Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya memperkuat pemahaman praktis tentang sistem peradilan pidana dan memperluas wawasan karier di bidang hukum, Komunitas Peradilan Semu Fakultas Hukum (KPS FH) Universitas Tarumanegara melakukan kunjungan edukatif ke Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung pada Kamis, 15 Mei 2025. Sebanyak 49 peserta, terdiri dari mahasiswa dan dosen Program Magister Hukum Untar, disambut langsung oleh Kepala Puspenkum Kejaksaan Agung, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., di Gedung Puspenkum, Jakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari program akademik KPS FH dalam rangka mengenal lebih dekat peran Kejaksaan dalam sistem hukum nasional. Dalam paparannya, Dr. Harli Siregar menyampaikan pentingnya sinergi antar unsur penegak hukum dalam mewujudkan sistem peradilan pidana yang terpadu (Integrated Criminal Justice System). Ia juga menekankan bahwa profesi Jaksa membutuhkan kemampuan analisis mendalam terhadap setiap anatomi kasus, yang hanya dapat dicapai melalui pemahaman hukum yang komprehensif. “Kejaksaan bukan hanya penuntut umum, tetapi juga menjalankan berbagai fungsi strategis di bidang penyidikan, intelijen, perdata dan tata usaha negara, hingga pemulihan aset,” ujar Harli. Para mahasiswa mendapatkan pembekalan langsung mengenai tugas dan kewenangan Kejaksaan sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan RI. Selain itu, sesi diskusi interaktif membahas tantangan profesi Jaksa serta pentingnya integritas dalam penegakan hukum. Kegiatan ini juga menjadi sarana Kejaksaan Agung untuk memperkenalkan fungsi Puspenkum sebagai pusat informasi, edukasi hukum, serta jembatan komunikasi antara institusi dengan masyarakat. Mengusung prinsip “modern, humanis, edukatif, dan aksesibel”, Puspenkum aktif membuka ruang interaksi akademik guna membangun kesadaran hukum generasi muda. Sekretaris Program Studi Magister Hukum Untar, Dr. R. Rahaditya, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas sambutan dan ilmu yang diberikan oleh jajaran Kejaksaan. Ia berharap kunjungan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dunia profesi hukum ke depan. Kegiatan turut dihadiri oleh pejabat struktural Puspenkum, di antaranya Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Saiful Bahri, S.H., M.H., serta para kepala sub bidang terkait. Melalui kunjungan ini, Kejaksaan Agung berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan dengan dunia pendidikan dalam mencetak aparat penegak hukum masa depan yang profesional, berwawasan luas, dan menjunjung tinggi etika hukum. (Agus)
Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat Dalam rangka menjalin kerja sama untuk koordinasi dan silaturahmi, Basori, selaku Kepala Perwakilan (Kaperwil) media online persbhayangkara.id Kalimantan Barat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sintang. Pada kunjungan ini, Basori bertemu langsung dengan AKP Angga Pribadi Amsriyanto Nainggolan,S.T.K.,S.I.K.,LL.M.,yang kini menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Sintang. AKP Angga Pribadi Amsriyanto Nainggolan, Pada Hari ini Kamis-15-Mei-2025 Hari Pertama Tugas di Polres Sintang,menyambut baik kunjungan Basori. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan berkoordinasi dalam rangka monitoring di setiap wilayah hukum yang ada di Kalimantan Barat. Hal ini penting untuk membangun sinergi antara media online persbhayangkara.id Kalimantan Barat dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian. “Kami selalu mendukung kinerja kepolisian dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah hukum, terutama wilayah hukum Polres Sintang,” ungkap Basori. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan koordinasi antara media dan kepolisian dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di daerah tersebut. Selain itu, Basori juga menekankan pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang akurat dan objektif kepada masyarakat. “Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan berita yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi publik. Dengan adanya kerja sama yang baik antara media dan kepolisian, kita dapat memastikan bahwa informasi yang disampaikan selalu berdasarkan fakta dan mendukung upaya penegakan hukum,” tambahnya. Kunjungan ini menjadi salah satu upaya persbhayangkara.id Kalimantan Barat untuk terus menjalin hubungan baik dengan instansi-instansi terkait, guna memberikan informasi yang akurat dan mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan. Dengan demikian, diharapkan sinergi antara media dan kepolisian dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat. (Wartawan Supriyono)
JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Polda Jateng- Kota Semarang | Polda Jawa Tengah menangkap tiga orang pelaku aksi premanisme berkedok debt collector (DC). Pengungkapan ini dilakukan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Operasi Aman Candi 2025 Polda Jawa Tengah berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi korban penarikan paksa sepeda motor di kawasan Jalan Ahmad Yani, depan Dealer Suzuki, Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi, Kab. Tegal pada Rabu (16/4/2025). Hal ini disampaikan Kasatgas Gakkum Ops Aman Candi 2025 AKBP Suryadi, dalam keterangan di Mapolda Jateng, Kamis (15/5/2025) siang. Dalam laporannya, AKBP Suryadi menjelaskan bahwa ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial GN (50), PS (44), dan MP (45). Ketiganya diduga kuat terlibat dalam kasus penipuan dan/atau penggelapan kendaraan bermotor sebagaimana diatur dalam Pasal 378 dan/atau 372 KUHP. “Para pelaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura sebagai petugas penagihan dari sebuah perusahaan pembiayaan. Mereka menghentikan korban di jalan, lalu membawa motor korban dengan dalih tunggakan angsuran, namun setelah ditelusuri, unit tersebut tidak pernah diserahkan ke perusahaan pembiayaan terkait,” terang AKBP Suryadi. Kamis (15/5) Kronologi kejadian bermula saat korban, seorang perempuan bernama Nur Laelah (49) warga Getaskerep Kec. Talang, Kab. Tegal, dihentikan oleh lima orang tak dikenal yang datang secara bergelombang menggunakan beberapa sepeda motor saat melintas di kawasan Slawi. Salah satu pelaku mengaku dari pihak pembiayaan dan menyatakan bahwa motor korban akan ditarik karena menunggak angsuran. Korban yang merasa terintimidasi menuruti kemauan pelaku dan menyerahkan kendaraannya. Namun setelah dicek langsung ke kantor pembiayaan OTO Finance, diketahui bahwa tidak pernah ada instruksi penarikan unit tersebut. “Unit yang ditarik tidak diserahkan ke perusahaan pembiayaan, namun malah digelapkan oleh para pelaku dengan cara digadaikan ke pihak lain,” jelasnya. Dari hasil pengungkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor korban, beberapa unit kendaraan lain yang digunakan para pelaku, tujuh buah handphone, surat penarikan, serta dokumen kepemilikan motor. Menanggapi kejadian ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku sebagai debt collector, apalagi jika menggunakan cara-cara intimidatif atau tanpa prosedur resmi. Ia juga menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen menindak tegas segala bentuk premanisme, termasuk yang berkedok penagihan hutang, demi menjaga rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat. “Penarikan kendaraan secara paksa secara ilegal adalah tindakan melawan hukum serta termasuk dalam kategori aksi premanisme. Kami minta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejadian serupa,” ungkap Kombes Pol Artanto. Kabid Humas mengungkapkan bahwa dengan menggelar Operasi Aman Candi 2025, Polda Jateng berkomitmen memberantas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat serta memberikan jaminan keamanan terhadap perkembangan iklim investasi di daerah. “Melalui Operasi Aman Candi 2025, kami tegaskan komitmen Polda Jateng untuk memberantas segala bentuk premanisme demi menjamin rasa aman masyarakat serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Jawa Tengah,” tegas Kombes Pol Artanto.(Kasnadi)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Jakarta – Sebanyak 300 siswa-siswi SMKN 8 Jakarta mengikuti kegiatan Pendidikan Karakter di markas Batalyon Arhanud 6/BAY pada Rabu, 14 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung di asrama militer tersebut bertujuan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan kepada para pelajar sejak dini.(14/5/2025) Dalam suasana penuh semangat, para siswa menjalani berbagai pelatihan seperti baris-berbaris, pengenalan kehidupan militer, hingga sesi pembentukan karakter yang dikemas secara interaktif. Selain melatih fisik, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan ketahanan mental di kalangan peserta. Komandan Batalyon Arhanud 6/BAY, Letkol Arh Mohamad Arifin, S.I.P., M.Tr.(Han), SOU., dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai pondasi utama membentuk generasi masa depan. “Anak-anak muda harus dibekali nilai integritas dan disiplin sejak dini agar mampu menghadapi tantangan zaman. Karakter adalah modal utama sebelum pengetahuan,” tegasnya. Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala SMKN 8 Jakarta yang turut hadir mendampingi siswa. Ia menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan militer sangat positif untuk membentuk siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan beretika. “Kami berterima kasih kepada Batalyon Arhanud 6/BAY atas kesempatan yang diberikan. Ini menjadi pengalaman berharga yang akan membentuk pribadi siswa menjadi lebih bertanggung jawab dan mandiri,” ujar kepala sekolah. Dengan tema “Rangkok Tetap Semangat”, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengadopsi pendekatan pembelajaran karakter berbasis pengalaman langsung. (Agus)
LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, bersama jajaran TNI dan Polri, akan meluncurkan program Jumat Bersih secara serentak di 17 kecamatan mulai 16 Mei 2025. Kegiatan ini dirancang menjadi agenda rutin setiap hari Jumat, dengan tujuan utama meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana seperti banjir. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi antara Pemkab, Kodim 0421/LS, dan Polres Lampung Selatan yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (14/5/2025). Hadir dalam rakor tersebut jajaran perangkat daerah, serta unsur TNI dan Polri. Penjabat Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Intji Indriati, menyatakan bahwa pelaksanaan perdana program Jumat Bersih akan dipusatkan di Dermaga BOM, Kecamatan Kalianda. “Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi dua program lingkungan, yaitu ABRI (Asri, Bersih, Rapi, dan Indah) serta BKW (Bersih, Kering, dan Wangi) untuk fasilitas umum di seluruh kantor, kecamatan, dan desa,” ujar Intji. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, tumpukan sampah dan rumput liar telah memperparah kondisi drainase, menjadi salah satu penyebab banjir besar yang merusak lahan pertanian beberapa waktu lalu. “Dampaknya sangat nyata. Drainase yang tersumbat membuat air meluap, bahkan tanggul jebol dan merendam ribuan hektare sawah. Kita harus bisa mencegah kejadian seperti itu terulang,” tambahnya. Program ini juga akan menyesuaikan dengan permasalahan spesifik di masing-masing wilayah. Intji meminta setiap kecamatan menyusun target kerja yang jelas agar kegiatan benar-benar tepat sasaran. “Misalnya, Kecamatan Bakauheni bisa fokus membersihkan sampah di sepanjang jalan, sementara kecamatan lain bisa lebih prioritas ke saluran irigasi atau drainase,” jelasnya. Dengan adanya program Jumat Bersih ini, Pemkab Lampung Selatan berharap kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan meningkat, serta memperkuat budaya gotong royong dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan. (Mgr)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Rabu (14/5), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga berkumpul antusias menyambut kehadiran Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dalam rangka program Bupati Ngantor di Desa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kedekatan antara pemimpin daerah dan rakyat, tetapi juga sarana menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit itu menyambangi stan UMKM dari Kecamatan Keling dan memborong sejumlah produk lokal sebagai bentuk nyata dukungannya. Ia juga meninjau layanan kesehatan di Posyandu setempat, sekaligus mendengar keluhan warga tentang berbagai persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi warga beragam, mulai dari infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan akses air bersih, hingga dorongan agar lapangan sepak bola desa disulap menjadi alun-alun yang representatif dan menjadi pusat aktivitas warga serta pelaku UMKM. Merespons hal tersebut, Mas Wiwit menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor UMKM dan pariwisata sebagai pilar ekonomi daerah, terutama di wilayah utara Jepara. Ia menargetkan peningkatan omzet UMKM hingga 30 persen dalam waktu tiga bulan ke depan, didukung oleh sinergi lintas instansi termasuk dari pemerintah provinsi. Terkait usulan alun-alun, ia menjelaskan bahwa status lahan milik Perhutani masih menjadi kendala, sehingga memerlukan pembahasan lanjutan. Sementara untuk penyerapan tenaga kerja, Pemkab Jepara saat ini telah membuka 1.800 lowongan kerja yang sedang dalam proses seleksi. Di sisi lain, PIC Kecamatan Keling, Ary Bachtiar, menyampaikan bahwa perbaikan jalan akan menggunakan konstruksi beton guna meningkatkan ketahanan jangka panjang. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih, perluasan jaringan akan dilaksanakan tahun depan. Sementara itu, Hery Yulianto, juga dari Kecamatan Keling, mengungkapkan rencana pembentukan komunitas UMKM di seluruh desa dalam kecamatan, yang nantinya akan dipusatkan dalam satu lokasi sentra usaha bersama. Program Bupati Ngantor di Desa ini menjadi bukti komitmen Pemkab Jepara dalam menghadirkan pelayanan langsung ke tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi untuk mendorong potensi lokal tumbuh lebih cepat dan merata.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan capaian positif dalam pendapatan pajak daerah hingga 30 April 2025. Total pendapatan pajak yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp3,77 triliun, atau sekitar 29,81 persen dari target tahunan. Angka ini melampaui target kuartal pertama yang ditetapkan sebesar 27,79 persen. Pendapatan tersebut bersumber dari berbagai jenis pajak daerah, di antaranya: Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Rp1,248 triliun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Rp456,65 miliar Pajak atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan: Rp874,209 miliar Pajak Rokok: Rp1,180 triliun Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik capaian ini namun tetap mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung keberlanjutan penerimaan pajak. Ia mengimbau agar masyarakat tidak lagi menunda pembayaran pajak, terutama dengan alasan menunggu program pemutihan. > “Yang ingin memanfaatkan program pemutihan, saya imbau untuk segera melakukannya. Batas waktunya hanya sampai 30 Juni 2025. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai wajib pajak,” tegas Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasi Kegiatan (POK) di kantornya, Rabu (14/5/2025). Program pemutihan pajak kendaraan bermotor tersebut memberikan keringanan berupa penghapusan tunggakan nilai pokok pajak dan denda, berlaku sejak 8 April hingga 30 Juni 2025. Pemerintah berharap program ini dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Lebih lanjut, Gubernur Luthfi menyatakan bahwa mulai tahun 2026, masyarakat diimbau untuk tidak lagi mengandalkan program pemutihan sebagai alasan menunda pembayaran pajak. > “Pemutihan itu seharusnya hanya untuk kendaraan yang sudah mati. Pajak adalah kewajiban yang harus dibayar secara rutin,” ujarnya. Dalam upaya memperkuat pengawasan dan penagihan pajak kendaraan bermotor, pemerintah provinsi juga akan melibatkan pemerintah desa secara aktif. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penerimaan pajak hingga ke level paling bawah pemerintahan. > “Penagihannya nanti tidak hanya dilakukan oleh provinsi dan kabupaten/kota, tapi juga oleh pemerintah desa,” pungkas Luthfi. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan tingkat kepatuhan pajak masyarakat Jawa Tengah dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembangunan.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan tempur prajurit, Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 6/BAY melaksanakan serangkaian latihan yang mencakup Bela Diri Taktis (BDT), Lintas Medan, dan Lempar Pisau Kampak (Lempika). Kegiatan ini digelar di kawasan Asrama Yonarhanud 6/BAY, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (14/5/2025). Latihan ini dirancang untuk mengasah kekuatan fisik, ketangguhan mental, dan kemampuan bertempur prajurit dalam menghadapi dinamika medan yang tidak terduga. Kegiatan dimulai dengan latihan BDT yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit dalam pertahanan diri, khususnya dalam pertempuran jarak dekat tanpa senjata. Usai BDT, para prajurit melanjutkan dengan Lintas Medan, menempuh jalur menantang sambil membawa perlengkapan tempur lengkap. Latihan ini menguji daya tahan, kecepatan, dan efektivitas gerakan prajurit di medan berat. Sebagai penutup, prajurit mengikuti latihan Lempika, yakni teknik melempar pisau dan kampak dari jarak 3, 6, dan 9 meter. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan akurasi, konsentrasi, dan keterampilan dalam penggunaan senjata lempar. Komandan Batalyon Arhanud 6/BAY, Letkol Arh Mohamad Arifin, S.I.P., M.Tr. (SOU), menjelaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan satuan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut. “Melalui latihan ini, kami berharap setiap prajurit mampu menjalankan tugas secara profesional, terampil, dan siap menghadapi tantangan operasional,” ujarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi semangat juang dan komitmen Yonarhanud 6/BAY dalam menjaga kesiapan operasional serta menjawab tuntutan tugas pertahanan udara nasional. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 13-mei-2025 Nasib SD Negeri 10 Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tengah menghadapi ujian berat. Sekolah dasar yang telah berdiri selama puluhan tahun ini terancam akibat sengketa lahan dengan ahli waris pemilik tanah. Akibat konflik tersebut, halaman sekolah sempat ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes dari pihak ahli waris. Permasalahan ini bermula sejak tahun 1979, ketika pemerintah desa setempat berinisiatif membangun beberapa unit sekolah, termasuk di Desa Karanggondang. Karena desa tidak memiliki lahan, pemerintah saat itu meminta warga yang memiliki tanah untuk mengizinkan lahannya digunakan sementara, dengan janji akan diberikan ganti berupa tanah bengkok. “Pembangunan sekolah selesai pada tahun 1981. Surat kesepakatan tukar guling sudah dibuat sejak Juli 1981, dan disepakati bahwa lahan milik Mbah Surep akan diganti dengan tanah bengkok. Namun hingga hari ini, belum ada realisasi,” ungkap Marwaji, perwakilan ahli waris. Sebagai bentuk protes, pihak ahli waris menanami halaman sekolah dengan pohon pisang, yang membuat aktivitas olahraga siswa terganggu. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jepara, Ali, menyatakan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya mencari jalan keluar terbaik agar kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung normal. “Kami sudah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan ahli waris. Hari Kamis, 15 Mei nanti, akan kita bahas lebih lanjut bersama Sekda dan Mas Marwaji. Intinya, Bapak Bupati ingin pembelajaran di SD 10 Karanggondang tetap berjalan tanpa hambatan,” ujar Ali. Ali juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk membersihkan pohon pisang yang ditanam, sehingga halaman sekolah dapat kembali digunakan oleh siswa untuk berolahraga. “Alhamdulillah, nanti sore halaman sekolah sudah bisa digunakan lagi oleh anak-anak. Kami bersyukur karena proses dialog berjalan baik,” tambahnya. Sengketa lahan ini menyoroti pentingnya kejelasan administrasi dan penghormatan terhadap hak atas tanah dalam proses pembangunan fasilitas umum. Pemerintah daerah diharapkan segera menyelesaikan konflik ini agar tidak mengganggu pendidikan generasi muda.(Wely-jateng)
SUKABUMI – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Sukabumi mengamankan dua orang pria yang mengaku sebagai wartawan setelah terbukti melakukan pemerasan terhadap pelaksana proyek pemerintah. Kasus ini terungkap dalam Operasi Pekat II Lodaya 2025 yang digelar selama 10 hari, sejak 1 hingga 10 Mei. Kedua pelaku berinisial Y dan YS menggunakan modus mengancam akan memberitakan proyek pemerintah secara negatif jika tidak diberikan uang. Namun setelah menerima sejumlah uang, mereka tetap mempublikasikan berita tersebut dan kembali meminta tambahan uang kepada korban. “Ini adalah bentuk pemerasan yang meresahkan masyarakat dan mencederai profesi kewartawanan. Kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim Polres Sukabumi IPTU Hartono, S.H., M.H. Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari Operasi Pekat II Lodaya 2025 yang bertujuan menciptakan situasi aman dan kondusif, serta memberantas berbagai bentuk premanisme. “Selama operasi berlangsung, kami mengamankan dua target operasi dan membina sebanyak 210 orang yang berpotensi melakukan tindakan premanisme,” ungkap AKBP Samian dalam keterangan tertulis, Minggu (11/5/2025). Operasi ini merupakan instruksi langsung Kapolda Jabar sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas aksi-aksi kejahatan jalanan, pemalakan, dan tindak pidana lainnya di wilayah hukum Polda Jabar, termasuk Sukabumi. Polres Sukabumi juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor jika menjadi korban atau mengetahui tindak kejahatan serupa. Laporan dari masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya penegakan hukum dan menjaga ketertiban umum. “Kami tidak akan segan menindak tegas pelaku pemerasan, pencurian, maupun aksi premanisme lainnya demi kenyamanan masyarakat,” tutup AKBP Samian. DICKY, S