SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SMAN 1 Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, secara konsisten membiasakan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah bagi seluruh siswa sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembentukan disiplin sejak dini. Program pembiasaan ini telah berjalan dalam jangka waktu lama dan menjadi salah satu kegiatan unggulan sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembinaan spiritual. Setiap pagi, siswa melaksanakan shalat dhuha sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, yakni pukul 06.30 hingga 07.30 WIB, dari Selasa sampai Jumat. Shalat dhuha yang dilaksanakan secara rutin tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi keimanan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, ketenangan batin, serta kesiapan mental siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Kepala SMAN 1 Surade, Hardika, S.Pd, menuturkan bahwa pembiasaan shalat dhuha merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik. “Kebiasaan memulai hari dengan ibadah akan membantu siswa lebih fokus, tenang, dan bersemangat dalam menjalani aktivitas sekolah,” ujarnya. Setiap pagi kata dia, siswa berkumpul di halaman sekolah untuk melaksanakan shalat dhuha secara berjamaah. Kegiatan ini dibimbing oleh guru bidang pendidikan agama dan diikuti oleh hampir seluruh warga sekolah. Pihak sekolah juga menyiapkan waktu khusus serta memberikan pendampingan bagi siswa yang masih mempelajari tata cara pelaksanaan shalat dhuha. Melalui program ini, SMAN 1 Surade berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak baik, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Sekolah menilai pembiasaan ibadah sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang utuh dan berkelanjutan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kondisi bangunan SDN Cikeresek di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Sekolah yang berdiri sejak 2005 tersebut mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas hingga mengganggu proses belajar mengajar. Dari lima ruang kelas yang ada dengan total 84 siswa, tiga di antaranya dilaporkan rusak cukup parah. Saat musim hujan, beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan akibat atap bocor dan kondisi bangunan yang tidak aman. Kepala SDN Cikeresek, Mumin, S.Pd.I, mengatakan sebagian ruang kelas terpaksa ditopang dengan tiang bambu untuk mencegah ambruk. “Kondisi bangunan sudah tidak layak. Beberapa ruang belajar ditopang bambu karena rawan roboh. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya, Selasa (27/1/2026). Selain kerusakan struktur, atap ruang kelas juga sudah bergelombang dan rawan runtuh. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sering dipindahkan ke ruang lain yang dinilai lebih aman. SDN Cikeresek juga belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai. Hingga kini, sekolah tersebut tidak memiliki ruang perpustakaan, UKS, maupun ruang administrasi khusus. Kegiatan administrasi sementara dilakukan di ruang seadanya dengan kondisi terbatas. “Kami sudah melaporkan kondisi ini ke dinas terkait, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Mumin. Pihak sekolah dan masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan langsung serta merealisasikan perbaikan gedung sekolah. Perbaikan dinilai mendesak demi keselamatan dan kenyamanan siswa serta guru dalam menjalankan kegiatan pendidikan. (Dicky)
Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Pemahaman dasar tentang rambu lalu-lintas dan perilaku aman di jalan raya, menjadi bekal penting bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan sadar hukum. Bahkan tertib berlalu-lintas ini, bukan cuma kesadaran akan hukum, tetapi yang terpenting adalah keselamatan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Upaya tersebut terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indramayu melalui Bidang Pengembangan dan Keselamatan. Mereka terus berupaya agar masyarakat makin tertib berlalulintas dengan menyosialisasikan Program Sadar Lalu-Lintas Usia Dini (SALUD) bersama siswa-siswi TK Trisula Perwari di Taman Aspirasi Rakyat Indramayu pada Rabu, (24/1/26). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 anak-anak yang dengan antusias mengikuti rangkaian edukasi keselamatan berlalu-lintas. Selain pengenalan rambu-rambu lalu-lintas dan tata cara menyeberang jalan yang aman, anak-anak juga diajak mengikuti Senam SALUD serta Senam Memakai Helm sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. Kepala Dishub Indramayu, Ali Fikri melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Andri Sigit Supriatna, menyampaikan, Program SALUD merupakan agenda rutin Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu yang menyasar pelajar tingkat TK dan PAUD di seluruh wilayah Indramayu. Program ini bertujuan membentuk karakter anak agar sejak dini memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mengenal rambu-rambu yang terdapat di sepanjang jalan. “Melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan, kami berharap anak-anak dapat memahami dasar-dasar tertib berlalu lintas, sehingga ke depannya tumbuh menjadi generasi yang sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Sekolah TK Trisula Perwari, Tati Rohayati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Indramayu atas edukasi yang telah diberikan kepada peserta didik. Menurutnya, kegiatan SALUD memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak dengan metode yang interaktif dan ceria. “Anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran tentang tata tertib di jalan, mengenal rambu lalu-lintas, cara memakai helm, serta praktik menyeberang jalan dengan benar. Seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan riang dan penuh semangat,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman dan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas dapat tertanam sejak dini, sekaligus mendukung terwujudnya budaya tertib lalu lintas di Kabupaten Indramayu. (Asep.R)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Polemik dalam media sosial terkait ada pemberitaan yang terbit pada hari Rabu, 21/1 oleh media Bidik-kasusnews.com, judul “Nobar CYBER BULLYING diduga ajang pungli SMPN 2 Sumber pungut 50rb/siswa” Mendapat reaksi cepat dari pihak sekolah dan langsung menghubungi Masto entah apa poksi nya dengan SMPN 2 Sumber. Masto menghubungi awak media yang memberitakan SMPN 2 Sumber di hari esok nya agar bisa bertemu dan ngobrol bersama, tanpa ada maksud lain awak media bertiga menemuinya . Kamis, 22/1/2026. Masto yang datang mempertanyakan adanya berita SMPN 2 Sumber yang di muat media Bidik-kasusnews.com kenapa wartawan hanya itu itu lagi, ketegang berseteru ketika menanyakan dasar undangan yang menjadi acuan pemberitaan, jelas awak media merasa keberatan karena foksi sebagai apa dan himbau Nobar di kirim melalui wa group masing masing wali murid. Dalam obrolannya Masto mengungkapkan pesan jika ada temuan di SMPN 2 Sumber tolong di bicarakan dengan dirinya untuk di fasilitasi dan wartawan nya jangan itu lagi itu lagi karena wartawan Asep sudah berapa kali menyikapi SMPN 2 Sumber ini sehingga dirinya merasa tidak enak sebagai sesama wartawan tidak bisai persoalan soudara nya. Ucap Masto Lanjut, dari mengaku sebagai soudara kepsek SMPN 2 Sumber sampai teman dekat sejak kecil, minta tolong kepada wartawan boleh menyikapi kepsek lain, asal kan jangan kepsek SMPN 2 Sumber saja (ada apa) dan bukan gak boleh silakan jika ada temuan main cantik dengan ganti wartawannya jangan Asep agar diri dalam mediasi tetep di anggap soudara oleh kepsek. Hal ini tidak hanya sampai di sini awak media menemui Kabid PLT SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon “Zen” obrol terkaitan berita Nobar, dan Kabid pun memanggil kepsek SMPN 2 Sumber agar bisa duduk bersama dan persoalan salah paham bisa di selesaikan dengan kepal dinginj, masing masing baik dari kepsek maupun media menyampaikan hal hal dalam obrolan bahwa SMPN 2 Sumber mengirim pemberitahuan Nobar “Sehubungan dengan sedikitnya siswa yg berminat dalam kegiatan nonton maka nonton sementara dipending atau tdk jadi sabtu besok bagi ank yg sdh menitipkan uang akan dikembalikan hari ini. hingga menemui titik Adem dan karena ada tamu DPRD kepsek pamit minta awak media datang ke SMPN 2 Sumber di tunggu. Mendapat tawar itu awak media menjumpai kepek di ruangannya, dalam ruangan kepsek tidak banyak berkata hanya satu kata kami akan melayangkan sanggahan ke media lain, sempat kami menawarkan agar sanggahan kami yang buat kembali karena berita awal nya dari kami, kepsek menolak dan muncul Masto sebelum di TLP sudah datang. Ujar kepsek. Hal itu benar ada berita sanggah terbit di salah satu media online “AKJII Sesalkan Tiket Nobar Film “CYBER BULLYING” Di SMPN2 Di Beritakan Sebagai Dugaan Pungli”. Ada apa dengan kepsek SMPN 2 Sumber yang adanya dugaan pungli namun di buat sanggah. Di tempat terpisah ketua GPAB kabupaten Cirebon M. Maulana sangat menyayangkan ada debat kusir antara media yang satu menemukan ada temuan temuan pungli bukan hanya terkait Nobar tapi di sisi lain malah terkesan membek up karena soudara hingga teman sejak kecil, jelas hal ini sangat di sayangkan kenapa harus terjadi bahkan menurut ucapan media mengatakan hal ini sudah di obrolkan dengan baik, memas karena ada pemberitahuan sanggahan yang di duga sanggah terkesan membela dan membenarkan kepala sekolah. (Asep.R)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,. Kepala Bidang (Kabid) SD baru di Kabupaten Kuningan Surya ,S.Pd.M.M.diharapkan dapat mengatasi peredaran Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sering disalahgunakan sebagai bahan ajar. LKS seharusnya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti buku teks Peran LKS dalam Pembelajaran: Bahan Ajar Pendukung: LKS dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik Alat Evaluasi: LKS dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa. Pengembangan Keterampilan: LKS dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis Namun, peredaran LKS yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti: Ketergantungan pada LKS: Siswa mungkin terlalu bergantung pada LKS dan tidak mengembangkan kemampuan berpikir kritis Kualitas LKS yang Buruk : LKS yang tidak berkualitas dapat memberikan informasi yang salah atau tidak akurat Untuk mengatasi masalah ini, Kabid SD baru diharapkan dapat: Mengawasi Penggunaan LKS : Mengawasi penggunaan LKS di sekolah-sekolah,Menyediakan Alternatif Bahan Ajar : Menyediakan alternatif bahan ajar yang lebih berkualitas. Meningkatkan Kualitas Guru_: Meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan bahan ajar Dengan demikian, diharapkan Kabid SD baru dapat mengatasi peredaran LKS yang tidak terkontrol dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan. (Asep.R)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Sejumlah orangtua siswa MTsN 2 Cirebon, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan kegiatan Study Tour Ziarah yang laksanakan pihak sekolah pada 21–22 Januari 2026. Mereka menilai biaya yang ditetapkan terlalu memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan tersebut memang bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah juga rutin menggelar kegiatan serupa dengan nama wisata religi. “Dulu namanya wisata religi, sekarang diganti jadi Ziarah+With Us, Tapi intinya sama saja. Bedanya hanya di nama,” ujarnya orang tua murid. Rabu, 21/1/2026. Saat mengantar anaknya terpaksa berangkat Study Tour Ziarah Menurutnya, meski pihak sekolah menyebut kegiatan itu sudah dibahas melalui musyawarah, namun penetapan biaya sebesar Rp600 ribu dilakukan tanpa persetujuan orangtua siswa. “Biayanya langsung ditetapkan. Kami tidak ikut musyawarah soal besarannya. Rp600 ribu itu besar “Cekik leher” bagi kami masyarakat kecil, apalagi rata-rata orangtua murid di sini Buruh Tani. Belum lagi uang jajan anak, bisa habis lebih dari satu juta,” katanya. Ia menyebut banyak orangtua yang sebenarnya keberatan, namun memilih diam karena khawatir berdampak pada anak mereka di sekolah. “Kami setuju kegiatan keagamaan, tapi jangan memberatkan. Kalau bisa ada keringanan atau alternatif lain,” ujar satu wali murid MtsN 2 Cirebon. Ziarah+ MTsN 2 Cirebon 2026. Berdasarkan hasil Polling orang tua kelas 8 MTsN 2 Cirebon, sebagian besar menyetujui pelaksanaan kegiatan Ziaroh+ MTsN 2 Cirebon yang diperuntukan “Kelas VIII MTsN 2 Cirebon” Kegiatan Ziaroh+, in syaa Allah akan dilaksanakan pada: 📅 Tanggal: 21 – 22 Januari 2026 ⏰ Pukul: 14.00 – selesai 📍 Tempat: Cirebon – Demak – The Jogja 💡 Fasilitas: ✅ Bus Pariwisata ✅ Kaos ✅ Snek ✅ Makan ✅ P3K 🏛️Lokasi Ziaroh+ : ✅. Maqbaro KH. Amin Sepuh ✅. Maqbaro KH. Hanan ✅. Maqbaro Sunan Gunung jati ✅. Maqbaro Sunan kali jaga ✅. Borobudur ✅. Museum Merapi ✅. Taman Pintar ✅. Malioboro 💲Biaya : Rp. 600.000 Wahh menarik dan bermanfaat sekali, “Joint With US”. (Sudrajat) Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi (KDM), bersikeras melarang study tour karena dianggap membebani ekonomi orang tua siswa, menjadikannya objek ekonomi, dan eksploitatif, Meskipun ziarah wali, bagian dari tradisi religius, jika dikemas dalam bentuk karyawisata sekolah yang memungut biaya, hal tersebut bertentangan dengan kebijakan larangan study tour yang dikeluarkan oleh KDM. Secara prinsip, jika MTs mengadakan ziarah yang dikategorikan sebagai study tour (terutama yang melibatkan biaya besar atau keluar kota), hal tersebut termasuk dalam aktivitas yang dilarang oleh KDM. Awak media melakukan kunjung ke MTsN 2 Cirebon gunakan melakukan klarifikasi atas kegiatan Study Tour Ziarah yang sedang berlangsung, namun sebagian guru panitia dan kepala sekolah sedang keluar dan awak media melakukan via wa Wakasek “Jaja” diri hanya berkata “Saya lagi ngurus ada anak kecelakaan”, ujarnya (Tim Infestigasi)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Beredar Surat Undangan Nonton Bareng Bayar Rp 50 Ribu SMP Negeri 2 Sumber Menjadi keluhan orang tua siswa, himbauan SMPN 2 Sumber yang berada d kelurahan Babakan berisi himbauan nonton bareng siswa diminta Rp 35rb tiket masuk dan Rp 15rb transportasi mendadak jadi sorotan. Rabu, 21/1/2026. Salah satu orang tua murid SMPN 2 Sumber mengungkapkan pada awak media bahwa Surat tersebut diduga menjadi bentuk pungutan liar (pungli) yang memicu protes dari para orang tua siswa, di mana isi surat menyebutkan, Jadwal Nobar Penguatan Pendidikan Karakter Sesuai Perpres No 87 Tahun 2017 Melalui media Film “*CYBER BULLYING*” Dimana Program PPK ini di Dukung dan Di Himbau Oleh Pejabat : – Kapolri – Mentri Komunikasi dan Digital – Wakil Mentri Ekonomi Kreatif – Wakil Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, SMPN 2 SUMBER akan melaksanakan Nobar pada hari Sabtu, 24 Jan 2026, Jam Tayang 13:0, bioskop yang di pilih CGV TRANSMART, dengan Harga Tiket 35.000/siswa. Bahkan panitia nobar sudah menjadwalkan uang tiket H-2 akan datang ke sekolah untuk Pengambilan uang tiket (Barin Sudinta). Prihal Nobar Sifatnya tdk wajib, namun himbauan yg bersifat positif, ada beberapa orang tua siswa menilai kebijakan itu tidak tepat “Saya tidak setuju dan belum membayar. Lebih baik uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau mau nonton bareng, seharusnya diadakan saja di sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya. Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui kepala SMPN 2 Sumber, karena sedang tidak ada di sekolah. (Tim Infestigasi)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SMPN 5 Ciracap, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menggelar syukuran rampungnya revitalisasi bangunan sekolah yang didanai bantuan pemerintah pusat, Rabu 21 Januari 2026. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pemanfaatan gedung baru. Acara syukuran dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan penceramah Ustadz Abdul Aziz dari desa setempat. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh warga sekolah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Zetta Nusantara Putra, Kepala Sekolah Dadan Suherlan, Ketua Komite Sekolah Ikan Wikanta, tokoh masyarakat, tokoh agama, dewan guru, siswa-siswi, serta tamu undangan lainnya. Zetta Nusantara Putra menyampaikan bahwa revitalisasi tahun anggaran 2025 membawa perubahan signifikan, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan bangunan sekolah. “Kondisinya sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Dulu bangunan cukup rentan, sekarang lebih aman dan nyaman,” ujarnya. Dia berharap motivasi siswa dan guru semakin meningkat serta lebih semangat dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. Dia berpesan agar seluruh warga sekolah menjaga hasil revitalisasi, baik dari sisi kebersihan maupun keamanan fasilitas. Sementara itu, Kepala Sekolah Dadan Suherlan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah atas dukungan revitalisasi sekolah dengan anggaran sekitar Rp676 juta. Di mana bantuan itu mencakup perbaikan tiga ruang kelas serta pembangunan satu ruang laboratorium. “Kami sangat bersyukur. Gedung yang lebih representatif ini menjadi harapan kami selama ini. Semoga dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta memotivasi guru dalam memberikan pengajaran terbaik,” ungkapnya. Dadan berharap ke depan ada dukungan lanjutan untuk penambahan ruang kelas lainnya seiring meningkatnya jumlah peserta didik. Ia juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi siswa SMPN 5 Ciracap yang berhasil meraih juara dua Gala Siswa Indonesia tingkat Kabupaten Sukabumi. Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Aziz mengajak seluruh warga sekolah menjaga amanah dengan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun serta meneladani kegigihan Nabi Muhammad SAW dalam menuntut ilmu. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, serta penampilan seni siswa sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya revitalisasi gedung sekolah. (Dicky)
CIREBON Bidik-kasusnews.com,.Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. menjadi narasumber dalam kegiatan Penerangan Hukum bagi Kepala Sekolah di lingkungan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Cirebon, yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di SMP Negeri 1 Beber, Jalan Raya Beber No. 215, Desa Beber, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan penguatan pemahaman hukum bagi para kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di lingkungan satuan pendidikan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, S.I.K., Kapolsek Beber AKP Mokhamad Yusuf Ariandi, S.H., PS. Kasi Humas Polresta Cirebon IPDA Ivan Arief Munandar, S.Kom., Kanit Provos IPDA Feri, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto, S.Pd., M.M., Ketua MKKS SMP Kabupaten Cirebon H. Asup Suparlan, M.Pd., serta seluruh Kepala SMP Negeri se-Kabupaten Cirebon. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa, sambutan-sambutan, pendalaman materi penerangan hukum, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan penutup. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto, S.Pd., M.M. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolresta Cirebon dalam kegiatan pembinaan rutin bulanan tersebut. Ia berharap arahan dan bimbingan yang diberikan dapat menjadi pedoman bagi para kepala sekolah dalam menghadapi berbagai persoalan hukum di lingkungan sekolah. “Pada kesempatan ini kami mohon arahan dari Bapak Kapolresta terkait potensi pelanggaran hukum di sekolah, agar para kepala sekolah dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama dalam pemaparannya menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan Dinas Pendidikan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Ia menyampaikan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul di lapangan. “Kami siap mendukung apa yang dikerjakan oleh bapak dan ibu kepala sekolah. Silakan berkomunikasi dan berbagi, jangan sampai tugas pendidikan terganggu oleh hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. Kapolresta juga menekankan bahwa program Police Go To School merupakan wujud komitmen Polri dalam mengawal dan mendukung proses pendidikan generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama memaparkan sejumlah permasalahan hukum yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, seperti kenakalan remaja, geng motor, perundungan, hingga potensi tindak pidana pelecehan seksual dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Ia mengimbau para kepala sekolah untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik sebagai langkah pencegahan sejak dini. Melalui kegiatan penerangan hukum ini, diharapkan para kepala sekolah SMP Negeri di Kabupaten Cirebon semakin memahami aspek hukum yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya, mampu mencegah terjadinya pelanggaran hukum di lingkungan sekolah, serta meningkatkan kesadaran hukum seluruh warga sekolah guna mewujudkan iklim pendidikan yang aman, tertib, dan berlandaskan hukum. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – SDN Sukatani, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menggelar acara syukuran dan peresmian bangunan hasil revitalisasi, Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut menandai selesainya pembangunan sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Pemerintah Pusat. Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, dihadiri Kepala SDN Sukatani Purna Irawan, S.Pd, Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Ketua K3S Sulaeman, Ketua PGRI Iwan Gunawan. Hadir pula Pengawas Sekolah Asep Heriyanto, Kepala Desa Sukatani H. Sulaeman beserta istri, para guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Penampilan seni tari dari siswa-siswi SDN Sukatani menjadi pembuka acara sebagai penyambutan rombongan Camat Surade, dilanjutkan dengan prosesi gunting pita sebagai simbol peresmian bangunan revitalisasi. Camat Surade Unang Suryana menyampaikan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Surade. Ia menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi penerus yang tangguh, cakap dan berwawasan luas baik dalam ilmu pengetahuan dan berakhlakul karimah. “Kami mendukung penuh program pendidikan, salah satunya di SDN Sukatani. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian Pendidikan yang telah mengucurkan bantuan. Tanpa peran guru dan sekolah, mustahil lahir generasi yang cerdas dan berdaya saing,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan aparat keamanan untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif di tengah dinamika pergaulan anak-anak saat ini. Sementara itu, Kepala SDN Sukatani Purna Irawan mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya revitalisasi sekolah yang dinilai sangat berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. “Alhamdulillah, pada tahun 2025 SDN Sukatani menerima bantuan Program Revitalisasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan, Gubernur Jawa Barat, Bupati Sukabumi, serta seluruh pihak yang telah mendukung,” katanya. Ia menjelaskan, bantuan tersebut direalisasikan melalui pembangunan rehab berat enam ruang kelas, perpustakaan, kantor sekolah, UKS, serta toilet siswa dan guru. Seluruh pembangunan didanai dengan anggaran sebesar Rp1.076.432.658 dan telah selesai serta siap dimanfaatkan. “Ini adalah amanah besar yang terwujud berkat kerja sama seluruh pihak. Semoga revitalisasi ini menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” pungkasnya. ((Dicky)