AMUNTAI – Bidik-kasusnews.com Kapolsek Amuntai Utara Ipda Alamsyah, S.H., melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan Kepala Desa Pimping, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Desa Pimping, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WITA tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi antara kepolisian dengan unsur pemerintahan desa serta para tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam kunjungan tersebut, Ipda Alamsyah didampingi sejumlah anggota Polsek Amuntai Utara. Pertemuan dihadiri Kepala Desa Pimping Mahdiani, Pimpinan Majelis Raudatul Jannah Ustadz H. Muhammad Hawa Rismi selaku tokoh agama, serta tokoh masyarakat Desa Pimping. Selain memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Amuntai Utara yang baru, Ipda Alamsyah juga menyampaikan imbauan mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapolsek mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk turut berperan dalam menyosialisasikan kepada warga mengenai bahaya dan dampak yang dapat ditimbulkan akibat karhutla. “Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama. Karena itu, sinergi dengan pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” demikian pokok pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Silaturahmi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan lintas sektoral antara kepolisian dengan para tokoh di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. Melalui komunikasi yang terjalin dengan baik, kepolisian bersama unsur masyarakat dapat saling bertukar informasi serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Kegiatan kunjungan dan silaturahmi berlangsung lancar. Selama kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Musim kemarau mulai menjadi momok bagi warga Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Kondisi debit air sumur warga yang mulai menurun membuat sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, bahkan harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air guna kebutuhan memasak. Lurah Warudoyong, Nuke Nurulaini, mengatakan sumur warga memang belum sepenuhnya mengering. Namun, penurunan debit dan aliran air mulai dirasakan masyarakat sehingga kebutuhan air bersih perlahan terganggu. “Sumur-sumur warga memang tidak habis sama sekali, tetapi untuk pengaliran air itu sudah mulai defisit. Kalau terus berkepanjangan, ke depan kami akan kembali meminta pendistribusian air bersih,” ujar Nuke saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026). Sehingga permintaan bantuan air paling banyak berasal dari warga RT 4 RW 3 dan RW 5. Kelurahan Warudoyong sebelumnya telah berkoordinasi dengan PMI Kota Sukabumi untuk mendistribusikan bantuan air bersih. Satu tangki berkapasitas sekitar 8.000 liter telah disalurkan kepada warga. Namun, proses distribusi tidak mudah karena banyak permukiman berada di dalam gang sempit yang tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut air. “Yang agak menjadi masalah di Kelurahan Warudoyong karena warga banyak di dalam gang. Mobil pengangkut air sulit masuk, sehingga pengangkutannya cukup jauh. Warga akhirnya hanya mendapatkan beberapa galon atau ember,” jelasnya. Kelurahan Warudoyong kini menyiapkan langkah lanjutan dengan menjajaki kerja sama bersama Perumda Air Minum, Polres Sukabumi Kota, serta melanjutkan koordinasi dengan PMI. Dukungan dari PT Inaco juga diharapkan dapat diperluas ke RW lain yang mulai terdampak, terutama wilayah yang berdekatan dengan RW 5. Nuke menambahkan, hingga kini belum banyak permintaan bantuan yang disampaikan secara resmi. Namun, laporan secara lisan dari warga terkait kesulitan mendapatkan air mulai bermunculan. “Yang banyak meminta bantuan itu dari RT 4 RW 3 dan RW 5. Sampai saat ini belum ada permintaan dari warga lain, walaupun secara lisan masih ada warga yang melaporkan air mulai susah,” katanya. Persoalan kekeringan juga mulai berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga. Untuk mandi dan mencuci, warga masih memanfaatkan sumber air yang tersedia. Namun, kebutuhan memasak menjadi persoalan tersendiri karena sebagian warga mulai membeli air isi ulang. “Terutama untuk kebutuhan sehari-hari, air bersih untuk memasak mereka terpaksa beli. Ini sedikit mengganggu ketahanan ekonomi warga karena harus mengeluarkan biaya tambahan khusus untuk membeli air bersih,” ungkap Nuke. Kelurahan Warudoyong pun mengantisipasi kondisi tersebut jika musim kemarau berlangsung lebih panjang. Distribusi air bersih dinilai perlu kembali disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi warga yang sumber airnya terus mengalami penurunan debit. Namun di hari yang sama sekitar pukul 14.15 menit di Wilayah Warudoyong turun hujan cukup lebat. Semoga ini pertanda baik sehingga persoalan kekeringan yang terjadi beberapa hari terakhir bisa meringankan beban masyarakat terkait ketersediaan air bersih. (Usep)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menggelar rapat koordinasi sekaligus pertemuan rutin untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Kepala Desa Sungai Durait Hulu, Kecamatan Babirik, Kamis (24/9/2026), mulai sekitar pukul 09.30 Wita hingga 10.30 Wita. Pertemuan dihadiri Camat Babirik H. Munjirurahman, S.Kep., Ners., MM., Kapolsek Babirik AKP Didik Suryanto, S.H., serta perwakilan Koramil 1001-10/Babirik, yakni Babinsa Serka Benny. Turut hadir Kepala UPT Puskesmas Babirik Rahmadhani, S.Kep., Ners., M.M., Kepala KUA Kecamatan Babirik Hafazhatul Insani, S.Ag., para kepala desa se-Kecamatan Babirik, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Dalam rapat tersebut, para peserta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga peningkatan pelayanan publik di wilayah Kecamatan Babirik. Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan koordinasi antarpimpinan dan instansi agar pelaksanaan berbagai program di tingkat kecamatan dapat berjalan secara terpadu. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai regulasi, program pemerintah, serta kondisi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Di bidang keamanan, koordinasi diarahkan pada upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Dalam kesempatan itu juga disampaikan sosialisasi mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian seluruh unsur di tingkat kecamatan. Selain persoalan kamtibmas, rapat turut membahas pelaksanaan program pembangunan di Kecamatan Babirik. Seluruh pihak didorong untuk berperan sesuai tugas dan kewenangannya sehingga berbagai program dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Aspek pelayanan publik juga menjadi perhatian. Koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta unsur masyarakat lainnya dinilai penting untuk menjaga keharmonisan sekaligus mendukung pelayanan yang efektif dan efisien. Pembahasan lainnya menyangkut penguatan kolaborasi dalam program pencegahan stunting. Puskesmas, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan di Kecamatan Babirik diharapkan terus memperkuat koordinasi agar pelaksanaan program pencegahan stunting dapat berjalan secara tepat dan terarah. Rapat koordinasi Forkopimcam Babirik ini juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan langkah antarinstansi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kecamatan sekaligus mendukung keberhasilan program pembangunan dan pelayanan publik. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Pertemuan koordinasi Forkopimcam Babirik dilaksanakan secara rutin setiap bulan maupun sewaktu-waktu sesuai kebutuhan, terutama untuk memastikan komunikasi dan koordinasi antarinstansi tetap berjalan dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah Kecamatan Babirik. (Agus)
Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews Polsek Babirik melakukan monitoring pertumbuhan tanaman jagung di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan perkembangan tanaman jagung pada kuartal III. Monitoring dilakukan pada lahan milik Bahri yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare dan ditanami jagung pakan. Berdasarkan hasil pemantauan, jagung ditanam pada 21 Juli 2026 dan saat monitoring telah memasuki usia 65 hari setelah tanam (HST). Tanaman tercatat memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter. Untuk kebutuhan budidaya, petani menggunakan 75 kilogram bibit jagung varietas Bisi 18. Pemupukan dilakukan menggunakan NPK Mutiara 16.16.16, sedangkan pengendalian gulma menggunakan herbisida Basmilang. Pengolahan lahan dan kegiatan pertanian lainnya masih dilakukan secara manual. Dengan jadwal tanam tersebut, tanaman jagung diperkirakan memasuki masa panen pada 21 November 2026. Monitoring ini memberikan gambaran mengenai perkembangan tanaman jagung di wilayah Desa Pinangkara sekaligus menjadi bagian dari pemantauan kondisi pertanian di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah. (Agus)
CIREBON KOTA – Bidik-kasusnews.com Warga bersama anggota Polsek Kedawung berhasil mengamankan seorang pria berinisial SM alias D yang diduga melakukan penusukan terhadap dua perempuan di kawasan Pecilon Dukuh Blok Sitameng, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (23/9/2026) malam. Kedua korban mengalami luka tusuk dan mendapat perawatan medis di RS Permata Cirebon. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Dua korban, R, 52 tahun, dan A, 65 tahun, menjadi korban penusukan dalam kejadian tersebut. R mengalami luka pada bagian pinggul sebelah kiri, sementara A mengalami luka pada bagian perut sebelah kanan. Kejadian bermula ketika R sedang duduk berbincang bersama A dan suaminya, S, di teras rumah. Pelaku kemudian datang dan diduga langsung menusuk R sebanyak satu kali pada bagian pinggul sebelah kiri. Pelaku kemudian menusuk A sebanyak satu kali. Anak A, N, yang mengetahui kejadian tersebut kemudian keluar untuk menghentikan pelaku dan mengamankan kedua korban ke dalam rumah. Setelah melakukan penusukan, pelaku meninggalkan lokasi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian bersama anggota Polsek Kedawung melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan pelaku di kawasan Jalan Simega. Personel Polsek Kedawung selanjutnya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Petugas mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa pisau lipat berwarna silver dengan panjang sekitar 10 sentimeter yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut. Kedua korban kemudian dibawa ke RS Permata Cirebon untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga penanganan awal dilakukan, A masih menjalani perawatan akibat luka tusuk pada bagian perut sebelah kanan. Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H. bersama Kanit Reskrim, Pawas, personel Reskrim, Unit Intelkam dan piket QR Polsek Kedawung melakukan langkah penanganan perkara, termasuk mengamankan tempat kejadian perkara, mencatat keterangan saksi, mendokumentasikan lokasi serta mengamankan barang bukti. Dari keterangan awal yang dihimpun, dugaan motif penusukan berkaitan dengan rasa dendam pelaku karena merasa menjadi bahan pembicaraan atau gunjingan korban. Motif tersebut masih didalami melalui pemeriksaan terhadap pelaku dan pihak-pihak terkait. Setelah berhasil diamankan, pelaku dibawa ke Polsek Kedawung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti dan melanjutkan proses hukum terhadap perkara tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dipastikan ikut meramaikan bazar dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kota Sukabumi. Bazar UMKM tersebut digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) di area Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan cekungan Capitol, Minggu (27/9/2026). Kepala Dishub Kota Sukabumi Iskandar Ihfan mengatakan, pelaksanaan Harhubnas tahun ini mengikuti arahan Kementerian Perhubungan agar kegiatan di daerah digelar secara sederhana dan tidak berlebihan. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan UMKM, aksi kemanusiaan, kepedulian lingkungan serta penguatan kearifan lokal. “Insyaallah akhir pekan ini Dishub dan Diskumindag akan menggelar bazar UMKM di area Car Free Day. Ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Harhubnas 2026,” kata Iskandar, Kamis (24/9/2026). Selain bazar UMKM, masyarakat juga dapat menikmati Gerakan Pangan Murah yang digelar DKP3 serta mengakses sejumlah layanan publik. Sedikitnya terdapat 10 layanan yang disiapkan, di antaranya dari Dinkes, Disdukcapil, DPMPTSP, Inspektorat, DPUPR, PDAM, Optik Waluya, Dinsos, Perpustakaan Keliling dan BJB Mobile. “Silakan masyarakat Kota Sukabumi meramaikan bazar UMKM dan layanan publik sambil berolahraga di Car Free Day,” ujarnya. Iskandar menjelaskan, lokasi CFD yang biasanya berada di depan City Mall untuk sementara bergeser ke depan Gedung Capitol. Beragam kegiatan disiapkan mulai senam, kaulinan barudak, poundfit, karaoke, BMX, sepatu roda hingga Sukabumi Menari. Rangkaian CFD berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, sedangkan bazar UMKM difasilitasi hingga pukul 11.00 WIB. Menurut Iskandar, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang promosi sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha mikro. “Semoga bazar ini bisa mendongkrak perekonomian para pelaku usaha mikro dan mengangkat kearifan lokal Kota Sukabumi,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Een Rukmini menyampaikan, bazar UMKM tersebut juga menggandeng Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), mengingat sejumlah perbankan memiliki program pembinaan terhadap UMKM. Menurut Een, terdapat 52 UMKM binaan yang masuk kategori naik kelas pada 2026 dan mendapat informasi untuk mengikuti bazar. Namun, dari jumlah tersebut sebanyak 25 UMKM menyatakan siap mengisi stan bazar. “Informasinya ada 52 UMKM naik kelas 2026 untuk mengikuti bazar, namun hanya 25 UMKM yang siap mengisi bazar tersebut,” terang Een. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang UMKM Kota Sukabumi untuk semakin berkembang, terutama sektor kuliner yang dinilai masih memiliki potensi besar. “Jajanan kuliner dari UMKM Kota Sukabumi semoga semakin banyak dan bisa dinikmati masyarakat luas,” pungkasnya. (Usep)
BANDUNG – Bidik-kasusnews.com Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jabar melaksanakan pengambilan data Ante Mortem (AM) dan sampel DNA pembanding dari keluarga korban kecelakaan Kapal Virgo 8 rute Surabaya–Banjarmasin. Dalam kegiatan tersebut, tim DVI Biddokkes Polda Jabar melakukan pengambilan data Ante Mortem serta sampel DNA pembanding dari keluarga korban sebagai bagian dari proses identifikasi korban kecelakaan. Pengambilan sampel DNA dilakukan menggunakan metode buccal swab terhadap dua anggota keluarga kandung dari korban atas nama Zaenal Walad Husen. Selanjutnya, sampel DNA yang telah diambil dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri pada Selasa, 22 September 2026, untuk proses pemeriksaan dan pencocokan lebih lanjut dalam rangka identifikasi. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan pengambilan data Ante Mortem dan sampel DNA pembanding merupakan bagian penting dalam proses identifikasi korban melalui prosedur DVI. “Pengambilan data Ante Mortem dan sampel DNA pembanding dari keluarga merupakan tahapan penting dalam proses identifikasi. Data tersebut akan menjadi bahan pembanding bagi tim DVI dalam memastikan identitas korban secara akurat dan sesuai dengan prosedur,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan. Ia menambahkan, Polda Jabar melalui Biddokkes terus mendukung proses identifikasi dengan melakukan pendataan dan pengambilan sampel dari keluarga korban secara profesional dan terukur. “Seluruh data dan sampel yang telah diperoleh selanjutnya dikirimkan kepada Bidang DVI Pusdokkes Polri untuk proses lebih lanjut. Kami memastikan setiap tahapan dilaksanakan secara cermat dan sesuai prosedur,” katanya. Dalam kegiatan tersebut, DVI Biddokkes Polda Jabar juga melaksanakan penyusunan laporan kegiatan serta dokumentasi, sebelum seluruh hasil dikirimkan kepada Bidang DVI Pusdokkes Polri. Hingga pelaksanaan kegiatan pada 22 September 2026, DVI Biddokkes Polda Jabar telah mengirimkan 17 berkas Ante Mortem (AM) dan 19 sampel DNA pembanding keluarga kepada Bid DVI Pusdokkes Polri. Kegiatan pengambilan data Ante Mortem dan sampel DNA pembanding keluarga korban di wilayah hukum Polres Karawang tersebut berlangsung dengan aman dan lancar. (Asep Rusliman)
KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan potensi produk lokal yang melimpah. Namun, potensi besar ini tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya “benteng” perlindungan hukum yang kuat. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Hukum menggelar langkah strategis untuk memperkuat identitas dan daya saing produk daerah melalui perlindungan Kekayaan Intelektual (KI). Fajar, salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa bagi pelaku usaha, merek bukan sekadar tempelan nama atau gambar. “Merek merupakan wajah sekaligus pembeda dari sebuah produk. Pendaftaran merek sejak awal sangat vital agar identitas usaha memiliki perlindungan hukum. Dengan begitu, usaha dapat dikembangkan secara konsisten melalui kemasan, promosi, hingga membangun pengalaman konsumen yang terpercaya,” ujar Fajar. Pentingnya Merek Kolektif untuk Desa dan Koperasi Poin krusial dalam diskusi kali ini adalah pemahaman mengenai Merek Kolektif . Fajar menjelaskan bahwa instrumen ini sangat cocok untuk karakteristik ekonomi di Kuningan yang banyak berbasis komunitas. “Bagi koperasi, BUMDes, asosiasi sentra usaha, maupun kelompok ekonomi produktif, merek kolektif adalah instrumen perlindungan bersama. Ini memungkinkan satu kelompok atau desa menggunakan satu identitas bersama berdasarkan kesepakatan, sehingga mewakili kualitas produk seluruh anggotanya,” jelasnya. Selain itu, Fajar juga menyoroti potensi Indikasi Geografis (IG). Produk-produk yang memiliki kualitas, reputasi, dan karakteristik unik yang berasal dari wilayah geografis tertentu—seperti hasil bumi atau kerajinan khas Kuningan—sangat didorong untuk segera didaftarkan agar tidak diklaim pihak lain. Peta Jalan: Dari Pemetaan hingga Pendampingan Agar penguatan daya saing ini tidak hanya menjadi wacana, Fajar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk fokus pada dua agenda utama. Pertama, pemetaan potensi dan identitas. Langkah ini meliputi identifikasi produk unggulan mana yang layak dilindungi, termasuk kesiapan kelembagaan pelaku usahanya. Kedua, pendampingan tuntas. Proses ini tidak berhenti pada administrasi, melainkan mencakup penelusuran merek, pemilihan kelas barang/jasa, hingga pemanfaatan hak setelah merek terdaftar sebagai strategi bisnis. “Kami berharap ini berlanjut pada pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan ekonomi daerah, bukan sekadar dokumen administratif,” tambahnya. Wabup Tuti: Merek adalah Aset Ekonomi Bupati Kuningan berhalangan hadir karena agenda penting lainnya, namun sambutan pemerintah daerah disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani. Dalam paparannya, Wabup Tuti menegaskan bahwa pengembangan produk lokal harus berjalan beriringan dengan penguatan identitas. “Merek bukan sekadar nama atau logo. Merek merupakan identitas, aset ekonomi, dan bagian dari reputasi suatu produk atau jasa yang perlu dilindungi dan dikembangkan secara berkelanjutan,” tegas Wabup Tuti. Ia juga mendorong para peserta agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruangan tersebut, melainkan ditularkan kepada pelaku usaha dan masyarakat di lingkungannya masing-masing. Rangkaian Aksi Nyata Kegiatan ini diisi dengan rangkaian agenda padat dan aplikatif, mulai dari penguatan peran paralegal di pos bantuan hukum, demonstrasi aplikasi SIMAKO (Sistem Informasi Merek), hingga literasi keuangan bersama Bank BJB. Sesi yang paling dinanti adalah klinik pendampingan bagi calon pemohon merek dan merek kolektif, memastikan para pelaku usaha mendapatkan panduan langsung hingga tuntas. Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kementerian Hukum, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas, diharapkan kekayaan intelektual Kuningan dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Tujuannya jelas: Produk Kuningan tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga memiliki identitas yang terlindungi, reputasi yang terjaga, dan nilai ekonomi yang kuat untuk menembus pasar yang lebih luas. (Asep Rusliman)
Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com Sebanyak 31 personel Polsek Jatinegara, terdiri dari 12 perwira dan 19 bintara, disiagakan untuk mengantisipasi dinamika keamanan wilayah menyusul adanya rencana aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Kesiapsiagaan tersebut menjadi perhatian utama Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono, S.H., M.H., saat memimpin apel pagi di halaman Mako Polsek Jatinegara, Jalan Otista Raya No. 1, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolsek menekankan bahwa kesiapan personel bukan hanya terkait pengamanan lokasi aksi, tetapi juga memastikan jalur yang berpotensi dilalui massa tetap aman dan terkendali, khususnya karena terdapat pergerakan masyarakat dari arah Bekasi menuju lokasi unjuk rasa yang melintasi wilayah hukum Polsek Jatinegara. Personel yang ditempatkan di titik penyekatan diminta tetap siaga, waspada dan mampu membaca perkembangan situasi di lapangan. Pemantauan dilakukan terhadap pergerakan massa maupun kondisi arus lalu lintas di jalur yang dilalui, sehingga potensi gangguan keamanan dapat segera diantisipasi. Kapolsek juga mengingatkan anggota agar dalam menjalankan tugas tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif dan terukur, sekaligus memastikan keamanan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang jalur tersebut. Perkuat Pengawasan Pelajar Atensi khusus juga diberikan kepada personel yang ditunjuk sebagai bapak asuh di sekolah. Seusai apel, mereka diminta langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk bersama-sama mempersiapkan dan memonitor kegiatan hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Pemantauan terhadap siswa dan siswi dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pelajar tidak terpengaruh ajakan atau provokasi untuk mengikuti aksi unjuk rasa. Kapolsek meminta personel membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah maupun para pelajar. Bila diperlukan untuk kepentingan koordinasi dan pencegahan, anggota dapat memperoleh kontak pihak terkait sehingga komunikasi dapat dilakukan dengan cepat apabila terdapat informasi mengenai keberadaan atau pergerakan pelajar. Pendekatan ini diarahkan bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, tetapi juga mendampingi dan memberikan pemahaman kepada para pelajar agar mereka tidak mengambil risiko dengan terlibat dalam kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawab mereka. Bhabinkamtibmas dan Intelijen Diminta Tajam Kompol Samsono turut memberikan perhatian kepada fungsi Bhabinkamtibmas dan Intelijen agar terus memonitor perkembangan informasi di wilayah Jatinegara. Setiap informasi mengenai potensi gangguan keamanan maupun perubahan situasi di lapangan diharapkan dapat segera disampaikan, sehingga langkah antisipasi maupun penambahan perkuatan dapat dilakukan dengan cepat. “Jaga kesehatan, tetap standby dan siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan perkuatan. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan hindari perbuatan yang melanggar hukum,” pesan Kapolsek kepada seluruh anggota. Melalui kesiapsiagaan tersebut, Polsek Jatinegara berupaya memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, jalur yang dilalui massa tetap terpantau, serta situasi keamanan di wilayah hukum Jatinegara tetap aman dan kondusif selama berlangsungnya rangkaian kegiatan unjuk rasa. (Agung)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan pengecekan kehadiran personel yang ditugaskan dalam pengamanan aksi penyampaian aspirasi jilid II oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan, Kamis (24/9/2026). Pengecekan dilakukan sekitar pukul 08.30 WITA di depan Kantor DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel yang ditugaskan dalam pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa. Berdasarkan hasil pengecekan Sipropam, dari total 109 personel yang terdata dalam penugasan, sebanyak 86 personel hadir, sementara 23 personel tercatat tidak berada dalam formasi pengamanan. Ketidakhadiran tersebut terdiri atas personel yang sedang melaksanakan tugas kedinasan lainnya, lepas dinas, cuti, sakit, izin, maupun satu personel yang tercatat tidak hadir tanpa keterangan (TK). Meski terdapat personel yang tidak berada dalam formasi, kegiatan pengecekan kehadiran dan pengamanan aksi berlangsung dalam kondisi tertib. Sipropam Polres HSU juga memastikan pengecekan personel menjadi bagian dari pengawasan internal untuk mendukung kesiapan pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Aksi penyampaian aspirasi oleh Aliansi BEM se-Kalsel tersebut merupakan bagian dari kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang pengamanannya dilakukan oleh jajaran kepolisian dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Hingga pelaksanaan pengecekan tersebut, situasi di sekitar lokasi kegiatan dilaporkan aman dan tertib. (Agus)