Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung lokasi pergerakan tanah di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Kamis (19/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur yang akrab disapa KDM didampingi Bupati Majalengka, Eman Suherman, serta jajaran Forkopimda. Keduanya menyempatkan diri menemui para korban terdampak yang saat ini berada di Balai Desa Sukadana. Di hadapan warga, KDM menyampaikan komitmennya untuk membantu warga korban tanah bergerak setiap keluarga diberikan bantuan tunai sebesar Rp 10 juta. Ia juga menginisiasi program penataan kawasan pemukiman dengan konsep “Kampung Wisata” seperti yang telah dikerjakan di Sukabumi. Ia merencanakan pembangunan rumah panggung bagi warga terdampak dengan alokasi biaya per unit sebesar Rp 40 juta. Selain itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membangun rumah berbahan kayu yang dirancang lebih fleksibel dan tahan terhadap guncangan gempa. “Rumah yang akan dibangun berbahan kayu agar lebih ringan dan tahan gempa. Menonjolkan sisi tradisional namun tetap kokoh dan fungsional. Kita ingin warga bisa kembali tinggal dengan aman dan nyaman,” ujar KDM. Guna memastikan pembangunan berjalan cepat dan tepat sasaran, Kang Dedi menggandeng Kodim setempat melalui program Karya Bakti. Ia menyatakan siap mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 1 Miliar untuk mendukung perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut. ”Saya akan siapkan dana 1 miliar rupiah, nanti dikerjakan oleh Kodim melalui program Karya Bakti. Kita tata jalannya, kita buat rumahnya yang bagus. Kampung ini harus berubah menjadi Kampung Wisata,” ujar Dedi Mulyadi. Selain pembangunan hunian, Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk segera menyiapkan lahan relokasi yang aman bagi warga terdampak. Menanggapi hal tersebut, Bupati Eman Suherman menyatakan kesiapan Pemkab Majalengka untuk menyediakan lahan yang tidak jauh dari Desa Sukadana, namun berada di kawasan yang lebih aman dan bebas dari potensi pergerakan tanah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah peduli dan terjun langsung meninjau lokasi bencana. Pemkab Majalengka siap menyediakan lahan relokasi yang aman bagi warga,” ungkap Bupati. Salah seorang warga terdampak, Rohman mengaku senang dan terharu atas kunjungan Gubernur dan Bupati. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah secara langsung menjadi bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. “Kami merasa diperhatikan. Terima kasih karena pemerintah cepat merespons bencana ini,” ujarnya. Pergerakan tanah yang terjadi di Blok Godabaya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan provinsi. Langkah cepat penanganan darurat hingga rencana relokasi permanen diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi warga terdampak. (Asep Rusliman)
Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Suasana tenang Desa Karangtumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa sore, 17 Februari 2026. Seorang pria berinisial K, 59 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di bengkelnya di Jalan Karangtumaritis Blok 1. Korban ditemukan dengan luka parah akibat senjata tajam di bagian leher, muka, dan kepala. Sat Reskrim Polres Indramayu Polda Jabar bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku, seorang pria berinisial S H, 34 tahun, tidak lama setelah kejadian. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar, menyatakan bahwa penangkapan pelaku merupakan hasil kerja keras tim di lapangan. “Pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian,” ujar AKP Muchammad Arwin Bachar dalam keterangan persnya, Rabu (18/2/2026). Penemuan jasad korban bermula ketika saksi bernama Wahyu Amin melintas di depan bengkel korban saat pulang ke rumah. Pemandangan mengerikan langsung menyambutnya: korban tergeletak bersimbah darah di dalam bengkel. Wahyu Amin segera melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Desa Karangtumaritis, yang kemudian diteruskan ke Polsek Haurgeulis. Menurut keterangan anak korban, sebelum kejadian tragis ini, ia sempat melihat pelaku berjalan di sekitar lokasi sambil membawa sebilah golok. Keterangan ini menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengungkap kasus ini. Motif sementara yang berhasil diungkap polisi cukup mengejutkan. Terduga pelaku, S H, mengaku merasa terganggu dan kesal dengan aktivitas di bengkel korban yang dianggap terlalu berisik. “Motif sementara berdasarkan keterangan terduga pelaku adalah merasa terganggu oleh suara berisik dari kegiatan di bengkel korban,” jelas Kasat Reskrim. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebilah golok yang diduga digunakan untuk melakukan penganiayaan, serta pakaian korban dan pelaku yang terdapat bercak darah. Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang toleransi, keamanan lingkungan, dan bagaimana masyarakat merespons perbedaan. Apakah kebisingan bengkel, yang menjadi alasan pelaku, cukup menjadi pembenaran untuk tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang? Kasus ini juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, kembali mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno. Polres Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga toleransi, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan bermartabat. (Asep Rusliman)
KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Kodim 0615/Kuningan melaksanakan kegiatan korve masal (bersih-bersih) bersama sejumlah instansi dan organisasi kemasyarakatan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026) pukul 09.00 hingga 11.00 WIB mencakup area dari Bunderan Cijoho Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan sampai Terminal Tipe A Desa Kertawangunan Kecamatan Sindangagung. Acara dihadiri langsung oleh Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, Camat Kuningan Deni Hamdani, para perwira staf dan Danramil jajaran Kodim 0615/Kuningan, anggota Babinsa, Persit KCK Cabang XXVI Kodim 0615/Kuningan, anggota Polres Kuningan beserta perwakilan Ibu-ibu Bhayangkari, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan. Dandim 0615/Kuningan menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk menyambut bulan suci Ramadan. “Di awal bulan Ramadhan 1447 H tahun 2026 M, kita awali dengan kegiatan bersih-bersih mulai dari Bunderan Cijoho sampai dengan Terminal Tipe A Kertawangunan,” ucapnya. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya yang melekat. “Kita semuanya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki budaya bersih-bersih baik di lingkungan keluarga sendiri ataupun lingkungan masyarakat sekitar,” jelasnya. Menurutnya, budaya bersih-bersih merupakan bentuk sikap peduli dan tanggung jawab bersama. “Budaya bersih-bersih merupakan sikap peduli dan tanggung jawab terhadap kebersihan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, indah dan nyaman,” tegasnya. Dandim berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga menjadi ladang ibadah bagi seluruh peserta. “Semoga kegiatan bersih-bersih ini menjadi ladang ibadah serta dapat menggugah masyarakat di sekitar untuk memiliki rasa peduli dan budaya bersih-bersih di lingkungan sekitar,” pungkasnya. Camat Kuningan Deni Hamdani juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Kegiatan korve masal seperti ini sangat penting karena tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar elemen masyarakat dan instansi. Semoga kebersihan yang kita ciptakan bisa tetap terjaga bersama,” ujar Deni. Sementara itu, perwakilan Bhayangkari Polres Kuningan, Sri Wahyuni, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata kepedulian bersama. “Sebagai Ibu-ibu Bhayangkari, kita senang bisa berpartisipasi. Kebersihan lingkungan sangat berpengaruh pada kesehatan keluarga, terutama menjelang Ramadan yang kita harapkan penuh berkah,” katanya. Anggota masyarakat yang juga turut berpartisipasi, Supriyatno dari Kelurahan Cijoho, menyampaikan rasa terima kasih. “Kami sangat menghargai upaya Kodim dan seluruh instansi yang menggelar kegiatan ini. Jalan dan fasilitas umum jadi lebih bersih dan nyaman, terutama bagi kita yang sering melintas di area ini,” ucapnya. Kegiatan korve masal ini memiliki tujuan utama untuk menjaga kesehatan masyarakat, mencegah penyebaran penyakit, menciptakan lingkungan yang rapi dan nyaman, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian bersama terhadap kebersihan wilayah Kabupaten Kuningan. Selama kegiatan berlangsung, peserta dengan antusias membersihkan sampah, menyapu jalan, dan merapikan fasilitas umum di sepanjang rute yang telah ditentukan. (Asep Rusliman)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (BINROHTAL) dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Kamis (19/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Syarif Hidayatuloh, Asrama Polisi Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, dan diikuti para pejabat utama, kapolsek jajaran, perwira, anggota, serta ASN. Kegiatan dipimpin langsung Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon, AKBP Eko Munarianto, S.I.K. Hadir pula Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren, Drs. K.H. Aris Ni’matullah, MAF., M.Si., yang menyampaikan tausiyah kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa BINROHTAL merupakan bagian dari pembinaan internal guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel, sekaligus memperkuat mental dan moral sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. “Menjelang Bulan Suci Ramadhan, kita harus mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik dan operasional, tetapi juga secara spiritual. Dengan iman dan mental yang kuat, kita dapat melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh personel untuk mengikuti tausiyah dengan sungguh-sungguh serta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri. Menurutnya, tantangan tugas selama Ramadhan membutuhkan kesiapan lahir dan batin agar situasi kamtibmas tetap kondusif. Dalam tausiyahnya, Ketua YLPI Buntet Pesantren mengangkat tema “Macam-Macam Ciptaan Allah SWT” yang menjelaskan perbedaan malaikat, binatang, dan manusia. Manusia, kata dia, dianugerahi akal dan nafsu, sehingga memiliki derajat mulia apabila mampu mengendalikan nafsu dengan akal dan iman. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul, Surat Yasin, dan Asmaul Husna, dilanjutkan tausiyah, doa bersama, serta penutup. Seluruh kegiatan berlangsung khidmat dan lancar. Melalui kegiatan BINROHTAL ini, Polresta Cirebon berharap pembinaan rohani dan mental dapat terus dilaksanakan secara rutin guna membentuk personel Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon selama Bulan Suci Ramadhan. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan inovasi Gerakan ASN Bayar Pajak Secara Digital sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak daerah lainnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini dilakukan melalui layanan jemput bola dan sosialisasi langsung kepada perangkat daerah, sekaligus memberikan kemudahan pembayaran pajak secara non-tunai berbasis digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Majalengka dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal kepatuhan membayar pajak. “ASN harus menjadi teladan. Jika kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, maka kita sebagai aparatur pemerintah harus lebih dulu patuh. Bayar PBB dan pajak lainnya tepat waktu, apalagi sekarang sudah semakin mudah dengan sistem digital,” tegas Bupati, saat membuka acara penyerahan SPPT PBB – P2 tahun 2026 di gedung Yudha Karya , Rabu (18/2/2026). Menurutnya, pajak daerah merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. “Setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. Karena itu saya mengajak seluruh ASN untuk tidak menunda kewajiban pajaknya,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Majalengka, Rachmat Gunandar menyampaikan bahwa gerakan ini secara khusus mendorong ASN agar segera melunasi PBB serta kewajiban pajak daerah lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemkab Majalengka untuk segera melunasi PBB dan pajak daerah lainnya. Dengan pembayaran secara digital, prosesnya lebih cepat, aman, dan tercatat dengan baik,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. “Jika ASN sudah patuh, maka masyarakat akan mengikuti. Ini bukan hanya soal kewajiban, tetapi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya. Melalui Gerakan ASN Bayar Pajak Secara Digital, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap tingkat kepatuhan pajak semakin meningkat, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah demi terwujudnya Majalengka Langkung Sae. Pada kesempatan tersebut Bupati secara langsung membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2026 pada layanan mobile secara online. (Asep Rusliman)
CIREBON Bidik-kasusnews.com,. Akselerasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan progres signifikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dawuan Dapur 2 UUT BEEF resmi dibuka dalam suasana penuh semangat pada Rabu, 18 Februari 2026. Kehadiran dapur kedua ini menjadi tonggak penting dalam mendukung program prioritas Presiden RI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang terukur dan higienis. Camat Tengahtani, Teddy, menyambut baik ekspansi ini. Menurutnya, pembukaan dapur kedua di wilayahnya merupakan langkah nyata dalam membawa dampak positif langsung ke masyarakat. “Hari ini kita merayakan launching SPPG Dawuan Dapur 2 UUT BEEF. Ini jelas sifatnya positif. Program MBG adalah program nasional yang menjadi prioritas Presiden. Khususnya di Kecamatan Tengahtani, manfaatnya sangat banyak dan membawa dampak positif bagi wilayah kami,” ujar Teddy Tri Susilo dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan. Senada dengan Camat, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muhyidin, memberikan apresiasi tinggi. Ia menekankan bahwa investasi pada gizi adalah investasi pada kecerdasan bangsa. “Kami sangat mengapresiasi launching kedua ini. Dengan terpenuhinya gizi, tingkat kecerdasan akan meningkat. Program MBG ini adalah langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045,” kata Muhyidin. Owner SPPG Dawuan Dapur 2 UUT BEEF, Bastoni, mengungkapkan bahwa fokus Dapur 2 tidak hanya pada pelajar, tetapi juga menyasar kelompok rentan lainnya yang selama ini belum terjangkau secara maksimal. “Kita masih memiliki banyak balita, ibu hamil, hingga lansia yang belum mendapatkan MBG. Mudah-mudahan setelah dapur kedua jalan, mereka dapat tercover,” jelas Bastoni kepada sejumlah wartawan. Lebih lanjut, ia menekankan aspek pemberdayaan ekonomi lokal. Bahan baku akan diambil dari wilayah Tengahtani guna menghidupkan sektor UMKM. Selain itu, program ini merambah fungsi sosial dengan menyediakan shelter bagi anak putus sekolah untuk mendapatkan hak gizi yang sama. “Termasuk kader Posyandu akan terlibat, sehingga kedepannya kita optimis bisa membuka dapur MBG ketiga,” tambahnya. Dari sisi kesiapan infrastruktur, Danramil Tengahtani, Kapten Sal Piannoor, memberikan penilaian positif terkait standar operasional di lokasi. “Dari awal kita memantau pengelolaan ini. Saya rasa sangat cukup, bahkan tempat istirahat karyawan pun memiliki standar yang bagus. Ini penting untuk menjaga kualitas layanan,” pungkas Kapten Sal Piannoor. Dengan beroperasinya SPPG Dawuan Dapur 2 UUT BEEF, diharapkan mata rantai kemiskinan dan masalah stunting di wilayah Tengahtani dapat terurai melalui integrasi gizi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun dan menetapkan program kerja tahun 2026 sekaligus meluncurkan website serta official logo Kwarcab. Ketua Panitia, Kak Kardi Supriadi, S.Pd., menyampaikan Rakercab diikuti unsur pimpinan Kwarcab, Andalan, Dewan Kerja Cabang, perwakilan Kwaran, serta Dewan Kerja Ranting. “Rakercab ini untuk mendukung keberhasilan tugas pokok organisasi, sehingga perlu disusun dan ditetapkan Program Kerja Tahun 2026,” jelas Kak Kardi. Dalam kesempatan tersebut, Kwarcab Pramuka Majalengka juga melakukan launching website resmi sebagai sarana informasi dan publikasi kegiatan. Selain itu, diperkenalkan pula logo kontingen yang ditetapkan sebagai official logo dan akan digunakan pada kegiatan tingkat cabang, daerah, hingga nasional sebagai lambang jati diri Pramuka Majalengka dalam mendukung visi Majalengka Langkung Sae. Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Kwarda Jawa Barat, Kak H. Baim Setiawan, menegaskan pentingnya keselarasan visi dan misi seluruh anggota Pramuka dengan Ketua Mabicab. “Jangan ada yang mencla-mencle. Bagaimana kita seirama untuk mendukung terwujudnya program Pemerintah Kabupaten Majalengka langkung sae dan Jawa Barat istimewa, tentunya selaras dengan program Gerakan Pramuka,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi program Gerakan Menanam Pohon dan Rutilahu yang telah dilaksanakan Kwarcab Pramuka Majalengka dan berharap kegiatan tersebut semakin ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Drs. H. Eman Suherman, MM., menegaskan komitmen bersama dalam membesarkan organisasi Pramuka di daerah. “Bagaimana dalam satu frame yang sama dan bermanfaat bagi Kwarcab, berkomitmen membesarkan Pramuka di Majalengka,” ujar Kak Eman. Ia mengajak seluruh jajaran untuk berpikir out of the box dalam menyusun program kerja agar mampu membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai luhur Tri Satya dan Dasa Darma. Kak Eman juga mendorong Kwaran untuk memiliki program yang inovatif sesuai kebutuhan wilayah masing-masing serta membuka ruang kolaborasi dengan Baznas, CSR, maupun pihak lainnya, khususnya dalam mendukung program Rutilahu. Mengakhiri sambutannya, Kak Eman berpesan agar kegiatan sosial dan keagamaan semakin ditingkatkan. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin maka termasuk orang yang beruntung. Bergerak maju bersama mewujudkan Majalengka langkung sae,”pungkasnya. (Asep Rusliman)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Polresta Cirebon mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon, Senin (16/2/2026). Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sebanyak 108 botol minuman keras (miras) berbagai merek serta miras tradisional jenis ciu. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya cipta kondisi untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif menjelang Ramadhan. “Dalam razia ini, kami berhasil mengamankan 108 botol miras pabrikan berbagai merek dan miras tradisional ciu dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon. Kemudian para penjual miras tersebut juga langsung diproses tipiring,” ujar Kombes Pol. Imara, Selasa (17/2/2026). Ia menjelaskan, kegiatan razia pekat tersebut dilaksanakan secara intensif oleh seluruh jajaran, mulai dari tingkat Polresta hingga Polsek. Langkah itu dilakukan untuk menekan peredaran miras yang kerap menjadi pemicu tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban masyarakat. Menurutnya, pemberantasan miras ilegal menjadi salah satu prioritas menjelang Ramadhan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah. Pihaknya juga memastikan setiap pelanggaran yang ditemukan akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Selain penindakan, Kapolresta Cirebon turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia meminta warga segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran miras maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya. “Peran seluruh elemen masyarakat sangat besar untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas. Partisipasi masyarakat sangat berarti bagi kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan,” katanya. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan hotline 110 atau nomor pengaduan 08112497497. Dipastikan setiap laporan yang diterima akan langsung ditindaklanjuti, dan petugas akan segera menuju lokasi guna menjaga kondusivitas wilayah hukum Polresta Cirebon tetap aman menjelang Ramadhan 1447 H. (Asep Rusliman)
CIREBON Bidik-kasusnews.com,. Dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat pada perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar patroli monitoring ke sejumlah vihara di wilayah hukumnya, Selasa (17/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta AKBP Eko Munarianto, S.I.K., para Pejabat Utama (PJU), serta para Kapolsek jajaran. Sebanyak 45 personel gabungan dari Polresta Cirebon, Polsek jajaran, unsur Koramil, dan pengamanan internal vihara diterjunkan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Adapun vihara yang menjadi sasaran patroli meliputi Vihara Dharma Sukha di Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru; Vihara Dharma Rakhita di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang; Vihara Budhiasih di Desa Junjang, Kecamatan Arjawinangun; Vihara Budhi Dharma di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang; Vihara Anurudha di Desa Ciledug Lor, Kecamatan Ciledug; serta Vihara Dharma Loka di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Dari hasil monitoring, seluruh vihara dalam kondisi aman dan pada saat pengecekan tidak melaksanakan kegiatan ibadah. Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan kesiapan pengamanan menjelang puncak perayaan Imlek. “Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan Imlek 2577 Kongzili di wilayah hukum Polresta Cirebon berjalan aman, tertib, dan kondusif. Patroli ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Kapolresta Cirebon. Ia menambahkan, sinergi antara Polri, TNI, dan unsur pengamanan internal vihara menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Cirebon. “Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis situasi kamtibmas tetap terjaga. Hingga saat ini, hasil monitoring menunjukkan kondisi aman dan tidak terdapat gangguan menonjol,” pungkasnya. Secara umum, kegiatan patroli monitoring berlangsung lancar dan situasi di wilayah hukum Polresta Cirebon terpantau aman serta kondusif. (Asep Rusliman)
KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Dr. Elon Carlan, menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi yang harmonis dengan insan pers sebagai bagian dari pilar demokrasi dan kontrol sosial. Hal tersebut disampaikan Elon saat menggelar silaturahmi dan syukuran bersama para awak media di Kedai Kopi Lendot, Sadamantra, Senin (16/2/2026). Dalam suasana penuh keakraban, Elon menyampaikan bahwa sejak Jumat (13/2/2026) dirinya resmi diberi amanah oleh bupati kuningan Dian Rachmat Yanuar untuk memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. “Amanah ini harus dijalankan dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, serta tidak boleh dikhianati. Jabatan adalah kepercayaan yang kelak harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat,” tegasnya. Elon mengungkapkan, dirinya bukan sosok baru di lingkungan Disdikbud. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas). Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami dinamika dan tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. Sebagai pejabat publik, Elon menegaskan dirinya tidak pernah alergi terhadap kritik maupun masukan dari jurnalis. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi kontrol terhadap jalannya kebijakan publik. “Saya terbuka terhadap kritik yang konstruktif. Media adalah mitra strategis pemerintah. Tanpa media, program-program yang kami jalankan tidak akan tersampaikan secara luas kepada masyarakat,” ujarnya. Elon juga berharap ke depan terjalin komunikasi yang intens dan transparan antara Disdikbud dan insan pers. Ia berkomitmen untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses, serta penguatan karakter peserta didik di Kabupaten Kuningan. Silaturahmi tersebut menjadi momentum awal kepemimpinan Elon dalam merangkul berbagai elemen, termasuk wartawan, guna bersama-sama membangun pendidikan yang lebih baik, profesional, dan berintegritas di Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)