Bidik-kasusnews.com,Melawi Kalimantan Barat Polres Melawi Polda Kalbar Tiada henti-hentinya menebar kebaikan berbentuk tali asih dan membantu sesama terus di lakukan Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla di dampingi Kasat Reskrim AKP Ambril, SH., M.A.P., C.P.M dan Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Septian Yoga, S.Tr.K., M.H serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Melawi menyerahkan 2 (dua) unit kursi roda kepada Adinda Dirga (9) salah satu warga Desa Senempak dan Waigianto (46) warga Desa Manggala Kecamatan Pinoh Selatan, Selasa (28/10/25). Penyerahan kursi roda ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke – 97 tanggal 28 Oktober 2025, untuk Adinda Dirga di saksikan yang mewakili Camat Pinoh Selatan Lilik, Kepada Desa Manggala Lazarus beserta perangkat desa, perwakilan Desa Senempak beserta orang tuanya di Kantor Desa Manggala. Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon mengatakan pemberian kursi roda adalah bagian dari program bantuan sosial ” Kursi roda untuk menyadik ku” rutin di berikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan khususnya disabilitas berdasarkan kriteria dan penelitian berkenaan dengan kelayakan. “Hari ini kita dapat melihat bersama senyum bahagia yang tidak dapat di sembunyikan lagi oleh Adinda Dirga yang mengalami cacat fisik sejak lahir dan bapak Waigianto yang sedang sakit saat menerima bantuan ini,” ujar Kapolres Melawi haru. Pemberian “Kursi roda untuk menyadik ku” ini di harapkan dapat memberikan makna tersendiri kepada yang membutuhkan selain sebagai motivasi dan memberikan semangat, harapan utama memberikan makna hadirnya polri ditengah masyarakat hingga ke pelosok desa memberikan bantuan “Mengapa harus menunggu hal yang besar jika ingin membantu sesama, walau pun bantuan sederhana setitik kebahagian dengan senyum ikhlas memiliki makna luar biasa,” terang AKBP Harris. Kepala Desa Manggala menyampaikan terima kasih apresiasi dan sangat bangga atas kepedulian yang di berikan Polres Melawi. “Sangat luar biasa dan bangga atas kepedulian Polri, atas nama warga masyarakat desa Manggala kami mengucapkan terima kasih Polri,” ujar Lazarus. Usai penyerahan kursi roda di kediaman bapak Waigianto, Camat Pinoh Selatan yang di wakili bapak Lilik menyampaikan terima kasih atas bantuan yang di berikan. “Atas nama pemerintah Kecamatan Pinoh Selatan kami mengucapkan terima kasih, bantuan ini sangat membantu masyarakat,” pungkasnya. Wartawan Mulyawan

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Dalam upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya, Polres Majalengka menggelar Patroli Cipta Kondisi (Cipta Kamtibmas) pada malam hari, Selasa (28/10/2025). Kegiatan tersebut menyasar sejumlah lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti tempat hiburan malam dan lokasi yang diduga menjadi praktik prostitusi terselubung. Patroli dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Majalengka AKP Sigit Purnomo dan didampingi oleh Kasat Samapta AKP Adam R Hidayat beserta personil. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap identitas pengunjung dan karyawan tempat hiburan malam serta memberikan imbauan kepada pengelola agar tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Personil Gabungan Polres Majalengka berhasil mengamanankan 97 Botol Minuman Keras dari berbagai Merk. Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menekan tindak kriminalitas, peredaran miras, narkoba, dan praktik prostitusi yang dapat mengganggu ketertiban umum. “Patroli Cipta Kamtibmas ini bertujuan menciptakan rasa aman di masyarakat serta mencegah timbulnya penyakit masyarakat. Kami juga mengingatkan agar masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya. (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai Alun-Alun Desa Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/10/2025). ‎ ‎Dewan Pengurus Pusat (DPP) Jampang Tandang Makalangan (JTM) berkesempatan melantik dan mengukuhkan pengurus DPC JTM Kecamatan Cidolog. ‎ ‎Pelantikan berlangsung meriah namun tetap khidmat, dihadiri Camat Cidolog Ikhsan Muchlis Sani dan jajaran Forkopimcam, pengurus DPP JTM, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta berbagai tamu undangan. ‎ ‎Ketua Bidang OKK DPP JTM Rido Padilah Akbar memimpin langsung prosesi pelantikan, didampingi Panglima Jaga Raksa JTM Ustadz Yudi Pratama (Si Peci Merah) yang juga Ketua Perguruan Sapu Jagat Wilayah Pajampangan, serta Ketua Korwil JTM Sukabumi Timur Jalaludin (Kang Dodo) bersama wakilnya, Asep. ‎ ‎Sebelum prosesi pelantikan, acara diawali dengan persembahan budaya khas Pajampangan yakni seni Gondang oleh Ampih Anda dari Kampung Cicariu Saluyu, atraksi pencak silat, serta debus dari Surade. ‎ ‎Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Tatan dari Cidolog dan sambutan Camat Cidolog Ikhlas Muklis menambah khidmat suasana acara. ‎ ‎Ketua Umum DPP Jampang Tandang Makalangan, H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata memperkuat jati diri dan kebersamaan urang Jampang. ‎ ‎“Pengurus DPC harus bersinergi dengan berbagai pihak dan bangga memiliki lembaga sendiri. JTM adalah wadah persatuan dan penggerak kemajuan masyarakat Jampang,” tegas Hendra. ‎ ‎Ia juga mendorong agar pengurus DPC segera membentuk kepengurusan hingga tingkat desa atau DPAC, guna memperluas jangkauan dan memperkuat struktur organisasi di wilayah Pajampangan. ‎ ‎Adapun pengurus teras DPC JTM Kecamatan Cidolog yang baru dilantik yaitu Ketua H. Supyan Hermawan, S.E. Sekretaris: Iwan Pebrya Bendahara Abdulloh Ridwan, S.Pd. Selain itu, turut dikukuhkan Ketua Teja Arum beserta jajaran anggota lainnya. ‎ ‎Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong, menegaskan tekad Jampang Tandang Makalangan untuk terus menjaga persatuan, budaya, dan nilai-nilai luhur di tanah Pajampangan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Banjir bandang yang melanda Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, memicu gerak cepat jajaran Polres Sukabumi. ‎ ‎Sejak air Sungai Cisolok meluap pada Senin sore, 27 Oktober 2025, ratusan personel polisi langsung diterjunkan membantu warga yang terdampak. ‎ ‎Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, memimpin langsung penanganan di lapangan. Ia mengatakan, langkah cepat dilakukan demi keselamatan warga. ‎ ‎“Begitu kami mendapat laporan, petugas langsung turun. Ini soal kemanusiaan, dan kami pastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat,” ujarnya, Selasa (28/10/2025). ‎ ‎Sedikitnya 500 rumah di wilayah tersebut dilaporkan terendam banjir. Sejumlah warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman akibat ketinggian air dan lumpur yang masuk ke pemukiman. ‎ ‎Selain membantu evakuasi, personel Polres Sukabumi bersama warga bergotong royong membersihkan rumah-rumah serta akses jalan yang tertutup lumpur tebal. ‎ ‎Tidak hanya fokus pada evakuasi, jajaran kepolisian juga bergerak menyalurkan bantuan pascabencana. ‎ ‎Siang harinya, Polres Sukabumi menyalurkan paket sembako untuk kebutuhan mendesak para korban serta menurunkan tim kesehatan lapangan guna memberikan pelayanan medis. ‎ ‎“Alhamdulillah, bantuan sembako sudah kami serahkan kepada warga terdampak. Kami juga melaksanakan bakti sosial kebersihan dan membuka layanan kesehatan lapangan,” kata Samian. ‎ ‎Langkah cepat dan menyeluruh yang dilakukan kepolisian diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabanjir di kawasan Cisolok. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menjadi pembina upacara di SMKN 1 Surade, Kabupaten Sukabumi, Senin (27/10/2025). ‎ ‎Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh siswa untuk memahami pentingnya penerapan nilai Restorative Justice dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. ‎ ‎Upacara yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dihadiri PLT Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, S.Kom, beserta jajaran guru, staf tata usaha, dan ratusan siswa. ‎ ‎Kades Bakang mengungkapkan rasa bangganya dapat berdiri di hadapan para siswa sebagai pembina upacara. ‎ ‎Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar rutinitas, tetapi juga sarana membentuk karakter dan nilai kemanusiaan. ‎ ‎”Hidup di era digital penuh tantangan. Konflik dan kesalahpahaman bisa terjadi kapan saja, baik di dunia nyata maupun media sosial,”ujarnya. ‎ ‎Karena itu, dia menekankan pentingnya bersikap bijak dalam menyelesaikan masalah, dengan pendekatan Restorative Justice, tambahnya. ‎ ‎Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa Restorative Justice adalah pendekatan yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan dan tanggung jawab moral, bukan semata-mata pada penghukuman. ‎ ‎”Melalui cara ini, korban diberi ruang untuk didengarkan, pelaku diberi kesempatan memperbaiki kesalahan, dan masyarakat turut berperan mencari solusi bersama,” ujarnya. ‎ ‎Ia mencontohkan penerapan konsep tersebut di sekolah, seperti penyelesaian kasus perundungan atau konflik antarsiswa melalui dialog dan musyawarah. ‎ ‎Pelaku dapat diberikan tugas sosial atau tindakan positif sebagai bentuk tanggung jawab, bukan sekadar menerima hukuman. ‎ ‎“Dengan begitu, tumbuh rasa empati, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap kesalahan bisa diperbaiki. Inilah makna dari keadilan yang memulihkan,” kata Bakang. ‎ ‎Ia juga menekankan agar para siswa berani menghadapi persoalan dengan kepala dingin, tidak mudah marah atau mencari jalan pintas. ‎ ‎“Restorative Justice memberi kesempatan kedua bagi siapa pun untuk memperbaiki diri. Jadilah generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga bijak dan berakhlak,” pesannya. ‎ ‎Sementara itu, PLT Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pesan moral yang disampaikan Kades Cipeundeuy. ‎ ‎“Terima kasih kepada Pak Kades atas ilmu dan motivasinya. Semoga seluruh siswa dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan,” tutupnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan (TKPP) Kota Sukabumi, H. Ubaydillah, menegaskan bahwa pembentukan TKPP merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperkuat transparansi, sinergi, dan percepatan pembangunan daerah. ‎ ‎Menurutnya, kehadiran TKPP bukan hanya sekadar tim pendamping, melainkan motor penggerak untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif dan terukur. ‎ ‎“TKPP dibentuk secara legal dan terbuka. Tugas kami bukan menggantikan peran ASN, tetapi memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar target pembangunan tercapai lebih cepat dan efisien,” tegas Ubaydillah, Senin (27/10/2025). ‎ ‎Ia menjelaskan, keberadaan TKPP telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kinerja sejumlah BUMD dan BLUD. ‎ ‎“Capaian ini membuktikan bahwa kolaborasi dan pengawasan berbasis data bisa menghasilkan perubahan signifikan. Semua dilakukan dalam koridor akuntabilitas dan transparansi publik,” ujarnya. ‎ ‎Dampak kerja TKPP tercermin dari peningkatan kinerja badan usaha milik daerah. ‎ ‎Dia menegaskan bahwa seluruh langkah TKPP sejalan dengan arahan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan prinsip *good governance. ‎ ‎“Fokus kami sederhana: mempercepat kinerja pemerintahan dengan cara yang transparan, profesional, dan berorientasi hasil. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus kembali dalam bentuk manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. ‎ ‎Direktur Utama Perumda BPR Kota Sukabumi, Sutrisno Priyosuryono, menyebut laba kotor naik dari Rp2,5 miliar pada 2024 menjadi Rp4,1 miliar hingga September 2025, dengan ROA mencapai 8,1 persen. ‎ ‎“Peningkatan ini juga hasil pendampingan dan diskusi strategis bersama Ketua TKPP yang berfokus pada efisiensi dan penataan manajemen risiko,” kata Sutrisno. ‎ ‎Kinerja positif juga dicatat Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa, yang kini membukukan laba Rp410 juta setelah sebelumnya mengalami kerugian rata-rata Rp3,6 miliar per tahun. ‎ ‎Plt Direktur Dian Afriyandi menyebut, peningkatan ini tidak lepas dari arahan dan evaluasi TKPP bersama Dewan Pengawas dalam menekan kebocoran air melalui Tim NRW. ‎ ‎Perbaikan kinerja juga terlihat di RSUD R. Syamsudin, S.H., yang mencatatkan laba Rp7 miliar hingga September 2025. ‎Direktur Yanyan Rusyandi menuturkan, pengawasan intensif dari TKPP membantu rumah sakit memperkuat likuiditas dan efisiensi belanja. ‎ ‎“Koordinasi dengan TKPP membuat proses pengendalian keuangan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya. ‎ ‎Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Galih Marelia, menambahkan bahwa peran TKPP sangat terasa dalam peningkatan PAD. ‎ ‎“Capaian pajak dan retribusi daerah non-BLUD naik dari Rp66,72 miliar pada September 2024 menjadi Rp103,72 miliar per September 2025, tumbuh 55 persen,” jelasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Di tengah dinamika pembahasan Panitia Kerja (Panja) DPRD, Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan (TKPP) Kota Sukabumi menegaskan komitmennya sebagai penggerak sinergi lintas sektor yang berorientasi pada hasil nyata, bukan retorika. ‎ ‎Ketua TKPP Kota Sukabumi, Ubaydillah, menjelaskan bahwa tim yang dibentuk oleh Wali Kota Ayep Zaki ini bekerja memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, bukan mengambil alih peran Aparatur Sipil Negara (ASN). ‎ “TKPP hadir untuk mempercepat komunikasi dan sinkronisasi kerja. ASN tetap menjalankan tugas utamanya, sementara kami membantu memperlancar koordinasi agar program pembangunan berjalan efektif,” ujarnya, Senin (27/10/2025). ‎ ‎Menurut Ubaydillah, percepatan pembangunan yang dilakukan TKPP telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah indikator kinerja ekonomi dan pelayanan publik mengalami peningkatan signifikan. ‎ ‎“Kenaikan PAD, membaiknya kinerja RSUD, PDAM, dan BPR adalah bukti konkret bahwa percepatan pembangunan di Kota Sukabumi berjalan di jalur yang benar,” katanya. ‎ ‎Data yang disampaikannya menunjukkan, RSUD R. Syamsudin SH mencatat profit hingga Rp7 miliar, PDAM meraih surplus Rp410 juta per September, dan BPR menghasilkan laba Rp4 miliar pada tahun berjalan. ‎ “Angka-angka itu menggambarkan hasil kerja kolaboratif, bukan semata kerja satu pihak. TKPP hanya menjadi katalis agar sistem bergerak lebih cepat,” tegas Ubaydillah. ‎ ‎Terkait pembahasan di DPRD soal Panja TKPP, ia menyampaikan apresiasi atas fungsi pengawasan legislatif. ‎ ‎“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Semua ini bagian dari proses transparansi agar publik mengetahui bahwa percepatan pembangunan dikerjakan secara akuntabel,” ungkapnya. ‎ ‎Lebih jauh, Ubaydillah juga menanggapi keterlibatannya di sejumlah dewan pengawas BUMD dan BLUD. Ia menilai hal itu merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dan percepatan reformasi manajemen. ‎ “Keterlibatan kami di Dewas RSUD, PDAM, dan BPR bukan soal jabatan, tapi tanggung jawab percepatan. Sekarang kinerjanya membaik, dan kontribusinya terhadap PAD juga meningkat,” jelasnya. ‎ ‎Ia menutup dengan penegasan bahwa TKPP akan terus menjadi bagian dari mesin perubahan di Kota Sukabumi. ‎ “Yang kami dorong adalah efektivitas, bukan ego kelembagaan. TKPP hadir sebagai motor sinergi, agar setiap program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana siang di Desa Talagamurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, mendadak riuh setelah dua sepeda motor bertabrakan di jalur tikungan Kampung Gunung Batu, Senin (27/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. ‎ ‎Insiden itu menyebabkan dua warga asal Cilacap mengalami luka cukup berat dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat Street tanpa nomor polisi yang dikendarai Halir (43), warga Desa Talagamurni, hendak berbelok ke kanan. ‎ ‎Tiba-tiba dari arah belakang, muncul sepeda motor Honda Beat Street bernomor polisi R 3371 AAB yang dikendarai Abdul Rahman (46) dengan penumpang Tursiyah (55), keduanya warga Desa Kawunganten, Kabupaten Cilacap. ‎ ‎Karena jarak terlalu dekat, kendaraan Abdul Rahman menyenggol bagian kanan motor Halir hingga keduanya hilang keseimbangan. ‎ ‎Benturan tersebut membuat Abdul Rahman dan Tursiyah terpental ke arah kanan jalan dan menabrak bagian depan mobil Mitsubishi Carry yang melintas dari arah berlawanan. ‎ ‎Warga sekitar segera berlarian menolong korban yang tergeletak di badan jalan. Abdul Rahman mengalami luka sobek di leher kanan dan paha, sementara Tursiyah menderita luka berat di kaki kanan serta lebam di wajah. ‎ ‎Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. Seluruh korban segera dievakuasi ke RSUD Jampang Kulon untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. ‎ ‎Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, respons cepat masyarakat membantu proses evakuasi sehingga korban dapat segera ditangani. ‎ ‎“Kami berterima kasih kepada warga yang sigap melapor dan membantu petugas di lokasi. Begitu laporan masuk, anggota kami langsung turun ke TKP untuk melakukan penanganan awal,” ujarnya. ‎ ‎Ia menambahkan, penyelidikan sementara menunjukkan kecelakaan dipicu kelalaian dalam menjaga jarak aman serta kurangnya kewaspadaan pengendara saat hendak berbelok. ‎ ‎“Pengendara harus memastikan kondisi lalu lintas di belakang sebelum mengambil manuver, terutama di jalan sempit yang ramai aktivitas warga,” tegasnya. ‎ ‎Iptu Ade Hendra juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan pedesaan yang seringkali memiliki tikungan tajam dan permukaan tidak rata. ‎ ‎“Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Gunakan helm standar, perhatikan kecepatan, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- PT Anugerah Buana Indonesia (ABI) angkat bicara menanggapi beredarnya video aktivitas di kawasan tambak yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. ‎ ‎Klarifikasi disampaikan langsung oleh Site Manager PT ABI, Ahmad Safari, di lokasi tambak pada Senin (27/10/2025). ‎ ‎Ahmad menjelaskan, kegiatan yang terekam dalam video tersebut bukanlah pembongkaran atau pengerusakan, melainkan pekerjaan pembangunan saluran instalasi pompa air yang menjadi bagian dari sistem sirkulasi tambak. ‎ “Yang sedang dilakukan sekarang adalah pemasangan instalasi pompa di bagian atas, bukan pembongkaran. Kami juga tidak ada hubungan dengan tambak lain maupun pihak perusahaan lain,” tegas Ahmad saat ditemui di lokasi. ‎ ‎Ia menambahkan, pihaknya memahami keresahan masyarakat setelah video itu beredar luas. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman akibat video tersebut. ‎ “Video itu dibuat oleh salah satu pekerja di sini. Niatnya hanya bercanda, tidak untuk disebarluaskan. Kami sudah meminta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi pribadi,” ujarnya. ‎ ‎Terkait pekerjaan di lapangan, Ahmad menegaskan bahwa saluran pipa dipasang di atas permukaan pantai, bukan di bawah laut. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. ‎ “Silakan dilihat langsung, tidak ada pengerusakan apa pun. Pipa hanya diletakkan di permukaan dan diikat kuat karena ombak di selatan cukup besar,” jelasnya. ‎ ‎Ia menerangkan, pipa itu berfungsi sebagai saluran inlet yang mengalirkan air laut ke reservoir, sebelum digunakan untuk sirkulasi air di kolam tambak. ‎ “Jarak dari bibir pantai ke lokasi pipa sekitar 57 hingga 60 meter. Pekerjaan sekarang tinggal sekitar 10 meter lagi, termasuk pemasangan saringan,” kata Ahmad. ‎ ‎Menanggapi pertanyaan soal adanya pekerja yang tampak merapikan batu karang, Ahmad menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan semata untuk keperluan teknis, bukan pengerusakan. ‎ “Itu hanya perapian bagian yang menonjol agar pipa bisa dipasang lebih rata dan kuat. Tidak ada pembongkaran karang sama sekali,” katanya menegaskan. ‎ ‎Selain memberikan penjelasan teknis, Ahmad juga mengungkapkan kondisi produksi tambak udang PT ABI. Saat ini terdapat delapan kolam dengan kapasitas bervariasi, dan dalam tiga siklus terakhir hasil panen mencapai 60–70 ton per siklus. ‎ “Sekarang berjalan normal. Walaupun ekspor nasional sempat terhambat, budidaya di sini tetap berlanjut. Umur udang sudah sekitar 90 hari, mudah-mudahan panen lancar,” ujarnya optimistis. ‎ ‎Ahmad memastikan seluruh kegiatan PT ABI dilakukan sesuai prinsip budidaya berkelanjutan dan tidak ada aktivitas yang merusak ekosistem laut. ‎ ‎Dalam kesempatan itu hadir pula perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Satpol PP Kecamatan Surade, serta Ketua Rukun Nelayan Minajaya, Agus Iskandar. ‎ ‎Sementara itu, Pemerintah Desa Cipeundeuy mengonfirmasi telah mengirim surat teguran kepada pihak perusahaan dengan nomor 141.1/58/2008/Pemdes/2025. ‎ ‎Surat yang ditandatangani Kepala Desa Bakang Anwar As’Adi berisi perintah penghentian sementara aktivitas sampai ada penjelasan resmi dari perusahaan. ‎ “Surat kami layangkan karena muncul informasi bahwa perusahaan menggunakan pipa untuk menyedot air laut. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan ekosistem yang dilindungi undang-undang,” kata Bakang. ‎ ‎Pihak desa berharap klarifikasi ini menjadi dasar untuk memastikan seluruh kegiatan perusahaan sesuai aturan lingkungan dan tata kelola wilayah pesisir. (Dicky)

Bidik-kasusnews.com,Jakarta Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia ( DePA-RI) Dr. TM Luthfi Yazid, SH, LL.M mengingatkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menaikkan gaji pada hakim. Siaran pers Ketua Umum DePA-RI, Senin (27/10/25), menyebutkan, Presiden Prabowo pada 19 Februari 2025 pada acara Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) di Gedung MA berjanji akan memperhatikan kesejahteraan para hakim. Menurut Luthfi, ketika itu Presiden menyatakan tekadnya untuk bekerjasama dengan legislatif dengan memperbaiki kualitas hidup para hakim. Presiden, lanjutnya, telah mendapat laporan banyak hakim tidak memiliki rumah dinas dan masih menempati rumah kos. Presiden juga mengemukakan, gaji hakim di tingkat yang paling rendah akan dinaikkan 280 persen agar mereka bisa hidup layak, terhormat, dan tidak bisa disogok. Janji Presiden diulang kembali dalam pidatonya di hadapan ribuah calon hakim di gedung MA pada 12 Juni 2025. Faktanya, menurut survei Komisi Yudisial, sebanyak 50,57 persen hakim di Indonesia menyatakan penghasilan mereka tidak mencukupi untuk biaya hidup yang layak. Saat ramainya hakim akan mogok massal, Ketua Umum DePA-RI sudah mengingatkan melalui media massa agar tuntutan para hakim dipertimbangkan oleh pemerintah, sebab jika mereka melakukan mogok massal akan terjadi “malapetaka hukum” serta merugikan para pencari keadilan. Kemudian, melalui Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua DPR RI), Presiden Prabowo menyampaikan janji bahwa pemerintah berkomitmen untuk menaikkan gaji para hakim, termasuk hakim ad hoc. Dengan menaikkan kesejahteraan seperti itu diharapkan tidak ada lagi main “pat gulipat sogok” dan tak ada hakim yang ditangkap KPK atau Kejaksaan. Artinya, jika tingkat kesejahteraan hakim sudah dinaikkan, mereka diharapkan berprestasi secara profesional dan tidak lagi transaksional. Di sisi lain, tekad Presiden untuk memberantas mafia di banyak sektor, dan komitmennya untuk menegakkan hukum harus didukung oleh semua kalangan, termasuk advokat. “Waktu setahun sudah cukup bagi Presiden untuk melakukan ‘monitoring’ dan kajian terhadap semua pembantunya, termasuk pembantunya di bidang hukum,” kata Ketua Umum DePA-RI yang pernah menjadi anggota Kelompok Kerja Perma Mediasi di Mahkamah Agung itu. Ia juga menegaskan, saat ini sudah saatnya untuk melakukan langkah konkret dalam hal pembenahan serta penggantian pembantunya yang dinilai tidak perform, apalagi publik sudah meminta pejabat-pejabat tersebut untuk segera diganti. “Presiden tak boleh ragu! Saya percaya dalam waktu dekat Presiden akan mengambil langkah konkret,” kata Luthfi Yazid yang pernah menjadi pengacara Prabowo Subianto dalam sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi itu, sambil mengemukakan harapan agar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa segera merealisasikan komitmen Presiden. Pada bagian lain, Ketua Umum DePA-RI menilai keliru pernyataan anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman yang menyatakan di media nasional pada 24 Oktober 2025 bahwa RUU Jabatan Hakim harus disahkan dulu, baru kemudian hakim secara otomatis mendapatkan hak-haknya sebagai pejabat negara. Dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kehakiman memang dinyatakan bahwa hakim merupakan pejabat negara yang menjalankan kekuasaan kehakiman, namun faktanya, dan praktiknya, hakim masih menyerupai aparatur sipil negara termasuk hak gaji yang diterimanya. “Mengapa cara berpikir Benny Harman keliru? Karena kalau diteruskan akan membuat ketidakpastian serta akan menciptakan tekanan psikologis para hakim yang sudah terlanjur mendapatkan janji. Apa jaminannya RUU Jabatan Hakim akan segera digolkan? Bukankah di masa sebelumnya RUU Jabatan Hakim sudah pernah dibahas?,” kata Ketua Umum DePA-RI. Status hakim sebagai pejabat negara dengan janji Presiden Prabowo adalah dua hal yang berbeda. Saran Luthfi Yazid, realisasikan janji dan komitmen Presiden. Setelah itu, segera RUU Jabatan Hakim diselesaikan menjadi undang-undang. Wartawan Basori