JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 30 November 2025 — Dalam rangka menjalankan program Turun Gunung 100 Hari pascadeklarasi, Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Bapak Eko Basuki atau yang akrab disapa Mbah So, melaksanakan kunjungan ke Ranting Kota pada Minggu pagi pukul 10.30 WIB. Kehadiran beliau mendapat sambutan hangat dan antusias dari Ketua Ranting Kota, Bapak Aji, beserta seluruh anggota. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi, meningkatkan soliditas, serta memastikan pembangunan organisasi berjalan sesuai visi dan nilai-nilai kebersamaan Squad Nusantara. Ketua Ranting Kota, Bapak Aji, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian yang diberikan oleh pimpinan DPC Jepara. Menurutnya, kunjungan ini memberikan motivasi baru bagi Ranting Kota untuk terus aktif dan berkembang. Dalam agenda tersebut, Ketua DPC Jepara didampingi oleh jajaran pengurus, yaitu Bapak Wawan selaku Ketua Harian dan Bapak Arie sebagai Kepala Bidang Kesenian dan Budaya. Kehadiran mereka turut memberikan masukan, dorongan, dan pandangan strategis untuk kemajuan ranting. Melalui sesi dialog dan tukar pendapat, banyak arahan disampaikan oleh Bapak Eko Basuki, terutama mengenai pentingnya memelihara jiwa Squad Nusantara yang berlandaskan kasih sayang, kekompakan, serta rasa saling mendukung antaranggota. Ia menekankan bahwa organisasi harus dibangun dengan kebersamaan dan jiwa korsa yang kuat agar mampu bertahan dan berkembang,ujar mbah so. Seluruh masukan tersebut diterima dengan sangat baik oleh anggota Ranting Kota. Mereka berharap dapat menjalankan setiap arahan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan ranting dan organisasi secara keseluruhan. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen ini menjadi simbol eratnya persaudaraan di antara para anggota Squad Nusantara Jepara. Apabila Anda ingin dibuatkan versi lain, versi lebih formal, atau versi untuk media tertentu, saya siap membantu.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) Kesra untuk warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, berlangsung tertib dan kondusif pada Minggu, 30 November 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Mekarjaya ini dimonitor langsung oleh Bhabinkamtibmas Polsek Ciemas, Bripda Yunus Sihotang. Sebanyak 813 warga penerima manfaat menerima bantuan BLTS Kesra untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025, dengan masing-masing KPM mendapatkan bantuan senilai Rp 900.000. Proses penyaluran berlangsung dengan pengawasan ketat demi memastikan bantuan tepat sasaran. Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, menyampaikan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan proses distribusi berlangsung aman dan tidak menimbulkan potensi gangguan keamanan. “Pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga kelancaran penyaluran bantuan kepada masyarakat, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga,” ujar AKP Deni. Ia juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Kami mengimbau warga untuk kembali mengaktifkan siskamling sebagai upaya menjaga keamanan bersama. Selain itu, masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap berita hoaks dan bijak dalam menggunakan media sosial,” tambahnya. AKP Deni turut meminta masyarakat segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau Polsek Ciemas jika menemukan potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya. “Kami selalu siap menerima laporan dari masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif,” tegasnya. Secara keseluruhan, kegiatan penyaluran BLTS Kesra di Desa Mekarjaya berjalan lancar, tertib, dan mendapat respons positif dari warga. (Dicky)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) menggelar patroli Siaga S3B di sejumlah titik vital Kota Bandar Lampung pada Sabtu (29/11/2025) malam. Sebanyak sepuluh personel TNI yang diperkuat dua anggota FKPPI turut dilibatkan dalam operasi rutin pengamanan ini. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Bangsit). Patroli dipimpin langsung oleh Peltu Desrizal. Rombongan berangkat dari Makodim pada pukul 20.20 WIB menggunakan satu unit kendaraan dinas Hilux. Mereka kemudian menyisir berbagai lokasi strategis yang menjadi fokus pemantauan. Rute pengamanan meliputi kawasan perkantoran dan rumah dinas pejabat tinggi, seperti kediaman Danrem, Gubernur Lampung, Walikota Bandar Lampung, serta Pangdam II/Sriwijaya. Selain itu, sejumlah objek vital pemerintahan, seperti Kantor DPRD Kota, DPRD Provinsi, Kantor Walikota, dan Satpol PP, turut diperketat pengamanannya. Tak hanya instansi pemerintahan, patroli juga menyasar kawasan komersial dan objek strategis lain seperti Pelindo serta ruang publik Bundaran Al-Alfurqon yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat. “Seluruh personel telah kembali ke markas pada pukul 22.40 WIB. Keadaan lengkap dan seluruh titik yang dipantau dalam kondisi aman,” demikian laporan resmi yang diterima redaksi. Pelaksanaan patroli ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bandar Lampung. Selain mencegah gangguan kamtibmas, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi warga, khususnya di area-area strategis kota. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 29 November 2025 — Bentuk kepedulian keluarga besar Squad Nusantara kembali terlihat ketika Ketua Ranting Pecangaan, Amir Yahya, bersama Srikandi Ranting Pecangaan menjenguk anak dari salah satu anggota yang sedang sakit, Sabtu malam (29/11/2025) pukul 20.00 WIB. Anak yang dijenguk bernama Muhammad Lutfi Alfarizqi, usia 4 tahun, putra dari Mas Zaenal, anggota Squad Nusantara Ranting Pecangaan yang tinggal di Pecangaan Kulon RT 04 RW 04. Sejak hari Jumat, Lutfi mengalami step/kejang dan langsung dibawa ke RSIA Kumala Siwi Pecangaan untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam kunjungan tersebut, Amir Yahya menyampaikan bahwa perhatian terhadap anggota adalah prinsip yang selalu dijaga dalam organisasi. “Kami hadir sebagai keluarga. Ketika ada anggota yang mendapat musibah, kami wajib hadir memberi dukungan moral dan doa. Semoga adik Muhammad Lutfi Alfarizqi segera diberi kesembuhan, dan Mas Zaenal serta keluarga diberi kekuatan,” ujar Amir Yahya. Selain memberikan dukungan dan doa, rombongan juga membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban keluarga selama proses perawatan. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kunjungan berlangsung hangat dan penuh haru, mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan dalam keluarga besar Squad Nusantara. Dengan kunjungan ini, diharapkan kondisi Muhammad Lutfi Alfarizqi dapat segera membaik dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat. (Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polemik proyek revitalisasi SMPN 5 Surade semakin melebar setelah muncul saling bantah antara Ketua Komite sekaligus Ketua Pelaksana, UD, dan Kepala Sekolah SN. Keduanya memberikan keterangan berbeda terkait pelibatan komite dalam proses belanja material. Sebelumnya, UD menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam pengadaan material dan seluruh keputusan belanja diambil langsung oleh kepala sekolah. Namun belakangan, UD meralat pernyataannya. Ia menegaskan tidak pernah menyampaikan keluhan apa pun kepada pihak luar mengenai perannya dalam proyek tersebut. Menurutnya, hubungan komunikasi dengan kepala sekolah berjalan normal. Ia menampik anggapan bahwa dirinya dikesampingkan dalam proses pembangunan. “Saya tidak pernah merasa tidak dilibatkan. Saya tidak pernah mengeluh soal itu,” ujarnya ketika dikonfirmasi ulang, Sabtu (29/11/2025). Di sisi lain, Kepala Sekolah SN juga membantah bahwa dirinya mengambil keputusan sepihak dalam belanja material. Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti mekanisme dan bahwa komite mengetahui alur kegiatan. SN menyebut, tidak benar jika komite tidak dilibatkan dalam pembangunan. “Tidak ada keputusan sepihak. Semua sesuai aturan. Tidak benar kalau komite mengatakan tidak dilibatkan,” tegas SN, menolak semua tuduhan yang sebelumnya beredar. Perbedaan pernyataan antara keduanya semakin menajamkan sorotan publik terhadap transparansi pelaksanaan revitalisasi sekolah tersebut. Di tengah upaya klarifikasi, kunjungan perwakilan LSM sebelumnya juga sempat diwarnai ketegangan akibat sikap salah satu oknum penjaga sekolah yang dinilai kurang kooperatif. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait untuk meredakan perbedaan keterangan yang beredar. (Dicky)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 29 November 2025 — Pembangunan Koperasi Merah Putih Desa (KDKMP) di Desa Kunir, Kecamatan Keling, resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama pada Sabtu pagi. Acara ini menjadi momen penting bagi warga desa dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis kebersamaan. Hadir dalam acara tersebut Ketua Squad Nusantara DPC Jepara, Eko Basuki, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mbah So. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungannya terhadap berdirinya koperasi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. “Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah simbol gotong royong, persatuan, dan komitmen kita untuk memajukan ekonomi warga. Squad Nusantara siap mendukung setiap program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Mbah So . Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh Danramil 08 Keling CK Yunius Wibisono beserta jajaran, perwakilan Kapolsek Keling Bapak Ahmadi, Camat Keling, pendamping dari Koperasi Merah Putih, serta Petinggi Desa Kunir Sucipto beserta perangkat desa. Dukungan dari masyarakat setempat semakin terasa dengan kehadiran Sukur, Penasehat Squad Nusantara Ranting Keling yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Desa Kunir. Ia turut menyampaikan harapan agar pembangunan koperasi dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda dan masyarakat luas. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung lancar, disertai doa bersama agar seluruh tahapan pembangunan diberi kelancaran. Setelah acara resmi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang disediakan oleh Petinggi Sucipto sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada seluruh tamu. Selain itu, dilakukan pula selamatan di lokasi pembangunan sebagai simbol permohonan keselamatan dan keberkahan bagi proyek tersebut. Dengan dimulainya pembangunan KDKMP, masyarakat Desa Kunir berharap koperasi ini menjadi pusat kegiatan ekonomi yang kuat, transparan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Dukungan dari berbagai tokoh, termasuk Squad Nusantara, semakin memperkuat optimisme tersebut.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi resmi memasuki babak baru pengelolaan keuangan daerah setelah APBD 2026 disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD. Pengesahan tersebut menandai dimulainya kerja pemerintahan tahun depan yang harus dijalankan dengan kehati-hatian tinggi akibat ruang fiskal yang semakin menyempit. Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa tahun anggaran 2026 bukan tahun yang mudah. Penyesuaian dan efisiensi anggaran yang mencapai Rp159 miliar memaksa pemerintah daerah menyusun strategi baru dalam menjaga agar program pembangunan tetap berjalan. “Kita harus bekerja lebih keras untuk menutup kekurangan. Pemerintah dan DPRD bergerak bersama, memastikan setiap fraksi ikut mendorong solusi terbaik untuk daerah,” ujar Ayep saat ditemui usai paripurna, Jumat (28/11/2025). Ayep mengungkapkan bahwa pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) menjadi salah satu faktor utama penyempitan anggaran. Kota Sukabumi mengalami pemotongan hingga 21 persen, jauh di atas rata-rata daerah lain yang hanya 3 sampai 10 persen. Kondisi ini membuat alokasi anggaran SKPD turun drastis sekitar Rp150 juta per tahun, sementara kecamatan rata-rata hanya Rp100 juta sebelum dana parsial dicairkan. Meski anggaran terbatas, Ayep menegaskan bahwa program P2RW tetap mendapat perhatian. Meski belum tercatat dalam postur APBD 2026, ia melihat implementasi P2RW selama ini berjalan efektif dan memberi efek langsung pada masyarakat. “Banyak wilayah yang menambah dana Rp25 juta dengan swadaya. Itu bukti bahwa program ini hidup dan memberikan manfaat,” jelas Ayep. Padat karya berjalan, infrastruktur tumbuh, dan partisipasi masyarakat meningkat, tambahnya. Dia mengajak seluruh elemen untuk tidak kehilangan optimisme. Menurutnya, penguatan Pendapatan Asli Daerah menjadi jalan strategis untuk menutupi berbagai kekurangan anggaran yang timbul. “Kita harus memperkuat PAD. Apalagi ada 14 Raperda yang sudah dibahas, termasuk yang berkaitan dengan pekerja migran. Semua perangkat ini penting untuk menopang kondisi fiskal yang menantang,” tegasnya. Dari sisi legislatif, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda atau Wanju memastikan bahwa paripurna berjalan dengan komitmen penuh dari seluruh fraksi. Selain menyetujui APBD 2026, masing-masing fraksi juga menyampaikan laporan reses yang menjadi bagian dari evaluasi dan rumusan kebijakan tahun depan. “Terkait P2RW, Banggar memastikan program tersebut tetap berlanjut pada 2026. Tahun depan memang berat, tapi jika dana parsial turun di Maret atau April, program masih bisa bergerak. Tekanan lebih besar mungkin muncul di anggaran perubahan,” ungkap Wanju. Dengan langkah-langkah penyesuaian yang harus ditempuh, Pemerintah Kota Sukabumi dan DPRD menekankan pentingnya kolaborasi, adaptasi kebijakan, serta fokus pada program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Tahun 2026 menjadi momentum pembuktian bagi keduanya untuk tetap menjaga ritme pembangunan di tengah tantangan fiskal yang tidak ringan. (Usep)
CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon, Alamsyah, S.H., M.H., yang mulai bertugas sejak 28 Oktober 2025, menggelar Coffee Morning bersama jurnalis dari Kota dan Kabupaten Cirebon pada Jumat (28/11/2025). Pertemuan perdana ini menjadi ruang awal bagi Kajari untuk membangun hubungan kerja yang sinergis antara Kejaksaan dan media dalam penyampaian informasi publik, khususnya di bidang penegakan hukum. Di hadapan para jurnalis, Alamsyah menegaskan bahwa Kejaksaan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi media, terutama terkait kebutuhan verifikasi dan penjelasan teknis pemberitaan. Menurutnya, hubungan yang baik antara aparat penegak hukum dan insan pers sangat penting untuk menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat. “Jika ada hal teknis pemberitaan yang perlu dijelaskan, silakan koordinasi kapan saja. Kami sangat terbuka,” kata Alamsyah. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Salah satu jurnalis mengangkat fenomena maraknya debt collector yang melakukan penarikan paksa kendaraan disertai intimidasi. Isu tersebut disebut menimbulkan keresahan luas dan menjadi sorotan pemberitaan belakangan ini. Menanggapi pertanyaan itu, Kajari Alamsyah menyampaikan bahwa persoalan debt collector bukan berada dalam kewenangan langsung Kejaksaan sehingga pihaknya tidak dapat memberikan komentar panjang. “Soal debt collector, itu bukan ranah Kejaksaan,” jawabnya singkat. Pernyataan tersebut memunculkan diskusi lanjutan di kalangan media. Beberapa jurnalis menilai, meskipun penanganan awal ada pada kepolisian. Kata dia, kejaksaan tetap memiliki peran ketika perkara masuk tahap penyidikan hingga penuntutan, terutama ketika terdapat unsur pidana seperti perampasan atau pengancaman. Meski terdapat momen tanya jawab yang cukup menghangat, suasana Coffee Morning tetap berlangsung kondusif. Para jurnalis mengapresiasi inisiatif Kajari dan berharap sinergi ini dapat terus berlanjut. Mereka juga menitipkan harapan agar penegak hukum dapat lebih responsif terhadap isu-isu yang kerap meresahkan masyarakat. Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai dimulainya hubungan kerja sama yang lebih erat antara Kejari Kota Cirebon dan insan pers. (Amin)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Direktur Lembaga Wakaf Doa Bangsa (LWDB), Tus Wahid, menyampaikan langkah berani lembaganya dalam menempatkan dana wakaf uang sebesar Rp 440 juta ke Sukuk Tabungan ST015T4, instrumen Green Sukuk Ritel yang diterbitkan negara. Bagi Tus Wahid, keputusan ini bukan hanya teknis investasi, melainkan bagian dari gerakan besar untuk mendorong wakaf uang naik kelas menjadi kekuatan ekonomi baru yang aman, produktif, dan benar-benar menyentuh masyarakat. ”Wakaf uang tidak boleh berhenti sebagai amal. Wakaf harus menjadi investasi sosial kekuatan ekonomi yang produktif, halal, dan bermanfaat untuk generasi sekarang dan mendatang. Penempatan dana di ST015T4 adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai nazhir untuk menjaga amanah dan memaksimalkan manfaat wakaf,” tegas Tus Wahid, Jumat (28/11/2025). Dana sebesar Rp 440 juta itu berasal dari berbagai program Dana Abadi yakni DAIM Rp 240 juta, DAKS Rp 160 juta, DANG Rp 24 juta, DANKS Rp 13 juta, dan DAS Rp 3 juta. Dengan keputusan ini, tingkat penempatan pokok wakaf LWDB melonjak ke 97,7%, dengan capaian tiap program berada di angka: DAIM 97,4%, DAKS 99,2%, DABM 97,3%, DANG 96%, DANKS 96,4%, dan DAS 62,5%. Lebih jauh dia menjelaskan, pemilihan ST015T4 adalah kombinasi antara keberanian strategis dan kehati-hatian syariah. Instrumen ini dijamin negara, baik pokok maupun imbal hasil, sehingga risikonya sangat rendah. Imbal hasilnya berbentuk floating with floor dengan batas minimal 5,45% per tahun, dan dibayarkan setiap bulan. “Ini bukan sekadar aman secara syariah. Ini instrumen yang memungkinkan wakaf uang bukan hanya terjaga, tetapi tumbuh,” jelasnya. Hasil kupon yang diterima LWDB tidak akan berhenti di laporan keuangan. Semua imbal hasil ST015T4 akan dialirkan ke program-program yang telah menjadi ruh LWDB yaitu Qardhul Hasan (pembiayaan tanpa bunga), pendidikan, bantuan sosial, dan program kemaslahatan lainnya yang sudah ditetapkan sejak awal dalam akta ikrar wakaf. Tus Wahid menekankan bahwa model wakaf produktif ini bukan teori, tetapi sudah berjalan dan terbukti. Berkat dukungan Pemda Kota Sukabumi, sejak April 2025 program Qardhul Hasan telah menyentuh 809 pelaku UMK, dengan dana bergulir mencapai Rp 178.750.000. Dari jumlah itu, 214 pelaku UMK Kota Sukabumi menerima pembiayaan yang berasal dari manfaat wakaf DAIM dan DAKS. Tingkat pengembaliannya mencapai 100%. “Ini bukti bahwa masyarakat kecil bisa dipercaya. Wakaf produktif itu nyata, bukan konsep di atas kertas,” tegas Tus Wahid. Dalam pandangan Tus Wahid, langkah menempatkan dana wakaf ke instrumen negara bukan hanya soal teknis, tetapi cara baru memaknai wakaf. Ia merumuskannya dalam tiga fondasi: transparansi dan amanah, keberlanjutan manfaat dan kepastian syariah. Melalui instrumen resmi negara, wakaf bisa tumbuh, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Di akhir penjelasannya, Tus Wahid menyampaikan ajakan yang lebih besar: jadikan wakaf uang sebagai gerakan perubahan. “Kami ingin menginspirasi. Wakaf uang bisa menjadi mesin sosial yang mengangkat UMK, membiayai pendidikan, membantu masyarakat, dan memperkuat bangsa. Yang kita butuhkan hanya satu: pengelolaan yang transparan dan amanah,” tutupnya. (Usep)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 27 November 2025 — Srikandi Sayap DPC Squad Nusantara Jepara kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan santunan kematian yang dilaksanakan di Desa Senenan, TT 15 RW 02, Kecamatan Tahunan, Kamis (27/11/2025) pukul 17.20 WIB. Kegiatan ini digelar dalam rangka takziah atas berpulangnya orang tua dari Bu Ani, salah satu anggota Squad Nusantara Ranting Tahunan. Suasana haru terlihat saat rombongan Srikandi hadir untuk memberikan dukungan moral dan bantuan kepada keluarga duka. Ketua Srikandi Squad Nusantara Jepara, Ibu Riana Shofa, hadir langsung bersama Bidang Perempuan dan Anak, Ibu Dian, serta Bidang Luar Negeri, Ibu Muslikatun. Mereka memberikan penguatan kepada keluarga sekaligus menyerahkan santunan secara simbolis. Agenda takziah ini turut didampingi oleh Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Bapak Eko Basuki, serta Ketua Harian, Bapak Wawan, sebagai bentuk solidaritas jajaran pengurus terhadap seluruh anggota. Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Ketua Srikandi, Ibu Riana Shofa. Dalam kesempatan tersebut, Bu Ani menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kepedulian Srikandi serta seluruh jajaran Squad Nusantara Jepara. > “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Srikandi Ibu Riana Shofa dan seluruh jajaran yang telah peduli kepada keluarga kami. Ini sangat berarti di tengah duka yang kami rasakan,” ungkap Bu Ani. Melalui kegiatan ini, Squad Nusantara Jepara menegaskan komitmennya untuk terus mempererat persaudaraan, saling membantu, dan hadir bagi anggota yang membutuhkan, terutama saat menghadapi masa-masa sulit. (Wely-jateng)