Cirebon kota,Bidik-kasusnews.com,. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, turun langsung membagikan vitamin, obat-obatan, dan takjil kepada para pemudik di jalur arteri Pantura, tepatnya di Perempatan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa sore. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik pemudik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, khususnya anak-anak. Dalam kesempatan tersebut, Polres Cirebon Kota berkolaborasi dengan pendongeng asal Kota Cirebon, Kaka Jum, untuk menghibur para pemudik yang kelelahan selama perjalanan. Dari pantauan di lapangan, arus mudik didominasi kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Banyak pemudik terlihat membawa barang bawaan cukup banyak, bahkan membonceng anggota keluarga, termasuk anak-anak. Melihat kondisi tersebut, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menilai pentingnya memberikan perhatian ekstra, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh dengan kondisi fisik terbatas. “Banyak pemudik yang membawa keluarga, sehingga kita juga membagikan vitamin dan obat-obatan untuk menjaga kondisi mereka selama perjalanan,” ungkapnya. Sementara itu, Eko memastikan kondisi arus lalu lintas hingga pukul 17.10 WIB masih terpantau terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan. “Peningkatan ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga malam hari dan menjelang subuh,” ucapnya. Polres Cirebon Kota juga, kata Eko, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk pengaturan lalu lintas secara situasional serta fokus pengamanan di beberapa titik strategis, seperti jalur Pantura, jalur alternatif Pantura menuju Indramayu, jalur dalam kota, dan jalur tol. “Polres Cirebon kota telah menyiapkan antisipasi dalam pengaturan lalu lintas jika terjadinya lonjakan yang signifikan. Serta pengamanan di beberapa titik strategis seperti jalur Pantura, jalur alternatif Pantura menuju Indramayu, jalur dalam kota dan jalur tol,” katanya. Eko juga mengimbau kepada seluruh pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari kondisi fisik, kelengkapan berkendara, hingga memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. “Yang paling penting, tetap berhati-hati di jalan dan jangan lupa berdoa sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya. Tak hanya itu, suasana di lokasi juga dibuat lebih hangat dengan kehadiran salah satu Pendongeng asal Kota Cirebon, Kaka Jum yang menghibur anak-anak menggunakan boneka dan cerita ringan. Tawa anak-anak pun pecah, mengurangi rasa lelah yang mereka alami di perjalanan. Kaka Jum mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan ini didasari kepedulian terhadap kondisi anak-anak saat mudik yang berbeda dengan orang dewasa. “Setiap tahun saya memang berkomunikasi dengan anak-anak. Kondisi anak itu berbeda dengan orang tuanya, apalagi perjalanan jauh seperti dari Jakarta ke Jawa. Tadi saya tanya, ada yang mau ke Jogja, tentu butuh istirahat,” katanya. Ia juga berharap anak-anak bisa berani menyampaikan kondisi mereka kepada orang tua jika merasa lelah atau tidak enak badan selama perjalanan. “Dengan hiburan sederhana, seperti boneka dan cerita, anak-anak jadi tersenyum. Tadi yang awalnya terlihat capek, jadi sedikit terhibur,” pungkasnya. Dengan kolaborasi antara kepolisian dan komunitas lokal seperti pendongeng, diharapkan perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan juga menyenangkan, terutama bagi anak-anak. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Aksi pencurian sepeda motor yang sempat meresahkan warga Kuningan akhirnya terungkap. Dua pelaku lintas daerah berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kuningan dalam sebuah penangkapan dramatis, tepat saat keduanya hendak kembali beraksi di wilayah hukum lain. Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz dan Kasi Humas AKP Mugiyono, mengungkapkan bahwa kedua tersangka masing-masing berinisial W (40), buruh harian lepas, dan MI (23), wiraswasta, yang merupakan warga Kabupaten Indramayu. “Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait pencurian sepeda motor pada 3 Maret 2026. Tim kami langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan, termasuk mengidentifikasi rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar AKBP M Ali Akbar, Rabu (18/3). Dari hasil penyelidikan, polisi mengantongi ciri-ciri pelaku yang kemudian mengarah pada dua nama tersebut. Tanpa membuang waktu, tim Satreskrim langsung melakukan pengejaran intensif hingga ke luar wilayah Kuningan. Puncaknya, kedua pelaku berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Ironisnya, saat ditangkap, keduanya tengah bersiap melakukan aksi pencurian kembali. “Ini yang membuat kasus ini cukup dramatis. Saat kami amankan, pelaku sudah dalam posisi akan kembali beraksi. Artinya, mereka merupakan pelaku aktif,” tegasnya. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku menggunakan modus merusak kunci kendaraan dengan kunci letter T (kunci palsu). Target mereka adalah sepeda motor milik warga, salah satunya Honda Beat hitam tahun 2026. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor hasil curian, dua unit handphone, tiga buah kunci letter T, 13 mata kunci, satu magnet kunci, serta kunci kontak kendaraan. Kini, kedua pelaku telah diamankan di Polres Kuningan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 477 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara hingga 9 tahun. Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau lokasi kejadian lain yang melibatkan kedua pelaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan keamanan kendaraan, terutama dengan menggunakan kunci ganda,” ujarnya. Pihaknya menegaskan komitmen Polres Kuningan dalam memberantas kejahatan jalanan. “Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah Kuningan. Kami akan terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Rita Suwadi turun langsung ke lapangan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Rest Area KM 166 Tol Cipali, wilayah Kabupaten Majalengka, dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Rabu (18/03/2026). Didampingi personel Polres Majalengka yang terlibat dalam operasi, Kapolres melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memastikan situasi di sekitar rest area tetap aman dan kondusif. Kepadatan kendaraan yang meningkat, terutama dari para pemudik, menjadi perhatian khusus guna mencegah antrean panjang dan potensi gangguan keamanan. AKBP Rita Suwadi menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bentuk komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol yang tengah melakukan perjalanan mudik. “Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan masyarakat merasa aman serta nyaman selama perjalanan,” ujarnya. Selain melakukan penguraian kemacetan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap tertib berlalu lintas, mematuhi arahan petugas, serta memperhatikan kondisi fisik selama berkendara. Dengan langkah cepat dan sigap yang dilakukan oleh jajaran Polres Majalengka, situasi arus lalu lintas di sekitar Rest Area KM 166 Tol Cipali berangsur normal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya maksimal Polri dalam menjamin kelancaran dan keamanan arus mudik selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,.Fajar belum sepenuhnya merekah di langit Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Suasana pagi yang biasanya tenang, tiba-tiba berubah tegang saat teriakan ‘maling!’ memecah kesunyian. Di momen ketika banyak orang bersiap menyambut hari raya, seorang pria justru memilih jalan nekat mencuri sepeda motor milik warga. Peristiwa itu terjadi di Blok Pos, Desa Sindangwasa, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/3/2026) sekira pukul 05.30 WIB. Target pelaku adalah sepeda motor milik seorang ibu rumah tangga, Eem Karnesah yang saat itu tengah lengah. Hanya karena jeda lima menit, waktu yang terasa sekejap motor Honda Scoopy berwarna putih yang terparkir di halaman rumah, tiba-tiba raib. Kunci yang masih menempel dan stang yang tak terkunci menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Saat korban kembali, pandangannya langsung tertuju pada sosok pria yang membawa kabur motornya ke arah timur. Tanpa ragu, korban berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu menjadi pemantik reaksi cepat warga sekitar. Dua warga, Warhadi dan Narma, yang mendengar suara tersebut, langsung bergerak. Tanpa pikir panjang, mereka melakukan pengejaran.Temukan lebih banyakBerita ekonomiPerlengkapan olahragaLangganan Koran Digital Ketegangan terjadi di jalanan desa, namun keberanian warga akhirnya membuahkan hasil, pelaku berhasil dihentikan dan diamankan bersama barang bukti.Baca jugaDi Tengah Arus Mudik, Dokkes Polres Majalengka Siaga Jaga Kesehatan Pemudik di Tol Cipali Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, melalui Kapolsek Palasah AKP Yuda Irawan, membenarkan kejadian tersebut. Pelaku berinisial W (33), warga Astanajapura, Cirebon, kini telah diamankan di Mapolsek Palasah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Baca jugaKecamatan Kertajati Majalengka Juarai Lomba Kreasi Takjil Lokal di Festival Ramadan FESyar Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih, lengkap dengan STNK, BPKB, serta kunci asli kendaraan. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Di balik kejadian ini, ada satu hal yang menonjol : solidaritas warga Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi memberikan apresiasi atas tindakan cepat masyarakat yang berhasil menggagalkan aksi kejahatan tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri. “Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat. Namun kami juga mengimbau agar warga tetap waspada dan tidak ceroboh. Pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci stang atau menggunakan kunci ganda, meskipun hanya ditinggalkan sebentar,” tegasnya. Peristiwa ini menjadi pengingat keras, terutama menjelang Lebaran, saat mobilitas meningkat dan kelengahan sering terjadi. Di tengah euforia pulang kampung, kejahatan bisa datang dalam hitungan detik. Namun di Kabupaten Majalengka, pagi itu, keberanian warga membuktikan satu hal: ketika masyarakat sigap dan peduli, kejahatan tak punya banyak ruang untuk bergerak. (Asep Rusliman)
Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.(Selasa, 17/3/2026), – Dimulai dari depan Kantor Balaikota Cirebon, Jl. Siliwangi No. 84, Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Dandim 0614/Kota Cirebon bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon melaksanakan kegiatan monitoring Pos Pengamanan (Pos PAM) arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M untuk wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran. Monitoring dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik, guna memastikan seluruh personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya menjalankan tugas sesuai prosedur. Dandim 0614/Kota Cirebon, Ketkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han. menyampaikan bahwa sinergitas antar instansi menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah selama arus mudik berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat, serta kesiapan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Letkol Arm Drajat Santoso juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan yang tetap siaga demi kelancaran arus mudik. Diharapkan dengan adanya monitoring ini, koordinasi antar instansi semakin solid dan respons terhadap situasi di lapangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Setelah kegiatan monitoring selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama Forkopimda Kota Cirebon yang bertempat di Gedung Setda Kota Cirebon. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antar pimpinan daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan arus mudik Idul Fitri 1447 H tahun 2026 di wilayah Kota Cirebon dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (pendim0614) (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,. Di tengah riuhnya arus kendaraan yang mengalir tanpa henti di jalur mudik wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ada satu titik yang menghadirkan ketenangan bagi para pelintas lelah. Di Rest Area KM 166 Tol Cipali, sentuhan kemanusiaan itu hadir melalui pelayanan kesehatan yang diberikan oleh anggota Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Majalengka, Selasa (17/3/2026). Di bawah langit yang menaungi perjalanan panjang ribuan pemudik, tim medis berseragam cokelat itu berdiri sigap. Dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Majalengka, Ipda Dony Arivanto, mereka menyambut para pemudik dengan layanan kesehatan yang hangat, cepat, dan penuh kepedulian. Satu per satu pemudik datang. Ada yang sekadar memeriksakan tekanan darah, ada pula yang membutuhkan konsultasi kesehatan setelah berjam-jam duduk di balik kemudi. Di sisi lain, petugas juga memberikan obat-obatan ringan hingga penanganan awal bagi mereka yang mulai merasakan kelelahan di tengah perjalanan panjang Di balik setiap pemeriksaan, terselip pesan sederhana namun penting: perjalanan bukan sekadar sampai tujuan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan diri. “Kami hadir untuk memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan prima selama perjalanan. Jika merasa lelah atau kurang sehat, kami imbau untuk beristirahat dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah kami siapkan,” ujar Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Ipda Dony Arivanto Rest area yang biasanya hanya menjadi tempat singgah sejenak, hari itu berubah menjadi ruang perlindungan. Para pemudik yang datang tampak lega. Wajah-wajah lelah perlahan berubah menjadi senyum setelah mendapatkan pemeriksaan gratis yang membantu mereka memastikan kondisi tubuh tetap aman untuk melanjutkan perjalanan. Tak sedikit dari mereka yang mengapresiasi kehadiran layanan ini. Bagi para pemudik, keberadaan tim Dokkes bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan penyelamat di tengah padatnya arus mudik yang melelahkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran. Lebih dari sekadar pengamanan lalu lintas, kehadiran aparat juga menjangkau sisi kemanusiaan yang paling mendasar: kesehatan dan keselamatan. Di tengah derasnya arus kendaraan yang terus bergerak menuju kampung halaman, layanan kesehatan di Rest Area KM 166 Tol Cipali menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjang, selalu ada tangan-tangan yang siap menjaga. Sebab pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang tiba, tetapi tentang pulang dengan selamat, sehat, dan penuh cerita. (Asep Rusliman)
CIREBON KOTA,Bidik-kasusnews.com,. Pelarian pasangan suami istri (pasutri) berinisial LH (26) dan RK (41) berakhir di tangan jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota. Keduanya diringkus petugas saat mencoba melarikan diri menggunakan bus antarkota di wilayah Kabupaten Majalengka, tak lama setelah identitas mereka terungkap sebagai pelaku di balik pembunuhan keji seorang perempuan di sebuah rumah indekos. Kasus yang menggegerkan warga Jalan Dukuh Semar, Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon ini bermula dari penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar kos. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, polisi menemukan bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan pasutri tersebut sebagai eksekutor tunggal dalam aksi kriminal yang terencana. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan dengan cepat guna mencegah pelaku menghilangkan jejak lebih jauh. Saat ini, kedua tersangka telah mendekam di sel tahanan Polres Cirebon Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. “Kami mengonfirmasi telah terjadi tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang perempuan. Berdasarkan hasil penyidikan mendalam, perbuatan kriminal ini dilakukan secara bersama-sama oleh sepasang suami istri di sebuah rumah indekos di kawasan Dukuh Semar. Saat ini, keduanya sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKBP Eko Iskandar kepada awak media, Selasa (17/3/2026). Modus Pijat Lewat Aplikasi Motif di balik aksi nekat pasutri ini tergolong sangat ironis. Berdasarkan keterangan kepolisian, kedua pelaku sengaja mengincar harta benda korban dengan modus berpura-pura memesan jasa pijat urut melalui sebuah aplikasi layanan daring. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian datang ke kamar kos pelaku sebelum akhirnya dihabisi dengan kejam. Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku menggasak seluruh barang berharga milik korban yang ternyata nilainya sangat kontras dengan nyawa yang telah dihilangkan. “Motif utamanya adalah ekonomi, pelaku ingin menguasai harta milik korban. Mirisnya, dari pengakuan tersangka, mereka membunuh korban hanya untuk mengambil uang di dalam dompet sebesar Rp83 ribu dan sebuah ponsel, yang kemudian dijual seharga Rp73 ribu. Total hasil kejahatan mereka tidak lebih dari 160 ribu rupiah,” jelas Eko Iskandar. (Asep Rusliman)
Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026. “Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu,” katanya. Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut. Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar,” pungkasnya. Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai. “Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya. Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli. “Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan. Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli. “Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya. Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram. “Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optically variable ink,” ucap Himawan. Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet. “Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi,” jelas dia. Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat,” katanya. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” ujarnya. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majalengka menunjukkan kekompakan dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 1447 H. Pada Senin (16/3/2026), dilaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Terpadu, Pos Pengamanan (Pospam), dan Pos Pelayanan (Posyan) dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman, M.M., Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Fahmi Guruh Rahayu, S.I.P., M.I.P., Wakil Bupati Dena Muhammad Ramdhan, Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., Sekda Aeron Randi, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka. Rombongan Forkopimda mengawali peninjauan di Pos Terpadu Alun-Alun Majalengka, yang disambut oleh Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H. Di lokasi ini, tim mengecek kesiapan personel gabungan serta sarana pendukung pelayanan kesehatan dan informasi bagi masyarakat. Selanjutnya, peninjauan berlanjut ke Pos Pengamanan Kadipaten, salah satu titik krusial pertemuan arus kendaraan, yang disambut oleh Kapolsek Kadipaten AKP Budi Wardana, S.Pd. Forkopimda melakukan pengecekan terhadap pola pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan di jalur arteri penghubung antar kabupaten. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel di lapangan memiliki kesiapsiagaan tinggi dan fasilitas pos dapat berfungsi maksimal dalam melayani pemudik. “Sinergitas bersama Bapak Bupati, Bapak Dandim, dan unsur Forkopimda lainnya merupakan kunci keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kami ingin memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pos-pos ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi seluruh pemudik yang melintasi Majalengka,” ujar AKBP Rita Suwadi. Selain mengecek administrasi dan ploting personel, rombongan juga memberikan motivasi serta bingkisan kepada petugas yang berjaga sebagai bentuk dukungan moral atas dedikasi mereka dalam menjaga Kamtibmas selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengapresiasi kesiapan jajaran Polres Majalengka dan TNI yang telah memetakan titik-titik rawan secara detail. Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kesiapan penuh Kabupaten Majalengka dalam menyambut arus mudik 2026. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Kesiapsiagaan personel Satgas Kamseltibcar Lantas Polres Majalengka dalam menjaga keamanan jalur mudik kembali dibuktikan melalui aksi tanggap di lapangan. Pada Senin (16/3/2026), Tim Urai yang menggunakan kendaraan roda dua (Moge) berhasil mengamankan benda yang berpotensi membahayakan pengguna jalan di ruas Tol Cipali. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa temuan tersebut bermula saat personel sedang melaksanakan patroli rutin untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Saat menyisir Jalur A KM 147 Tol Cipali, personel Tim Urai yang terdiri dari Aiptu Kamaludin Rahmat dan Brigadir Diki Julian menemukan sebuah benda berupa jeriken berukuran besar yang tergeletak tepat di tengah jalur. Keberadaan benda tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu kecelakaan fatal, terutama bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. “Sesuai arahan Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., setiap personel di lapangan harus jeli dan responsif terhadap segala bentuk hambatan di jalan raya. Petugas kami langsung melakukan tindakan pengamanan dengan menepikan kendaraan patroli dan segera mengevakuasi jeriken tersebut ke lokasi yang aman di luar bahu jalan,” ujar AKP Pandu Renata Surya. Aksi cepat ini dilakukan guna memastikan tidak ada pengguna jalan yang melakukan pengereman mendadak atau manuver berbahaya saat menghindari benda tersebut, yang dapat berakibat pada tabrakan beruntun. Setelah memastikan jalur kembali bersih dan aman, personel Satgas Kamseltibcar Lantas melanjutkan patroli pemantauan arus mudik. Kapolres Majalengka mengapresiasi kesigapan anggota di lapangan yang telah meminimalisir risiko kecelakaan melalui tindakan preventif yang nyata. Polres Majalengka mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan barang, agar memastikan muatannya terikat dengan kuat dan rapi sebelum memasuki jalur tol. Selain itu, para pemudik diingatkan untuk tetap konsentrasi dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat benda mencurigakan atau hambatan lain di badan jalan demi keselamatan bersama. (Asep Rusliman)