Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Senin (24/8/2026), personel Polsek Banjang melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU. Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 13.30 Wita tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi lahan yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Banjang. Dalam kegiatan itu, petugas memantau lahan milik Sadikin dengan luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan melalui Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang merupakan binaan Polri. Tanaman jagung diketahui ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia 106 hari. Tanaman memiliki tinggi sekitar 2 hingga 2,10 meter dan diproyeksikan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026. Jenis jagung yang ditanam merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Hibrida Bisi 18 sebanyak sekitar 100 kilogram. Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Untuk kegiatan pengolahan lahan hingga perawatannya, petani masih mengandalkan metode manual. Monitoring tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Noryadi, Brigadir Fahmi Rachman, dan Briptu M. Alfito Gusna. Kehadiran personel di lapangan sekaligus menjadi bentuk pendampingan dan kepedulian Polri terhadap perkembangan sektor pertanian di wilayah pedesaan. Kapolsek Banjang melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pemantauan secara berkala terhadap perkembangan tanaman, sehingga berbagai kendala yang berpotensi menghambat hasil produksi dapat diketahui lebih awal. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan monitoring diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, dalam mendorong produktivitas pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, lancar, dan kondusif. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM. Persoalan sampah di Kota Sukabumi tidak lagi bisa dipandang sebagai urusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata.Di tengah produksi sampah yang mencapai 190,33 ton per hari, seluruh elemen masyarakat dituntut mengambil bagian agar persoalan sampah dapat diselesaikan secara bersama-sama. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi Yudi Sutriana menegaskan, pemerintah membutuhkan keterlibatan masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan permukiman. Sebab, sebesar 47 persen sumber sampah Kota Sukabumi berasal dari rumah tangga. “Persoalan sampah ini bukan hanya tanggung jawab DLH. Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak mungkin menyelesaikan persoalan sampah sendirian tanpa perubahan perilaku masyarakat dari sumbernya,” tegas Yudi Sutriana saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (24/8). Data persampahan tahun 2025 menunjukkan, dengan jumlah penduduk 373.189 jiwa, Kota Sukabumi menghasilkan sekitar 69.469 ton sampah per tahun. Kondisi tersebut semakin mendesak karena TPA Cikundul yang dibangun sejak 1995 dengan luas keseluruhan 10,7 hektare, kini hanya memiliki sisa lahan aktif sekitar 1 hektare. Setiap harinya, TPA Cikundul masih menerima beban sekitar 132 ton sampah. Jika seluruh sampah terus berakhir di TPA tanpa pengurangan dari sumber, persoalan keterbatasan lahan akan semakin sulit diatasi. Menurut Yudi, kondisi TPA tersebut harus menjadi alarm bersama. Sebab, persoalan yang dihadapi bukan hanya soal cepat atau lambatnya lahan TPA penuh, tetapi juga menyangkut dampak lingkungan dan pembiayaan pemerintah. Penumpukan sampah berpotensi meningkatkan emisi gas metan, menimbulkan air lindi yang berisiko mencemari lingkungan, sekaligus membuat biaya operasional pengelolaan sampah semakin besar. “Kalau semua sampah dibuang ke TPA, kapan pun lahannya akan penuh. Karena itu, solusinya bukan sekadar bagaimana mengangkut sampah sebanyak-banyaknya ke TPA, tetapi bagaimana sampah itu dikurangi sejak dari rumah,” jelasnya. DLH Kota Sukabumi kini mendorong perubahan paradigma. Masyarakat tidak cukup hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi harus mulai memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Apalagi berdasarkan komposisinya, 46 persen sampah Kota Sukabumi merupakan sampah organik. Kemudian terdapat 30 persen sampah lainnya atau residu, 14 persen plastik, serta 10 persen kertas dan karton. Sampah organik, terutama sisa makanan dan sampah dapur, dinilai memiliki peluang besar untuk diolah secara mandiri menjadi kompos maupun pupuk organik cair (POC). Teknologi sederhananya pun tidak harus mahal. Masyarakat dapat memanfaatkan biopori dari ember bekas maupun komposter tumpuk. DLH menargetkan melalui pengelolaan tersebut sedikitnya 30 persen sampah organik dapat dikurangi dari aliran menuju TPA pada 2030. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, kaleng, botol kaca dan besi dapat dipilah untuk kemudian disetorkan ke Bank Sampah. “Jangan semua sampah dianggap tidak berguna. Ada sampah yang bisa menjadi kompos dan ada yang mempunyai nilai ekonomi. Kalau dipilah, masyarakat bisa mendapatkan manfaat sekaligus membantu pemerintah mengurangi beban TPA,” kata Yudi. DLH juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari. Kantong plastik dapat digantikan dengan tas kain, sedangkan penggunaan tumbler, kotak makan dan peralatan makan yang dapat digunakan berulang kali perlu menjadi kebiasaan baru. Langkah sederhana tersebut dinilai penting karena pengurangan sampah tidak akan efektif jika hanya mengandalkan program pemerintah. Yudi menekankan, perubahan harus dilakukan secara kolektif mulai dari keluarga, RT, RW, kelurahan, sekolah, pelaku usaha, komunitas hingga pemerintah. Pola yang ingin dibangun DLH adalah menjadikan TPA sebagai tempat terakhir bagi sampah residu, bukan tempat menampung seluruh sampah masyarakat. Alurnya dimulai dari pemilahan di rumah, penampungan sementara dan pengangkutan. Sampah organik diolah menjadi kompos atau POC, sementara sampah anorganik bernilai ekonomi masuk ke Bank Sampah. Hanya sampah yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang dibuang ke TPA. Jika pola tersebut berjalan konsisten, dampaknya bukan hanya memperpanjang usia TPA Cikundul. Pengelolaan sampah yang benar juga dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan, mencegah penyumbatan saluran air yang berpotensi memicu banjir, menekan risiko penyakit, mengurangi biaya pemerintah, sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat. “Yang kita bangun bukan hanya sistem pengelolaan sampah, tetapi budaya bersama. Kalau masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan seluruh unsur lingkungan bergerak bersama, persoalan sampah bisa kita kurangi,” ujar Yudi. Ia berharap masyarakat tidak lagi menempatkan persoalan sampah sebagai pekerjaan petugas kebersihan semata. Ketika sampah sudah dihasilkan dari rumah, maka tanggung jawab pertama berada pada setiap individu yang menghasilkan sampah tersebut. “Mulai dari rumah, mulai dari diri sendiri, lalu kita bergerak bersama. Jangan menunggu sampah menjadi masalah besar baru kita bertindak,” tegasnya. Dengan produksi sampah mencapai 190,33 ton setiap hari, Kota Sukabumi membutuhkan gerakan bersama yang konsisten. Menyelamatkan TPA Cikundul bukan semata-mata soal memperpanjang usia sebuah tempat pembuangan, tetapi tentang membangun kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat merupakan tanggung jawab seluruh warga. (Usep)

BANJANG, Bidik-kasusnews.com                Kepedulian terhadap anak yatim sekaligus ikhtiar menjaga keamanan dan ketenteraman wilayah ditunjukkan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, Polsek Banjang menggelar doa bersama dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan berlangsung di Kantor Polsek Banjang dan dilanjutkan di Panti Asuhan Budi Rahayu Amuntai. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas perintah Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M. melalui Plh. Kapolsek Banjang AKP Didik Suryanto, S.H. Doa bersama menjadi bagian dari upaya jajaran kepolisian untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar wilayah hukum Polsek Banjang senantiasa berada dalam kondisi aman, tenteram dan kondusif, sekaligus dijauhkan dari berbagai bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan. Doa bersama dipimpin Ustad Syarwani Abdan dan diikuti personel Polsek Banjang, PNS serta PHL Polsek Banjang. Kegiatan juga melibatkan unsur TNI dari Koramil 1001-07 Amuntai Tengah dan Banjang, pegawai Kecamatan Banjang serta perwakilan BPK Banjang, Saubari. Selain sebagai bentuk ikhtiar spiritual, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat silaturahmi antara kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat. Usai doa bersama, jajaran Polsek Banjang kemudian menyerahkan santunan kepada 40 anak yatim dari Panti Asuhan Budi Rahayu Amuntai. Santunan yang diberikan berupa 40 bungkus nasi dan bantuan uang. Plh. Kapolsek Banjang AKP Didik Suryanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kasih sayang Polri terhadap anak-anak yatim, sekaligus sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini, Polsek Banjang berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat serta menciptakan komunikasi yang lebih harmonis dengan berbagai unsur di wilayah Kecamatan Banjang. “Selain memanjatkan doa untuk keselamatan dan kondusivitas wilayah, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Polri kepada anak-anak yatim serta upaya mempererat silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat,” demikian inti kegiatan yang dilaksanakan jajaran Polsek Banjang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif. Polsek Banjang berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa menjaga keamanan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui tugas kepolisian di lapangan, tetapi juga dapat diperkuat melalui kepedulian sosial, kebersamaan dan pendekatan keagamaan. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persoalan sampah di Kota Sukabumi perlahan diarahkan dari sekadar masalah lingkungan menjadi peluang untuk membangun pola pengelolaan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Kepala DLH Yudi Sutriana menyiapkan strategi pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari rumah tangga hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Paradigmanya pun mulai digeser. Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dipilah, diolah, dimanfaatkan bahkan memiliki nilai ekonomi. Yudi mengatakan perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat karena sebagian besar persoalan sampah justru bermula dari sumbernya, yakni rumah tangga. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam proses pemilahan dan pengolahan sampah,” ujar Yudi, Senin (24/8). Karena itu, DLH menggandeng komunitas, kelurahan serta berbagai unsur masyarakat untuk memperluas edukasi mengenai pemilahan sampah. Sosialisasi juga diarahkan kepada sektor usaha, khususnya hotel, restoran dan kafe atau Horeka. Langkah sederhana dari rumah menjadi sangat penting mengingat sampah organik, terutama sisa makanan, masih mendominasi produksi sampah hingga sekitar 70–80 persen. Untuk menjawab persoalan tersebut, DLH mendorong pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat. Salah satunya melalui bantuan ember biopori untuk pengolahan sampah organik di lingkungan kelurahan, termasuk Kelurahan Cikundul. “Kalau sampah organik bisa selesai di tingkat rumah tangga atau lingkungan, beban yang dibawa ke TPA otomatis akan berkurang,” jelasnya. Tidak berhenti pada edukasi, DLH juga menyiapkan penguatan pengolahan sampah skala kawasan melalui optimalisasi TPS 3R. TPS 3R Cisarua menjadi salah satu fasilitas yang diarahkan untuk kembali berfungsi secara optimal. Fasilitas tersebut akan didukung mesin Refuse-Derived Fuel (RDF) dan rumah maggot sebagai bagian dari pengembangan ekonomi sirkular. Konsepnya sederhana namun memiliki dampak besar: sampah yang sebelumnya berakhir di TPA diupayakan masuk kembali ke dalam rantai pemanfaatan. Sampah organik dapat diolah melalui budidaya maggot, sementara material tertentu dapat diproses menjadi RDF yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri maupun pembangkit. DLH juga berupaya memperkuat teknologi pengolahan melalui pengajuan hibah mesin insinerator ramah lingkungan berkapasitas lima ton per hari kepada pemerintah provinsi. Bahkan, penjajakan teknologi insinerator yang dapat beroperasi tanpa ketergantungan listrik juga tengah dilakukan sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah. Di sektor hilir, pembenahan dilakukan secara bersamaan. DLH mulai menata armada pengangkutan sampah dengan menginventarisasi kendaraan yang sudah tidak layak beroperasi. Sekitar tujuh hingga delapan unit dump truck yang mengalami kerusakan berat, bersama sejumlah kendaraan operasional lainnya, dipersiapkan untuk proses penghapusan atau pelelangan sesuai ketentuan. Langkah tersebut bukan sekadar merapikan aset, tetapi juga bagian dari efisiensi agar anggaran tidak terus terserap untuk kendaraan yang sudah tidak produktif. Sementara itu, TPA Cikundul menjadi salah satu titik penting dalam pembenahan pengelolaan sampah Kota Sukabumi. DLH menyiapkan perubahan sistem dari pola open dumping menuju controlled landfill melalui pengurugan tanah secara berkala. Pembenahan IPAL juga dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan air limbah. Tak kalah penting, DLH merencanakan pemasangan pipa gas metana guna mengendalikan gas yang muncul dari timbunan sampah sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran dan ledakan. “TPA juga harus dibenahi. Kita ingin sistem pengelolaan sampah semakin aman, tertata dan memenuhi ketentuan lingkungan,” kata Yudi. Visi pengelolaan sampah tersebut tidak berhenti pada pembenahan hari ini. DLH juga mempersiapkan skema jangka panjang menuju TPA Bersama pada 2028, dengan rencana pemanfaatan fasilitas Galuga dan Kayu Manis tanpa tipping fee. Rencana itu sekaligus diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Bagi Yudi, keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya diukur dari seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut. Ukuran keberhasilan justru terletak pada seberapa banyak sampah yang berhasil dikurangi, diolah dan dimanfaatkan sebelum mencapai TPA. “Harapannya, masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan pemilahan dan pengolahan yang benar, sampah bisa menjadi sumber manfaat dan bagian dari ekonomi sirkular,” pungkasnya. (Usep)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Pesan penting tentang disiplin, karakter, dan pentingnya saling menghargai disampaikan jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kepada para pelajar SDN Murung Sari 1, Kecamatan Amuntai Tengah. Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan Bimbingan dan Pembinaan Masyarakat (Bintibsos) yang dirangkai dengan pelaksanaan upacara bendera di halaman SDN Murung Sari 1, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Dalam kegiatan tersebut, Kasat Binmas Polres HSU AKP Syaifullah, S.H. bertindak sebagai pembina upacara. Ia memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada para siswa mengenai pentingnya memiliki sikap disiplin, menaati aturan, menghormati guru dan orang tua, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama teman. Salah satu pesan yang menjadi perhatian adalah ajakan kepada para siswa untuk tidak melakukan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Para pelajar diingatkan agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk mengejek, mengucilkan, menghina, maupun melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal. Selain itu, siswa didorong untuk membangun kebiasaan positif sejak dini sebagai bekal dalam meraih cita-cita. Sikap rajin belajar, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu menghargai orang lain dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Kegiatan tersebut turut diikuti Kanit Binkamsa AIPTU Padillah Ridani, Kanit Bhabinkamtibmas AIPDA Sugeng, Banit Binpolmas AIPDA Fendy Agustiawan, serta Bamin Satbinmas M. Juni. Melalui kegiatan Bintibsos tersebut, Sat Binmas Polres HSU tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan kamtibmas, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai positif kepada pelajar sebagai generasi penerus. Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah diharapkan dapat mempererat komunikasi antara kepolisian, pihak sekolah, dan para pelajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Senin (24/8/2026) pagi, personel melaksanakan patroli sekaligus pengaturan lalu lintas di sekitar Sekolah Ukhuwah, Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 Wita tersebut dilaksanakan Kanit Samapta Polsek Banjang, Aiptu Soeyatmin, SH, menggunakan kendaraan patroli roda dua. Patroli tersebut merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta kondusif. Selain memantau situasi di lingkungan sekolah, personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna membantu menjaga keselamatan para pelajar maupun pengguna jalan. Dalam kegiatan tersebut, petugas turut menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan. Patroli juga diarahkan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk aksi balap liar, tawuran, pelanggaran lalu lintas, serta kejahatan jalanan (street crime) yang dapat meresahkan masyarakat. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman, khususnya pada waktu aktivitas masyarakat dan pelajar mulai meningkat pada pagi hari. Dari hasil kegiatan, situasi di sekitar lokasi patroli terpantau aman dan kondusif. Polsek Banjang memastikan kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan secara preventif sebagai bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Polres Hulu Sungai Utara kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kamtibmas secara prediktif, responsibilitas, transparan, dan berkeadilan, serta membangun kehadiran polisi yang dekat dengan masyarakat. (Agus)

AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM              Satuan Lalu Lintas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) meningkatkan kegiatan patroli malam di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan, Minggu (23/8/2026). Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wita hingga selesai tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres HSU. Sejumlah ruas jalan menjadi sasaran patroli, di antaranya Jalan Jenderal A. Yani Amuntai, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Murung Sari, Jalan Rakha, Jalan Bayur Bypass, Jalan Pelampitan, hingga Jalan Jermani Husein, Banjang. Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik yang berpotensi terjadi kecelakaan maupun pelanggaran. Petugas juga memberikan teguran kepada sejumlah pengguna jalan yang dinilai melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan. Salah satu perhatian petugas adalah penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat menyilaukan pengguna jalan lainnya. Selain itu, petugas turut melakukan penertiban secara persuasif terhadap kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Patroli tersebut dilaksanakan oleh Aipda Edi Hariono, S.H., Brigadir Ahmad Fikriyadi, Briptu Akmal Wira, Briptu M. Rio D, dan Bripda M. Riza Saputra. Kasat Lantas Polres HSU melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Teguran yang diberikan diharapkan dapat menjadi edukasi agar pengguna jalan lebih disiplin dan tidak mengabaikan aturan. Kegiatan patroli juga diarahkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas maupun berkendara pada malam hari. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi kecelakaan dan pelanggaran sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius. Selain menekan risiko kecelakaan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan kondusif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polres HSU mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta tidak menggunakan perlengkapan kendaraan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. (Agus)

PEMALANG, BELIK, BIDIK-KASUSNEWS.COM  Suasana kebersamaan dan pelestarian budaya terasa kental di Desa Kalisaleh, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Pemerintah Desa Kalisaleh menggelar rangkaian kegiatan Ruwat Bumi, malam resepsi, dan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026) malam. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kepala Desa Kalisaleh tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga dari berbagai wilayah desa hadir untuk mengikuti rangkaian acara sekaligus menikmati pertunjukan seni tradisional yang menjadi bagian penting dari kebudayaan masyarakat Jawa. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga turut hadir. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan dalam memperingati momentum kemerdekaan. Kepala Desa Kalisaleh, Bejo Utomo, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi serta kekompakan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa nilai positif bagi kehidupan masyarakat. “Alhamdulillah, peringatan HUT RI ke-81 kali ini menjadi sangat istimewa dengan terselenggaranya tradisi Ruwat Bumi dan pagelaran wayang kulit. Semoga kegiatan ini membawa berkah, keselamatan, dan kemajuan bagi Desa Kalisaleh, serta semakin mempererat persaudaraan antarwarga,” ujar Bejo Utomo. Dalang Rofi Bawakan Lakon Pandawa Syukur Kem meriahan acara semakin terasa saat pagelaran wayang kulit dimulai. Pertunjukan tersebut menampilkan Dalang Rofi, seniman asal Purbalingga, yang membawakan lakon “Pandawa Syukur”. Lakon tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Penonton tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral mengenai kebaikan, ketabahan, kebersamaan, dan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan. Melalui seni pewayangan, masyarakat diajak menikmati warisan budaya sekaligus mengambil nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita. Sementara itu, tradisi Ruwat Bumi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas kehidupan, hasil bumi, serta keselamatan yang telah diberikan. Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Perpaduan antara tradisi Ruwat Bumi, resepsi kemerdekaan, dan pagelaran wayang kulit membuat peringatan HUT RI ke-81 di Desa Kalisaleh berlangsung penuh makna. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pelestarian budaya, gotong royong, dan kebersamaan. Pemerintah Desa Kalisaleh berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan sehingga generasi muda tidak kehilangan kedekatan dengan budaya lokal sekaligus memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Reporter: Penji Pribana

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mengapresiasi inisiatif Pengurus Koordinasi Cabang (PKC) PMII Jawa Barat yang menghadirkan forum Sapa Isu Daerah di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh H. Andreas, Minggu (23/8/2026). Forum ini dinilai penting karena dapat menjadi ruang untuk menyerap sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Andreas berharap Sapa Isu Daerah tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan masukan yang dapat memperkuat arah pembangunan daerah. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kebijakan yang partisipatif dan senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar H. Andreas. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Karena itu, ruang dialog antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat dan warga menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan lebih merata dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga menyampaikan ucapan selamat atas Milangkala ke-44 Desa Banyuwangi. Ia mengajak masyarakat menjadikan hari jadi desa sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai capaian yang telah diraih. “Peringatan Milangkala ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momen perayaan, tetapi juga sebagai waktu yang tepat bagi kita semua untuk bersyukur atas berbagai capaian yang telah diraih,” katanya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Banyuwangi Umaran, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Camat Cibitung Sholeh beserta unsur Forkopimcam, Danramil Surade Kapten Inf Dikdik, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta tamu undangan lainnya. Kepala Desa Banyuwangi, Umaran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga berterima kasih kepada Wakil Bupati Sukabumi yang hadir langsung dan berbaur bersama masyarakat. Sementara itu, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari koordinasi panitia, aparat serta partisipasi masyarakat. Kehadiran Sapa Isu Daerah di Banyuwangi diharapkan dapat memperkuat budaya dialog di tingkat masyarakat sekaligus menjadi jembatan antara aspirasi warga dan proses perumusan kebijakan pembangunan daerah. (Dicky)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan tanaman jagung yang dilaksanakan personel Polsek Amuntai Tengah di wilayah hukumnya, Minggu (23/8/2026). Kegiatan monitoring berlangsung mulai pukul 13.00 Wita hingga selesai dengan menyasar kawasan Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap perkembangan program swasembada jagung sekaligus mendukung kemandirian pangan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, personel yang turun ke lapangan terdiri dari Aiptu Eko Yuli Setyawan, Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar Adha, Brigpol Juliansyah, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Petugas melakukan pengecekan perkembangan lahan jagung serta menghimpun informasi yang diperlukan untuk dilaporkan kepada pimpinan. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan potensi sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah terus mendapat perhatian. Selain memenuhi kebutuhan pangan, pengembangan tanaman jagung diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan domestik lainnya, termasuk mendukung ketersediaan pakan ternak. Kapolres HSU melalui jajaran Polsek Amuntai Tengah terus mendorong keterlibatan personel di lapangan dalam mengawal berbagai program ketahanan pangan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan terhadap program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hasil perkembangan monitoring selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan pemantauan program swasembada jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)