SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Bobby Maulana membuka secara resmi LKBB “King of Pranasti IV” di GOR SMK Pasim Plus, Sabtu (1/11/2025). Peserta berasal berbagai penjuru Indonesia yang diikuti 150 pleton pelajar. Kehadiran mereka khusus untuk menunjukkan ketangkasan, kekompakan, dan jiwa juang dalam ajang Lomba tingkat nasional tersebut. Di hadapan ribuan peserta, Bobby menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar lomba baris-berbaris. Selain itu, melalui kegiatan itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kecipratan manfaat yang cukup besar. Salah satunya hunian sejumlah hotel dan penginapan di Kota Sukabumi penuh sesak. Tahun ini, atmosfernya benar-benar luar biasa. Sekitar 3.000 hingga 3.500 peserta dan penonton memadati arena, menjadikan LKBB ini sebagai kompetisi terbesar sepanjang penyelenggaraan. Tak hanya dari Jawa Barat, peserta datang dari 23 kota dan kabupaten di delapan provinsi berbeda, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. “Ajang ini luar biasa besar dan penuh semangat. LKBB bukan sekadar unjuk barisan, tapi latihan kepemimpinan, karakter, dan disiplin. Pasim menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan pendidikan dan mencetak generasi unggul,” ujar Bobby penuh apresiasi. Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini membawa multiplier effect bagi Kota Sukabumi. “Selama lomba berlangsung, tingkat hunian hotel meningkat tajam. Peserta dari luar daerah seperti Bone, Surabaya, dan Indramayu menginap di berbagai hotel di Sukabumi. Dampaknya terasa ke sektor ekonomi, pariwisata, hingga industri kreatif lokal,” tambahnya. Sebagai mantan anggota Paskibra, Bobby mengaku ikut merasakan ketegangan dan kebanggaan peserta. “Saya tahu rasanya di lapangan. Deg-degan, tapi penuh semangat. Kompetisi seperti ini bukan hanya soal kemenangan, tapi tentang karakter, disiplin, dan cinta tanah air,” tuturnya disambut tepuk tangan gemuruh. Di sisi lain, Ketua Yayasan Pasim, Wati Purnaningrum, mengaku bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan LKBB nasional ini. “Alhamdulillah, King of Pranasti ke-4 bisa berjalan lancar berkat kerja keras panitia. Setiap tahun peserta makin banyak dan semakin meluas jangkauannya. Ini bukti kepercayaan masyarakat terhadap Pasim dan komitmen kami dalam pendidikan karakter,” ujarnya. Adapun rincian peserta terdiri dari 30 pasukan tingkat SD/MI, 70 pasukan tingkat SMP/MTs, dan 65 pasukan tingkat SMA/SMK/MA. Tak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan total hadiah mencapai Rp4 miliar. Belum termasuk 355 piala tetap,6 piala bergilir, 965 medali perorangan, 1.340 sertifikat, serta hadiah tambahan berupa tiga ponsel dan tiga tablet. Lebih dari sekadar perlombaan, LKBB King of Pranasti IV telah menjadi simbol semangat nasionalisme dan kolaborasi antar daerah. Di tengah panasnya terik Sukabumi, ribuan pelajar menampilkan performa terbaiknya membuktikan bahwa disiplin, solidaritas, dan rasa cinta tanah air masih mengalir kuat di nadi generasi muda Indonesia. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM Suasana haru menyelimuti lingkungan SMAN 1 Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melepas kepergian orang yang mereka sayangi. Para guru dan siswa tak kuasa menahan air mata ketika sang kepala sekolah, H. Jamhari, mengumumkan kepindahannya ke sekolah lain setelah memimpin selama 5 tahun 5 bulan. Momen perpisahan yang penuh emosi itu terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebook @Arip Rahman Hakim, Jumat (31/10/2025). Dalam tayangan tersebut, H. Jamhari tampak berdiri di hadapan seluruh guru, staf tata usaha, dan siswa di halaman sekolah. Awalnya, banyak yang tidak mengetahui maksud dari pertemuan mendadak itu. Namun suasana berubah hening ketika sang kepala sekolah mulai berbicara dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. Ia akhirnya mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan SMAN 1 Ciracap karena mendapat tugas di tempat baru. “Saat kepala sekolah berbicara sambil menangis, beliau mengatakan akan pergi meninggalkan kami karena dipindah tugaskan,” terdengar dalam video tersebut. Tangisan pun pecah. Guru dan siswa larut dalam kesedihan, saling berpelukan, dan tak sedikit yang terisak karena merasa kehilangan sosok pemimpin yang selama ini dikenal bijaksana, penyayang, dan sabar. Dalam kesempatan itu, H. Jamhari juga mengingat kembali perjuangan dan kenangan selama lebih dari satu dekade mengabdi di sekolah tersebut. Ia mengaku berat meninggalkan lingkungan yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. “Lima tahun lima bulan bukan waktu yang singkat. Banyak kenangan, perjuangan, dan kebersamaan yang tak akan saya lupakan,” ucapnya dengan suara bergetar. Para guru dan siswa pun menyampaikan ucapan terima kasih dan doa terbaik untuknya. “Kini kami kehilangan sosok pemimpin yang baik hati. Selamat jalan, Pak. Semoga sehat selalu dan betah di tempat tugas barunya,” ungkap salah satu guru dengan mata berkaca-kaca. (Dicky)
Bidik-kasusnews.com,Melawi Kalimantan Barat Polres Melawi Polda Kalbar Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla di dampingi Kasat Narkoba AKP Dhanie Sukmo Widodo dan Kasat Lantas J.E.Kusuma, S.A.P., M.H mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Nanga Pinoh, Senin (27/10/25). Kedatangannya di sambut pengalungan syal oleh Kepala Sekolah SMK N 1 ibu Dwi Andayani Siregar, S.E di gerbang sekolah, paduan drum band, penghormatan dan bersalaman bersama wakil kepala sekolah, ketua prodi dewan guru dan berdialog hangat di ruang kesiswaan. Kapolres Melawi mengatakan kedatangannya di SMK N 1 Nanga Pinoh dalam rangka kegiatan Kapolres Melawi Go To School pencegahan penyalah gunaan narkoba dan bulying. “Pihak sekolah dan pelajar sangat antusias mengikuti, kedatangan kami dalam rangka sosialisasi pencegahan penyalah gunaan narkoba dan bulying,” ujar Kapolres Melawi. Langkah ini penting di lakukan selain wujud hadirnya di harapkan khususnya pelajar dapat mengetahui, memahami serta menjauhi penyalah gunaan narkoba dan bulying, lanjutnya pelajar adalah generasi muda penerus bangsa tentu di pundaknya negara mengharapkan pemuda yang kuat,disiplin dan anti narkoba. “Kapolres Melawi Go To School dengan tema “Merdeka Dari Narkoba dan Bulying” adalah bentuk kemitraan dan kerja sama dengan Serikat Media Cyber Indonesia (SMSI) dan penggiat media sosial, dengan harapan kegiatan positif ini dapat di ketahui secara luas di tengah masyarakat,” terang AKBP Harris. Kapolres Melawi menyampai rasa terima kasih atas kesempatan dan dukungan kegiatan oleh pihak SMK N 1, Koordinasi akan terus di tingkatkan sebagai bentuk pembinaan kepada generasi muda khususnya pelajar. Diakhir kegiatan Kapolres Melawi menyerahkan sarana kontak olah raga bola volly kepada pihak SMK N 1 Nanga Pinoh. Dwi Andayani Siregar, S.E selaku Kepala Sekolah SMN 1 Nanga Pinoh dalam sambutannya menyambut baik, memberikan ruang dan mengharapkan kegiatan seperti ini terus di tingkatkan. “Tentu kami menyambut baik kegiatan seperti ini, pihak sekolah siap bekerja sama,” ujar Kepala Sekolah. Menciptakan generasi muda yang siap dengan segala tantangan kedepannya adalah tugas kita bersama, apresiasi untuk Polres Melawi, awak media dan semua pihak atas kepeduliaannya kepada generasi muda. “Terima kasih Kapolres Melawi, awak media dan semua pihak, pihak kami siap bekerja sama dalam setiap kegiatan di sekolah,” pungkas Kepala Sekolah. Wartawan Si Juli
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SMK Negeri 1 Surade mengambil langkah nyata dalam mendukung kebijakan Gapura Waluya Pancawaluya melalui program optimalisasi penggunaan kendaraan di lingkungan sekolah. Plt Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, S.Kom, didampingi Mulyadi ketua Gapura Waluya Pancawaluya, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya polusi udara dan kemacetan di sekitar kawasan sekolah. “Sebagaimana diketahui, ratusan taruna dan taruni kami menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat ke sekolah. Semakin banyak kendaraan, semakin tinggi pula potensi polusi dan kemacetan di lingkungan sekitar,” ujar Erip, Senin (27/10/2025). Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah menerapkan strategi pembatasan kendaraan pribadi dengan memberikan dua alternatif bagi peserta didik agar menggunakan kendaraan umum atau berjalan kaki bagi yang rumahnya berjarak dekat. “Selain mengurangi polusi, langkah ini juga mengajarkan pola hidup sehat dan membantu meringankan biaya transportasi harian,” tambahnya. Erip menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan semangat Gapura Waluya Pancawaluya yang digagas Gubernur Jawa Barat KDM, yakni membangun kebiasaan hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini juga direkomendasikan oleh KCD Pendidikan Wilayah V untuk diikuti SMKN 1 Surade. “Melalui kebijakan ini, kami ingin menanamkan karakter kuat, kedisiplinan, dan tanggung jawab lingkungan pada para taruna dan taruni,” pungkasnya. Selain penerapan kebijakan transportasi ramah lingkungan, pihak sekolah juga tengah menata area parkir agar lebih tertib dan ramah pejalan kaki. Penataan tersebut dilakukan dengan melibatkan OSIS dan perwakilan taruna dalam menjaga ketertiban dan kebersihan setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai. Upaya ini disambut positif oleh para guru dan orang tua siswa. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya mengurangi kemacetan di sekitar sekolah, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan peserta didik untuk ikut menjaga lingkungan. Ke depan, SMKN 1 Surade berencana memperluas implementasi Waluya Pancawaluya ke bidang lain seperti pengelolaan sampah, penghijauan sekolah, dan efisiensi energi. Langkah ini menjadi wujud nyata sekolah dalam mendukung program pendidikan berwawasan lingkungan dan membentuk generasi muda yang sadar akan keberlanjutan. (Dicky)
CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah sorotan terhadap dunia pendidikan yang kerap diwarnai isu negatif, SDN 1 Banjarwangunan, Kecamatan Setupatok, Kabupaten Cirebon, justru menghadirkan kabar yang menyejukkan. Sederet prestasi anak-anaknya menembus tingkat kabupaten dan membawa kebanggaan bagi sekolah serta masyarakat sekitar. Dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kabupaten yang digelar di SMP Mundu, dua tim dari SDN 1 Banjarwangunan tampil memukau. Mereka bukan sekadar membawa nama sekolah, tetapi juga semangat anak-anak desa yang berjuang dengan ketulusan dan kerja keras. Tim Tari Kreasi sukses meraih Juara 1 Tingkat Kabupaten, menyingkirkan puluhan peserta dari berbagai kecamatan. Dengan gerakan yang anggun, ekspresi penuh makna, dan kostum bercorak budaya lokal. Mereka menampilkan harmoni antara tradisi dan modernitas. Penampilan itu bukan hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral bahwa dari pelosok desa pun bisa lahir bintang seni yang menginspirasi. Sementara itu, di cabang Lomba Baca Puisi, seorang siswa SDN 1 Banjarwangunan berhasil meraih Juara 3 Tingkat Kabupaten. Dengan suara lembut namun berkarakter, ia menyampaikan puisi bertema semangat belajar, cinta tanah air, dan keteguhan menghadapi keterbatasan. Kepala SDN 1 Banjarwangunan, Nia Nurani, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. “Anak-anak kami adalah cerminan semangat pantang menyerah. Mereka berlatih tekun meski dengan fasilitas terbatas. Ini membuktikan bahwa pendidikan bukan soal besar kecilnya gedung, tetapi sebesar apa hati dan semangat di dalamnya,” ujarnya dengan mata berbinar. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah dasar di wilayah pinggiran pun mampu bersaing di tingkat kabupaten. Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berani bermimpi. Para orang tua pun tak kuasa menahan haru.“Kami sangat bangga. Anak-anak kami bisa membuktikan bahwa desa tidak kalah dari kota. Semua ini hasil kerja sama guru, orang tua, dan semangat anak-anak sendiri,” ujar salah satu wali murid. Kini, nama SDN 1 Banjarwangunan mulai dikenal luas, bukan karena fasilitas megah, tetapi karena semangat besar yang tumbuh di ruang-ruang belajarnya. Dari sekolah sederhana di Setupatok ini, lahir generasi kecil yang menari dan bersyair bukan untuk gengsi, tetapi untuk menginspirasi. Karena pada akhirnya, pendidikan sejati bukan hanya mencetak nilai, tetapi menumbuhkan nilai-nilai kehidupan dan semangat itu kini hidup di SDN 1 Banjarwangunan, Kabupaten Cirebon. (Amin)
SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – SDN 3 Surade di Kelurahan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus berbenah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, asri, dan ramah bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menata pekarangan sekolah dengan aneka tanaman hias dan ornamen taman yang indah. Kepala SDN 3 Surade, Tuti Lisnawati, saat ditemui di halaman sekolah, Senin (20/10/2025), mengatakan bahwa penataan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Suasana yang bersih dan tertata, kata dia, mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada para siswa. “Dulu sekolah ini terlihat gersang. Tapi seiring waktu, kami mulai melakukan penataan dengan menempatkan tanaman hias di setiap sudut sekolah, mulai dari pekarangan, depan kelas, hingga di dalam ruang belajar,” ujarnya, Senin (20/10/2025). Menurut Tuti, inisiatif tersebut bermula dari keinginan pribadi untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang indah sekaligus edukatif. Ia bahkan menggunakan dana pribadi untuk membeli berbagai kebutuhan taman. “Alhamdulillah, sebagian besar biaya kami keluarkan sendiri. Termasuk bambu-bambu di dinding taman yang berasal dari kebun pribadi saya,” tambahnya. Kini wajah SDN 3 Surade tampak jauh berbeda. Di setiap sudutnya, berjejer bonsai dan ornamen taman yang menyejukkan mata. Di salah satu sudut halaman, terpampang pula tulisan berisi sejarah singkat berdirinya Surade beserta silsilah tokoh pendirinya menjadi perpaduan unik antara edukasi lingkungan dan sejarah lokal. Dengan langkah berkelanjutan tersebut, SDN 3 Surade kini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga contoh nyata sekolah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melalui Subkoordinator Mutu PTK dan Kurikulum SMP menggelar Sosialisasi Pengembangan Kompetensi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum dan Pemanfaatan Rapor Pendidikan. Kegiatan digelar dalam rangka Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2025. Untuk Subrayon Jampangkulon, kegiatan dilaksanakan di SMPN 1 Jampangkulon dengan jumlah peserta 118 orang, terdiri atas 59 kepala sekolah dan 59 wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas Wakasek Kurikulum dalam memahami strategi pengembangan mutu pendidikan berbasis data, serta mendorong optimalisasi penggunaan Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi dan perencanaan sekolah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan mampu merancang program peningkatan mutu yang berbasis data akurat dan relevan,” ujar Ketua Tim Kerja Mutu PTK dan Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Ateng Trisnadi, Sabtu (18/10/2025). Dia menjelaskan, sosialisasi ini juga menjadi wadah penyampaian informasi terbaru mengenai implementasi kurikulum di satuan pendidikan, termasuk tindak lanjut dari bimbingan teknis Pembelajaran Mendalam (PM) yang sebelumnya dilaksanakan oleh Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BPGTK). Selain itu, peserta mendapatkan pembaruan mengenai pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan panduan penilaiannya yang telah diterbitkan secara nasional. Materi ini dikaji bersama pengawas sekolah untuk memastikan implementasi di lapangan sesuai pedoman. “Informasi terbaru tentang ruang lingkup kurikulum perlu segera sampai ke guru-guru. Karena itu, Wakasek Kurikulum menjadi ujung tombak penyebaran informasi di sekolah masing-masing,” tambahnya. Lebih lanjut, Ateng menyebutkan kegiatan serupa akan dilaksanakan bertahap di delapan subrayon di Kabupaten Sukabumi. Setelah Jampangkulon, kegiatan berikutnya dijadwalkan di Subrayon Sagaranten yang digabung dengan Sukaraja, dan akan berlanjut ke rayon lainnya. Melalui sosialisasi ini, Dinas Pendidikan berharap seluruh sekolah dapat berkolaborasi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing, sejalan dengan arah kebijakan nasional di bidang pendidikan. (Dicky)
CIREBON Bidik-kasusnews.com,. Dugaan praktik pungutan liar kembali mencoreng wajah dunia pendidikan dasar di Kabupaten Cirebon. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SDN 1 Grogol, Kecamatan Gunungjati, yang disebut-sebut melakukan pungutan sebesar Rp50.000 kepada wali murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Informasi yang dihimpun tim media menyebutkan, pungutan tersebut dilakukan dengan dalih untuk pembangunan pagar sekolah. Namun, langkah ini menuai tanda tanya besar, sebab dana PIP sejatinya merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat yang diperuntukkan murni bagi kebutuhan siswa kurang mampu, bukan untuk membiayai kepentingan fisik sekolah. Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, > “Kami disuruh bayar lima puluh ribu, katanya buat pagar sekolah. Tapi bukankah uang PIP itu hak anak kami? Harusnya nggak boleh diminta lagi.” Lebih mencengangkan lagi, saat tim investigasi mencoba mengonfirmasi hal ini, Kepala Sekolah SDN 1 Grogol, Ratna, justru membenarkan adanya pungutan tersebut. Ia beralasan bahwa pungutan dilakukan atas dasar hasil rapat bersama komite sekolah untuk pembangunan pagar. Namun, pembenaran itu justru memperkuat dugaan bahwa ada pelanggaran terhadap Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang secara tegas melarang segala bentuk pungutan wajib di sekolah negeri, apalagi terhadap penerima bantuan pemerintah seperti PIP. Langkah sekolah yang mengatasnamakan kesepakatan komite tidak dapat dijadikan pembenaran hukum. Sebab, dalam aturan tersebut, partisipasi masyarakat bersifat sukarela, tidak memaksa, dan tidak boleh dijadikan syarat bagi siswa penerima bantuan. Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Inspektorat Daerah segera turun tangan menelusuri dugaan praktik pungutan berkedok “pembangunan” ini. Jangan sampai dalih “pagar sekolah” justru menjadi tembok penghalang keadilan dan kesejahteraan siswa miskin. ( Asep.R )
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Gapura Pancawaluya SMAN 1 Surade dengan bangga mempersembahkan program SMAN 1 Surade JAWARA (Jati Waluya Rancage). Salah satu program unggulannya adalah PALISADE (Peduli Lingkungan Satu Surade) yang berfokus pada kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, memimpin langsung kegiatan bersih-bersih lingkungan di area sekolah. Ia menyampaikan bahwa program PALISADE merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus membentuk karakter siswa yang Cageur, Bageur, dan Singer. “Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan serta keberhasilan proses pembelajaran,” ujar Suhendi pada media, Kamis (9/10/2025). Senada dengan itu, Ina Eka Sulastri, Koordinator Kebersihan SMAN 1 Surade, menuturkan bahwa program PALISADE sejalan dengan salah satu dari sembilan langkah pembangunan karakter di Jawa Barat, yakni kebersihan lingkungan. ”Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik terlibat aktif dalam menjaga kebersihan ruang kelas, taman, dan area umum sekolah,” tuturnya. Gotong royong tersebut diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar. Selain kegiatan rutin kebersihan, program PALISADE juga akan dikembangkan melalui lomba kebersihan antarkelas, penanaman pohon, serta edukasi pengelolaan sampah ramah lingkungan. Dengan langkah nyata ini, SMAN 1 Surade bertekad menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter dan budaya peduli lingkungan. (Dicky)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.PT Crystal Biru Meuligo yang beralamat di Jln.Raya Cirebon Bandung No.001 Dusun.04 RT 001 RW 011 Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka adalah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang berkantor pusat di Jakarta dan telah resmi terdaftar, dengan fokus pada transformasi digital . PT. Crystal Biru Meuligo adalah P3MI yang menyediakan pelatihan dan penempatan pekerja migran Indonesia, ke berbagai Negara diantaranya ,Malaisia,Singapur,Hongkong,Taiwan bukan sebagai perusahaan manufaktur atau pabrik,Perusahaan ini terdaftar secara resmi di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Perusahaan ini tengah beradaptasi dengan era digital dan melakukan transformasi digital dalam operasionalnya di Majalengka Haji Ana selaku Kepala cabang PT Crystal Biru Meuligo Majalengka bertanggung jawab dalam pembinaan calon tenaga kerja ,berkomitmen penuh guna memberantas pengangguran hingga sukses di luar negri . Kami berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi Pekerja Migran Indonesia dengan layanan yang legal, aman, dan profesional. Tidak ada indikasi bahwa PT. Crystal Biru Meuligo memiliki pabrik atau operasional utama , fokusnya adalah pada bisnis penempatan pekerja migran secara nasional dengan ijin resmi dan bertanggung jawab penuh guna kesuksesan para calon tenaga kerja diluar negri. Dengan izin resmi dari Kementerian P2MI, kami memastikan setiap proses penempatan PMI ke Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Hongkong berjalan sesuai aturan. Mulai dari rekrutmen, pelatihan, hingga pendampingan keberangkatan, semuanya kami jalankan dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya Harapan kami segera bergabung bersama PT Crystal Biru Meuligo dengan tujuan : Malaisia ,Singapur ,Hongkong , Taiwan ,kami jamin Sukses anda kepuasan kami. (Asep Rusliman)