MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka secara resmi memberikan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada sejumlah warga binaan yang telah memenuhi syarat. Penyerahan remisi ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka, Rian Firmansyah. Berdasarkan data per 21 Maret 2026, total penghuni di Lapas Majalengka tercatat sebanyak 306 orang, yang terdiri dari 48 tahanan dan 258 narapidana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 195 narapidana dinyatakan berhak menerima remisi setelah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Seluruh penerima remisi pada tahun ini masuk dalam kategori Remisi Khusus I (RK I) atau pengurangan masa pidana sebagian. Adapun rincian besaran remisi yang diberikan adalah sebagai berikut: – 15 Hari: Diberikan kepada 87 orang narapidana. – 1 Bulan: Diberikan kepada 95 orang narapidana. – 1 Bulan 15 Hari: Diberikan kepada 10 orang narapidana. – 2 Bulan: Diberikan kepada 3 orang narapidana. Dari total 195 penerima remisi tersebut, terdapat 186 narapidana laki-laki dan 9 narapidana perempuan. Sementara itu, untuk kategori Remisi Khusus II (RK II) atau narapidana yang langsung bebas setelah mendapatkan remisi, pada tahun ini tercatat nihil. Pemberian remisi ini juga mencakup narapidana yang terjerat perkara khusus sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 dan PP Nomor 28 Tahun 2006. Tercatat ada 25 orang narapidana dalam kategori ini yang mendapatkan remisi, dengan rincian: – Narkoba: 22 orang. – Korupsi: 1 orang. – Trafficking: 2 orang. Di sisi lain, terdapat 111 orang warga binaan yang belum memenuhi syarat untuk memperoleh Remisi Khusus Idul Fitri tahun ini. Alasan tidak diberikannya remisi tersebut meliputi: – Status masih sebagai tahanan sebanyak 48 orang. – Belum menjalani masa pidana selama minimal 6 bulan sebanyak 50 orang. – Terkait pencabutan program sebanyak 9 orang. – Sedang menjalani masa pidana denda sebanyak 2 orang. – Narapidana terorisme yang belum melakukan pernyataan setia kepada NKRI sebanyak 2 orang. Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik dan disiplin dalam mengikuti program pembinaan di dalam Lapas. (Asep Rusliman)

Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.(Jum’at, 20/3/2026), – Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon turut mendampingi Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati dalam kegiatan peresmian Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di RW 07 Sumurwuni, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat. Peresmian jembatan tersebut ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Danrem 063/SGJ sebagai simbol resmi dibukanya akses jembatan bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari warga sekitar yang telah lama menantikan keberadaan infrastruktur tersebut. Dalam sambutannya, Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur jembatan tahap pertama yang dilakukan jajaran Korem. “Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari program 200 jembatan tahap pertama. Harapannya dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar perekonomian, serta mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya. “Setiap bulan, Korem memiliki tanggung jawab pembangunan sekitar 15 jembatan. Saat ini, sudah terealisasi di beberapa daerah seperti Kota Cirebon, Purwakarta, dan Subang, dan akan terus berlanjut pada tahap berikutnya,” jelasnya. Sementara itu, Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han. menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan realisasi program prioritas pemerintah dalam menghubungkan wilayah yang memiliki potensi ekonomi. Menurutnya, jembatan tersebut sebelumnya sudah direncanakan sejak 2018, namun baru terealisasi pada 2026 ini. Dengan konstruksi baja WF yang kokoh serta pondasi yang kuat, jembatan ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Dengan struktur baja WF tanpa sambungan dan pondasi yang kuat, jembatan ini mampu menopang beban lebih besar dan lebih aman untuk mobilitas warga. Ini bukti nyata kehadiran negara untuk masyarakat,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya perawatan jembatan oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, termasuk mengatur penggunaan agar tidak terjadi beban berlebih yang dapat merusak konstruksi. Meneruskan perintah dari Danrem 063/Sgj, Dandim 0614/Kota Cirebon menambahkan, pihaknya membuka peluang bagi wilayah lain yang membutuhkan pembangunan jembatan dengan mengajukan melalui Babinsa atau Koramil setempat untuk kemudian akan kami teruskan ke Korem 063/Sgj. Di sisi lain, Camat Harjamukti, Rd Yuki Maulana Hidayat, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan tersebut yang dinilai sangat strategis, terutama menjelang momentum tradisi Maulid. “Jembatan ini menjadi akses penting menuju Makam Mbah Soleh, yang merupakan leluhur warga setempat. Saat bulan Maulid, arus lalu lintas biasanya meningkat, sehingga kehadiran jembatan ini sangat membantu kelancaran mobilitas,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa titik jembatan di wilayah Harjamukti yang membutuhkan perbaikan, seperti di Kelurahan Kecapi dan wilayah RW lainnya, yang akan diajukan sesuai prosedur. Acara peresmian ini dihadiri oleh unsur TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut. Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda Sumurwuni, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah dan aman dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat. (pendim0614)* (Asep Rusliman)

Cirebon kota,Bidik-kasusnews.com,. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, turun langsung membagikan vitamin, obat-obatan, dan takjil kepada para pemudik di jalur arteri Pantura, tepatnya di Perempatan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa sore. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik pemudik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, khususnya anak-anak. Dalam kesempatan tersebut, Polres Cirebon Kota berkolaborasi dengan pendongeng asal Kota Cirebon, Kaka Jum, untuk menghibur para pemudik yang kelelahan selama perjalanan. Dari pantauan di lapangan, arus mudik didominasi kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Banyak pemudik terlihat membawa barang bawaan cukup banyak, bahkan membonceng anggota keluarga, termasuk anak-anak. Melihat kondisi tersebut, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menilai pentingnya memberikan perhatian ekstra, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh dengan kondisi fisik terbatas. “Banyak pemudik yang membawa keluarga, sehingga kita juga membagikan vitamin dan obat-obatan untuk menjaga kondisi mereka selama perjalanan,” ungkapnya. Sementara itu, Eko memastikan kondisi arus lalu lintas hingga pukul 17.10 WIB masih terpantau terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan. “Peningkatan ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga malam hari dan menjelang subuh,” ucapnya. Polres Cirebon Kota juga, kata Eko, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk pengaturan lalu lintas secara situasional serta fokus pengamanan di beberapa titik strategis, seperti jalur Pantura, jalur alternatif Pantura menuju Indramayu, jalur dalam kota, dan jalur tol. “Polres Cirebon kota telah menyiapkan antisipasi dalam pengaturan lalu lintas jika terjadinya lonjakan yang signifikan. Serta pengamanan di beberapa titik strategis seperti jalur Pantura, jalur alternatif Pantura menuju Indramayu, jalur dalam kota dan jalur tol,” katanya. Eko juga mengimbau kepada seluruh pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari kondisi fisik, kelengkapan berkendara, hingga memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. “Yang paling penting, tetap berhati-hati di jalan dan jangan lupa berdoa sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya. Tak hanya itu, suasana di lokasi juga dibuat lebih hangat dengan kehadiran salah satu Pendongeng asal Kota Cirebon, Kaka Jum yang menghibur anak-anak menggunakan boneka dan cerita ringan. Tawa anak-anak pun pecah, mengurangi rasa lelah yang mereka alami di perjalanan. Kaka Jum mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan ini didasari kepedulian terhadap kondisi anak-anak saat mudik yang berbeda dengan orang dewasa. “Setiap tahun saya memang berkomunikasi dengan anak-anak. Kondisi anak itu berbeda dengan orang tuanya, apalagi perjalanan jauh seperti dari Jakarta ke Jawa. Tadi saya tanya, ada yang mau ke Jogja, tentu butuh istirahat,” katanya. Ia juga berharap anak-anak bisa berani menyampaikan kondisi mereka kepada orang tua jika merasa lelah atau tidak enak badan selama perjalanan. “Dengan hiburan sederhana, seperti boneka dan cerita, anak-anak jadi tersenyum. Tadi yang awalnya terlihat capek, jadi sedikit terhibur,” pungkasnya. Dengan kolaborasi antara kepolisian dan komunitas lokal seperti pendongeng, diharapkan perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan juga menyenangkan, terutama bagi anak-anak. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Rita Suwadi turun langsung ke lapangan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Rest Area KM 166 Tol Cipali, wilayah Kabupaten Majalengka, dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Rabu (18/03/2026). Didampingi personel Polres Majalengka yang terlibat dalam operasi, Kapolres melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memastikan situasi di sekitar rest area tetap aman dan kondusif. Kepadatan kendaraan yang meningkat, terutama dari para pemudik, menjadi perhatian khusus guna mencegah antrean panjang dan potensi gangguan keamanan. AKBP Rita Suwadi menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bentuk komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol yang tengah melakukan perjalanan mudik. “Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan masyarakat merasa aman serta nyaman selama perjalanan,” ujarnya. Selain melakukan penguraian kemacetan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap tertib berlalu lintas, mematuhi arahan petugas, serta memperhatikan kondisi fisik selama berkendara. Dengan langkah cepat dan sigap yang dilakukan oleh jajaran Polres Majalengka, situasi arus lalu lintas di sekitar Rest Area KM 166 Tol Cipali berangsur normal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya maksimal Polri dalam menjamin kelancaran dan keamanan arus mudik selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,.Fajar belum sepenuhnya merekah di langit Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Suasana pagi yang biasanya tenang, tiba-tiba berubah tegang saat teriakan ‘maling!’ memecah kesunyian. Di momen ketika banyak orang bersiap menyambut hari raya, seorang pria justru memilih jalan nekat mencuri sepeda motor milik warga. Peristiwa itu terjadi di Blok Pos, Desa Sindangwasa, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/3/2026) sekira pukul 05.30 WIB. Target pelaku adalah sepeda motor milik seorang ibu rumah tangga, Eem Karnesah yang saat itu tengah lengah. Hanya karena jeda lima menit, waktu yang terasa sekejap motor Honda Scoopy berwarna putih yang terparkir di halaman rumah, tiba-tiba raib. Kunci yang masih menempel dan stang yang tak terkunci menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Saat korban kembali, pandangannya langsung tertuju pada sosok pria yang membawa kabur motornya ke arah timur. Tanpa ragu, korban berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu menjadi pemantik reaksi cepat warga sekitar. Dua warga, Warhadi dan Narma, yang mendengar suara tersebut, langsung bergerak. Tanpa pikir panjang, mereka melakukan pengejaran.Temukan lebih banyakBerita ekonomiPerlengkapan olahragaLangganan Koran Digital Ketegangan terjadi di jalanan desa, namun keberanian warga akhirnya membuahkan hasil, pelaku berhasil dihentikan dan diamankan bersama barang bukti.Baca jugaDi Tengah Arus Mudik, Dokkes Polres Majalengka Siaga Jaga Kesehatan Pemudik di Tol Cipali Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, melalui Kapolsek Palasah AKP Yuda Irawan, membenarkan kejadian tersebut. Pelaku berinisial W (33), warga Astanajapura, Cirebon, kini telah diamankan di Mapolsek Palasah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Baca jugaKecamatan Kertajati Majalengka Juarai Lomba Kreasi Takjil Lokal di Festival Ramadan FESyar Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih, lengkap dengan STNK, BPKB, serta kunci asli kendaraan. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Di balik kejadian ini, ada satu hal yang menonjol : solidaritas warga Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi memberikan apresiasi atas tindakan cepat masyarakat yang berhasil menggagalkan aksi kejahatan tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri. “Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat. Namun kami juga mengimbau agar warga tetap waspada dan tidak ceroboh. Pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci stang atau menggunakan kunci ganda, meskipun hanya ditinggalkan sebentar,” tegasnya. Peristiwa ini menjadi pengingat keras, terutama menjelang Lebaran, saat mobilitas meningkat dan kelengahan sering terjadi. Di tengah euforia pulang kampung, kejahatan bisa datang dalam hitungan detik. Namun di Kabupaten Majalengka, pagi itu, keberanian warga membuktikan satu hal: ketika masyarakat sigap dan peduli, kejahatan tak punya banyak ruang untuk bergerak. (Asep Rusliman)

Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.(Selasa, 17/3/2026), – Dimulai dari depan Kantor Balaikota Cirebon, Jl. Siliwangi No. 84, Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Dandim 0614/Kota Cirebon bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon melaksanakan kegiatan monitoring Pos Pengamanan (Pos PAM) arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M untuk wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran. Monitoring dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik, guna memastikan seluruh personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya menjalankan tugas sesuai prosedur. Dandim 0614/Kota Cirebon, Ketkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han. menyampaikan bahwa sinergitas antar instansi menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah selama arus mudik berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat, serta kesiapan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Letkol Arm Drajat Santoso juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan yang tetap siaga demi kelancaran arus mudik. Diharapkan dengan adanya monitoring ini, koordinasi antar instansi semakin solid dan respons terhadap situasi di lapangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Setelah kegiatan monitoring selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama Forkopimda Kota Cirebon yang bertempat di Gedung Setda Kota Cirebon. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antar pimpinan daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan arus mudik Idul Fitri 1447 H tahun 2026 di wilayah Kota Cirebon dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (pendim0614) (Asep Rusliman)

MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,. Di tengah riuhnya arus kendaraan yang mengalir tanpa henti di jalur mudik wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ada satu titik yang menghadirkan ketenangan bagi para pelintas lelah. Di Rest Area KM 166 Tol Cipali, sentuhan kemanusiaan itu hadir melalui pelayanan kesehatan yang diberikan oleh anggota Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Majalengka, Selasa (17/3/2026). Di bawah langit yang menaungi perjalanan panjang ribuan pemudik, tim medis berseragam cokelat itu berdiri sigap. Dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Majalengka, Ipda Dony Arivanto, mereka menyambut para pemudik dengan layanan kesehatan yang hangat, cepat, dan penuh kepedulian. Satu per satu pemudik datang. Ada yang sekadar memeriksakan tekanan darah, ada pula yang membutuhkan konsultasi kesehatan setelah berjam-jam duduk di balik kemudi. Di sisi lain, petugas juga memberikan obat-obatan ringan hingga penanganan awal bagi mereka yang mulai merasakan kelelahan di tengah perjalanan panjang Di balik setiap pemeriksaan, terselip pesan sederhana namun penting: perjalanan bukan sekadar sampai tujuan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan diri. “Kami hadir untuk memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan prima selama perjalanan. Jika merasa lelah atau kurang sehat, kami imbau untuk beristirahat dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah kami siapkan,” ujar Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Ipda Dony Arivanto Rest area yang biasanya hanya menjadi tempat singgah sejenak, hari itu berubah menjadi ruang perlindungan. Para pemudik yang datang tampak lega. Wajah-wajah lelah perlahan berubah menjadi senyum setelah mendapatkan pemeriksaan gratis yang membantu mereka memastikan kondisi tubuh tetap aman untuk melanjutkan perjalanan. Tak sedikit dari mereka yang mengapresiasi kehadiran layanan ini. Bagi para pemudik, keberadaan tim Dokkes bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan penyelamat di tengah padatnya arus mudik yang melelahkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran. Lebih dari sekadar pengamanan lalu lintas, kehadiran aparat juga menjangkau sisi kemanusiaan yang paling mendasar: kesehatan dan keselamatan. Di tengah derasnya arus kendaraan yang terus bergerak menuju kampung halaman, layanan kesehatan di Rest Area KM 166 Tol Cipali menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjang, selalu ada tangan-tangan yang siap menjaga. Sebab pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang tiba, tetapi tentang pulang dengan selamat, sehat, dan penuh cerita. (Asep Rusliman)

CIREBON KOTA,Bidik-kasusnews.com,. Pelarian pasangan suami istri (pasutri) berinisial LH (26) dan RK (41) berakhir di tangan jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota. Keduanya diringkus petugas saat mencoba melarikan diri menggunakan bus antarkota di wilayah Kabupaten Majalengka, tak lama setelah identitas mereka terungkap sebagai pelaku di balik pembunuhan keji seorang perempuan di sebuah rumah indekos. Kasus yang menggegerkan warga Jalan Dukuh Semar, Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon ini bermula dari penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar kos. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, polisi menemukan bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan pasutri tersebut sebagai eksekutor tunggal dalam aksi kriminal yang terencana. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan dengan cepat guna mencegah pelaku menghilangkan jejak lebih jauh. Saat ini, kedua tersangka telah mendekam di sel tahanan Polres Cirebon Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. “Kami mengonfirmasi telah terjadi tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang perempuan. Berdasarkan hasil penyidikan mendalam, perbuatan kriminal ini dilakukan secara bersama-sama oleh sepasang suami istri di sebuah rumah indekos di kawasan Dukuh Semar. Saat ini, keduanya sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKBP Eko Iskandar kepada awak media, Selasa (17/3/2026). Modus Pijat Lewat Aplikasi Motif di balik aksi nekat pasutri ini tergolong sangat ironis. Berdasarkan keterangan kepolisian, kedua pelaku sengaja mengincar harta benda korban dengan modus berpura-pura memesan jasa pijat urut melalui sebuah aplikasi layanan daring. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian datang ke kamar kos pelaku sebelum akhirnya dihabisi dengan kejam. Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku menggasak seluruh barang berharga milik korban yang ternyata nilainya sangat kontras dengan nyawa yang telah dihilangkan. “Motif utamanya adalah ekonomi, pelaku ingin menguasai harta milik korban. Mirisnya, dari pengakuan tersangka, mereka membunuh korban hanya untuk mengambil uang di dalam dompet sebesar Rp83 ribu dan sebuah ponsel, yang kemudian dijual seharga Rp73 ribu. Total hasil kejahatan mereka tidak lebih dari 160 ribu rupiah,” jelas Eko Iskandar. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026. “Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu,” katanya. Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut. Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar,” pungkasnya. Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai. “Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya. Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli. “Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan. Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli. “Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya. Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram. “Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optically variable ink,” ucap Himawan. Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet. “Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi,” jelas dia. Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat,” katanya. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” ujarnya. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majalengka menunjukkan kekompakan dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 1447 H. Pada Senin (16/3/2026), dilaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Terpadu, Pos Pengamanan (Pospam), dan Pos Pelayanan (Posyan) dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026.   Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman, M.M., Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Fahmi Guruh Rahayu, S.I.P., M.I.P., Wakil Bupati Dena Muhammad Ramdhan, Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., Sekda Aeron Randi, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka. Rombongan Forkopimda mengawali peninjauan di Pos Terpadu Alun-Alun Majalengka, yang disambut oleh Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H. Di lokasi ini, tim mengecek kesiapan personel gabungan serta sarana pendukung pelayanan kesehatan dan informasi bagi masyarakat. Selanjutnya, peninjauan berlanjut ke Pos Pengamanan Kadipaten, salah satu titik krusial pertemuan arus kendaraan, yang disambut oleh Kapolsek Kadipaten AKP Budi Wardana, S.Pd. Forkopimda melakukan pengecekan terhadap pola pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan di jalur arteri penghubung antar kabupaten. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel di lapangan memiliki kesiapsiagaan tinggi dan fasilitas pos dapat berfungsi maksimal dalam melayani pemudik. “Sinergitas bersama Bapak Bupati, Bapak Dandim, dan unsur Forkopimda lainnya merupakan kunci keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kami ingin memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pos-pos ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi seluruh pemudik yang melintasi Majalengka,” ujar AKBP Rita Suwadi. Selain mengecek administrasi dan ploting personel, rombongan juga memberikan motivasi serta bingkisan kepada petugas yang berjaga sebagai bentuk dukungan moral atas dedikasi mereka dalam menjaga Kamtibmas selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengapresiasi kesiapan jajaran Polres Majalengka dan TNI yang telah memetakan titik-titik rawan secara detail. Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kesiapan penuh Kabupaten Majalengka dalam menyambut arus mudik 2026. (Asep Rusliman)