Bidik-kasusnews.com,Jakarta Ini Baru Heboh, Presiden Prabowo Langsung Memerintahkan Agar Seluruh Tambang Ilegal Se Indonesia Di Tutup. Salah Satu Langkah dilakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur Membuat Aduan Online. Diketahui Pemerintah Pusat mendorong langkah tegas, dan di Kalimantan Timur, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung menindaklanjuti dengan membuka layanan hotline pengaduan untuk masyarakat. Informasi ini disampaikan Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, melalui Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Kaltim, Achmad Prannata, pada Jumat (25/04/2025). Achmad Prannata, atau yang akrab disapa Nata, menjelaskan, hotline ini dibuka sebagai respon cepat terhadap keresahan masyarakat terkait dampak kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal. Laporan bisa dikirimkan langsung ke nomor 0851-8337-5390. “Ini bentuk keterbukaan kami kepada masyarakat. Setiap aktivitas pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan harus segera kami ketahui dan ditindaklanjuti,” tegasnya. Hotline ini terbuka bagi seluruh warga Kaltim yang mengetahui atau melihat langsung aktivitas tambang ilegal, baik di kawasan hutan lindung, ruang terbuka hijau, maupun area penggunaan lain yang dilindungi. Achmad menambahkan, setiap laporan yang masuk akan diverifikasi oleh tim ESDM Kaltim. Bila ditemukan indikasi pelanggaran, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk penindakan. “Masyarakat jangan takut melapor. Identitas pelapor kami jamin aman. Yang penting ada data pendukung seperti foto, video, dan lokasi yang jelas,” imbuhnya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum terhadap tambang ilegal yang selama ini beroperasi sembunyi-sembunyi. ESDM Kaltim berharap, dengan adanya hotline ini, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memberantas tambang ilegal bisa lebih kuat, cepat, dan efektif. Wartawan Basori
Bidik-kasusnews.com,Ketapang Kalimantan Barat Aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, semakin tidak terkendali. Investigasi terbaru mengungkapkan bahwa praktik tambang liar ini berlangsung secara sistematis dan terbuka, namun tidak dibarengi dengan upaya penindakan yang tegas dari aparat penegak hukum.Sabtu 3 Mei 2025. Tim wartawan menemukan aktivitas tambang ilegal berskala besar di daerah Lubuk Toman, Kilometer 26. Di lokasi tersebut tampak sejumlah alat berat dan dompeng (alat tambang tradisional), serta informasi terbuka mengenai biaya dan persyaratan menambang. Fakta ini mengindikasikan bahwa praktik tambang ilegal telah dijalankan dengan tata kelola tersendiri, meski berada di luar koridor hukum. Sejumlah warga menyatakan bahwa aktivitas tersebut telah berlangsung dalam jangka waktu lama dan menyebabkan kerusakan lingkungan serius. “Air sungai jadi keruh, tanah rusak, kebun kami tak lagi produktif. Tapi tidak ada tindakan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Lebih memprihatinkan, setiap kali aparat dari Polres Ketapang turun ke lokasi, para pelaku dan peralatannya selalu sudah lebih dulu menghilang. Masyarakat menduga kuat adanya kebocoran informasi yang rutin terjadi menjelang razia. “Sudah jadi rahasia umum. Kalau aparat mau datang, para penambang pasti sudah tahu,” ujar warga lainnya. Berdasarkan dokumen investigasi, tercatat sedikitnya 20 pemilik alat berat dan dompeng yang beroperasi di wilayah tersebut, di antaranya: To – 2 dompeng, unit HITACHI (pengurus: YU) Ms – 2 dompeng, unit SANY H01 Sy – 1 dompeng, unit SUMITOMO Sy (untuk Hr) – 2 dompeng, unit HITACHI Hn (via Ri) – 1 puso, unit SUMITOMO Hn (via Ar) – 3 dompeng, unit SUMITOMO Ah (via Gdn) – 3 dompeng, unit CAT dan setidaknya 12 nama lainnya. Saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/5/25), Kapolres Ketapang menyampaikan bahwa pengecekan telah dilakukan dan tidak ditemukan aktivitas tambang. “Hanya ada exzavator rusak yang sudah lama ditinggalkan,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan hasil investigasi dan data yang dihimpun di lapangan. Hal ini semakin memperkuat dugaan lemahnya penegakan hukum di daerah tersebut. Sementara itu, data dari Kejaksaan Negeri Ketapang mencatat hanya empat kasus tambang ilegal yang berhasil diproses ke meja hijau sepanjang tahun ini—jumlah yang sangat kecil dibanding skala praktik ilegal yang terjadi. Aktivitas tambang emas ilegal di Ketapang tidak hanya merusak lingkungan dan mengganggu mata pencaharian warga, tetapi juga mencederai wibawa hukum. Dugaan kebocoran informasi dan tidak maksimalnya penindakan aparat menjadi sinyal kuat bahwa persoalan ini bersifat sistemik dan memerlukan perhatian serius dari otoritas yang lebih tinggi. Untuk Keterangan Lebih Lanjut,Hubungi; Tim investigasi Lapangan Email investigasi@redaksiindependen.id (Team/read) Editor Basori
JATENG:Bidik-kasusnews.com Kabupaten Jepara | Di balik kesibukannya sebagai anggota Polres Jepara, Bripda Agus Ainun Najib memiliki peran lain yang tak kalah mulia. Ia rela meluangkan waktunya menjadi relawan pengajar Fiqih di Pondok Pesantren Balekambang, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Di temui di Ponpes, Bripda Agus Ainun Najib menjelaskan bahwa Setiap hari Kamis, Bripda Najib mengajar selama dua jam pelajaran, dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Materi yang dia sampaikan mencakup pelajaran Fiqih, ilmu yang membahas hukum-hukum Islam dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, muamalah, hingga halal dan haram. “Menjadi pengajar bukan berarti saya meninggalkan tugas sebagai polisi. Ini adalah bentuk kepedulian saya terhadap generasi muda agar mereka memiliki pemahaman keagamaan yang kuat dan mencintai Tanah Air,” ujar Bripda Najib , Minggu (4/5/2025). Bripda Najib sendiri bukan sosok asing di dunia pesantren. Ia merupakan alumni Pondok Pesantren Balekambang dan pernah meraih Juara 3 Lomba Ilmu Agama tingkat nasional. Pengalamannya itu menjadi bekal penting dalam menyampaikan materi kepada para santri. Menurutnya, semangat nasionalisme dan religiusitas harus berjalan seiring. Karena itu, selain mengajarkan Fiqih, ia juga menyisipkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap sesi pembelajaran. “Saya melihat pentingnya membentuk karakter generasi muda yang tak hanya cerdas secara agama, tapi juga cinta Tanah Air dan bijak dalam bermedia sosial,” tambahnya. Dedikasi Bripda Najib mendapat apresiasi dari Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, menurutnya, langkah tersebut selaras dengan semangat Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya generasi muda. “Upaya ini sangat baik dalam memperkuat karakter pelajar di era digital. Polisi juga bertugas sebagai pembina masyarakat, termasuk dalam hal pendidikan,” ujarnya. Kapolres Jepara juga menyebut bahwa para siswa yang diajar Bripda Najib kini lebih memahami ilmu agama dengan baik. Ini menjadi indikator keberhasilan dari pendekatan yang humanis dan tulus yang dilakukan Bripda Najib. “Meski tanpa bayaran, kontribusi Bripda Najib sangat bernilai, Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkas Kapolres.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sebuah momentum penting tercipta dalam perjalanan organisasi Squad Nusantara di Kabupaten Jepara, dengan diresmikannya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Bate Alit. Acara yang berlangsung penuh semangat tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus inti Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta perwakilan dari seluruh PAC se-Kabupaten Jepara. Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, Bapak Eko Basuki atau yang akrab disapa Mbah So, hadir langsung dalam acara ini. Ia didampingi oleh Penasehat DPC, Bapak Harno, serta Ketua Harian DPC, Bapak Wawan. Ketua PAC Bate Alit, Bapak Ali, juga turut hadir bersama para Ketua PAC lainnya sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap pengembangan organisasi di wilayah Bate Alit. Dalam sambutannya, Mbah So menyampaikan rasa bangga atas semangat yang ditunjukkan oleh PAC Bate Alit. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam merekrut anggota baru serta terus membangun sinergi dengan masyarakat. > “PAC Bate Alit harus menjadi ujung tombak penguatan organisasi di tingkat akar rumput. Semangat dalam perekrutan anggota harus diiringi dengan komitmen untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar Mbah So. Lebih lanjut, Ketua DPC juga memberikan arahan khusus agar PAC mulai aktif merekrut anggota Srikandi, sebagai bagian penting dari struktur Squad Nusantara yang mampu membawa energi dan peran strategis dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Penasehat DPC, Bapak Harno, turut memberikan dukungan dan harapannya agar PAC Bate Alit bisa berkembang dan menjadi contoh bagi PAC lainnya. Sementara Ketua Harian, Bapak Wawan, mengapresiasi kekompakan dan kesiapan pengurus PAC Bate Alit dalam menjalankan tugas organisasi. Dengan peresmian ini, diharapkan PAC Bate Alit bisa menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat eksistensi dan peran Squad Nusantara di Kabupaten Jepara, khususnya dalam menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.(Wely-jateng)
SUKABUMI, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menjelang Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi pada Juni 2025, nama Bupati Sukabumi Asep Japar (Asjap) makin santer disebut sebagai kandidat kuat Ketua DPD. Sejumlah kader dan simpatisan mulai terang-terangan menyuarakan dukungan. Asep Burhan, loyalis partai, menilai Asjap punya rekam jejak dan loyalitas yang tidak diragukan, terutama saat menjabat di Badan Saksi Nasional DPP Golkar. “Sosok beliau sangat pas untuk membawa DPD lebih solid dan progresif,” kata Asep Burhan, Minggu (4/5/2025). Iwan Agis, warga Curugkembar, ikut mendukung. Ia meyakini figur kepala daerah yang memimpin partai akan memperkuat posisi Golkar di mata publik. “Kita butuh strategi untuk menjaga 10 kursi di DPRD. Kepemimpinan Asjap bisa menjadi kunci,” ucapnya. Sementara itu, pengamat politik lokal Tutang Permadi, SH., MH., menyebut persaingan Musda akan mengerucut pada tiga nama: Budi AM, Deni, dan Asjap. Menurutnya, peluang Asjap cukup besar tergantung bagaimana ia merebut kepercayaan 30 Pengurus Kecamatan. “Siapa yang bisa mengamankan dukungan PK, dia yang menang,” ujarnya. Tutang juga menilai komunikasi politik di antara ketiga tokoh tampak cukup intens, yang bisa jadi indikasi kesepakatan menjaga kekompakan menjelang Musda. DICKY, S
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA:4-mei-2025 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan berbagai gagasan strategis untuk memperkuat ekonomi nasional, salah satunya adalah pembentukan Koperasi Merah Putih. Gagasan ini disambut baik oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (ORMAS) yang bergerak di bidang pengawasan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Ketua ORMAS PEKAT-IB Jepara,Priyo hardono dalam sebuah pernyataannya, menyebut bahwa Koperasi Merah Putih adalah ide yang sangat baik dan relevan dengan semangat memperkuat ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi yang berbasis pada semangat nasionalisme dan gotong royong ini bisa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun, di balik apresiasi tersebut, Ketua ORMAS PEKAT-IB juga memberikan catatan penting. Ia mengingatkan bahwa setiap program berskala besar yang melibatkan dana publik memiliki potensi celah penyimpangan, khususnya dalam bentuk korupsi. Hal ini bisa terjadi apabila sistem pengawasan terhadap pelaksanaan koperasi tersebut tidak dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. “Gagasannya sangat bagus, tapi jangan sampai koperasi ini menjadi lahan baru korupsi karena lemahnya pengawasan. Kita harus belajar dari program-program sebelumnya yang tidak maksimal akibat pengawasan yang lemah,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa di tingkat desa sebenarnya sudah ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bisa dijadikan sarana untuk penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, jika BUMDes yang sudah ada diberdayakan dan dimaksimalkan dengan dukungan pemerintah pusat, maka hasilnya bisa sangat signifikan tanpa perlu membentuk struktur baru yang rentan tumpang tindih atau disalahgunakan. “Daripada membuat struktur baru, sebaiknya pemerintah juga fokus memperkuat yang sudah ada. BUMDes bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa jika dijalankan dengan baik,” katanya. Pernyataan ini membuka ruang diskusi yang penting mengenai efektivitas program pemerintah dan strategi pelaksanaannya di lapangan. Program sebesar Koperasi Merah Putih tentu membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat sipil agar dapat berjalan sesuai tujuan awalnya. Selain pengawasan yang ketat, diperlukan juga transparansi dalam pengelolaan dana dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, koperasi ini tidak hanya menjadi simbol semangat nasionalisme ekonomi, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Presiden Prabowo sendiri dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat. Oleh karena itu, keberhasilan Koperasi Merah Putih akan menjadi salah satu tolok ukur penting dalam membuktikan bahwa semangat nasionalisme bisa diwujudkan dalam bentuk kebijakan ekonomi yang konkret dan berpihak kepada rakyat kecil. Jika pengawasan diperkuat dan pelaksanaan dilakukan dengan tepat sasaran, maka Koperasi Merah Putih bisa menjadi warisan besar bagi pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan.(Wely-jateng)
Bidik-kasusnews.com Tim dari Bareskrim Polri bersama penyidik Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus predator seksual terhadap 31 anak di Jepara. Olah TKP dilakukan di sebuah kamar kos yang diduga menjadi lokasi terjadinya kejahatan, dengan tersangka berinisial S (21) turut dihadirkan ke lokasi dalam kondisi tangan diborgol. Kasubbid Biologi Serologi Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Taufik, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penyidikan berbasis Scientific Crime Investigation (SCI). Tim forensik berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang relevan, termasuk bercak sperma di dalam kamar kos tersebut. “Diduga bercak sperma atau material biologi dari korban maupun pelaku. Apakah material biologi berupa bercak sperma yang kita temukan tadi di kamar kosan apakah cocok dengan pelaku,” ungkap Irfan kepada media. Meskipun jumlahnya sedikit, bercak tersebut tetap dapat diperiksa menggunakan teknologi forensik untuk menentukan kecocokan DNA. Hasil dari uji laboratorium ini akan menjadi kunci untuk memastikan apakah benar pelaku membawa korban ke lokasi tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut juga akan dilakukan terhadap kemungkinan keberadaan bercak darah atau rambut, yang kemudian akan dicocokkan dengan data korban satu per satu. Proses ini penting untuk membuktikan secara ilmiah bahwa kejadian asusila terjadi di lokasi yang sama, sekaligus memperkuat pengakuan tersangka dan keterangan para saksi. Langkah yang diambil Bareskrim Polri dan Polda Jateng ini menjadi bagian penting dari proses penegakan hukum dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak yang sangat memprihatinkan dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.(Wely-jateng) Sumber: detikNews
Kuningan,Bidik-Kasusnews.com – Di balik sederet prestasi gemilang yang berhasil diraih SDN 2 Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, tersimpan sebuah tantangan besar yang menghambat kelancaran proses belajar mengajar: kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan. Tarjusa, S.Pd., Kepala SDN 2 Sukamaju, dikenal sebagai sosok pemimpin pendidikan yang berdedikasi dan berjiwa visioner. Dengan pengalaman panjang di dunia pendidikan serta pemahaman mendalam dalam ranah didaktik dan metodik, ia sukses membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu sekolah dasar berprestasi di wilayahnya. Berkat kekompakan tim guru dan kerja kolektif yang terarah, mutu pendidikan di SDN 2 Sukamaju terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain aktif di berbagai organisasi pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan, Tarjusa juga dikenal luas di tengah masyarakat karena kepribadiannya yang supel, mudah bergaul, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan. Ia tak pernah lelah berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa—mewujudkan generasi cerdas, berakhlak mulia, dan bermartabat. Namun sayangnya, kondisi fisik sekolah tidak sejalan dengan prestasi akademik yang diraih. Saat ditemui di ruang kerjanya, Tarjusa menyampaikan keprihatinannya terhadap bangunan sekolah yang sudah tua dan mengalami kerusakan cukup parah. “Sebagian besar atap ruang kelas sudah rapuh, kuda-kuda atap rusak dan mulai miring. Ini sangat membahayakan keselamatan siswa dan guru. Aktivitas belajar terganggu dan kami khawatir bila tidak segera ditangani akan berdampak lebih buruk,” ungkap Tarjusa kepada jurnalis. Ia berharap perhatian dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat untuk segera mengalokasikan anggaran renovasi total terhadap bangunan SDN 2 Sukamaju, demi menjamin keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar. “Kami sangat berharap ada tindak lanjut nyata. SDN 2 Sukamaju memiliki potensi besar dalam mencetak generasi berkualitas, tapi kami tidak bisa berjuang sendiri tanpa dukungan fasilitas yang memadai,” tambahnya. Dengan semangat kepemimpinan yang tulus dan kerja sama seluruh tenaga pendidik, Tarjusa terus mendorong kualitas pendidikan, sembari berharap segera ada tangan-tangan perhatian yang peduli pada kondisi infrastruktur sekolah. (Rajak)
Kuningan,Bidik-Kasusnews.com – Pemerintah Desa Cipancur, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus bergerak aktif dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dipimpin oleh sosok visioner Ending Suardi, Desa Cipancur menunjukkan kemajuan nyata, salah satunya melalui pelaksanaan pemilihan Kepala Dusun (Kadus) Wage yang berlangsung demokratis pada Senin, 29 April 2025. Pemilihan Kadus Wage ini dilaksanakan secara terbuka di kantor Kecamatan Kalimanggis, dimulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Dua kandidat yang mengikuti seleksi adalah Oyan Royani dan Rahmawati. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, Rahmawati berhasil meraih kepercayaan dan ditetapkan sebagai Kepala Dusun Wage yang baru. Mamud, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cipancur yang juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, turut dipercaya menjadi panitia pemilihan tersebut. Ia menilai proses pemilihan berjalan lancar, transparan, dan mencerminkan semangat demokrasi di tingkat desa. Kepala Desa Cipancur, Ending Suardi, menegaskan pentingnya kolaborasi antarwarga dalam membangun desa. Ia meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk BPD dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). “Kami terus mengedepankan prinsip gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat. Ini bukan hanya program pemerintah desa, tapi gerakan bersama untuk kemajuan Cipancur,” ujar Ending. Dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati namun berwibawa, Ending Suardi memiliki komitmen kuat untuk memajukan desanya melalui pendekatan yang humanis dan akuntabel. Salah satu visi utamanya adalah menjadi pemimpin yang amanah dan senantiasa mendahulukan kepentingan warganya. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami akan terus bekerja keras dan sepenuh hati untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Dengan terpilihnya Kepala Dusun baru dan semangat kepemimpinan yang inklusif, Desa Cipancur diharapkan terus melangkah maju menjadi desa mandiri yang berdaya saing. (Rajak)
Sukabumi, Bidik-Kasusnews.com Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan acara pelepasan Kasdim dan Purnawirawan periode Juli 2024 hingga 1 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim ini dihadiri sekitar 150 peserta dan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Kav Andhi Ardana Valeriandra Putra, S.H., M.Si. Acara yang sarat nilai penghormatan dan kekeluargaan ini turut dihadiri oleh para Perwira, Bintara, dan Tamtama Kodim 0622/Kab. Sukabumi, jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLV, serta para Purnawirawan beserta istri. Momentum ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para prajurit yang telah menuntaskan masa dinasnya. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan hangat, penyampaian kesan dan pesan oleh para purnawirawan, pemutaran video selayang pandang, pemberian piagam penghargaan, hingga sesi penghormatan simbolik seperti penciuman bendera Merah Putih dan pelepasan oleh anggota Kodim. Mayor Inf (Purnawirawan) Supiyana menyampaikan rasa syukur karena dapat menuntaskan pengabdian di tanah kelahiran, Palabuhanratu. Ia juga menyampaikan harapan agar tali silaturahmi tetap terjaga dan menyatakan rumahnya selalu terbuka untuk rekan-rekan seperjuangan. ” Saya bersyukur dapat menyelesaikan pengabdian saya di Palabuhanratu, di tanah kelahiran saya. Insya Allah talisilaturahmi yang selama ini terjalin tetap terjaga, dan pintu rumah saya selalu terbuka terbuka untuk rekan seperjuangan, ” Ujarnya. Perwakilan purnawirawan lainnya, Edi Mulyadi, mengisahkan perjalanan dinasnya yang penuh makna, termasuk keberhasilannya sebagai Babinsa hingga menjadi Kepala Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog. Ia menegaskan bahwa meskipun telah purna tugas, komitmennya untuk mengabdi kepada masyarakat tidak pernah surut. Dalam sambutannya, Dandim Letkol Kav Andhi Ardana Valeriandra Putra menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para purnawirawan. Ia menekankan pentingnya menjadikan dedikasi mereka sebagai teladan, sembari mengingatkan anggota aktif untuk tetap menjaga semangat, profesionalisme, serta kesehatan. Dandim juga menyampaikan bahwa perubahan batas usia pensiun dalam UU TNI merupakan dinamika yang harus disikapi dengan kesiapan mental dan perencanaan yang matang. Di akhir sambutannya, ia berharap para purnawirawan tetap berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Acara diakhiri dengan prosesi penghormatan, salam perpisahan, serta pengantaran para purnawirawan keluar gerbang kesatrian dengan suasana haru diiringi lagu “Sampai Jumpa”. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh makna hingga selesai pada pukul 11.00 WIB.** ( js )