Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,. Kapolres Cirebon Kota melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan tempat cuci motor gratis bagi komunitas Ojol Kamtibmas. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Dr. Sudarsono, Kelurahan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat, 13 Februari 2026. Peletakan batu pertama itu dilakukan dalam rangkaian kegiatan Ngariung Aman Kapolda Jabar bersama Ojol Kamtibmas yang digelar secara virtual. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan fasilitas yang diperuntukkan khusus bagi para pengemudi ojol mitra kamtibmas. Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan pembangunan fasilitas ini merupakan bentuk perhatian terhadap para ojol yang selama ini membantu kepolisian. “Tempat cuci motor gratis ini kami hadirkan untuk membantu meringankan beban operasional rekan-rekan ojol kamtibmas yang setiap hari menggunakan kendaraan roda dua dalam menjalankan aktivitasnya,” ujarnya. Ia menambahkan, kendaraan roda dua menjadi sarana utama mobilitas para ojol dalam mendukung tugas penyampaian informasi kamtibmas. Karena itu, fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja sekaligus menjaga kebersihan kendaraan mereka. Menurutnya, keberadaan tempat cuci motor gratis juga menjadi ruang kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat. “Kami ingin membangun kedekatan yang lebih humanis serta memperkuat solidaritas antara Polres Cirebon Kota dan mitra kamtibmas,” katanya. Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemitraan dan pemberdayaan komunitas yang terus dikembangkan jajaran kepolisian. Ojol Kamtibmas tidak hanya dilibatkan dalam deteksi dini dan penyampaian informasi, tetapi juga mendapat dukungan fasilitas yang menunjang aktivitas mereka. Konsep fasilitas tersebut tidak sekadar menghadirkan sarana fisik, melainkan menjadi simbol komitmen Polri Presisi dalam membangun kolaborasi berkelanjutan. Sinergitas yang terjalin diharapkan semakin solid dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kota Cirebon. Selain peletakan batu pertama, kegiatan juga diisi dengan kebersamaan dan pemberian tali asih kepada perwakilan Ojol Kamtibmas. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membantu menjaga keamanan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. (Asep Rusliman)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Polresta Cirebon menggelar razia minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Cirebon pada Minggu (15/2/2026). Dalam razia pekat tersebut petugas berhasil mengamankan 60 botol miras berbagai merk dan miras tradisional ciu. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, miras yang berhasil disita jumlahnya mencapai 60 botol miras berbagai merk dan miras tradisional ciu. Miras tersebut disita dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon. “Dalam razia ini, kami berhasil mengamankan 60 botol miras pabrikan berbagai merk dan miras tradisional ciu dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon. Kemudian para penjual miras tersebut juga langsung diproses tipiring,” ujarnya. Ia mengatakan, razia tersebut dilaksanakan intensif Polresta Cirebon hingga Polsek jajaran. Pihaknya pun meminta peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan berbagai tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Cirebon. Dipastikan setiap laporan atau aduan yang diterima bakal langsung ditindaklanjuti dan petugas berada di lokasi dalam waktu singkat. Pasalnya, laporan maupun aduan masyarakat akan sangat membantu kepolisian dalam menjaga kondusivitas kamtibmas. “Peran seluruh elemen masyarakat sangat besar untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas. Selain itu, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga keamanan lingkungan dan sangat berarti bagi kepolisian,” katanya. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menghadiri kegiatan penaburan bibit ikan koi yang digelar di objek wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan potensi wisata daerah. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan tamu undangan, di antaranya artis nasional Irfan Hakim, Panji Sang Petualang, Adi Syahreza, serta Hartono Soekwanto. Kehadiran para tokoh ini menambah semarak kegiatan yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, AKBP Rita Suwadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penaburan bibit ikan koi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan. Ia menegaskan bahwa Polri mendukung penuh setiap kegiatan positif yang bertujuan menjaga kelestarian alam serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Majalengka. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperindah kawasan wisata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat lingkungan. Situ Cipanten merupakan salah satu destinasi unggulan Majalengka yang harus kita jaga bersama,” ujarnya. Sementara itu, Irfan Hakim mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keindahan alam Situ Cipanten. Ia berharap penaburan bibit ikan koi ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan penaburan bibit ikan koi berlangsung dengan penuh kebersamaan. Para tamu undangan bersama masyarakat secara simbolis menaburkan bibit ikan ke perairan Situ Cipanten, disaksikan oleh ratusan warga yang hadir. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Situ Cipanten semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Satreskrim Polres Majalengka melalui Polsek Majalengka Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang menyasar toko swalayan Alfamart di wilayah Kelurahan Majalengka Kulon. Pengungkapan kasus besar ini secara resmi disampaikan oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H., pada Sabtu (14/2/2026). Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang semuanya diketahui merupakan residivis lintas daerah, yakni Adi Mulyadi alias Yogi, Riki Solehudin alias Ahong, dan Yoga Saputra alias Atep. Aksi kriminal ini bermula pada Jumat dini hari tanggal 6 Februari 2026, ketika para pelaku mendatangi Alfamart Pasar Balong sekira pukul 03.41 WIB. Modus yang dijalankan kawanan ini tergolong nekat, di mana dua orang pelaku awalnya berpura-pura menjadi pembeli kopi. Namun, saat berada di meja kasir untuk membayar, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan menodongkannya kepada karyawan toko yang sedang bertugas. Dibawah ancaman senjata tajam, korban dipaksa untuk menunjukkan dan membuka brankas utama hingga pelaku berhasil menggasak uang tunai puluhan juta rupiah dari dalam brankas dan laci kasir. Akibat kejadian penodongan tersebut, pihak PT. Sumber Alfaria Trijaya mengalami kerugian materil mencapai Rp34.460.537. Setelah menguras uang tunai, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. Menindaklanjuti laporan dari korban, tim penyidik Polsek Majalengka Kota bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menganalisis rekaman CCTV yang berada di toko tersebut guna mengidentifikasi pergerakan para pelaku. Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting di antaranya satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV, ponsel milik pelaku, serta pakaian berupa switer hitam dan celana jeans yang digunakan para tersangka saat melancarkan aksinya. Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan komitmen tegas Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi dalam memberantas kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha maupun warga di Kabupaten Majalengka. Saat ini, ketiga tersangka telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 479 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. (Asep Rusliman)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kuningan secara resmi menerima Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan, Jumat (14/2/2026). SKT tersebut diserahkan oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan, MH Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si., kepada Ketua FWJI Korwil Kuningan, Ahmad Nurcahya. Prosesi penyerahan SKT dilaksanakan berbarengan dengan agenda mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dalam momentum tersebut, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., serta plt Leza Riyanto Bati Staf Intel Kodim 0615/Kuningan diminta secara langsung untuk menyaksikan penyerahan SKT sebagai bentuk transparansi dan penguatan legitimasi kelembagaan. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI dalam momen tersebut menjadi simbol dukungan lintas sektor terhadap eksistensi organisasi profesi wartawan di Kabupaten Kuningan. Penyerahan SKT ini menegaskan bahwa FWJI Korwil Kuningan telah memenuhi ketentuan administrasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga secara resmi terdaftar dan diakui di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dalam sambutannya, MH Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendorong organisasi profesi untuk berperan aktif dalam pembangunan serta menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang. “Kami berharap FWJI Korwil Kuningan dapat menjalankan fungsi pers secara profesional dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang objektif serta menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya. Ketua FWJI Korwil Kuningan, Ahmad Nurcahya, menyampaikan bahwa legalitas yang telah diperoleh merupakan fondasi penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjalankan tugas jurnalistik. “SKT ini menjadi pijakan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas SDM wartawan, memperkuat soliditas internal, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan bertanggung jawab,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) FWJI Korwil Kuningan, Dewa, menegaskan bahwa ke depan FWJI akan fokus pada peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan implementasi kode etik jurnalistik, serta membangun sinergi harmonis dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan diterbitkannya SKT tersebut, FWJI Korwil Kuningan diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi di daerah dan menjadi mitra konstruktif dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kuningan melalui karya jurnalistik yang profesional, kredibel, dan berintegritas. (Asep Rusliman)
KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri kegiatan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan. Acara ini digelar di Ballroom Arya Kamuning Lantai 3 Gedung Pemda Kabupaten Kuningan, pada Sabtu pagi (14/2/2026). Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian memberikan sambutan sekaligus arahan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., Dicky Mahardika, S.E., M.Si Kabid Paud Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Ketua DPW FK PKBM Provinsi Jawa Barat Heru Saleh, S.Pd., M.Pd., serta para pengelola PKBM se-Kabupaten Kuningan. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan tidak hanya dapat berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kuningan membangun maju itu tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga non-fisik. Salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Itu sebuah keniscayaan,” tegasnya. Ia menyampaikan, kemajuan daerah masih diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Dari sisi pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat usia produktif di Kuningan masih menjadi tantangan bersama. Oleh karena itu, Bupati menilai keberadaan PKBM memiliki peran sentral dalam mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Menurutnya, masih terdapat warga usia produktif yang belum memiliki ijazah formal (SD, SMP, maupun SMA), sehingga PKBM menjadi jembatan penting menuju akses pendidikan yang lebih layak. “PKBM ini menjadi jembatan penghubung antara harapan masyarakat yang belum mengakses pendidikan formal dengan kesempatan hidup yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga mendorong sinergi PKBM dengan pemerintah desa, perangkat desa, hingga pondok pesantren agar semakin banyak warga yang dapat difasilitasi memperoleh pendidikan kesetaraan. Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam menangani persoalan anak tidak sekolah dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah pelosok. Ia meminta jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk aktif turun ke lapangan. “Jangan hanya bekerja di belakang meja. Pastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” pesannya. Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa pengelolaan PKBM harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis data. Validasi serta pembaruan data warga belajar merupakan langkah awal dalam perencanaan program yang tepat sasaran. Selain itu, ia mendorong pengembangan pendidikan kecakapan hidup (life skills), literasi digital, pelatihan sektor pertanian, serta penguatan UMKM agar lulusan PKBM memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menutup arahannya, Bupati berharap agar PKBM menjadi forum yang konsultatif dan konstruktif dalam memberikan masukan kebijakan pendidikan di daerah. “Setiap warga berhak belajar, dan setiap kesempatan belajar adalah pintu perubahan. Mari kita bangun pendidikan yang berdampak dan membawa senyum bagi masyarakat Kuningan,” pungkasnya. Kegiatan ini menandai momentum penguatan peran pendidikan nonformal dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Kuningan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. (Asep Rusliman)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Larangan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kepada Sekolah Dasar Negeri untuk tidak mengadakan buku Modul diabaikan oleh sejumlah SDN 1 Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Buktinya, masih banyak oknum Guru dan kepala sekolah yang menyuruh murid untuk membeli buku Modul yang di tunjuk toko fotocopy oleh sekolah. Jumat, 13/02/2026 Sejumlah orangtua wali murid kepada awak media menuturkan, instruksi pembelian buku Modul ini disampaikan secara lisan saja kepada para murid oleh masing-masing guru wali kelas. Murid ditekankan untuk segera membeli buku Modul. “Yang anehnya ketika kita orangtua tanya ke guru buku itu tidak wajib harus membeli, tapi saat anak pulang sekolah nanti anak nangis-nangis minta uang buat beli buku Modul, katanya guru mereka suruh supaya beli buku Modul. Jadi bingung kami orangtua ini,” ujar orangtua wali murid SDN 1 Kaliwadas. Begitu juga dengan orangtua murid lain pengadaan buku Modul ini terkesan diwajibkan kepada murid. Meskipun tidak secara gamblang disampaikan ke orangtua namun diam-diam oknum guru memaksakan anak murid untuk memiliki buku Modul. Pihak toko fotocopy yang merasa di titipi buku Modul ini semata mata hanya mencari ke untungan, pembelinya dari SDN mana saja, kata pemilik toko Lanjut, pihak toko tidak ada mengharuskan absen siswa/siswi yang membeli buku itu, ada beberapa wali murid meminta nota pembelian sejumlah buku Modul untuk di perlihatkan ke Guru nya bahwa Sanya anaknya sudah membeli buku Modul dengan menunjukan Noto toko penyedia buku Modul. Pungkasnya Kepala SDN 1 Kaliwadas yang baru di pindah jabat kepala SDN 1 Tukmudal pada bulan Februari, Wardina, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa buku Modul yang di jual Toko FotoCopy diri beralibi tidak tau dan tidak ada penggiring sekolah memerintahkan agar murid murid nya membeli buku modul di Toko FotoCopy tersebut. Ucapnya. Dugaan awak media di sini ada koordinasi yang baik antara penyedia barang dengan pihak Sekolah tentunya hal ini ada timbal balik ke untungan yang di dapat dari jumlah buku Modul yang terjual di toko fotocopy. (Asep Rusliman)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Pemerintah Kabupaten Kuningan akan segera melakukan perombakan besar-besaran pada struktur birokrasinya. Agenda mutasi, rotasi dan promosi pejabat tersebut direncanakan sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan. Hal itu untuk memastikan stabilitas kinerja pemerintahan selama masa ibadah puasa dan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan, Hartanto, mengonfirmasi rencana tersebut mengatakan, pelaksanaan mutasi hanya tinggal menunggu penyelesaian proses administrasi di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pelantikannya direncanakan digelar sebelum Bulan Ramadan. “Namun hari dan jam pastinya masih bersifat tentatif,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis, 12 Februari 2026. Ratusan Pejabat Terlibat Mutasi kali ini melibatkan jumlah personel yang cukup signifikan di berbagai tingkatan jabatan. Direncanakan akan menyasar ratusan pejabat. Di antaranya rotasi di lingkungan pejabat Eselon II atau setingkat kepala dinas (kadis) dan kepala badan (kaban) sekitar 7 hingga 8 orang. Selain itu, terdapat 1 atau 2 orang yang akan dipromosikan untuk mengisi kekosongan jabatan Eselon III. Sedangkan pergeseran paling masif terjadi di level Eselon IV dengan jumlah mencapai kurang lebih 230 pejabat. Perombakan tersebut diharapkan mampu menyegarkan suasana kerja di tingkat teknis pelayanan masyarakat. Sementara itu, isu mengenai rolling di level Eselon II semakin santer karena dikabarkan lebih bersifat rotasi atau pertukaran posisi antar kadis saja. Meliputi: Guruh Irawan Zulkarnaen yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), diprediksi akan berpindah tugas menjadi Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan karena H. Deni Hamdani yang menjabat sebelumnya ramai diisukan bakal menduduki kursi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan . (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Paripurna DPRD dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 yang berlangsung khidmat di Pendopo Gedung Negara Majalengka, Rabu (11/2/2026). Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 tahun 2026 mengusung tema “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE” Peringatan tahun ini memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya Hari Jadi Majalengka diperingati pada tanggal 11 Februari, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025. Bupati Majalengka, Eman Suherman dalam sambutannya menyampaikan bahwa penetapan tanggal baru tersebut merupakan hasil kajian akademik mendalam yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Nina Herlina, M.S. dari Universitas Padjadjaran. Perubahan ini bertujuan untuk meluruskan sejarah sekaligus memperkuat jati diri Kabupaten Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah capaian strategis pembangunan daerah sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majalengka tercatat sebagai tertinggi kedua di Jawa Barat pada triwulan II 2025 dengan angka 9,01 persen, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,38 persen. Melalui program MATA HATI, angka pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 4,01 persen menjadi 3,62 persen, berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, total investasi yang masuk ke Majalengka sepanjang tahun 2025 mencapai Rp. 3,4 triliun. Bupati juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan berhasil diturunkan sebesar 0,51 persen atau setara dengan 6.110 jiwa. Di bidang infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya. Saat ini, sepanjang 806,92 kilometer atau 88,19 persen jalan kabupaten berada dalam kondisi mantap. Pada awal tahun 2026, pemerintah daerah juga menggulirkan program perbaikan 1.715 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan total anggaran mencapai Rp. 34,4 miliar. Dalam hal tata kelola pemerintahan, Kabupaten Majalengka kembali menorehkan prestasi dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kali berturut-turut. Selain itu, Majalengka memperoleh predikat “Sangat Baik” pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan indeks 3,91, nilai SAKIP yang tinggi, serta menempati peringkat 19 besar nasional dalam Indeks Pelayanan Publik. Bupati Eman Suherman juga menegaskan keberpihakan pemerintah daerah terhadap produk lokal melalui kebijakan “Bela dan Beli Produk UMKM”, termasuk kewajiban penggunaan Genteng Jatiwangi pada seluruh bangunan pemerintah. Menghadapi tantangan pembangunan tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menyiapkan sejumlah program Quick Wins, di antaranya: Satu Desa Satu Sarjana SPBU Mini (Solidaritas pada Buruh untuk Memiliki Hunian) Program SAREBU (Sakola Bareng Ibu-ibu). “Momen Hari Jadi ke-186 ini menjadi titik tolak untuk melangkah ke masa depan dengan semangat kolaborasi dan inovasi menuju Majalengka Langkung Sae,” tegas Bupati. Rapat Paripurna tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin, Anggota DPR RI TB Hasanuddin, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Asep Rusliman)
Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka Akbp Rita Suwadi.,S.H.,S.I.K.,M.M., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) Wakapolres Majalengka yang dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Majalengka, Jumat (13/2/2026). Dalam upacara tersebut, jabatan Wakapolres Majalengka secara resmi diserahterimakan dari Kompol Asep Agustoni, S.E., M.M kepada Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H sebagai Wakapolres Majalengka yang baru. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Majalengka. Dalam amanatnya, Kapolres Majalengka Akbp Rita Suwadi.,S.H.,S,I.K.,M.M.,menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran serta pengembangan karier personel. Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kompol Asep Agustoni.,S.E.M.M., atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Wakapolres Majalengka. “Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas loyalitas, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pelaksanaan tugas di Polres Majalengka,” ujar Kapolres. Kepada pejabat yang baru, Kapolres berharap Kompol Dani Prasetya.,S.H.,M.H., dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru serta terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Upacara serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara serta pengambilan sumpah jabatan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari Kapolres beserta jajaran kepada pejabat lama dan pejabat baru. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan profesionalisme di lingkungan Polres Majalengka. (Asep Rusliman)