SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Muhammad Jaenudin, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan sekolah negeri, khususnya SMA, SMK, dan SLB, tidak melakukan pungutan biaya kepada siswa di luar ketentuan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kota Sukabumi, Sabtu (22/8). “Saya minta sekolah negeri mematuhi kebijakan pemerintah dan tidak membebani peserta didik dengan pungutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya dugaan pungutan di sekolah negeri,” kata Jaenudin. Setiap laporan, kata dia, dapat ditindaklanjuti bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Selain persoalan pungutan, Jaenudin menegaskan sekolah negeri tidak diperbolehkan menahan ijazah siswa. Menurutnya, ijazah merupakan hak peserta didik yang harus diberikan setelah menyelesaikan pendidikan. Dia menegaskan, apabila masih ditemukan praktik penahanan ijazah, masyarakat dipersilakan menyampaikan laporan agar persoalan tersebut dapat segera ditangani. Untuk sekolah swasta, Jaenudin mengakui terdapat kondisi berbeda karena operasional sekolah masih banyak ditopang pembayaran SPP. “Persoalan tunggakan biaya pendidikan tidak semestinya menjadikan ijazah siswa sebagai jaminan. Penyelesaian persoalan administrasi pendidikan harus tetap memperhatikan hak siswa untuk memperoleh dokumen kelulusannya,” ujarnya. Di bidang pendidikan tinggi, Jaenudin menyampaikan program beasiswa bagi mahasiswa asal Jawa Barat masih dalam pembahasan. Kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlanjutan program bantuan pendidikan. Meski demikian, terdapat skema pendampingan bagi mahasiswa kurang mampu yang memiliki KTP Jawa Barat agar tetap mendapatkan akses terhadap bantuan pendidikan. Sementara pada sektor kesehatan, Jaenudin menyoroti keberadaan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Sukabumi, salah satunya Rumah Sakit Jampang Kulon. Ia mengingatkan masyarakat agar memilih fasilitas kesehatan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan jarak tempuh. Masyarakat tidak harus memaksakan diri menuju rumah sakit yang lokasinya jauh apabila terdapat fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan. Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Erik Erwanda. Ia menegaskan kehadiran jajaran partai dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Erik mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut, mulai dari ketua RT dan RW, alim ulama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga jajaran PAC dan ranting PDI Perjuangan Kecamatan Cikole. Ia berharap penjelasan Muhammad Jaenudin mengenai tugas dan fungsi DPRD Provinsi Jawa Barat dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat, terutama terkait fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Jaenudin menegaskan berbagai aspirasi dan persoalan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan DPRD Jawa Barat dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah. Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting agar kebijakan pemerintah tidak berhenti pada aturan, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai, menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PDIP, Raden Koesoemo Hutaripto. Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan kebersihan sungai sebagai bagian dari kepedulian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pesan tersebut disampaikan Raden saat menghadiri kegiatan Mancing Mania dan Kobok Mania yang digelar warga RW 01 dan RW 06 Kelurahan Citamiang bersama komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dia menambahkan, kegiatan memancing di sungai dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Ketika sungai dijaga kebersihannya, keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara positif oleh warga. “Acara hari ini memperingati 17 Agustus 2026, di mana kita mengedukasi masyarakat supaya menjaga kebersihan sungai. Sekarang kita mancing, kita tanam ikan, kita berharap mereka dapat menjaga sungai ini,” kata Raden. Ia menegaskan, masyarakat harus mengubah pola pikir dalam memperlakukan sungai. Sungai tidak boleh dijadikan tempat membuang sampah atau dianggap sebagai bagian belakang permukiman yang tidak perlu diperhatikan. “Mari kita juga edukasi masyarakat supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak juga menjadikan sungai sebagai halaman belakang,” tegasnya. Raden justru mengajak masyarakat menjadikan sungai sebagai bagian depan lingkungan yang harus dirawat dan dibersihkan secara rutin. “Kalau menjadikan sungai sebagai halaman depan pasti akan kita jaga, akan kita bersihkan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kekompakan warga RW 01 dan RW 06 Citamiang yang sejak sebelumnya telah bergotong royong membersihkan sungai. Menurutnya, kepedulian terhadap sungai harus dilakukan secara menyeluruh karena persoalan kebersihan sungai tidak berhenti pada satu wilayah. “Memang bersih sungai ini bukan hanya di sini saja tapi dari hulu ke hilir,” jelasnya. Selain mengajak masyarakat menjaga kebersihan, Raden juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi fisik sungai dengan merespons aspirasi mengenai pengerukan dan pendangkalan. Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi yang salah satunya berkaitan dengan sektor sumber daya air, Raden mengatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada dinas terkait sekaligus mengecek kemungkinan dukungan penganggarannya. “Kita sekarang lagi penyusunan RAPBD Murni 2027, harapannya itu bisa dimasukkan sebagai program prioritas,” katanya. Menurut Raden, perhatian terhadap kondisi sungai juga berkaitan erat dengan upaya mengantisipasi banjir. Sampah dan pendangkalan sungai, terutama ketika curah hujan tinggi, dapat meningkatkan risiko meluapnya air dan berdampak kepada masyarakat. “Biasanya di bulan Januari sampai Maret curah hujan agak tinggi dan dapat mengakibatkan kenaikan ketinggian air. Kalau di sini banyak sampah, pendangkalan, tentu otomatis akan berdampak pada banjir kepada warga,” ungkapnya. Raden berharap momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial dan hiburan, tetapi juga melahirkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Panitia Mancing Mania, Dedi Supriadi, mengapresiasi partisipasi warga RW 01 dan RW 06 serta dukungan Raden Koesoemo sehingga kegiatan dapat terlaksana. Ia berharap kegiatan yang saat ini melibatkan dua RW tersebut ke depan dapat diperluas hingga tingkat Kelurahan Citamiang. “Depannya mudah-mudahan kalau sekarang ini RW 01 dan RW 06, mungkin untuk berikutnya bisa dilaksanakan se-Kelurahan Citamiang,” kata Dedi. Lurah Citamiang, Dorry, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan RW, Karesian, Karang Taruna, Barudak Sisi Susukan (Basis), dan masyarakat itu memiliki manfaat langsung terhadap lingkungan. Dorry menilai kegiatan tersebut semakin bermakna karena diawali dengan aksi bersih-bersih dan pengerukan brangkal di sungai sebelum kegiatan mancing bersama dilaksanakan. “Ini bukan sekadar hanya hiburan memeriahkan, tapi ada nilai kebermanfaatan bagi lingkungan,” ujarnya. Ia berharap kepedulian terhadap kebersihan sungai yang ditunjukkan warga bersama komunitas Barudak Sisi Susukan (Basis) dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain yang dilalui aliran sungai. Dorry juga mengapresiasi Raden Koesoemo yang dinilainya aktif mengawal aspirasi masyarakat, termasuk menyampaikan usulan terkait pembangunan dan persoalan lingkungan kepada dinas terkait. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan dan DPRD, kepedulian terhadap kebersihan sungai diharapkan tidak berhenti pada momentum HUT RI, tetapi menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan Kota Sukabumi. (Usep)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com Ketua Umum Bang Japar yang juga Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian penting dari identitas, sejarah, dan garis pengabdian Bang Japar. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan menghadirkan pendampingan, pemberdayaan, serta solusi nyata bagi masyarakat.(21/8/2026) “Bang Japar meneguhkan komitmen Jaga Jakarta. Bagi kami, menjaga Jakarta berarti menjaga masyarakatnya, persatuannya, lingkungannya, fasilitas publiknya, serta memastikan warga merasa aman, terbantu, dan tidak sendirian ketika menghadapi persoalan. Jakarta adalah rumah kita bersama, sehingga harus kita rawat dengan kepedulian, persaudaraan, dan cara-cara yang damai,” ujar Fahira Idris dalam konferensi pers Bang Japar Jaga Jakarta Untuk Indonesia di Markas Komando Pusat Bang Japar, Jakarta, Jumat (21/8). Menurut Fahira Idris, komitmen Jaga Jakarta merupakan salah satu wujud nyata dari garis perjuangan Bang Japar “Berbuat dan Bermanfaat”. Menjaga sebuah kota tidak cukup dimaknai hanya sebagai upaya mengamankan wilayah. Menjaga Jakarta juga berarti membantu warga memperoleh keadilan, membuka akses terhadap layanan kesehatan, memperkuat ekonomi keluarga, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, serta merawat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Sebagai bagian dari penguatan komitmen Jaga Jakarta, Bang Japar akan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta untuk mengikuti Apel Siaga Jaga Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Bagi Senator Jakarta ini, keterlibatan Bang Japar dalam Apel Siaga Jaga Jakarta merupakan kelanjutan dari kiprah panjang organisasi dalam menjaga masyarakat, lingkungan, fasilitas publik, persatuan, serta kedamaian kota. Kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk berhadapan dengan pihak atau kelompok mana pun. “Apel Siaga Jaga Jakarta bukan gerakan untuk membangun ketegangan dan bukan mobilisasi untuk melawan siapa pun. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengingatkan bahwa Jakarta merupakan rumah kita semua. Rumah ini harus dijaga dengan gotong royong, dialog, ketertiban, dan semangat persaudaraan,” jelasnya. Fahira Idris juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, potongan video tanpa konteks, maupun ajakan di media sosial yang dapat memicu kemarahan, kebencian, perusakan, dan konflik antarmasyarakat. “Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Mari menjaga ruang demokrasi tetap sehat, damai, tertib, dan beradab,” ungkap aktivis perempuan ini. Komitmen Bang Japar Jaga Jakarta Untuk Indonesia, tegas Fahira Idris tidak berhenti pada satu apel atau satu momentum. Komitmen tersebut merupakan bagian dari pengabdian jangka panjang Bang Japar untuk memastikan kehadiran organisasi semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Bang Japar akan terus menjaga Jakarta dengan berbuat dan bermanfaat. Kita jaga kotanya, kita bantu warganya, kita rawat persaudaraannya, dan kita kuatkan masyarakatnya. Bang Japar tidak boleh hanya besar dalam nama, tetapi harus semakin besar dalam manfaat,” pungkas Fahira Idris. (Agus/Heri)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar Sosialisasi Lomba Pembinaan Teritorial (Binter) TA 2026 yang diikuti para Asisten Teritorial (Aster) jajaran Kodam, dan Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) jajaran Korem. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman terkait mekanisme penyelenggaraan Lomba Binter. Bertempat di Aula Gajah Mada Pusterad, Jl. Setu Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/8/2026). Dalam sambutannya, Komandan Pusat teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno yang dibacakan oleh Wadan Pusterad Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, kehadiran para Aster dan Kasiter merupakan wujud komitmen satuan jajaran TNI AD dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembinaan teritorial di wilayah masing-masing. “Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh Kodim jajaran Kodam memiliki kesamaan persepsi dan pemahaman mengenai mekanisme serta ketentuan penyelenggaraan Lomba Binter yang akan dilaksanakan pada tahun 2027,” ujar Danpusterad. Letjen TNI Mochamad Syafei kasno menegaskan bahwa Binter merupakan roh TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan darat. Binter telah menjadi fungsi utama TNI AD dalam mewujudkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh guna mendukung kepentingan pertahanan negara. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja sekaligus mengevaluasi kualitas penyelenggaraan Binter di satuan kewilayahan, TNI AD secara berkesinambungan melaksanakan Lomba Binter sebagai sarana kompetisi dan evaluasi antarsatuan Kodim. Lomba Binter TA 2026 mengusung tema “Melalui Lomba Binter Kita Mantapkan Solidaritas dan Sinergitas TNI AD dengan Aparat Pemerintah Daerah serta Komponen Bangsa Lainnya Guna Meningkatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam Pengabdian kepada Bangsa dan Negara.” Pada kesempatan tersebut, Danpusterad juga menyampaikan bahwa Pusterad selaku LKT Satkowil dan sebagai penyelenggara Lomba Binter memberikan dukungan penuh terhadap program yang dicanangkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Lomba Binter diharapkan menjadi wadah bagi setiap Kodim untuk menunjukkan kualitas dan inovasi dalam penyelenggaraan Binter sesuai karakteristik serta dinamika wilayah masing-masing. “Melalui kompetisi yang sehat, nantinya dapat diperoleh Kodim terbaik yang mampu menjadi inspirasi, motivasi, sekaligus contoh bagi satuan kewilayahan lainnya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Binter,” tegas Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno. Danpusterad juga menekankan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kegiatan sosialisasi secara optimal, dan aktif menyampaikan pertanyaan terhadap materi yang belum dipahami, khususnya berkaitan dengan aspek-aspek penilaian. Dengan demikian, waktu yang tersedia benar-benar memberikan hasil optimal. (Heri)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada jagung terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU). Pada Jumat, 21 Agustus 2026, personel Polsek Amuntai Tengah melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 Wita tersebut merupakan bagian dari pemantauan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan lahan jagung sekaligus memastikan program pertanian produktif tersebut terus berjalan. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Polsek Amuntai Tengah turun langsung ke lapangan, yakni Aiptu Rofik PN, Aipda Sahat MTS, SH, Bripka Sugeng Ari Bowo, Bripka Eko Wahyudi, dan Brigpol Bayu Fitrianto. Dengan menggunakan kendaraan patroli serta perangkat komunikasi HT, petugas melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung di wilayah Desa Muara Tapus. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan domestik melalui optimalisasi hasil pertanian masyarakat. Selain untuk bahan pangan, produksi jagung juga memiliki peran penting sebagai salah satu sumber pakan ternak. Polsek Amuntai Tengah secara berkala melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan pertanian di wilayah hukumnya. Data dan kondisi di lapangan selanjutnya menjadi bahan laporan kepada pimpinan sebagai bagian dari evaluasi perkembangan program ketahanan pangan. Kegiatan monitoring berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Jajaran Polsek Amuntai Tengah memastikan pemantauan terhadap sektor pertanian masyarakat akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah HSU. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi pemantauan, tetapi juga menunjukkan dukungan terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian menuju ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Agus)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Polsek Banjang terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai akses permodalan usaha yang aman dan legal. Salah satunya melalui sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi kepada masyarakat di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 Wita tersebut dilaksanakan personel Polsek Banjang sebagai upaya memberikan informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengenai program pembiayaan usaha. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai KUR, termasuk skema pembiayaan, tabel rafaksi, serta gambaran angsuran pinjaman yang perlu diketahui sebelum mengajukan kredit. Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aiptu Noryadi selaku Ka Jaga, Brigadir Fahmi Rachman dan Briptu M. Alfito Gusna. Selain menyampaikan informasi secara langsung, petugas juga membagikan brosur sosialisasi KUR dan tabel rafaksi sebagai bahan yang dapat dipelajari masyarakat. Kegiatan didukung dengan satu unit kendaraan patroli Polsek Banjang serta perangkat komunikasi untuk menunjang pelaksanaan di lapangan. Polsek Banjang mengimbau masyarakat agar tidak sekadar memahami besaran pinjaman dan angsuran, tetapi juga memperhatikan kemampuan membayar serta menyesuaikan pembiayaan dengan kebutuhan dan kemampuan usaha. Langkah tersebut dinilai penting agar fasilitas pembiayaan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif dan pengembangan usaha, bukan justru menjadi beban bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel juga menemukan bahwa sebagian masyarakat masih membutuhkan pendampingan terkait persyaratan administrasi pengajuan KUR. Karena itu, sosialisasi akan dilakukan secara bertahap di wilayah hukum Polsek Banjang. Koordinasi dengan pihak perbankan juga dinilai diperlukan agar informasi mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan, dan pelayanan KUR dapat diterima masyarakat secara jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Melalui kegiatan ini, Polsek Banjang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilih akses permodalan yang resmi, bijak dalam menggunakan pembiayaan, serta mampu memanfaatkannya untuk memperkuat usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga. (Agus)
AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar apel kesiapan pengamanan Turnamen Sepak Bola Bupati HSU Cup 2026 di Lapangan Pahlawan Amuntai, Jumat (21/8/2026) siang. Apel yang berlangsung sekitar pukul 14.30 Wita tersebut dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Pengamanan, AKP Didik Suryanto, S.H. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan tertib, aman, dan kondusif. Dalam apel tersebut, tercatat sebanyak 20 personel Polres HSU dijadwalkan mengikuti pengamanan. Dari jumlah tersebut, 15 personel hadir, sementara lima personel berhalangan atau belum hadir karena tugas dan kondisi kedinasan masing-masing. Lima personel yang tercatat belum mengikuti apel secara penuh, yakni Bripda M. Adya Pratama dari Sat Samapta dan Briptu Fikri Ansyari dari Sat Intelkam yang sedang berada di Pulau Damar. Selanjutnya, Bripda M. Bodhi Rahman dari Sat Reskrim sedang melaksanakan dinas di Banjar, Brigadir Bayu Fitrianto dari Ba Sek Amunteng dalam tugas, serta Bripka Gunawan Susanto dari Ba Sek Sei Pandan yang hadir terlambat. Apel kesiapan tersebut menjadi momentum untuk memastikan personel memahami tugas dan tanggung jawab pengamanan selama turnamen berlangsung, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun ketertiban di sekitar lokasi pertandingan. Polres HSU menegaskan bahwa pengamanan kegiatan olahraga tidak hanya berorientasi pada kelancaran pertandingan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada pemain, perangkat pertandingan, panitia, serta masyarakat yang hadir memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya. Selama pelaksanaan apel kesiapan, situasi terpantau aman dan kondusif. Personel selanjutnya disiapkan untuk menjalankan tugas pengamanan sesuai pembagian dan tanggung jawab yang telah ditentukan. Pengamanan yang dilakukan secara terukur diharapkan dapat menjaga Turnamen Sepak Bola Bupati HSU Cup 2026 tetap menjadi ajang olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi terus mendapat dukungan. Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Ciemas kini menerima bantuan Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung. Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diwujudkan melalui pembangunan jaringan irigasi tersier dengan pola swakelola. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan ketersediaan air bagi areal persawahan masyarakat. Realisasi bantuan tersebut juga tidak lepas dari perjuangan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, H. Ujang Abdurahman Rochmi, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Dewan Batmen, dalam mendorong aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Di Desa Ciwaru, sedikitnya enam kelompok tani menjadi penerima manfaat. Masing-masing yakni Kelompok Tani Gempar dengan luas lahan 18 hektare, Cilele 21 hektare, Mekar Mandiri 19 hektare, Tani Berkah 31 hektare, Makmur 25 hektare, dan Mukti 53 hektare. Sementara di Desa Mekarsakti, bantuan diterima Kelompok Tani Jaya Sukses Tani yang diketuai Nanang Taryana dengan luas areal mencapai 25 hektare. Adapun di Desa Tamanjaya terdapat dua kelompok penerima, yakni Kelompok Tani Mukti Tani dengan luas lahan 30 hektare dan Kelompok Tani Sugih Jaya seluas 25 hektare. Dengan cakupan lahan tersebut, program Oplah di Kecamatan Ciemas diharapkan bukan sekadar menghadirkan pembangunan fisik berupa saluran irigasi, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan produksi pertanian masyarakat. Para petani pun menyambut program tersebut dengan penuh rasa syukur. Bagi mereka, keberadaan jaringan irigasi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga produktivitas sawah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian. Perwakilan Kelompok Tani Mukti Desa Tamanjaya, Apandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan bantuan tersebut, terutama kepada Dewan Batmen. “Terima kasih kepada Pak Dewan Batmen atas segala perjuangannya. Kami berharap dukungan dan perhatian terhadap kepentingan masyarakat melalui kelompok tani ini dapat terus berlanjut, karena masih banyak infrastruktur pertanian di wilayah kami yang perlu dibenahi,” ujar Apandi, Jumat (21/8/2026). Apresiasi serupa disampaikan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ciemas, Agus Ali Mubarok. Menurutnya, perhatian terhadap kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut. “Kami sangat menghargai perhatian dan dukungan penuh dari Pak Dewan H. Ujang Abdurahman Rochmi. Beliau selalu mensupport para kelompok tani dan berjuang keras demi memenuhi kebutuhan pertanian di wilayah kami,” ungkap Agus. Program Oplah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, penyuluh pertanian dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian dari tingkat bawah. Bagi masyarakat Ciemas, pembangunan irigasi bukan hanya soal infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas lahan, meningkatkan hasil panen dan memperkuat kesejahteraan petani. (Dicky)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Suasana Lapangan Saburai, Jalan Sriwijaya, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, dipenuhi semangat kebersamaan pada Jumat (21/8/2026). Sekitar 1.500 peserta mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-1 Kodam XXI/RI sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut dipimpin Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han). Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Forkopimda, instansi pemerintah, keluarga besar TNI, mitra Kodam XXI/RI hingga masyarakat. Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turut hadir bersama jajaran Babinsa. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kedekatan antara prajurit TNI dengan masyarakat. Jalan sehat tidak hanya dimanfaatkan sebagai kegiatan olahraga. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta masyarakat. Antusiasme peserta semakin terasa dengan adanya hiburan dan pengundian door prize. Lapangan Saburai pun dipenuhi suasana akrab dan meriah, sejalan dengan semangat peringatan kemerdekaan yang menempatkan persatuan sebagai salah satu nilai utama. Dalam sambutannya, Pangdam XXI/RI menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama memiliki manfaat lebih luas daripada menjaga kebugaran. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, persahabatan, kekompakan dan kebersamaan antarelemen masyarakat. Pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Semangat berolahraga diharapkan dapat dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari melalui produktivitas, pengabdian dan kontribusi positif bagi lingkungan. Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.T., memberikan apresiasi terhadap kontribusi Kodam XXI/RI dalam mendukung stabilitas wilayah, kerukunan masyarakat serta pembangunan daerah. Bagi Kodim 0410/KBL, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas satuan sekaligus memperluas sinergi dengan berbagai unsur di daerah. Dandim 0410/KBL bersama jajaran Babinsa juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Hal ini sejalan dengan peran Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang dituntut mampu membangun komunikasi dan menjaga kedekatan dengan warga. Kegiatan jalan sehat tersebut akhirnya bukan sekadar aktivitas untuk menempuh rute dengan berjalan kaki. Lebih dari itu, kegiatan menjadi simbol kebersamaan dan langkah bersama dalam menjaga kesehatan, persatuan serta hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Harapan masyarakat Kampung Umbul Kunci, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, untuk mendapatkan akses air bersih terus diperjuangkan. Jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung melalui Babinsa Koramil 410-03/Telukbetung Utara (TBU) turut terlibat dalam pembangunan sumur bor yang ditujukan bagi kebutuhan warga. Pembangunan tersebut berlangsung di lahan milik Verry Sudarta dan hingga Kamis (20/8/2026) telah memasuki hari ke-31. Proses pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 35 meter dengan progres pekerjaan sekitar 35 persen. Sumur bor itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 150 jiwa atau 50 kepala keluarga yang tinggal di lingkungan sekitar lokasi pembangunan. Dalam pelaksanaannya, seorang personel TNI dari jajaran Kodim 0410/KBL bersama dua tenaga pengebor terus mengerjakan proses pengeboran secara bertahap. Targetnya, sumber air yang layak dapat segera ditemukan sehingga fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, pekerjaan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Lapisan tanah dan bebatuan keras membuat proses pengeboran membutuhkan waktu serta tenaga lebih. Meski demikian, pekerjaan tetap dilanjutkan dengan penuh ketekunan. Babinsa yang berada di lokasi tidak hanya memantau jalannya pekerjaan, tetapi juga turut membantu memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib. Kehadiran aparat teritorial tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Bagi warga setempat, keberadaan sumur bor memiliki arti penting. Jika nantinya berhasil menghasilkan sumber air sesuai harapan, fasilitas tersebut dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, mencuci, mandi dan keperluan sehari-hari lainnya. Pembangunan ini sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan pembinaan teritorial. Babinsa sebagai aparat kewilayahan berupaya hadir di tengah warga, mendengarkan kebutuhan mereka sekaligus membantu mencari solusi melalui kerja bersama. Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam pembangunan sumur tersebut. TNI dan masyarakat bahu-membahu mengawal proses pekerjaan agar dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin warga. Kodim 0410/KBL melalui jajaran kewilayahannya juga terus mendorong keterlibatan Babinsa dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pembangunan sumur bor di Kampung Umbul Kunci mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi puluhan keluarga penerima manfaat, keberadaan sumber air bersih dapat menjadi kebutuhan yang sangat berarti. Dengan progres yang terus berjalan, masyarakat berharap pembangunan sumur bor tersebut dapat segera mencapai sumber air dan rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi pembangunan terpantau aman dan tertib. Kondisi cuaca juga dilaporkan cerah. (Agus)