Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/9/2025). Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat. Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Panglima TNI menyambangi pemukiman warga di Gang Gajahmada IV, Banjar Gerenceng. Mereka melihat langsung kondisi rumah yang rusak dan berdialog dengan warga terdampak. Presiden Prabowo menegaskan, langkah darurat harus dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan terkoordinasi demi keselamatan masyarakat. Sejak hari pertama bencana, TNI telah menurunkan personel untuk membantu evakuasi, pencarian korban, distribusi logistik, hingga pembersihan fasilitas umum. TNI juga mendirikan dapur lapangan dan menyiapkan layanan kesehatan bagi para pengungsi. “Seluruh instansi harus bergerak cepat, bersinergi, dan fokus pada pemulihan agar masyarakat segera bangkit,” tegas Presiden dalam arahannya. Kehadiran Presiden bersama Panglima TNI menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengutamakan keselamatan rakyat. Bagi TNI, kehadiran di tengah situasi darurat adalah bentuk nyata pengabdian sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana. (Agus)
Hulu Sungai Utara | Bidik-kasusnews.com – Situasi mencekam terjadi di Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Seorang pemuda bernama Sarif Hidayatullah (32) diamankan polisi usai melakukan pengancaman dengan senjata tajam kepada Kepala Desa Lok Bangkai, Abdul Basit, pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 09.30 WITA. Kapolsek Banjang melaporkan, peristiwa bermula saat korban diminta orang tua Sarif untuk membantu mendamaikan perselisihan rumah tangga antara pelaku dan istrinya. Namun, dalam kondisi diduga mabuk alkohol, Sarif justru mengamuk dan mengacungkan pisau bergagang plastik hitam ke arah korban sambil melontarkan ancaman. “Korban merasa ketakutan sehingga melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Banjang untuk diproses secara hukum,” terang Kapolsek Banjang dalam laporannya. Tak berselang lama, Unit Reskrim Polsek Banjang yang dibantu Unit 4 Buser Polres HSU serta Babinsa Lok Bangkai segera bertindak. Sekitar pukul 11.30 WITA, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dengan gagang plastik hitam. Pelaku kini mendekam di Mapolsek Banjang dan dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang Pengancaman serta UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin. Polres HSU menegaskan akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme maupun ancaman yang meresahkan masyarakat, demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Hulu Sungai Utara. ( Agus)
Amuntai | Bidik-kasusnews.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Seorang pemuda berinisial MUHYAR RAZA’I alias Molek (26) ditangkap bersama barang bukti sabu seberat 9,56 gram pada Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 16.45 WITA. Penangkapan dilakukan di Jalan Negara Dipa, Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU, setelah polisi mendapat informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan seorang pengendara sepeda motor Honda Supra X berwarna hitam coklat dengan nomor polisi DA 2440 YC. Kasat Resnarkoba Polres HSU, AKP Sutargo, S.H., M.M., memimpin langsung patroli monitoring di lokasi. Saat menghentikan pengendara yang belakangan diketahui bernama Muhyar, petugas menemukan dua paket sabu yang dikemas dalam plastik klip, kemudian dibungkus ulang menggunakan plastik permen kopi dan diikat dengan karet gelang. Barang haram itu disembunyikan di saku depan hoodie hitam milik tersangka. “Dari keterangan awal, sabu tersebut didapat tersangka dari seseorang bernama Adi Norahman. Rencananya narkoba itu akan diranjau di sekitar Lembaga Pemasyarakatan Amuntai,” ungkap AKP Sutargo. Selain sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya: satu unit handphone Samsung Galaxy A04e, plastik klip kosong, sebuah hoodie hitam, dua gelang karet, serta sepeda motor yang digunakan tersangka. Kini, tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Polres HSU untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau pidana mati, serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar. Polres HSU menegaskan akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba demi menjaga generasi muda dari bahaya narkotika. ( Agus)
Kota Bekasi | Bidik-kasusnews.com – Perayaan ulang tahun ke-30 Gereja Bartolomeus berlangsung meriah pada Sabtu (13/9/2025) di Galaxy City, Bekasi. Acara yang dikemas dengan tema Galaxy Run 2025 Bekasi City ini berhasil menghadirkan perpaduan olahraga, kuliner, dan hiburan musik yang memikat ribuan pengunjung. Kegiatan dibuka dengan pelepasan sekitar 700 pelari oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, tepat di depan Gereja Bartolomeus. Lari sehat ini menjadi simbol ajakan bagi masyarakat untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan antarumat. Tak hanya olahraga, pengunjung juga dimanjakan dengan aneka kuliner khas UMKM lokal. Beragam menu sarapan hingga hidangan spesial tersaji, menambah semarak suasana perayaan. Sorotan utama hadir dari panggung musik, ketika grup rock Lawang Pitu tampil membawakan 17 lagu andalan mereka. Salah satunya, lagu “Anugerah Harmoni”, dipersembahkan khusus untuk memperingati tiga dekade perjalanan Gereja Bartolomeus. Penampilan ini semakin istimewa karena turut melibatkan musisi Mata Laki. “Yang jelas kita dekat dengan semua orang, dekat dengan semua agama. Dari Lawang Pitu agama kita berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Buat kami, agama sudah selesai, yang belum selesai adalah berkarya untuk Indonesia,” ujar Acc Basuki, personel Lawang Pitu, kepada Mitra News. Wakil Ketua Panitia, Francis, mengungkapkan apresiasinya atas dukungan para musisi. “Kami sangat berterima kasih dengan grup musik rock Lawang Pitu yang berkolaborasi dengan para musisi papan atas. Harapan kami, acara seperti ini bisa menjadi agenda tahunan Gereja Bartolomeus Galaxy City,” ujarnya. Menjelang penampilan pamungkas, Romo Pungky bersama sejumlah rekan rohaniawan naik ke panggung dan ikut bernyanyi bersama vokalis Trison Manurung, menciptakan momen penuh kehangatan. Bagi masyarakat, perayaan ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga perwujudan nilai kebersamaan. Paduan olahraga, seni, budaya, dan religiusitas menghadirkan makna mendalam dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu jua. ( Agus)
Kalbar | Bidik-kasusnews.com – Sanggau Kalimantan Barat Sabtu–13 September 2025 Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali marak di aliran Sungai Kapuas, tepatnya di Desa Nanga Biang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Meski aparat kerap melakukan razia, faktanya mesin-mesin dompeng dan sedot kembali beroperasi setelah situasi dianggap aman. Pantauan warga menyebutkan, fenomena ini seperti siklus rutin: saat ada razia, para penambang diam dan tiarap bak “ternak peliharaan”. Namun, tidak lama setelah aparat pergi, suara dentuman mesin kembali menggema di tepian sungai, memecah keheningan dengan aktivitas ilegal yang merusak ekosistem. “Kalau ada razia, mereka hilang. Tapi setelah itu muncul lagi. Seolah tidak ada efek jera sama sekali,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya demi keselamatan. Ia menambahkan, masyarakat menilai razia hanya menjerat pelaku kecil, sementara aktor besar di balik bisnis PETI seakan dibiarkan bebas. Sungai Kapuas yang menjadi sumber kehidupan masyarakat kini menghadapi ancaman serius. Air yang keruh, kualitas ekosistem yang menurun, dan terganggunya rantai ekonomi perairan membuat keresahan semakin meluas. Padahal, sungai ini tidak hanya menopang kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga bernilai strategis secara ekologis dan ekonomi. Menurut UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba, setiap bentuk pertambangan tanpa izin merupakan tindak pidana dengan ancaman hukuman penjara dan denda miliaran rupiah. Selain itu, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan bahwa perusakan lingkungan dapat dijerat dengan pidana penjara hingga 10 tahun. Namun, masyarakat menilai penegakan hukum belum maksimal. “Hukum seakan hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Yang kecil ditangkap, sementara yang besar dibiarkan,” tegas warga lainnya. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam memberantas PETI. Razia yang bersifat seremonial dinilai tidak cukup, jika tidak diikuti langkah hukum tegas terhadap jaringan yang lebih besar mulai dari cukong tambang, pemasok bahan bakar, hingga dugaan keterlibatan oknum aparat. Masyarakat mendesak agar aparat bertindak nyata, tidak hanya berhenti pada penindakan permukaan. Jika dibiarkan, kerusakan Sungai Kapuas dikhawatirkan akan semakin parah dan generasi mendatang hanya akan mewarisi kehancuran lingkungan. “Yang kami minta sederhana: tegakkan hukum dengan adil. Jangan hanya ke rakyat kecil, tapi bongkar juga aktor besar di belakangnya,” tutup warga dengan nada kecewa. Sumber: Masyarakat Setempat. (Team/read)
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan patroli malam pada Sabtu (13/9/2025) pukul 20.00 WIB di halaman Markas Komando (Mako) PMJ, Semanggi, Jakarta Selatan. Sebanyak 134 personel gabungan diterjunkan untuk memperkuat pengamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat Jakarta. Apel kesiapan dipimpin oleh AKBP Anggara Sahadewa Wiritanaya, S.H., M.Si., Penyidik Madya 4 Ditresnarkoba PMJ, dengan didampingi Kompol Sukarman, S.H., Kanit 5 Bagwasidik Ditreskrimum PMJ, sebagai Wapamenwas. Dalam arahannya, AKBP Anggara menekankan pentingnya keselamatan, kewaspadaan, serta profesionalisme. Ia juga mengingatkan personel agar tetap mengedepankan pendekatan humanis saat berpatroli. “Patroli tidak menggunakan sirine atau suara berlebihan. Anggota harus menjaga keselamatan pribadi, tetap waspada, serta peduli dengan lingkungan sepanjang jalur patroli,” tegasnya. Rute Patroli Kawal Titik Strategis Rute patroli malam dimulai dari Mako Polda Metro Jaya – Jalan Jenderal Sudirman – kawasan ASEAN – Mabes Polri – Jalan Iskandar – Ragunan – TB Simatupang – Pasar Minggu – Pancoran, dan berakhir kembali di Mako PMJ. Sejumlah titik tersebut dipilih karena dianggap sebagai kawasan vital, pusat mobilitas masyarakat, hingga lokasi rawan kriminalitas. Dengan pola pengamanan mobile, aparat berharap dapat mencegah gangguan kamtibmas sekaligus menghadirkan rasa aman di ruang publik. Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat Menurut Kompol Sukarman, patroli malam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kehadiran negara untuk melindungi masyarakat. “Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman, terutama di malam hari. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan sebagai pengayom, bukan sebaliknya,” jelasnya. Apresiasi Warga Sejumlah warga menyambut baik kegiatan ini. Rudi, warga Pasar Minggu, mengaku lebih tenang dengan adanya patroli malam. “Kalau ada patroli, kami merasa lebih aman. Apalagi kalau polisinya ramah dan tidak arogan, masyarakat pasti lebih mendukung,” ujarnya. Konsistensi Keamanan ke Depan Polda Metro Jaya menegaskan akan terus meningkatkan pola pengamanan malam dengan mengedepankan pendekatan preventif dan responsif. Patroli gabungan diharapkan bisa menjaga konsistensi keamanan Jakarta agar tetap kondusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. ( Fahmy)
Cirebon | Bidik-kasusnews.com,.Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon berhasil mengamankan tiga pemuda yang membawa senjata tajam (sajam). Mereka ditangkap di wilayah Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Sabtu (13/9/2025) dinihari kira-kira pukul 04.20 WIB. “Kami juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, 2 sepeda motor, jaket, kaos, dan 2 sajam jenis klewang serta celurit. Sehingga pelaku berikut seluruh barang bukti langsung diamankan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H. Peristiwa bermula saat Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Melaksanakan patroli rutin mendapatkan laporan dari warga adanya sekelompok pemuda yang disinyalir mengendarai sepeda motor sambil membawa sajam di jalanan. “Kami langsung mengejar kelompok pemuda tersebut, dan berhasil mengamankan tiga orang berinisial RS (22), RH (18), dan FU (16). Ketiganya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon,” ujarnya. Ia mengatakan, patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon merupakan salah satu upaya jajarannya dalam mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Dari mulai tawuran hingga aksi tindak kriminalitas lainnya dalam rangka memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Selain itu, patroli tersebut merupakan langkah preventif yang dilaksanakan Polresta Cirebon rutin dari mulai siang, sore, dan malam untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif. Diharapkan patroli tersebut dapat mencegah tindak kriminalitas di Kabupaten Cirebon. Adapun sasaran dari Tim Raimas Macan Kumbang 852 Patroli adalah geng motor, premanisme, peredaran dan penyalahgunaan narkoba maupun miras, knalpot bising, serta kejahatan jalanan lainnya yang meresahkan masyarakat. Dalam patroli tersebut, petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan selalu mewaspadai setiap kejadian kriminalitas di sekitar masyarakat. Menurutnya, patroli tersebut juga merupakan respon cepat terhadap aduan masyarakat di media sosial mengenai ancaman pelaku kejahatan di wilayah Kabupaten Cirebon. Sehingga pihaknya pun melibatkan personel gabungan dari Polsek jajaran dan dibackup Satsamapta Polresta Cirebon. “Kami pastikan Polresta Cirebon dan Polsek jajaran tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dan tindakan keras kepada para pelaku kejahatan yang melakukan aksi kriminalitas di Kabupaten Cirebon. Sehingga situasi kamtibmas juga dapat terjaga secara aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H. Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi pergaulan dan kegiatan anak-anaknya terutama pada malam hari sehingga mereka tidak terlibat perbuatan melanggar hukum. Selain itu, para orang tua juga harus menjaga anaknya dari pergaulan dan pengaruh lingkungan negatif yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Pihaknya juga mengimbau dan mengharapkan para kuwu, RT, RW, dan mandor agar ikut membantu mengawasi warganya, khususnya para orang tua harus lebih memperhatikan anaknya untuk tidak melakukan kegiatan yang negatif. Sehingga mengakibatkan kerugian bagi orang lain yang menjadi korban ataupun dirinya sendiri untuk masa depannya. “Kami juga meminta peran aktif masyarakat Kabupaten Cirebon untuk segera melaporkan berbagai tindak kejahatan ke Polresta Cirebon maupun Polsek jajaran. Kami memastikan setiap laporan yang diterima akan langsung ditindaklanjuti,” kata Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H. Asep Rusliman
Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyerukan agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap tegar menjalankan perannya sebagai bhayangkara negara. Hal itu ia sampaikan di hadapan lebih dari 750 pejabat utama Polri dalam Forum Belajar Bersama PJU Posko Presisi yang berlangsung di Ruang Posko Presisi Bareskrim Polri, Jumat (12/9/2025). Forum tersebut digelar secara luring dan daring, diikuti oleh pejabat Polri dari Mabes hingga Polda dan Polres seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Mahfud menegaskan bahwa Polri memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan, bahkan pernah disejajarkan dengan kepolisian elite dunia, Scotland Yard di Inggris. “Polri harus kembali ke jati dirinya sebagai bhayangkara negara, pelindung dan pengayom masyarakat,” ujar Mahfud. Mahfud menyoroti dinamika pasca kerusuhan akhir Agustus 2025 yang membuat Polri mendapat sorotan negatif. Survei lembaga kredibel mencatat sentimen negatif terhadap Polri mencapai 89,1 persen. Menurutnya, polisi sering berada dalam dilema: jika bertindak tegas, bisa dianggap melanggar HAM, sementara jika tidak, justru menjadi korban keberingasan massa. “Banyak polisi di lapangan yang juga menjadi korban. Namun jangan lupa, kehidupan di lebih dari 75 ribu desa di Indonesia bisa berjalan aman dan tertib berkat kehadiran dan pengawasan Polri,” tegas Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut. Mahfud juga mengingatkan, meski ada oknum yang berperilaku menyimpang, jumlah polisi yang tulus melayani masyarakat jauh lebih banyak. Ia pun mendorong seluruh anggota Polri agar bangkit kembali meneguhkan identitasnya sebagai bhayangkara sejati yang menjaga ketertiban, ketenteraman, dan keamanan bangsa. ( Agus)
Bidik-kasusnews.com,Pontianak Kalimantan Barat Sebagian Hartamu Ada Hak Fakir miskin Dan Anak Yatim-Piatu maka dari itu marilah berlomba-Lomba untuk Bersedekah Semoga di hari ini kita semua di beri panjang umur, kesehatan Dan rezeki yang halal. Ungkapan Rizky Agung Pambudi kepada Awak Media Bidik-kasusnews.com,Kalimantan Barat. Sabtu-13-September-2025 firman Allah SWT dan Hadits Nabi Saw tentang zakat. “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19). “Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267). “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (QS. At-Taubah: 34-35). “Ada tiga hal yang aku bersumpah, maka hafalkanlah, yaitu tidak akan berkurang harta mereka karena bersedekah, tidak ada seorang hamba pun yang dizalimi kemudian ia bersabar, pasti Allah akan menambahkan kemuliaan, dan tidak ada seorang hamba pun yang membuka pintu meminta-minta, kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran.” (HR. At-Tirmidzi)..بسم الله الرحمن الرحيم وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS. Adz Dzariyaat : 19) فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. (QS. Ar Ruum : 38) وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (QS. Al Insaan : 8) الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, (QS. Al Lail : 18) مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ Wartawan Basori
Boven Digoel, Bidik-kasusnews.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kalacakti menggelar karya bakti bersama guru dan siswa SD Negeri Persiapan Amupkim di wilayah perbatasan, Jumat (12/9/2025). Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, serta mendukung proses belajar-mengajar. Karya bakti terpadu tersebut difokuskan pada pembersihan area sekolah dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa, para guru, serta prajurit TNI. Suasana gotong royong terasa hangat, diwarnai semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Sebagai bentuk kedekatan dengan anak-anak, personel Satgas turut membagikan permen kepada siswa usai kegiatan. Aksi sederhana ini mendapat sambutan meriah dan menambah keceriaan di lingkungan sekolah. Salah seorang guru, Yosepa Konamot, menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian Satgas TNI. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan perhatian TNI, yang tidak hanya menjaga perbatasan tetapi juga peduli terhadap dunia pendidikan,” ucapnya. Komandan Pos Tembutka menegaskan bahwa karya bakti tersebut merupakan wujud nyata implementasi tugas pokok TNI di perbatasan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam pembangunan, khususnya mendukung generasi muda sebagai penerus bangsa,” tegasnya. Kegiatan karya bakti ini diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Sinergi antara unsur pertahanan dan pendidikan dinilai penting untuk memperkuat ketahanan nasional sejak dini, terutama di daerah perbatasan yang penuh dengan tantangan. ( Agus)