SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya peningkatan aksesibilitas menuju kawasan wisata Pantai Kalaju, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, mulai menunjukkan progres. ‎ ‎Kepala Cabang UPTD PU Wilayah VI Jampangkulon, Yudi Kuswandi bersama jajaran turun langsung melakukan pengukuran calon jalan kabupaten pada Selasa, 9 Desember 2025. ‎ ‎Rencana jalan baru tersebut memiliki panjang 230 meter dengan lebar 3 meter. Jalur ini merupakan pengalihan dari ruas Leuwi Cagak Hilir–Minajaya yang akan ditarik lurus untuk mempermudah konektivitas warga dan wisatawan. ‎ ‎“Ini bentuk respon cepat atas usulan warga Desa Cipeundeuy melalui Pak Kades Bakang Anwar As’Adi,” ujar Yudi seusai pengukuran. ‎ ‎Ia menegaskan, pelaksanaan pembangunan masih menunggu instruksi pimpinan sambil menyiapkan proses lanjutan. ‎ ‎Sebelum pengalihan jalur dibangun, pihaknya akan terlebih dahulu melanjutkan pengaspalan sensit program IJD dari Kampung Cipeundeuy hingga Simpangan Desa Sukatani. ‎ ‎“InsyaAllah setelah itu dilanjutkan kembali pengaspalan lapen sampai Situ Habibi. Mohon doanya,” ucapnya. ‎ ‎Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As’Adi menyambut baik langkah cepat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah VI. ‎ ‎Ia berharap pembangunan ini berjalan mulus dan memberi manfaat besar bagi masyarakat maupun sektor wisata. ‎ ‎“Kami berterima kasih kepada Bupati Asep Japar dan Kadis PU Kabupaten Sukabumi atas perhatian dan dukungannya. Semoga semua rencana ini bisa terealisasi,” ungkapnya. ‎ ‎Upaya peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses ekonomi, mendorong mobilitas masyarakat, serta memperkuat potensi wisata Pantai Kalaju sebagai salah satu destinasi unggulan wilayah selatan Sukabumi. (Dicky)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-9-Desember-2025-Program magang di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan kontribusi nyata melalui kegiatan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos mandiri. Peserta Magang Batch 2 yang berasal dari berbagai jurusan terlibat aktif dalam seluruh proses pembuatan kompos, sekaligus menjadi motor penggerak inovasi lingkungan di rutan. Kegiatan ini lahir dari kebutuhan pengelolaan sampah organik sehari-hari yang dihasilkan dari dapur rutan, kantin, dan area hunian. Melalui pendampingan petugas serta keterlibatan peserta magang, sampah organik tersebut dikumpulkan, dipilah, lalu diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kebun produktif rutan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan semangat peserta magang yang berperan langsung dalam pengembangan kegiatan ini. “Program ini tidak hanya mengajarkan bagaimana mengolah sampah menjadi kompos, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan bagi peserta magang dan warga binaan. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan serta menciptakan lingkungan rutan yang lebih bersih dan produktif,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa program kompos mandiri ini juga memperkuat sistem pembinaan berbasis keterampilan dan kerja nyata. “Keterlibatan peserta magang Batch 2 membawa energi baru dan memperkaya proses pembinaan di rutan. Mereka belajar, berkolaborasi, dan melihat langsung bagaimana limbah dapat bernilai tinggi jika diolah dengan benar,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi pada Senin (8/12/2025) terasa berbeda. Ribuan insan pekerjaan umum berkumpul merayakan Hari Bakti PU ke-80 tingkat kabupaten, mengangkat tema Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Sukabumi Mubarakah. ‎ ‎Bupati Sukabumi H Asep Japar hadir secara langsung bersama Sekretaris Daerah H Ade Suryaman, disertai jajaran Forkopimda, Forkopimcam, mitra kerja DPU, hingga tamu undangan dari berbagai sektor. ‎ ‎Di hadapan peserta upacara, Bupati menegaskan bahwa Hari Bakti PU bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat akan sejarah perjuangan pekerja umum, merujuk pada momen 3 Desember 1945 yang menjadi tonggak kelahiran kementerian ini di Indonesia. ‎ ‎Semangat itu, kata Bupati, adalah roh pengabdian tanpa pamrih yang tertuang dalam Sapta Bakti Insan PU. “Nilai pengabdian tanpa pamrih itu menjadi fondasi etos kerja pembangunan ke depan,” ujarnya. ‎ ‎Bupati juga menyinggung strategi pembangunan PU 608 yang kini menjadi arah bersama pemerintah pusat hingga daerah dalam menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan komitmen kuat, profesionalitas, dan keberpihakan pada masyarakat. ‎ ‎Tidak hanya bicara target pembangunan, Bupati mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana. Mulai dari pemantauan jalan dan jembatan, jaringan irigasi, hingga kesiapan alat berat serta logistik darurat menjadi perhatian khusus. ‎ ‎“Momentum Hari Bakti PU ke-80 harus menjadi penguatan komitmen bekerja lebih profesional, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat,” tandasnya. ‎ ‎Di sisi lain, Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dikemas bukan hanya dalam upacara formal. Serangkaian kegiatan sosial turut dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. ‎ ‎“Kegiatan meliputi bedah rumah, penanaman pohon, pembersihan jalan, peresmian ruas jalan, bantuan bagi korban bencana, donor darah, pembinaan P3K mitra cai, hingga pemberian apresiasi untuk pegawai berprestasi,” terang Uus. ‎ ‎Ia menegaskan bahwa deretan aksi nyata tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap pahlawan PU sekaligus sarana menanamkan kembali jiwa pelayanan dan profesionalitas di tubuh organisasi. ‎ ‎Uus berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat semakin menguat, sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih adil, merata, dan berkelanjutan. ‎ ‎“Semangat para pendahulu PU harus terus menjadi inspirasi untuk menghasilkan infrastruktur yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. ‎ ‎Pada kesempatan yang sama, Bupati bersama Forkopimda menyerahkan penghargaan bagi pegawai berprestasi, mitra kerja, serta memberikan santunan kepada anak yatim, menutup peringatan Hari Bakti PU ke-80 dengan nuansa humanis dan penuh harapan. (Dicky)

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara – Dalam upaya memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan serta memperlancar proses reintegrasi sosial, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan pengawalan dan pendampingan warga binaan ke Pos Balai Pemasyarakatan (Pos Bapas) Jepara untuk keperluan proses Pembebasan Bersyarat (PB), Senin (08/12/2025). Kegiatan pendampingan ini dilakukan oleh petugas pengamanan yang secara langsung mengawal warga binaan sejak keluar dari rutan hingga tiba di Pos Bapas. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Jepara untuk memberikan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, aman, dan transparan, khususnya dalam proses pengurusan hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat. Petugas Rutan Jepara, Tria Aji menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses verifikasi berkas, wawancara litmas, serta pemeriksaan persyaratan administratif yang menjadi bagian penting dalam pemberian PB. “Petugas tidak hanya memastikan keamanan selama proses berlangsung, tetapi juga memberikan arahan agar warga binaan memahami tahapan pengurusan PB sesuai regulasi yang berlaku,” ujar salah satu petugas. Dalam kunjungan tersebut, warga binaan mengikuti proses litmas (penelitian kemasyarakatan) yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas. Melalui litmas, petugas Bapas menilai kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat, mulai dari perilaku selama menjalani masa pidana, dukungan keluarga, hingga rencana reintegrasi setelah bebas nanti. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo menyampaikan bahwa pendampingan ke Pos Bapas merupakan bentuk sinergi antara Rutan dan Bapas dalam memastikan layanan pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan. “Hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat adalah bagian dari pembinaan. Kami memastikan setiap proses berlangsung transparan dan sesuai SOP, sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan bertanggung jawab,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa optimalisasi hak warga binaan bukan hanya soal pemenuhan administrasi, tetapi juga memastikan prinsip keadilan restoratif berjalan dengan baik. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan warga binaan dapat lebih mudah memahami prosedur, sekaligus merasa didampingi dalam proses menuju reintegrasi sosial. Kegiatan pengawalan dan pendampingan ini merupakan rutinitas yang akan terus dilaksanakan setiap kali terdapat warga binaan yang memenuhi syarat administratif dan substantif untuk diusulkan Pembebasan Bersyarat. Rutan Jepara berkomitmen untuk menjaga keamanan, memberi pelayanan terbaik, serta mendukung proses integrasi sosial warga binaan secara optimal.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

CIREBON Bidik-kasusnews.com,.Aliansi Wartawan Gerak Cepat (AWGC) bersama Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pujatera memulai aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana pada Minggu, 7 Desember 2025. Gerakan solidaritas ini ditujukan untuk membantu para korban bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh. Aksi perdana tersebut dilaksanakan di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Jl. H. Abbas, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru. Lokasi tersebut tengah ramai oleh gelaran Event Pesta Rakyat yang menampilkan pertunjukan seni, hiburan masyarakat, serta puluhan stand UMKM dan kerajinan tangan. Kehadiran tim AWGC dan PKL Pujatera di tengah keramaian acara tersebut langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga dari lingkungan sekitar tergerak berpartisipasi setelah mengetahui kondisi memprihatinkan yang dialami para korban banjir di Sumatera dan Aceh. Rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial tampak begitu kuat, tercermin dari antusiasme warga untuk ikut menyumbang. Ketua pelaksana kegiatan Hartono.menyampaikan bahwa program penggalangan dana ini tidak hanya dilakukan sehari, tetapi akan berlangsung selama satu bulan penuh. Harapannya, dana yang terkumpul dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana. Selain di lokasi Pesta Rakyat, kegiatan kemanusiaan ini akan dilanjutkan ke berbagai titik strategis lainnya, seperti area perempatan lampu merah, SPBU, dan sejumlah ruang publik lain yang memungkinkan dijangkau masyarakat luas. AWGC dan Paguyuban PKL Pujatera berharap gerakan ini dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah maupun profesi, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta membantu meringankan beban saudara-saudara kita di daerah terdampak. (Asep Rusliman)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Dalam rangka memperkuat komunikasi dan mempererat hubungan internal, DPC Squad Nusantara Jepara kembali menjalankan agenda kunjungan 100 Hari Deklarasi. Pada Minggu, 7 Desember 2025, rombongan DPC berkunjung ke Ranting Batealit untuk bertemu langsung dengan jajaran pengurus serta anggota ranting. Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua DPC, Bapak Eko Basuki, didampingi Ketua Harian, Bapak Wawan, dan Bidang Olahraga, Bapak Yogi. Mereka tiba di Pos Ranting Batealit sekitar pukul 13.00 WIB, di mana Ketua Ranting, Bapak Ali, bersama anggota ranting telah menyiapkan sambutan. Acara dimulai dengan dialog ringan yang kemudian berkembang menjadi diskusi mendalam soal arah gerak organisasi ke depan. Ranting Batealit menyampaikan sejumlah masukan yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program di tingkat kecamatan, mulai dari kebutuhan pembinaan anggota hingga penguatan peran sosial di masyarakat. Ketua DPC, Bapak Eko Basuki, mengapresiasi keterbukaan ranting dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengatakan bahwa masukan dari ranting menjadi fondasi penting dalam membangun kebijakan dan kegiatan organisasi, karena ranting adalah elemen yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu, DPC juga memberikan penekanan pada pentingnya menjaga nama baik organisasi, memperkuat kedisiplinan, dan terus menunjukkan peran positif Squad Nusantara di Jepara. DPC mengajak seluruh anggota ranting untuk tetap solid dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 15.00 WIB ini berjalan hangat, penuh rasa kekeluargaan, dan ditutup dengan komitmen bersama untuk mempererat tali silaturahmi. Rombongan DPC kemudian mengakhiri kunjungan dengan membawa berbagai catatan penting yang akan dibahas dalam rapat internal. Dengan terlaksananya kunjungan ini, DPC Squad Nusantara Jepara menegaskan kembali komitmennya dalam membangun organisasi yang solid dari tingkat bawah hingga atas, demi kemajuan bersama dan semakin kuatnya peran organisasi di Kabupaten Jepara.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Minggu, 07 Desember 2025. Program turun gunung yang dicanangkan DPC Squad Nusantara Jepara kembali berjalan efektif. Kali ini, Ketua DPC, Bapak Eko Basuki, turun langsung ke Ranting Kecamatan Mayong dalam rangkaian 100 hari deklarasi penguatan organisasi. Beliau hadir didampingi Ketua Harian, Bapak Wawan, serta Bidang Pemuda dan Olahraga, Bapak Yogi. Setibanya di lokasi, rombongan DPC disambut hangat oleh Ketua Ranting Mayong, Bapak Pranoto, yang juga menjadi tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, Bapak Pranoto menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran pengurus DPC yang dinilai menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota ranting. Dalam sesi dialog terbuka, anggota Ranting Mayong menyampaikan empat poin masukan penting yang dianggap sangat strategis untuk kemajuan ranting ke depan. Ketua DPC menyambut baik masukan tersebut dan menegaskan bahwa DPC akan terus membuka ruang komunikasi serta meningkatkan pendampingan untuk seluruh ranting di Jepara. Bapak Pranoto juga berharap agar program turun gunung ini dapat menjadi agenda berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran pengurus DPC secara langsung memberikan dampak positif, terutama dalam memperkuat solidaritas dan memantapkan arah organisasi di tingkat ranting. Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan makan bersama, menandai eratnya hubungan antara pengurus DPC dan ranting. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada 13.30 WIB.(Wely-jateng)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Polresta Cirebon menggelar razia minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Cirebon pada Sabtu (6/12/2025). Dalam razia pekat tersebut petugas berhasil mengamankan 136 botol miras tradisional ciu. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, miras yang berhasil disita jumlahnya mencapai 136 botol miras tradisional ciu. Miras tersebut disita dari wilayah Kecamatan Babakan dan Pabuaran Kabupaten Cirebon. “Dalam razia ini, kami berhasil mengamankan 136 botol miras dari di wilayah Kecamatan Babakan dan Pabuaran, Kabupaten Cirebon. Kemudian penjual miras tersebut juga langsung diproses tipiring,” ujar Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, Minggu (7/12/2025). Ia mengatakan, razia tersebut dilaksanakan intensif Polresta Cirebon hingga Polsek jajaran. Pihaknya pun meminta peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan berbagai tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Cirebon melalui layanan hotline 110 atau menghubungi nomor pengaduan 08112497497″ pungkasnya. Dipastikan setiap laporan atau aduan yang diterima bakal langsung ditindaklanjuti dan petugas berada di lokasi dalam waktu singkat. Pasalnya, laporan maupun aduan masyarakat akan sangat membantu kepolisian dalam menjaga kondusivitas kamtibmas. “Peran seluruh elemen masyarakat sangat besar untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas. Selain itu, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga keamanan lingkungan dan sangat berarti bagi kepolisian,” kata Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Goalpara Tea Park menapaki usia dua tahun. Perayaan hari jadinya berlangsung meriah, dirangkaikan dengan Festival Eksplorasi Pariwisata, Minggu (7/12/2025) di kawasan wisata Jalan Cisarua, Kecamatan Sukaraja. ‎ ‎Bupati Sukabumi H. Asep Japar yang biasa disapa Asjap hadir langsung sekaligus memberikan apresiasi atas peran Goalpara dalam perkembangan pariwisata daerah. ‎ ‎Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menyebut Goalpara Tea Park kini menjadi salah satu ikon rekreasi masyarakat. ‎ ‎Meski baru dua tahun berdiri, kawasan wisata ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata Sukabumi. ‎ ‎”Tempat ini telah menjelma menjadi destinasi kebanggaan warga Sukabumi,” ujarnya. ‎ ‎Lebih jauh, Bupati menilai keberadaan Goalpara tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka ruang bagi seniman dan pelaku UMKM untuk berkembang. ‎ ‎Dia optimis sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci majunya potensi wisata di daerah. ‎ ‎Ia menegaskan pengembangan pariwisata harus tetap menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. ‎ ‎”Ke depan, Goalpara perlu terus berinovasi, meningkatkan kualitas SDM, memperluas kerja sama, dan memperkuat promosi digital agar semakin dikenal luas,” tambahnya. ‎ ‎Asjap berharap, Goalpara dapat berkembang menjadi kawasan wisata edukasi berbasis lingkungan. ‎ ‎Sementara itu, Direktur Goalpara Tea Park Iwan Wahyudin menyampaikan dua tahun perjalanan merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan serta pengalaman terbaik bagi pengunjung. ‎ ‎”Dua tahun bukan waktu yang panjang, tetapi bukan perjalanan singkat. Komitmen dan kebersamaan membuat kami terus kuat,” ucapnya. ‎ ‎Iwan menargetkan Goalpara Tea Park terus berinovasi agar menjadi salah satu destinasi favorit di Sukabumi. ‎ ‎Perayaan HUT ke-2 berlangsung semarak dengan penyerahan Member Card Goalpara Tea Park, pemotongan tumpeng, penyerahan hadiah lomba mewarnai tingkat kabupaten, hingga pertunjukan 1.000 angklung yang dimainkan bersama Bupati Sukabumi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kabupaten Sukabumi mengambil sikap tegas dalam upaya menghentikan laju penularan HIV/AIDS. Melalui Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 yang digelar di Bale Budaya Pudak Arum, Sabtu (6/12/2025). ‎ ‎Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengumumkan penguatan program layanan, edukasi masyarakat, hingga upaya menghapus stigma yang selama ini menjadi penghalang terbesar penanganan HIV/AIDS. ‎ ‎Acara yang melibatkan unsur pemerintahan, tenaga medis, lembaga pendidikan, organisasi sosial, tokoh agama, hingga komunitas peduli AIDS menjadi momentum deklarasi bersama. ‎ ‎Tidak hanya berkomitmen, Sukabumi mendorong langkah konkret mulai dari akses tes HIV yang lebih luas hingga pendampingan psikososial bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). ‎ ‎Tema global “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response” menjadi landasan gerak. Tidak sekadar jargon, tema ini diterjemahkan Sukabumi ke dalam target kerja yang lebih progresif melalui semangat ketahanan layanan, inklusivitas, dan percepatan pencegahan. ‎ ‎Pemerintah daerah menegaskan, transformasi penanganan bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban moral dan sosial. ‎ ‎Dalam agenda tersebut, Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M. menyoroti dua tantangan terbesar saat ini dikarenakan masih adanya pola pikir stigma dan masih terbatasnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini. ‎ ‎Menurutnya, dua hal ini menjadi pintu utama penyebaran yang tidak terlihat. “Kita tidak boleh santai. HIV/AIDS tidak akan selesai jika masyarakat masih menutup mata,” tegasnya. ‎ ‎Pemerintah daerah menargetkan penguatan intervensi edukatif untuk pelajar, mahasiswa, serta kelompok usia produktif. Program literasi bahaya HIV, sistem rujukan cepat, serta distribusi terapi ARV yang merata akan terus didorong. ‎ ‎Peringatan HAS 2025 menutup sesi dengan penegasan yakni perjuangan bukan hanya pada fasilitas medis, tetapi pada keberanian sosial untuk mendukung ODHA sebagai sesama manusia. ‎ ‎Sukabumi menyatakan bahwa masyarakat yang berempati adalah benteng utama sekaligus titik awal pemutusan rantai penyebaran. Perang melawan HIV/AIDS tidak menunggu esok. Sukabumi memilih bergerak hari ini. (Dicky)