SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebanyak 78 pegawai honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi resmi mengemban status baru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Prosesi pelantikan dilaksanakan di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Kamis (4/12/2025), dan menjadi rangkaian agenda pemerintah daerah yang berfokus pada penguatan formasi aparatur pendukung layanan legislatif. Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra, menilai pengangkatan ini bukan sekadar formalitas kepegawaian. ”Perubahan status tersebut menandai peningkatan kepercayaan pemerintah daerah terhadap tenaga honorer yang selama ini berperan menjaga kesinambungan pelayanan administrasi dan teknis di lingkungan sekretariat dewan,” ungkap dia. Lebih jauh dia menjelaskan bahwa hadirnya PPPK Paruh Waktu diharapkan mampu meningkatkan kecepatan kerja, koordinasi, serta kualitas dukungan terhadap tugas legislasi, pembahasan anggaran, dan pengawasan DPRD. Ia menekankan pentingnya profesionalitas dan komitmen baru yang harus melekat pada pegawai setelah resmi dilantik. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah memberikan ruang dan peluang bagi tenaga honorer untuk naik status. Wawan meyakini bahwa dukungan kelembagaan dan kebijakan ini akan berdampak positif pada peningkatan standar pelayanan dewan, utamanya yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. ”Pengangkatan PPPK sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola sumber daya manusia,” ujarnya. Dengan kepastian status dan skema kerja yang lebih jelas, pegawai diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih adaptif dan berdedikasi pada target kinerja lembaga. Sekretariat DPRD berencana menyusun program peningkatan kapasitas untuk mendukung penugasan baru para pegawai. Pelatihan teknis administrasi, layanan publik, hingga penguatan kompetensi digital akan diprioritaskan agar kinerja sekretariat terus selaras dengan dinamika kebutuhan kelembagaan dan masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Sebanyak 8.164 tenaga honorer di Kabupaten Sukabumi resmi beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Kamis, 4 Desember 2025. Pengambilan sumpah berlangsung dalam rangkaian upacara Peringatan HUT ke-54 KORPRI, HUT ke-80 PGRI, serta Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi 2025. Serangkaian peringatan ini disebut bupati sebagai momentum reflektif yang mempertegas peran aparatur negara, tenaga pendidik, dan seluruh unsur pelayanan publik dalam pembangunan daerah. Bupati menegaskan bahwa pelantikan ribuan PPPK Paruh Waktu bukan hanya seremoni administratif, melainkan awal peneguhan komitmen baru dalam bekerja dan melayani masyarakat. ”Ini menjadi momentum strategis untuk merefleksikan posisi kita sebagai abdi negara. Jadikan hari ini titik semangat baru menjaga integritas dan meningkatkan kinerja dalam pelayanan publik,” ujar Asep Japar. Ia mengajak KORPRI, PGRI, dan PPPK Paruh Waktu untuk memperkuat sinergi menuju penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Kolaborasi seluruh aparatur, tegasnya, menjadi kunci percepatan pembangunan di Kabupaten Sukabumi. “Mari terus bersatu padu, menguatkan soliditas dan merangkul energi baru demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.” Dalam kesempatan yang sama, bupati menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dalam mencerdaskan bangsa. Guru, menurutnya, merupakan fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Ia mengingatkan pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, dan profesionalisme sebagai jawaban atas tantangan pendidikan masa kini. Di tengah acara, tampak rona haru juga hadir. Usep, 55 tahun, Penjaga Sekolah SMPN 2 Sagaranten, menjadi satu di antara ribuan PPPK yang dilantik. Ia mengaku bahagia setelah 15 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer. “Alhamdulillah, akhirnya bisa dilantik. Terima kasih kepada semua pihak, terutama pak bupati dan pak gubernur,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian kadeudeuh bagi purna bhakti, penyerahan penghargaan, serta apresiasi pemenang berbagai perlombaan, menjadikan pelantikan ini tidak hanya bersejarah, tetapi juga penuh nuansa syukur dan selebrasi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peresmian Gapura Selamat Datang di Kota Sukabumi pada Rabu (3/12/2025) tak berhenti pada prosesi pemotongan pita. Di hadapan tamu dan warga yang hadir, Wali Kota H. Ayep Zaki menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal penegasan agenda besar pembangunan kota. Ayep menuturkan bahwa Sukabumi memasuki fase kerja yang lebih cepat dan terukur. Ia menyebut empat prioritas yang menurutnya tidak bisa dinegosiasikan yaitu penurunan kemiskinan ekstrem, penyerapan tenaga kerja, perbaikan permukiman kumuh, serta penyelesaian rumah tidak layak huni. Empat hal ini diklaim menjadi fondasi kesejahteraan yang harus dikejar tanpa jeda. Selain isu sosial dasar, Ayep menyoroti kualitas sumber daya manusia sebagai kunci jangka panjang. Pemerintah menargetkan rata-rata lama sekolah meningkat hingga 13–14 tahun, disertai peningkatan layanan kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses. RSUD R. Syamsudin S.H disebut tengah disiapkan untuk menangani penyakit berat, termasuk layanan kemoterapi dan stroke yang nantinya dapat dijangkau melalui BPJS. Tak berhenti di situ, Ayep memaparkan rencana pengembangan kawasan industri, pertanian, dan pendidikan berskala besar yang membutuhkan lahan minimal 1.500 hektare. Ia menyadari keterbatasan luas wilayah Kota Sukabumi yang hanya 48 km², sehingga meminta dukungan Kabupaten Sukabumi untuk membuka ruang perluasan pembangunan. Menurutnya, agenda ini bukan hanya kebutuhan kota, tetapi strategi untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Ayep juga mengungkapkan bahwa sehari sebelum peresmian, Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja dan menilai program pembangunan kota memiliki arah kebijakan yang jelas dan realistis. Ia menilai itu sebagai modal politik penting untuk memperkuat akselerasi pemerintah daerah. Di sisi teknis, Kepala Dinas PUTR Kota Sukabumi Sony Hermanto menyampaikan bahwa pembangunan gapura menelan biaya Rp1,9 miliar dari APBD 2025. Pada tahun anggaran yang sama, dua proyek lain Jembatan Kopeng dan Gedung Dekranasda turut dikerjakan dengan total anggaran Rp10 miliar. Sony menargetkan tingkat kemantapan jalan kota naik menjadi 80 persen. Ia juga menanggapi isu lampu ungu yang sempat dipersoalkan publik dengan menyebut penataan masih berlangsung dan perubahan cepat justru berpotensi menambah biaya. Ayep menutup acara dengan pesan tegas bahwa pembangunan Sukabumi tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Gapura ini, katanya, bukan hanya penanda batas kota, tetapi simbol komitmen baru untuk bergerak lebih cepat, terstruktur, dan berpihak penuh pada kepentingan warga. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menjelang peringatan hari lahirnya nama Surade, unsur Forkopimcam Surade bersama berbagai elemen masyarakat menggelar ziarah ke makam Eyang Santri Dalem, tokoh sentral yang dipercaya sebagai pencetus nama Surade. Ziarah digelar Rabu (3/12/2025) di Kampung Kadaleman, Desa Kadaleman. Kompleks pemakaman yang berada di tengah hamparan pesawahan itu menyajikan suasana hening yang seolah memisahkan pengunjung dari hiruk-pikuk modernitas. Pepohonan besar menaungi area makam, memberi kesan sakral pada perjalanan spiritual tersebut. Camat Surade, U. Suryana, memimpin langsung prosesi. Hadir pula Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, para kepala UPTD, Kepala KUA, Ketua MUI, Paguyuban JTM, KNPI Surade, komunitas Teureuh Surade, Paguron Macan Manglayang, Baladaka, serta warga setempat. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa Surade tidak hanya mengingat sejarah, tetapi menjadikannya fondasi untuk memperkuat kohesi sosial. “Surade tumbuh dari jejak para leluhur. Ziarah ini bukan seremoni, tetapi cara kami menjaga jati diri masyarakat,” ujar Camat U. Suryana. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai para pendahulu harus tetap hidup di tengah perubahan zaman. “Soliditas semua unsur hari ini adalah modal sosial terpenting untuk membawa Surade semakin maju tanpa kehilangan akar budaya.” Di sekitar makam Eyang Santri Dalem, terdapat delapan makam tokoh lain: Eyang Sri Manggala, Eyang Abdul Nasar, Eyang Abdul Nasir, Eyang Abdul Salam, Eyang Abdul Karim, Eyang Abdul Fatah, dan Ki Badra. Mereka diyakini sebagai sahabat spiritual dan penggerak awal kehidupan masyarakat Surade. Juru kunci terakhir kompleks ini dikenal sebagai Apih Oman. Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama, tabur bunga, dan penelusuran area pemakaman sambil mendengarkan kisah para tokoh yang dimakamkan di sana. Jalur makam yang dikelilingi tumbuhan tua membawa peserta seolah menelusuri kembali masa ketika Surade mulai menata identitasnya. Ziarah ini diharapkan menjadi agenda tetap bukan sekadar mengenang pencetus nama Surade, tetapi memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya sejarah lokal sebagai pijakan masa depan. (Dicky)
Bidik-kasusnews.com,Melawi Kalimantan Barat Proyek peningkatan jalan di ruas Jalan Sayan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2024 kembali menuai sorotan publik. Meski baru selesai dikerjakan, kondisi jalan dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik, sehingga memicu keluhan dari warga setempat. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, melalui Bidang Bina Marga, dengan durasi kontrak 140 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Berdasarkan data dari portal LPSE Provinsi Kalimantan Barat, pekerjaan dengan kode lelang 9503097 ini memiliki nilai pagu Rp50.865.220.000,00 dan HPS Rp50.864.987.000,00, dengan pelaksana pekerjaan tercatat PT Arony Duta Indotama. Warga Keluhkan Kerusakan Dini Di lapangan, sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya. Mereka menilai kualitas jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut jauh dari harapan. Beberapa kerusakan yang terlihat antara lain: Retakan pada beberapa titik Pengelupasan permukaan aspal Lubang kecil yang mulai muncul Batas aspal dengan bahu jalan dipenuhi kerikil Struktur bahu jalan tampak tidak padat Material mudah tergerus air saat hujan “Kami ingin pekerjaan ini benar-benar dikerjakan dengan kualitas yang baik. Jangan sampai baru beberapa bulan selesai, jalannya sudah rusak lagi,” ujar salah seorang warga. Warga lainnya menambahkan bahwa kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada musim hujan. “Ini jalan umum yang dipakai masyarakat. Apalagi nilainya mencapai puluhan miliar. Seharusnya hasilnya sepadan,” tegasnya. Diduga Lemahnya Pengawasan Kerusakan pada proyek yang masih berada dalam masa pemeliharaan memunculkan dugaan bahwa pengawasan dari pihak terkait tidak berjalan optimal. Seorang pemerhati pembangunan lokal menyebutkan bahwa proyek dengan nilai besar seharusnya menerapkan standar konstruksi jalan nasional secara ketat, mulai dari pemadatan lapisan dasar hingga kualitas material yang digunakan. “Kalau kualitas pekerjaan benar, jalan tidak mungkin rusak secepat ini. Pihak Dinas PUPR Provinsi Kalbar harus turun mengecek fisik, jangan hanya menerima laporan administrasi,” ujarnya. Desakan Evaluasi Menyeluruh Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera: Melakukan pengecekan lapangan Melaksanakan audit mutu pekerjaan Mengevaluasi pengawasan internal Mewajibkan kontraktor memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan masa pemeliharaan Mengusut jika terdapat dugaan pelanggaran spesifikasi atau praktik yang merugikan keuangan negara “Proyek ini menggunakan uang rakyat. Kami berharap hasilnya sesuai anggaran dan bisa bermanfaat dalam jangka panjang,” kata salah satu warga. Dengan nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp 50 miliar, warga berharap ruas Jalan Sayan dapat menjadi akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak, bukan sebaliknya memunculkan kekhawatiran akibat kerusakan dini. Belum Ada Keterangan Resmi Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga dan kondisi kerusakan yang terjadi di lapangan. (Team/read)
CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Apel Hari Bakti PU ke-80 di halaman DPUTR sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi insan Pekerjaan Umum sekaligus memperkuat komitmen pembangunan infrastruktur yang merata. Apel dipimpin Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag, didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR, R. Tomy Hendrawan, S.T. serta jajaran struktural dan perwakilan Dinas Perhubungan. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan sinergi pemerintah daerah dalam meningkatkan mobilitas dan kualitas layanan publik. Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa tema nasional “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” menjadi arah pembangunan di Kabupaten Cirebon. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terfokus di kawasan perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh desa agar manfaatnya dirasakan secara merata. Bupati juga mengapresiasi dedikasi insan PU yang selama ini menjadi garda terdepan pembangunan daerah. Tantangan tahun-tahun mendatang, kata dia, mencakup percepatan peningkatan kualitas jalan, drainase, irigasi, serta infrastruktur dasar lainnya. Momentum Hari Bakti PU ke-80 ini sekaligus menjadi evaluasi program 2024 dan penegasan target pembangunan tahun 2025, seiring telah disahkannya anggaran DPUTR dalam APBD 2025. Di akhir amanat, Bupati mengajak seluruh insan PU menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian demi mewujudkan infrastruktur yang berkeadilan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (Amin)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pangkalan TNI AL (Lanal) Bandung Pos TNI AL Ujunggenteng bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan wisata Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Jabar Raksa Sagara 2025. Aksi berlangsung di dua lokasi utama yaitu Pantai Pangumbahan, yang merupakan kawasan konservasi penyu, dan Pantai Ujunggenteng, destinasi wisata unggulan di selatan Sukabumi. Berbagai unsur lintas sektor terlibat, antara lain TNI AL, TNI AU Satrad 402 Cibalimbing, TNI AD Koramil 2214 Surade, Forkopimcam Ciracap Selain itu ikut berpartisipasi dari kesatuan Polairud, Polsus KKP, Satpel Konservasi Penyu, Syahbandar, Puskesmas Ciracap, HNSI, Balawista, Karang Taruna, serta Organisasi Penggerak Wisata. Danpos AL Ujunggenteng, Letda Laut Andri Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi wujud nyata komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian pesisir. “Dengan semangat Jalesveva Jayamahe dan Jabar Istimewa, menjaga laut harus dimulai dari tindakan nyata dan dilakukan bersama,” ujar Letda Andri. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program Raksa Sagara dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir baik untuk wisatawan maupun biota laut. Aksi ini juga diapresiasi warga. Wandi, pemilik warung setempat, berharap pantai yang lebih bersih dapat meningkatkan kunjungan wisata, terutama menjelang libur akhir tahun. “Mudah-mudahan dengan kondisi pantai yang bersih, jumlah pengunjung meningkat saat Tahun Baru 2026,” ujarnya. Kegiatan bersih-bersih ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian pesisir Ujunggenteng serta menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang pria bernama Didi (45), warga Desa Cipinang, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, ditemukan meninggal dunia di WC Masjid Nuhurhuda, Kampung Gandasoli, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Kapolsek Jampangkulon Iptu Muhlis mengatakan, penemuan jasad tersebut bermula ketika Dadim, warga setempat yang tengah bekerja di rumah warga dekat masjid, hendak menggunakan MCK sekitar pukul 09.00 WIB. ”Ia mendengar suara seseorang buang air besar disertai rintihan kesakitan dari dalam WC yang terkunci. Dadim kemudian memanggil warga lain, termasuk Tata, untuk memastikan kondisi di dalam,” kata Iptu Muhlis. Karena suara rintihan tak kunjung berhenti, warga berinisiatif membuka pintu dari atas dengan menggunakan tangga. Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi meringkuk dan sudah tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis Puskesmas Jampangkulon, dr. Adi Yusuf, yang memastikan bahwa Didi telah meninggal dunia. Korban diketahui bekerja sebagai kolektor kredit pakaian di CV Lintang Grup dan baru dua bulan bekerja. Menurut pengurus cabang perusahaan, Maman, almarhum berangkat dari kontrakannya di Surade sekitar pukul 08.00 WIB dalam keadaan sehat tanpa keluhan apa pun. Tindakan aparat kepolisian dari Polsek Jampangkulon meliputi mendatangi lokasi, mengevakuasi korban, mengamankan TKP, meminta keterangan saksi, berkoordinasi dengan pihak medis, serta menghubungi keluarga korban. Hasil pemeriksaan luar dari dr. Adi Yusuf menunjukkan adanya memar di bagian kepala kanan yang diduga akibat benturan saat jatuh, serta lendir kecokelatan dari hidung. Tidak ditemukan tanda kekerasan fisik lainnya. Pemeriksaan lanjutan di RSUD Jampangkulon oleh dr. Mega memastikan tidak ada luka terbuka. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung dan pecah pembuluh darah. Barang-barang yang diamankan dari korban antara lain satu unit sepeda motor Honda Supra X, sebuah tas berisi buku catatan tagihan, dompet, uang tunai Rp163.000, serta topi berwarna hitam. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima musibah ini sebagai takdir. Jenazah telah dibawa ke ruang jenazah RSUD Jampangkulon untuk proses selanjutnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelayanan Bank BRI KCP Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendapat apresiasi dari paralegal Cici Amelia. Salah satu mantri, Raden Galih Rakasiwi, dinilai menunjukkan respons cepat dan kebijakan yang membantu nasabah, khususnya mereka yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Galih, yang mewakili Kepala Kantor BRI KCP Minajaya, memberikan ruang kebijakan kepada seorang nasabah bernama Said dengan menyesuaikan skema pembayaran berdasarkan kemampuan. Kebijakan tersebut mencakup penghapusan suku bunga, merujuk pada ketentuan dari Kementerian Keuangan. Ia menegaskan bahwa penghapusan bunga bukan berarti menghapus kewajiban nasabah. Said tetap harus memenuhi pembayaran pokok setiap bulan sesuai ketentuan, sementara beban bunga tidak lagi dibebankan. “Hal ini sesuai dengan aturan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang kami terapkan di BRI KCP Minajaya,” ujarnya, Selasa (2/12/2025). Dia menilai pelayanan tersebut sangat membantu kliennya. Menurutnya, respons Galih dan jajaran KCP BRI Minajaya menunjukkan komitmen untuk mendengar dan memahami keluhan baik nasabah baru maupun lama. “Atas pelayanan ini, kami menilai Raden Galih Rakasiwi dan pimpinan KCP BRI Minajaya layak mendapat promosi. Semoga bisa menjadi contoh bagi KCP BRI lainnya di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” ujar Cici. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dorongan publik untuk mempercepat penuntasan kasus korupsi kembali menguat di Kota Sukabumi. Senin 1 Desember 2025, DPC Lembaga Satuan Pelajar Mahasiswa Diaga Sukabumi Raya menggelar aksi demonstrasi. Selain itu perwakilan mahasiswa juga mengadakan audiensi di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, menuntut kepastian atas sederet perkara yang dinilai tak kunjung menunjukan progres jelas. Aksi yang diikuti sekitar 15 orang itu berawal dari Gelanggang Cisaat. Massa kemudian melakukan konvoi menuju kantor Kejari di Gunungparang, Cikole. Setelah menyampaikan orasi dan membacakan dokumen tuntutan, perwakilan demonstran diterima dalam audiensi resmi. Dalam forum tersebut, Ketua DPC Diaga, Dasep Indra Witarsa, menyampaikan bahwa lembaganya telah mengirimkan somasi terkait perkembangan sejumlah kasus tindak pidana khusus, termasuk dugaan korupsi Pasar Gudang tahun 2023 serta dugaan penyimpangan retribusi lahan parkir 2023–2024. Ia mengkritisi lamban dan minimnya respons dari Kejari dan mempertanyakan komitmen lembaga penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Tidak hanya itu, Tim Kajian Diaga mengungkapkan kekhawatiran mengenai mandeknya proses hukum, terutama pada kasus yang diduga melibatkan mantan pejabat Pemkot Sukabumi dan pihak swasta. Mereka mendesak Kejaksaan membuka perkembangan penanganan secara terang, sekaligus menindak oknum internal yang dianggap menghambat jalannya penyelidikan. Kasi Pidsus Kejari Kota Sukabumi, Muhammad Haris, SH MH, menjawab bahwa sampai saat ini belum ada perkara tindak pidana korupsi yang masuk tahap penetapan tersangka. Ia menegaskan proses penyidikan tetap berjalan. Untuk kasus Pasar Gudang, penghitungan kerugian negara tengah dilakukan dan pemeriksaan saksi telah berlangsung. Adapun perkara retribusi parkir masih berada pada tahap penyelidikan dengan dukungan kajian ahli. “Apa pun laporan yang masuk, kami proses sesuai prosedur,” ujarnya dalam audiensi tersebut. Aksi berjalan singkat dan kondusif. Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Sukabumi Kota bersama instansi terkait hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 10.15 WIB. (Usep)