JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara -pecangaan— Sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Ranting Squad Nusantara Pecangaan kabupaten jepara menggelar aksi penggalangan donasi untuk membantu masyarakat di Sumatra pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 12 anggota dan dipimpin langsung oleh Ketua Ranting Squad Nusantara Pecangaan, Amir Yahya. Aksi galang donasi dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Pada pagi hingga siang hari, para anggota turun ke jalan di lampu merah depan Masjid Walisongo Pecangaan, menyapa pengguna jalan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan bantuan secara sukarela. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada siang hingga sore hari di Pasar Sore Karangrandu, yang ramai dikunjungi warga. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Banyak pengendara dan pengunjung pasar yang menyambut baik kegiatan tersebut dan turut memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Sumatra yang membutuhkan bantuan. Ketua Ranting Squad Nusantara Pecangaan, Amir Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan rasa kemanusiaan. Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat serta meringankan beban masyarakat di Sumatra. Selama kegiatan berlangsung, para anggota tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran arus lalu lintas. Aksi sosial ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial. (Wely-jateng)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., melaksanakan kunjungan kerja dan pengecekan Pos Terpadu KM 188 Gate Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan pengamanan dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025. Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Jawa Barat dan disambut langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., para pejabat utama Polresta Cirebon, personel pengamanan, serta unsur instansi Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jabar melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan Pos Terpadu KM 188 GT Palimanan, meliputi kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta sistem pelayanan terpadu kepada masyarakat. Wakapolda Jabar juga memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab, serta menyerahkan tali asih sebagai bentuk perhatian dan apresiasi. Dalam keterangannya, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menegaskan pentingnya kesiapan personel di titik strategis arus lalu lintas. “Pos Terpadu KM 188 ini memiliki peran yang sangat strategis dalam pengamanan arus lalu lintas dan pelayanan masyarakat. Saya tekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga soliditas lintas instansi, serta memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan responsif kepada masyarakat selama Operasi Lilin 2025,” tegas Wakapolda. Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni menyampaikan bahwa Polresta Cirebon telah menyiapkan seluruh sumber daya secara maksimal guna mendukung pengamanan Natal dan Tahun Baru. “Kami memastikan seluruh personel Polresta Cirebon bersama unsur terkait siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pos Terpadu KM 188 menjadi salah satu titik krusial, sehingga kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergi lintas instansi terus kami optimalkan demi kelancaran dan keamanan masyarakat,” ujar Kapolresta. Kapolresta Cirebon menambahkan bahwa pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol, dengan mengedepankan pelayanan yang humanis, profesional, dan responsif selama Operasi Lilin 2025,” tambahnya. Kegiatan kunjungan kerja Wakapolda Jawa Barat tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan di wilayah hukum Polresta Cirebon berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru. (Asep Rusliman)

Bidik-kasusnews.com,Bengkayang Kalimantan Barat Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp10,4 miliar di Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, yang seharusnya menjadi solusi krisis air bersih, justru berubah menjadi skandal kualitas konstruksi yang mencederai kepercayaan publik. Temuan lapangan menunjukkan proyek vital tersebut diduga dikerjakan asal-asalan, dengan mutu bangunan yang jauh dari standar proyek bernilai belasan miliar rupiah. Klarifikasi yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkayang, MARTIN PONES dinilai tidak sesuai fakta lapangan dan terkesan sekadar pembelaan administratif. Bangunan Keropos, Beton Rapuh, Mutu Dipertanyakan Hasil investigasi awak media menemukan kondisi fisik bangunan SPAM yang memprihatinkan. Beton lantai dan dinding tampak tidak padat, keropos, mudah rontok, serta menunjukkan indikasi kuat penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis (bestek). Di sejumlah titik, ditemukan dugaan penggunaan pasir dompeng, material yang secara teknis tidak layak untuk struktur beton bertulang. Penggunaan material ini berpotensi besar menurunkan kekuatan konstruksi dan mempercepat kerusakan bangunan. “Ini bukan sekadar mutu rendah. Ini proyek murahan yang dibungkus anggaran mahal,” ungkap salah satu sumber teknis di lapangan. Besi Tak Sesuai Spesifikasi, Dugaan Pengurangan Volume Masalah kian serius ketika ditemukan indikasi penggunaan besi tulangan tidak sesuai standar. Di lapangan, besi yang digunakan diduga berdiameter lebih kecil dari ketentuan teknis, yang di kalangan pekerja dikenal dengan istilah “besi banci”. Tak hanya itu, jarak pemasangan besi tulangan dibuat terlalu jarang, jauh dari ketentuan konstruksi beton bertulang. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pengurangan volume material, sebuah praktik klasik dalam proyek bermasalah yang berpotensi mengarah pada kerugian keuangan negara. Pakar konstruksi menilai, jika temuan ini benar, maka bangunan SPAM berisiko: Gagal fungsi sebelum masa manfaat, Rawan retak dan ambruk, Tidak memiliki daya tahan jangka panjang. Pengawasan PUPR Dipertanyakan, Klarifikasi Dinilai Formalitas Sorotan tajam mengarah ke Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang. Kepala dinas disebut tidak melakukan pengawasan langsung ke lapangan, dan hanya mengandalkan laporan administrasi di atas meja kerja. Pernyataan klarifikasi yang disampaikan ke publik dinilai kosong substansi, tanpa pembuktian fisik dan tanpa menjawab temuan teknis di lokasi proyek. “Kalau pengawasan hanya di ruang kerja, wajar kalau beton di lapangan hancur. Laporan rapi, tapi bangunan memalukan,” ujar seorang pengamat kebijakan publik. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: Apakah pengawasan proyek hanya formalitas untuk melindungi pelaksana ??? Dugaan KKN dan Permainan Proyek Proyek SPAM Lembah Bawang juga diselimuti dugaan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Muncul kecurigaan bahwa: Pemenang proyek diduga orang yang sama berulang kali, Proses tender hanya skenario di atas kertas, Tidak ada persaingan sehat dalam pengadaan. Menurut Irawan S, S.Sos., SH., MH, klarifikasi yang tidak didasarkan pada peninjauan lapangan hanya akan mengulang narasi pejabat semata. “Media yang tidak turun ke lapangan tentu sumbernya sama dengan Kadis PUPR, hanya berdasarkan aturan di atas meja. Faktanya justru sebaliknya,” tegasnya. Ia juga menyoroti dugaan bahwa penegak hukum di Kabupaten Bengkayang telah mengetahui persoalan ini, namun memilih bungkam karena diduga terikat “aturan main” tertentu. “Kalau seperti ini caranya, apakah ini yang disebut membangun dan memajukan negeri?” tambahnya. Dampak Langsung ke Masyarakat SPAM Lembah Bawang merupakan proyek strategis yang menyangkut hak dasar masyarakat atas air bersih. Dengan kualitas bangunan yang diduga bermasalah, masyarakat menghadapi risiko: Gagal menikmati layanan air bersih secara berkelanjutan, Pemborosan anggaran negara tanpa manfaat nyata, Ancaman keselamatan akibat bangunan tidak layak. Alih-alih menjadi solusi, proyek ini justru berpotensi menjadi bom waktu. Dasar Hukum dan Dugaan Pelanggaran Undang-Undang Jika dugaan tersebut terbukti, maka proyek ini berpotensi melanggar sejumlah regulasi, antara lain: Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 2 dan 3: Perbuatan memperkaya diri sendiri/orang lain yang merugikan keuangan negara. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Kewajiban memenuhi standar mutu, keselamatan, dan spesifikasi teknis. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 jo. Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan persaingan sehat. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Larangan pemborosan dan penyalahgunaan anggaran negara. UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan Larangan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik Desakan Publik: Audit dan Penegakan Hukum Masyarakat dan berbagai pihak mendesak: Audit teknis menyeluruh terhadap mutu beton dan besi, Pemeriksaan Inspektorat dan auditor independen, Penyelidikan aparat penegak hukum atas dugaan KKN dan kerugian negara. Proyek SPAM Rp10,4 miliar ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan tamparan keras terhadap tata kelola proyek publik di Kabupaten Bengkayang. Media menegaskan akan terus mengawal dan membuka fakta demi transparansi, keadilan, dan perlindungan hak masyarakat atas air bersih. Sumber: M.Najib Tim-Red

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Manajemen Hotel Augusta di Jalan Raya Cikukulu Desa Cisande Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, patut menjadi contoh bagi dunia usaha lain khususnya di bidang perhotelan. Selain mencari kehidupan lewat usaha tapi tidak melupakan sisi kehidupan akhirat. Mananajer hotel Augusta, H. Asep Suparwan, mengatakan harus ada keseimbangan antara urusan duniawi maupun ukhrawi. “Dunia penting tapi akhirat juga jauh lebih penting,” kata Asep, lewat aplikasi perpesanan Whatsapp,” usai mengikuti acara pengajian rutin mingguan, di Masjid Al-Istiqamah kompleks Hotel Augusta, Ahad (28/12/2025). Salah satu agenda penting yang nyaris tak terungkap ke publik, manajemen Hotel Augusta sudah sejak 15 tahun lalu mengadakan pengajian ba’da Subuh. “Sejak 15 tahun yang lalu, kami dari manajemen mewajibkan pada semua pegawai untuk mengikuti pengajian yang diadakan setiap hari Ahad ba’da Subuh,” ujarnya. Menariknya pengajian juga diikuti oleh masyarakat sekitar Hotel Augusta. Mereka dengan khidmat menyimak tautsiah yang disampaikan oleh para ustadz yang rutin mengisi acara. “Alhamdulillah, bukan hanya pegawai namun masyarakat sekitar juga antusias mengikuti acara kegiatan pengajian,” kata H. Asep. Dia menambahkan, jamaah banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan agama yang membuat hati tenang, sejuk dan optimistis menatap masa depan yang sesuai dengan kaidah agama Islam yang rahmatan lil aalamin, tambahnya. Asep juga mengajak ikhwan dan akhwat yang ingin memperdalam ilmu agama dan membedah kedalaman agama Islam untuk mengikuti kegiatan spiritual keagamaan ini. “Hidup di dunia ini hanya sesaat. Kehidupan kekal itu nanti di akhirat. Carilah dunia seperti akan hidup selamanya dan carilah kehidupan akhirat seperti akan mati besok,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Warga Kampung Puncakmanis, Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, bersepakat membangun portal palang pintu buka tutup pada jalan desa penghubung antar Desa. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak. Alasannya cukup masuk akal. Bagaimana tidak jalan desa kerap dilalui kendaraan pengangkut kayu bertonase besar. Jalan tersebut diketahui belum lama selesai dibangun menggunakan anggaran Dana Desa. Namun, dalam perjalanannya, warga menilai jalan rawan mendalami kerusakan akibat sering dilalui kendaraan bermuatan berat, khususnya truk pengangkut kayu. Salah seorang warga setempat, Imaduddin, mengatakan bahwa beban kendaraan roda empat bermuatan berat tidak seimbang dengan spesifikasi jalan desa yang ada. Jika dibiarkan, kondisi jalan dikhawatirkan cepat rusak. “Pengguna jalan, Terutama mobil truk pengangkut kayu, bebannya terlalu berat. Kalau terus dibiarkan, jalan ini tidak akan bertahan lama,” ujarnya melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (27/12/2025). Ia menegaskan, warga tidak melarang aktivitas pengangkutan barang, namun berharap ada kesadaran untuk menyesuaikan jenis kendaraan dengan kondisi jalan. “Kami berharap warga yang mengangkut barang atau kayu tidak memaksakan menggunakan truk besar. Cukup menggunakan kendaraan seperti L300 atau mobil SS,” katanya. Menurutnya, meskipun jalan tersebut merupakan fasilitas umum, pengguna jalan tetap harus memperhatikan daya dukung jalan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Imaduddin juga mengungkapkan bahwa pembangunan jalan desa bukan perkara mudah, mengingat keterbatasan anggaran. Jalan tersebut dibangun murni dari Dana Desa, sementara masih banyak ruas jalan lain yang belum tersentuh Pembangunan. “Anggaran pembangunan jalan sangat terbatas. Karena itu, kami bersama warga lainnya sepakat berinisiatif membuat palang pintu buka tutup agar jalan ini tidak cepat rusak dan bisa dimanfaatkan lebih lama oleh masyarakat,” pungkasnya. (Dicky)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Squad Nusantara Ranting Kembang turut berpartisipasi dalam kegiatan pengamanan ibadah Natal di Gereja GITJ Balong Beji, RT 03 RW 06, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Kegiatan pengamanan tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, mulai pukul 20.00 WIB. Pengamanan dilakukan secara sinergis bersama anggota Polsek Kembang, Koramil, serta Linmas setempat guna memastikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua Satgas PAC Kembang, Bapak Eko Suhartono, yang turut memantau jalannya pengamanan serta memberikan dukungan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan. Ketua Satgas PAC Kembang, Eko Suhartono, menyampaikan bahwa keikutsertaan Squad Nusantara dalam pengamanan ini merupakan bentuk nyata kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, sekaligus wujud kepedulian terhadap keamanan lingkungan. “Pengamanan ini kami lakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif menjelang perayaan Tahun Baru,” ujarnya (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara- 27-Desember-2025, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara melaksanakan kegiatan sosial dengan menjenguk salah satu anggotanya yang sedang sakit usai menjalani perawatan di rumah sakit. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Ibu Sukarti, Dukuh Ngloteh RT 05 RW 02, Desa Kedung, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kegiatan menjenguk dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan. Kehadiran para anggota Srikandi merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada sesama anggota yang tengah menjalani masa pemulihan. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua Kabid Sosial Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara, Saudari Dian, beserta sejumlah anggota Srikandi lainnya. Mereka memberikan dukungan moril, doa, serta semangat agar anggota yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Wakil Ketua Kabid Sosial, Dian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara dalam menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan rasa saling peduli antaranggota. Melalui kegiatan sosial ini, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara berharap tali silaturahmi antaranggota semakin erat serta mampu menumbuhkan rasa empati dan solidaritas dalam setiap situasi. (Wely-jateng)

CIREBON Bidik-kasusnews.com,. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) tahun 2025 dengan mengusung tema “Atlet Dijaga, Olahraga Ditata, Cirebon Juara”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Stadion Watubelah, Sabtu (27/12/2025), sebagai langkah strategis menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 sekaligus melakukan evaluasi kerja tahunan serta menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antar pengurus KONI dan cabor. Rakerkab dihadiri seluruh jajaran pengurus KONI Kabupaten Cirebon, perwakilan 46 cabang olahraga (cabor), KONI Jawa Barat, serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon. Agenda ini menjadi forum evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus perumusan program kerja tahun 2026 yang difokuskan pada peningkatan prestasi olahraga. Ketua KONI Kabupaten Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, mengatakan Rakerkab merupakan agenda rutin tahunan untuk mengukur capaian kinerja sekaligus menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan olahraga. “Rakerkab ini menjadi wadah evaluasi dan perumusan kebijakan strategis guna meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Cirebon ke depan, khususnya dalam menyongsong Porprov 2026,” ujarnya. Dalam rapat kerja tersebut, KONI membahas program dari 11 bidang, meliputi Bidang Hukum dan Advokasi, Organisasi, Humas dan Media Massa, Perencanaan Program dan Anggaran, Mobilisasi Sumber Daya, Pembinaan Prestasi dan Pendidikan/Latihan Olahraga, Sarana dan Prasarana, Penelitian dan Pengembangan, Hubungan Antar Lembaga, Kesehatan, serta Data dan Teknologi. Menurut Jigus sapaan akrabnya, tujuan utama Rakerkab adalah menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antar pengurus KONI dan cabor agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. “Pada babak kualifikasi Porprov lalu, cukup banyak atlet Kabupaten Cirebon yang berhasil lolos ke Porprov 2026. Target kita ke depan di ajang Porprov 2026 adalah mampu menembus 15 besar, bahkan 10 besar,” katanya optimistis. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet usia muda secara berjenjang agar prestasi Kabupaten Cirebon dapat meningkat, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga internasional. Hasil evaluasi Rakerkab ini akan menjadi dasar penyusunan program kerja 2026, dengan fokus pada cabor-cabor yang berpotensi menyumbang medali di Porprov mendatang. Selain pembinaan atlet, Rakerkab juga menyoroti pemindahan Kantor Sekretariat KONI Kabupaten Cirebon ke Stadion Watubelah. Menurut Jigus, langkah tersebut diharapkan dapat memasyarakatkan olahraga sekaligus menjadikan Stadion Watubelah sebagai pusat aktivitas olahraga masyarakat. “Ke depan, Stadion Watubelah diharapkan menjadi episentrum olahraga, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga untuk mendorong pola hidup sehat masyarakat,” jelasnya. Sebagai bukti nyata hasil pembinaan, Jigus mencontohkan keberhasilan atlet Kabupaten Cirebon salah satunya Dhendy Krhistanto, dari cabang olahraga bilyard dan snooker yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. “Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet dari cabor lainnya untuk terus berprestasi hingga level internasional,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Harian KONI Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Dr. Arief Prayitno, S.I.P., S.H., M.Hum, mengapresiasi kepemimpinan KONI Kabupaten Cirebon yang dinilai mampu membawa perubahan signifikan, khususnya dalam penataan Stadion Watubelah. “Beberapa bulan lalu saat saya berkunjung, kondisi stadion masih gelap dan kurang tertata. Sekarang terlihat jauh lebih rapi dan fungsional sejak KONI berkantor di sini,” ungkapnya. Arief optimistis, dengan sarana dan prasarana yang semakin baik serta dukungan fasilitas latihan bagi sejumlah cabor, prestasi olahraga Kabupaten Cirebon akan terus meningkat. “Ini langkah yang tepat. Ditambah lagi sudah ada atlet asal Kabupaten Cirebon yang berprestasi di SEA Games 2025. Semoga ini menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet lainnya menjelang Porprov 2026,” pungkasnya. Kepala Dispora Kabupaten Cirebon, Jois Putra menyampaikan dalam sambutannya menyampaikan dalam kegiatan Rakerkab KONI 2025 ini diharapkan mampu menyusun program kerja yang terperinci dan terukur untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Cirebon. “Program kerja harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membina olahraga secara keberlanjutan, karena KONI dan seluruh cabor harus sejalan dalam meningkatkan prestasi,” terangnya. Selain itu, ia juga meminta agar KONI Kabupaten Cirebon untuk bisa transparan dan akuntabel dalam memanfaatkan anggaran supayaa dari apa yang menjadi target bisa tercapai sesuai anggaran. “Saya tahu betul bagaimana Ketua KONI Kabupaten Cirebon dalam memperjuangkan anggaran KONI di tahun 2026, karena semangat beliau untuk meningkatkan prestasi maka dibutuhkan anggaran yang kuat bagi pembinaan atlet,” ucapnya.@Tim Humas Koni (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi kinerja Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi yang konsisten hadir melayani, membina, serta memberikan solusi keagamaan bagi masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Family Gathering Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi di kawasan Salabintana, Sabtu, 27 Desember 2025. Menurut bupati, kegiatan family gathering bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi wujud nyata komitmen membangun solidaritas internal yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik. “Soliditas dan kekompakan internal akan melahirkan pelayanan yang prima bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat,” ujar Asep Japar. Ia pun mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi menjadikan momentum HAB ke-80 sebagai ruang saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. “Jadikan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi sebagai teladan dalam kerukunan dan kekompakan,” tegasnya. Lebih lanjut, bupati menilai tema HAB ke-80 menjadi panggilan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan keagamaan. “Kabupaten Sukabumi membutuhkan Kementerian Agama yang kuat, profesional, dan dicintai masyarakat. Semoga semangat kekeluargaan ini terus terjaga,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi H. Dadang Ramdani menyampaikan bahwa kegiatan family gathering digelar untuk mempererat tali kekeluargaan dan keharmonisan internal. “Semoga pertemuan ini semakin menyatukan seluruh keluarga besar Kementerian Agama, sehingga layanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan dirasakan seluruh umat,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki memanfaatkan momentum Pekan Kopi Sukabumi untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi daerah yang menitikberatkan pada penguatan industri kreatif dan kepastian berusaha. Ayep menyebut, meski Kota Sukabumi tidak memiliki perkebunan kopi, nilai ekonomi justru lahir dari proses hilirisasi. Biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diracik oleh barista lokal menjadi produk bernilai tinggi yang siap bersaing. “Kota Sukabumi tidak menghasilkan bahan baku kopi, tapi menghasilkan kualitas dan kreativitas,” kata Ayep, usai acara, Sabtu (27/12/2025). Ia menegaskan, pengembangan usaha tidak bisa dilepaskan dari rasa aman dan kepercayaan. Karena itu, pemerintah membuka ruang kerja sama antara pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, Ayep secara tegas menyatakan komitmennya memberantas pungutan liar yang kerap menjadi penghambat dunia usaha. Ia memastikan seluruh aparatur pemerintah bekerja sesuai aturan dan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. “Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun. Pemerintah hadir untuk melindungi pelaku usaha, bukan membebani,” tegasnya. Ayep juga menekankan pentingnya pajak sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Seluruh pajak perusahaan akan masuk ke kas daerah dan dikelola secara terbuka untuk kepentingan masyarakat. Ia mencontohkan, apabila Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp200 miliar, maka anggaran tersebut akan dialokasikan secara proporsional untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta dukungan terhadap unsur pemerintahan dan Forkopimda. Ayep memastikan tidak ada rencana menaikkan pajak. Pemerintah justru akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pendekatan langsung dan transparan, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Tanpa pajak, pembangunan tidak mungkin berjalan. Karena itu, kejujuran dan integritas menjadi kunci,” ujarnya. Ia menutup dengan menegaskan bahwa seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Sukabumi, di semua tingkatan, dituntut memiliki kompetensi dan integritas sebagai fondasi pemerintahan yang bersih dan dipercaya dunia usaha. (Usep)