Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,. Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Bakti Religi di kawasan Makam Kramat Pangeran Cakrabuana (Mbah Kuwu Sangkan), Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus wujud kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Cirebon. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Kasat Polair Polresta Cirebon Kompol Akmadi, S.H., M.H., para pejabat utama, perwira, serta personel Polresta Cirebon. Kehadiran jajaran kepolisian tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam kegiatan Bakti Religi tersebut, personel Polresta Cirebon melaksanakan kerja bakti membersihkan area makam, halaman, jalan akses menuju lokasi, saluran air, serta fasilitas umum lainnya yang berada di sekitar kawasan Makam Kramat Pangeran Cakrabuana. Dengan penuh semangat kebersamaan, seluruh peserta kegiatan bergotong royong membersihkan lingkungan guna menciptakan suasana yang lebih bersih, nyaman, dan tertata bagi masyarakat maupun para peziarah yang datang dari berbagai daerah. Makam Kramat Pangeran Cakrabuana atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Kuwu Sangkan merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah Cirebon. Oleh karena itu, kebersihan dan kelestarian kawasan tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar tetap terjaga sebagai warisan budaya yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan bahwa kegiatan Bakti Religi tidak hanya sekadar aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat. Menurutnya, Hari Bhayangkara bukan hanya momentum peringatan institusi Polri, melainkan juga kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung. “Melalui kegiatan Bakti Religi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, nilai-nilai budaya, dan tempat-tempat yang memiliki makna sejarah bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Kombes Pol Imara Utama. Selain melaksanakan kerja bakti, Polresta Cirebon juga menyerahkan bantuan berupa alat-alat kebersihan kepada pengelola kawasan Makam Kramat Pangeran Cakrabuana. Bantuan tersebut terdiri dari berbagai perlengkapan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan Polresta Cirebon terhadap upaya menjaga kebersihan kawasan makam yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata religi dan ziarah masyarakat. Dengan tersedianya sarana kebersihan yang memadai, diharapkan kondisi lingkungan dapat terus terjaga sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung. Kegiatan Bakti Religi ini juga dilaksanakan secara serentak oleh 27 Polsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum masing-masing. Berbagai lokasi dipilih sebagai sasaran kegiatan, mulai dari masjid, musala, gereja, tempat ibadah lainnya, hingga situs sejarah dan fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pelaksanaan kegiatan secara serentak tersebut menjadi bukti nyata semangat kebersamaan seluruh jajaran Polresta Cirebon dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Tidak hanya berfokus pada tugas kepolisian, seluruh personel juga didorong untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Melalui tema besar Hari Bhayangkara ke-80 dan semangat “Polri untuk Masyarakat”, Polresta Cirebon terus berupaya memperkuat sinergitas dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Hubungan yang harmonis tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif. Kegiatan Bakti Religi yang berlangsung di Makam Kramat Pangeran Cakrabuana tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadiran anggota Polri yang turut bergotong royong membersihkan lingkungan dinilai sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat yang selama ini terus dibangun. Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang menjadi nilai utama Hari Bhayangkara ke-80 dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Asep Rusliman)
CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar Lomba Menembak Eksekutif yang berlangsung di Lapangan Tembak Dharma Ksatria Sat Brimob Yon C Pelopor Talun, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Mountoya, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Lomba menembak ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Polresta Cirebon dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus sebagai ajang peningkatan kemampuan personel Polri dalam bidang menembak secara profesional, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Kompol Apt. Bagus Amrulloh Nuru Imamawan, S.Farm., S.I.K., Wadanyon Kompol Dudin Taptjani, S.Sos., serta para Pejabat Utama (PJU) Polresta Cirebon, personel Polresta Cirebon, dan personel Brimob Yon C Pelopor. Kegiatan lomba menembak eksekutif ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan kompetisi, tetapi juga sebagai wadah mempererat sinergitas, soliditas, serta jiwa korsa antar personel Polri. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan kerja yang semakin harmonis antar satuan fungsi maupun antar satuan wilayah dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kemampuan teknis personel, khususnya dalam penggunaan senjata api secara aman dan profesional. “Lomba menembak ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dasar personel Polri, terutama dalam hal konsentrasi, ketelitian, pengendalian diri, serta kedisiplinan dalam penggunaan senjata api. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat soliditas dan kebersamaan di lingkungan Polresta Cirebon,” ungkapnya. Lebih lanjut, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa peningkatan kemampuan personel merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks di tengah dinamika masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan kemampuan melalui kegiatan seperti lomba menembak ini akan terus didorong secara berkelanjutan. Selain aspek peningkatan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi sarana refreshing bagi personel di tengah padatnya tugas operasional, sehingga diharapkan dapat menjaga semangat, motivasi, serta mentalitas kerja yang tetap optimal. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan mengedepankan faktor keselamatan. Peserta lomba mengikuti setiap tahapan dengan penuh antusias serta tetap mematuhi aturan dan standar keselamatan yang telah ditetapkan panitia. Kegiatan Lomba Menembak Eksekutif Polresta Cirebon dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan profesionalisme, soliditas, serta semangat pengabdian seluruh personel Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Asep Rusliman)
Kab Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,. Kasus hilangnya uang tunai senilai Rp850 juta di tengah perjalanan milik BRILink Amanda hingga saat ini masih menyisakan tanda tanya besar dan belum terpecahkan.(19/06/2026) Uang tersebut baru saja diambil dari Kantor bank Cabang Indramayu, namun saat perjalanan uang tersebut yang ada di dalam kendaraan raib di gasak yang tepatnya di depan sebuah toko di Blok Karang Gaga, Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Seperti pepatah yang mengatakan “malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih”, kesialan ini menimpa korban secara tiba-tiba. Saat itu korban sedang dalam perjalanan menuju pulang, tetapi memutuskan berhenti sejenak untuk membeli air mineral di toko tersebut. Tanpa disangka, dalam waktu singkat uang yang tersimpan di dalam kendaraan tersebut lenyap dibawa oleh pelaku. Aksi Koboy yang berani itu dilakukan di siang bolong. Pelaku diketahui memakai helm menggunakan sepeda motor, sehingga dengan mudah melarikan diri setelah berhasil mengambil barang berharga tersebut. Meskipun kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian sejak kejadian, namun hingga terhitung dua hari berselang, pelaku belum berhasil ditangkap dan diidentifikasi. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan yang disampaikan oleh pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan yang sedang dijalankan. Masyarakat di sekitar lokasi mengaku terkejut dengan keberanian pelaku beraksi di waktu dan tempat yang masih cukup ramai. Sementara itu, publik terus menunggu informasi lebih lanjut dari aparat kepolisian agar kasus ini segera terungkap dan keamanan di lingkungan sekitar dapat kembali terjamin. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Polres Kuningan bersama Forkopimda dan kelompok tani menggelar aksi nyata mendukung ketahanan pangan nasional melalui agenda “Panen Raya Jagung Polres Kuningan Dalam Rangka Mendukung Swasembada Jagung”, Kamis siang. Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian jagung ini dihadiri oleh jajaran kepolisian, pemerintah daerah, Bulog, serta masyarakat petani setempat.19/06/2026. Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., turun langsung ke lapangan memimpin jalannya panen raya, Didampingi jajarannya, termasuk Kasat Reskrim AKP Abdul Azis, S.H., pejabat Pemda, dan perwakilan Bulog, mereka bersama-sama mengangkat hasil panen jagung pipil kering yang melimpah Mendorong Produktivitas Petani Lokal Panen raya ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan terintegrasi yang digagas oleh Polri. Melalui optimalisasi pekarangan pangan bergizi dan pemanfaatan lahan produktif, Polres Kuningan bergerak aktif mendorong petani lokal untuk terus meningkatkan produksi jagung. Komoditas ini dinilai sangat strategis karena selain menjadi bahan konsumsi, juga memegang peran vital sebagai pakan ternak dan bahan baku industri. “Kegiatan ini adalah bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Bulog, dan para petani untuk mewujudkan swasembada jagung nasional. Kami ingin memastikan petani di Kuningan semakin sejahtera dan Indonesia mampu mandiri tanpa harus bergantung pada impor,” tegas AKBP Muhammad Ali Akbar di sela-sela kegiatan panen. Pendampingan Total dan Penyerapan Hasil Panen Guna memastikan keberlanjutan program ini, Polres Kuningan berkomitmen penuh untuk melakukan pendampingan kepada para petani secara berskala, mulai dari proses pembibitan, perawatan tanaman, hingga strategi pemasaran hasil tani. Seluruh hasil panen raya ini nantinya akan diserap langsung oleh Bulog. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional. Dengan hamparan lahan jagung yang luas dan hasil panen yang memuaskan, agenda ini menjadi simbol optimisme bahwa Kabupaten Kuningan mampu berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan di Jawa Barat. ( Asep Rusliman)
KUNINGAN,- Bidik-kasusnews.com,.Sebagai wujud dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, Satlantas Polres Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program pertanian. Pasca kegiatan penanaman jagung yang dilakukan bersama kelompok tani di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, kini personel Satlantas aktif melakukan pemantauan perkembangan tanaman secara berkala. Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan menggandeng petugas dari Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa bibit jagung yang telah ditanam mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga mampu tumbuh dengan optimal. ”Kami tidak hanya sekadar menanam, tetapi kami ingin memastikan program ini berkelanjutan. Oleh karena itu, kami bersama rekan-rekan dari Dinas Pertanian rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi tanaman jagung tersebut,” ujar perwakilan Satlantas Polres Kuningan. Dalam kunjungan rutin tersebut, petugas melakukan pengecekan kesehatan tanaman dan memberikan arahan teknis kepada para petani terkait metode perawatan, pemupukan, hingga pengendalian hama. Langkah preventif dan edukatif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kegagalan panen. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Satlantas Polres Kuningan untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat, khususnya para petani di Desa Cibulan. Melalui pendampingan yang intensif ini, diharapkan hasil panen jagung nantinya dapat melimpah dan memberikan dampak positif bagi ekonomi serta kesejahteraan kelompok tani di Desa Cibulan. Dengan kerja keras dan pengawasan yang berkelanjutan, sinergi antara Polri dan instansi terkait ini optimis dapat mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,.18 Juni 2026 – Komitmen ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan tidak lagi sekadar menjadi wacana di atas meja kerja, Sehari pasca-peninjauan komoditas jagung bersama kelompok tani, Polres Kuningan langsung tancap gas dengan meluncurkan aksi nyata yang masif. Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., menginstruksikan seluruh jajarannya untuk turun langsung ke sawah setiap hari, Menariknya, pengawalan ini dilakukan secara total—mulai dari proses tanam di lumpur sawah hingga memastikan hasil panen aman bergeser ke dalam truk pengiriman menuju pabrik pengolahan. “Mulai hari ini Polres Kuningan tidak hanya melakukan monitoring. Anggota kami turun ke sawah setiap hari, ikut bertani bersama petani, dan kami kawal hasil panennya sampai masuk ke truk pengiriman menuju pabrik. Ini bentuk nyata Polri hadir untuk petani, bukan hanya di atas kertas,” tegas AKBP Muhammad Ali Akbar, Kamis (18/6). Jagung sebagai Pilar Strategis Langkah taktis ini diambil setelah Wakapolres Kuningan, Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., C.PHR., bersama Kasat Reskrim AKP Abdul Azis, meninjau langsung potensi komoditas jagung di wilayah Kuningan. Jagung dinilai sebagai pilar strategis pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi besar untuk mendongkrak kesejahteraan petani lokal. Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Polres Kuningan menerapkan 3 Pilar Pengawalan Ketat: * Cek Lapangan: Meninjau langsung kondisi lahan, pola tanam, serta memetakan kendala teknis yang dihadapi para petani di lapangan. * Serap Aspirasi: Membuka ruang dialog lesehan yang hangat untuk mendengar langsung keluhan terkait hama, ketersediaan pupuk, pengairan, hingga jalur distribusi. * Monitoring Berkala: Melakukan pembaruan (update) progres harian dan mengawal ketat rantai pasok dari hulu ke hilir tanpa terputus. Perang Terhadap Mafia Pupuk dan Pungli Selain membantu aktivitas pertanian, kehadiran personel Polri di sektor agraria ini juga berfungsi sebagai garda pengamanan, Fokus utamanya adalah mengurai sumbatan distribusi pupuk bersubsidi dan benih, sekaligus menutup celah bagi praktik pungutan liar (pungli) serta mafia pupuk yang kerap merugikan petani. Dengan adanya pengamanan ini, diharapkan target kuantum panen di Kabupaten Kuningan dapat tercapai secara maksimal guna menyokong cadangan pangan nasional. “Kami ingin para ‘pahlawan pangan’ ini bekerja dengan tenang, aman, dan fokus, Polri akan terus memonitor dan meng-update setiap progres di lapangan secara konsisten, mulai dari lumpur sawah sampai roda truk pengiriman ke pabrik,” pungkas Kompol Eryda Kusumah. Melalui sinergi harian antara aparat kepolisian dan kelompok tani, Kabupaten Kuningan optimistis mampu mendongkrak produktivitas pertaniannya sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu motor penggerak swasembada pangan nasional. ( Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, jajaran Satlantas Polres Kuningan melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring hasil penanaman jagung di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Kamis (18/06/2026). Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Kuningan didampingi langsung oleh Kepala Desa Cibulan beserta seluruh perangkat desa setempat. Mereka meninjau langsung area lahan pertanian jagung yang dikelola oleh kelompok tani desa guna memastikan perkembangan tanaman berjalan dengan optimal. Kepala Desa Cibulan menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian yang tidak hanya berfokus pada ketertiban lalu lintas, namun juga aktif terjun ke lapangan membantu sektor pertanian. Sinergi ini diharapkan mampu membangkitkan semangat para petani dalam meningkatkan produktivitas hasil panen. Lebih lanjut, Satlantas Polres Kuningan menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah Desa Cibulan untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan moril bagi kelompok tani setempat. Kolaborasi ini dirancang sebagai program berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kuningan tetap terjaga. “Kegiatan monitoring ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung, mendapatkan perhatian dan dukungan agar hasilnya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Cibulan,” ujar perwakilan Satlantas Polres Kuningan di sela-sela kegiatan. Diharapkan, dengan adanya sinergi antara kepolisian dan perangkat desa ini, sektor pertanian di Desa Cibulan semakin maju, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,. Kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar kembali menjadi sorotan. Kali ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis tembakau sintetis yang melibatkan empat pelajar sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kabupaten Kuningan. Keempat pelaku diketahui masih berstatus sebagai siswa aktif di tiga SMA negeri berbeda. Mereka diduga terlibat dalam jaringan peredaran tembakau sintetis yang beroperasi dengan memanfaatkan sistem tempel hingga transaksi secara langsung atau cash on delivery (COD). Kasat Narkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo, didampingi Kasi Humas AKP Mugiyono, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari penangkapan salah seorang pelaku di wilayah Kecamatan Kuningan pada Rabu, 17 Juni 2026. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan enam paket tembakau sintetis yang dikemas menggunakan plastik klip bening. Penemuan tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar jaringan yang melibatkan pelajar lainnya. “Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku masih menyimpan sejumlah paket narkotika di beberapa lokasi dengan metode tempel,” ujar AKP Jojo. Berbekal informasi tersebut, tim Satres Narkoba bergerak cepat melakukan pengembangan ke sejumlah titik di wilayah Kelurahan Sukamulya, Kelurahan Cigadung, dan Kelurahan Cirendang. Hasilnya, petugas kembali menemukan lima paket tembakau sintetis yang sebelumnya telah disembunyikan. Tak berhenti sampai di situ, pengembangan kasus terus dilakukan hingga akhirnya polisi berhasil mengamankan tiga pelajar lainnya sekitar pukul 20.10 WIB di wilayah Kecamatan Kuningan. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Di tengah hamparan hijau ladang jagung yang membentang di wilayah Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, langkah nyata mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan jajaran Polres Majalengka. Kaur Min Satnarkoba IPDA Dodo Suhada bersama anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka turun langsung melakukan pengecekan dan pendampingan kepada petani jagung setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan, sekaligus memastikan produktivitas pertanian berjalan optimal di tingkat daerah. Di sela kunjungan, IPDA Dodo tampak berdialog langsung dengan para petani di tengah area pertanian. Suasana hangat terjalin saat ia menanyakan perkembangan tanaman, estimasi masa panen, hingga berbagai kendala yang dihadapi petani selama proses budidaya jagung. Pendampingan ini tidak hanya sebatas monitoring lapangan, namun juga menjadi upaya membangun kepastian ekonomi bagi petani melalui akses pasar yang lebih terjamin “Kami ingin memastikan hasil panen petani memiliki kepastian harga dan daya serap pasar. Untuk itu, kami juga memberikan edukasi agar hasil panen jagung dapat disalurkan ke Bulog. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan menguatkan ketahanan pangan kita bersama,” ujar Ipda Dodo Suhada. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo menjelaskan, langkah edukatif tersebut mendapat respons positif dari para petani. “Mereka menyambut baik pendampingan yang dilakukan jajaran Satresnarkoba Polres Majalengka dan menyatakan kesiapan menjalin kemitraan strategis dengan Perum Bulog guna memperluas akses distribusi hasil panen,” katanya. Sinergi antara aparat kepolisian dan petani ini menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang kepastian distribusi, stabilitas harga, dan keberlanjutan kesejahteraan petani. Dari ladang jagung di Sindangkasih, semangat membangun kemandirian pangan nasional terus tumbuh dan mengakar. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka Polda Jabar bersama Tim Ketahanan Pangan Bagian SDM Polres Majalengka melaksanakan pengecekan lahan yang akan ditanami jagung di wilayah Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan produktif yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka. Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lahan, kesiapan area tanam, serta berbagai faktor pendukung yang diperlukan untuk keberhasilan budidaya jagung. Tim juga berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat guna memastikan proses penanaman dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Program penanaman jagung ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah. Kasat Lantas Polres Majalengka menyampaikan bahwa keterlibatan personel Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah. “Kami siap mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Kegiatan pengecekan ini merupakan langkah awal untuk memastikan lahan yang akan ditanami jagung berada dalam kondisi yang layak dan siap untuk dikelola,” ujarnya. Sementara itu, Tim Ketahanan Pangan SDM Polres Majalengka menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan pengecekan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen Polres Majalengka dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Asep Rusliman)