, panen diperkirakan berlangsung sekitar 21 November 2026. Kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari perhatian jajaran kepolisian terhadap keberlangsungan program ketahanan pangan di tingkat desa. Selain melakukan pemantauan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara kepolisian dan para petani dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Polsek Babirik menegaskan bahwa pemantauan perkembangan tanaman pangan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut penting untuk memperoleh gambaran perkembangan tanaman sejak masa tanam hingga mendekati masa panen. Melalui monitoring secara langsung, kepolisian turut mendorong agar pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan optimal sehingga hasil produksi nantinya mampu memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah HSU. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Tengah terus menunjukkan dukungannya terhadap program swasembada jagung dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah, Kamis (20/8/2026). Pemantauan berlangsung mulai sekitar pukul 12.30 Wita hingga selesai di wilayah Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Tengah, yakni Aiptu Eko Yuli Setyawan, Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar Adha, Brigpol Juliansyah, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Dalam pelaksanaan kegiatan, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000 untuk mendukung kelancaran koordinasi di lapangan. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam mengikuti perkembangan program swasembada jagung sekaligus memastikan kondisi lahan pertanian di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah tetap terpantau. Selain melakukan pemantauan, kegiatan tersebut juga bertujuan mendukung kemandirian pangan dengan mendorong pemenuhan kebutuhan domestik melalui hasil produksi pertanian masyarakat, termasuk jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun pakan ternak. Data dan perkembangan yang diperoleh dari lapangan selanjutnya menjadi bahan laporan kepada pimpinan sebagai bagian dari pemantauan program ketahanan pangan di wilayah HSU. Polsek Amuntai Tengah menegaskan bahwa pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan lahan serta mengidentifikasi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi keberhasilan program swasembada jagung. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pemantauan terhadap perkembangan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah akan terus dilakukan secara berkelanjutan. (Agus)