HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Banjang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air Sungai Balangan guna mengantisipasi dampak banjir di wilayah hukumnya. Monitoring dilakukan pada Kamis pagi (8/1/2026) mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA di sejumlah titik rawan genangan. Berdasarkan hasil pemantauan di Pintu Air Desa Beringin, ketinggian air Sungai Balangan tercatat mencapai 1,67 meter, mengalami penurunan sekitar 3 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level 1,70 meter atau batas normal. Meski terjadi penurunan, sejumlah desa masih terdampak genangan akibat lambatnya aliran air menuju muara Sungai Negara dan Sungai Tabalong. Beberapa wilayah yang terpantau masih terdampak banjir antara lain Danau Terate, dengan sekitar 30 rumah warga di RT 1 hingga RT 3 terendam air, serta jalan titian sepanjang kurang lebih 200 meter yang tergenang setinggi sekitar 2 sentimeter. Di Lok Bangkai, air masuk ke teras dan badan rumah sebanyak 15 unit di RT 1 dan RT 8, sementara jalan di RT 8 tergenang hingga 5 sentimeter sepanjang 50 meter. Genangan juga terjadi di Desa Patarikan, di mana air telah masuk ke sekitar 50 rumah warga di RT 1 hingga RT 4 dengan ketinggian sekitar 2 sentimeter. Di Pandulangan, air menggenangi jalan desa setinggi kurang lebih 5 sentimeter dan merendam sekitar 35 rumah warga di RT 1 sampai RT 4. Sementara itu, di Murung Padang, air dilaporkan masuk ke badan rumah sebanyak 10 unit di RT 1 hingga RT 4 dengan kedalaman mencapai 10 sentimeter, serta menggenangi sekitar 25 teras rumah dengan ketinggian 2 sentimeter. Genangan juga terpantau di Desa Beringin, Baruh Tabing, Teluk Serikat, Teluk Buluh, dan Karias Dalam, meskipun dalam skala terbatas. Untuk fasilitas umum, sekolah dan tempat ibadah dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, satu titik genangan terpantau di Jalan Jermani Husin Km 4, dengan kedalaman air sekitar 10 hingga 15 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter. Kapolsek Banjang melalui keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Balangan agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila curah hujan di wilayah hulu, termasuk Kabupaten Balangan, masih tinggi. Selain itu, Polsek Banjang aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat serta mempersiapkan Posko Tanggap Darurat. Sejumlah perlengkapan penanganan banjir juga telah disiagakan di Polsek Banjang, seperti ban dalam sebagai alat bantu apung, tali-temali, sepatu bot, jas hujan, dan obat-obatan. “Air masih merendam sebagian rumah warga karena belum sepenuhnya surut ke muara. Diperlukan waktu beberapa hari, tergantung kondisi cuaca,” ujar Kapolsek. Pemantauan debit air Sungai Balangan akan terus dilakukan secara berkala. Setiap perkembangan situasi akan segera dilaporkan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayah rawan, jajaran Polsek Amuntai Selatan melakukan pengecekan dan pemantauan debit air Sungai Telaga Silaba, Kamis (8/1/2026). Sungai tersebut merupakan aliran terusan dari wilayah Kabupaten Tabalong yang berpengaruh langsung terhadap kondisi air di Kecamatan Amuntai Selatan. Pengecekan dilakukan sekitar pukul 10.00 WITA di pintu air Desa Harusan Telaga, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai. Petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Aipda Budi Herri W, Bripka Najib, dan Brigadir Moriss Sitorus, dengan menggunakan kendaraan dinas roda empat Polsek Amuntai Selatan. Berdasarkan hasil pemantauan, debit air Sungai Telaga Silaba terpantau mengalami kenaikan sekitar 1 sentimeter, dari sebelumnya berada di level 5,98 menjadi 5,99. Meski kenaikan tergolong kecil, kondisi tersebut tetap mendapat perhatian serius sebagai langkah mitigasi dini. Kapolsek Amuntai Selatan melalui keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan berkala serta mengambil langkah-langkah antisipatif guna meminimalisir dampak apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Adapun langkah yang telah dilakukan antara lain mendata ruas jalan dan rumah warga yang berpotensi terdampak, memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, serta mengingatkan orang tua untuk melarang anak-anak bermain di tepi sungai demi menghindari risiko hanyut atau tenggelam. Selain itu, Polsek Amuntai Selatan juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan informasi terkait kondisi debit air dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat. Pemantauan debit air ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan pelayanan yang prediktif, responsif, dan transparan, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Amuntai Selatan. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Januari 2026 – Rutan Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan pengajian bagi warga binaan pemasyarakatan yang bersinergi dengan Polres Jepara dan Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di serambi Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Jepara yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kerohanian dan kepribadian guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Pengajian diikuti oleh warga binaan dengan penuh khidmat dan diisi dengan tausiah keagamaan serta doa bersama. Kehadiran Polres Jepara dan Kemenag Kabupaten Jepara merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual di lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan pengajian rutin memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku positif warga binaan. “Pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam proses pemasyarakatan. Melalui pengajian ini, kami berharap warga binaan dapat memperbaiki diri dan memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. Perwakilan dari Polres Jepara menambahkan bahwa dukungan terhadap kegiatan pembinaan rohani merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan, sekaligus mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. “Kami mendukung penuh kegiatan pembinaan seperti ini karena nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih tertib dan bertanggung jawab,” jelasnya. Sementara itu, pihak Kemenag Kabupaten Jepara menekankan pentingnya pendekatan keagamaan dalam proses pembinaan. “Pembinaan spiritual di rutan menjadi sarana untuk menanamkan nilai moral, toleransi, dan kesadaran beragama, sehingga warga binaan memiliki harapan dan semangat untuk memperbaiki diri,” ungkapnya. Melalui kegiatan pengajian ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara Rutan Kelas IIB Jepara, Polres Jepara, dan Kemenag Kabupaten Jepara dalam menciptakan pembinaan yang holistik bagi warga binaan. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara
Karawang, Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri kegiatan Panen Raya Nasional yang dirangkaikan dengan pengumuman capaian swasembada pangan nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis yang menandai keberhasilan kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, serta para petani dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama ketahanan nasional, terutama di tengah dinamika dan tantangan global yang berdampak pada sektor pangan dunia. Pemerintah, kata Presiden, berkomitmen penuh menjadikan sektor pertanian sebagai pilar strategis pembangunan nasional. Di hadapan ribuan petani, penyuluh pertanian, serta komunitas agribisnis yang hadir secara langsung maupun daring dari berbagai daerah, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kekompakan seluruh elemen pertanian Indonesia. “Terima kasih kepada seluruh komunitas pertanian Indonesia. Saudara bekerja keras, bersatu, dan kompak. Saudara menghasilkan untuk bangsa dan negara. Kita sudah swasembada selama satu tahun. Kita berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung pada bangsa lain,” tegas Presiden. Panen Raya di Cilebar ditandai dengan panen padi secara simbolis dan diikuti secara virtual oleh kelompok tani dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur atas peningkatan produktivitas pertanian nasional sekaligus menandai kebangkitan sektor pangan Tanah Air. Acara tersebut turut dihadiri jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Jaksa Agung, Kapolri, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta pimpinan BUMN yang berperan aktif dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan dedikasinya dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Melalui momentum Panen Raya dan deklarasi swasembada pangan nasional ini, diharapkan semangat bertani serta sinergi lintas sektor semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan aparat TNI di tengah masyarakat. Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil yang tergabung dalam kegiatan RADIN INTEN, Serma Slamet, dengan sigap memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi di Jalan Sukarno Hatta, tepatnya di depan Dealer Mitsubishi Kali Balau Kencana, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Rabu (7/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat Serma Slamet tengah melaksanakan patroli wilayah. Ia mendapati kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan, yakni Minibus Suzuki Ertiga bernomor polisi BE 1107 ALO, Sepeda Motor Honda Vario BE 3422 TU, serta sebuah mobil truk dengan nomor polisi BE 8467 AW. Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, kecelakaan bermula ketika Minibus Ertiga yang dikemudikan Nurrohim (35), warga Jalan Yos Sudarso Way Lunjuk Panjang, melakukan pengereman mendadak untuk menghindari seekor kucing yang melintas. Pengendara motor di belakangnya, Teguh Pramono (28), warga Susunan Baru Kemiling, tidak sempat menghindar hingga menabrak bagian belakang minibus dan terjatuh ke badan jalan. Nahas, sebuah truk yang melaju di belakang kembali menabrak Minibus Ertiga karena jarak yang terlalu dekat. Melihat kondisi tersebut, Serma Slamet segera memberikan pertolongan pertama kepada pengendara sepeda motor yang mengalami luka berat berupa patah kaki dan telapak kaki terbelah. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Imanuel untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selain menolong korban, Babinsa juga berinisiatif mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan lanjutan. Koordinasi cepat dilakukan dengan petugas Polantas serta Polsek Tanjung Karang Timur (TKT) untuk penanganan lanjutan di lokasi kejadian. Akibat kecelakaan tersebut, Minibus Ertiga mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kaca belakang dan bemper belakang kanan, sementara mobil truk mengalami penyok ringan di sisi kanan. Adapun sepeda motor tidak mengalami kerusakan berarti. Kejadian ini telah ditangani secara resmi oleh pihak berwenang untuk proses klarifikasi dan penyelesaian administrasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Aksi cepat dan tanggap Serma Slamet mendapat apresiasi warga sekitar sebagai wujud nyata kehadiran TNI yang selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Banjang melaksanakan Patroli Dialogis sekaligus respons cepat layanan 110 terkait laporan korsleting listrik di perbatasan Desa Kalintamui dan Desa Banjang, Rabu malam (7/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka mendukung Transformasi menuju Polri yang Presisi, dengan mengedepankan kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui pendekatan dialogis. Patroli yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA ini dilaksanakan oleh personel Polsek Banjang, yakni Aipds Herry S, Aipda Sukadi, dan Brigadir Fahmi Rahman, menggunakan kendaraan dinas roda dua patroli. Selain menindaklanjuti laporan adanya dugaan korsleting listrik yang berpotensi menimbulkan bahaya, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga Desa Kalintamui, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Warga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko kebakaran dan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Kapolsek Banjang melalui keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Melalui patroli dialogis dan quick response 110, Polri hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujarnya. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Banjang tetap aman dan terkendali. Selain itu, terbangun komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat sebagai bagian dari upaya trust building. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol. Patroli berjalan lancar dan mendapat respons positif dari warga setempat. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Di tengah proses hukum yang sedang dijalani, seorang tahanan Polres Jepara tetap dapat melangsungkan salah satu momen terpenting dalam hidupnya. Rabu pagi (7/1/2026), Masjid Jami’ Kholilurrohman Mapolres Jepara menjadi saksi pernikahan pasangan muda asal Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Akad nikah berlangsung sederhana, tertib, dan penuh makna. Meski digelar di lingkungan kantor kepolisian, suasana khidmat terasa kuat saat ijab kabul diucapkan dengan lancar, disambut haru oleh keluarga yang hadir. Mempelai pria berinisial FA (22) diketahui tengah menjalani penahanan atas perkara pidana pengeroyokan. Sementara sang mempelai wanita, PA (22), setia mendampingi dan melanjutkan rencana pernikahan yang sebelumnya telah disepakati kedua keluarga. Polres Jepara memfasilitasi pelaksanaan pernikahan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap hak dasar warga negara. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasatreskrim AKP M. Faizal Wildan Umar Rela menegaskan bahwa proses hukum tidak menghapus hak seseorang untuk menikah. “Selama seluruh persyaratan administrasi terpenuhi dan mendapat persetujuan keluarga, kami memberikan ruang untuk pelaksanaan akad nikah secara tertib dan aman,” jelasnya. Pelaksanaan akad nikah turut dihadiri penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA), saksi nikah, serta keluarga inti dari kedua mempelai. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur keamanan dan ketentuan yang berlaku. Kasi Humas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menyampaikan harapan agar pernikahan tersebut menjadi titik balik bagi kehidupan rumah tangga pasangan muda tersebut. “Kami berharap pernikahan ini menjadi awal yang baik, meskipun mempelai pria masih harus menyelesaikan proses hukum yang berjalan,” ujarnya. Setelah seluruh rangkaian akad nikah selesai, mempelai pria kembali ke ruang tahanan untuk melanjutkan masa penahanan. Jika ingin versi lebih humanis, lebih singkat untuk media online, atau disesuaikan dengan gaya rilis Humas Polri, saya siap bantu. (Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menerima penghargaan prestisius dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penghargaan level nasional ini diberikan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Panen Raya Nasional yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026). Presiden ke delapan tersebut menegaskan, panen raya nasional yang dirangkaikan dengan pemberian satyalencana merupakan penanda keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan kembali swasembada pangan. Capaian tersebut, menurut Presiden, merupakan hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, khususnya para petani di berbagai daerah. “Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang sungguh-sungguh waspada, berani mengoreksi diri, dan berani menghadapi keadaan,” ujarnya. Kepala negara juga menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar. Oleh karena itu, keberhasilan di sektor pangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Swasembada pangan dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri tanpa ketergantungan pada impor. Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan tidak terlepas dari kebijakan strategis Presiden Prabowo yang berpihak kepada petani. Pemerintah telah menerbitkan 12 Instruksi Presiden dan 25 Peraturan Menteri Pertanian sebagai hasil deregulasi dari lebih 500 aturan sebelumnya. “Hasilnya, harga pupuk berhasil ditekan hingga turun 20 persen. Ini sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka,” terang Menteri Amran. Di sisi lain, harga gabah naik sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, tambahnya. Menurutnya, dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga berpengaruh secara global. Harga pangan dunia tercatat turun dari sekitar 650 dolar AS menjadi 340 dolar AS per ton, atau mengalami penurunan sekitar 44 persen. Ia menambahkan, Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu importir pangan terbesar kini tidak lagi melakukan impor. Kondisi tersebut membuat pasokan pangan dunia menjadi lebih melimpah, khususnya di negara-negara produsen seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan. “Secara tidak langsung, petani dan masyarakat Indonesia telah berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan global,” pungkasnya. (Dicky)
Bidik-kasusnews.com JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kabupaten Bekasi, Beni Saputra, sebagai saksi dalam kasus dugaan suap ijon proyek. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (5/12/2025) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama BS selaku mantan Sekdis CKTR Bekasi,” ujar Budi dikutip dari kompas.com 5/1/2026. Beni Saputra diketahui memenuhi panggilan penyidik dan tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.32 WIB. Selain Beni, KPK juga memanggil dua saksi lainnya dari pihak swasta berinisial ZNH dan SC. Berdasarkan catatan KPK, ZNH hadir pada pukul 09.29 WIB, sementara SC tiba pada pukul 09.35 WIB. pemeriksaan para saksi ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 10 orang yang diduga terlibat dalam praktik suap proyek. Pada 19 Desember 2025, KPK mengungkapkan bahwa delapan orang dari sepuluh yang diamankan telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dua di antaranya diketahui merupakan Ade Kuswara dan ayahnya, HM Kunang. Dalam kasus ini, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di Kabupaten Bekasi. Hingga kini, penyidik masih terus mendalami aliran dana serta peran masing-masing pihak yang terlibat. (Weli)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali melaksanakan tugas pengawalan dan pendampingan terhadap warga binaan pemasyarakatan yang memperoleh hak pembebasan bersyarat, Rabu (7/1/2026). Pendampingan dilakukan sejak keberangkatan hingga penyerahan resmi warga binaan ke Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Rutan Jepara dalam memastikan setiap proses pembebasan bersyarat berjalan sesuai mekanisme hukum dan prosedur pemasyarakatan. Petugas memastikan seluruh tahapan administrasi dan keamanan terlaksana dengan baik, sehingga tidak terjadi kendala selama proses integrasi warga binaan ke luar rutan. Sesampainya di Bapas, warga binaan mengikuti proses penelitian kemasyarakatan (litmas) yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan. Litmas menjadi tahapan penting untuk menggali kesiapan warga binaan dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat, termasuk rekam jejak pembinaan selama di rutan, kondisi sosial keluarga, serta rencana aktivitas setelah memperoleh pembebasan bersyarat. Pihak Rutan Kelas IIB Jepara menjelaskan bahwa tidak semua warga binaan dapat langsung memperoleh pembebasan bersyarat. Hanya mereka yang telah memenuhi persyaratan substantif dan administratif, serta menunjukkan perubahan perilaku yang positif, yang dapat diusulkan mengikuti program integrasi tersebut. Melalui pendampingan ini, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan. Diharapkan, warga binaan yang mendapatkan pembebasan bersyarat mampu menjalani proses reintegrasi sosial secara bertahap dan kembali berperan positif di lingkungan masyarakat. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara