JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-29-Maret-2026-Warga Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, mengeluhkan tingginya harga gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram yang dijual di tingkat pengecer. Harga yang semestinya terjangkau justru melonjak hingga Rp21.000 per tabung. Salah satu warga, Insal R, menyampaikan bahwa dirinya harus membeli elpiji 3 kg dengan harga tersebut. “Saya beli sampai Rp21 ribu per tabung,” ujarnya kepada Bidik-kasusnews. Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang menjadi sasaran utama subsidi elpiji 3 kg. Padahal, berdasarkan ketentuan distribusi, harga dari Pertamina ke agen berada di kisaran Rp15.520. Selanjutnya, pangkalan mendapatkan margin sekitar Rp2.480, sehingga harga jual resmi di pangkalan ditetapkan sekitar Rp18.000 per tabung. Perbedaan harga yang cukup signifikan antara harga pangkalan dan harga yang diterima masyarakat memunculkan dugaan adanya permainan di tingkat distribusi setelah pangkalan, terutama oleh pengecer. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi elpiji subsidi, agar harga tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak memberatkan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga meminta agar penyaluran gas elpiji 3 kg tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kenaikan harga tersebut di tingkat pengecer. (Wely)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Mojokerto – Upaya membangun kekuatan bangsa dari tingkat desa terus digalakkan melalui berbagai inovasi pemberdayaan wilayah. Hal ini ditunjukkan oleh Kolonel Marinir Kakung Priyambodo yang menginisiasi pembinaan generasi muda bahari berbasis potensi lokal di Desa Kwatu, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Melalui program Jung Kwatu, Kolonel Kakung menghadirkan konsep pembinaan yang tidak hanya berfokus pada olahraga dayung, tetapi juga mengintegrasikan penguatan kapasitas wilayah sebagai pusat pertumbuhan sosial, ekonomi, dan pembentukan karakter generasi muda. Dengan mengusung semangat “laut adalah masa depan”, potensi perairan di Desa Kwatu dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan yang produktif. Jung Kwatu kini berkembang menjadi pusat aktivitas yang memadukan olahraga air, edukasi kebaharian, serta pembentukan kepemimpinan bagi generasi muda. Para peserta pembinaan tidak hanya diarahkan untuk meraih prestasi olahraga, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter kuat, dan memiliki semangat kebangsaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. Selain pembinaan generasi muda, program ini juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi lokal. Kawasan long storage Desa Kwatu yang sebelumnya terbatas pemanfaatannya kini bertransformasi menjadi pusat olahraga air sekaligus destinasi wisata berbasis masyarakat. Kehadiran aktivitas ini turut mendorong tumbuhnya usaha mikro, kuliner, serta sektor pendukung lainnya. Kepala Desa Kwatu, Chosim, menyampaikan bahwa program tersebut membawa perubahan signifikan bagi masyarakat. Menurutnya, generasi muda kini memiliki ruang positif untuk berkembang, sementara desa semakin dikenal sebagai kawasan yang produktif dan inspiratif. “Pembinaan ini memberikan dampak nyata. Anak-anak muda lebih terarah, dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” ujarnya. Penguatan karakter juga menjadi bagian penting dalam program ini, dengan mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan seperti kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta cinta tanah air. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial. Kolonel Kakung Priyambodo menegaskan bahwa generasi muda merupakan kunci dalam mewujudkan kebangkitan maritim Indonesia. Ia menilai, sinergi antara pemberdayaan potensi wilayah dan pembinaan generasi bahari menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan kemandirian dan daya saing bangsa. Program Jung Kwatu pun menjadi contoh konkret bagaimana pembinaan berbasis potensi lokal mampu mendorong transformasi desa menjadi pusat pertumbuhan yang berkelanjutan serta berdaya saing di masa depan. (Agus)
Mojokerto, Bidik-kasusnews.com – Kolonel Marinir Kakung Priyambodo menegaskan peran strategisnya dalam membangun kekuatan bangsa dari akar rumput melalui pemberdayaan potensi wilayah yang terintegrasi dengan pembinaan generasi muda bahari. Melalui Jung Kwatu di Desa Kwatu Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, ia menghadirkan pendekatan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga dayung, tetapi juga pada penguatan kapasitas wilayah sebagai pusat pertumbuhan sosial, ekonomi, dan karakter. Model ini menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda dapat menjadi katalisator transformasi desa menuju kemandirian dan daya saing. Dengan mengusung filosofi laut adalah masa depan, Kolonel Kakung memanfaatkan potensi perairan lokal sebagai ruang strategis pembinaan. Jung Kwatu berkembang menjadi pusat aktivitas produktif yang memadukan olahraga, edukasi kebaharian, dan pembentukan karakter kepemimpinan. Para atlet tidak hanya dilatih untuk meraih prestasi, tetapi juga dibentuk sebagai agen perubahan yang membawa nilai disiplin, militansi, dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Pemberdayaan potensi wilayah diwujudkan melalui optimalisasi kawasan long storage Desa Kwatu yang kini bertransformasi menjadi pusat olahraga air dan destinasi wisata berbasis masyarakat. Aktivitas yang tumbuh di kawasan ini mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui kehadiran UMKM, kuliner, serta sektor pendukung lainnya. Sinergi antara pembinaan olahraga dan pemberdayaan ekonomi menjadikan desa sebagai ruang hidup yang produktif, inspiratif, dan berkelanjutan. Penguatan karakter generasi muda juga dilakukan melalui integrasi nilai nilai kepramukaan yang selaras dengan semangat kebaharian. Kemandirian, kepemimpinan, kedisiplinan, dan cinta tanah air ditanamkan secara konsisten, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan global. Kepala Desa Kwatu, Chosim, menyampaikan bahwa kehadiran Jung Kwatu telah membawa dampak nyata bagi masyarakat. Generasi muda kini memiliki arah dan semangat baru, sementara desa semakin dikenal sebagai pusat kegiatan positif yang produktif. Perubahan ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat mampu mengangkat potensi wilayah menjadi kekuatan strategis pembangunan. Sebagai pembina, Kolonel Kakung Priyambodo menempatkan generasi muda sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan kebangkitan maritim Indonesia. Baginya, pemberdayaan potensi wilayah yang dipadukan dengan pembinaan generasi bahari adalah investasi jangka panjang bangsa untuk menciptakan kemandirian, kesejahteraan, dan kejayaan maritim Indonesia di masa depan. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara, 28 Maret 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) diwarnai dengan kegiatan yang penuh kebersamaan dan manfaat bagi masyarakat. Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Paminggir, Sabtu (28/3/2026), digelar senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta halal bihalal yang diikuti ratusan warga. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.30 Wita ini menjadi momentum untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat. Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati HSU H. Sahrujani, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, anggota DPRD HSU, Kasat Polairud Polres HSU IPTU Marwan Susandy Ahmad, S.H., Danramil Danau Panggang, Camat Paminggir Ahmad Yani, S.Sos, para kepala desa se-Kecamatan Paminggir, serta unsur aparat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Rangkaian acara diawali dengan senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Selanjutnya, masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan panitia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga. Momentum halal bihalal juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan emosional dan kebersamaan antar unsur pemerintah dan masyarakat, terutama dalam suasana pasca-Ramadan. Kasat Polairud Polres HSU IPTU Marwan Susandy Ahmad menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan, tetapi juga membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat semakin solid, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat,” ujarnya. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai desa di Kecamatan Paminggir tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya kebersamaan dalam membangun daerah, sejalan dengan semangat HUT ke-74 Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Musibah tenggelam menimpa dua remaja di kawasan wisata Air Terjun Watu Bobot, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Sabtu (28/3/2026). Kedua korban dilaporkan tenggelam saat bermain air di area bawah air terjun. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB dan segera dilaporkan ke BPBD Jepara sekitar pukul 09.00 WIB. Mendapatkan kabar tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, langsung bergerak menuju lokasi untuk memantau sekaligus memimpin proses evakuasi. Korban diketahui berinisial M (18) dan A (18), warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit. Medan menuju lokasi yang cukup terjal membuat rombongan harus menggunakan sepeda motor, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih dua kilometer. Tim gabungan dari BPBD dan SAR segera melakukan pencarian dengan metode penyelaman. Kondisi arus bawah yang kuat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Korban pertama berhasil ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB tidak jauh dari titik awal tenggelam dengan bantuan jangkar. Selang sekitar 10 menit, korban kedua berhasil ditemukan oleh tim penyelam di lokasi yang tidak jauh berbeda. Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa kuatnya arus bawah di lokasi menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses pencarian. “Arus bawah di lokasi sangat kencang, ini yang menjadi kendala saat evakuasi,” jelasnya. Sementara itu, Witiarso Utomo mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama yang memiliki potensi bahaya seperti sungai dan air terjun. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, termasuk kedalaman air yang tidak merata, bebatuan licin, serta arus tersembunyi yang kerap tidak terlihat dari permukaan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkunjung ke destinasi wisata alam.(Wely)
BEKASI,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Hingga Selasa 28 April 2026 pagi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total tujuh penumpang meninggal dunia akibat insiden tabrakan antara kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa selain korban jiwa, sebanyak 81 orang mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. “Korban meninggal dunia sebanyak tujuh orang, sementara korban luka yang dirawat mencapai 81 orang,” ujar Bobby kepada wartawan di lokasi kejadian. Meski proses evakuasi telah berlangsung sejak malam, hingga kini masih terdapat tiga korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta. Tim gabungan masih berupaya melakukan evakuasi dengan sangat hati-hati guna menghindari risiko tambahan. “Masih ada sekitar tiga korban yang terperangkap di dalam kereta. Proses evakuasi memakan waktu cukup lama, bahkan sudah berlangsung sekitar delapan jam karena harus dilakukan secara ekstra hati-hati,” jelasnya. Insiden ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka, tetapi juga berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta api, khususnya di wilayah KAI Daop 3 Cirebon. Sejumlah perjalanan kereta tujuan Jakarta mengalami antrean dan keterlambatan antara 10 hingga 30 menit. Pihak KAI Daop 3 Cirebon pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi. Mereka mengakui bahwa insiden di wilayah Bekasi Timur berdampak langsung pada jadwal operasional kereta di lintas tersebut. Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyatakan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat, terutama keluarga penumpang yang terdampak kecelakaan. (Asep Rusliman)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Gelaran Pesta Lomban 2026 kembali berlangsung semarak. Puncak acara yang digelar di Pantai Kartini, Sabtu (28/03/2026), dipenuhi ribuan warga yang antusias mengikuti Festival Kupat Lepet. Dua gunungan berisi kupat dan lepet yang telah disiapkan panitia menjadi daya tarik utama. Tak butuh waktu lama, hanya sekitar seperempat jam, seluruh isi gunungan tersebut habis diperebutkan masyarakat setelah prosesi pembukaan dilakukan. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah memadati lokasi. Mereka ingin menyaksikan langsung tradisi khas Syawalan yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun di Jepara. Suasana semakin meriah saat prosesi larungan kepala kerbau selesai dilaksanakan di laut. Tanda dimulainya perebutan gunungan ditandai dengan pemotongan tali janur oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Dalam hitungan detik, warga langsung menyerbu dan saling berebut kupat serta lepet yang dipercaya membawa berkah. Tradisi ini memiliki nilai simbolik yang kuat. Kupat dimaknai sebagai bentuk pengakuan kesalahan, sementara lepet menggambarkan persatuan dan kekompakan masyarakat. Filosofi tersebut menjadi pengingat pentingnya saling memaafkan pasca Hari Raya Idulfitri. Salah seorang pengunjung, Siti (35), mengaku rela datang lebih awal demi mendapatkan bagian dari gunungan. “Senang sekali bisa ikut tradisi ini. Walaupun harus berdesakan, tapi suasananya seru dan penuh kebersamaan,” ujarnya. Bupati Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pesta Lomban merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Jepara pun terus berupaya mengembangkan Pesta Lomban sebagai agenda wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung setiap tahunnya. Dengan antusiasme yang tak pernah surut, Festival Kupat Lepet kembali menjadi simbol kuat kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Jepara yang terus lestari dari generasi ke generasi. (Wely)
Temanggung-Bidik-KasusNews.com menggelar kegiatan Halal Bihalal sederhana pasca Hari Raya Idulfitri di Aula Dinkominfo, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Dinkominfo, LPPL Temanggung TV, serta LPPL Radio eRTe FM. Kadinkominfo, Gotri Wijianto Wuriatmojo, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran media mainstream dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus media sosial. Menurutnya, media yang terstandarisasi dan terverifikasi, seperti Temanggung TV dan eRTe FM, bahkan Media Swasta lainnya memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat dan sesuai kaidah jurnalistik. Ketika menyampaikan informasi, harus berpikir dua kali. Ada kaidah hukum dan etika yang harus dipatuhi, Tutur Gotri Ia mengutip pandangan Dewan Pers yang menganalogikan kondisi saat ini sebagai “pertarungan” antara media sosial dan media mainstream. Dalam konteks itu, media mainstream dinilai memiliki keunggulan, karena dikelola oleh wartawan terverifikasi dengan standar kerja yang jelas. Sebaliknya, media sosial kerap menjadi ruang tanpa batas. Informasi dapat disebarkan secara cepat tanpa proses verifikasi yang memadai. “Di media sosial, berita bisa langsung tersebar tanpa filter. Sementara media mainstream memiliki mekanisme penyuntingan dan kaidah yang jelas, ujarnya Gotri mengingatkan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi penyelenggara pemerintahan. Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, baik secara pribadi, maupun institusional. Ia juga mendorong seluruh pengelola media di lingkungan pemerintah daerah untuk menghadirkan konten yang edukatif dan bertanggung jawab. Menurutnya, penyebaran informasi yang benar menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat. “Bagaimana kita menyajikan diseminasi informasi ini agar menjadi media yang edukatif dan bisa menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya. Selain itu, Gotri mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, saling belajar, serta memperkuat kolaborasi antar lembaga media daerah. Ia menyebut Temanggung TV dan Radio LPPL eRTe FM Temanggung, serta Media Center Temanggung sebagai salah satu media terpercaya yang dapat menjadi rujukan dalam penyebaran informasi publik. Selanjutnya, kegiatan Halal Bihalal tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar pegawai dan insan media. Di akhir sambutannya, Gotri menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta. “Intinya adalah saling memaafkan. Saya pribadi mohon maaf apabila ada tutur kata maupun perbuatan yang kurang berkenan,” pungkasnya. Jurnalis ( trm )
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 27 Maret 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan melalui kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan. Salah satu kegiatan tersebut adalah mengaji bersama di Masjid At-Taubah yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Program ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual yang bertujuan menumbuhkan kesadaran diri serta mendorong perubahan sikap ke arah yang lebih positif. Dalam suasana yang tenang dan religius, para warga binaan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari membaca Al-Qur’an hingga mendengarkan tausiyah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana introspeksi diri bagi warga binaan. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan mereka mampu memahami kesalahan di masa lalu serta memiliki tekad kuat untuk memperbaiki diri di masa depan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter. Ia menekankan bahwa nilai-nilai spiritual dapat menjadi fondasi kuat bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya. Dengan adanya kegiatan ini, Rutan Jepara berharap dapat menciptakan perubahan nyata dalam diri setiap warga binaan, sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pembelajaran hidup yang berharga sebagai bekal kembali ke masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan lebat yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Kamis sore (26/3/2026) menyebabkan genangan air di Jalan P. Ternate, Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim. Namun, berkat respon cepat aparat kewilayahan, kondisi tersebut dapat segera diatasi dan arus lalu lintas kembali normal. Genangan mulai terjadi sekitar pukul 15.45 WIB akibat meluapnya saluran drainase yang tidak mampu menampung tingginya debit air hujan. Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter dengan panjang genangan kurang lebih 100 meter, sehingga sempat menghambat akses jalan di sekitar lokasi. Mengetahui situasi tersebut, Babinsa Kelurahan Jagabaya III dari Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur, Sertu Sugiyanto, langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. “Kami segera melakukan monitoring dan koordinasi di lokasi. Syukurlah tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan. Genangan terjadi murni akibat curah hujan tinggi dan kapasitas drainase yang terbatas,” ujar Sertu Sugiyanto. Berdasarkan hasil pemantauan, genangan hanya berlangsung sekitar 30 menit. Memasuki pukul 16.30 WIB, air mulai surut secara signifikan seiring membaiknya kondisi cuaca dan normalnya kembali fungsi drainase. Arus kendaraan pun kembali berjalan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah situasi tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengurangi dampak genangan serta memberikan rasa aman. Tindakan cepat ini juga mencerminkan kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Pihak Koramil setempat turut mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan anggotanya serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Penanganan cepat ini menjadi bukti nyata peran aktif Babinsa tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat. (Agus)