SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Jawa Barat Usep Mulyana menyerahkan bantuan yang berasal dari donasi jajaran Redaksi dan wartawan. Usep mengatakan, bantuan tersebut diterima langsung oleh korban Atih Atikah warga Kampung Tegalwangi RT 04 RW 02 Kelurahan Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Minggu (1/3/2026). Dia menambahkan, bantuan tersebut sebagai bentuk rasa empatik dari media online BIDIK-KASUSNEWS.COM kepada korban yang baru saja mengalami cobaan di pagi hari kemarin. “Saya sampaikan dukacita mendalam atas musibah yang dialami oleh bu Atih. Semoga beliau diberikan kekuatan dan ketabahan menerima cobaan ini,” kata Usep. Dia juga berharap kepada semua pihak yang mengetahui informasi ini untuk segera mengulurkan bantuan baik dalam bentuk materi, tenaga dan pikiran untuk membantu meringankan beban yang dipikul korban. “Alhamdulillah, sehari setelah kejadian, bantuan datang silih berganti baik dari pemerintah setempat yang diinstruksikan langsung oleh pak wali lewat dinas terkait,” ujarnya. Sementara itu, Atih, mengungkapkan rasa syukur terhadap Allah SWT dan menyatakan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak termasuk pemerintah, para relawan dan donatur. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang memberikan perhatian dan bantuan untuk membangun kembali rumah yang hancur karena kebakaran,” pungkasnya. (Dicky)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melaksanakan kegiatan pembongkaran dan peletakan batu pertama Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Kabupaten Majalengka, meliputi Kecamatan Rajagaluh, Ligung, Jatiwangi, dan Kertajati. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan perbaikan hunian agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditempati. Program Rutilahu ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Dalam keterangannya, AKBP Rita Suwadi menyampaikan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga serta memberikan semangat dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya saat peletakan batu pertama. Proses pembongkaran rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dilakukan secara gotong royong bersama personel Polres Majalengka dan masyarakat setempat. Setelah pembongkaran, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan rumah yang baru. Warga penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Mereka berharap pembangunan dapat segera selesai sehingga rumah tersebut dapat segera ditempati dengan kondisi yang lebih nyaman. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIKKASUSNEWS.COM – Suasana pagi yang semula tenang di Kampung Tegalwangi RT 04 RW 02, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mendadak gempar. Sebuah rumah milik lansia, Atih Atikah (70), ludes dilalap si jago merah, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Ironisnya, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Atih tengah mengikuti tadarus Alquran di masjid tak jauh dari kediamannya ketika api mulai berkobar. “Alhamdulillah saya sedang tadarus di masjid saat kejadian,” ujarnya lirih, menahan kesedihan melihat rumahnya porak-poranda. Perempuan lanjut usia itu mengetahui musibah tersebut dari pengumuman melalui pengeras suara masjid. Warga mengabarkan bahwa rumah berukuran sekitar 4×3 meter miliknya terbakar hebat. Bangunan dua lantai itu tak mampu diselamatkan dari amukan api. Lantai pertama yang difungsikan sebagai ruang keluarga dan lantai dua atau loteng yang menjadi kamar anaknya hangus terbakar. Tak hanya bangunan, sejumlah dokumen penting ikut musnah. Surat rumah, KTP, KK hingga kartu BPJS tak tersisa. Kerugian material pun ditaksir cukup besar. Saksi mata di lokasi, Asep, menyebut api pertama kali terlihat dari bagian atap rumah. Ia menduga kebakaran dipicu korsleting listrik, mengingat kondisi atap dan instalasi yang sudah termakan usia. “Api cepat sekali membesar. Lokasinya di gang sempit, jadi warga sempat kesulitan membantu pemadaman,” katanya. Beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api serta melakukan sterilisasi untuk mencegah kebakaran merembet ke rumah lain. Kanit Binmas Polsek Warudoyong, Iptu Bambang Sujana, mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik. “Periksa kabel dan stop kontak secara berkala. Instalasi listrik juga ada masa pakainya,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di bulan Ramadan, untuk lebih berhati-hati saat memasak sahur dan berbuka agar tidak lalai mematikan kompor setelah digunakan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menegaskan akan berupaya memutus mata rantai penyanyi sosial dengan membangun ekosistem sosial berkelanjutan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Hari Bhakti Sosial dengan mengundang 20 anak yatim di ruang pertemuan Kelurahan Baros Kecamatan Baros, Jumat (27/2/2026). ‘Kita akan membangun sebuah ekosistem sosial untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di tengah masyarakat,” kata Ayep. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak boleh sekadar seremonial tapi jauh dari itu memberikan secercah harapan pada masyarakat untuk menyongsong kehidupan lebih baik lagi ke depan. Dia bertekad, akan menyelesaikan persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga rumah tidak layak huni benar-benar ditangani sampai ke akar. “Kita tidak bisa bergerak setengah-setengah. Ini bukan program sesaat, tapi gerakan berkelanjutan. Kita ingin memutus rantai masalah sosial secara bertahap dan terukur,” ujarnya. Menurut Ayep, membangun kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun harapan dan optimisme pada warganya. Karena itu, Pemkot Sukabumi merancang langkah terintegrasi melalui dua jalur, yakni penguatan program pemerintah dan kolaborasi dengan elemen masyarakat. Salah satu wujud nyatanya adalah pemberian beasiswa rutin sebesar Rp500 ribu per bulan kepada enam siswa sekolah dasar. Meski jumlahnya belum besar, ia menyebut langkah itu sebagai ikhtiar menjaga mimpi anak-anak agar tidak padam karena keterbatasan ekonomi. Tak hanya pendidikan, sektor ekonomi kecil pun disentuh. Program pinjaman tanpa bunga (qardul hasan) sebesar Rp250 ribu tanpa potongan digulirkan dengan biaya administrasi satu persen. Pada Maret ini, sebanyak 400 warga menjadi penerima manfaat, dengan target total 1.600 orang. Bagi sebagian warga, nominal itu mungkin kecil, namun bagi pelaku usaha mikro, suntikan tersebut bisa menjadi penopang dapur keluarga. Di bidang ketenagakerjaan, Pemkot melalui Dinas Tenaga Kerja mulai merilis laporan rutin penempatan tenaga kerja migran. “Sudah ada warga yang diberangkatkan ke luar negeri. Ini bagian dari membuka akses dan peluang yang lebih luas,” kata Ayep. Seluruh rangkaian program itu disebutnya sebagai konsep “pohon wakaf” — sebuah gagasan tentang menanam kebaikan hari ini agar buah manfaatnya terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Sementara itu, Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin atau Jetli, mengatakan kegiatan bakti sosial kali ini menyasar 20 anak yatim dengan total bantuan Rp3,5 juta. Ia menyadari bantuan tersebut belum menjangkau semua yang membutuhkan, namun menjadi pengingat bahwa kepedulian harus terus dirawat. “Yang terpenting bukan hanya nilainya, tapi kesinambungannya. Kita ingin ini menjadi gerakan bersama,” ujarnya. Lurah Baros Neneng Yuliani pun menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat agar program yang dirancang benar-benar menyentuh warga hingga lapisan terbawah. Di Baros, siang itu, bukan hanya bantuan yang disalurkan. Ada optimisme yang ditebarkan — bahwa dengan kerja bersama dan langkah berkelanjutan, penyakit sosial bukan tak mungkin perlahan bisa disembuhkan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kisruh pembangunan perumahan di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, memasuki babak baru. Atas temuan tersebut DPRD akan menelusuri kepastian administrasi proyek setelah menemukan indikasi aktivitas fisik di lapangan. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Astrina, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang mempertanyakan status perizinan pembangunan tersebut. Dalam peninjauan lapangan, DPRD mencatat adanya alat berat dan area kerja yang menunjukkan tahapan konstruksi telah berjalan. Meski tidak ada aktivitas alat saat kunjungan, kondisi itu dinilai cukup menjadi dasar untuk meminta penjelasan resmi dari perangkat daerah terkait. “Yang kami tekankan bukan soal ada atau tidaknya proyek, tetapi kepastian prosedur. Setiap pembangunan wajib memiliki landasan hukum yang jelas,” ujar Feri, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, hingga saat ini DPRD belum menerima pemaparan formal dari dinas teknis mengenai status izin proyek dimaksud. Karena itu, klarifikasi lintas sektor akan segera dilakukan. Tiga instansi dijadwalkan hadir dalam rapat kerja, yakni DPMPTSP Kota Sukabumi, DPUTR Kota Sukabumi, dan DLH Kota Sukabumi. Forum tersebut akan menguji kesesuaian tahapan administrasi, aspek teknis tata ruang, serta potensi dampak lingkungan. Feri menegaskan, pengawasan legislatif merupakan bagian dari fungsi kontrol agar investasi dan pembangunan berjalan selaras dengan aturan. “Investasi penting bagi pertumbuhan daerah. Tapi kepatuhan terhadap regulasi adalah prasyarat utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya. Selain aspek legalitas, DPRD juga menaruh perhatian pada posisi geografis proyek yang berada di sekitar area pertanian. Kajian teknis dinilai perlu memastikan tidak ada potensi gangguan terhadap sistem lingkungan dan tata guna lahan. “Keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan harus dijaga. Itu prinsip dasar yang kami pegang,” tambahnya. DPRD memastikan hasil klarifikasi nantinya akan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas publik, sekaligus memberikan kepastian informasi bagi masyarakat sekitar. UM
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Hj. Leni Liawati, S.Si, menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al-Ikhlas, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kamis (26/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1. Kehadiran Leni disambut antusias oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat. Dalam kesempatan itu, Leni menegaskan bahwa Tarling bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang komunikasi yang efektif antara wakil rakyat dan masyarakat. “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, saya ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga, sehingga perjuangan di DPRD benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat,” ujarnya. Ia pun melaksanakan salat Tarawih berjamaah bersama warga, dilanjutkan dengan dialog santai yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, Leni turut menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada pengurus Masjid Al-Ikhlas. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan tadarus dan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak maupun orang tua di lingkungan Desa Cikahuripan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, memperkuat hubungan emosional antara masyarakat Cisolok dan wakilnya di parlemen daerah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aparat Polres Sukabumi terus mendalami kasus kematian NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menetapkan TR (47) sebagai tersangka setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan. Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyatakan bahwa langkah hukum tersebut diambil berdasarkan temuan awal yang dinilai memenuhi syarat penyidikan. “Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti awal. Proses ini masih berjalan dan terus kami kembangkan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026). Kasus ini menyita perhatian publik menyusul kondisi korban saat ditemukan. Penyidik bergerak cepat melakukan pendalaman, termasuk meminta keterangan sejumlah pihak yang berkaitan dengan lingkungan korban. Selain itu, polisi juga menelusuri riwayat kejadian sebelumnya. Dari hasil pendalaman sementara, ditemukan adanya laporan terdahulu yang sempat masuk ke aparat penegak hukum, namun tidak berlanjut ke tahap persidangan. “Kami melihat seluruh rangkaian informasi untuk mendapatkan gambaran utuh peristiwa,” jelas Kapolres. Terkait dugaan motif, tersangka memberikan keterangan bahwa tindakannya berkaitan dengan upaya pendisiplinan. Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa setiap perbuatan akan dinilai berdasarkan fakta hukum. “Semua keterangan akan diuji. Fokus kami tetap pada pembuktian unsur pidana,” tegasnya. Saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik lanjutan. Polisi menyebut proses tersebut membutuhkan waktu karena melibatkan analisis laboratorium. “Kami mohon masyarakat bersabar menunggu hasil resmi tim forensik,” katanya. Polisi juga membuka peluang pengembangan perkara apabila ditemukan fakta baru selama penyidikan berlangsung. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak serta peran lingkungan dalam mencegah potensi kekerasan. (Dicky)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memimpin langsung pengendalian harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) di Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Selasa (24/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi daerah menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Turunnya kepala daerah ke lapangan menegaskan bahwa pengendalian inflasi di Kabupaten Kuningan tidak hanya bersifat administratif, melainkan dikawal langsung pada level eksekusi. Bupati memantau distribusi komoditas, mengecek selisih harga dengan pasar umum, serta berdialog dengan warga untuk memastikan efektivitas intervensi. “Stabilitas harga pangan adalah prioritas. Pemerintah harus hadir memastikan pasokan cukup, distribusi lancar, dan harga tetap dalam kendali. Kita tidak boleh menunggu gejolak, tetapi harus bergerak lebih awal,” tegas Bupati. Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., Bupati memastikan seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah pasar sebagai bentuk intervensi terukur tanpa mengganggu keseimbangan distribusi. Dalam kegiatan tersebut disiapkan beras premium 3 ton, minyak goreng 300 liter, gula pasir 200 kilogram, daging sapi 250 kilogram, telur ayam 250 kilogram, daging ayam segar dan olahan 150 kilogram, Minyakita 300 kilogram, terigu 200 kilogram, bawang merah 100 kilogram, bawang putih 100 kilogram, aneka cabai 25 kilogram, serta sayuran 100 kilogram. Menurut Wahyu, skema intervensi dirancang berbasis pemetaan kebutuhan dan potensi tekanan harga di tingkat lokal. “Tujuan kami menjaga stabilitas tanpa mendistorsi mekanisme pasar. Daya beli masyarakat harus diperkuat, tetapi ekosistem pelaku usaha dan petani tetap terlindungi,” ujarnya. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi. Sejumlah komoditas cepat terserap pasar, menunjukkan kebutuhan riil masyarakat terhadap stabilitas harga selama Ramadadaera Pelaksanaan GPM DIRAHMATI merupakan bagian dari rangkaian distribusi di sejumlah titik selama periode Ramadan–Idulfitri 2026. Melalui intervensi berbasis data dan pengawalan langsung pimpinan daerah, Pemerintah Kabupaten Kuningan menempatkan stabilitas harga pangan sebagai agenda strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Ramadhan dimanfaatkan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Anita Fajarianti, untuk menggerakkan semangat ekonomi kerakyatan. Melalui bazar takjil yang digelar di kawasan Cipanengah, Dapil 3 Kota Sukabumi, puluhan pelaku UMKM kembali mendapatkan ruang usaha sekaligus dukungan nyata. Sebanyak 25 pedagang UMKM dilibatkan dalam kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Mereka menjajakan aneka makanan untuk berbuka puasa. Bagi Anita, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga kesempatan strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat kecil. “Ramadhan harus menjadi energi bagi UMKM. Ketika mereka bergerak, ekonomi warga ikut hidup,” dalam sebuah wawancara, Rabu (25/2/2026). Tak berhenti pada penyediaan stand bazar, Anita juga mendorong perputaran usaha dengan membeli langsung produk para pedagang. Takjil yang dibeli kemudian dibagikan kepada masyarakat dan masjid di sekitar lokasi kegiatan. Langkah ini dinilai bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga strategi sederhana untuk memastikan para pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi secara langsung. Menurut Anita, penguatan ekonomi lokal membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk peran wakil rakyat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menumbuhkan optimisme pelaku usaha kecil di tengah berbagai tantangan ekonomi. “Kita ingin UMKM tetap percaya diri. Sekecil apa pun usaha mereka, itu adalah kekuatan ekonomi daerah,” tegasnya. Kegiatan yang mendapat sambutan positif warga tersebut menjadi gambaran bagaimana Ramadhan dapat menghadirkan nilai ibadah sekaligus keberdayaan ekonomi masyarakat. (Usep)
KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,. Di tengah kesibukannya menjaga kondusivitas wilayah,Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar didampingi PJU Polres Kuningan melakukan kunjungan yang menyentuh sisi kemanusiaan ke SDN 3 Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Selasa (24/2/2026). Kunjungan ini menjadi momen penuh haru saat Kapolres Kuningan melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang masih jauh dari kata memadai. Dalam kunjungannya, AKBP Muhammad Ali Akbar tampak prihatin mengetahui sekolah tersebut hanya memiliki total 28 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Selain jumlah siswa yang sangat minim, sarana prasarana sekolah juga membutuhkan perhatian khusus untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Tak hanya datang berkunjung, Kapolres Kuningan memberikan tali asih perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi SDN 3 Sukadana, cat untuk bangunan sekolah serta sembako untuk para gurunya. “Hati saya terenyuh melihat kondisi di sini. Meskipun jumlah siswanya hanya 28 anak, semangat mereka untuk belajar tidak boleh padam. Jarak dan keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Kami hadir membawa sedikit bantuan perlengkapan sekolah dan cat ini dengan harapan anak-anak bisa belajar di lingkungan yang lebih ceria dan layak. Polri ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang merasa sendirian dalam perjuangannya menuntut ilmu,” ujar Kapolres dengan nada haru. Kapolres juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para guru dan menyapa para siswa di dalam kelas. Beliau memberikan motivasi agar keterbatasan jumlah siswa tidak mengurangi kualitas semangat mengajar maupun belajar. Dalam kesempatan tersebut, Satlantas Polres Kuningan juga memberikan edukasi tentang bullying dan tertib di jalan raya. Suasana semakin meriah ketika hadir boneka polisi yang diberi nama Linggar. Kehadiran Linggar mampu membawa suasana ceria bagi siswa-siswi SDN 3 Sukadana. Langkah Kapolres Kuningan ini mendapat apresiasi luar biasa dari pihak sekolah. Kepala SDN 3 Sukadana, Haerul Ibad, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian spontan dan tulus dari orang nomor satu di Polres Kuningan tersebut. “Kami sangat terkejut sekaligus terharu atas kunjungan Bapak Kapolres. Jujur saja, selama ini kami merasa sedikit terlupakan karena kondisi sekolah yang kecil dan murid yang sedikit. Bantuan perlengkapan sekolah, sembako, hingga cat ini sangat berarti bagi kami. Kehadiran Bapak Kapolres hari ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para guru dan siswa untuk terus bertahan dan memberikan yang terbaik bagi pendidikan di desa ini,” ungkap Haerul. Bantuan cat yang diberikan rencananya akan segera digunakan untuk melakukan revitalisasi ringan pada dinding-dinding kelas agar suasana belajar menjadi lebih segar dan nyaman bagi para siswa. Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan foto bersama yang penuh kehangatan. Aksi AKBP Muhammad Ali Akbar ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat melampaui tugas penegakan hukum, yakni hadir sebagai pelindung dan pengayom yang peduli terhadap masa depan generasi bangsa. (Asep Rusliman)