Pemalang, Bidik-kasusnews.com — Dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Pemalang. Sebuah lokasi di Kamulan, Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan dan distribusi solar subsidi dengan dalih peruntukan bagi nelayan. Tim media investigasi Bidik-Kasusnews menemukan indikasi penimbunan solar subsidi dalam jumlah tertentu, yang diduga tidak sesuai dengan peruntukannya. Temuan berada di Kamulan, Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Temuan tersebut diketahui pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 14.56 WIB. Di lokasi, terdapat seorang sopir berinisial Rijal yang mengaku mengoperasikan kendaraan tersebut dan menyebutkan kepemilikan armada diduga terkait seseorang bernama Gunawan, yang disebut berasal dari Kudus. Informasi ini masih bersifat pengakuan awal dan belum terkonfirmasi secara resmi. Di lokasi ditemukan dua unit truk yang di dalamnya terdapat dua tandon (kembu) solar dalam kondisi kosong, puluhan jerigen kosong, satu unit mobil coltbak, serta enam jerigen berkapasitas sekitar 30 liter yang berisi solar, diduga siap untuk didistribusikan kembali. Keberadaan armada angkut dan wadah penyimpanan berkapasitas besar ini mengindikasikan pola distribusi yang tidak lazim untuk kebutuhan nelayan kecil. Solar bersubsidi merupakan BBM yang pendistribusiannya dibatasi dan diperuntukkan bagi sektor tertentu, termasuk nelayan kecil. Namun, penggunaan armada truk dan penampungan dalam jumlah besar memunculkan dugaan kuat adanya penyalahgunaan subsidi negara untuk kepentingan di luar ketentuan. Secara regulasi, praktik penimbunan, pengangkutan, dan niaga BBM bersubsidi tanpa izin resmi berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Aturan tersebut secara tegas melarang penyalahgunaan BBM subsidi yang dapat merugikan keuangan negara dan masyarakat yang berhak. Dalih “untuk nelayan” kerap digunakan sebagai pembenaran di lapangan. Namun, temuan berupa tandon berkapasitas besar, jerigen dalam jumlah banyak, serta armada pengangkut dinilai tidak sejalan dengan pola distribusi BBM subsidi bagi nelayan kecil, sehingga patut didalami lebih lanjut oleh aparat penegak hukum, BPH Migas, dan Pertamina selaku penyalur resmi. Publik mendesak agar aparat melakukan penyelidikan menyeluruh, transparan, dan profesional, tidak berhenti pada temuan fisik semata, tetapi juga menelusuri rantai pasok dan jaringan distribusi yang terlibat. Lemahnya pengawasan dinilai berpotensi membuka ruang bagi praktik mafia BBM yang merugikan kepentingan publik. Dalam konteks ini, peran pers menjadi bagian penting dari kontrol sosial. Pemberitaan berbasis fakta dan kepentingan publik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik, termasuk distribusi subsidi negara. Kasus dugaan penimbunan solar subsidi di Pemalang ini diharapkan menjadi pintu masuk penegakan hukum yang tegas, demi menjaga keadilan distribusi energi dan melindungi hak masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan. (Tim Investigasi)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sidang perkara pengeroyokan yang merenggut nyawa M. Rangga, warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jepara, Di Ruang Cakra pada Rabu (28/1/2026). Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi ahli dan satu saksi yang terlibat langsung dalam kejadian untuk mengungkap fakta penyebab kematian korban. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu dini hari, 20 Juli 2025, saat korban dalam perjalanan pulang usai menyaksikan hiburan orkes di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang. Korban diduga menjadi sasaran kekerasan secara bersama-sama hingga akhirnya meninggal dunia. Saksi pertama yang dimintai keterangan adalah Andika bin Supri, warga Desa Kancilan, yang diketahui turut terlibat dalam pengeroyokan bersama dua terdakwa lainnya. Namun kondisi psikologis Andika menjadi perhatian majelis hakim, karena pascakejadian ia mengalami depresi berat dan menjalani perawatan rutin. Ketua Majelis Hakim Meirina Dewi, S.H., M.Hum., memimpin langsung pemeriksaan terhadap saksi tersebut. Andika hanya memberikan jawaban singkat dan sebagian besar pertanyaan dijawab dengan anggukan kepala. Saat diputar rekaman video kejadian, Andika mengakui mengenali para terdakwa dan membenarkan bahwa dirinya adalah sosok dalam video yang mengenakan kaos biru muda. Ia juga mengakui pernah dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian. Persidangan kemudian berlanjut dengan keterangan saksi ahli forensik, Dr. dr. Istiqomah, Sp.FM., S.H., M.H., dokter pada Biddokkes Polda Jawa Tengah. Di hadapan majelis hakim, jaksa, dan tim penasihat hukum terdakwa, ia memaparkan secara rinci hasil otopsi terhadap jenazah korban. Menurutnya, otopsi dilakukan pada Minggu malam, 20 Juli 2025, sekitar pukul 21.30 WIB di RSUD Kartini Jepara, atas permintaan penyidik Polres Jepara. Pemeriksaan meliputi identifikasi jenazah serta evaluasi kondisi luar dan dalam tubuh korban. “Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya memar di wajah, lecet pada anggota tubuh, perubahan warna kebiruan, serta empat luka lecet di kepala. Ditemukan juga tanda-tanda kekurangan oksigen yang mengarah pada kondisi mati lemas,” ungkapnya. Lebih lanjut, saksi ahli menyebutkan adanya perdarahan di otak dan penggumpalan darah sekitar 180 mililiter di permukaan otak. Ia menegaskan bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh terjatuh atau riwayat operasi hernia, melainkan akibat kekerasan tumpul. “Ditemukan patah tulang tengkorak, luka memar pada daun telinga kanan dan bibir, serta robekan pada bibir. Penyebab kematian adalah kekerasan tumpul di kepala yang mengakibatkan perdarahan otak. Posisi pelaku diduga berada lebih tinggi saat melakukan pemukulan,” jelasnya. Dalam sidang tersebut, Tri Hutomo selaku Ketua Ajicakra Indonesia turut hadir sebagai kuasa hukum orang tua korban. Ia menyatakan bahwa keterangan saksi ahli telah memperjelas dan memperkuat fakta adanya pengeroyokan yang menjadi penyebab utama kematian Rangga. “Kami menegaskan bahwa tidak boleh ada opini yang menyesatkan publik, termasuk dugaan kematian akibat operasi hernia. Saksi ahli sudah memastikan hal itu tidak benar,” tegasnya. Ia juga menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum memberikan sanksi maksimal kepada para pelaku, mengingat maraknya kasus kekerasan jalanan di wilayah Kabupaten Jepara. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera. Sidang akan dilanjutkan pada Senin, 2 Februari 2026, dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan dari pihak terdakwa di Pengadilan Negeri Jepara. (Wely)
Banten, Bidik-kasusnews.com – Puluhan Rumah Warga Rusak di kampung Namprak desa mendung kecamatan cibaliung Pandeglang Banten,Akibat di terjang puting beliung, Dalam data sementara pihak kepolisian Kapolsek cibaliung AKP Asep Jamaludin SH Yang rusak berat sejumlah 7 Rumah kerugian di perkirakan mencapai 80,000_000 delapan pulih juta rupiah Hingga ratusan juta rupiah Angin puting beliung menerjang Kampung Namprak, RT 02 RW 02 /RT 03 RW 01 /RT 02 RW 01;Desa Mendung, Kecamatan Cibaliung, pada Rabu 28 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Bencana mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berpreasi Pemkab turun langsung lakukan pendataan awal Rumah milik warga yang Terdampak Angin Puting beliung Berdasarkan data sementara, keseluruhan sebanyak 28 Rumah yang terdampak akibat bencana ini Dari jumlah yang terdampak 7 Rumah di laporkan mengalami kerusakan cukup berat, sementara 21 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kerusakan terparah terjadi pada bagian atap rumah yang amrul akibat kuatnya terjangan angin puting beliung dan di sertai hujan cukup lebat Team “SAR ,Badan penanganan dan penanggulangan bencana (BPBD) kabupaten Pandeglang bersama aparat desa dan pihak kepolisian setempat juga warga turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, pendataan, serta membantu warga membersihkan material bangunan yang rusak. Dalam peristiwa ini dilaporkan tidak ada korban jiwa. warga sempat panik karena angin datang secara sepontan disertai hujan yang cukup lebat Pemerintah Desa Mendung telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait agar segera mendapatkan bantuan dan penanganan lebih lanjut bagi warga terdampak musibah Pihak kepolisian Mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di khawatir kan puting beliung terjadi lagi di wilayah Kecamatan Cibaliung dan sekitarnya. Karena cuaca masih buruk pada saat ini Kepala desa mendung Asep di konfirmasi ia membenarkan adanya musibah di desanya sejumlah 28 Rumah milik warga di laporkan rusak ,akibat terdampak bencana ini Ungkapnya, Red
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan live report pemantauan arus balik jamaah usai kegiatan Haul ke-28 KH Ahmad Riduan atau yang dikenal sebagai Guru Lok Bangkai, Rabu malam (28/01/2026). Kegiatan pemantauan dimulai sekitar pukul 23.00 WITA hingga arus lalu lintas kembali normal. Fokus pengawasan dilakukan di wilayah Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang, yang menjadi titik utama pergerakan jamaah dari berbagai daerah di Kabupaten HSU dan sekitarnya. Kasat Lantas Polres HSU menyampaikan bahwa live report ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memberikan informasi kondisi lalu lintas secara real-time kepada masyarakat, seiring meningkatnya volume kendaraan saat arus kepulangan jamaah pasca-haul. “Live report ini bertujuan untuk memantau situasi arus balik sekaligus memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” ujarnya. Melalui pemantauan langsung di lapangan dan penyampaian informasi melalui media sosial, Satlantas Polres HSU mengimbau para pengendara agar selalu waspada, mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta mengatur kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya pada momentum kegiatan keagamaan berskala besar yang melibatkan ribuan jamaah. Dengan kehadiran personel Satlantas di titik-titik strategis, arus balik jamaah haul Guru Lok Bangkai terpantau berjalan aman, lancar, dan terkendali, tanpa adanya gangguan berarti. Satlantas Polres HSU berharap seluruh jamaah dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat, serta terus mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas di wilayah Hulu Sungai Utara. Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, Polri terus menggaungkan pesan keselamatan berlalu lintas melalui slogan “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, sejalan dengan semangat Polantas Banua Presisi yang modern, humanis, dan bersahabat.
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ribuan jamaah memadati Majelis Al-Ikhwan Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang, dalam rangka memperingati Haul ke-28 Abah Guru KH Ahmad Riduan atau yang dikenal luas sebagai Guru Lok Bangkai, Rabu (28/01/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat, aman, dan tertib dengan pengamanan terpadu dari unsur TNI-Polri dan instansi terkait. Haul ulama kharismatik asal Kabupaten Hulu Sungai Utara ini dihadiri kurang lebih 5.000 jamaah dari berbagai daerah, tidak hanya dari HSU, tetapi juga Balangan, Barabai, Kandangan, Rantau hingga Martapura. Antusiasme masyarakat mencerminkan besarnya kecintaan umat kepada sosok Guru Lok Bangkai yang dikenal sebagai ulama alim, tawadhu, dan penuh keteladanan. Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi, Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.Ik., M.Si, serta unsur Forkopimda lainnya. Hadir pula para habaib dan alim ulama, seperti KH Kaspul Anwar, KH Abdul Halim, Lc, KH Ahmad Mu’ti, KH Muhammad Noor, KH Syam’uni, Al-Habib Alwi Assegaf, Al-Habib Abdurrahman Assegaf, dan tokoh-tokoh agama lainnya. Rangkaian acara haul diisi dengan pembacaan syair Maulid Habsyi, syair Khobbiri, doa, pembacaan Surah Yasin, tahlil, nasyid, doa haul, hingga pembacaan manaqib KH Ahmad Riduan bin KH Ahmad Dahlan. Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz KH Ahmad Syairazi, Pimpinan Majelis Raudatul Ghanna An Nabiyah, yang mengajak jamaah meneladani akhlak, keilmuan, dan keikhlasan Guru Lok Bangkai dalam berdakwah. Guna mengakomodasi jumlah jamaah yang membludak, titik kehadiran jamaah tersebar di beberapa lokasi, seperti jalan umum, masjid, musala, sekolah, hingga rumah-rumah warga, dengan jamaah perempuan sebagian besar berada di lingkungan permukiman sekitar majelis. Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polres HSU, Kodim 1001 Amuntai–Balangan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Senkom. Pengamanan dipimpin langsung oleh Wakapolres HSU Kompol Sony F. L. Gaol, S.E., M.M., dengan fokus pada kelancaran arus jamaah dan transportasi menuju lokasi haul. Selain dihadiri secara langsung, kegiatan haul juga disiarkan melalui siaran langsung kanal digital Majelis Al-Ikhwan, sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir tetap bisa mengikuti rangkaian acara. Haul ke-28 Abah Guru KH Ahmad Riduan tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa dan kedudukan beliau sebagai ulama besar, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga nilai-nilai keagamaan, serta memperkuat kerukunan sosial di tengah masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam situasi aman, tertib, dan lancar, mencerminkan sinergi yang baik antara masyarakat, tokoh agama, dan aparat keamanan dalam mendukung kegiatan keagamaan berskala besar. (Agus)
Depok. Bidik-kasusnews.com – Respons cepat kembali ditunjukkan Korps Brimob Polri melalui Tim Siaga Tactical Medical (Tacmed) Bidkesjas dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat. Seorang warga sipil berinisial MRR (25) dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis setelah ditemukan dalam kondisi sakit disertai luka-luka di sebuah rumah kos kawasan Kelapadua, Depok, Rabu malam (28/01/2026). Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 19.00 WIB, saat Tim Siaga Tacmed Bidkesjas Korps Brimob Polri menerima laporan dari Bripda Brilian, anggota Angkutan Mako Korps Brimob, terkait adanya penghuni kos yang membutuhkan pertolongan medis segera di Kos Griya Artha DD. Menindaklanjuti laporan itu, tim medis Brimob bergerak cepat menuju lokasi dengan menggunakan ambulans yang dilengkapi peralatan penanganan kegawatdaruratan. Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban dalam kondisi terbaring di kamar kos dengan sejumlah luka pada kedua tangan dan kaki. Berdasarkan keterangan awal dari lingkungan sekitar, korban diduga tengah mengalami tekanan psikologis akibat persoalan keluarga. Namun demikian, tim medis tetap mengedepankan pendekatan profesional dan humanis dengan fokus pada penyelamatan serta stabilisasi kondisi korban. Tim Tacmed segera melakukan pemeriksaan kondisi umum dan memberikan pertolongan pertama. Dalam proses penanganan awal, korban diketahui masih dalam keadaan sadar, komunikatif, serta kooperatif, sehingga memudahkan proses evakuasi. Setelah kondisi korban dinyatakan stabil, tim mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Brimob untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan. Pihak rumah sakit menerima korban dan langsung melakukan tindakan medis yang diperlukan. Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman, tertib, dan tanpa kendala berarti. Aksi cepat tersebut menjadi bukti nyata komitmen Korps Brimob Polri, khususnya Bidkesjas, dalam memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penyelamatan jiwa. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Timur menggelar rapat perdana awal tahun 2026 di Ruang Rapat Blok A Lantai 2 Asisten Pemerintahan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung Plt. Ketua Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur, Rudolf Simbolon, dan dihadiri seluruh jajaran anggota Pokja. Agenda utama rapat membahas program kerja Pokja PWI Jakarta Timur yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Dalam arahannya, Rudolf mengajak seluruh anggota untuk memperkuat sinergi dan kekompakan dalam menjalankan program-program yang akan mulai direalisasikan pada Februari mendatang. “Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan. Rapat ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan. Saya berharap di tahun 2026 ini kita semakin solid dan bersinergi, terutama dalam menjalankan program unggulan Pokja,” ujar Rudolf. Rudolf menyampaikan, salah satu program prioritas yang akan segera dilaksanakan adalah kegiatan sosial kemasyarakatan, seiring mendekati bulan suci Ramadhan. “Kita akan melaksanakan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan santunan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Timur. Ini menjadi wujud kepedulian dan kontribusi nyata Pokja PWI kepada masyarakat,” katanya. Adapun pada tahun 2026, Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur mengusung Program SINERGI yang mencakup enam pilar utama, yakni sosialisasi, informasi, edukasi, riset, gerakan, dan inovasi. Pada pilar sosialisasi, PWI Jakarta Timur akan memperkenalkan peran, fungsi, serta tanggung jawab wartawan dan organisasi PWI kepada masyarakat. Selain itu, Pokja PWI berkomitmen mendukung Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam menyebarluaskan kebijakan dan program pembangunan melalui pemberitaan yang positif, edukatif, dan berimbang. Di bidang informasi, program SINERGI difokuskan pada penguatan arus informasi publik yang akurat dan terpercaya. Kegiatan meliputi edukasi masyarakat dalam menangkal hoaks, peningkatan literasi media, serta penguatan jejaring komunikasi antara media dan instansi pemerintah daerah. Sementara itu, pilar edukasi diwujudkan melalui program “Jurnalistik Goes to School” yang menyasar pelajar. Program ini bertujuan menumbuhkan minat dan pemahaman dunia jurnalistik, meliputi penulisan berita, teknik foto dan video, keterampilan presenter, serta etika jurnalisme. Pokja PWI juga akan menggelar edukasi publik terkait bahaya perundungan, tawuran, minuman keras, dan penyalahgunaan obat-obatan. Pada aspek riset, Pokja PWI Jakarta Timur akan melakukan survei ringan terkait isu-isu lokal, seperti pelayanan publik, kebersihan lingkungan, keamanan, dan ketertiban. Hasil riset tersebut akan menjadi bahan pemberitaan sekaligus rekomendasi bagi Pemerintah Kota. Pilar gerakan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, di antaranya bakti sosial, santunan, pemeriksaan kesehatan gratis, kerja sama dengan LBH PWI Jaya untuk konsultasi hukum gratis, serta kegiatan olahraga, seni, dan budaya. Selain itu, Pokja PWI juga merencanakan diskusi publik dan seminar sesuai isu aktual di Jakarta Timur. Sedangkan pada pilar inovasi, Pokja PWI Jakarta Timur berfokus pada peningkatan profesionalisme wartawan melalui pelatihan jurnalistik dan pemanfaatan media digital. PWI juga berencana melatih Karang Taruna di tingkat kelurahan se-Jakarta Timur dalam pengelolaan website atau blog kelurahan sebagai sarana publikasi kegiatan warga dan potensi daerah. Melalui Program SINERGI tersebut, Rudolf berharap Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur dapat hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat di wilayah Jakarta Timur. “Dengan pendekatan kolaboratif ini, saya berharap Pokja PWI Jakarta Timur dapat berkontribusi membangun komunikasi publik yang cerdas, berimbang, serta menjunjung tinggi etika dan integritas jurnalistik,” pungkas Rudolf. (Heri)
Kuningan, Bidik-kasusnews.com – Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, didampingi Ketua Persit KCK Cab. XXVI Kodim 0615/Kuningan Ny. Hafda Prima Agung, melaksanakan Kunjungan Kerja ke Koramil 1504/Subang, Rabu (28/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain Pasi Intel Kodim 0615/Kuningan Kapten Inf Suherdi, Pasi Ops Kodim 0615/Kuningan Kapten Kav Sutardi, Danramil 1504/Subang Letda Arh Didi Cahyadi, serta perangkat daerah seperti Kapolsek Selajambe Iptu Saefudin, Kapolsek Subang Iptu Suhandi, Camat Subang Suwondo Parmadirja, dan seluruh Kepala Desa dari Kecamatan Selajambe, Subang, serta Cilebak. Dalam kunjungannya, Dandim Letkol Arh Hafda Prima Agung menyampaikan rasa bangga atas tugas yang dilakukan oleh prajurit dalam melayani masyarakat, serta menekankan pentingnya hubungan baik untuk menyelesaikan permasalahan wilayah. Ia juga memperkenalkan keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 839/SA yang berlokasi di Kecamatan Cilimus, yang hadir tidak hanya sebagai satuan militer tetapi juga mitra dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk bidang ketahanan pangan, infrastruktur, dan penanggulangan bencana. Selain itu, Dandim juga menjelaskan tentang Program MBG yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Program KDKMP yang difokuskan pada penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional dan terintegrasi dengan potensi lokal. Dandim berharap dengan adanya kunjungan kerja ini terjalin sinergi lintas sektoral yang kuat untuk mendukung program pemerintah pusat, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mempererat tali persaudaraan antara semua elemen di wilayah Kodim 0615/Kuningan. Amin
Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Kodim 0501/Jakarta Pusat memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai peristiwa yang melibatkan seorang penjual es di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi beberapa waktu belakangan dan menjadi perhatian publik. Ditegaskan bahwa peristiwa yang berawal dari kesalahpahaman di lapangan antara aparat kewilayahan TNI-Polri dengan seorang pedagang es, telah diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan antara pihak-pihak terkait. Terkait kejadian tersebut, pada Senin (26/1/2026), Dandim 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, bersama pihak-pihak terkait di wilayah telah berkomunikasi langsung dengan Sudrajat di kediamannya di Desa Rawa Panjang, Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Melalui dialog terbuka, kesalahpahaman yang terjadi dapat diluruskan dan diselesaikan secara kekeluargaan, sehingga tidak menyisakan persoalan di kemudian hari. “Tidak ada niat sedikit pun untuk merugikan warga. Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersamaan dengan rakyat. Permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan kami bersyukur, semuanya dapat berjalan dengan baik,” ujar Dandim. Dandim juga menegaskan bahwa sebagai institusi yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kedekatan dengan rakyat, TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit di lapangan bertugas dengan mengedepankan sikap persuasif, komunikasi yang baik, serta menghormati masyarakat dalam berbagai situasi. Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perbaikan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi internal dan memperkuat pembinaan satuan serta personel di lapangan, khususnya dalam hal komunikasi sosial dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat. Langkah ini dilakukan agar setiap potensi kesalahpahaman dapat dicegah sejak awal dan tidak berkembang menjadi isu yang dapat menimbulkan mispersepsi di publik. Dandim juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan klarifikasi melalui jalur resmi. Sinergi dan saling pengertian antara TNI AD dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga suasana yang kondusif, aman, dan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat. (Agus)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah pesisir utara Kabupaten Cirebon menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang di jalur Pantura Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, pada [Rabu 28 Januari 2026 ]. Pohon tumbang tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di jalur nasional yang dikenal padat kendaraan, terutama angkutan logistik dan pemudik. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kejadian tersebut kembali menegaskan lemahnya upaya pencegahan dari dinas terkait terhadap potensi bahaya lingkungan di jalur vital. Warga sekitar menilai, kondisi pohon-pohon besar di sepanjang jalur Pantura sudah lama terlihat rawan roboh, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Sayangnya, upaya pemangkasan dan perawatan terkesan reaktif—baru dilakukan setelah kejadian terjadi, bukan sebagai langkah antisipatif. “Ini jalur nasional, bukan jalan kecil. Setiap hari ribuan kendaraan melintas. Kalau pohon tumbang sedikit saja bergeser waktunya, bisa jadi menimpa pengendara dan merenggut nyawa,” ujar salah satu warga setempat. Peristiwa ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi dinas terkait—baik Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, maupun instansi teknis lainnya—agar bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Pemangkasan pohon bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari upaya perlindungan keselamatan publik. Jangan sampai keselamatan warga baru dianggap penting setelah ada korban jiwa. Negara tidak boleh kalah cepat dari bencana yang sebenarnya bisa dicegah. Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih sigap, responsif, dan proaktif, khususnya dalam memetakan pohon-pohon rawan tumbang di sepanjang jalur Pantura. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas, bukan sekadar catatan setelah kejadian.Beruntung hari ini tidak ada korban. Namun, keberuntungan tidak bisa dijadikan sistem. Amin