Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Satresnarkoba Polres Cirebon Kota (Ciko) berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan obat sediaan farmasi ilegal di sebuah kamar kos di wilayah Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu malam, (24/1/2026), Keberhasilan mengungkap kasus sekitar pukul 21.00 WIB ini dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya. Pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di sebuah kamar kos yang kerap didatangi orang-orang dalam waktu singkat, terutama pada malam hari, sehingga menimbulkan keresahan warga sekitar yang khawatir lokasi tersebut dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika. Tindaklanjuti Hasil Laporan. Kasat Resnarkoba Polres Ciko, AKP Sindi Al Afghany menuturkan bahwa menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung menurunkan Unit II Satresnarkoba untuk melakukan penyelidikan tertutup guna memastikan kebenaran informasi yang diterima dari masyarakat. Setelah dilakukan pemantauan secara intensif, petugas kemudian melakukan tindakan kepolisian dan berhasil mengamankan dua orang laki-laki berinisial YA (23 tahun) dan MRA (19 tahun) di dalam kamar kos yang berlokasi di Blok Karang Wetan, Desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Dalam proses penggeledahan, AKP Sindi Al Afghany mengungkapkan bahwa petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa tiga paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,49 gram, sebanyak 2.700 butir obat jenis tramadol, plastik klip bening, timbangan digital, alat hisap sabu, suntikan berbagai ukuran, dua unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp70.000 yang diduga berasal dari hasil penjualan. Lebih lanjut, Kasat Resnarkoba menegaskan bahwa keberadaan timbangan digital dan alat pendukung lainnya mengindikasikan adanya aktivitas penyalahgunaan sekaligus peredaran narkotika dan obat keras tanpa izin edar, yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Amankan Barang Bukti Setelah diamankan di lokasi kejadian, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti langsung dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Ciko untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pengembangan kasus, serta pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat. (Asep.R)

KOTA CIREBON Bidik-kasusnews.com,. (Senin, 26/1/2026), – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si bersama Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimancis meninjau langsung kegiatan pengerukan Kali Sukalila yang berlokasi di Jalan Kalibaru, Kota Cirebon. Kegiatan pengerukan tersebut dilaksanakan oleh tim dari BBWS Cimancis sebagai bagian dari upaya penataan kawasan sungai dan lingkungan perkotaan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pengerukan berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pengerukan Kali Sukalila bertujuan untuk mengembalikan fungsi aliran air agar lebih lancar, mengurangi potensi banjir, serta menciptakan ruang publik yang lebih tertib dan nyaman. Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dari program penataan kawasan bantaran sungai yang sebelumnya telah diawali dengan relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang aliran Kali Sukalila. Relokasi tersebut dilakukan secara bertahap dan humanis demi menciptakan lingkungan yang lebih tertata tanpa mengabaikan aspek sosial masyarakat. “Setelah relokasi PKL, pemerintah kota bersama BBWS Cimancis melakukan pengerukan sungai agar aliran air dapat berfungsi optimal. Harapannya, kawasan ini bisa menjadi ruang publik yang lebih rapi, bersih, dan aman, serta jalan di sekitarnya lebih nyaman digunakan bersama,” ujar Effendi Edo. Sementara itu, Dandim 0614/Kota Cirebon menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah daerah dalam penataan wilayah dan lingkungan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Kota Cirebon yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. “Kami dari Kodim 0614/Kota Cirebon mendukung penuh kegiatan ini. Penataan sungai dan ruang publik seperti ini sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran air, mencegah banjir, serta meningkatkan kenyamanan warga. Sinergi lintas sektor harus terus dijaga demi kemajuan Kota Cirebon,” ujarnya. Dengan adanya pengerukan Kali Sukalila ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap fungsi sungai sebagai saluran air dapat kembali optimal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan estetika kota di kawasan Jalan Kalibaru.(pendim0614)* (Asep.R)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H, memimpin Patroli Malam dan Cek Kesiapsiagaan Polsek Jajaran, Sabtu (24/1/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon turut didampingi jajaran PJU Polresta Cirebon. Patroli tersebut menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, pusat aktivitas masyarakat, serta jalur-jalur yang memiliki potensi kerawanan. Selain itu, Kapolresta Cirebon juga mengecek Polsek jajaran untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana prasarana, serta pelaksanaan tugas pelayanan kepolisian berjalan optimal. Adapun rute kegiatan patroli dimulai dari Mapolresta Cirebon – Jl.Raden Dewi Sartika – Jl. Sultan Agung – Jl.Fatahillah – Pasar Batik Trusmi – Plumbon – Mapolsek Depok – Jl.Pangeran Antasari – Jl.Raden Dewi Sartika dan kembali ke Mapolresta Cirebon. Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H, menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat serta mengingatkan seluruh personel untuk selalu mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional, khususnya dalam pelaksanaan tugas pada malam hari. “Kegiatan patroli dan pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh jajaran siap siaga dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H. (Asep Rusliman)

Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Pemahaman dasar tentang rambu lalu-lintas dan perilaku aman di jalan raya, menjadi bekal penting bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan sadar hukum. Bahkan tertib berlalu-lintas ini, bukan cuma kesadaran akan hukum, tetapi yang terpenting adalah keselamatan terhadap diri sendiri maupun orang lain. ‎ ‎Upaya tersebut terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indramayu melalui Bidang Pengembangan dan Keselamatan. Mereka terus berupaya agar masyarakat makin tertib berlalulintas dengan menyosialisasikan Program Sadar Lalu-Lintas Usia Dini (SALUD) bersama siswa-siswi TK Trisula Perwari di Taman Aspirasi Rakyat Indramayu pada Rabu, (24/1/26). ‎ ‎Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 anak-anak yang dengan antusias mengikuti rangkaian edukasi keselamatan berlalu-lintas. Selain pengenalan rambu-rambu lalu-lintas dan tata cara menyeberang jalan yang aman, anak-anak juga diajak mengikuti Senam SALUD serta Senam Memakai Helm sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. ‎ ‎Kepala Dishub Indramayu, Ali Fikri melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Andri Sigit Supriatna, menyampaikan, Program SALUD merupakan agenda rutin Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu yang menyasar pelajar tingkat TK dan PAUD di seluruh wilayah Indramayu. ‎ ‎Program ini bertujuan membentuk karakter anak agar sejak dini memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mengenal rambu-rambu yang terdapat di sepanjang jalan. ‎ ‎“Melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan, kami berharap anak-anak dapat memahami dasar-dasar tertib berlalu lintas, sehingga ke depannya tumbuh menjadi generasi yang sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujarnya. ‎ ‎Sementara itu, Kepala Sekolah TK Trisula Perwari, Tati Rohayati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Indramayu atas edukasi yang telah diberikan kepada peserta didik. Menurutnya, kegiatan SALUD memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak dengan metode yang interaktif dan ceria. ‎ ‎“Anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran tentang tata tertib di jalan, mengenal rambu lalu-lintas, cara memakai helm, serta praktik menyeberang jalan dengan benar. Seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan riang dan penuh semangat,” ungkapnya. ‎ ‎Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman dan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas dapat tertanam sejak dini, sekaligus mendukung terwujudnya budaya tertib lalu lintas di Kabupaten Indramayu. ‎ (Asep.R)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Polres Kuningan melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) tengah melakukan penyelidikan terkait pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Penyelidikan itu disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, Kamis, (22/1/2026). AKP Abdul Aziz menjelaskan, proses penyelidikan tersebut berawal dari laporan informasi, klarifikasi awal, serta adanya pengaduan dari masyarakat dan sejumlah organisasi lingkungan hidup terkait dugaan penyalahgunaan sumber air di wilayah TNGC. Menurutnya, pada tahap awal, Sat Reskrim Polres Kuningan telah melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang memiliki keterkaitan langsung, di antaranya pengelola TNGC, PDAM Cirebon, dan PDAM Kuningan. Ia menyampaikan penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain, khususnya dari pemerintah setempat. “Pemeriksaan akan kami lanjutkan kepada pemerintah desa yang mengetahui titik-titik mata air, siapa saja yang menggunakan. Nantinya kita akan lakukan klarifikasi apakah izinnya dibuat sejak kapan dan izin itu ada atau tidak,” jelasnya. AKP Abdul Aziz menegaskan, pihak kepolisian akan menyampaikan perkembangan informasi secara bertahap sesuai dengan hasil penyelidikan. Dalam proses ini, Sat Reskrim juga mendapat pendampingan serta dukungan dari sejumlah organisasi, sebagai bentuk kerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kuningan. AKP Abdul Aziz menyebutkan, inti pengaduan yang diterima berkaitan dengan dugaan pemanfaatan banyak mata air di kawasan TNGC tanpa izin resmi. “Pengaduannya terkait masalah air. Ada informasi bahwa banyak mata air di wilayah TNGC digunakan tanpa izin. Ini yang sedang kami dalami,” katanya. Lebih lanjut, ia menyampaikan untuk fokus wilayah penyelidikan akan berlangsung di Kecamatan Pasawahan, meski tidak menutup kemungkinan akan berlanjut ke wilayah lain. (Asep.R)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Polemik dalam media sosial terkait ada pemberitaan yang terbit pada hari Rabu, 21/1 oleh media Bidik-kasusnews.com, judul “Nobar CYBER BULLYING diduga ajang pungli SMPN 2 Sumber pungut 50rb/siswa” Mendapat reaksi cepat dari pihak sekolah dan langsung menghubungi Masto entah apa poksi nya dengan SMPN 2 Sumber. Masto menghubungi awak media yang memberitakan SMPN 2 Sumber di hari esok nya agar bisa bertemu dan ngobrol bersama, tanpa ada maksud lain awak media bertiga menemuinya . Kamis, 22/1/2026. Masto yang datang mempertanyakan adanya berita SMPN 2 Sumber yang di muat media Bidik-kasusnews.com kenapa wartawan hanya itu itu lagi, ketegang berseteru ketika menanyakan dasar undangan yang menjadi acuan pemberitaan, jelas awak media merasa keberatan karena foksi sebagai apa dan himbau Nobar di kirim melalui wa group masing masing wali murid. Dalam obrolannya Masto mengungkapkan pesan jika ada temuan di SMPN 2 Sumber tolong di bicarakan dengan dirinya untuk di fasilitasi dan wartawan nya jangan itu lagi itu lagi karena wartawan Asep sudah berapa kali menyikapi SMPN 2 Sumber ini sehingga dirinya merasa tidak enak sebagai sesama wartawan tidak bisai persoalan soudara nya. Ucap Masto Lanjut, dari mengaku sebagai soudara kepsek SMPN 2 Sumber sampai teman dekat sejak kecil, minta tolong kepada wartawan boleh menyikapi kepsek lain, asal kan jangan kepsek SMPN 2 Sumber saja (ada apa) dan bukan gak boleh silakan jika ada temuan main cantik dengan ganti wartawannya jangan Asep agar diri dalam mediasi tetep di anggap soudara oleh kepsek. Hal ini tidak hanya sampai di sini awak media menemui Kabid PLT SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon “Zen” obrol terkaitan berita Nobar, dan Kabid pun memanggil kepsek SMPN 2 Sumber agar bisa duduk bersama dan persoalan salah paham bisa di selesaikan dengan kepal dinginj, masing masing baik dari kepsek maupun media menyampaikan hal hal dalam obrolan bahwa SMPN 2 Sumber mengirim pemberitahuan Nobar “Sehubungan dengan sedikitnya siswa yg berminat dalam kegiatan nonton maka nonton sementara dipending atau tdk jadi sabtu besok bagi ank yg sdh menitipkan uang akan dikembalikan hari ini. hingga menemui titik Adem dan karena ada tamu DPRD kepsek pamit minta awak media datang ke SMPN 2 Sumber di tunggu. Mendapat tawar itu awak media menjumpai kepek di ruangannya, dalam ruangan kepsek tidak banyak berkata hanya satu kata kami akan melayangkan sanggahan ke media lain, sempat kami menawarkan agar sanggahan kami yang buat kembali karena berita awal nya dari kami, kepsek menolak dan muncul Masto sebelum di TLP sudah datang. Ujar kepsek. Hal itu benar ada berita sanggah terbit di salah satu media online “AKJII Sesalkan Tiket Nobar Film “CYBER BULLYING” Di SMPN2 Di Beritakan Sebagai Dugaan Pungli”. Ada apa dengan kepsek SMPN 2 Sumber yang adanya dugaan pungli namun di buat sanggah. Di tempat terpisah ketua GPAB kabupaten Cirebon M. Maulana sangat menyayangkan ada debat kusir antara media yang satu menemukan ada temuan temuan pungli bukan hanya terkait Nobar tapi di sisi lain malah terkesan membek up karena soudara hingga teman sejak kecil, jelas hal ini sangat di sayangkan kenapa harus terjadi bahkan menurut ucapan media mengatakan hal ini sudah di obrolkan dengan baik, memas karena ada pemberitahuan sanggahan yang di duga sanggah terkesan membela dan membenarkan kepala sekolah. (Asep.R)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,. Kepala Bidang (Kabid) SD baru di Kabupaten Kuningan Surya ,S.Pd.M.M.diharapkan dapat mengatasi peredaran Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sering disalahgunakan sebagai bahan ajar. LKS seharusnya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti buku teks Peran LKS dalam Pembelajaran: Bahan Ajar Pendukung: LKS dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik Alat Evaluasi: LKS dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa. Pengembangan Keterampilan: LKS dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis Namun, peredaran LKS yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti: Ketergantungan pada LKS: Siswa mungkin terlalu bergantung pada LKS dan tidak mengembangkan kemampuan berpikir kritis Kualitas LKS yang Buruk : LKS yang tidak berkualitas dapat memberikan informasi yang salah atau tidak akurat Untuk mengatasi masalah ini, Kabid SD baru diharapkan dapat: Mengawasi Penggunaan LKS : Mengawasi penggunaan LKS di sekolah-sekolah,Menyediakan Alternatif Bahan Ajar : Menyediakan alternatif bahan ajar yang lebih berkualitas. Meningkatkan Kualitas Guru_: Meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan bahan ajar Dengan demikian, diharapkan Kabid SD baru dapat mengatasi peredaran LKS yang tidak terkontrol dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan. (Asep.R)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Retret Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 14.00–15.00 WIB bertempat di Bumi Perkemahan Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. Edi Martono, M.A.R.S., Pasi Ops Kodim 0615/Kuningan Kapten Kav Sutardi, serta 57 peserta yang merupakan Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kuningan. Retret ini menjadi momentum pembinaan karakter bagi para pimpinan Puskesmas agar tampil sebagai pemimpin yang berwibawa, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi jajarannya. Dalam penyampaian materinya, Dandim 0615/Kuningan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan potensi hasutan yang dapat memecah belah masyarakat. Ia mengutip pernyataan Bung Karno tentang beratnya perjuangan generasi saat ini yang harus menghadapi tantangan dari dalam bangsa sendiri, sehingga aparatur negara dituntut untuk memiliki sikap nasionalisme yang kuat. Letkol Hafda Prima Agung juga mengulas kondisi global yang penuh ketidakpastian, di mana konflik dan intervensi antarnegara masih menjadi ancaman nyata. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam harus mampu mempertahankan kedaulatan dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan nasional, termasuk dalam hal ketahanan pangan, menjadi aspek yang sangat vital. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa meskipun semua pihak berharap tidak terjadi perang, namun bangsa ini harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Ketahanan logistik dan pangan merupakan salah satu faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan negara. Dalam konteks tersebut, ia juga menjelaskan peran TNI dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai arahan Presiden RI, selama tetap berada dalam koridor Undang-Undang Dasar 1945. Pada kesempatan itu, Dandim 0615/Kuningan juga mengingatkan kembali Empat Pilar Kebangsaan yang harus menjadi pegangan setiap aparatur negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, termasuk di bidang kesehatan. Kegiatan pembukaan Retret Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kuningan Tahun 2026 ini bertujuan membentuk karakter pemimpin tingkat Puskesmas agar lebih tangguh, berwibawa, dan mampu menjadi contoh positif bagi bawahannya. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (Asep.R)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas saat ratusan iring-iringan anggota Organisasi Pemuda Pancasila menyambut kehadiran Suganda, calon Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, di Sekretariat Organisasi Pemuda Pancasila (Gorda), Kabupaten Cirebon. Kehadiran Suganda disambut meriah dengan yel-yel khas organisasi, “Pancasila… Abadi! Merdeka! Merdeka!”, yang menggema dan mencerminkan soliditas serta semangat persatuan kader Pemuda Pancasila dalam mengawal proses organisasi. Dalam kesempatan tersebut, Suganda menjalani proses verifikasi pendaftaran sebagai calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dengan menyerahkan serta melengkapi seluruh data dan berkas administrasi yang telah ditentukan oleh panitia pemilihan. Usai mengikuti tahapan verifikasi, Suganda secara khusus memohon doa restu kepada Bunda Rosita, istri dari almarhum R. Suma, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon terdahulu. Dalam suasana penuh haru, Suganda menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian pemilihan dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif, serta dirinya siap melanjutkan nilai-nilai perjuangan almarhum R. Suma demi kemajuan organisasi. “Nak Ganda, Bunda berpesan agar organisasi Pemuda Pancasila terus berkembang dan semakin maju ke depannya,” tutur Bunda Rosita kepada Suganda. Menanggapi pesan tersebut, Suganda menunjukkan sikap kebesaran jiwa dan semangat persaudaraan dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa seluruh calon Ketua MPC layak mendapatkan dukungan yang sama. “Bunda, dukung kami semua yang mencalonkan diri. Jangan hanya saya, tetapi calon Ketua MPC lainnya juga. Biarlah Allah SWT yang menentukan siapa yang terbaik untuk memimpin Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon ke depan,” tegas Suganda. Setelah memohon doa restu, Suganda melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam R. Suma (Alm) untuk mendoakan serta mengenang jasa-jasa beliau yang selama ini dikenal sebagai guru, orang tua, pembimbing, kakak, bahkan sahabat bagi banyak kader Pemuda Pancasila. Ketua Panitia Pemilihan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, Dodik, menyampaikan bahwa proses verifikasi pendaftaran Suganda telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan mekanisme organisasi. “Alhamdulillah, calon Ketua MPC Bapak Suganda telah melengkapi dan memverifikasi data diri serta persyaratan administrasi. Seperti yang selalu kami sampaikan, kondusifitas menjadi hal utama karena kita semua satu organisasi dan bersaudara,” ujar Dodik. Lebih lanjut, Dodik menegaskan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dijadwalkan pada tanggal 29 Januari 2026, bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Dengan rampungnya proses verifikasi pendaftaran tersebut, Suganda resmi dinyatakan mengikuti tahapan selanjutnya dalam kontestasi pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, dengan semangat persatuan dan komitmen membangun organisasi ke arah yang lebih baik. (Asep.R)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Sejumlah orangtua siswa MTsN 2 Cirebon, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan kegiatan Study Tour Ziarah yang laksanakan pihak sekolah pada 21–22 Januari 2026. Mereka menilai biaya yang ditetapkan terlalu memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan tersebut memang bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah juga rutin menggelar kegiatan serupa dengan nama wisata religi. “Dulu namanya wisata religi, sekarang diganti jadi Ziarah+With Us, Tapi intinya sama saja. Bedanya hanya di nama,” ujarnya orang tua murid. Rabu, 21/1/2026. Saat mengantar anaknya terpaksa berangkat Study Tour Ziarah Menurutnya, meski pihak sekolah menyebut kegiatan itu sudah dibahas melalui musyawarah, namun penetapan biaya sebesar Rp600 ribu dilakukan tanpa persetujuan orangtua siswa. “Biayanya langsung ditetapkan. Kami tidak ikut musyawarah soal besarannya. Rp600 ribu itu besar “Cekik leher” bagi kami masyarakat kecil, apalagi rata-rata orangtua murid di sini Buruh Tani. Belum lagi uang jajan anak, bisa habis lebih dari satu juta,” katanya. Ia menyebut banyak orangtua yang sebenarnya keberatan, namun memilih diam karena khawatir berdampak pada anak mereka di sekolah. “Kami setuju kegiatan keagamaan, tapi jangan memberatkan. Kalau bisa ada keringanan atau alternatif lain,” ujar satu wali murid MtsN 2 Cirebon. Ziarah+ MTsN 2 Cirebon 2026. Berdasarkan hasil Polling orang tua kelas 8 MTsN 2 Cirebon, sebagian besar menyetujui pelaksanaan kegiatan Ziaroh+ MTsN 2 Cirebon yang diperuntukan “Kelas VIII MTsN 2 Cirebon” Kegiatan Ziaroh+, in syaa Allah akan dilaksanakan pada: 📅 Tanggal: 21 – 22 Januari 2026 ⏰ Pukul: 14.00 – selesai 📍 Tempat: Cirebon – Demak – The Jogja 💡 Fasilitas: ✅ Bus Pariwisata ✅ Kaos ✅ Snek ✅ Makan ✅ P3K 🏛️Lokasi Ziaroh+ : ✅. Maqbaro KH. Amin Sepuh ✅. Maqbaro KH. Hanan ✅. Maqbaro Sunan Gunung jati ✅. Maqbaro Sunan kali jaga ✅. Borobudur ✅. Museum Merapi ✅. Taman Pintar ✅. Malioboro 💲Biaya : Rp. 600.000 Wahh menarik dan bermanfaat sekali, “Joint With US”. (Sudrajat) Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi (KDM), bersikeras melarang study tour karena dianggap membebani ekonomi orang tua siswa, menjadikannya objek ekonomi, dan eksploitatif, Meskipun ziarah wali, bagian dari tradisi religius, jika dikemas dalam bentuk karyawisata sekolah yang memungut biaya, hal tersebut bertentangan dengan kebijakan larangan study tour yang dikeluarkan oleh KDM. Secara prinsip, jika MTs mengadakan ziarah yang dikategorikan sebagai study tour (terutama yang melibatkan biaya besar atau keluar kota), hal tersebut termasuk dalam aktivitas yang dilarang oleh KDM. Awak media melakukan kunjung ke MTsN 2 Cirebon gunakan melakukan klarifikasi atas kegiatan Study Tour Ziarah yang sedang berlangsung, namun sebagian guru panitia dan kepala sekolah sedang keluar dan awak media melakukan via wa Wakasek “Jaja” diri hanya berkata “Saya lagi ngurus ada anak kecelakaan”, ujarnya (Tim Infestigasi)