JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Juni 2025 — Pembangunan infrastruktur desa terus menjadi fokus utama dalam pemerataan pembangunan daerah. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 Tahun 2025, yang dilaksanakan di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Dalam program ini, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.490 meter menjadi proyek unggulan. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar konektivitas antarwilayah, serta mendorong percepatan distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi desa. Program TMMD ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) yang diwakili oleh Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), menghadiri Upacara Penutupan TMMD Reguler ke-124 bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara, di Lapangan Desa Kecapi, Rabu (4/6/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, yang juga meninjau sejumlah hasil pembangunan fisik, seperti jalan rabat beton, sumur bor, embung, dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). > “Saya sangat puas dengan hasil TMMD di Desa Kecapi, Kabupaten Jepara. Seluruh kegiatan fisik telah selesai 100 persen dan manfaatnya langsung bisa dirasakan masyarakat,” ujar Brigjen TNI Andhy Kusuma usai kunjungan lapangan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya dalam menciptakan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan. Program TMMD, lanjutnya, merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap pencapaian visi-misi Kabupaten Jepara yang dikenal dengan akronim MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius). Selain mendorong pembangunan fisik, TMMD juga memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Antusiasme masyarakat Desa Kecapi turut mewarnai suksesnya pelaksanaan TMMD. Ketua RW 08 RT 24, Sugiri, menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang dilakukan secara gotong royong oleh TNI dan pemerintah daerah. > “Saya mewakili warga Desa Kecapi mengucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak TNI dan Pemkab Jepara. Warga kami sangat senang, mudah-mudahan hasil pembangunan ini bermanfaat dan akan kami jaga bersama,” ungkap Sugiri. Dengan rampungnya kegiatan TMMD Reguler ke-124 ini, diharapkan Desa Kecapi semakin maju dan sejahtera, serta menjadi contoh sinergi pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang, 4-juni–2025- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang bergerak cepat menanggapi video viral yang memperlihatkan aksi pemalakan terhadap seorang sopir truk di Jalan Alteri Yos Sudarso, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria memaksa meminta uang parkir dari sopir truk, lalu kembali dengan membawa senjata tajam untuk mengintimidasi korban. Kejadian ini berlangsung pada Jumat (30/5/2025) sekitar pukul 11.45 WIB. Pelaku diketahui bernama Davit Johan Prakoso (25), warga Semarang Barat. Saat kejadian, korban bernama Maulana (23), seorang sopir truk asal Kota Kediri, sedang berhenti karena kendaraannya mogok. Menurut keterangan Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, pelaku mendatangi korban dan memaksa meminta uang parkir. Namun karena ditolak, terjadi adu mulut antara keduanya. Pelaku kemudian meninggalkan lokasi. “Karena permintaannya tidak dituruti oleh sopir, pelaku terlibat cekcok dan kemudian pergi meninggalkan tempat,” ujar Kompol Agung dalam keterangannya. Tak lama berselang, pelaku kembali ke rumahnya untuk mengambil dua bilah senjata tajam, yakni samurai dan parang. Ia bahkan sempat mengajak temannya untuk ikut ke lokasi, meski temannya menolak. Pelaku akhirnya mengancam temannya agar ikut bersamanya. “Pelaku kemudian kembali ke lokasi kejadian dengan membawa satu bilah samurai dan satu bilah parang, dan menantang korban berduel,” lanjut Agung. Merasa terancam, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Timur. Polisi langsung menindaklanjuti laporan itu dan berhasil menangkap pelaku. Dalam penangkapan tersebut, turut disita dua barang bukti berupa satu samurai sepanjang 90 cm dan satu parang sepanjang 60 cm. Atas perbuatannya, Davit Johan Prakoso dikenai Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin, serta Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. “Pelaku saat ini telah diamankan dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Kompol Agung. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi, termasuk warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Kompol Agung menegaskan bahwa aksi kekerasan seperti ini menjadi perhatian serius kepolisian. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengalami atau melihat tindakan premanisme. > “Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami atau menyaksikan tindak premanisme,” tegasnya. (Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng

Bupati Temanggung Agus Setyawan Berikan Program Temanggung Bebas Sampah BIDIK-KASUSNEWS.COM .Temanggung, Progam Temanggung Bebas Sampah Sebagai wujud nyata dari dukungan terhadap program Indonesia Bebas Sampah, serta Temanggung Bersih dan Sehat, Pemerintah Kabupaten Temanggung mengeluarkan sebuah imbauan agar dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah mendatang, masyarakat dapat menerapkan pola tanpa sampah plastik. Imbauan Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah Plastik sendiri disampaikan oleh Bupati Agus Setyawan, yang ditujukan bagi seluruh elemen warga masyarakat. Baik itu di tingkat kecamatan, desa/kelurahan, sekolah, takmir masjid, hingga panitia penyembelihan dan penyaluran hewan kurban. Menurutnya, implementasi dari program tersebut antara lain tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat pembagian hewan kurban, mengganti kantong plastik dengan menggunakan wadah alternatif ramah lingkungan. Kemudian, menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang terpilah di lokasi penyembelihan hewan kurban, maupun tempat pelaksanaan ibadah, hingga tidak membuang limbah ke sungai dengan anjuran membuat lubang penimbunan tanah. “Khusus untuk wadah alternatif pengganti kantong plastik bisa menggunakan besek, keranjang bambu, brongsong, daun pisang, daun jati, atau wadah lain yang bisa digunakan kembali setelahnya,” ungkap Bupati Agsu, Rabu (4/6/2025). Pria yang akrab disapa Agus Gondrong itu menyebut, bahwa upaya, serta langkah nyata mengurangi jumlah sampah harus dapat dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh kalangan masyarakat. Pasalnya, sampah telah menjadi problem serius di banyak lokasi, yang mengancam kelestarian lingkungan. Terlebih sampah berbahan plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk proses penguraiannya. Dengan menjaga kelestarian alam dan lingkungan, sama artinya telah ikut menjaga kelangsungan hayati bagi para generasi penerus di masa mendatang. “Bantu kami dalam upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan alam, demi membantu menyelamatkan masa depan generasi penerus kelak,” pintanya. Program inovatif berbasis dukungan terhadap upaya pelestarian alam tersebut, mendapat respons positif dari masyarakat. Mereka berharap, imbauan mengurangi penggunaan kantong plastik akan diikuti oleh para warga di banyak wilayah. Selain itu, program serupa juga terus digalakkan tak hanya dalam momentum-momentum tertentu saja, akan tetapi dapat menjadi pola kebiasaan atau habit masyarakat di Kabupaten Temanggung. “Upaya yang sangat positif saya rasa. Di tengah masalah terus menumpuknya volume sampah, alangkah bijaknya kita sendiri memulai pola hidup bersih dan sehat demi kelestarian alam secara berkelanjutan,” tukas Istiyanah (35), salah seorang warga asal Kecamatan Tlogomulyo. Pungkasnya. Junalis ( TRM )

CIREBON – BIDIK-KASUSNEWS.COM | Dalam komitmen memberantas kejahatan dan meningkatkan pelayanan publik, Polresta Cirebon menggelar kegiatan pengembalian puluhan unit sepeda motor hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kepada pemilik sahnya, Selasa (03/06/2025). Kegiatan yang berlangsung di Mapolresta Cirebon ini merupakan bagian dari keberhasilan pengungkapan kasus curanmor berskala besar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 34 unit sepeda motor berhasil diamankan sebagai barang bukti, dengan 11 tersangka telah ditetapkan. Korban Tak Menyangka Motornya Kembali Rasa haru tak terbendung dari para korban yang hadir, salah satunya Roji bin Abdul Syukur (41), warga Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Roji kehilangan dua unit motor Suzuki New Smash dan Morin Super X pada 29 April 2025 lalu. “Saya sempat putus asa karena tidak tahu harus ke mana. Tapi hari ini saya sangat bersyukur, terima kasih kepada Ibu Kapolresta dan tim Satreskrim. Proses pengambilan motornya pun mudah dan tanpa biaya,” ujar Roji dengan mata berkaca-kaca. Korban lain, Durasid (62), petani asal Desa Kempek, Kecamatan Gempol, juga bersyukur sepeda motor Honda Supra Fit miliknya yang hilang Februari lalu kini kembali. “Saya kira sudah tidak mungkin ketemu. Tapi ternyata masih ada harapan. Terima kasih polisi,” ungkapnya. Hal serupa dirasakan Ahmad Yamin (32), warga Desa Kedungsana, Kecamatan Plumbon, yang kehilangan sepeda motor milik kerabatnya. Ia mengaku tak sempat membuat laporan karena pesimis motornya bisa ditemukan. Kapolresta: “Pengembalian Gratis, Tidak Dipungut Biaya” Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa pengembalian sepeda motor dilakukan tanpa pungutan biaya apa pun, dan menjadi wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat. “Kami mengimbau warga yang kehilangan motor agar datang ke Mapolresta untuk mengecek apakah motornya ada di antara yang diamankan,” ujar Kapolresta. Ia juga menyampaikan bahwa para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang diancam pidana hingga 9 tahun penjara. 24 Motor Masih Belum Diketahui Pemiliknya Hingga saat ini, masih terdapat 24 unit sepeda motor yang belum diketahui siapa pemiliknya. Polresta Cirebon mempublikasikan data teknis kendaraan tersebut dan mengimbau masyarakat yang pernah kehilangan motor agar datang dengan membawa STNK, BPKB, dan identitas diri untuk mencocokkan data. Beberapa kendaraan yang belum diketahui pemiliknya antara lain: Honda Vario | E 3332 IM Suzuki GSX | E 2118 OO Honda Beat Abu | 3136 PCA (proses Labfor) Yamaha Gear | E 2899 DO Honda Scoopy | E 4003 HT … (selengkapnya bisa dilihat di daftar barang bukti di Mapolresta Cirebon) Imbauan Kepolisian dan Call Center Pengaduan Kapolresta Cirebon juga mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap tindak pencurian. Ia mendorong penggunaan kunci ganda, parkir di lokasi aman, serta melapor segera bila kehilangan kendaraan. “Keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat bisa menjadi mata dan telinga kepolisian,” pungkasnya. Untuk informasi atau laporan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi: Call Center Polresta Cirebon: 110 WhatsApp Resmi Polresta Cirebon: 0811-2497-497 (Asep Rusliman – BIDIK KASUSNEWS.COM)

  SUKABUMI — BIDIK-KASUSNEWS.COM | PT Berkah Semesta Maritim (BSM) menggelar sosialisasi terkait perizinan dan pengelolaan limbah tambak udang, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (3/6/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal pengembangan investasi sektor perikanan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Sosialisasi dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nunung Nurhayati, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Surade Unang Suryana, Kepala Desa Buniwangi Dadan Hermawan, serta unsur TNI-POLRI dan puluhan warga Desa Buniwangi. Kepala DPMPTSP Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Kepala Desa Buniwangi yang telah disampaikan pada awal Mei lalu. Menurutnya, pihak perusahaan telah menyusun dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan) yang kini sedang dalam proses evaluasi. “Jika persyaratan lingkungan dipenuhi, maka persetujuan akan diberikan. Namun, pemerintah akan terus mengawasi jalannya operasional untuk mencegah potensi kerusakan lingkungan,” tegas Ali. Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan air, pengendalian polusi, serta kelestarian lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar harus dijaga dengan serius. Jika perusahaan terbukti melanggar ketentuan dalam dokumen UKL-UPL, pemerintah tidak akan segan mengambil langkah tegas. Ali menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tambak udang ini. “Masih ada warga yang belum sepakat, dan itu wajar. Kami akan terus membuka ruang dialog agar semua pihak paham dan bisa terlibat aktif,” ujarnya. Komitmen PT BSM untuk Lingkungan dan Sosial Direktur Operasional PT BSM, Hedianto, menyampaikan komitmen perusahaan untuk membangun hubungan harmonis dengan warga sekitar. “Keberhasilan kami sangat bergantung pada dukungan dan kepercayaan masyarakat. Jika ada perbedaan pandangan, kami terbuka untuk berdialog dan mencari solusi bersama,” katanya. Ia juga memastikan bahwa investasi ini akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Buniwangi dan sekitarnya. Pembangunan Berkelanjutan jadi Prioritas Proyek tambak udang yang akan dibangun di kawasan Minajaya, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, diharapkan menjadi contoh investasi yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. “Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan,” tutup Hedianto. (Dicky S) BIDIK-KASUSNEWS.COM.

JATENG – Bidik-kasusnews.com Pati, Jawa Tengah – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pati menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pati pada Selasa (3/6/2025). Aksi ini merupakan bentuk penolakan tegas terhadap kebijakan Bupati Pati, Bapak Sudewo, yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250%. Sepanjang aksi berlangsung, aparat kepolisian dari Polresta Pati menunjukkan kesiapsiagaan penuh untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Aksi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB diinisiasi oleh PC PMII Kabupaten Pati bersama dengan Pelajar NU (IPNU) dan IKMP. Saudara Oky Ardiansyah, Ketua PC PMII Kabupaten Pati, bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi menerangkan setiap aksi ini, berada di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian yang bertugas. Sekitar 50 orang peserta aksi menyuarakan aspirasi mereka dengan membawa berbagai alat peraga, termasuk mobil komando, megaphone, bendera, dan poster-poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah, jelasnya. Adapun latar belakang aksi ini adalah minimnya sosialisasi dan partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan kenaikan PBB-P2 yang dinilai tidak proporsional. Kenaikan 250% ini dianggap tidak sejalan dengan daya beli dan kemampuan ekonomi mayoritas penduduk, khususnya warga lanjut usia, petani, dan pelaku usaha kecil yang berpenghasilan rendah namun memiliki aset tanah atau bangunan. Menyadari potensi gejolak sosial yang bisa timbul dari keresahan masyarakat ini, Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi telah mempersiapkan personel pengamanan untuk memastikan aksi berlangsung kondusif dan terkendali serta memastikan agar aksi tetap berjalan damai. Meski tidak tercapai titik temu dalam dialog tersebut, sekitar pukul 12.30 WIB, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke Sekretariat PC PMII. “Kami berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika demokrasi serta memastikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dapat dilakukan secara damai, tanpa mengganggu jalannya roda kehidupan masyarakat secara keseluruhan,” pungkas AKBP Jaka Wahyudi. (kasnadi) Sumber(Humas Resta Pati)

Cirebon – Bidik-KasusNews.com | SD Negeri Sukapura 3 Kota Cirebon kini tampil lebih baik dan nyaman setelah mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun lalu. Perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih lancar dan menyenangkan, baik bagi siswa maupun para guru. Kepala SDN Sukapura 3 Kota Cirebon, Inah Muhsinah, menyampaikan rasa syukurnya atas rehabilitasi total yang telah dilakukan. “Sekolah kini jauh lebih nyaman, tertata rapi, dan enak ditempati. Proses belajar mengajar berjalan lancar tanpa keluhan,” ujarnya saat ditemui wartawan Bidik Kasus News di ruang kerjanya. Meski saat ini SDN Sukapura 3 masih digabungkan secara lokasi dengan SDN Sukapura 1 dan SDN Sukapura 2, jumlah murid di sekolah tersebut mencapai sekitar 190 siswa. Namun, suasana belajar tetap kondusif dan penuh semangat. Berprestasi di Berbagai Bidang Inah Muhsinah juga menuturkan bahwa para siswa kerap menorehkan prestasi dalam berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Cirebon. “Alhamdulillah, selalu ada anak didik kami yang meraih juara, baik di bidang olahraga maupun kompetisi akademik,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif para guru yang giat melatih dan membimbing siswa. Sekolah pun berkomitmen membentuk generasi yang berdedikasi tinggi, disiplin, serta memiliki semangat belajar yang kuat. “Setiap pagi, kami ajarkan kedisiplinan dan membaca surat pendek secara bersama sebelum masuk kelas,” tambahnya. Kekhawatiran di Jalan Raya dan Sosok Pa Urip yang Dikenang Lokasi SDN Sukapura 3 yang berada di Jalan Pilang Raya No. 27, Kecamatan Kejaksan, menjadi perhatian tersendiri. Jalan ini merupakan jalur padat kendaraan, termasuk mobil-mobil besar, sehingga aktivitas antar-jemput siswa perlu pengawasan ekstra. Dalam hal ini, sosok Pa Urip, penjaga sekolah yang telah lama mengabdi, menjadi sangat penting. “Beliau bukan hanya penjaga sekolah, tapi juga membantu menyeberangkan anak-anak dan orang tua setiap hari. Tanggap dan cekatan sekali,” kata Inah. Namun, mulai bulan depan, Pa Urip akan dipindah tugaskan ke SD Kesenden. Hal ini membuat keluarga besar SDN Sukapura 3 merasa kehilangan. Acara Perpisahan sebagai Tanda Terima Kasih Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi Pa Urip, pihak sekolah dan orang tua siswa berencana mengadakan acara pisah sambut. “Kami ingin memberi apresiasi seperti halnya guru yang pindah tugas. Ini murni usulan para orang tua murid karena mereka merasa terbantu sekali oleh kehadiran Pa Urip,” tutur Inah. Ia menambahkan, jasa Pa Urip sangat besar bagi sekolah dan tidak mudah dilupakan. Perpisahan ini menjadi momen haru bagi seluruh warga sekolah yang telah merasakan manfaat besar dari kehadiran sang penjaga sekolah selama bertahun-tahun.

Dirjen pas Nabire, Marsudi Kunjungi Korban Insiden di Lapas SUKABUMI – BIDIK-KASUSNEWS.COM– Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, turun langsung ke RSUD Nabire untuk menjenguk tiga petugas Lapas Nabire yang menjadi korban pemukulan oleh warga binaan dalam peristiwa gangguan keamanan. Dua dari mereka menjalani operasi akibat luka bacok, sementara satu lainnya tengah dalam masa pemulihan melalui rawat jalan, Selasa (3/6/2025). “Satu anggota kita sudah bisa rawat jalan dan keadaannya membaik, dua lagi masih dalam masa pemulihan setelah operasi,” ujar Mashudi. Ia menyampaikan keprihatinan dan dukungan moral kepada para korban, serta memastikan akan kembali mengunjungi setelah mereka diperbolehkan untuk dibesuk pascaoperasi. Petugas yang mengalami luka parah adalah Komandan Jaga dan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, yang terluka saat mencoba mengendalikan situasi dan menghalau warga binaan yang berbuat anarkis. Insiden ini menjadi catatan penting terkait kesiapan dan kapasitas personel pengamanan lapas dalam menghadapi situasi darurat. Bantuan tersebut berasal dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang juga menyempatkan diri menyapa korban melalui panggilan WhatsApp, menyampaikan dukungan dan apresiasi atas dedikasi para petugas. Setelah dari rumah sakit, Mashudi melanjutkan peninjauan ke Lapas Nabire bersama Kapolda dan Wakapolda Papua Tengah, serta pejabat Ditjenpas lainnya. Dalam pengarahan kepada seluruh jajaran petugas, ia menegaskan pentingnya profesionalisme dan kerja sama lintas sektor demi menciptakan lapas yang aman dan tertib. “Petugas pemasyarakatan memikul tugas yang mulia. Jalankan dengan sungguh-sungguh dan sesuai aturan. Perkuat sinergi dengan Polda, Polres, TNI, Brimob, dan mitra lainnya,” tegas Mashudi. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan kapasitas petugas sebagai bagian dari reformasi sistem pemasyarakatan. Dirjenpas turut berkoordinasi dengan Korem Nabire sebagai langkah strategis memperkuat pengamanan di wilayah. Saat ini, kondisi Lapas Nabire telah kembali kondusif. Namun, upaya pengejaran terhadap narapidana yang melarikan diri masih terus dilakukan oleh pihak lapas bersama Polres Nabire. Lapas Nabire saat ini menampung 218 warga binaan dari kapasitas ideal 150 orang, dengan jumlah petugas pengamanan hanya lima orang per regu. Ketimpangan rasio ini menjadi perhatian dalam evaluasi menyeluruh sistem keamanan dan penataan sumber daya di lapas tersebut. (UM)

Bidik-kasusnews.com Nabire, 3 Juni 2025 — Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, melakukan kunjungan langsung ke RSUD Nabire untuk menjenguk tiga petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nabire yang menjadi korban dalam insiden penyerangan oleh warga binaan. Dua dari tiga petugas saat ini dalam masa pemulihan pasca operasi, sementara satu lainnya menjalani perawatan rawat jalan. “Tadi saya sudah mengunjungi satu anggota kami yang sedang menjalani rawat jalan. Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik. Dua lainnya sedang dalam masa pemulihan pasca operasi. Kami pastikan dukungan penuh dari kami untuk mereka yang telah berusaha menjaga keamanan dan ketertiban di lapas,” ujar Mashudi dalam keterangan persnya, Selasa (3/6). Kedua petugas yang menjalani operasi adalah Komandan Jaga dan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban. Keduanya mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam saat mencoba meredam gangguan keamanan yang terjadi sehari sebelumnya di dalam lapas. Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian, Dirjenpas Mashudi turut menyerahkan bantuan dana kepada ketiga petugas tersebut. Bantuan ini merupakan titipan langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebagai wujud perhatian terhadap dedikasi para petugas pemasyarakatan. Dalam kunjungannya, Mashudi juga memfasilitasi komunikasi antara Menteri Agus dan para petugas yang terluka melalui sambungan WhatsApp call. Usai menjenguk korban, Dirjenpas melanjutkan peninjauan ke Lapas Nabire, didampingi Kapolda dan Wakapolda Papua Tengah, Direktur Kepatuhan Internal, serta Direktur Perawatan Kesehatan dari Ditjenpas. “Menjadi petugas pemasyarakatan adalah tugas yang mulia. Laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan aturan. Perkuat terus koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, seperti Polda, Polres, Kodam, Kodim, Brimob, dan mitra lainnya,” tegas Mashudi saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Lapas Nabire. Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan dan penguatan kapasitas bagi seluruh petugas pemasyarakatan agar lebih siap menghadapi situasi darurat. Selain itu, Dirjenpas turut melakukan koordinasi lanjutan dengan berbagai pihak, termasuk mengunjungi Korem Nabire untuk memastikan kondisi keamanan dan stabilitas lapas tetap terjaga. Hingga saat ini, situasi di Lapas Nabire dilaporkan dalam kondisi kondusif. Namun, pencarian terhadap sejumlah narapidana yang sempat melarikan diri masih terus dilakukan oleh petugas lapas bersama Polres Nabire. Lapas Nabire saat ini dihuni oleh 218 warga binaan, melebihi kapasitas ideal sebanyak 150 orang. Dengan jumlah petugas pengamanan hanya lima orang per regu, kondisi ini menunjukkan tantangan besar dalam pengelolaan dan pengamanan lapas.(Wely)

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Semarang, 3 Juni 2025 — Operasi Aman Candi 2025 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah selama hampir tiga pekan resmi berakhir. Operasi ini mencatat hasil signifikan dengan 711 kasus premanisme berhasil diungkap dan 916 tersangka diamankan. Polda Jateng menegaskan, meskipun operasi berakhir, upaya pemberantasan premanisme akan terus berlanjut. Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, mengungkapkan dalam konferensi pers di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, bahwa operasi ini dilakukan secara masif sejak 12 hingga 31 Mei 2025. “Premanisme bukan hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga menjadi penghambat bagi iklim investasi dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, penindakan ini menjadi langkah strategis,” ujarnya. Dari total kasus yang ditangani, 184 di antaranya merupakan Target Operasi (TO), sementara 517 lainnya merupakan kasus Non-TO. Sebanyak 276 kasus langsung diproses melalui penyidikan, sedangkan 435 kasus dilakukan pembinaan terhadap para pelaku. Para tersangka yang diamankan terdiri dari 888 laki-laki dan 28 perempuan. Barang bukti yang berhasil disita mencakup 23 kendaraan roda empat, 65 sepeda motor, 59 telepon genggam, serta 100 senjata tajam. Selain itu, penyidik juga mengidentifikasi keterlibatan 11 organisasi masyarakat (ormas) dalam sejumlah kasus. Beberapa kasus menonjol yang berhasil dibongkar di antaranya: Premanisme berkedok wartawan di Hotel Alam Indah Gombel, Semarang, dengan kerugian Rp12 juta. Pengrusakan fasilitas PT KAI oleh oknum anggota ormas. Tawuran gangster perempuan yang sempat viral di Jalan Kokrosono, Semarang. Dugaan penipuan oleh seorang ketua ormas dan istrinya di Blora, dengan kerugian ratusan juta rupiah. “Meski operasi ini telah selesai, tindakan tegas terhadap segala bentuk premanisme akan terus kami lakukan. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk menciptakan ruang publik yang aman dan kondusif,” tegas Wakapolda. Lebih lanjut, Polda Jateng akan tetap melaksanakan langkah-langkah lanjutan, seperti patroli rutin, penjagaan di lokasi rawan, pengawalan, serta edukasi kepada masyarakat. Penekanan juga diberikan pada kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan partisipasi aktif warga. “Jika masyarakat masih menemui praktik premanisme, jangan ragu untuk segera melaporkan. Dukungan dari masyarakat adalah kunci keberhasilan kami dalam menjaga keamanan Jawa Tengah,” tutup Brigjen Latif.(Wely-jateng) Sumber:humas Polda jateng