SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Kampung Cicariu RT 07 RW 03, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tampak antusias bergotong royong dalam proses pemasangan tiang listrik untuk pelebaran jaringan PLN, Sabtu (6/12/2025). Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan bahwa pemasangan tiang listrik tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, berbagai program pembangunan telah dilakukan, mulai dari pelebaran jaringan listrik, penerangan jalan umum (PJU), pembangunan jalan lingkungan dan gang (Japak), jaringan irigasi gasi, pembangunan lapang sepak bola, hingga penebaran benih ikan di sungai. Menurut Bakang, mayoritas program pembangunan tersebut terealisasi melalui dukungan anggaran di luar Dana Desa (DD). “Penataan pemasangan tiang ini bertujuan merapikan kabel-kabel dari tiang ke kWh agar lebih tertib dan tidak semrawut,” jelasnya. Warga mengakui hasil pembangunan yang telah berjalan. Selain pemasangan tiang listrik, Kades Bakang sebelumnya telah membangun jalan lingkungan dengan aspal sensit serta memperluas pemasangan PJU di beberapa titik. Ketua RT 07 RW 03, A. Ateng, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Bakang Anwar As’Adi atas perhatian dan upaya yang telah dilakukan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut mendukung, mulai dari Camat Surade, Bupati Sukabumi Asep Japar, PLN Pelabuhanratu, hingga Gubernur Jawa Barat KDM. Senada dengan itu, Ketua RW 03 Didin Daryo menyebutkan ada dua kampung yang mendapatkan pelebaran jaringan listrik melalui pemasangan tiang baru. “Di Kampung Cicariu terpasang sebelas tiang, dan di Kampung Tugu ada lima tiang,” ujarnya. Pekerjaan pemasangan tiang sempat membutuhkan waktu lebih lama karena akses berada di jalur gang yang cukup sempit. Namun, gotong royong warga membuat proses berjalan lancar dan aman. Salah satu pelaksana lapangan, Johan, mengapresiasi kekompakan masyarakat. “Kalau warganya tidak kompak, pekerjaan seperti ini tidak akan selesai secepat dan selancar ini,” ungkapnya. Suasana gotong royong pun terlihat merata. Bukan hanya bapak-bapak dan pemuda yang terlibat, kaum ibu juga berperan dengan menyiapkan konsumsi dan minuman untuk para pekerja. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Musrenbang Kelurahan Sriwidari Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi menghasilkan sejumlah prioritas pembangunan hasil penyaringan aspirasi warga sejak pra musrenbang. Kebutuhan fisik dan nonfisik tersusun seimbang, mulai dari perbaikan lingkungan hingga peningkatan kapasitas masyarakat. Lurah Sriwidari Hedi Sudarman mengatakan, pada sektor infrastruktur, warga RW 10 mengusulkan pembangunan jalan lingkungan sebagai akses mobilitas yang lebih layak. ”Dari RW 11 muncul kebutuhan pembangunan talud penahan tebing serta penyediaan sarana air bersih untuk mengurangi risiko longsor dan menjamin ketersediaan air,” kata Hedi, Jumat (5/12/2025). Selain itu, pembangunan drainase dan rabat beton masuk sebagai bagian dari penataan fasilitas umum agar lingkungan lebih tertib dan aman. Di sisi lain kata dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian kelompok masyarakat. PKK mengajukan program penguatan kapasitas LKK dengan pelatihan serentak. ”Enam Posyandu juga mendorong pelatihan bagi kader agar lebih memahami tugas pokok pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan sehingga kerja kader lebih efektif,” terang Hedi. Karang Taruna membawa gagasan baru di sisi ekonomi. Mereka mendorong pelatihan bisnis online agar pemuda mampu memanfaatkan teknologi digital untuk berwirausaha. Sementara itu, RW 14 mengusulkan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dengan konsep pemilahan dan pengolahan agar memiliki nilai tambah ekonomi. RW 6 menambahkan gagasan pemanfaatan pekarangan melalui sistem hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam di lahan terbatas. Usulan beragam ini memperlihatkan bahwa pembangunan Sriwidari tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga menyentuh penguatan sosial, peningkatan kapasitas kader, ekonomi digital, hingga pengelolaan lingkungan berbasis warga. (Usep)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Pada Jumat pagi, 5 Desember 2025, Squad Nusantara “PUTU SHIMA” Ranting Keling melaksanakan kegiatan gotong royong di kediaman salah satu anggota Srikandi aktif, Ibu Sukarti, yang berlokasi di Dukuh Gedong, RT 01 RW 03, Keling, Jepara. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Gotong royong ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Ranting Keling, Suprayitno, dan dihadiri oleh kurang lebih 30 anggota. Mereka bersama-sama melakukan berbagai pekerjaan untuk membantu memperbaiki dan membersihkan area rumah, sebagai bentuk nyata solidaritas kepada sesama anggota yang membutuhkan dukungan. Tak hanya para anggota laki-laki yang terlibat aktif, para Srikandi juga mengambil peran penting dalam kegiatan ini. Mereka menyiapkan konsumsi makan siang bagi seluruh peserta gotong royong, sehingga suasana kerja bakti semakin terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Suprayitno menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bukti bahwa Squad Nusantara “PUTU SHIMA” selalu hadir untuk anggotanya, tidak hanya dalam kegiatan organisasi tetapi juga dalam urusan sosial dan kemanusiaan. Dengan adanya kegiatan gotong royong ini, diharapkan rasa kebersamaan dan kepedulian antaranggota semakin kuat, sehingga Squad Nusantara “PUTU SHIMA” PAC Keling dapat terus menjadi contoh positif dalam mempererat hubungan sosial di masyarakat.(Wely-jateng)
Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka mendukung komitmen Pemerintah Republik Indonesia terhadap diplomasi internasional dan kontribusi nyata pada misi perdamaian dunia, Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menorehkan pencapaian penting melalui keberhasilan salah satu personelnya, Brigadir Renita, yang dipercaya untuk mengemban tugas sebagai bagian dari United Nations Peacekeeping Mission (UNPK). Sosok Polwan muda tersebut kini menjadi salah satu representasi bangsa yang membawa nama baik Polri dan Indonesia di kancah global. Video yang beredar dan menjadi sorotan publik memperlihatkan Brigadir Renita dengan penuh keyakinan serta profesionalitas memakai seragam khusus pasukan perdamaian PBB. Penampilan tersebut bukan semata simbol kebanggaan institusi, tetapi juga bukti konkret bahwa anggota Polri memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kualifikasi yang sejajar dengan standar personel internasional. Jejak prestasi Brigadir Renita sekaligus menjawab berbagai opini publik yang kerap meremehkan latar belakang pendidikan atau jenjang kepangkatan tertentu di tubuh kepolisian. Melalui kerja keras, disiplin, serta komitmen yang kuat, ia membuktikan bahwa kualitas seorang anggota Polri ditentukan oleh dedikasi, kecakapan, dan pengabdian, bukan semata latar belakang formal. Dalam proses seleksi penugasan internasional tersebut, Brigadir Renita harus melalui tahapan penilaian yang ketat, meliputi kemampuan bahasa asing, standardisasi penggunaan peralatan operasional internasional, kesiapan fisik, pemahaman human rights law, hingga ketentuan-ketentuan operasional PBB terkait perlindungan warga sipil. Seluruh rangkaian seleksi tersebut berhasil ia capai dengan hasil memuaskan, sehingga nama Brigadir Renita ditetapkan sebagai salah satu personel Polri yang layak dan memenuhi syarat untuk bertugas di bawah payung PBB. Penugasan personel Polri dalam misi perdamaian dunia merupakan bagian dari mandat reformasi internal Polri, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, modern, dan berstandar global. Keberhasilan Brigadir Renita menjadi representasi dari arah kebijakan Polri dalam membangun citra organisasi yang profesional, humanis, serta mampu menjawab tantangan keamanan internasional secara adaptif dan berintegritas tinggi. Kapolri beserta segenap jajaran menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Brigadir Renita yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi luar biasa. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan institusional bagi Polri, serta menjadi contoh inspiratif bagi seluruh personel, khususnya bagi para Polwan muda yang ingin berperan aktif dalam tugas-tugas berskala global. Melalui kontribusi Brigadir Renita, Polri menegaskan kembali komitmennya untuk senantiasa hadir sebagai bagian dari komunitas internasional yang aktif mendukung perdamaian dunia, memperkuat diplomasi keamanan, serta membawa nama baik Indonesia dalam setiap penugasan. Langkah dan kiprah Brigadir Renita diharapkan menjadi motivasi bagi generasi penerus di lingkungan Polri untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjunjung tinggi etika profesi, serta memberikan yang terbaik dalam setiap amanah yang dipercayakan. Dengan demikian, keberadaan Brigadir Renita dalam penugasan internasional ini tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi merupakan penegasan bahwa Polri memiliki sumber daya manusia yang berkompeten, berdaya saing global, serta siap menjadi bagian dari solusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional. (Redaksi)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rutan Kelas IIB Jepara kembali menghidupkan suasana pagi dengan kegiatan senam bersama yang melibatkan seluruh pegawai dan peserta magang, Jumat (05/12/2025). Kegiatan yang digelar di Aula “Ratu Kalinyamat” ini menjadi salah satu agenda rutin yang terus didorong untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kompak. Sejak pukul pagi, para peserta sudah berkumpul dan mengikuti instruksi senam yang dibawakan oleh instruktur internal. Suasana tampak penuh tawa dan semangat, terlebih dengan iringan musik energik yang membuat gerakan senam terasa lebih menyenangkan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengatakan bahwa senam bersama bukan sekadar aktivitas menjaga kesehatan, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan antara pegawai dan peserta magang. “Kami ingin membangun interaksi positif. Peserta magang perlu merasa menjadi bagian dari tim, karena mereka juga turut mendukung kelancaran tugas selama berada di Rutan Jepara,” jelasnya. Renza menambahkan, kehadiran peserta magang dari berbagai jurusan menjadi energi baru bagi lingkungan kerja Rutan. Melalui kegiatan sederhana seperti senam pagi, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih efektif dan tercipta suasana kerja yang lebih cair. Sementara itu, antusiasme juga terlihat dari para peserta magang. Salah seorang dari mereka menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih cepat. “Senam pagi seperti ini membuat kami lebih akrab dengan pegawai. Kami jadi tidak sungkan dan bisa belajar dengan lebih nyaman,” tuturnya. Setelah rangkaian gerakan senam selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah singkat dan kerja bakti membersihkan area aula sebagai bentuk kebersamaan. Para peserta terlihat saling membantu dan bekerja sama tanpa sekat. Kegiatan-kegiatan nonformal seperti ini menjadi perhatian penting bagi Rutan Jepara untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang mendukung kenyamanan dan kekompakan seluruh insan Rutan, termasuk bagi para peserta magang yang sedang menimba pengalaman.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kompak melaksanakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) serentak di setiap lingkungan RT dan RW pada Jumat (5/12/2025). Warga dari berbagai kalangan turun langsung membersihkan lingkungan masing-masing dengan penuh antusias. Kegiatan ini dipimpin oleh para ketua RT dan RW, disertai partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai bentuk kerja bakti. Mulai dari membersihkan rumput liar, membuang sampah, memperbaiki saluran air agar tidak terjadi banjir, hingga merapikan area masjid dan madrasah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan fasilitas umum. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi serta kekompakan warga dalam menjalankan kegiatan tersebut. Ia menyebut, pelaksanaan Jumsih merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Sukabumi Nomor 400.1.4.13/19560/DPMD/2025 dan Peraturan Desa Cipeundeuy Nomor 5 Tahun 2020 yang mendorong peningkatan kebersihan dan ketertiban lingkungan. “Kami selalu menekankan kepada setiap ketua RT dan RW agar rutin melakukan langkah-langkah menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan. Dengan begitu masyarakat dapat hidup dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya. Ia berharap budaya gotong royong terus ditingkatkan sebagai identitas Desa Cipeundeuy. “Harapan kami, warga tetap kompak dan menjunjung tinggi semangat sabilulungan agar desa semakin agamis, maju, dan sejahtera,” tutupnya. Menariknya, selain kaum bapak, para ibu rumah tangga pun tampak ikut terjun dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka bahkan terlihat lebih aktif, menjadi bukti bahwa kebersihan dan kepedulian lingkungan telah menjadi gerakan bersama di Desa Cipeundeuy. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, membuka kegiatan Pembinaan Barang Milik Daerah (BMD) di Aula PKK Pendopo Sukabumi, Jumat 5 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti 100 peserta yang berasal dari perangkat daerah dan kecamatan. Pembinaan tersebut digelar untuk memperkuat tata kelola aset daerah yang tertib, efisien, dan akuntabel. Selain itu juga untuk memastikan pemanfaatan aset berjalan optimal, agenda ini juga menjadi upaya pencegahan potensi kerugian negara serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa BMD merupakan komponen strategis dalam roda pemerintahan. Aset pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai penunjang kegiatan birokrasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan layanan bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa seluruh tahapan pengelolaan aset harus mengikuti prinsip Value for Money. ”Itu semua mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, penggunaan, hingga pemanfaatan dan penghapusan. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci untuk menjaga efektivitas pengelolaan,” ujarnya. Ade menambahkan, tata kelola yang baik di hulu akan mencegah masalah di hilir. Karena itu dibutuhkan komitmen, sistem yang tertata, regulasi yang jelas, integritas aparatur, serta kompetensi teknis yang memadai. ”Saya berharap pembinaan ini dapat memperkuat pengendalian internal dan meminimalisir risiko kerugian negara/daerah,” tuturnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Sukabumi mengambil langkah penanganan cepat atas laporan dugaan tindakan asusila yang diduga melibatkan seorang tenaga pendidik berinisial ES di wilayah Surade, Kabupaten Sukabumi. Untuk memastikan proses penyelidikan berlangsung kondusif, penyidik mengamankan yang bersangkutan di Markas Polres Sukabumi, Kamis (4/12/2025). Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, membenarkan bahwa ES saat ini dalam pengawasan kepolisian guna menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan yang berkembang di masyarakat serta untuk menjaga stabilitas situasi di lapangan selama proses berlangsung. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap ES dilakukan secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Penyidik tengah mengonfirmasi kecocokan keterangan terlapor dengan barang bukti dan sejumlah kesaksian yang telah dihimpun. ”Proses pendalaman masih berjalan dan informasi lanjutan akan disampaikan sesuai perkembangan penyidikan,” kata Iptu Hartono. Kasus ini sebelumnya menimbulkan perhatian publik, khususnya di wilayah Pajampangan. Dengan adanya penanganan resmi di tingkat kepolisian, diharapkan situasi masyarakat tetap kondusif dan semua pihak dapat menunggu hasil proses hukum dengan tenang. Dari pihak ES, kuasa hukumnya Sukma Regian dan Saeful Anwar menyatakan bahwa klien mereka hadir ke Polres secara kooperatif sebagai bentuk kepatuhan terhadap mekanisme hukum yang berlaku. Mereka menegaskan, penetapan status tersangka merupakan bagian dari prosedur administrasi penyidikan yang belum dapat dijadikan dasar kesimpulan akhir. Pihak kuasa hukum mengimbau agar publik tidak terburu-buru memberi penilaian, mengingat seluruh proses pembuktian masih harus berjalan di ranah peradilan. Mereka memastikan akan mengikuti dan mengawal proses hukum agar berlangsung transparan serta berkeadilan. (Dicky)
SUKABUMi-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelatihan bertajuk Character Building With Panca Olah Method akan diselenggarakan secara offline sebagai bentuk kolaborasi antara penyelenggara dan Kecamatan Surade. Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan diri yang berfokus pada pembentukan karakter melalui pendekatan metode Panca Olah, sebuah konsep yang menekankan keseimbangan mental, spiritual, dan kemampuan refleksi diri. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025, mulai pukul 08.30 hingga 10.45 WIB. Pelaksanaan dalam format tatap muka dipilih agar peserta dapat berinteraksi langsung dan menyerap materi secara lebih mendalam. Selain itu, suasana pembelajaran diharapkan menjadi lebih hidup dan dinamis dengan keterlibatan aktif para peserta. Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kampus II Surade ditetapkan sebagai lokasi kegiatan. Gedung kampus dipilih karena dinilai mampu menampung antusiasme peserta serta mendukung proses pelatihan dengan ruang yang memungkinkan diskusi, praktik, dan aplikatif. Kehadiran peserta dari berbagai unsur pendidikan dan masyarakat turut memperkuat tujuan penyelenggaraan pelatihan ini. Materi utama pelatihan akan mengupas penerapan metode Panca Olah dalam pembentukan karakter pribadi. Peserta diproyeksikan tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak memahami praktik pengembangan potensi diri secara menyeluruh. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pola pikir, emosi, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta memperoleh pengalaman belajar yang memberi dampak pada perubahan pola sikap dan penguatan nilai-nilai positif dalam kehidupan sosial. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pengenalan lebih luas tentang Panca Olah sebagai metode pengembangan karakter yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan maupun komunitas masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelaksanaan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam penguatan konektivitas wilayah terus bergerak nyata di berbagai daerah. Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan kembali jembatan gantung yang melintasi Sungai Cikarang, penghubung antara Kecamatan Waluran dan Surade di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan pembangunan dilaksanakan pada Kamis (4/12/2025) dengan pelibatan penuh prajurit TNI serta partisipasi langsung masyarakat. Jembatan lama yang sebelumnya menjadi akses utama warga untuk pendidikan, ekonomi, dan layanan publik sempat terputus setelah diterjang banjir besar pada Maret 2025. Putusnya jalur transportasi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh, memaksa pelajar dan warga menyeberangi sungai deras dengan risiko tinggi setiap hari. Kondisi itu berlangsung berbulan-bulan hingga pembangunan baru mulai digulirkan melalui dukungan pemerintah pusat dan kesigapan TNI di lapangan. Jembatan gantung yang dibangun saat ini dirancang sepanjang 80 meter dengan struktur lebih kuat dari sebelumnya. Infrastruktur tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan Kampung Bojong Koneng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran dengan Kampung Citaropong, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade. Dengan kembali tersambungnya dua wilayah ini, roda aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diharapkan pulih secara bertahap. Keberadaan jembatan juga memiliki dampak langsung pada peningkatan akses pelayanan publik. Data menunjukkan sedikitnya 4.400 kepala keluarga dari dua desa akan kembali memperoleh kemudahan mobilitas, terdiri dari 2.058 KK di wilayah Desa Mekarmukti dan 2.437 KK di Desa Sirnasari. Selain itu, jembatan ini menjadi jalur utama menuju 14 fasilitas pendidikan yang mencakup tingkat PAUD hingga MTs, serta satu puskesmas yang menjadi rujukan kesehatan masyarakat sekitar. Selama proses pembangunan, prajurit TNI dari Koramil 0622-14/Surade bahu-membahu bersama warga setempat dalam setiap tahap pekerjaan. Keterlibatan masyarakat tidak hanya mempercepat proses lapangan, tetapi juga memperlihatkan tingginya semangat gotong royong sebagai identitas sosial bangsa Indonesia. Kolaborasi tersebut memperkuat keyakinan warga bahwa keberadaan jembatan baru ini bukan hanya kebutuhan fisik, melainkan simbol pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Pembangunan ini juga menunjukkan efektivitas pola kerja terpadu antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur strategis. Dengan dukungan penuh dari aparat kewilayahan, proses pembangunan berlangsung aman, terkendali, dan disambut positif oleh masyarakat. Kehadiran prajurit di lokasi turut memberikan rasa aman bagi warga yang selama ini terdampak keterbatasan akses. Setelah rampung, jembatan gantung Sungai Cikarang diharapkan kembali menjadi nadi sosial ekonomi antardesa. Mobilitas warga antarwilayah diproyeksikan meningkat, distribusi barang dan kebutuhan harian lebih lancar, serta pelajar dapat kembali menuju sekolah tanpa risiko keselamatan. Layanan kesehatan pun dapat menjangkau warga lebih cepat tanpa hambatan akses. Sinergi yang tercipta dalam pembangunan jembatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Waluran dan Surade. Kebersamaan antara TNI dan rakyat bukan hanya menghadirkan kembali infrastruktur, tetapi ikut menguatkan ketahanan sosial dan semangat pemulihan pascabencana. Jembatan ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan pemerataan pembangunan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah selatan Sukabumi. (Dicky)