SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gelombang protes warga kembali terjadi di Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Ratusan masyarakat mendatangi kantor desa untuk menyuarakan tuntutan agar Kepala Desa, Sulaeman, melepaskan jabatannya. Aksi ini merupakan kali keempat dilakukan warga. Mereka menilai berbagai persoalan yang sebelumnya disampaikan belum mendapat penyelesaian yang memuaskan. Sejumlah hal yang disorot antara lain realisasi janji kampanye, kondisi infrastruktur desa, hingga transparansi dalam pengelolaan anggaran. Untuk meredam situasi, pihak kecamatan bersama aparat keamanan turun langsung melakukan mediasi. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Surade, Unang Suryana, Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, serta unsur TNI dari Babinsa setempat. Dalam forum tersebut, Sulaeman menyampaikan sikapnya di hadapan warga. Ia mengaku bersedia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala desa, namun menegaskan bahwa proses tersebut harus mengikuti aturan yang berlaku. “Saya siap mundur, tetapi harus melalui prosedur yang benar dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya. Menurutnya, langkah itu penting agar tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari, serta memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan. Sementara itu, Camat Surade menyatakan pihaknya akan memfasilitasi proses penyelesaian sesuai regulasi. Ia juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dalam mencari solusi terbaik. Pertemuan yang berlangsung terbuka dan tertutup itu akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk menempuh jalur musyawarah. Kedua belah pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu proses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku. (Dicky)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sarana prasarana terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui kegiatan supervisi bidang logistik, seluruh perlengkapan dinas di tingkat Polsek diperiksa secara menyeluruh pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang dipimpin oleh Ps Kabag Log Polres HSU bersama staf Bagian Logistik ini berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 15.30 WITA. Supervisi dilaksanakan di tiga Polsek, yakni Polsek Amuntai Selatan, Polsek Danau Panggang, dan Polsek Babirik. Supervisi ini mengacu pada Surat Telegram Aslog Polri Nomor B/464/IV/LOG.8./2026 tanggal 10 April 2026 tentang validasi assessment data riil Sistem Informasi Logistik (SILOG). Fokus utama kegiatan adalah memastikan kesesuaian data serta kondisi riil perlengkapan dinas di lapangan. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek penting, mulai dari jumlah dan kondisi kendaraan dinas, ketersediaan alat komunikasi seperti handy talky, hingga pengecekan senjata api beserta amunisi yang dipinjam-pakaikan kepada personel Polsek. Selain itu, inventaris lainnya seperti rompi dinas, helm, sepeda dinas, komputer, lemari, kursi, hingga peralatan TPTKP dan alat sidik jari untuk pelayanan SKCK turut diperiksa. Hasil supervisi menunjukkan bahwa secara umum jumlah kendaraan dinas telah sesuai dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang diterima masing-masing Kapolsek. Kondisi kendaraan pun dinilai masih layak operasional, meski terdapat beberapa unit yang saat ini tengah dalam proses perbaikan di bengkel. Untuk senjata api dan amunisi, hasil pemeriksaan menunjukkan kesesuaian dengan berita acara penyerahan dari Bagian Logistik. Sementara itu, data terbaru terkait alat material khusus, alat instrumen, alat komunikasi, dan perlengkapan lainnya akan segera diperbarui melalui pembuatan BAST terbaru. Ps Kabag Log Polres HSU menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung program Polri Presisi, khususnya dalam aspek prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. “Melalui supervisi ini, kami memastikan seluruh perlengkapan dinas tercatat dengan baik, dalam kondisi siap pakai, serta dapat menunjang pelaksanaan tugas anggota di lapangan secara optimal,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan logistik di jajaran Polsek semakin tertib, akurat, dan mampu mendukung pelayanan kepolisian yang profesional kepada masyarakat. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah sorotan dunia terhadap jalur energi strategis di Selat Hormuz yang kian memanas, kabar menenangkan justru datang dari Sukabumi. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota dan Kabupaten Sukabumi, H. Eten Rustandi, memastikan pasokan BBM dan elpiji, khususnya subsidi, masih dalam kondisi aman dan terkendali. Menurutnya, gejolak global memang berpotensi memicu kekhawatiran, namun hingga saat ini distribusi energi di wilayah Jawa Barat belum terdampak signifikan. Ia menegaskan, stok BBM dan elpiji 3 kilogram tetap tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “InsyaAllah aman, tidak perlu khawatir. Tapi tetap gunakan energi secara bijak,” ujar Eten, Rabu (29/4/2026). Ia menekankan, kepanikan justru bisa memperkeruh keadaan. Jika terjadi kelangkaan di suatu titik, besar kemungkinan disebabkan keterlambatan distribusi, bukan karena stok habis. Proses pengiriman dari kapal tanker menuju tangki penyimpanan milik Pertamina terkadang mengalami hambatan teknis. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara melanggar hukum seperti penimbunan BBM atau elpiji. Di sisi lain, Eten mengakui adanya penyesuaian harga pada produk energi non-subsidi (Non PSO). BBM jenis Pertamax, Dexlite, dan Pertamax Turbo mengalami kenaikan, begitu pula elpiji non-subsidi ukuran 5 kg, 15 kg, dan 50 kg. Namun demikian, untuk BBM dan elpiji bersubsidi (PSO), ia memastikan tidak ada perubahan harga sehingga tetap terjangkau dan tersedia bagi masyarakat luas. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aspirasi warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, terkait kerusakan jalan mulai mendapat respons serius dari pemerintah daerah. Melalui forum dialog yang difasilitasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), warga bertemu langsung dengan jajaran pemerintah, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, di Aula Desa Sukatani, Rabu (29/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi warga beberapa hari sebelumnya yang mempersoalkan kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk dan menghambat aktivitas masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, BPD, serta elemen masyarakat lainnya. Usai dialog, Kepala Dinas PU bersama tim langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi ruas jalan yang dikeluhkan. Hasilnya, sejumlah titik mengalami kerusakan berat yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Menurut Kadis PU, tingkat kerusakan di atas 60 persen tidak bisa lagi ditangani dengan perbaikan ringan, melainkan harus melalui rekonstruksi total. Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan dengan kondisi tersebut cukup besar. “Untuk rekonstruksi, per kilometernya saat ini berkisar Rp1,9 miliar, dan itu masih mengikuti harga sekarang,” ungkapnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan solusi, dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Skema penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas. Ia juga membuka kemungkinan adanya alokasi anggaran melalui perubahan APBD, jika kondisi fiskal memungkinkan. Hal ini menjadi salah satu harapan agar penanganan jalan di Sukatani bisa segera direalisasikan. Sementara itu, warga berharap hasil pertemuan ini tidak berhenti pada wacana. Mereka meminta adanya langkah konkret mengingat kondisi jalan yang rusak telah berdampak pada mobilitas dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Dialog tersebut menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah untuk mencari titik temu. Selain meredakan ketegangan pasca aksi, forum ini juga memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendasar warga. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menghadiri kegiatan pelepasan purna bhakti sekaligus memimpin pembinaan wilayah bagi dua UPTD di Kantor UPTD Jampangkulon, Rabu (29/4/2026). Kegiatan diawali dengan pelepasan Kepala Cabang (Kacab) Dinas PU Wilayah Jampangkulon, Yudi, yang memasuki masa purna bakti setelah mengabdi dalam pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Dalam sambutannya, Uus Pirdaus menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan selama bertugas. Ia menegaskan bahwa kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam kemajuan pembangunan daerah. “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan ke depan,” ujarnya. Usai prosesi purna bhakti, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan wilayah yang diikuti jajaran UPTD Wilayah Ciemas dan UPTD Wilayah Jampangkulon. Dalam arahannya, Kadis PU menekankan pentingnya peningkatan kinerja aparatur, kedisiplinan, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan perlunya koordinasi yang solid antar UPTD dalam menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci dalam penanganan infrastruktur, baik jalan maupun irigasi, agar pembangunan di wilayah selatan dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan. “Seluruh jajaran harus bekerja profesional, responsif, dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor infrastruktur. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Aom Muharam, bersama perangkat desa dan Babinsa Desa Tanjungsari dari Koramil 0622-11/Sagaranten, Sukarno, turun langsung meninjau kondisi jalan di wilayah perbatasan, Selasa (28/4/2026). Peninjauan dilakukan di Kampung Ciloncer, yang merupakan jalur penghubung antarwilayah desa, kecamatan, hingga menjadi batas antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengajuan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan kondisi fisik jalan sekaligus pengukuran panjang dan lebar sebagai bahan usulan. Infrastruktur jalan di kawasan perbatasan dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi antar daerah. Aom Muharam menegaskan, peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan data lapangan sebelum diajukan ke program TMMD. “Jalan ini sangat vital karena menjadi akses perbatasan Sukabumi dan Cianjur. Kami berharap usulan ini bisa masuk dalam sasaran fisik TMMD agar segera ditangani,” ujarnya. Sinergi antara pemerintah desa dan Babinsa terus diperkuat dalam mendorong percepatan pembangunan. Jika usulan disetujui, jalan tersebut diharapkan dapat segera diperbaiki dan diperkeras, sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang melintas. (Dicky)

Majalengka-BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Dalam rangka memperingati Hari Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) Sedunia yang jatuh pada 28 April 2026, para aparat TNI-Polri serta jajaran pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar olahraga bersama di Lapangan Apel Polres Majalengka, Jalan KH Abdul Halim No. 518, Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka Dena Mohammad Ramdan, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwandi, serta sejumlah pejabat lainnya. Turut hadir perwakilan Kajari Majalengka (Kasi Pidum Heri Joko Saputro), Danlanud S.Sukani yang diwakili Kasubsibinjaskemil Lettu Kes Aan Ropiana, Danyonif 321/GT Kostrad, Dansubdenpom III/3-5 Majalengka Kapten Cpm Buang S., para PJU Polres Majalengka, dan Kadispora Kab Majalengka Uju Gustiawan. Senam dan olahraga bersama ini diikuti oleh personel Polres Majalengka, Kodim 0617/Majalengka, Yonif 321/GT Kostrad, Lanud S.Sukani, Subdenpom III/3-5 Majalengka, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Majalengka. Dalam kesempatan itu, Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwandi membacakan amanat Kapolda Jawa Barat yang menekankan beberapa poin penting. Pertama, rasa syukur karena seluruh personel masih diberikan kesehatan sehingga mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Kedua, amanat tersebut menyoroti pentingnya kebugaran fisik dan mental bagi setiap personel. “Personel harus menjaga kesehatan fisik dan mental agar mampu melaksanakan tugas pelayanan yang optimal serta membangun budaya hidup sehat untuk selalu mengabdi kepada negara dan bangsa,” ujar Kapolres membacakan amanat. Ketiga, olahraga bersama dinilai sebagai bentuk komitmen institusi dalam membangun budaya hidup sehat bagi personel Polri dan keluarga, sekaligus membangun soliditas dan komunikasi. Senam bersama juga digunakan untuk mempererat tali persaudaraan, membangun kekompakan, dan memperkuat sinergi internal maupun antarinstansi, khususnya TNI-Polri. Keempat, dalam konteks Hari K3 Sedunia, ditekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan kondusif untuk mencapai produktivitas maksimal. Terakhir, kegiatan semacam ini menjadi sarana mendekatkan diri dengan masyarakat, memupuk kebersamaan, dan meningkatkan kepercayaan publik. Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu usai kegiatan menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang terjalin. “Kegiatan sederhana seperti ini sangat baik untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarinstansi. Kami di Kodim siap bersinergi dengan Polri dan pemda dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman,” tuturnya. Kegiatan olahraga bersama berlangsung lancar dan khidmat, diakhiri dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antar peserta.(Asep Rusliman) Sumber : (Pendim_0617)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor desa pada Senin (27/4/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan desa yang belum juga dibangun, meski sebelumnya telah dijanjikan perbaikan. Kedatangan warga berlangsung tertib dengan pengawalan serta difasilitasi pemerintah desa bersama unsur Forkopimcam dan perwakilan Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP). Dalam forum terbuka, warga menyampaikan berbagai tuntutan secara langsung. Perwakilan warga, Ahmad Caeng, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penagihan janji pembangunan yang dinilai tak kunjung terealisasi selama bertahun-tahun. “Masyarakat hanya menginginkan kepastian dan bukti nyata dari komitmen yang pernah disampaikan pemerintah desa,” ujarnya. Menurutnya, lambannya progres pembangunan menjadi pemicu utama kekecewaan warga. Pasalnya, perbaikan jalan sempat dijanjikan selesai dalam waktu singkat, namun hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Selain itu, warga juga menyoroti aspek transparansi penggunaan dana desa, khususnya yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Mereka meminta penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik. Ahmad menambahkan, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, warga berpotensi kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sukatani, Sulaeman, menjelaskan bahwa ruas jalan yang dipermasalahkan sebelumnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun pada tahun 2026, statusnya telah berubah sehingga memungkinkan penanganan secara kolaboratif antara desa, kabupaten, dan provinsi. “Saya memastikan bahwa proses pembangunan sebenarnya sudah berjalan, hanya saja belum rampung sehingga dampaknya belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat,” terangnya. Terkait tuntutan keterbukaan anggaran, Sulaeman menyebut laporan belum bisa disampaikan secara final karena pekerjaan masih berlangsung. Meski demikian, pihak desa berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan kecamatan, BPD, serta dinas terkait guna mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Menyoal desakan sebagian warga yang meminta dirinya mundur, Sulaeman menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak masyarakat, namun harus melalui mekanisme yang berlaku sesuai ketentuan. Aksi ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan warga dengan tuntutan serupa. Masyarakat berharap adanya percepatan pembangunan jalan serta peningkatan transparansi anggaran, sehingga kepercayaan terhadap pemerintah desa dapat kembali pulih. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 dengan mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, Senin (27/4/2026). Kegiatan berlangsung secara hybrid, terhubung dengan pusat kegiatan di Auditorium Prof. Muladi, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta diikuti langsung oleh jajaran pegawai dan tamu undangan di Lapangan Serbaguna Lapas Sukabumi. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kota Sukabumi, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Imigrasi, Badan Narkotika Nasional, Kementerian Agama, hingga perangkat daerah lainnya. Pemerintah Kota Sukabumi diwakili oleh Asisten Daerah H.R. Imran Wardhani. Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa peringatan HBP ke-62 tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh yang melahirkan langkah konkret. “Pemasyarakatan harus berfokus pada kerja nyata di lapangan. Tidak cukup hanya program di atas kertas, tetapi harus ada hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat. Integritas, akuntabilitas, dan efektivitas program menjadi kunci utama,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa transformasi pemasyarakatan harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas pembinaan, pengawasan internal yang ketat, serta penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam amanatnya menegaskan bahwa pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam pembangunan hukum nasional yang berorientasi pada keadilan restoratif. “Pemasyarakatan kerja nyata berarti menghadirkan program yang berdampak langsung, bukan sekadar seremonial. Pelayanan prima harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap insan pemasyarakatan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial berjalan optimal,” tambahnya. Selaras dengan arahan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan komitmen jajarannya dalam mengimplementasikan pemasyarakatan berbasis hasil. “Melalui HBP ke-62 ini, kami menegaskan komitmen untuk menghadirkan pemasyarakatan kerja nyata melalui program pembinaan yang berdampak langsung, serta mewujudkan pelayanan prima yang profesional, humanis, dan berintegritas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik. “Kolaborasi ini tidak hanya mendukung aspek keamanan, tetapi juga memperkuat pembinaan, sehingga warga binaan dapat menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya. Sebagai bentuk implementasi nyata, pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat kepada pegawai Lapas Sukabumi, Rizki M. Iqbal Dyaz, atas ketelitian dan integritasnya dalam menggagalkan upaya penyelundupan obat-obatan terlarang ke dalam lapas. Keberhasilan ini dinilai sebagai kontribusi penting dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran gelap narkoba. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada mitra kerja strategis yang dinilai berperan aktif dalam mendukung pelayanan pemasyarakatan di Jawa Barat. Mitra tersebut meliputi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sukabumi, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Kementerian Agama Kota Sukabumi, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam aspek keamanan, pembinaan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial warga binaan. Tak hanya itu, Lapas Sukabumi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui penyerahan bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM yang telah melalui proses asesmen dan verifikasi, sehingga tepat sasaran dan berkelanjutan. Langkah ini menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus di dalam lapas, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas. Suasana tasyakuran berlangsung khidmat dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Pemerintah Kota Sukabumi dan sesepuh pemasyarakatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, mencerminkan sinergi serta kebersamaan antar pemangku kepentingan. Melalui peringatan HBP ke-62 ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemasyarakatan yang berorientasi pada kerja nyata, memperkuat pelayanan prima, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Usep)

Bidik-kasusnews.com,Kapuas Hulu Kalimantan Barat Minggu 26-April-2026 Kepolisian Sektor (Polsek) Seberuang mengambil tindakan tegas terhadap praktik perjudian di wilayah hukumnya.Dipimpin langsung oleh Kapolsek Seberuang, petugas melakukan penertiban arena judi sabung ayam yang berlokasi di Dusun Sebalang hulu Desa pala kota, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Aksi penertiban ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas perjudian di lokasi tersebut. Menanggapi aduan warga, Kapolsek Seberuang beserta jajaran segera bergerak menuju titik lokasi untuk melakukan penyisiran. Setibanya di lokasi, petugas menemukan gelanggang yang diduga kuat digunakan sebagai arena Sabung ayam. Untuk memastikan aktivitas tersebut tidak terulang kembali, petugas melakukan pembongkaran serta pemusnahan terhadap sarana dan prasarana perjudian di tempat kejadian perkara (TKP). Edukasi Masyarakat: Selain tindakan fisik, Kapolsek juga memberikan imbauan kepada warga sekitar agar tidak memfasilitasi atau terlibat dalam praktik perjudian dalam bentuk apa pun. Komitmen Kamtibmas Kapolsek Seberuang menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas),serta memberantas segala bentuk penyakit masyarakat di wilayah Kapuas Hulu. “Kami tidak akan mentoleransi aktivitas perjudian di wilayah ini. Penertiban ini adalah bentuk respon cepat kami atas keresahan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen warga untuk bersama-sama menjaga kondusifitas desa,” ujar Kapolsek Seberuang dalam keterangannya. Situasi di Dusun Sebalang hulu, dilaporkan aman dan kondusif pasca-penertiban. Pihak kepolisian pun memastikan akan terus melakukan pemantauan rutin guna mencegah dibukanya kembali arena serupa di masa mendatang. Wartawan Si Juli