SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sesosok mayat laki-laki yang diduga kuat sebagai korban laka laut di Pantai Cikeueus akhirnya ditemukan oleh tim SAR pada Selasa sore, 18 November 2025. Korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di Perairan Pantai Cihurang, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada titik koordinat 06.24.70 LS – 106.32.32 BT. Temuan ini mengakhiri proses pencarian intensif yang telah berlangsung sejak korban dilaporkan hilang pada Minggu pagi, 16 November 2025. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak dapat dikenali. Pakaian telah terlepas, sementara bagian wajah mengalami kerusakan akibat lama terombang-ambing di laut. Tim SAR menuturkan jenazah ditemukan dalam posisi telungkup sekitar satu mil dari lokasi kejadian awal dan sekitar dua mil dari garis pantai, sehingga keluarga tidak dapat melakukan identifikasi secara langsung. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk menjalani proses visum et repertum. Pemeriksaan tersebut diperlukan guna memastikan identitas serta kondisi korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja membenarkan penemuan jenazah tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian sejak awal telah berkoordinasi dengan tim SAR, BPBD, dan perangkat desa untuk melakukan pencarian secara menyeluruh. Menurutnya, kondisi ombak besar sejak dua hari terakhir menjadi salah satu tantangan dalam proses penyisiran. AKP Deni menambahkan bahwa penemuan jenazah ini merupakan hasil kolaborasi lapangan yang intens antara unsur SAR gabungan dan masyarakat sekitar. “Kami terus memantau pergerakan arus laut dan memperluas area pencarian setiap hari. Alhamdulillah hari ini korban berhasil ditemukan,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemancing dan nelayan, untuk lebih memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di laut. “Gelombang di wilayah Teluk Palabuhanratu sangat dinamis. Pastikan memeriksa kondisi cuaca dan selalu menggunakan perlengkapan keamanan,” tegas AKP Deni. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Sukabumi Kota mengambil langkah keras dalam upaya memulihkan kenyamanan publik. Ribuan knalpot brong yang menjadi sumber keresahan warga akhirnya digilas satu per satu. Total 1.538 unit knalpot bising hasil penertiban resmi masuk tahap pemusnahan. Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Haga Deo Kaslan, menegaskan bahwa gerakan ini bukan operasi biasa. ”Seluruh jajaran mulai dari satuan fungsi hingga polsek dikerahkan setelah gelombang aduan masyarakat terus berdatangan melalui layanan kepolisian 110 maupun akun resmi media sosial Polres dan Satlantas,” kata AKP Haga, Senin (17/11/2025). Ia memastikan penindakan tidak mengenal batas waktu. Setiap pelanggar, mayoritas remaja dan pemuda, dikenakan sanksi mulai dari teguran, tilang, hingga kewajiban mengganti knalpot standar. Semua knalpot bising langsung disita sebagai barang bukti. Bahkan empat unit mobil yang memakai knalpot modifikasi turut diamankan. Polisi juga menyasar modifikasi ekstrem pada knalpot standar, termasuk praktik membobok knalpot sehingga menghasilkan suara lebih keras. Haga menyebut tindakan tersebut tetap melanggar karena mengganggu kenyamanan warga dan akan diproses tanpa kecuali. Sebagian barang bukti dihancurkan pada Senin, 17 November 2025, sementara sisanya akan dimusnahkan secara bertahap. Kepolisian masih menunggu arahan Kapolres mengenai pemanfaatan material bekas, termasuk kemungkinan dijadikan tugu atau monumen edukasi. Untuk menekan peredaran dari hulu, Satlantas memberi imbauan kepada penjual knalpot di wilayah Sukabumi Kota agar tidak menyediakan knalpot brong kepada masyarakat. Haga kembali mengingatkan warga agar memakai knalpot standar dan tidak melakukan modifikasi berisik yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pajampangan digemparkan oleh unggahan sebuah akun Facebook yang membeberkan pengakuan seorang perempuan korban dugaan pelecehan seksual. Dalam keterangannya, korban menyebut pelaku merupakan oknum guru di salah satu MTs dan juga mengajar di MA di wilayah Surade. Menurut Yudi Pratama, atau yang dikenal dengan sebutan Peci Merah, dugaan korban tidak hanya satu orang. Bahkan, perilaku bejat pelaku disebut-sebut pernah dilaporkan sebelumnya namun tak berlanjut. “Sudah ada laporan, tapi hilang begitu saja,” ujar Yudi. Sebagai Ketua Perguruan Poskab Sapu Jagat Pajampangan sekaligus Panglima Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, Yudi mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius aparat. “Saya meminta unit PPA Polres Sukabumi segera turun tangan dan membuka kasus ini seterang-terangnya. Kalau kasus ini mandek, kami akan laporkan langsung meski tanpa korban karena dasar hukumnya lex specialis,” tegasnya, Senin (17/11/2025). Yudi juga mendesak KPAI, Komnas Anak, serta P2TP2A. untuk turut mengawal proses hukum agar tidak ada lagi korban yang bungkam maupun kasus yang berhenti di tengah jalan. Di sisi lain, warga Pajampangan berharap proses hukum berjalan cepat agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan. Beberapa tokoh masyarakat menilai kasus ini juga menjadi momentum penting untuk memperketat pengawasan terhadap tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Publik menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa kasus serupa tidak terulang. Mereka menegaskan bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang aman bagi anak dan remaja, bukan justru menjadi tempat terjadinya tindakan tidak bermoral. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian daerah. Ayep mengatakan, basic mentality perlu dibangun secara kuat di seluruh jenjang birokrasi, seiring tuntutan sistem dan perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin pesat. “Semua aparatur harus memahami AI, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan. Untuk mencapai kompetensi yang paripurna dibutuhkan proses beberapa tahun,” ujar Ayep, Senin (17/11/2025). Lebih lanjut dia menjelaskan, arah kebijakan pemerintah pusat kini mendorong daerah bergerak lebih mandiri, baik dalam tata kelola pemerintahan maupun penguatan kapasitas fiskal. Termasuk di dalamnya kemampuan mengoptimalkan APBD serta transfer ke daerah (TKD) yang saat ini berada pada angka Rp159 miliar. “Sinyal-sinyal ini menuntut pemerintah daerah membangun kemandirian. Fondasinya adalah SDM yang kuat dan pengelolaan aset produktif secara optimal,” jelasnya. Ia menekankan bahwa ke depan Pemkot Sukabumi harus mampu berperan sebagai investor yang mengelola aset secara langsung. Dengan demikian, pelaku usaha yang beroperasi di Kota Sukabumi dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha milik Pemkot, termasuk dalam penerapan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (BPJT). “Nanti akan ada pendapatan real-time ketika aset digunakan sebagai tempat berusaha. Kemandirian itu intinya adalah kekuatan finansial dan SDM yang unggul,” tegasnya. Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah menegaskan komitmen pemerintah kota dalam pengembangan kompetensi aparatur. Salah satu fokusnya adalah memperkuat basic mentality sebagai pondasi kinerja. “Membangun SDM dengan mindset unggul itu penting. Ketika saya kompetitif dan berpikir maju, maka organisasi pun akan ikut unggul,” kata Taufik. Ia menambahkan, penyelenggaraan pelatihan bagi ASN Golongan III ini merupakan angkatan kedua. Mereka disiapkan untuk menjadi calon pemimpin, termasuk pengisi jabatan Eselon II pada masa mendatang. “Karena itu saya menekankan agar mereka serius. Ketidakseriusan akan berdampak pada proses pengangkatan jabatan tertentu,” ujarnya. (Usep)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon melaksanakan Penanggulangan pasca Bencana Alam Angin Puting Beliung, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Slangit, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan dan Desa Bakung Kidul Kec. Jamblang Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Klangenan IPTU DIDING, S.H.,M.H, dan Danramil Klangenan KAPTEN ARH. EDI HARTONO serta turut melibatkan 148 Personil gabungan TNI, Polri, Dishub, BPBD, hingga lainnyam Dalam kegiatan tersebut juga turut dilaksanakan juga Bhakti Kesehatan Pengobatan Gratis dan kerja bhakti membersihkan yang terdampak angin puting beliung, yang di ikuti oleh Para Perwira, Bintara Polsek Plered Polresta Cirebon. “Personil gabungan yang terlibat dalam kegiatan ini dibagi dalam 3 kelompok, dilanjutkan dengan pelaksanaan penanganan pasca Bencana Puting Beliung di 3 Desa Wilkum Polsek Klangenan yaitu Desa Slangit, Desa Bangodua dan Desa Bakung Kidul,” kata Kapolsek Klangenan IPTU DIDING, S.H.,M.H. Ia mengatakan, para personel gabungan dikerahkan untuk membantu warga setempat membersihkan rumah dari bekas reruntuhan atap dan pohon. Pihaknya juga turut melakukan trauma helling kepada korban bencana alam. “Bencana Puting Beliung di Wilkum Polsek Klangenan terjadi Pada Jumat (14/11/2025) pukul 16.00 Wib di Desa Slangit, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan dan Desa Bakung Kidul Kecamatan Jamblang yang mengakibatkan beberapa Kerusakan serta Korban Luka – Luka. Namun, dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa, karena Hanya Kerugian Materil saja,” ujarnya. (Asep Rusliman)
JATENG-Bidik-kasusnews.com Jepara — Upaya mempererat seduluran dan kekompakan di tubuh Squad Nusantara terus dilakukan oleh Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Bpk. Eko Basuki. Pada Minggu, 16 November 2025, beliau bersama jajaran pengurus DPC melakukan kunjungan silaturahmi ke Ranting Kembang yang berlokasi di Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara. Kunjungan yang berlangsung di kediaman Ketua Ranting Kembang, Bpk. Kusno, RT 02 RW 01 tersebut disambut hangat oleh para pengurus ranting. Dalam kesempatan itu, Bpk. Kusno mengucapkan terima kasih atas kedatangan Ketua DPC beserta rombongan, termasuk Ketua Harian DPC, Wawan, yang turut hadir mendampingi. Silaturahmi ini turut dihadiri Penasehat Ranting Kembang, Bpk. Momok, serta Ketua Satgas Ranting Kembang, Bpk. Eko Suhartono, yang menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan dan penguatan organisasi. Menurut Eko Basuki, agenda ini merupakan bagian dari program rutin “DPC Turun Gunung”, yaitu rangkaian kunjungan ke seluruh ranting se-Kabupaten Jepara. Program tersebut dijalankan secara berkala setiap minggu dalam rangka 100 hari pascadeklarasi DPC dan pengurus DPC Squad Nusantara Jepara. “Silaturahmi ini menjadi sarana memperkuat komunikasi, mempererat seduluran, dan membangun kekompakan agar langkah organisasi lebih solid ke depan,” ujar Eko Basuki. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan sinergi antara DPC dan seluruh ranting dapat semakin kokoh, sehingga berbagai program, kegiatan sosial, dan gerakan kebersamaan Squad Nusantara di Jepara dapat berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Curahan hati seorang perempuan berinisial GM kembali menjadi perhatian publik setelah ia mengunggah keresahan terbarunya terkait dugaan tindakan asusila yang dilakukan seorang oknum guru di Kabupaten Sukabumi. Melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu 15 November 2025, GM menjelaskan beban psikologis yang ia tanggung serta tantangan yang kerap dihadapi korban kekerasan seksual ketika mencoba bersuara. GM menegaskan bahwa stigma sosial masih menjadi tembok besar yang membuat banyak korban memilih diam. Ia menyebut masih muncul komentar-komentar yang menyalahkan korban, mempertanyakan alasan laporan, hingga menuding kasus seperti itu sebagai tindakan suka sama suka. Dalam unggahannya, GM mengklarifikasi bahwa ia sudah melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Ia juga menyebut adanya proses internal yang tengah berjalan, termasuk rencana pemecatan terhadap terduga pelaku. Menurut GM, publikasi di media sosial dilakukan agar kasus ini tidak meredup sebelum proses hukum sepenuhnya berjalan. GM juga menolak anggapan yang menyudutkan dirinya karena tidak menyebut identitas pelaku secara terbuka. Ia menegaskan bahwa proses hukum di Indonesia harus dijalankan sesuai aturan, dan seorang anak di bawah usia 17 tahun tetap masuk kategori rentan sehingga tidak bisa dibenarkan menjadi objek tindakan asusila. Dalam pengakuannya, GM menyebut butuh 13 tahun keberanian untuk membuka kasus ini dan mengumpulkan keterangan pendukung. Ia mengungkap bahwa selama bertahun-tahun hidupnya diwarnai rasa takut akibat ancaman yang diduga dilakukan pelaku jika ia berani bersaksi. Ketakutan itu, menurutnya, membuat proses untuk mengungkap kebenaran semakin berat. Di akhir unggahan, GM mengajak publik untuk terus membagikan ceritanya agar kasus tersebut tidak padam sebelum mendapat kepastian keadilan. Respons warga di media sosial pun bermunculan, sebagian besar mendorong agar penanganan hukum dilakukan secara tuntas dan transparan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 013 Kota Sukabumi merayakan Milangkala ke-59 dengan dua rangkaian kegiatan pada 14–15 November 2025. Perayaan ini sebelumnya direncanakan pada 10 November, namun dijadwalkan ulang karena bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Kegiatan dimulai dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Surya Kencana pada Jumat (14/11), sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa. Puncak acara digelar Sabtu (15/11) di Kantor AMS Jalan Siliwangi, Gunungparang, Kecamatan Cikole, ditandai penyerahan santunan kepada 20 anak yatim. Ketua AMS Distrik 013 Kota Sukabumi, Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa momen milangkala menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan kekompakan antaranggota. Ia mengingatkan nilai dasar AMS yang diwariskan para pendiri, termasuk H. Ganjar yang berasal dari Sukabumi. “Silaturahmi adalah kunci. Tanpa kebersamaan, organisasi tidak akan maju,” ujarnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang bergotong royong menyukseskan kegiatan melalui donasi internal AMS. Acara turut dihadiri Asda III Setda Kota Sukabumi Imran Whardani, Ketua KNPI Kota Sukabumi Nurul Jaman Hadi, perwakilan Polresta Sukabumi Iptu Awan, beserta rayon AMS se-Kota Sukabumi. Kehadiran para tokoh dan tamu undangan memperkuat pesan bahwa AMS tetap solid dan terbuka untuk berkolaborasi. Mewakili Wali Kota Sukabumi, Asda III Imran Whardani menyampaikan pesan bahwa AMS memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas dan mendukung pembangunan daerah. Ia menilai usia ke-59 menunjukkan kematangan organisasi dalam merawat nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh. Ketua KNPI Kota Sukabumi, Nurul Jaman Hadi, turut memberikan penghargaan kepada AMS. Ia menuturkan kedekatannya dengan para sesepuh AMS dan menilai AMS sebagai organisasi yang berpengalaman, memiliki integritas, serta konsisten hadir untuk masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ribuan warga Pajampangan memadati RSUD Jampangkulon dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 yang digabung dengan HUT rumah sakit ke-23, Sabtu (15/11/2025). Sejak pagi, masyarakat antusias mengikuti rangkaian layanan dan kegiatan edukasi kesehatan yang disiapkan panitia. Acara dibuka dengan koordinasi panitia sebelum dilanjutkan sunatan massal yang diikuti 60 anak. Senam bersama dan jalan santai menambah semarak suasana. Di waktu bersamaan, layanan donor darah menarik puluhan peserta, sementara screening jantung anak di Poli Rawat Jalan diikuti sekitar 40 peserta. Pada acara inti, Ketua Panitia menyampaikan laporan kegiatan. Direktur RSUD Jampangkulon, Dr. Lukman Yanuar Rahman, menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat edukasi kesehatan. ”Promosi kesehatan (Promkes) tahun ini difokuskan pada pencegahan TBC, Germas, dan penanganan stunting,” kata Yanuar. Peringatan tersebut kata dia juga menjadi momentum memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah di Pajampangan untuk program edukasi kesehatan serta kegiatan donor darah tahun 2026. Rumah sakit turut memberikan penghargaan kepada pendonor darah aktif dengan jumlah donor terbanyak sepanjang tahun 2025. Setelah pembacaan doa, jajaran manajemen meninjau bazar UMKM, layanan kesehatan, serta sejumlah aktivitas edukatif. Kemeriahan berlanjut dengan hiburan, doorprize, perlombaan, dan pengumuman pemenang setelah waktu istirahat siang. Perayaan tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga ajang memperkuat sinergi RSUD Jampangkulon dengan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi terhadap layanan kesehatan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – DPRD Kabupaten Sukabumi kembali menggelar Rapat Paripurna ke-42 Tahun Sidang 2025 di Ruang Rapat Utama, Jumat (14/11/2025). Sidang dipimpin Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.IP, didampingi Wakil Ketua III, Ramzi Akbar Yusuf, SM. Hadir pula Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, SE, unsur Forkopimda, anggota DPRD, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Sukabumi, dan tamu undangan. Paripurna ini memfokuskan pembahasan pada dua agenda utama yaitu penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD serta penetapan keputusan mengenai penugasan alat kelengkapan untuk membahas raperda terkait layanan pemadaman kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati H. Andreas, SE, memberikan respons resmi atas seluruh pandangan fraksi. Ia menekankan bahwa raperda disusun berdasarkan ketentuan nasional, termasuk Permendagri Nomor 112 Tahun 2018 dan Keputusan Mendagri Nomor 364.1.306 Tahun 2020. Pemkab Sukabumi, ujar Andreas, terus meningkatkan kapasitas layanan pemadaman melalui penguatan sarpras, edukasi publik, dan kesiapsiagaan menghadapi kejadian kebakaran maupun non-kebakaran. Ia menggarisbawahi bahwa raperda ini memiliki urgensi tinggi karena besarnya potensi risiko kebakaran di berbagai wilayah. Menurutnya, masukan dari seluruh fraksi memperkaya substansi dan memperjelas arah penguatan regulasi. Paripurna kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan DPRD Nomor 20 Tahun 2025 oleh Sekretaris DPRD, H. Wawan Godawan Saputra, S.IP., M.A.P. Keputusan tersebut menugaskan Komisi II sebagai pihak yang bertanggung jawab melakukan pembahasan mendalam terhadap raperda. Pembahasan akan dilakukan melalui rapat internal dan kerja sama dengan mitra terkait sebelum dilaporkan kembali dalam paripurna berikutnya. Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.IP, menegaskan bahwa proses pembahasan harus berjalan efektif dan terukur, sesuai target Propemperda 2025. Ia menyatakan bahwa penugasan Komisi II telah sejalan dengan Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2024 tentang pembidangan tugas komisi. Budi menutup paripurna dengan menegaskan komitmen DPRD untuk menghasilkan regulasi yang lebih adaptif dan kuat dalam melindungi masyarakat. Ia berharap raperda tersebut menjadi landasan hukum yang memperkuat mitigasi risiko kebakaran serta meningkatkan kualitas layanan penyelamatan di Kabupaten Sukabumi. (Dicky)