JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 3 November 2025 — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.A. Kartini Jepara mengumumkan bahwa pelayanan Klinik Sore Spesialis Jantung akan dihentikan sementara mulai tanggal 4 hingga 11 November 2025. Pelayanan klinik tersebut akan kembali dibuka dan beroperasi normal pada 14 November 2025. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian jadwal pelayanan serta kebutuhan internal rumah sakit, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal ke depannya. Kepala Humas RSUD R.A. Kartini Jepara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat. “Kami mohon maaf atas gangguan sementara ini. Klinik Sore Spesialis Jantung akan kembali melayani pasien pada 14 November. Kami berterima kasih atas pengertian dan kepercayaan masyarakat kepada RSUD R.A. Kartini Jepara,” ujarnya. Meski Klinik Sore Spesialis Jantung ditutup sementara, pelayanan kesehatan untuk pasien jantung tetap tersedia melalui Poli Jantung reguler pada jam pelayanan pagi dan siang, serta layanan gawat darurat (IGD) bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera. RSUD R.A. Kartini Jepara berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan yang terbaik, aman, serta profesional.(Wely-jateng)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – ‎Suasana penuh berkah dan kebersamaan terasa dalam acara syukuran sunatan dan gusaran putra-putri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) Pusat, Hendrik Firmansyah. ‎ ‎Kegiatan digelar di Kampung Sindangsirna, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/11/2025) malam. ‎ ‎Dua anak Hendrik, yakni Abdul Rochman Firmansyah dan Siti Rochmainah Firmansyah, menjadi pusat perhatian dalam acara yang juga dirangkai dengan Peringatan Haul Akbar Tuan Syaikh Abdul Qadir Jailani. ‎ ‎Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan dzikir mabakib yang dipimpin langsung oleh Abuya Singa, pimpinan Pondok Pesantren Riyadhoh Al Karomah, Tegalega, Kecamatan Cidolog. ‎ ‎Doa bersama diikuti ratusan jamaah, dengan Ustadz Dendi bertugas sebagai pengatur waktu jalannya acara. ‎ ‎Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP PJTM H. Hendra Permana, jajaran pengurus pusat, perwakilan pengurus tingkat kecamatan dan desa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur organisasi kepemudaan. ‎ ‎Sekjen Hendrik Firmansyah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang turut hadir dan mendoakan. ‎ ‎“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar PJTM serta masyarakat Desa Pasiripis yang telah mendukung acara ini,”ujarnya. ‎ ‎Sebagai orang tua dia berharap, putra-putrinya menjadi anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, dan membawa manfaat bagi sesama,tambahnya. ‎ ‎Menurut Hendrik, kegiatan ini bukan sekadar ungkapan syukur keluarga, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antaranggota PJTM serta memperkokoh nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. ‎ ‎Melalui peringatan haul dan doa bersama ini, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan di antara warga serta keluarga besar PJTM di berbagai tingkatan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Para Bhabinkamtibmas Polres Sukabumi Kota kini tak hanya siap menjaga keamanan warga, tapi juga dilatih menjadi polisi penolong. ‎ ‎Melalui kerja sama dengan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, mereka mendapat pelatihan penanganan kebakaran dan penyelamatan hewan berbahaya. ‎ ‎Kasi Pencegahan, Pemadaman, dan Penyelamatan Damkar Kota Sukabumi, Dadi Kusmawandi, mengatakan pelatihan ini penting karena Bhabinkamtibmas adalah aparat yang paling dekat dengan masyarakat. ‎ ‎“Mereka sering jadi orang pertama yang datang saat ada kejadian. Karena itu perlu dibekali kemampuan dasar, seperti memadamkan api kecil atau menolong warga saat darurat,” ujarnya, Minggu (2/11/2025). ‎ ‎Dalam pelatihan, para peserta diajarkan cara memadamkan api menggunakan kain basah atau selimut tanpa air, serta mengenal cara aman menghadapi ular di pemukiman. ‎ ‎Tim animal rescue Damkar juga memberi edukasi tentang jenis-jenis ular yang berbahaya dan bagaimana menanganinya tanpa risiko. ‎ ‎Menurut Dadi, antusiasme peserta cukup tinggi. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut agar semakin banyak aparat yang siap membantu warga dalam kondisi genting. ‎ “Kalau masyarakat dan polisi sama-sama sigap, banyak musibah bisa dicegah sejak dini,” katanya. ‎ ‎Pelatihan ini menjadi bukti bahwa tugas polisi kini semakin luas, tak hanya menjaga ketertiban, tapi juga hadir sebagai penolong di tengah masyarakat. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Komunitas Land Rover Sukabumi Peduli, H. Asep Suparwan, turun langsung menyalurkan bantuan sembako kepada sembilan kepala keluarga terdampak bencana di Kampung Pamoyanan RT 01 RW 09, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Bantuan tersebut diserahkan kepada keluarga Andi Suhandi (5 jiwa), Mukhlis (5 jiwa), Aryadi (5 jiwa), Marpasa (2 jiwa), Adwari (3 jiwa), Daman (5 jiwa), Sujari (4 jiwa), Andri Irawan (4 jiwa), dan Dadi Setiawan (4 jiwa). ‎ ‎Asep menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komunitas Land Rover terhadap warga yang tengah mengalami cobaan akibat bencana beberapa waktu lalu. ‎ ‎“Kami terketuk hati untuk membantu meringankan beban kehidupan mereka. Bantuan ini berupa kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Asep, Sabtu (1/11/2025) ‎ ‎Ia berharap aksi sosial tersebut dapat menginspirasi komunitas lain untuk ikut menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan. ‎ ‎Selain itu, Asep juga menyerukan agar pemerintah segera merelokasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman dan layak huni. ‎ ‎”Kami berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tambahnya. ‎ ‎Kegiatan sosial ini disambut haru oleh para penerima bantuan. Warga mengaku sangat terbantu dengan kepedulian yang ditunjukkan komunitas Land Rover di tengah kondisi sulit pascabencana. ‎ ‎Mereka berharap perhatian seperti ini dapat terus berlanjut sampai kondisi benar-benar pulih. ‎ ‎Komunitas Land Rover Sukabumi sendiri dikenal aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Mereka bersama-sama dengan berbagai potensi yang dimiliki untuk membantu sesama. ‎ ‎Tak hanya saat terjadi bencana, komunitas ini juga kerap menggelar kegiatan sosial seperti bakti lingkungan dan bantuan logistik ke daerah terpencil. Oleh karena itu, dukungan masyarakat pun terus mengalir atas gerakan-gerakan sosial mereka. ‎ ‎Mewakili penerima bantuan, Suhandi menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya pada komunitas tersebut yang telah hadir membantu bukan hanya berbentuk logistik saja tetapi dorongan dan motivasi agar tetap kuat dan tabah menerima musibah ini. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Bobby Maulana membuka secara resmi LKBB “King of Pranasti IV” di GOR SMK Pasim Plus, Sabtu (1/11/2025). Peserta berasal berbagai penjuru Indonesia yang diikuti 150 pleton pelajar. ‎ ‎Kehadiran mereka khusus untuk menunjukkan ketangkasan, kekompakan, dan jiwa juang dalam ajang Lomba tingkat nasional tersebut. ‎Di hadapan ribuan peserta, Bobby menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar lomba baris-berbaris. ‎ ‎Selain itu, melalui kegiatan itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kecipratan manfaat yang cukup besar. Salah satunya hunian sejumlah hotel dan penginapan di Kota Sukabumi penuh sesak. ‎ ‎Tahun ini, atmosfernya benar-benar luar biasa. Sekitar 3.000 hingga 3.500 peserta dan penonton memadati arena, menjadikan LKBB ini sebagai kompetisi terbesar sepanjang penyelenggaraan. ‎ ‎Tak hanya dari Jawa Barat, peserta datang dari 23 kota dan kabupaten di delapan provinsi berbeda, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. ‎ ‎“Ajang ini luar biasa besar dan penuh semangat. LKBB bukan sekadar unjuk barisan, tapi latihan kepemimpinan, karakter, dan disiplin. Pasim menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan pendidikan dan mencetak generasi unggul,” ujar Bobby penuh apresiasi. ‎ ‎Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini membawa multiplier effect bagi Kota Sukabumi. “Selama lomba berlangsung, tingkat hunian hotel meningkat tajam. ‎ ‎Peserta dari luar daerah seperti Bone, Surabaya, dan Indramayu menginap di berbagai hotel di Sukabumi. Dampaknya terasa ke sektor ekonomi, pariwisata, hingga industri kreatif lokal,” tambahnya. ‎ ‎Sebagai mantan anggota Paskibra, Bobby mengaku ikut merasakan ketegangan dan kebanggaan peserta. ‎ ‎“Saya tahu rasanya di lapangan. Deg-degan, tapi penuh semangat. Kompetisi seperti ini bukan hanya soal kemenangan, tapi tentang karakter, disiplin, dan cinta tanah air,” tuturnya disambut tepuk tangan gemuruh. ‎ ‎Di sisi lain, Ketua Yayasan Pasim, Wati Purnaningrum, mengaku bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan LKBB nasional ini. ‎ ‎“Alhamdulillah, King of Pranasti ke-4 bisa berjalan lancar berkat kerja keras panitia. Setiap tahun peserta makin banyak dan semakin meluas jangkauannya. Ini bukti kepercayaan masyarakat terhadap Pasim dan komitmen kami dalam pendidikan karakter,” ujarnya. ‎ ‎Adapun rincian peserta terdiri dari 30 pasukan tingkat SD/MI, 70 pasukan tingkat SMP/MTs, dan 65 pasukan tingkat SMA/SMK/MA. Tak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan total hadiah mencapai Rp4 miliar. ‎ ‎Belum termasuk 355 piala tetap,6 piala bergilir, 965 medali perorangan, 1.340 sertifikat, serta hadiah tambahan berupa tiga ponsel dan tiga tablet. ‎ ‎Lebih dari sekadar perlombaan, LKBB King of Pranasti IV telah menjadi simbol semangat nasionalisme dan kolaborasi antar daerah. ‎ ‎Di tengah panasnya terik Sukabumi, ribuan pelajar menampilkan performa terbaiknya membuktikan bahwa disiplin, solidaritas, dan rasa cinta tanah air masih mengalir kuat di nadi generasi muda Indonesia. (Usep)

Bidik-kasusnews.com,Sintang,Kalimantan Barat Jum’at-31-Okt-2025 Semakin parah kualitas air sungai payak,desa Nanga payak kecamatan Kayan Hulu kabupaten Sintang. terlihat sangat kotor dan tidak bisa digunakan untuk keperluan masyarakat, seperti mandi dan keperluan air memasak bahkan untuk mandi sehari-hari. Menurut warga setempat yang terdampak langsung oleh limbah yang menurut laporan warga kepada awak media, bahwa di hulu sungai diduga ada kegiatan tambang emas ilegal (PETI) dan limbahnya mengalir ke sungai payak.   Ujang (nama samaran) salah satu warga menuturkan “Kami warga Nanga payak khusus nya yang terdampak langsung oleh pecemeran air limbah, diduga ada kegiatan peti dihulu sungai dan aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada tindakan atau himbauan dari pihak aparat (APH) di wilayah hukum Kapolsek kayan hulu,” ujarnya. “Kami Masyarakat berharap ada solusi bagi warga yang terdampak langsung akibat air limbah yang disebabkan diduga ada kegiatan peti di hulu sungai payak” harapnya. “Kami mohon ada tindakan tegas aparat kepolisian dan jangan sampai ada yang beralasan cari makan, sementara warga yang terdampak dengan air kotor bagaimana ? mareka juga manusia yang hidup sudah cukup lama di kampung dan mengambil air sungai untuk keperluan hidup mareka sehari-hari, harapnya dengan tegas. Warga berharap kepada semua pihak untuk bisa mengambil langkah tegas dan kebijaksanaan didalam mengatasi keluhan warga desa Nanga payak. Menurut warga setempat dulu air sungai payak sangat lah jernih dan bersih, untuk mandi masak kami tidak perlu cari air kesungai lain bang, ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Semoga dengan ada nya pemberitaan seperti ini, aparat (APH) dan pemerintah untuk bisa turun langsung untuk mengecek dan segera untuk menghentikan aktivitas peti di wilayah hukum Polsek Kayan hulu. Penulis:Bambang Sumber:Warga (Team/read)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM – ‎Di balik kepulan asap arang dan deru mesin produksi briket yang menjadi sumber nafkah banyak orang, terselip nama seorang pengusaha yang kini dikenal karena ketulusan hatinya, dia adalah H. Sobat. ‎ ‎Seorang pengusaha arang briket asal Palimanan, Kabupaten Cirebon. Ia tak hanya piawai mengembangkan usaha ramah lingkungan, tapi juga dikenal luas karena kepeduliannya terhadap sesama. ‎ ‎Langkah kebaikan H. Sobat bahkan menembus hingga ke pelosok Desa Pugag, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan daerah yang dijuluki warga sekitar sebagai “negeri di atas awan”. ‎ ‎Akses menuju lokasi itu tidak mudah, medan terjal membuatnya hanya bisa dilalui dengan sepeda motor trail atau berjalan kaki. Namun, hal itu tak pernah menjadi penghalang bagi datangnya kebaikan. ‎ ‎Di kampung terpencil itu tinggal sejumlah warga mualaf yang baru mengenal Islam. Mereka hidup sederhana, bahkan kerap menghadapi penolakan dari lingkungan sekitar. ‎ ‎Meski demikian, semangat mereka untuk mempertahankan iman tetap menyala. ‎ ‎Suatu hari, musola kecil yang menjadi satu-satunya tempat ibadah warga roboh diterpa hujan deras. Atapnya lapuk, dindingnya nyaris runtuh. ‎ ‎Dalam keterbatasan, warga berusaha memperbaikinya, berharap ada tangan dermawan yang sudi membantu. ‎ ‎Dan harapan itu terwujud. Bantuan datang dari seseorang yang tak mereka kenal langsung, namun terasa seperti jawaban atas doa, H. Sobat. ‎ ‎Ia membantu perbaikan musola warga mualaf Pugag tanpa banyak publikasi dan tanpa embel-embel nama besar. ‎ ‎“Orang baik itu datang dari Palimanan. Kami tidak kenal, tapi dia peduli. Semoga Allah membalas kebaikannya,” tutur salah satu warga mualaf dengan mata berkaca-kaca, Jumat (31/10/2025). ‎ ‎Di Palimanan dan Panjalin, nama H. Sobat sudah tak asing. Ia dikenal sebagai pengusaha arang briket yang sukses sekaligus figur yang rendah hati dan peduli sosial. ‎ ‎Tak jarang, ia turun langsung membina pekerja lokal agar lebih mandiri, serta rutin menyalurkan bantuan bagi warga sekitar. ‎ ‎Mulai dari santunan yatim piatu, perbaikan tempat ibadah, hingga bantuan bagi korban bencana, semua dilakukan tanpa pamrih. ‎ “Saya tidak ingin dikenal karena harta, tapi karena manfaat. Kalau sedikit yang saya punya bisa membuat orang lain tersenyum, itu sudah cukup,” ujarnya suatu ketika kepada awak media. ‎ ‎Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan individualistis, sosok seperti H. Sobat menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari besarnya keuntungan, melainkan dari seberapa banyak kebaikan yang mampu dibagikan. ‎ ‎Berkat uluran tangannya, musola warga mualaf di Pugag kini berdiri kokoh kembali bukan hanya karena papan dan paku, tetapi karena doa dan ketulusan yang menyertainya. ‎ ‎“Semoga Allah membalas setiap kebaikan orang baik itu. Surga pasti merindukannya,” ucap seorang warga menutup kisah haru itu dengan doa. (Amin)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM ‎Suasana haru menyelimuti lingkungan SMAN 1 Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melepas kepergian orang yang mereka sayangi. ‎ ‎Para guru dan siswa tak kuasa menahan air mata ketika sang kepala sekolah, H. Jamhari, mengumumkan kepindahannya ke sekolah lain setelah memimpin selama 5 tahun 5 bulan. ‎ ‎Momen perpisahan yang penuh emosi itu terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebook @Arip Rahman Hakim, Jumat (31/10/2025). ‎ ‎Dalam tayangan tersebut, H. Jamhari tampak berdiri di hadapan seluruh guru, staf tata usaha, dan siswa di halaman sekolah. ‎ ‎Awalnya, banyak yang tidak mengetahui maksud dari pertemuan mendadak itu. Namun suasana berubah hening ketika sang kepala sekolah mulai berbicara dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. ‎ ‎Ia akhirnya mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan SMAN 1 Ciracap karena mendapat tugas di tempat baru. ‎ ‎“Saat kepala sekolah berbicara sambil menangis, beliau mengatakan akan pergi meninggalkan kami karena dipindah tugaskan,” terdengar dalam video tersebut. ‎ ‎Tangisan pun pecah. Guru dan siswa larut dalam kesedihan, saling berpelukan, dan tak sedikit yang terisak karena merasa kehilangan sosok pemimpin yang selama ini dikenal bijaksana, penyayang, dan sabar. ‎ ‎Dalam kesempatan itu, H. Jamhari juga mengingat kembali perjuangan dan kenangan selama lebih dari satu dekade mengabdi di sekolah tersebut. ‎ ‎Ia mengaku berat meninggalkan lingkungan yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. ‎ ‎“Lima tahun lima bulan bukan waktu yang singkat. Banyak kenangan, perjuangan, dan kebersamaan yang tak akan saya lupakan,” ucapnya dengan suara bergetar. ‎ ‎Para guru dan siswa pun menyampaikan ucapan terima kasih dan doa terbaik untuknya. ‎ ‎“Kini kami kehilangan sosok pemimpin yang baik hati. Selamat jalan, Pak. Semoga sehat selalu dan betah di tempat tugas barunya,” ungkap salah satu guru dengan mata berkaca-kaca. (Dicky)

Bidik-kasusnews.com, Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat Jum’at 31 Oktober 2025. Dugaan tindak pidana korupsi (Tipidkor) dalam pengelolaan keuangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu tahun anggaran 2023 hingga 2024 kembali mencuat dan menjadi perhatian publik. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi baik dari pihak BPBD maupun Kepolisian Resor Kapuas Hulu terkait laporan dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut. Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, laporan pengaduan resmi telah disampaikan ke Polres Kapuas Hulu pada 28 Agustus 2024. Laporan itu berisi dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah, termasuk dalam penggunaan dana operasional dan kegiatan penanggulangan bencana. Tak lama setelah laporan itu masuk, pihak Unit Tipidkor Polres Kapuas Hulu disebut telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat dan pegawai BPBD pada 3 September 2024 untuk dimintai klarifikasi awal. Informasi dari sumber internal menyebutkan, banyak saksi telah dipanggil dalam proses pemeriksaan awal tersebut, termasuk beberapa pihak yang dianggap mengetahui secara langsung mekanisme penggunaan dana kegiatan di tahun anggaran 2023 dan 2024. Meski demikian, sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak Polres Kapuas Hulu maupun BPBD terkait perkembangan kasus tersebut. Publik menilai lambannya penanganan laporan ini dapat menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Masyarakat berharap Unit Tipidkor Polres Kapuas Hulu segera memberikan kejelasan dan transparansi mengenai penanganan kasus dugaan penyimpangan dana publik tersebut, mengingat anggaran penanggulangan bencana menyangkut hajat hidup dan keselamatan masyarakat luas. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam memastikan akuntabilitas, integritas, dan transparansi keuangan daerah, agar kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah tidak semakin menurun. penulis:Adi ztc Warta Humas Kalbar:Rabudin muhammad”Tegakkan keadilan,perjuangkan kebenaran. Editor Basori

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Di sebuah sudut Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, sebuah toko kecil bernama Liza menjadi perbincangan hangat warga. ‎ ‎Dari luar tampak biasa saja rak kayu, beberapa kardus minuman, dan deretan rokok di balik etalase kaca. Namun, di balik tampilan sederhana itu, tersimpan dugaan serius: penjualan rokok tanpa pita cukai resmi. ‎ ‎Penelusuran tim lapangan mengungkap bahwa di toko tersebut beredar rokok-rokok dengan harga jauh di bawah pasaran. Bungkusnya menyerupai merek terkenal, namun tanpa pita cukai atau bahkan dengan pita yang tampak mencurigakan. ‎ ‎Beberapa warga mengaku sudah lama melihat transaksi serupa, namun enggan berbicara karena takut menimbulkan masalah. Menurut hasil pengamatan, rokok-rokok itu diduga berasal dari produksi rumahan tanpa izin edar. ‎ ‎Tidak ada label peringatan kesehatan, tidak ada pengawasan dari Bea Cukai, dan tidak ada jaminan keamanan bagi para penggunanya. Di satu sisi, harga murah memang menarik, tapi di sisi lain, bahaya yang ditimbulkannya jauh lebih besar. ‎ ‎Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan tegas melarang peredaran rokok tanpa pita cukai. ‎Pelaku dapat dipidana penjara hingga lima tahun atau didenda sepuluh kali lipat dari nilai cukai yang seharusnya dibayar. ‎ ‎Aturan ini diperkuat lagi oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94 Tahun 2021 tentang pengawasan barang kena cukai. ‎Namun, sebagaimana sering terjadi, praktik di lapangan tak selalu sejalan dengan hukum di atas kertas. ‎ ‎Ketika dikonfirmasi, pemilik Toko Liza yang tidak ingin diungkap jati dirinya mengaku tidak tahu banyak soal asal usul barang yang dijualnya. Ia bercerita, suatu hari datang seorang pengantar dengan sepeda motor, menawarkan beberapa slop rokok. ‎ “Saya nggak tahu orangnya siapa, Pak. Cuma dikirim aja. Sekarang juga sudah habis, saya janji nggak jual lagi,” ucapnya saat ditemui wartawan, Jumat (31/10/2025). ‎ ‎Pengakuan itu menyingkap celah rantai distribusi rokok ilegal yang bekerja diam-diam. Jaringan ini kerap memanfaatkan pedagang kecil di desa-desa untuk menyalurkan barang tanpa identitas pengirim. ‎ ‎Dengan cara itu, mereka mudah lepas dari jerat hukum, sementara pedagang kecil menanggung risiko besar jika tertangkap. ‎ ‎Bagi negara, peredaran rokok ilegal berarti kebocoran penerimaan dari sektor cukai. Setiap batang rokok tanpa pita cukai adalah uang negara yang hilang. ‎ ‎Nilainya tidak kecil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat kerugian akibat rokok ilegal mencapai triliunan rupiah per tahun. Uang yang seharusnya untuk membangun sekolah, rumah sakit, dan jalan, menguap bersama asap tembakau murah. ‎ ‎Selain merugikan keuangan negara, bahaya kesehatan juga mengintai. Rokok ilegal tidak melalui uji laboratorium, tidak ada standar produksi, dan bisa saja mengandung bahan kimia berbahaya. Anak-anak dan remaja menjadi sasaran empuk karena harga yang jauh lebih murah dari rokok resmi. ‎ ‎Aktivis dan pemerhati kebijakan publik di Kuningan mendesak aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata. Mereka meminta Bea Cukai Cirebon, Satpol PP, dan Polres Kuningan segera menelusuri jejak peredaran rokok ilegal hingga ke sumbernya. ‎ ‎“Ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Ini kejahatan ekonomi yang mengkhianati negara,” ujar salah satu aktivis dengan nada tegas. ‎ ‎Kini masyarakat menanti langkah nyata. Kasus Toko Liza hanyalah satu titik kecil dari persoalan besar yang sudah lama menggerogoti negeri ini. ‎ ‎Hukum seharusnya tidak berhenti pada papan peringatan atau spanduk sosialisasi, melainkan hadir nyata di lapangan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, tajam ke atas dan ke bawah. (Amin)