A.I.Ridho Ketua Badan Pengawalan dan Pengamanan Ormas Gerakan Rakyat (Dok/Bidik-kasusnews)  Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Sebuah inisiatif baru dari masyarakat sipil resmi diluncurkan untuk memperkuat ketertiban lingkungan di tingkat paling bawah. Melalui konferensi pers di Jakarta, Ketua Badan Keamanan dan Pengawalan (Bakawal), A.I. Ridho, mengumumkan pengukuhan Dewan Pakar serta peluncuran struktur organisasi Bakawal sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas keamanan di DKI Jakarta dan sekitarnya.sabtu(14/6/2025) “Alhamdulillah, hari ini kami resmi mengukuhkan Dewan Pakar Bakawal. Ini bukan hanya pengukuhan struktur, tetapi juga penanda dimulainya komitmen kami dalam mengawal keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat,” ujar Ridho dalam pernyataannya. Bukan Tandingan, Tapi Mitra Strategis Pemerintah Ridho menegaskan bahwa kehadiran Bakawal bukan untuk menggantikan tugas aparat penegak hukum, melainkan sebagai mitra strategis dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. “Kami bukan polisi, bukan tentara. Kami adalah warga yang ingin turut serta menciptakan lingkungan yang tertib dan aman. Kami akan bersinergi dengan pemerintah, Linmas, RT/RW, bahkan hingga ke tingkat kelurahan,” tegasnya. Bakawal berencana membentuk regu keamanan di setiap kelurahan hingga RT/RW, masing-masing terdiri dari 11 personel, untuk membantu pemantauan dan menjaga ketertiban lingkungan, baik siang maupun malam. Revitalisasi Sistem Keamanan Komunitas Salah satu fokus utama Bakawal adalah menghidupkan kembali sistem keamanan berbasis komunitas seperti Poskamling, yang menurut Ridho kini mulai terabaikan. Dengan pendekatan modern dan berbasis organisasi, Bakawal hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengamanan lingkungan yang berkelanjutan dan partisipatif. Selain menjaga lingkungan, Bakawal juga akan berperan sebagai penyambung informasi penting kepada aparat, terutama terkait potensi gangguan keamanan seperti begal atau aktivitas geng motor. Ridho menyebutkan, meski tidak memiliki wewenang menindak, Bakawal akan berfungsi sebagai “mata dan telinga masyarakat” yang proaktif dan bertanggung jawab. Bagian dari Gerakan Rakyat, Bukan Institusi Pemerintah Bakawal merupakan salah satu dari dua unit utama yang dibentuk oleh ormas Gerakan Rakyat, bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana (Bagana). Kendati bukan institusi pemerintah, Ridho menekankan bahwa keberadaan Bakawal memiliki dasar hukum yang sah dan sepenuhnya berada dalam kerangka kontribusi sosial. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa organisasi seperti Bakawal adalah bentuk partisipasi aktif warga negara dalam membangun keamanan sosial. Kami tidak membentuk kekuatan tandingan, melainkan memperkuat kolaborasi antarwarga dan pemerintah,” ujarnya. Optimisme ke Depan Dengan peluncuran ini, Bakawal berkomitmen untuk menjadi elemen positif dalam menjaga harmoni sosial, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap rawan. A.I. Ridho berharap keberadaan Bakawal akan diterima luas oleh masyarakat dan menjadi model kolaboratif antara warga dan pemerintah. “Kami percaya, kekuatan masyarakat adalah fondasi dari ketertiban. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat — inilah semangat kami,” pungkas Ridho. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 — Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menggelar pengarahan khusus kepada jajaran satuan pengamanan dalam rangka memperkuat komitmen terhadap tugas dan fungsi pemasyarakatan. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh ketegasan tersebut, ia menyoroti pentingnya disiplin dan integritas sebagai pondasi utama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai petugas Rutan. “Saya tidak akan mentolerir adanya keterlibatan petugas dalam peredaran narkoba maupun penggunaan handphone secara ilegal. Ini menyangkut harga diri institusi dan keselamatan semua pihak di dalam Rutan,” ujarnya dengan nada serius. Pengarahan ini juga menekankan peran penting komandan jaga sebagai pengendali lapangan. Kepala Rutan meminta agar pengawasan terhadap warga binaan terus ditingkatkan, termasuk melalui pelaporan kontrol keliling secara rutin disertai dokumentasi pagi dan sore hari. Selain itu, upaya penguatan sistem pengamanan juga menjadi fokus, dengan rencana penambahan penerangan dan CCTV di area-area yang dinilai rawan. Tak hanya itu, penempatan petugas di pos penjagaan dan titik-titik strategis akan terus dievaluasi demi memastikan tidak ada celah dalam pengawasan. Kepala Rutan juga memberikan peringatan keras terhadap keterlibatan petugas dalam praktik judi online, sebuah fenomena yang menurutnya bisa merusak fokus dan moral kerja. “Kita adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan nodai itu dengan perilaku menyimpang,” tegasnya. Dengan pengarahan ini, diharapkan seluruh jajaran Rutan Jepara semakin solid, disiplin, dan profesional dalam menjalankan tugasnya, sekaligus membangun iklim kerja yang bersih dan bertanggung jawab.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 — Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan Kelas IIB Jepara pada Sabtu pagi (14/6). Di aula utama, sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya para lansia, tampak duduk rapi menunggu giliran mereka diperiksa oleh tim medis. Bukan sekadar rutinitas, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk memastikan kesehatan para penghuni rutan tetap terjaga. Dengan menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Jepara Kota, pemeriksaan kali ini mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari deteksi penyakit menular seperti tuberkulosis dan ISPA, hingga pemeriksaan penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung. Bagi para WBP lansia, kegiatan ini bukan hanya tentang pemeriksaan fisik. Mereka juga mendapat sesi konseling kesehatan yang berisi edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat, mengelola stres, dan menjaga kondisi tubuh meski berada dalam keterbatasan. “Banyak dari mereka yang tidak menyadari kondisi kesehatannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mereka memahami pentingnya perawatan sejak dini,” ujar dokter umum yang memimpin kegiatan tersebut. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa layanan kesehatan adalah bagian dari hak dasar setiap warga binaan. “Kami tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjamin hak-hak dasar, termasuk hak untuk sehat. Terima kasih kepada Puskesmas Jepara Kota yang telah memberikan perhatian dan pelayanan terbaik,” katanya. Para WBP menyambut kegiatan ini dengan antusias. Salah satu WBP lansia mengaku senang bisa menjalani pemeriksaan menyeluruh. “Biasanya cuma pusing saya tahan saja, sekarang dicek semuanya. Saya merasa lebih diperhatikan,” ucapnya sambil tersenyum. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, pihak Rutan berharap kondisi kesehatan warga binaan bisa terus dipantau, dan berbagai potensi penyakit bisa dicegah lebih awal. Di balik jeruji besi, semangat untuk hidup sehat tetap menyala. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 – Sahabat Difabel (Sadifa) Jepara menyoroti keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kabupaten Jepara. Dilansir dari TribunBanyumas.com, Jumat (13/6/2025), Sekretaris Sadifa Jepara, Aswin Helmi Arditianto, mengungkapkan bahwa Jepara sangat membutuhkan tambahan Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) difabel. Aswin menyebut, hingga saat ini Jepara hanya memiliki satu SLB negeri yang berlokasi di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan. Lokasi tersebut dianggap kurang strategis karena sulit dijangkau oleh anak-anak difabel yang tinggal di wilayah terpencil atau jauh dari pusat kota. > “SLB Jepara hanya ada satu, orangtua merasa kasihan karena harus mengantar anaknya ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh. Apalagi ketika musim hujan, kasihan yang tidak punya mobil,” ujar Aswin.dikutip dari tribunbanyumas.com 13/6/2025 Selain persoalan jarak, minimnya akses transportasi juga menjadi kendala utama yang menyebabkan banyak ABK di Jepara terpaksa tidak bersekolah. Sadifa pun mendorong adanya pendirian SLB negeri baru di wilayah utara dan timur Jepara. Di wilayah utara, Aswin mengusulkan agar SLB dibangun di Kecamatan Kembang atau Bangsri, agar bisa melayani ABK dari Kecamatan Keling dan Donorojo. > “Minimal, dibuatkan SLB di daerah utara, biar teman-teman berkebutuhan khusus juga tidak terkendala jarak,” jelas Aswin. Lebih lanjut, Aswin juga menekankan pentingnya kehadiran SLB di wilayah timur dan selatan Jepara, seperti Pecangaan, Kalinyamatan, Mayong, dan Welahan. Dengan demikian, anak-anak difabel dari kawasan tersebut tidak perlu lagi menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk bersekolah. Selain faktor jarak dan fasilitas, ia juga menyoroti tantangan bagi orangtua ABK. Sebab dalam sistem pendidikan ABK, umumnya anak harus didampingi langsung oleh orangtua selama proses belajar mengajar. Hal ini menyulitkan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan waktu atau harus bekerja. Sadifa berharap pemerintah daerah segera merespons kebutuhan ini, demi memberikan akses pendidikan yang merata dan adil bagi seluruh anak di Jepara, tanpa terkecuali.(Wely-jateng)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Hj. Nabilah Aboebakar Alhabsyi, M.Si Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta bersama Relawan SABIL (Sahabat Nabilah) Ciganjur, ketua DPRA PKS Ciganjur dan Tokoh Masyarakat Ciganjur turut menyaksikan Pemotongan Hewan Qurban berupa 1 Ekor Sapi yg berasal dari Qurban sunnah Hj. Nabilah Aboebakar Alhabsyi, M.Si. Pemotongan dilaksanakan di Ciganjur dan hasil qurban akan di bagikan utk warga Ciganjur di Jakarta Selatan. Kakak Hj. Nabilah Aboebakar Alhabsyi menyampaikan bahwa Tahun ini 2025, beliau turut berkurban sebanyak 5 ekor sapi dan 35 ekor kambing yg di sebar ke seluruh kelurahan di Dapil 8 Se Jakarta Selatan. “Alhamdulillah, Relawan Kak Hj. Nabilah dan Struktur PKS di dapil 8 Jakarta Selatan dari wilayah kecamatan Tebet, Pancoran, Jagakarsa, Mampang Prapatan dan Pasar Minggu dapat berqurban kambing maupun sapi. Sesuai dari arahan pimpinan kami di DPP PKS, seluruh Aleg untuk turut serta menyemarakkan 2.3 Juta paket PKS berbagi Qurban Se- Indonesia. “Sebagai Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta saya turut menjalankan Program DPP PKS untuk tebar paket hewan Qurban kepada masyarakat di Dapil kami masing-masing.” ujar Nabilah di sela-sela Pemotongan Hewan Qurban di Ciganjur. Nabilah bertekad di tahun mendatang 1447 H / 2026 insyaAllah bila umur kita panjang dan sehat selalu, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan bakti kita pada masyarakat dan warga Jakarta Selatan khususnya di Dapil 8 Jakarta Selatan.(Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan (FKLMK) Tingkat Provinsi DKI Jakarta menggelar audiensi strategis dengan Ketua DPRD DKI Jakarta, Drs. H. Khoirudin, M.Si, di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh dialog konstruktif, FKLMK menyampaikan sederet aspirasi dan usulan penting mewakili 2.713 anggota LMK se-DKI Jakarta.(13/6/2025) Dipimpin langsung oleh Ketua Umum FKLMK DKI Jakarta, Dwi Hartanti, S.Sos., M.M., audiensi ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus FKLMK tingkat provinsi serta perwakilan FKLMK dari seluruh kecamatan di DKI Jakarta. “Kami membawa suara dan harapan dari ribuan anggota LMK yang selama ini menjadi garda depan musyawarah pembangunan di tingkat kelurahan. Pertemuan ini sangat baik dan penuh rasa kekeluargaan,” ujar Dwi Hartanti. Enam Aspirasi Utama FKLMK Dalam pertemuan tersebut, FKLMK menyampaikan enam poin penting yang menjadi perhatian dan tuntutan utama para anggota LMK, yakni: Kenaikan Biaya Operasional (OP): Penyesuaian dana operasional agar sebanding dengan beban tugas LMK di lapangan. Anggaran Kesekretariatan Setara: Usulan penghapusan frasa “paling banyak” dalam Pergub No. 119 Tahun 2018, guna menyamaratakan dana kesekretariatan menjadi Rp 3 juta per bulan untuk tiap LMK. Nomenklatur LMK: Permohonan pembentukan nomenklatur resmi untuk memperkuat dasar hukum keberadaan dan penganggaran LMK. BPJS Ketenagakerjaan: Permintaan agar iuran jaminan sosial anggota LMK dapat ditanggung Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk perlindungan sosial. Penguatan Kelembagaan LMK: Peningkatan kapasitas dan eksistensi LMK sebagai mitra strategis pemerintah di kelurahan. Transparansi Anggaran: Keluhan terkait ketidakterlibatan LMK dalam pembahasan anggaran kelurahan yang perlu ditindaklanjuti. Respon Positif Ketua DPRD DKI Jakarta Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Ketua DPRD DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti secara konkret seluruh masukan yang diberikan FKLMK. “Peran LMK sangat strategis. Mereka adalah mitra penting bagi pemerintah dalam menjaring dan menyampaikan aspirasi warga di tingkat kelurahan. Usulan ini sangat relevan dan layak ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis lintas instansi,” tegas Khoirudin. Sebagai bentuk keseriusan, DPRD DKI Jakarta akan menggelar pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada: Hari/Tanggal: Kamis, 19 Juni 2025 Pukul: 13.00 WIB Tempat: Ruang Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Agenda: Pembahasan lanjutan aspirasi FKLMK Pihak yang Akan Hadir dalam Pertemuan Teknis: FKLMK DKI Jakarta Asisten Pemerintahan (Aspem) & Biro Pemerintahan Pemprov DKI Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tim Protokoler Gubernur DKI Jakarta Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta Diharapkan, pertemuan lanjutan ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat kelembagaan dan kesejahteraan anggota LMK, sekaligus memastikan peran LMK terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta dari tingkat paling bawah.(Agus)

Kepulauan Seribu, Bidik-kasusnews.com — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, melaksanakan kunjungan kerja intensif ke sembilan pulau di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu selama dua hari, 11–12 Juni 2025. Dalam kunjungannya, Senator Jakarta ini fokus menjaring aspirasi masyarakat, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kepulauan Seribu adalah beranda depan Jakarta. Hak-hak dasar masyarakat di sini harus terpenuhi dengan kualitas yang setara dengan wilayah lain, mulai dari pendidikan, kesehatan, air bersih, transportasi, energi hingga pangan,” ujar Fahira di Pulau Pramuka (12/6). Fahira menilai, meski sejumlah kemajuan telah dirasakan warga, tantangan terkait infrastruktur air bersih masih perlu perhatian serius. Ia mendukung kelanjutan subsidi air bersih dan pembangunan sistem distribusi yang merata di seluruh pulau berpenduduk. Dalam konteks Program MBG, Fahira mendorong perluasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke lebih banyak pulau. Menurutnya, keberadaan dapur SPPG di berbagai titik akan mempercepat dan mempermudah distribusi makanan bergizi, mengingat kondisi geografis Kepulauan Seribu yang tersebar dan memiliki akses logistik yang menantang. “Jika dapur gizi tersebar di lebih banyak pulau, distribusi makanan akan lebih efisien dan manfaatnya bisa dirasakan lebih merata,” jelas Fahira. Lebih jauh, ia mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam pengadaan dan pengolahan makanan bergizi sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun kemandirian pangan dan ekonomi lokal. Pelibatan UMKM, menurutnya, juga akan menjadikan program MBG sebagai penggerak roda ekonomi berbasis komunitas. “Dengan pelatihan yang tepat dan dukungan pembiayaan, UMKM di Kepulauan Seribu bisa menjadi tulang punggung penyediaan makanan bergizi sekaligus menciptakan lapangan kerja,” tambahnya. Sebagai bagian dari kunjungan kerja, Fahira juga menyerahkan 1.000 kotak susu UHT dan biskuit bergizi kepada pelajar dari jenjang PAUD hingga SMP, serta piagam penghargaan kepada para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Fahira Idris optimistis, dengan kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan, Kepulauan Seribu mampu menjadi model nasional pelaksanaan MBG berbasis partisipasi komunitas, yang tidak hanya memperbaiki status gizi anak tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Adapun sembilan pulau yang dikunjungi dalam kunjungan kerja ini antara lain: Pulau Kelapa, Harapan, Tidung, Payung, Panggang, Pramuka, Pari, Lancang, dan Untung Jawa. Fahira menegaskan, dengan potensi alam yang kaya dan semangat warganya, Kepulauan Seribu berpeluang menjadi salah satu wilayah kepulauan paling maju di Indonesia. (Agus)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus pencurian emas batangan dan uang tunai yang terjadi di Desa Gebang Ilir, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Petugas mengamankan pelaku berinisial JM (42) yang merupakan tetangga dari korban. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, JM melakukan aksi pencurian tersebut pada Rabu (4/5/2025) kira-kira pukul 09.00 WIB. Namun, korban baru mengetahui emas batangan miliknya hilang dicuri keesokan harinya pada Kamis (5/5/2025). “Pelaku diduga melakukan perbuatannya dengan cara menggunakan kunci rumah korban yang disimpan di tiang depan rumah lalu masuk melalui pintu kemudian ke kamar untuk mencari barang namun tidak menemukan apapun,” katanya, Jumat (13/6/2025). Ia mengatakan, akhirnya tersangka pun masuk ke tempat kerja korban dan mencongkel meja kerja yang terdapat di ruangan tersebut menggunakan obeng yang tersimpan di meja. Tersangka pun langsung mengambil 2 buah emas batang dengan berat masing-masing 100 gram dan uang tunai Rp 500 ribu. Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 401.700.000. Pihaknya pun turut mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku. Diantaranya satu buah emas batangan seberat 100 gram, uang tunai sebesar Rp 18,4 juta yang merupakan sisa hasil penjualan satu batang emas, 2 unit Handphone, 1 kotak cincin batu akik, dan obeng. “Saat ini, tersangka dan seluruh barang bukti tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Gebang. Akibat perbuatannya, tersangka juga dijerat Pasal 362 KUHP dan diancam hukuman maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya. (Asep.R)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 16 Juni 2025 — Wujud solidaritas dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh keluarga besar PAC Squad Nusantara Bangsri dengan mengadakan kegiatan penjengukan terhadap salah satu anggotanya yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa malam, pukul 18.30 WIB, bertempat di Rumah Sakit Islam Ngasirah, Jepara. Anggota yang dijenguk diketahui bernama Dayu, warga Desa Bondo RT 2 RW 3, yang tengah menjalani perawatan intensif akibat kecelakaan yang dialaminya. Dalam kesempatan itu, Ketua PAC Bangsri, Bapak Gayor, memimpin langsung rombongan kunjungan. Beliau turut didampingi sejumlah anggota PAC Bangsri serta perwakilan dari Srikandi DPC Squad Nusantara Jepara. Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan rasa kekeluargaan antaranggota Squad Nusantara. Selain memberi semangat dan doa, para anggota juga membawa bingkisan sebagai tanda perhatian dan dukungan moril. “Kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan agar ikatan kekeluargaan dalam Squad Nusantara semakin kuat. Kami hadir bukan hanya saat senang, tapi juga saat saudara kami sedang diuji,” ujar Ketua PAC Bangsri, Pak Gayor. Semangat gotong royong dan kekompakan yang ditunjukkan PAC Bangsri mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan pihak rumah sakit. Kegiatan ini juga menjadi teladan bagi organisasi lain dalam membangun rasa empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.(Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com Jakarta, 12 Juni 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukkan komitmen dalam memulihkan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi. Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), KPK sukses menggelar lelang serentak di 14 kota pada 11–12 Juni 2025, dengan nilai penjualan mencapai Rp24,86 miliar. Lelang ini dilaksanakan secara daring melalui situs resmi lelang.go.id. Dari total 82 lot barang rampasan yang ditawarkan, 39 lot barang bergerak laku terjual senilai Rp732 juta, sedangkan 7 lot barang tidak bergerak menyumbang Rp24,1 miliar. Persaingan Ketat di Dunia Maya Meskipun dilakukan secara online, antusiasme peserta tetap tinggi. Di KPKNL Jakarta III, suasana lelang berlangsung sengit dengan sesi open bidding yang dipandu langsung oleh pejabat lelang dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu dan disaksikan perwakilan KPK. “Saya melihat peserta sangat luar biasa antusias. Bahkan, ada barang yang diperebutkan oleh lebih dari 20 peserta, dan penawaran masih berlangsung hingga detik-detik terakhir,” ungkap Mungki Hadipratikto, Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK. Barang Unik Laku dengan Harga Fantastis Sejumlah barang mencatat harga jual mengejutkan. Kemeja sutera yang dibuka seharga Rp5.700 laku hingga Rp5,67 juta. Mobil VW Caravelle yang dibuka Rp17,9 juta, terjual hingga Rp123,9 juta. Barang-barang mewah lainnya seperti tas Louis Vuitton, sepeda motor Triumph, dan sepeda lipat Brompton juga laku keras setelah sebelumnya gagal terjual. “Contohnya sepeda motor perkara Rafael Alun, alhamdulillah laku juga. Begitu juga mobil VW dan tas LV. Semuanya akhirnya terjual. Ini capaian luar biasa,” ujar Mungki. Lonjakan Peserta Lelang hingga 300 Persen Fungsional Pelelang Ahli Muda KPKNL Jakarta III, Muhammad Firmansyah, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap lelang meningkat tajam. Verifikasi KTP peserta naik dari sekitar 800 menjadi lebih dari 1.700. Di Jakarta saja, lebih dari 300 peserta ikut serta dalam lelang berbagai jenis barang rampasan. “Beberapa barang bahkan laku 200–300 persen di atas harga limit, menandakan sistem lelang daring tetap kompetitif,” jelasnya. Kinerja Pemulihan Aset Meningkat Sejak awal tahun 2025, KPK telah menyetorkan lebih dari Rp53 miliar ke kas negara, termasuk dari hasil lelang dan denda wanprestasi. Program lelang ini menjadi bukti nyata bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya berhenti pada vonis hukum, tetapi juga menyasar pemulihan keuangan negara secara konkret. “Dengan mengikuti lelang ini, masyarakat turut membantu negara. Ini bukan hanya tentang membeli barang dengan harga murah, tapi juga kontribusi nyata terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” tutup Mungki. Informasi lengkap dan daftar lelang bisa diakses melalui situs resmi www.kpk.go.id dan media sosial @official.kpk serta @lelangkpkofficial.(Wely-jateng) Sumber:kpk.go.id