SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Insiden perkelahian yang melibatkan sejumlah siswa kelas 9 di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan dari pihak orang tua siswa. Selain dugaan pengeroyokan yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Kamis (7/5/2026), keterlambatan komunikasi dari pihak sekolah turut memicu kekecewaan keluarga korban. Informasi yang dihimpun menyebutkan, orang tua korban pertama kali mengetahui kejadian tersebut bukan dari pihak sekolah, melainkan dari kabar yang beredar di lingkungan warga dan media sosial Facebook. Pihak keluarga mengaku baru mendapat penjelasan setelah mendatangi sekolah secara langsung pada Sabtu (9/5/2026). Situasi tersebut membuat keluarga korban merasa kecewa karena pihak sekolah dinilai tidak segera menyampaikan informasi resmi kepada orang tua siswa, Komite Kelas maupun Komite Sekolah sesaat setelah kejadian terjadi. Akibatnya, keluarga korban berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Di sisi lain, pihak sekolah disebut telah mengirimkan surat panggilan kepada orang tua siswa yang terlibat untuk melakukan musyawarah bersama. Sekolah juga dikabarkan mengakui adanya kekurangan dalam penyampaian informasi kepada wali murid dan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi internal. Wakil Bidang Pembinaan Peserta Didik sekolah setempat, Purwanti, menjelaskan bahwa perkelahian terjadi di dalam lingkungan sekolah dan sempat menimbulkan kepanikan di kelas. “Korban sempat dicekik saat perkelahian berlangsung. Beruntung teman-teman siswa dan guru dari kelas lain segera melerai,” ujar Purwanti. Ia menambahkan, guru yang berada di kelas saat kejadian tidak dapat langsung menangani situasi karena tengah dalam kondisi hamil dan merasa khawatir menghadapi keributan tersebut. Sementara itu, kepala sekolah belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ketua Komite Sekolah, Ibrohim, mengatakan pihaknya akan berupaya memfasilitasi penyelesaian masalah secara musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait. “Kami akan mengadakan pertemuan bersama orang tua siswa yang terlibat agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik dan tetap mengedepankan kepentingan anak-anak,” katanya. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya respons cepat, keterbukaan informasi, serta koordinasi antara sekolah dan orang tua dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan pendidikan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komisi II DPRD Kota Sukabumi menegaskan komitmennya mengawal optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengawasan langsung terhadap sektor pajak restoran dan hotel. Langkah itu mencuat dalam rapat bersama sejumlah mitra kerja yang digelar Jumat (8/5/2026). Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, H. Muchendra, mengatakan pihaknya memberi perhatian serius terhadap capaian PAD Kota Sukabumi pada kuartal pertama tahun 2026, khususnya dari sektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) restoran. Menurutnya, capaian pajak restoran dinilai belum mencerminkan potensi usaha yang sebenarnya di lapangan. Karena itu, Komisi II akan melakukan pendampingan bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) melalui uji petik langsung ke sejumlah rumah makan besar. “Kami ingin memastikan kesesuaian antara omzet usaha dengan laporan pajak yang disampaikan. Minggu depan kami akan turun langsung ke lapangan,” ujar Muchendra. Ia menjelaskan, pengawasan akan dilakukan dengan membagi dua tim yang memantau aktivitas usaha sejak pagi hingga rumah makan tutup. Langkah itu dilakukan untuk melihat secara riil potensi penerimaan pajak daerah. Menurutnya, pajak restoran sebesar 10 persen yang dibayarkan masyarakat seharusnya seluruhnya disetorkan kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku. “Jangan sampai masyarakat sudah membayar pajak, tetapi yang dilaporkan justru tidak sesuai dengan omzet sebenarnya,” katanya. Setelah sektor restoran, Komisi II juga akan melakukan pengawasan terhadap sektor perhotelan yang dinilai memiliki potensi besar terhadap peningkatan PAD Kota Sukabumi. Selain PBJT, DPRD turut menyoroti pengawasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Muchendra menilai sistem transaksi yang masih mengacu pada nilai pelaporan rawan dimanipulasi sehingga perlu pengawasan lebih ketat. “Kami akan mendampingi BPKPD sampai ke notaris untuk memastikan transaksi berjalan sesuai aturan,” tegasnya. Dalam rapat tersebut, Komisi II juga meminta penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang terkait pengalihan anggaran pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum senilai Rp12,2 miliar yang disebut dialihkan ke program pembangunan jalan. DPRD meminta rincian kegiatan penerima pengalihan anggaran tersebut agar proses perencanaan dan penggunaan anggaran tetap transparan. Sementara kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Komisi II mempertanyakan kontribusi Gedung Dekranasda terhadap peningkatan PAD. DPRD ingin memastikan setiap fasilitas daerah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Tak hanya itu, DPRD juga menyoroti minimnya anggaran pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, terutama untuk program pembibitan dan pengembangan benih ikan yang dinilai penting bagi penguatan sektor pangan daerah. Di akhir rapat, Komisi II mengingatkan seluruh perangkat daerah agar pelaksanaan program pembangunan tetap mengacu pada prioritas dalam RPJMD Kota Sukabumi. “Program yang sudah tertuang dalam RPJMD harus menjadi prioritas utama pembangunan,” pungkas Muchendra. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komisi II DPRD Kota Sukabumi mengingatkan pemerintah daerah agar lebih serius melakukan pengawasan terhadap potensi kebocoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya dari sektor restoran dan rumah makan. Karena keduanya dinilai memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kritikan tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Melan Maulana, usai rapat kerja bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Jumat malam (08/05/2026). Menurut Melan, masyarakat selama ini telah memenuhi kewajiban membayar pajak 10 persen saat bertransaksi di restoran atau rumah makan. Karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh pajak yang dipungut benar-benar masuk ke kas daerah. “Jangan sampai masyarakat sudah membayar pajak, tetapi pajak tersebut tidak disetorkan sebagaimana mestinya. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya. Ia menilai pengawasan terhadap pemungutan PBJT perlu diperkuat agar tidak terjadi kebocoran yang dapat merugikan daerah. Selain itu, DPRD juga meminta seluruh aparatur terkait lebih optimal menggali potensi PAD yang selama ini belum maksimal. Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD menemukan masih banyak potensi penerimaan daerah yang belum tergarap secara optimal, baik karena faktor teknis maupun lemahnya pengawasan di lapangan. “Setelah kita dalami bersama, ternyata masih banyak peluang peningkatan PAD yang belum dimaksimalkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara legislatif dan eksekutif,” katanya. Melan menyebut, berdasarkan hitungan sementara pihaknya, optimalisasi sektor PBJT berpotensi menambah PAD Kota Sukabumi hingga sekitar Rp80 miliar per tahun. Menurutnya, angka tersebut sangat signifikan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan maupun peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Sukabumi. “Kalau potensi ini bisa dimaksimalkan, tentu dampaknya akan sangat besar untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penataan dan pengamanan kawasan Lapang Merdeka Kota Sukabumi dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga fungsi ruang publik agar tetap nyaman, tertib, dan representatif bagi masyarakat. Kehadiran petugas satuan pengamanan (satpam) di area tersebut disebut mulai membawa perubahan positif terhadap aktivitas warga yang memanfaatkan Lapang Merdeka sebagai pusat olahraga dan rekreasi. Anggota DPRD Kota Sukabumi, Sahat Simangunsong, menilai Lapang Merdeka memiliki posisi penting bagi masyarakat karena menjadi ruang terbuka yang digunakan berbagai kalangan setiap hari. “Lapang Merdeka ini rumah terbuka bagi masyarakat dan juga wajah Kota Sukabumi. Karena itu kenyamanan, kebersihan, dan ketertibannya harus dijaga bersama,” ujarnya, Jumat (8/5/2026). Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Sukabumi menempatkan petugas keamanan merupakan bentuk respons terhadap harapan masyarakat yang menginginkan fasilitas publik lebih tertata dan nyaman digunakan. Ia mengatakan, keberadaan satpam bukan untuk membatasi aktivitas warga, melainkan memastikan fungsi Lapang Merdeka tetap berjalan sesuai peruntukannya sebagai ruang olahraga dan ruang interaksi masyarakat. “Tujuannya agar masyarakat yang datang untuk olahraga maupun beraktivitas di sana merasa aman dan nyaman,” katanya. Sahat menilai, sejak dilakukan penataan dan pengawasan, kondisi kawasan Lapang Merdeka mulai terlihat lebih tertib. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan pun dinilai perlahan meningkat karena adanya pengawasan dan imbauan langsung dari petugas. Menurutnya, ruang publik yang baik tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut merawat dan menjaga lingkungan bersama. “Kalau masyarakat sama-sama memiliki rasa memiliki, tentu Lapang Merdeka akan tetap menjadi tempat yang nyaman untuk semua,” ungkapnya. Ia berharap para petugas keamanan dapat terus menjalankan tugas secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat, sekaligus aktif memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga fasilitas umum. “Lapang Merdeka ini milik masyarakat Kota Sukabumi. Jadi harus dijaga bersama agar tetap menjadi ruang publik yang bersih, sehat, dan membanggakan,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang dirangkaikan dengan penggeledahan kamar hunian, sosialisasi bahaya narkoba, serta pelaksanaan test urine bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (08/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Serbaguna Lapas Kelas IIB Sukabumi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-150 tanggal 6 Mei 2026. Isinya tentang Instruksi Pelaksanaan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Apel dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., dan dihadiri unsur TNI, Polri, serta BNNK Sukabumi sebagai bentuk sinergi penguatan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan dan penandatanganan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang diikuti seluruh pejabat manajerial, pegawai, hingga peserta magang di lingkungan Lapas Sukabumi. Dalam amanatnya, Kalapas Sukabumi Budi Hardiono menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen moral dan institusi dalam menjaga integritas serta marwah organisasi pemasyarakatan. “Tidak ada toleransi terhadap keterlibatan petugas maupun warga binaan dalam peredaran handphone ilegal, narkoba, maupun praktik penipuan di dalam Lapas. Integritas adalah harga mati dan seluruh petugas harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penggeledahan kamar hunian bersama unsur TNI, Polri, dan BNNK Sukabumi sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan handphone ilegal maupun narkoba di kamar hunian warga binaan. Namun demikian, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang seperti gunting, korek api gas, botol kaca, alat pencukur, tali kain, serta barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Seluruh barang tersebut langsung didata dan diamankan sesuai prosedur yang berlaku. Selain razia kamar hunian, BNNK Sukabumi juga memberikan sosialisasi bahaya narkoba kepada petugas dan warga binaan guna meningkatkan pemahaman terkait dampak negatif penyalahgunaan narkotika. Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Pertama sekaligus Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sukabumi, Erza Nur Afrilia, S.K.M. Sebagai bentuk penguatan komitmen Zero HALINAR, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan test urine terhadap 20 petugas dan 30 warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Budi Hardiono menegaskan, sinergi bersama aparat penegak hukum akan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berintegritas. “Hari ini kami bersama unsur TNI, Polri, dan BNNK melaksanakan penggeledahan kamar hunian warga binaan, sosialisasi bahaya narkotika, serta test urine bagi petugas dan warga binaan,” ujarnya. Hal ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, 21 Perintah Harian Dirjen Pemasyarakatan, serta penguatan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang pria muda dalam kondisi meninggal dunia di dalam sebuah minimarket pada Jumat (8/5/2026) pagi. Korban diketahui bernama Andiansyah (24), warga Kampung Cihaur RT 07/05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon. Korban sehari-hari bekerja sebagai karyawan minimarket tersebut. Peristiwa itu terjadi di sebuah gerai Alfamart yang berada di Kampung Panyaguan RT 001/001, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban masuk kerja seperti biasa pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah aktivitas toko selesai, korban bersama rekannya, Ismail Mardiansyah (22), beristirahat di dalam minimarket. Namun pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB, saksi mencari korban karena tidak berada di tempat istirahatnya. Saat dilakukan pengecekan ke area dalam toko, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dekat rolling door minimarket. Korban ditemukan dengan tali rapia plastik berwarna coklat yang terlilit di leher dan terikat pada bagian atas rolling door. Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya ke Polsek Kalibunder. Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Kalibunder kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi jasad korban, serta pemeriksaan awal. Kapolsek Kalibunder, Dodi Irawan, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari masyarakat. “Setelah menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan di TKP bersama tim medis,” ujarnya. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. (Dicky)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rasa kepedulian dan solidaritas ditunjukkan oleh Srikandi SQUAD NUSANTARA DPC Jepara dengan menyalurkan santunan kepada keluarga almarhum Bapak Kusno, Ketua PAC SQUAD NUSANTARA Kecamatan Kembang.   Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi DPC Jepara, Ibu Riana Shofa, bersama jajaran pengurus pada Rabu (06/05/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di rumah duka almarhum.   Santunan diterima langsung oleh istri almarhum sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari keluarga besar SQUAD NUSANTARA kepada keluarga yang tengah berduka.   Dalam kesempatan itu, Ibu Riana Shofa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kebersamaan serta kepedulian antaranggota organisasi. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga almarhum. “Kami keluarga besar SQUAD NUSANTARA turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Kusno. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.   Selain menyerahkan santunan, rombongan Srikandi SQUAD NUSANTARA DPC Jepara juga memanjatkan doa bersama untuk almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.   Suasana penuh haru dan kekeluargaan terasa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran jajaran Srikandi menjadi bukti bahwa solidaritas dan rasa persaudaraan dalam organisasi terus terjaga dengan baik.(Wely)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Wihdatul Ummah di Asrama Haji Pusbangdai Cikembang, Kabupaten Sukabumi, Kamis pagi (7/5/2026). Menjelang pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah, para calon jamaah haji Kloter 13 asal Kabupaten Sukabumi mendapatkan pembekalan spiritual dari Ustadz Badrudin Abu Rusydi. Dalam arahannya, Pelaksana Pengadministrasian Perkantoran pada Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi itu mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan rohani selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, ada tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan setiap jamaah, yakni syukur, sabar, dan tawakal. “Kesempatan menunaikan ibadah haji adalah nikmat luar biasa dari Allah SWT. Karena itu jamaah harus selalu bersyukur, bersabar menghadapi berbagai situasi selama di Tanah Suci, dan menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh tawakal,” ujar Ustadz Badrudin di hadapan jamaah. Ia juga mengajak seluruh calon jamaah untuk menjaga sikap, akhlak, serta kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah haji agar perjalanan berlangsung lancar dan memperoleh predikat haji mabrur. Setelah pengarahan berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Subuh berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Badrudin Abu Rusydi. Para jamaah tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Pembekalan keagamaan tersebut menjadi bagian dari proses persiapan keberangkatan jamaah haji Kabupaten Sukabumi, sebagai upaya memperkuat kesiapan spiritual selain administrasi dan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar pembinaan rohani bagi aparatur melalui kegiatan Majlis Taklim yang berlangsung di Mushola Al-Badr Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pegawai dan para kepala bagian sebagai bagian dari penguatan mental serta spiritual aparatur. Dalam kesempatan itu, KH. Iwan Setiawan menyampaikan tausiyah bertema Muhasabah dan Muraqabah. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya evaluasi diri serta menjaga kesadaran bahwa setiap tugas dan tanggung jawab harus dijalankan dengan penuh kejujuran dan amanah. Menurutnya, aparatur pemerintahan tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga harus memiliki akhlak dan nilai moral yang kuat. Dengan muhasabah, pegawai diajak untuk terus memperbaiki sikap dan kinerja, sedangkan muraqabah menjadi pengingat agar setiap pekerjaan dilakukan secara bertanggung jawab. “Ketika seseorang merasa selalu diawasi Allah SWT, maka ia akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan menjalankan pekerjaannya,” ujarnya di hadapan peserta majlis ta’lim. Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan tersebut rutin dilaksanakan sebagai upaya membangun budaya kerja yang positif di lingkungan Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi. Ia menilai penguatan spiritual memiliki peran penting dalam menciptakan aparatur yang disiplin, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Selain menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta kebersamaan antarpegawai. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan khidmat hingga akhir acara. Melalui kegiatan tersebut, Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi berharap nilai-nilai religius dapat terus tertanam dalam keseharian aparatur, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Surade kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali pasangan muda dengan pemahaman menyeluruh sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Bimbingan diikuti para calon pengantin dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya BKKBN, Puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Daldduk), serta Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar). Kepala KUA Kecamatan Surade, Drs. H. Solihin Mansur, M.Ag., mengatakan pernikahan bukan hanya sebatas seremoni, tetapi merupakan ibadah sekaligus pondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab. Menurutnya, pasangan suami istri harus memahami hak dan kewajiban masing-masing serta mampu menjaga komunikasi yang baik agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting. Perwakilan BKKBN memaparkan pentingnya perencanaan keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, hingga pencegahan stunting sejak dini. Sementara itu, pihak Puskesmas memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi, kesiapan fisik dan mental menjelang pernikahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin. Dari sisi administrasi, Daldduk menjelaskan tata cara pencatatan pernikahan dan kelengkapan dokumen kependudukan yang harus dimiliki pasangan. Sedangkan Motekar memberikan motivasi serta berbagi pengalaman mengenai cara menjaga keharmonisan rumah tangga dan memperkuat ketahanan keluarga di lingkungan masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan rumah tangga dan persiapan pernikahan. Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Surade berharap para calon pengantin memiliki kesiapan bukan hanya secara administrasi, tetapi juga secara mental, spiritual, dan sosial dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. (Dicky)