Purbalingga, Bidik-kasusnews.com – TNI Angkatan Darat terus memastikan penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berjalan optimal melalui peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak, Senin (26/1/2026). Di Kabupaten Purbalingga, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, meninjau Posko Tanggap Darurat Banjir Bandang dan Tanah Longsor Kalisoso di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, serta sejumlah titik terdampak di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet, dapur umum terpadu kawasan D’Las Serang, lokasi pengungsian warga di Rumah Qur’an Desa Serang, hingga wilayah Dusun Kaliurip dan Dusun Gunung Malang. Peninjauan juga mencakup kondisi infrastruktur, jembatan yang terputus, serta permukiman warga terdampak. Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat, bencana di wilayah Kalisoso berdampak pada ratusan rumah warga, dengan puluhan di antaranya mengalami kerusakan berat, sejumlah akses jalan dan jembatan terputus, serta lahan pertanian mengalami gagal panen. Pada kesempatan tersebut, disalurkan pula bantuan kepada warga yang berada di lokasi pengungsian di Aula kawasan wisata Desa Serang. Kegiatan peninjauan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Pemalang, tepatnya di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Di lokasi ini, TNI AD meninjau kondisi jembatan putus di Dukuh Sawangan akibat banjir bandang, sekaligus melihat langsung dampak bencana terhadap lingkungan permukiman warga. Selain peninjauan, bantuan sosial berupa paket sembako diserahkan kepada masyarakat Desa Penakir sebagai bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan dasar warga pascabencana. Melalui rangkaian kegiatan ini, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak bencana, termasuk mendukung percepatan pembangunan kembali infrastruktur vital secara terkoordinasi dengan instansi terkait, agar aktivitas dan perekonomian masyarakat dapat segera pulih. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kawasan permukiman warga di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, kembali dilanda banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Genangan air yang mencapai ketinggian hingga satu meter merendam rumah warga di sejumlah rukun warga (RW), memicu keresahan masyarakat yang setiap tahun harus menghadapi persoalan serupa. Pantauan di lapangan menunjukkan banjir tidak hanya terjadi di RW 07, tetapi juga meluas ke RW 03, RW 06, dan RW 08. Di beberapa titik, air setinggi pinggang orang dewasa menghambat aktivitas warga dan meningkatkan risiko kerusakan harta benda. Warga menyebut banjir di Cakung Barat datang dengan cepat setiap kali hujan deras berlangsung cukup lama. Kapasitas drainase yang terbatas serta belum tersedianya infrastruktur pengendali banjir berskala kawasan diduga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi. Ketua RT 002 RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, mengatakan banjir kali ini berdampak langsung pada sekitar 50 kepala keluarga di wilayahnya. Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar seribu jiwa. “Air cepat naik begitu hujan deras. Tingginya hampir satu meter. Kondisi ini jelas membuat warga cemas karena terjadi berulang setiap tahun,” ujar Ahmad Nur saat ditemui di kediamannya di Jalan Tipar Cakung, Kampung Baru Cakung, Senin (26/1/2026). Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga mengancam peralatan rumah tangga, terutama barang elektronik. Warga terpaksa memindahkan perabotan ke tempat lebih tinggi demi menghindari kerusakan. Menurut Ahmad Nur, banjir di Cakung Barat bukan lagi kejadian insidental, melainkan persoalan struktural yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya realisasi pembangunan embung sebagai solusi pengendalian limpasan air hujan. “Kami berharap Pemprov DKI Jakarta dan DPRD segera merealisasikan pembangunan embung. Ini bukan hanya kebutuhan, tapi sudah menjadi keharusan,” tegasnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana pembangunan embung di wilayah Cakung Barat hingga kini masih berada pada tahap pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta, khususnya di Komisi D periode 2024–2029 yang membidangi infrastruktur, tata kota, lingkungan hidup, dan perumahan. Komisi D DPRD DKI Jakarta memiliki fungsi pengawasan terhadap sejumlah dinas teknis, di antaranya Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, Dinas Perumahan, Dinas Cipta Karya, serta Dinas Lingkungan Hidup. Warga berharap fungsi pengawasan tersebut dapat mendorong percepatan realisasi solusi pengendalian banjir di kawasan rawan. Di sisi lain, kinerja dan keterbukaan informasi dari Dinas SDA DKI Jakarta turut menjadi sorotan. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi awak media terkait langkah penanganan banjir dan progres rencana embung belum memperoleh penjelasan resmi dari Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika. Beberapa kali upaya konfirmasi melalui sambungan telepon tidak mendapat respons, bahkan awak media mengaku mengalami kesulitan komunikasi. Saat mendatangi kantor Dinas SDA DKI Jakarta, pihak keamanan menyampaikan bahwa pejabat terkait kerap tidak berada di tempat. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan prinsip keterbukaan informasi publik, yang seharusnya menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, terutama dalam penanganan bencana yang berdampak langsung pada masyarakat luas. Warga Cakung Barat berharap ke depan terbangun sinergi nyata antara Pemprov DKI Jakarta, DPRD, dinas teknis, dan media. Langkah cepat, komunikasi terbuka, serta kebijakan berbasis solusi jangka panjang dinilai menjadi kunci agar banjir tahunan tidak terus menjadi beban kolektif setiap musim hujan tiba. (Heri)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 27 Januari 2026 — Cuaca hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Jepara dalam beberapa hari terakhir tidak menimbulkan dampak berarti di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Area rutan terpantau tetap aman dan kering berkat sistem drainase yang bekerja secara efektif. Air hujan yang turun deras dapat segera teralirkan melalui saluran pembuangan tanpa menimbulkan genangan. Kondisi tersebut terlihat di seluruh area rutan, mulai dari blok hunian warga binaan hingga area pelayanan dan akses utama. Situasi ini memastikan seluruh aktivitas internal rutan berjalan normal tanpa gangguan.   Pengelolaan lingkungan yang konsisten menjadi kunci terjaganya kondisi tersebut. Rutan Jepara secara rutin melakukan pemeliharaan infrastruktur, termasuk pembersihan dan pengecekan drainase, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan dan potensi cuaca ekstrem.   Manajemen Rutan Jepara menilai bahwa kesiapan sarana pendukung merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional. Sistem drainase yang berfungsi baik tidak hanya berperan dalam pencegahan banjir, tetapi juga mendukung kesehatan lingkungan dan keamanan penghuni rutan.   Dengan kondisi infrastruktur yang terpelihara, Rutan Jepara menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus siap menghadapi berbagai tantangan alam tanpa mengurangi kualitas pelayanan. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara

Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Polresta Cirebon melaksanakan Upacara Pelantikan Jabatan dan Kenal Sambut Wakapolresta Cirebon, Senin (26/1/2026), bertempat di Aula Pesatgatra Polresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika No. 01, Sumber, Kabupaten Cirebon. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H. Dalam kegiatan tersebut, AKBP EKO MUNARIANTO, S.I.K. resmi dilantik sebagai Wakapolresta Cirebon berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781 B/XII/KEP/2025 tanggal 15 Desember 2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Rangkaian kegiatan pelantikan meliputi penandatanganan berita acara serah terima jabatan, penandatanganan pakta integritas, serta pengambilan sumpah jabatan Wakapolresta Cirebon. Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal sambut Wakapolresta Cirebon. Dalam sambutannya, Kapolresta Cirebon menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Wakapolresta yang baru serta menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Cirebon. “Kami mengucapkan selamat bertugas kepada AKBP Eko Munarianto, S.I.K. sebagai Wakapolresta Cirebon. Diharapkan segera menyesuaikan diri dan mampu menjawab dinamika kamtibmas di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujar Kapolresta. Kapolresta juga mengarahkan kepada para Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran agar proaktif mengenali wilayah tugas masing-masing, meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, serta mengoptimalkan kinerja di lapangan. Sementara itu, Wakapolresta Cirebon AKBP EKO MUNARIANTO, S.I.K. menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolresta Cirebon, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polresta Cirebon atas sambutan dan dukungan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen loyalitas dan soliditas organisasi serta kesiapan mendukung seluruh kebijakan dan program pimpinan demi kelancaran pelaksanaan tugas dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Kami siap mendukung seluruh kebijakan pimpinan dan berharap bimbingan serta kerja sama dari seluruh jajaran guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polresta Cirebon,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Fahira Idris sebagai Ketua Umum Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) bersama Keluarga Besar Bang Japar menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pernyataannya bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus tetap berada langsung di bawah koordinasi Presiden Republik Indonesia, bukan di bawah kementerian mana pun. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap negarawan yang konsisten menjaga marwah institusi Polri sesuai dengan amanat reformasi dan kerangka hukum nasional. Fahira Idris Ketua Umum Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) bersama Keluarga Besar Bang Japar menegaskan bahwa secara yuridis, kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan konsekuensi langsung dari desain ketatanegaraan pasca-reformasi yang bertujuan memisahkan secara tegas fungsi pertahanan dan keamanan. Hal ini secara eksplisit ditegaskan dalam Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Polri, yang menyatakan bahwa Polri merupakan alat negara yang berperan dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat serta berada di bawah Presiden. “Secara hukum positif, posisi Polri sudah sangat jelas dan tidak multitafsir. Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan bahwa Polri berada di bawah Presiden. Ini bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan amanat konstitusional yang lahir dari koreksi sejarah otoritarianisme masa lalu,” tegas Fahira Idris di Markas Komando Bang Japar. Sementara itu, Fahira Idris Ketua Umum Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) bersama Keluarga Besar Bang Japar menambahkan bahwa Kapolri berhasil menjalankan tugas pengamanan agenda nasional secara profesional dan transparan dalam mendukung stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. “Kemudian, implementasi penegakan hukum yang disiplin, adil, dan berkeadilan menjadi prioritas utama dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia. Serta, penguatan peran Polri dalam demokrasi hukum tercermin melalui pelayanan publik yang semakin humanis, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar Fahira Idris yang juga Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta. Tak hanya itu, Polri juga dinilai aktif dan profesional dalam mendukung penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara serta wilayah Bencana lainnya di Indonesia, memastikan warga terselamatkan, terbantu dalam aspek tempat tinggal, makanan, dan kesehatan. Lebih jauh, Fahira Idris Ketua Umum Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) bersama Keluarga Besar Bang Japar menilai bahwa penegasan Kapolri merupakan bentuk konsistensi terhadap semangat reformasi 1998 yang ingin mengakhiri praktik dwifungsi ABRI, di mana dahulu fungsi pertahanan dan keamanan bercampur dalam satu struktur militeristik. Reformasi justru menghendaki Polri menjadi institusi sipil yang profesional, independen, dan fokus pada pelayanan masyarakat serta penegakan hukum. Oleh karena itu, Fahira Idris Ketua Umum Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) bersama Keluarga Besar Bang Japar menolak segala bentuk wacana yang berupaya menggeser posisi Polri ke dalam struktur kementerian, karena langkah tersebut bertentangan dengan: Tap MPR Nomor VII/MPR/2000, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, serta Prinsip negara hukum demokratis berbasis supremasi sipil. Transformasi budaya hukum ini, lanjutnya, tak hanya akan memperkuat kapasitas internal institusi, tetapi juga secara langsung berkontribusi dalam mendukung visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran. Fahira Idris Ketua Umum Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) bersama Keluarga Besar Bang Japar mengaku optimis bahwa institusi Polri akan mengalami transformasi di 2026. Dan memberikan dukungan maksimal dalam mewujudkan agenda Asta Cita Pemerintah. Heri Jkt

Bidik-kasusnews.com,Mempawah Kalimantan Barat Selasa, 27 Januari 2026. Karang Taruna Kelurahan Tanjung menjalin silaturahmi sekaligus kerja sama dengan SMP Negeri 1 Mempawah Hilir dalam rangka mendukung Program Adiwiyata melalui agenda kegiatan pembibitan mangrove yang rencananya akan dilaksanakan di Pantai Tanjung Burung. Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara pemuda dan pelajar dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya pelestarian alam. Pembibitan mangrove dipilih sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem pantai sekaligus sebagai upaya pencegahan abrasi yang semakin mengkhawatirkan di wilayah Kelurahan Tanjung. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan edukasi lingkungan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata pelestarian alam. Ketua Karang Taruna Kelurahan Tanjung, Iqbal, menyampaikan dukungannya atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi kawasan Pantai Kelurahan Tanjung yang saat ini mengalami abrasi cukup parah. “Kami sangat mendukung kerja sama ini karena selain memberikan edukasi kepada generasi muda, kegiatan pembibitan mangrove juga menjadi solusi nyata untuk menjaga pantai kami yang saat ini terus mengalami abrasi. Semoga kolaborasi ini berjalan berkelanjutan dan membawa manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Iqbal. Melalui sinergi antara Karang Taruna dan pihak sekolah, diharapkan kegiatan ini mampu menjadi contoh gerakan peduli lingkungan yang berkelanjutan serta memperkuat peran pemuda dan pelajar dalam menjaga alam sekitar. Wartawan Mulyawan

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wujud kepedulian terhadap kegiatan keagamaan dan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU) bersama Polsek Banjang dengan menyalurkan bantuan bagi jemaah Haul Abah Guru KH. Akhmad Riduan (Guru Lok Bangkai) ke-28, Selasa (27/1/2026). Penyerahan bantuan dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WITA di kediaman H. Junaidi (Guru Anom), putra dari Abah Guru Lok Bangkai, yang berlokasi di Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Bantuan dari Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. diserahkan secara langsung oleh Wakapolres HSU KOMPOL Sony F. L. Gaol, S.E., M.M. bersama pejabat utama Polres HSU kepada Guru Anom untuk mendukung konsumsi jemaah haul. Bantuan tersebut berupa 1.980 butir telur itik, tiga karung beras, dan 15 liter minyak goreng. Sementara itu, Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M. turut menyerahkan bantuan berupa 1.500 bungkus roti dan 15 dus air mineral kepada Guru Anom, serta tambahan 500 bungkus roti dan 10 dus air mineral yang disalurkan ke Rest Area Banjang sebagai bentuk dukungan bagi relawan dan jemaah. Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri Kabagren Polres HSU KOMPOL Agus Tamjid, S.Sos, Kabag Binmas AKP Saifullah, S.H., Ustadz Syarwani Abdan selaku penanggung jawab Rest Area Banjang, serta personel Polsek Banjang. Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan masyarakat, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian, tokoh agama, dan warga. “Melalui momentum haul ini, kami berharap terjalin kebersamaan dan solidaritas yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Haul Abah Guru KH. Akhmad Riduan ke-28 digelar dalam dua sesi, yakni sesi khusus pada Selasa malam (27/1/2026) di kompleks kubah Guru Lok Bangkai, serta sesi umum pada Rabu malam (28/1/2026) di kediaman Guru Anom. Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan bantuan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat apresiasi dari pihak keluarga dan masyarakat setempat. (Agus)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa baru di Kota Bandar Lampung. Komandan Kodim (Dandim) 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turun langsung memantau pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 31 Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 10.10 WIB. Kegiatan ini merupakan program yang diinisiasi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk membantu siswa yang baru memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD) kelas 1 dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII, agar lebih siap mengikuti proses belajar mengajar sejak awal tahun ajaran. Pemantauan dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran. Kehadiran Kodim 0410/KBL juga menjadi wujud sinergi TNI dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, khususnya di sektor pendidikan. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah, S.Pd, Asisten I Pemkot Bandar Lampung Wilson Faisol, S.E., M.M, Asisten III Pemkot Bandar Lampung Hj. Eka Apriana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Socrat Pringondanu, S.STP, serta Kasat Binmas Polresta Bandar Lampung AKP Resmawati. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan siswa SD dan SMP se-Kota Bandar Lampung. Bantuan yang disalurkan berupa paket perlengkapan sekolah, meliputi buku tulis, alat tulis, tas sekolah, dan kebutuhan penunjang pembelajaran lainnya. Kolonel Arm Roni Hermawan menyampaikan apresiasi atas program bantuan pendidikan yang digelar Pemkot Bandar Lampung. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki dampak nyata dalam meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa. “Program seperti ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang membutuhkan. Harapannya, anak-anak semakin termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana menegaskan bahwa program bantuan perlengkapan sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Kodim 0410/KBL yang selama ini aktif bersinergi dalam berbagai program pembangunan daerah. Dandim 0410/KBL menambahkan, pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ia menegaskan TNI AD melalui Kodim 0410/KBL akan terus mendukung kegiatan positif yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan. Kegiatan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah tersebut berlangsung lancar dan kondusif, serta mendapat respons positif dari para siswa dan orang tua yang hadir. (Agus)

KUNINGAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mengajukan pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai langkah strategis untuk membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan desa. Kepala Desa Sangkanerang, Ahmad Suteja, menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas persampahan selama ini menjadi salah satu pemicu munculnya kebiasaan sebagian warga membuang sampah ke sungai maupun lahan terbuka. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko gangguan kesehatan. “TPS3R kami pandang sebagai solusi berkelanjutan karena pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, sekaligus melibatkan partisipasi masyarakat,” kata Ahmad Suteja saat ditemui wartawan di Kantor Desa Sangkanerang, Senin (26/1/2026). Sebagai bentuk keseriusan, Pemdes Sangkanerang telah mengalokasikan Rp104 juta dari dana desa pada tahun anggaran 2025 untuk tahap awal. Anggaran tersebut direalisasikan untuk pembelian lahan dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai lokasi rencana TPS3R. Lahan yang disiapkan juga telah memiliki sertifikat, sehingga dinilai memenuhi syarat administrasi dasar. “Anggaran desa baru cukup untuk persiapan lokasi. Untuk pengembangan TPS3R secara utuh—mulai dari bangunan pengolahan, sarana pemilahan, komposter, hingga peralatan pendukung—kami masih membutuhkan dukungan pemerintah melalui DLH,” ujarnya. Pemdes Sangkanerang juga menyatakan telah menyusun dan mengajukan proposal resmi, serta menyiapkan langkah penguatan kelembagaan pengelola TPS3R berbasis masyarakat. Program pendukung yang direncanakan antara lain sosialisasi pemilahan sampah dari rumah tangga, edukasi 3R, serta pembinaan kelompok pengelola agar sistem berjalan efektif dan berkelanjutan. Untuk tahap lanjutan, Pemdes berharap adanya verifikasi lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pendampingan teknis termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), penyediaan sarana-prasarana pengolahan, serta pembinaan operasional TPS3R. Ahmad menambahkan, usulan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menekankan pengurangan dan penanganan sampah secara terpadu dan partisipatif, serta mendorong pengelolaan berbasis masyarakat melalui TPS3R. “Kami siap berkolaborasi. Harapannya TPS3R Desa Sangkanerang dapat membantu mengurangi timbulan sampah, meningkatkan kesehatan lingkungan, dan mendukung target pengelolaan sampah daerah,” pungkasnya. (Amin)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Ormas Squad Nusantara DPC Kabupaten Jepara. Pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 13.00 WIB, Ketua DPC Squad Nusantara Jepara bersama Ketua Srikandi turun langsung ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, guna menyalurkan bantuan sosial. Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin oleh Ketua DPC Squad Nusantara Jepara Eko Basuki, didampingi Ketua Srikandi Riyana Sofa. Turut hadir jajaran pengurus DPC, di antaranya Ketua Harian Teguh Setiawan, Sekjen Achmad Baidon Sofii, Bendahara Jalil, Wakil Bidang Sosial Dian Dwi Rahayanti, serta anggota Squad Nusantara dari ranting Keling, Kembang, Bangsri, dan Tahunan.   Penyaluran bantuan juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian, yakni Ibda Joko Suhaji, Kanit Binmas Polres Jepara, sebagai bentuk dukungan dan sinergi dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Sebanyak 100 paket sembako diserahkan secara simbolis di lokasi bencana dan diterima langsung oleh Kepala Desa Tempur, Mariyono, bersama Ketua Panitia Relawan Desa Tempur, Amir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana longsor. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara Eko Basuki dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Jepara beserta jajaran yang telah mendukung dan mengawal jalannya kegiatan penyaluran bantuan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Jepara dan jajaran, khususnya kepada Bapak Ibda Joko Suhaji selaku Kanit Binmas Polres Jepara, atas pendampingan dalam kegiatan penyaluran bantuan sosial ini,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Tempur Mariyono mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Squad Nusantara DPC Kabupaten Jepara kepada masyarakat Desa Tempur. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan 100 paket sembako dari Squad Nusantara. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak bencana longsor,” ungkapnya. Di akhir kegiatan, Ketua DPC Squad Nusantara Jepara bersama Ketua Srikandi dan seluruh anggota mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan agar Desa Tempur segera pulih dan kondisi kehidupan warga dapat kembali normal seperti sediakala. (Wely-jateng)