JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rutan Kelas IIB Jepara kembali menghidupkan suasana pagi dengan kegiatan senam bersama yang melibatkan seluruh pegawai dan peserta magang, Jumat (05/12/2025). Kegiatan yang digelar di Aula “Ratu Kalinyamat” ini menjadi salah satu agenda rutin yang terus didorong untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kompak. Sejak pukul pagi, para peserta sudah berkumpul dan mengikuti instruksi senam yang dibawakan oleh instruktur internal. Suasana tampak penuh tawa dan semangat, terlebih dengan iringan musik energik yang membuat gerakan senam terasa lebih menyenangkan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengatakan bahwa senam bersama bukan sekadar aktivitas menjaga kesehatan, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan antara pegawai dan peserta magang. “Kami ingin membangun interaksi positif. Peserta magang perlu merasa menjadi bagian dari tim, karena mereka juga turut mendukung kelancaran tugas selama berada di Rutan Jepara,” jelasnya. Renza menambahkan, kehadiran peserta magang dari berbagai jurusan menjadi energi baru bagi lingkungan kerja Rutan. Melalui kegiatan sederhana seperti senam pagi, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih efektif dan tercipta suasana kerja yang lebih cair. Sementara itu, antusiasme juga terlihat dari para peserta magang. Salah seorang dari mereka menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih cepat. “Senam pagi seperti ini membuat kami lebih akrab dengan pegawai. Kami jadi tidak sungkan dan bisa belajar dengan lebih nyaman,” tuturnya. Setelah rangkaian gerakan senam selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah singkat dan kerja bakti membersihkan area aula sebagai bentuk kebersamaan. Para peserta terlihat saling membantu dan bekerja sama tanpa sekat. Kegiatan-kegiatan nonformal seperti ini menjadi perhatian penting bagi Rutan Jepara untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang mendukung kenyamanan dan kekompakan seluruh insan Rutan, termasuk bagi para peserta magang yang sedang menimba pengalaman.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kompak melaksanakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) serentak di setiap lingkungan RT dan RW pada Jumat (5/12/2025). ‎ ‎Warga dari berbagai kalangan turun langsung membersihkan lingkungan masing-masing dengan penuh antusias. ‎ ‎Kegiatan ini dipimpin oleh para ketua RT dan RW, disertai partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai bentuk kerja bakti. ‎ ‎Mulai dari membersihkan rumput liar, membuang sampah, memperbaiki saluran air agar tidak terjadi banjir, hingga merapikan area masjid dan madrasah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan fasilitas umum. ‎ ‎Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi serta kekompakan warga dalam menjalankan kegiatan tersebut. ‎ ‎Ia menyebut, pelaksanaan Jumsih merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Sukabumi Nomor 400.1.4.13/19560/DPMD/2025 dan Peraturan Desa Cipeundeuy Nomor 5 Tahun 2020 yang mendorong peningkatan kebersihan dan ketertiban lingkungan. ‎ ‎“Kami selalu menekankan kepada setiap ketua RT dan RW agar rutin melakukan langkah-langkah menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan. Dengan begitu masyarakat dapat hidup dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya. ‎ ‎Ia berharap budaya gotong royong terus ditingkatkan sebagai identitas Desa Cipeundeuy. “Harapan kami, warga tetap kompak dan menjunjung tinggi semangat sabilulungan agar desa semakin agamis, maju, dan sejahtera,” tutupnya. ‎ ‎Menariknya, selain kaum bapak, para ibu rumah tangga pun tampak ikut terjun dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka bahkan terlihat lebih aktif, menjadi bukti bahwa kebersihan dan kepedulian lingkungan telah menjadi gerakan bersama di Desa Cipeundeuy. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, membuka kegiatan Pembinaan Barang Milik Daerah (BMD) di Aula PKK Pendopo Sukabumi, Jumat 5 Desember 2025. ‎ ‎Kegiatan ini diikuti 100 peserta yang berasal dari perangkat daerah dan kecamatan. Pembinaan tersebut digelar untuk memperkuat tata kelola aset daerah yang tertib, efisien, dan akuntabel. ‎ ‎Selain itu juga untuk memastikan pemanfaatan aset berjalan optimal, agenda ini juga menjadi upaya pencegahan potensi kerugian negara serta peningkatan kualitas pelayanan publik. ‎ ‎Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa BMD merupakan komponen strategis dalam roda pemerintahan. Aset pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai penunjang kegiatan birokrasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan layanan bagi masyarakat. ‎ ‎Ia mengingatkan bahwa seluruh tahapan pengelolaan aset harus mengikuti prinsip Value for Money. ‎ ‎”Itu semua mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, penggunaan, hingga pemanfaatan dan penghapusan. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci untuk menjaga efektivitas pengelolaan,” ujarnya. ‎ ‎Ade menambahkan, tata kelola yang baik di hulu akan mencegah masalah di hilir. Karena itu dibutuhkan komitmen, sistem yang tertata, regulasi yang jelas, integritas aparatur, serta kompetensi teknis yang memadai. ‎ ‎”Saya berharap pembinaan ini dapat memperkuat pengendalian internal dan meminimalisir risiko kerugian negara/daerah,” tuturnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Sukabumi mengambil langkah penanganan cepat atas laporan dugaan tindakan asusila yang diduga melibatkan seorang tenaga pendidik berinisial ES di wilayah Surade, Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Untuk memastikan proses penyelidikan berlangsung kondusif, penyidik mengamankan yang bersangkutan di Markas Polres Sukabumi, Kamis (4/12/2025). ‎ ‎Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, membenarkan bahwa ES saat ini dalam pengawasan kepolisian guna menjalani pemeriksaan lebih mendalam. ‎ ‎Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan yang berkembang di masyarakat serta untuk menjaga stabilitas situasi di lapangan selama proses berlangsung. ‎ ‎Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap ES dilakukan secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). ‎ ‎Penyidik tengah mengonfirmasi kecocokan keterangan terlapor dengan barang bukti dan sejumlah kesaksian yang telah dihimpun. ‎ ‎”Proses pendalaman masih berjalan dan informasi lanjutan akan disampaikan sesuai perkembangan penyidikan,” kata Iptu Hartono. ‎ ‎Kasus ini sebelumnya menimbulkan perhatian publik, khususnya di wilayah Pajampangan. ‎ ‎Dengan adanya penanganan resmi di tingkat kepolisian, diharapkan situasi masyarakat tetap kondusif dan semua pihak dapat menunggu hasil proses hukum dengan tenang. ‎ ‎Dari pihak ES, kuasa hukumnya Sukma Regian dan Saeful Anwar menyatakan bahwa klien mereka hadir ke Polres secara kooperatif sebagai bentuk kepatuhan terhadap mekanisme hukum yang berlaku. ‎ ‎Mereka menegaskan, penetapan status tersangka merupakan bagian dari prosedur administrasi penyidikan yang belum dapat dijadikan dasar kesimpulan akhir. ‎ ‎Pihak kuasa hukum mengimbau agar publik tidak terburu-buru memberi penilaian, mengingat seluruh proses pembuktian masih harus berjalan di ranah peradilan. ‎ ‎Mereka memastikan akan mengikuti dan mengawal proses hukum agar berlangsung transparan serta berkeadilan. (Dicky)

SUKABUMi-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelatihan bertajuk Character Building With Panca Olah Method akan diselenggarakan secara offline sebagai bentuk kolaborasi antara penyelenggara dan Kecamatan Surade. ‎ ‎Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan diri yang berfokus pada pembentukan karakter melalui pendekatan metode Panca Olah, sebuah konsep yang menekankan keseimbangan mental, spiritual, dan kemampuan refleksi diri. ‎ ‎Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025, mulai pukul 08.30 hingga 10.45 WIB. Pelaksanaan dalam format tatap muka dipilih agar peserta dapat berinteraksi langsung dan menyerap materi secara lebih mendalam. ‎ ‎Selain itu, suasana pembelajaran diharapkan menjadi lebih hidup dan dinamis dengan keterlibatan aktif para peserta. Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kampus II Surade ditetapkan sebagai lokasi kegiatan. ‎ ‎Gedung kampus dipilih karena dinilai mampu menampung antusiasme peserta serta mendukung proses pelatihan dengan ruang yang memungkinkan diskusi, praktik, dan aplikatif. Kehadiran peserta dari berbagai unsur pendidikan dan masyarakat turut memperkuat tujuan penyelenggaraan pelatihan ini. ‎ ‎Materi utama pelatihan akan mengupas penerapan metode Panca Olah dalam pembentukan karakter pribadi. Peserta diproyeksikan tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak memahami praktik pengembangan potensi diri secara menyeluruh. ‎ ‎Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pola pikir, emosi, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. ‎ ‎Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta memperoleh pengalaman belajar yang memberi dampak pada perubahan pola sikap dan penguatan nilai-nilai positif dalam kehidupan sosial. ‎ ‎Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pengenalan lebih luas tentang Panca Olah sebagai metode pengembangan karakter yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan maupun komunitas masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelaksanaan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam penguatan konektivitas wilayah terus bergerak nyata di berbagai daerah. ‎ ‎Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan kembali jembatan gantung yang melintasi Sungai Cikarang, penghubung antara Kecamatan Waluran dan Surade di Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Kegiatan pembangunan dilaksanakan pada Kamis (4/12/2025) dengan pelibatan penuh prajurit TNI serta partisipasi langsung masyarakat. ‎ ‎Jembatan lama yang sebelumnya menjadi akses utama warga untuk pendidikan, ekonomi, dan layanan publik sempat terputus setelah diterjang banjir besar pada Maret 2025. ‎ ‎Putusnya jalur transportasi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh, memaksa pelajar dan warga menyeberangi sungai deras dengan risiko tinggi setiap hari. ‎ ‎Kondisi itu berlangsung berbulan-bulan hingga pembangunan baru mulai digulirkan melalui dukungan pemerintah pusat dan kesigapan TNI di lapangan. ‎ ‎Jembatan gantung yang dibangun saat ini dirancang sepanjang 80 meter dengan struktur lebih kuat dari sebelumnya. ‎ ‎Infrastruktur tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan Kampung Bojong Koneng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran dengan Kampung Citaropong, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade. ‎ ‎Dengan kembali tersambungnya dua wilayah ini, roda aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diharapkan pulih secara bertahap. ‎ ‎Keberadaan jembatan juga memiliki dampak langsung pada peningkatan akses pelayanan publik. ‎ ‎Data menunjukkan sedikitnya 4.400 kepala keluarga dari dua desa akan kembali memperoleh kemudahan mobilitas, terdiri dari 2.058 KK di wilayah Desa Mekarmukti dan 2.437 KK di Desa Sirnasari. ‎ ‎Selain itu, jembatan ini menjadi jalur utama menuju 14 fasilitas pendidikan yang mencakup tingkat PAUD hingga MTs, serta satu puskesmas yang menjadi rujukan kesehatan masyarakat sekitar. ‎ ‎Selama proses pembangunan, prajurit TNI dari Koramil 0622-14/Surade bahu-membahu bersama warga setempat dalam setiap tahap pekerjaan. ‎ ‎Keterlibatan masyarakat tidak hanya mempercepat proses lapangan, tetapi juga memperlihatkan tingginya semangat gotong royong sebagai identitas sosial bangsa Indonesia. ‎ ‎Kolaborasi tersebut memperkuat keyakinan warga bahwa keberadaan jembatan baru ini bukan hanya kebutuhan fisik, melainkan simbol pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. ‎ ‎Pembangunan ini juga menunjukkan efektivitas pola kerja terpadu antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur strategis. ‎ ‎Dengan dukungan penuh dari aparat kewilayahan, proses pembangunan berlangsung aman, terkendali, dan disambut positif oleh masyarakat. ‎ ‎Kehadiran prajurit di lokasi turut memberikan rasa aman bagi warga yang selama ini terdampak keterbatasan akses. ‎ ‎Setelah rampung, jembatan gantung Sungai Cikarang diharapkan kembali menjadi nadi sosial ekonomi antardesa. ‎ ‎Mobilitas warga antarwilayah diproyeksikan meningkat, distribusi barang dan kebutuhan harian lebih lancar, serta pelajar dapat kembali menuju sekolah tanpa risiko keselamatan. ‎ ‎Layanan kesehatan pun dapat menjangkau warga lebih cepat tanpa hambatan akses. ‎ ‎Sinergi yang tercipta dalam pembangunan jembatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Waluran dan Surade. ‎ ‎Kebersamaan antara TNI dan rakyat bukan hanya menghadirkan kembali infrastruktur, tetapi ikut menguatkan ketahanan sosial dan semangat pemulihan pascabencana. ‎ ‎Jembatan ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan pemerataan pembangunan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah selatan Sukabumi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebanyak 78 pegawai honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi resmi mengemban status baru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. ‎ ‎Prosesi pelantikan dilaksanakan di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Kamis (4/12/2025), dan menjadi rangkaian agenda pemerintah daerah yang berfokus pada penguatan formasi aparatur pendukung layanan legislatif. ‎ ‎Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra, menilai pengangkatan ini bukan sekadar formalitas kepegawaian. ‎ ‎”Perubahan status tersebut menandai peningkatan kepercayaan pemerintah daerah terhadap tenaga honorer yang selama ini berperan menjaga kesinambungan pelayanan administrasi dan teknis di lingkungan sekretariat dewan,” ungkap dia. ‎ ‎Lebih jauh dia menjelaskan bahwa hadirnya PPPK Paruh Waktu diharapkan mampu meningkatkan kecepatan kerja, koordinasi, serta kualitas dukungan terhadap tugas legislasi, pembahasan anggaran, dan pengawasan DPRD. ‎ ‎Ia menekankan pentingnya profesionalitas dan komitmen baru yang harus melekat pada pegawai setelah resmi dilantik. ‎ ‎Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah memberikan ruang dan peluang bagi tenaga honorer untuk naik status. ‎ ‎Wawan meyakini bahwa dukungan kelembagaan dan kebijakan ini akan berdampak positif pada peningkatan standar pelayanan dewan, utamanya yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. ‎ ‎”Pengangkatan PPPK sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola sumber daya manusia,” ujarnya. ‎ ‎Dengan kepastian status dan skema kerja yang lebih jelas, pegawai diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih adaptif dan berdedikasi pada target kinerja lembaga. ‎ ‎Sekretariat DPRD berencana menyusun program peningkatan kapasitas untuk mendukung penugasan baru para pegawai. ‎ ‎Pelatihan teknis administrasi, layanan publik, hingga penguatan kompetensi digital akan diprioritaskan agar kinerja sekretariat terus selaras dengan dinamika kebutuhan kelembagaan dan masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Sebanyak 8.164 tenaga honorer di Kabupaten Sukabumi resmi beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Kamis, 4 Desember 2025. ‎ ‎Pengambilan sumpah berlangsung dalam rangkaian upacara Peringatan HUT ke-54 KORPRI, HUT ke-80 PGRI, serta Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi 2025. ‎ ‎Serangkaian peringatan ini disebut bupati sebagai momentum reflektif yang mempertegas peran aparatur negara, tenaga pendidik, dan seluruh unsur pelayanan publik dalam pembangunan daerah. ‎ ‎Bupati menegaskan bahwa pelantikan ribuan PPPK Paruh Waktu bukan hanya seremoni administratif, melainkan awal peneguhan komitmen baru dalam bekerja dan melayani masyarakat. ‎ ‎”Ini menjadi momentum strategis untuk merefleksikan posisi kita sebagai abdi negara. Jadikan hari ini titik semangat baru menjaga integritas dan meningkatkan kinerja dalam pelayanan publik,” ujar Asep Japar. ‎ ‎Ia mengajak KORPRI, PGRI, dan PPPK Paruh Waktu untuk memperkuat sinergi menuju penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas. ‎ ‎Kolaborasi seluruh aparatur, tegasnya, menjadi kunci percepatan pembangunan di Kabupaten Sukabumi. “Mari terus bersatu padu, menguatkan soliditas dan merangkul energi baru demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.” ‎ ‎Dalam kesempatan yang sama, bupati menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dalam mencerdaskan bangsa. ‎ ‎Guru, menurutnya, merupakan fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Ia mengingatkan pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, dan profesionalisme sebagai jawaban atas tantangan pendidikan masa kini. ‎ ‎Di tengah acara, tampak rona haru juga hadir. Usep, 55 tahun, Penjaga Sekolah SMPN 2 Sagaranten, menjadi satu di antara ribuan PPPK yang dilantik. ‎ ‎Ia mengaku bahagia setelah 15 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer. “Alhamdulillah, akhirnya bisa dilantik. Terima kasih kepada semua pihak, terutama pak bupati dan pak gubernur,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. ‎ ‎Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian kadeudeuh bagi purna bhakti, penyerahan penghargaan, serta apresiasi pemenang berbagai perlombaan, menjadikan pelantikan ini tidak hanya bersejarah, tetapi juga penuh nuansa syukur dan selebrasi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peresmian Gapura Selamat Datang di Kota Sukabumi pada Rabu (3/12/2025) tak berhenti pada prosesi pemotongan pita. ‎ ‎Di hadapan tamu dan warga yang hadir, Wali Kota H. Ayep Zaki menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal penegasan agenda besar pembangunan kota. ‎ ‎Ayep menuturkan bahwa Sukabumi memasuki fase kerja yang lebih cepat dan terukur. ‎ ‎Ia menyebut empat prioritas yang menurutnya tidak bisa dinegosiasikan yaitu penurunan kemiskinan ekstrem, penyerapan tenaga kerja, perbaikan permukiman kumuh, serta penyelesaian rumah tidak layak huni. ‎ ‎Empat hal ini diklaim menjadi fondasi kesejahteraan yang harus dikejar tanpa jeda. Selain isu sosial dasar, Ayep menyoroti kualitas sumber daya manusia sebagai kunci jangka panjang. ‎ ‎Pemerintah menargetkan rata-rata lama sekolah meningkat hingga 13–14 tahun, disertai peningkatan layanan kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses. ‎ ‎RSUD R. Syamsudin S.H disebut tengah disiapkan untuk menangani penyakit berat, termasuk layanan kemoterapi dan stroke yang nantinya dapat dijangkau melalui BPJS. ‎ ‎Tak berhenti di situ, Ayep memaparkan rencana pengembangan kawasan industri, pertanian, dan pendidikan berskala besar yang membutuhkan lahan minimal 1.500 hektare. ‎ ‎Ia menyadari keterbatasan luas wilayah Kota Sukabumi yang hanya 48 km², sehingga meminta dukungan Kabupaten Sukabumi untuk membuka ruang perluasan pembangunan. ‎ ‎Menurutnya, agenda ini bukan hanya kebutuhan kota, tetapi strategi untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. ‎ ‎Ayep juga mengungkapkan bahwa sehari sebelum peresmian, Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja dan menilai program pembangunan kota memiliki arah kebijakan yang jelas dan realistis. ‎ ‎Ia menilai itu sebagai modal politik penting untuk memperkuat akselerasi pemerintah daerah. ‎ ‎Di sisi teknis, Kepala Dinas PUTR Kota Sukabumi Sony Hermanto menyampaikan bahwa pembangunan gapura menelan biaya Rp1,9 miliar dari APBD 2025. ‎ ‎Pada tahun anggaran yang sama, dua proyek lain Jembatan Kopeng dan Gedung Dekranasda turut dikerjakan dengan total anggaran Rp10 miliar. ‎ ‎Sony menargetkan tingkat kemantapan jalan kota naik menjadi 80 persen. Ia juga menanggapi isu lampu ungu yang sempat dipersoalkan publik dengan menyebut penataan masih berlangsung dan perubahan cepat justru berpotensi menambah biaya. ‎ ‎Ayep menutup acara dengan pesan tegas bahwa pembangunan Sukabumi tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Gapura ini, katanya, bukan hanya penanda batas kota, tetapi simbol komitmen baru untuk bergerak lebih cepat, terstruktur, dan berpihak penuh pada kepentingan warga. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menjelang peringatan hari lahirnya nama Surade, unsur Forkopimcam Surade bersama berbagai elemen masyarakat menggelar ziarah ke makam Eyang Santri Dalem, tokoh sentral yang dipercaya sebagai pencetus nama Surade. Ziarah digelar Rabu (3/12/2025) di Kampung Kadaleman, Desa Kadaleman. ‎Kompleks pemakaman yang berada di tengah hamparan pesawahan itu menyajikan suasana hening yang seolah memisahkan pengunjung dari hiruk-pikuk modernitas. Pepohonan besar menaungi area makam, memberi kesan sakral pada perjalanan spiritual tersebut. ‎Camat Surade, U. Suryana, memimpin langsung prosesi. Hadir pula Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, para kepala UPTD, Kepala KUA, Ketua MUI, Paguyuban JTM, KNPI Surade, komunitas Teureuh Surade, Paguron Macan Manglayang, Baladaka, serta warga setempat. ‎ ‎Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa Surade tidak hanya mengingat sejarah, tetapi menjadikannya fondasi untuk memperkuat kohesi sosial. ‎ ‎“Surade tumbuh dari jejak para leluhur. Ziarah ini bukan seremoni, tetapi cara kami menjaga jati diri masyarakat,” ujar Camat U. Suryana. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai para pendahulu harus tetap hidup di tengah perubahan zaman. ‎ ‎“Soliditas semua unsur hari ini adalah modal sosial terpenting untuk membawa Surade semakin maju tanpa kehilangan akar budaya.” ‎ ‎Di sekitar makam Eyang Santri Dalem, terdapat delapan makam tokoh lain: Eyang Sri Manggala, Eyang Abdul Nasar, Eyang Abdul Nasir, Eyang Abdul Salam, Eyang Abdul Karim, Eyang Abdul Fatah, dan Ki Badra. ‎ ‎Mereka diyakini sebagai sahabat spiritual dan penggerak awal kehidupan masyarakat Surade. Juru kunci terakhir kompleks ini dikenal sebagai Apih Oman. ‎ ‎Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama, tabur bunga, dan penelusuran area pemakaman sambil mendengarkan kisah para tokoh yang dimakamkan di sana. Jalur makam yang dikelilingi tumbuhan tua membawa peserta seolah menelusuri kembali masa ketika Surade mulai menata identitasnya. ‎ ‎Ziarah ini diharapkan menjadi agenda tetap bukan sekadar mengenang pencetus nama Surade, tetapi memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya sejarah lokal sebagai pijakan masa depan. (Dicky)