SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi, Asep Japar menegaskan bahwa kemakmuran masjid memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia. Hal itu disampaikan saat menghadiri Milad ke-8 Masjid Baiturrahman yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Baiturrahman, di Kampung Cibogo, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Minggu (18/1/2026). Dia menyatakan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk menjalankan ritual ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral, sosial, dan kemasyarakatan. ”Masjid harus terus menjadi ruang dakwah, pendidikan keagamaan, serta penguatan nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” kata bupati. Lebih dari itu dia juga mengapresiasi dimulainya pembangunan Pustu Baiturrahman sebagai upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan warga. ”Saya berharap fasilitas tersebut dapat mendorong terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang sehat dan sejahtera,” ujarnya. Semangat gotong royong panitia, pengurus masjid, dan masyarakat dalam pembangunan Pustu kata dia, menjadi contoh sinergi positif antara masyarakat dan pemerintah. Sementara itu, Ketua Panitia Milad Masjid Baiturrahman, Rudi Suharya, menyampaikan rangkaian kegiatan milad meliputi santunan anak yatim dan lansia, pengobatan gratis bagi sekitar 500 warga, pemberdayaan UMKM, pelayanan perizinan UMKM gratis, hingga peletakan batu pertama Pustu Baiturrahman. Rudi menambahkan, setelah rampung dibangun, Pustu Baiturrahman akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk mendukung program satu desa satu dokter. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Gegerbitung, yakni Dapur MBG Mubarokah dan SPPG Karang Jaya, atas kontribusi kemitraan dengan UMKM lokal. Selain itu, turut dilakukan penyerahan santunan secara simbolis kepada 20 anak yatim dan lansia, serta penyerahan Nomor Induk Berusaha dan sertifikat halal kepada pelaku UMKM. (Dicky)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Beredar informasi dari pihak keluarga pemilik sumur bor dan pengelolaan air tanah ilegal milik Neni warga dusun Pahing desa Cibulan kecamatan Cidahu yang menyebut ” jika ada wartawan dan LSM Persoalkan atau pertanyakan sumur bor disuruh pertanyakan langsung ke pihak kecamatan kata orang kecamatan ” Informasi tersebut dibantah oleh Pol PP kecamatan Cidahu kabupaten Kuningan Jawabarat Dikonfirmasi Yayat Pol PP kecamatan Cidahu kepada tim media membantah informasi tersebut. Menurut Yayat, informasi itu tidak benar, ia tidak pernah mengatakan sesuai yang diinformasikan “setelah mendapatkan informasi dari pemberitaan media EDUKADINEWS terkait sumur bor dan penjualan air tanah ilegal di desa Cibulan pada 09/01/2026, ia langsung mengkoordinasikan informasi tersebut dengan pihak pemerintah desa Cibulan.Setelah mengetahui kejelasan kepemilikan sumur bor, ia menemui pihak perwakilan pemilik sumur bor guna memastikan terkait perizinannya. Mendapati sumur bor dan aktivitas penjualan air tanah milik Neni benar tidak berizin Yayat pun sempat mengingatkan bahwa kondisi ini pasti akan di tindak dengan disegel oleh Satpol PP kabupaten Kuningan,menurut Yayat. Jumat 16 Januari 2026 Lebih lanjut dalam hal tersebut Yayat sebagai Pol PP kecamatan Cidahu hanya bertugas mengawasi dan melaporkan saja kepada pihak pemerintah kecamatan dan satpol PP kabupaten Kuningan “sebagai pol PP kecamatan fungsinya hanya pengawasan di wilayah dan melaporkan bila ada pelanggaran peraturan daerah ( perda) dan peraturan kepala daerah ( Perkada) di wilayah kecamatan Cidahu, ia tidak memiliki wewenang untuk mengambil tindakan apapun, karena yang berwenang melakukan tindakan itu adalah pihak Satpol PP kabupaten Kuningan. Ia sudah menghimbau kepada pihak pengelola sumur bor milik Neni untuk menghentikan aktivitas sebelum menempuh perizinannya,” terangnya Menegaskan Yayat ” ia tidak pernah mengatakan hal seperti yang telah terinformasikan oleh pihak keluarga pemilik sumur bor di dusun pahing desa Cibulan.” jelasnya Peraturan mengenai pengelolaan sumber air sumur bor di Indonesia diatur dalam beberapa tingkatan hukum, mulai dari Undang-Undang hingga Peraturan Menteri, yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan air tanah dan mencegah eksploitasi berlebihan. Dasar Hukum Utama Regulasi utama yang mendasari pengelolaan air tanah di Indonesia meliputi: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menetapkan prinsip-prinsip dasar pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). Peraturan Pemerintah Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pengusahaan Air Tanah dan Persetujuan Penggunaan Air Tanah, yang merupakan aturan teknis terbaru dan menyederhanakan proses perizinan. Beberapa aspek kunci dalam peraturan tersebut Perizinan Wajib: Setiap pengeboran dan pengambilan air tanah untuk kebutuhan selain kebutuhan pokok sehari-hari rumah tangga dalam jumlah tertentu memerlukan izin resmi dari pemerintah melalui instansi berwenang (Dinas ESDM Provinsi atau melalui sistem Online Single Submission/OSS). Izin ini dikenal sebagai Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA) atau Persetujuan Penggunaan Air Tanah. Pengecualian: Penggunaan air tanah untuk kebutuhan pokok sehari-hari rumah tangga (domestik) dalam jumlah kecil umumnya tidak memerlukan izin, namun aturannya dapat bervariasi di tingkat daerah. Konservasi dan Perlindungan: Pemilik sumur bor wajib menjaga kelestarian lingkungan dan membuat sumur resapan sesuai standar teknis yang berlaku untuk menjaga daya dukung akuifer (lapisan pembawa air). Sanksi: Pengambilan air tanah tanpa izin atau melanggar ketentuan dapat dikenakan sanksi administratif hingga denda atau penutupan sumur bor. Pengawasan: Pemerintah daerah (Gubernur, Bupati/Wali Kota) berwenang mengawasi dan menetapkan kawasan lindung air tanah untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat eksploitasi berlebihan. Tim EDUKADINEWS sudah adukan sumur bor dan aktivitas bisnis jual beli air tanah ilegal milik Neni warga dusun pahing desa Cibulan kecamatan Cidahu kepada pihak Kabid Gakda ( penegakan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah) kabupaten Kuningan. Namun sampai saat ini belum ada tindakan karena padatnya jadwal kegiatan dan keterbatasan personil. Asep Rusliman (tim investigasi)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, meminta agar penempatan tenaga kerja di luar negeri harus menggunakan jalur legal. Agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Hal itu disampaikan dia saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor ke SMK PASIM Sukabumi Go Global, Sabtu (17/1/2026). ”Penempatan tenaga kerja harus melalui jalur resmi, berbasis pelatihan, serta mendapat pendampingan dari pemerintah daerah,” kata Ayep Zaki. Kondisi Kota Sukabumi menuntut adanya terobosan kebijakan ketenagakerjaan yang membuka akses kerja lintas daerah hingga luar negeri, tambahnya. Dia menambahkan, persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan dengan cara konvensional semata tetapi harus mengedepankan sinergitas antara semua pemangku kepentingan. ”Diperlukan penguatan kerja regional serta penempatan kerja migran yang terstruktur, legal, dan terlindungi sebagai solusi nyata bagi daerah dengan keterbatasan lapangan kerja industri,” ujarnya. Ia menegaskan, pengangguran merupakan persoalan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot Sukabumi menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga mengapresiasi peran PASIM yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan penempatan tenaga kerja. “Program-program PASIM, termasuk pengembangan Migrant Center, sejalan dengan kebutuhan daerah. Pemerintah Kota Sukabumi mendukung penuh upaya ini untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja,” ujarnya. Kunjungan kerja Wamenaker tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Nasional PASIM dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, peresmian PASIM Training Center, serta penguatan Migrant Center sebagai pusat pelatihan dan persiapan tenaga kerja. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntandi, Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Abdullah Qiqi Asmara. Turut membersamai Pembina Yayasan PASIM Rinalwan Buchori, Ketua Yayasan PASIM Sukabumi Wati Purnaningrum, serta Rektor Universitas Nasional PASIM Armai Arief. Yayasan PASIM memaparkan bahwa program penempatan tenaga kerja yang dijalankan telah menjangkau Jepang, Jerman, sejumlah negara Eropa, Turki, hingga Timur Tengah, dengan fokus pada kesiapan kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran Indonesia. Sementara itu Wamen Tenaga Kerja Afriansyah Noor mengapresiasi Yayasan Pendidikan PASIM yang telah berkontribusi dalam membuka peluang kerja lewat lembaga pendidikan yang dikelolanya. ”Kami sangat mengapresiasi Yayasan PASIM yang telah mengembangkan dunia pendidikan menjadi dunia kerja. Di mana pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan bisa memanfaatkan penempatan kerja khususnya di luar negeri,” ujarnya. Saat ini lanjut dia, PASIM telah mengirimkan sebanyak 200 tenaga kerja ke Jepang. Negara jiran tersebut kata menteri sikapnya sangat bersahabat terhadap tenaga kerja Indonesia. “Negara mereka sangat terbuka dan bersahabat. Perlu diketahui gaji di sana besar,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam urusan kepedulian sosial terhadap sesama Bhayangkari Ranting Ciemas menjadi yang terdepan. Terlebih bagi korban bencana alam. Salah satunya terhadap warga terdampak bencana di Kampung Kisohir, Desa Mekarsakati, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kamis (15/1/2026) mereka menyalurkan bantuan paket sembako. Kegiatan bhakti sosial tersebut dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB hingga selesai, didampingi langsung oleh Pembina Bhayangkari Ranting Ciemas yang juga Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, SH., MH., bersama anggota Polsek Ciemas. Penyaluran bantuan difokuskan kepada warga yang terdampak banjir yang melanda wilayah Ranting Ciemas. Paket sembako diberikan sebagai bentuk kehadiran dan empati Bhayangkari dalam meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana alam. Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya pada situasi darurat akibat bencana alam. Menurutnya, sinergi antara Bhayangkari dan jajaran kepolisian menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial semacam ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong antara aparat kepolisian dan warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Warga penerima bantuan menyambut baik kehadiran Bhayangkari dan jajaran Polsek Ciemas yang secara langsung turun ke lokasi terdampak. Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Bhayangkari Ranting Ciemas berharap dapat terus berkontribusi dalam membantu masyarakat, khususnya pada saat menghadapi musibah, sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat di wilayah Kecamatan Ciemas. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polsek Surade, Polres Sukabumi, Polda Jawa Barat, menyalurkan 50 zak semen kepada Madrasah Diniyah di lingkungan Pondok Pesantren Gustanularipin, Kampung Naringgul, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026). Saat penyerahan bantuan tersebut Kapolsek Surade penyerahan Iptu didampingi tiga orang Ibu Bhayangkari. Penyaluran bantuan tersebut kata Iptu Hendra sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan kembali sarana pendidikan keagamaan yang sebelumnya mengalami kerusakan berat. ”Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polsek Surade dalam mendukung keberlangsungan pendidikan para santri,” kata Iptu Hendra. Menurutnya, peran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia berharap bantuan material bangunan tersebut dapat membantu mempercepat proses pembangunan kembali Madrasah Diniyah yang roboh, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi para santri dan pengelola pesantren,” ujarnya. Diketahui, Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Gustanularipin roboh total pada Minggu (11/1/2026) akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Dugaan lain yang yang menyebabkan bangunan roboh dikarenakan kondisi bangunan yang sudah lapuk termakan usia. Beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sesepuh Pondok Pesantren Gustanularipin, Ahmad Mustopa, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Polsek Surade. ”Alhamdulillah, bantuan tersebut begitu berarti bagi pesantren yang tengah berupaya membangun kembali sarana pendidikan bagi para santri,” tuturnya. Selain menyalurkan bantuan material, Polsek Surade menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah hukumnya. Upaya ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan berdaya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai SDN 1 Cibenda, Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Kamis 15 Januari 2026. Warga, relawan, dan unsur Forkopimcam Ciemas berkumpul dalam syukuran dan doa bersama menandai dibukanya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.20 hingga 11.50 WIB ini diinisiasi Ketua Yayasan Satria Prasada Sukabumi Bambang Jatnika Baroy bersama Kepala SPPG Cibenda Hirdi Fanola selaku penanggung jawab. Dapur tersebut akan menjadi pusat distribusi makanan bergizi bagi siswa sekolah serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Bambang Jatnika Baroy menyampaikan bahwa keberadaan dapur MBG ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. ”Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok yang paling membutuhkan dengan standar gizi dan kebersihan yang terjaga,” kata Baroy, Kamis (15/1/2026). Acara syukuran dipandu langsung oleh Camat Ciemas Usep Sepelita dan dihadiri berbagai unsur lintas sektor. Hadir di antaranya Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja. Hadir pula anggota Danramil 0622-15 Ciemas, Kepala Desa Cibenda Adi Rizwan, Bhabinkamtibmas Desa Cibenda, Ketua PGRI Kecamatan Ciemas Dasep, K3S Ciemas H Sujana, para kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta relawan dapur SPPG. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap program MBG. Isu pemenuhan gizi dinilai bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kepala SPPG Cibenda Hirdi Fanola menjelaskan bahwa distribusi makanan melalui Dapur SPPG Cibenda telah mulai berjalan sejak Rabu 14 Januari 2026. ”Program ini diharapkan memberikan dampak langsung berupa peningkatan energi dan konsentrasi anak sekolah, serta manfaat jangka panjang bagi kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya. Apresiasi juga disampaikan Camat Ciemas Usep Sepelita dan Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja. Keduanya menilai dapur MBG sebagai investasi kesehatan masyarakat yang perlu dijaga keberlanjutannya melalui sinergi semua pihak. Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja menyatakan dukungan penuh terhadap pengelolaan dapur MBG. Ia berharap program tersebut dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi generasi muda dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Ciemas. Dengan resminya Dapur MBG SPPG Cibenda, masyarakat berharap program ini dapat berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan anak bangsa yang lebih sehat dan berkualitas. (Dicky)
BIAK NUMFOR, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Papua, Selasa (13/1/2026), guna memastikan program pemerintah berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua. Adapun wilayah yang dikunjungi Wapres di antaranya Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Jayawijaya (Wamena). Agenda kunjungan kerja difokuskan pada peninjauan langsung pelaksanaan program pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, serta penguatan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua. Di Kabupaten Biak Numfor, Wapres meninjau Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Distrik Biak Timur. Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang kelas, asrama putra dan putri, fasilitas makan, seragam sekolah, buku pelajaran, hingga perangkat laptop. Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memberikan layanan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran mengecek langsung sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang belajar, asrama, kamar mandi, laboratorium komputer, hingga pelaksanaan program MBG. Wapres juga menyempatkan berdialog dengan para siswa untuk mendengar langsung pengalaman mereka selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang turut mendampingi kegiatan tersebut, berbaur dengan masyarakat setempat serta meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Kehadiran Kasad menegaskan dukungan TNI Angkatan Darat terhadap kebijakan pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah Papua. Selain Kasad, Wakil Presiden juga didampingi oleh Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai. Usai dari Biak Numfor, Wapres melanjutkan kunjungan kerja ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Di wilayah Pegunungan Tengah Papua tersebut, Wapres menyapa masyarakat setempat dan menyaksikan kegiatan olahraga bersama tim sepak bola Sekolah Sepak Bola (SSB) Wamena di Stadion Itlay Ikina. Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di Tanah Papua, memastikan pembangunan berjalan inklusif, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan keamanan. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dini hari tadi, beberapa orang personel BPBD kota Sukabumi diterjunkan ke lokasi pohon tumbang di Jalan Pemuda RT 05 RW 05, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Kamis dini hari, (15/1/2026). Peristiwa tersebut menambah deretan bencana di Kota Sukabumi akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir. Tumbangnya pohon jenis kersen tersebut sempat mengganggu lalu lintas, karena posisi pohon yang menghalangi laju kendaraan terlebih roda empat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menjelaskan peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Pohon kersen itu berdiameter 30 sentimeter dan tinggi tujuh meter tumbang dan menutup badan jalan menyebabkan lalu lintas terhambat. Yoseph menjelaskan, BPBD Kota Sukabumi menerima laporan dari masyarakat pada pukul 00.58 WIB dan segera mengerahkan personel ke lokasi. Proses asesmen dan penanganan dilakukan mulai pukul 01.10 WIB dengan melibatkan unsur terkait. “Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan, asesmen, dan penanganan agar akses jalan dapat segera kembali normal,” ujar Yoseph Sabaruddin. Masih kata dia, dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Kota Sukabumi berkoordinasi dengan PLN Kota Sukabumi serta Babinsa Kelurahan Citamiang. ”Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi pohon berjalan aman dan tidak menimbulkan risiko lanjutan,” tandasnya. Dia juga memastikan saat pohon tumbang tidak ada kendaraan atau warga yang sedang melintas sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerugian material juga dilaporkan nihil, sementara akses jalan yang sempat terhambat kini telah dapat dilalui kembali oleh kendaraan. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (Usep)
Aceh Tamiang, Bidik-kasusnews.com — Prajurit Batalyon Infanteri 117/Ksatria Yudha (Yonif 117/KY) melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan lingkungan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Kuala Simpang, Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (14/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para siswa. Pembersihan difokuskan pada ruang kelas, halaman sekolah, selokan, serta fasilitas umum di sekitar lingkungan madrasah. Prajurit Yonif 117/KY bergotong royong bersama pihak sekolah dan masyarakat membersihkan sampah, merapikan halaman, serta membersihkan saluran air guna mencegah genangan dan potensi munculnya penyakit. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan karya bakti ini juga bertujuan menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan disiplin kepada para siswa sejak dini, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih kondusif. Yonif 117/KY secara berkelanjutan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat serta kehadiran nyata prajurit dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Salah seorang warga setempat, Sukardi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran prajurit TNI sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang bersih sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebanyak 21 camat di Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/1/2026), dilantik serentak menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS). Ke-21 camat dilantik Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan turut disaksikan langsung Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman beserta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Mereka berasal dari Kecamatan Purabaya, Bojonggenteng, Cikembar, Caringin, Sukabumi, Kadudampit, Kalapanunggal, Sagaranten. Ikut dalam barisan yang dilantik camat Cidolog, Pabuaran, Simpenan, Bantargadung, Gegerbitung, Kalibunder, Waluran, Cireunghas, Cisolok, Warungkiara, Parungkuda, Kabandungan, dan Cibitung. Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengatakan, camat memiliki tugas baru pasca dilantik sebagai PPATS. Berkaitan hal tersebut, sekda berpesan agar memberikan layanan prima dan profesional. ”Laksanakan tugas pembuatan akta tanah dengan jujur, teliti, cepat, dan transparan,” ujarnya. Dia berharap mereka yang dilantik bersinergi dengan BPN agar setiap peralihan hak atas tanah sesuai aturan yang berlaku. Tak hanya itu saja, jaga pula integritas sebagai aparatur pemerintah. ”Camat sebagai PPATS harus patuh pada kode etik dan aturan yang berlaku. PPATS harus menjadi solusi bagi permasalahan agraria,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan mengatakan, PPATS ini bekerja di lingkup kecamatan. Hal itu berbeda dengan PPAT yang ruang kerjanya mencakup seluruh Kabupaten Sukabumi. ”Meskipun luang lingkupnya kecamatan, namun tetap PPATS merupakan mitra Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi untuk melayani masyarakat,” ungkapnya. Bahkan PPATS pun berperan penting dalam memberikan kepastian hukum pertanahan. Termasuk berperan dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sukabumi. ”PPATS ini merupakan amanah mulia yang diberikan untuk melayani masyarakat di bidang pertanahan.Namun perlu diingat, terdapat kode etik yang harus dipatuhi setelah menjadi PPATS,” bebernya Ia meminta PPATS tersebut dapat membantu Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi dalam mendukung program strategis nasional, PTSL, redistribusi tanah, hingga sertipikasi tempat ibadah. ”Bantu kami pula dalam menyosialisasikan kepada masyarakat terkait sertipikat yang berbasis elektronik. Mari kita bangun Sukabumi menjadi lebih maju dan modern,” tandasnya. (Dicky)