Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka Polda Jabar bersama Tim Ketahanan Pangan Bagian SDM Polres Majalengka melaksanakan pengecekan lahan yang akan ditanami jagung di wilayah Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan produktif yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka. Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lahan, kesiapan area tanam, serta berbagai faktor pendukung yang diperlukan untuk keberhasilan budidaya jagung. Tim juga berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat guna memastikan proses penanaman dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Program penanaman jagung ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah. Kasat Lantas Polres Majalengka menyampaikan bahwa keterlibatan personel Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah. “Kami siap mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Kegiatan pengecekan ini merupakan langkah awal untuk memastikan lahan yang akan ditanami jagung berada dalam kondisi yang layak dan siap untuk dikelola,” ujarnya. Sementara itu, Tim Ketahanan Pangan SDM Polres Majalengka menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan pengecekan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen Polres Majalengka dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Rabu 17 Juni 2026* – Polres Kuningan, Polda Jawa Barat, menegaskan komitmennya mengawal program ketahanan pangan nasional dengan turun langsung ke lapangan setiap hari. Sehari setelah kegiatan peninjauan tanaman jagung bersama petani , Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. menyatakan seluruh jajaran akan ikut bertani dan mengawal hasil panen petani sampai proses pengiriman ke pabrik. “*Mulai hari ini Polres Kuningan tidak hanya monitoring. Anggota kami turun ke sawah setiap hari, ikut bertani bersama petani, dan kami kawal hasil panennya sampai masuk ke truk pengiriman menuju pabrik. Ini bentuk nyata Polri hadir untuk petani, bukan hanya di atas kertas*,” tegas AKBP Muhammad Ali Akbar. Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., http://C.PHR. bersama Kasat Reskrim AKP Abdul Azis sebelumnya telah meninjau langsung perkembangan komoditas jagung di wilayah Kabupaten Kuningan. Jagung dipilih karena menjadi pilar strategis pangan lokal dengan potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Kuningan. Dalam kegiatan tersebut Polres Kuningan menjalankan 3 pilar utama: 1. *Cek Lapangan*: Peninjauan langsung kondisi lahan, pola tanam, dan kendala teknis. 2. *Serap Aspirasi*: Dialog lesehan bersama petani untuk mendengar langsung keluhan hama, pupuk, air, hingga distribusi. 3. *Komitmen Monitoring Berkala*: Update progres harian dan pengawalan rantai pasok dari hulu ke hilir. Polres Kuningan juga menempatkan personel sebagai garda keamanan petani. Fokus pengawalan meliputi penguraian hambatan distribusi pupuk bersubsidi dan benih, pencegahan pungli serta praktik mafia pupuk, serta pendampingan intensif agar target kuantum panen daerah dapat menyokong stok pangan nasional. “Kami ingin para ‘pahlawan pangan’ ini bekerja tenang, aman, dan fokus. Polri akan terus memonitor dan meng-update setiap progres di lapangan secara konsisten, mulai dari lumpur sawah sampai roda truk pengiriman ke pabrik ,” tambah Kompol Eryda Kusumah. Dengan sinergi aparat keamanan dan kelompok tani yang dipantau harian, Kabupaten Kuningan optimis mampu meningkatkan produktivitas pertanian signifikan dan menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, menggelar aksi gotong royong pemupukan tanaman jagung, Rabu (17/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian warga ini menjadi wujud kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para petani. Anggota Satlantas Polres Kuningan tampak membaur bersama petani, menyusuri lahan untuk memastikan tanaman jagung mendapatkan asupan nutrisi yang tepat melalui proses pemupukan. Kasat Lantas Polres Kuningan menyampaikan bahwa keterlibatan anggotanya dalam sektor pertanian ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kuningan dalam mendukung suksesnya swasembada pangan. Menurutnya, pendampingan tidak hanya dilakukan dalam bentuk pengawasan, tetapi juga terjun langsung membantu kendala yang dihadapi para petani di lapangan. ”Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Kelompok Tani, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil panen. Salah satunya melalui aksi penanaman dan pemupukan jagung ini. Kami ingin memastikan sektor ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Kuningan terus berjalan dengan baik dan maksimal,” ujar Kasat Lantas di sela-sela kegiatan. Aksi ini disambut positif oleh warga Desa Cibulan. Para petani mengaku terbantu dengan kehadiran anggota Polri yang memberikan suntikan semangat serta tenaga ekstra dalam merawat tanaman jagung mereka. Diharapkan, sinergi antara kepolisian dan masyarakat ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Polres Kuningan menegaskan akan terus memantau serta mendukung berbagai program pertanian lainnya sebagai upaya menjaga stabilitas ketersediaan pangan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)
CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Ditutupnya pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) Tahun 2026 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB masih menyisakan berbagai persoalan dan keluhan dari masyarakat. Sejumlah orang tua siswa mengaku mengalami kesulitan saat proses pendaftaran akibat gangguan sistem yang dinilai kerap mengalami error dan sulit diakses. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena para calon peserta didik dan orang tua tidak dapat memantau perkembangan pendaftaran secara maksimal. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Biker Jurnalis Indonesia (BJI), Arief Yolando, menyampaikan keprihatinan sekaligus penyesalannya terhadap pelaksanaan PCMB tahun ini yang dinilai belum berjalan optimal. Menurut Arief, pihaknya menerima banyak laporan terkait aplikasi dan website PCMB yang sering mengalami gangguan, terutama pada saat-saat krusial menjelang penutupan pendaftaran. “Tujuan digitalisasi memang baik untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Namun apabila sistem yang digunakan justru sering mengalami gangguan dan sulit diakses, tentu akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Apalagi ini menyangkut masa depan pendidikan anak-anak,” ujar Arief kepada awak media, Senin (15/6/2026). Selain persoalan teknis, Arief juga menyoroti adanya dugaan kejanggalan dalam proses seleksi di SMAN 3 Kota Cirebon. Ia menjelaskan, pihaknya menerima informasi mengenai seorang calon murid berinisial A, warga Kelurahan Larangan, yang mendaftar melalui jalur domisili. Berdasarkan data yang diterima, jarak rumah calon siswa tersebut dengan sekolah hanya sekitar 500 meter. Pada hasil seleksi yang diumumkan tanggal 8 Juni 2026, nama siswa tersebut tercatat berada di peringkat ke-122. Setelah Dinas Pendidikan Jawa Barat memperpanjang masa pendaftaran hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB, posisi siswa tersebut turun ke peringkat 138, sesuai batas kuota jalur domisili yang tersedia. Namun, setelah kembali dilakukan perpanjangan pendaftaran hingga 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB, nama siswa tersebut justru tidak lagi muncul dalam daftar calon murid yang diterima. “Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat. Bagaimana mungkin seorang calon peserta didik yang sebelumnya masih berada dalam kuota penerimaan tiba-tiba tidak lagi muncul dalam sistem. Hal seperti ini harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan,” tegasnya. Lebih lanjut, Arief mengungkapkan bahwa ketika pihak BJI bersama sejumlah anggotanya melakukan konfirmasi ke sekolah, pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka hanya menjalankan mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kebijakan perpanjangan masa pendaftaran perlu dievaluasi secara serius, terutama di wilayah yang kuotanya telah terpenuhi sejak awal. “Seharusnya ada pertimbangan yang lebih matang. Untuk SMAN 3 Kota Cirebon misalnya, apabila kuota telah terpenuhi dan tidak terdapat kendala signifikan, perpanjangan justru berpotensi memunculkan polemik baru di kalangan wali murid. Kebijakan ini patut dievaluasi dan diuji efektivitasnya,” ujarnya. Atas berbagai persoalan tersebut, BJI mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PCMB tahun ini, baik dari sisi teknis aplikasi, transparansi sistem seleksi, maupun mekanisme pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahun mendatang. “Kami meyakini Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat beserta jajarannya memiliki kemampuan dalam menyusun regulasi. Namun apabila dalam pelaksanaannya regulasi tersebut justru menimbulkan banyak persoalan dan keresahan di masyarakat, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi secara menyeluruh,” kata Arief. Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin melalui sistem yang adil, transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. “Harapan kami sederhana, yakni menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang objektif, transparan, mudah diakses, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh calon peserta didik tanpa terkecuali. Yang lebih penting, jangan sampai aturan atau kebijakan yang dibuat justru menimbulkan trauma bagi anak-anak dan bahkan menjadi penyebab mereka kehilangan semangat untuk melanjutkan pendidikan hingga berujung putus sekolah,” pungkas Arief Yolando yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI Kota Cirebon. (Asep Rusliman) Kontak Pengaduan PCMB 2026: 0878-4888-8484.
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Komitmen menyukseskan swasembada pangan nasional bukan cuma di atas kertas, Menunjukkan intensitas dan totalitas yang luar biasa dalam melaksanakan program pemerintah, Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., bersama Jajaran Polres Kuningan, Jawa Barat, membuktikannya dengan turun langsung ke sawah dan ladang untuk menemui para petani di wilayah Kabupaten Kuningan pada Selasa (16/6/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk bersinergi erat dengan para petani hebat di daerah. Aksi jemput bola ini diambil untuk memastikan program strategis nasional terkait ketahanan pangan berjalan mulus tanpa hambatan di tingkat tapak melalui tiga pilar utama, Cek Lapangan, Serap Aspirasi, dan Komitmen Monitoring Berkala. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., C.PHR., bersama Kasat Reskrim AKP Abdul Azis meninjau langsung perkembangan komoditas tanaman jagung, Jagung dipilih karena menjadi salah satu pilar strategis pangan lokal yang memiliki potensi ekonomi tinggi bagi warga Kuningan. Dialog Lesehan Serap Aspirasi dari Hulu ke Hilir Polisi tidak hanya datang untuk memantau, tetapi juga menggelar dialog lesehan yang hangat bersama para petani setempat. Langkah humanis ini dilakukan guna menyerap aspirasi dan memetakan masalah riil di lapangan—mulai dari kendala pola tanam, tantangan hama, hingga akses krusial terhadap pupuk dan air. Polres Kuningan menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial sesaat, Pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan update progres secara berkala dan monitoring ketat secara berkelanjutan, Setiap kendala yang ditemukan di lapangan akan terus dikawal perkembangannya hingga tuntas, memastikan tidak ada ruang bagi sumbatan birokrasi maupun gangguan teknis yang merugikan petani. Sinergi Taktis Lapangan, Polri Pengawal Utama Ketahanan Pangan Bagi kementerian terkait, aksi tegas Polres Kuningan ini mencerminkan bentuk manajemen risiko (risk management) yang konkret serta pengamanan jalur distribusi pangan dari hulu ke hilir, Polri berdiri di garda terdepan untuk memastikan stabilitas sektor agraris. * Fokus Pengawalan Ketat Kepolisian di Lapangan, Penyelesaian Kendala Teknis & Distribusi: Mengurai hambatan rantai pasok (seperti distribusi pupuk bersubsidi atau benih) agar tidak mengganggu kalender tanam. * Garda Keamanan Petani, Memastikan lingkungan pertanian kondusif dan bebas dari praktik pungli, mafia pupuk, atau spekulasi tengkulak nakal yang merugikan ekonomi petani. * Optimalisasi Hasil Panen, Mendorong produktivitas melalui pendampingan dan monitoring intensif agar target kuantum panen daerah dapat menyokong stok pangan nasional secara masif. Siap Siaga Jadi Pelindung “Pahlawan Pangan” Wakapolres Kuningan menegaskan bahwa kehadiran institusinya di sektor pertanian ini merupakan instruksi langsung dan tegas untuk mendukung penuh kedaulatan pangan mandiri, Polisi berkomitmen hadir dengan pendekatan yang humanis kepada petani, namun bertindak sangat tegas tanpa kompromi terhadap segala bentuk gangguan yang bisa menurunkan produktivitas lahan atau merusak rantai pasok. “Polres Kuningan selalu siap siaga, berdiri berdampingan dengan para petani. Kami tegaskan bahwa Polri mendukung penuh agenda ketahanan pangan ini, Kami akan terus memonitor dan meng-update setiap progres di lapangan secara konsisten,” ujar Kompol Eryda Kusumah dengan nada optimis. “Kami ingin memastikan para ‘pahlawan pangan’ ini bisa bekerja dengan tenang, fokus, dan aman tanpa perlu mengkhawatirkan gangguan keamanan atau permainan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya. Melalui sinergi yang kokoh, pengawasan yang ketat, serta monitoring yang kontinu antara aparat keamanan dan kelompok tani, Kabupaten Kuningan optimistis mampu mencetak lompatan produksi pertanian yang signifikan, Langkah totalitas ini sekaligus menjadi motor penggerak utama kesuksesan swasembada pangan nasional. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan menyalurkan bantuan pupuk kepada Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Bantuan pupuk ini diberikan untuk menunjang optimalisasi lahan produktif yang sebelumnya telah dikelola melalui kolaborasi antara personel Satlantas Polres Kuningan dengan para petani setempat. Sejak tahap awal, yaitu persiapan lahan hingga proses penanaman jagung, pihak kepolisian aktif mendampingi para petani agar hasil panen nantinya dapat maksimal. Kasat Lantas Polres Kuningan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri dalam memperkuat sektor pertanian di tingkat desa. Ia berharap, sinergi yang terjalin antara kepolisian dan masyarakat ini dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi para petani. ”Kami terus berkomitmen untuk mendukung penuh program ketahanan pangan ini. Kami tidak hanya sekadar membantu proses penanaman, tetapi juga memastikan kebutuhan pendukung seperti pupuk tersedia agar produktivitas lahan jagung ini semakin meningkat.” Langkah konkret yang dilakukan Satlantas Polres Kuningan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran kepolisian di tengah-tengah petani diharapkan mampu memotivasi warga untuk lebih produktif dalam mengolah lahan pertanian, sehingga kemandirian pangan di wilayah Kabupaten Kuningan, khususnya di Desa Cibulan, dapat terus terjaga. Ke depan, Satlantas Polres Kuningan menegaskan akan terus konsisten memberikan dukungan bagi para petani, baik melalui pendampingan teknis maupun bantuan sarana produksi, demi menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka Polda Jabar yang dipimpin oleh Kanit Kamsel bersama personel Satlantas melaksanakan kegiatan penyiraman tanaman jagung di lahan milik Satlantas Polres Majalengka yang berlokasi di Blok Pancurendang, Kelurahan Babakan Jawa, Kabupaten Majalengka, Minggu (14/6/2026). Kegiatan penyiraman ini merupakan bagian dari upaya perawatan tanaman jagung yang telah ditanam sebelumnya guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Majalengka. Kanit Kamsel Satlantas Polres Majalengka menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan produktif oleh jajaran Satlantas merupakan langkah positif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sektor pertanian di lingkungan kepolisian. “Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Perawatan tanaman secara rutin, termasuk penyiraman, menjadi faktor penting agar tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal,” ujarnya. Seluruh personel yang terlibat tampak antusias melaksanakan penyiraman dan pengecekan kondisi tanaman di area lahan pertanian tersebut. Diharapkan, tanaman jagung yang dibudidayakan dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang bermanfaat sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Polres Majalengka melalui Satlantas akan terus berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan lahan produktif dan kegiatan pertanian berkelanjutan. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka dan anggota melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah warakawuri, istri dari almarhum Iman Mulyawan, yang beralamat di Grand Karayunan Permai Blok G10, Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Senin (15/6/2026). Kegiatan anjangsana tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Majalengka dan diikuti oleh Wakapolres Majalengka, Kabag Ren Polres Majalengka, Kapolsek Cigasong, Kapolsek Majalengka Kota, Kanit Regident, KBO Satlantas, Kanit Paminal, Kanit Turjawali, serta anggota Polres dan Polsek jajaran. Anjangsana ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian Polri kepada keluarga besar Polri, khususnya para warakawuri yang telah mendampingi suami mereka dalam masa pengabdian kepada bangsa dan negara melalui institusi Kepolisian Republik Indonesia. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana merupakan wujud penghormatan dan penghargaan kepada keluarga besar Polri yang telah memberikan dukungan selama masa pengabdian anggota kepolisian. “Melalui kegiatan anjangsana ini, kami ingin terus menjalin silaturahmi dan menunjukkan bahwa keluarga besar Polri selalu hadir serta memberikan perhatian kepada para warakawuri. Pengabdian almarhum semasa bertugas menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan institusi Polri yang patut dihargai,” ujar AKBP Rita Suwadi. Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, rombongan Polres Majalengka berkesempatan bersilaturahmi serta berbincang langsung dengan keluarga almarhum. Kehadiran Kapolres beserta jajaran menjadi bentuk nyata kepedulian institusi Polri terhadap keluarga yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdian Polri. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan dukungan moral dan semangat kepada keluarga warakawuri agar tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar Polri. Kapolres menambahkan bahwa peringatan HUT Bhayangkara Ke-80 tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa-jasa para anggota Polri yang telah mengabdikan diri demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Keluarga almarhum Iman Mulyawan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kunjungan yang dilakukan Kapolres Majalengka beserta rombongan. Kehadiran jajaran Polres Majalengka dinilai sebagai bentuk kepedulian yang memberikan kebahagiaan dan semangat tersendiri bagi keluarga. Kegiatan anjangsana berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, Polres Majalengka berharap hubungan silaturahmi dengan keluarga besar Polri, khususnya para warakawuri, dapat terus terjalin erat sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam menyambut HUT Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. (Asep Rusliman)
Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Cirebon gencar melaksanakan aksi preventif demi menekan angka kriminalitas dan menjaga moralitas generasi muda. Petugas menggelar kegiatan Mobile Sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta menyampaikan imbauan tegas untuk menghentikan konsumsi minuman keras (miras) maupun miras oplosan. Kegiatan yang menyasar langsung pemukiman warga ini dilaksanakan secara maraton pada Minggu (14/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas menyaambangi warga di wilayah Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, dan di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, pendekatan secara berpindah tempat ini sengaja dipilih guna memperluas jangkauan edukasi agar pesan pencegahan tersampaikan secara merata ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya yang sedang berkumpul di ruang publik. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen polri yang hadir langsung di tengah-tengah warga demi menyelamatkan masa depan bangsa. Melalui edukasi tatap muka ini, diharapkan pemahaman masyarakat, terutama bagi kalangan remaja dan generasi muda, dapat semakin meningkat mengenai dampak buruk narkoba serta zat adiktif seperti miras oplosan yang sangat fatal bagi kesehatan fisik, mental, hingga masa depan mereka,” katanya. Selain memberikan penyuluhan mengenai bahaya kesehatan dan sanksi hukum, petugas di lapangan juga memperkuat partisipasi publik dalam aspek pengawasan lingkungan. Pihak kepolisian memberikan pemahaman kepada warga mengenai langkah cepat jika mendapati atau mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba maupun pesta miras di sekitar tempat tinggal mereka. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor dan dipermudah dengan cara memanfaatkan saluran telepon Call Center 110 Polresta Cirebon agar aduan tersebut dapat segera direspons oleh petugas. Seluruh rangkaian sosialisasi keliling di dua kecamatan tersebut berlangsung secara interaktif, tertib, lancar, serta kondusif,” pungkasnya. (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.15 Juni 2026 -Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sektor pertanian dan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan melaksanakan kegiatan penanaman jagung di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang berlangsung hari ini merupakan puncak dari serangkaian tahapan panjang yang telah dilakukan sebelumnya. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat tani ini telah dimulai sejak beberapa waktu lalu melalui beberapa langkah strategis, di antaranya: – Pengecekan Teknis: Melakukan survei dan pengecekan kualitas tanah untuk memastikan lahan layak digunakan sebagai area tanam produktif. – – Dukungan Sarana Produksi: Memberikan bantuan berupa cairan pembasmi rumput (herbisida) untuk persiapan lahan serta penyerahan bibit jagung unggul kepada Kelompok Tani setempat. – – Penggarapan Lahan: Mendampingi serta membantu proses pengolahan lahan agar siap untuk ditanami. Puncak dari rangkaian tersebut terlaksana hari ini, di mana personel Sat Lantas Polres Kuningan bahu-membahu bersama para petani melakukan penanaman bibit jagung secara langsung di lahan yang telah disiapkan. Kasat Lantas Polres Kuningan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tugas seremonial, melainkan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri, khususnya Sat Lantas Polres Kuningan, hadir untuk mendukung kesejahteraan petani dan turut serta menyukseskan program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah,” ujarnya. Diharapkan, dengan adanya pendampingan ini, produktivitas hasil panen jagung di Desa Cibulan dapat meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat ekonomi lokal serta mendukung stabilitas ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)