JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Komitmen memperkuat tata kelola organisasi kembali ditegaskan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat manajerial, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pembenahan internal sekaligus penguatan kinerja menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).   Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo. Dalam kesempatan tersebut, ia melantik Benny Apridona sebagai Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Bachtiar Oktaffiandi sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, serta Moh. Riza Aliyafi sebagai Kepala Subseksi Pengelolaan.   Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat, diawali pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara. Momentum ini menjadi simbol kesiapan para pejabat untuk menjalankan tugas dengan dedikasi dan tanggung jawab.   Dalam arahannya, Renza Maisetyo menekankan pentingnya kepemimpinan yang responsif dan kolaboratif di setiap lini. Ia mengingatkan bahwa tantangan pemasyarakatan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan soliditas tim dan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.   “Setiap pejabat harus mampu menjadi motor penggerak di unit kerjanya. Bangun koordinasi yang kuat, ciptakan inovasi, dan pastikan pelayanan berjalan transparan serta akuntabel,” pesannya.   Selain itu, pembangunan Zona Integritas menuju WBK menjadi prioritas yang terus digaungkan. Seluruh jajaran diminta menjaga integritas, menolak segala bentuk penyimpangan, serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional.   Dengan komposisi pejabat manajerial yang baru, Rutan Jepara optimistis mampu melangkah lebih progresif. Sinergi, integritas, dan semangat pembaruan diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berdaya saing. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Jakarta  | Bidik-kasusnews.com – TNI AL, Dispen Kormar Sorong. Komandan Pasmar 3 Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M., menghadiri upacara likuidasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I sampai dengan XIV sebagai bagian dari penataan dan penguatan struktur organisasi Korps Marinir. Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam proses transformasi dan validasi organisasi di lingkungan TNI Angkatan Laut. Upacara yang berlangsung khidmat digelar di Graha Marinir Jenderal KKO Ali Sadikin, Mako Kormar, Kwitang Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026). Momentum ini menandai babak baru pembinaan organisasi guna menjawab tuntutan dinamika tugas dan perkembangan lingkungan strategis. Kegiatan dipimpin langsung oleh Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., serta dihadiri para pejabat utama Mako Kormar, Komandan Pasmar, Dankolak, dan para Komandan Satuan jajaran Korps Marinir. Dalam amanatnya, Pangkormar menegaskan bahwa validasi organisasi merupakan langkah strategis dan imperatif agar Korps Marinir tetap adaptif dan responsif terhadap dinamika ancaman global, regional, maupun nasional. Likuidasi satuan ditegaskan bukan akhir pengabdian, melainkan bagian dari transformasi menuju organisasi yang lebih modern, efektif, dan efisien. Prosesi penurunan dan penyelubungan Tunggul satuan secara simbolis menandai berakhirnya eksistensi administratif Yonmarhanlan I–XIV. Namun nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan dedikasi para prajurit tetap menjadi bagian dari sejarah dan kebanggaan Korps Marinir, mengingat peran strategis Yonmarhanlan dalam pengamanan pangkalan dan wilayah pesisir. Kehadiran Komandan Pasmar 3 mencerminkan dukungan penuh terhadap kebijakan pimpinan TNI AL dalam mewujudkan organisasi yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan, sejalan dengan pembangunan kekuatan maritim yang tangguh dan modern. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Hj. Nabilah Aboebakar AlHabsyi, M. Si turun langsung dalam Serap Aspirasi Warga atau Reses di Kelurahan Pengadegan Pancoran Jakarta Selatan Hari Jumat (13/2). Hadir dalam Reses Hj. Nabilah Aboebakar AlHabsyi diantaranya Camat Pancoran, Lurah Pengadegan, serta Sektor SDA, Bina Marga, RW, LMK, FKDM beserta warga Pengadegan dan Sektor terkait di Kecamatan Pancoran. Hj. Nabilah Aboebakar AlHabsyi memyampaikan terima kasih dan salam kenal serta hormatnya kepada para Tokoh Masyarakat yang hadir, para Ustadz dan Ustadzah, Ketua RW, Ketua RT, LMK, FKDM beserta Karang Taruna. “Alhamdulillah, semoga dengan Reses kali ini, apa yang menjadi harapan semuanya, kami di DPRD Provinsi DKI Jakarta akan semaksimal mungkin bersama-sama yang untuk Kepentingan warga kita akan perjuangkan. Saya Hj. Nabilah Aboebakar AlHabsyi Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi D di Fraksi PKS menyampaikan kepada Bapak/Ibu untuk tuliskan di Form yang saya sudah berikan untuk usulan-usulan yang nanti kami input di sistem E-Reses”, ujar Hj. Nabilah Aboebakar AlHabsyi dalam sambutannya. Kemudian, warga satu per satu diberikan kesempatan untuk bertanya kepada KHN panggilan akrab Hj. Nabilah Aboebakar AlHabsyi. Ada warga yang mengusulkan Sound System untuk Majelis Taklimnya, Papan Nama untuk Majelis Taklimnya, Saluran Air untuk di perbaiki serta yang viral adalah saat Pertanyaan akan RPTRA di Pengadegan yang belum ada dan sangat di perlukan untuk warga Pengadegan. Hj. Nabilah Aboebakar AlHabsyi menjawab satu per satu Pertanyaan warga tersebut untuk bisa menyiapkan Proposalnya dan untuk saluran Air, KHN minta SDA untuk cek langsung. Untuk RPTRA, KHN meminta Lurah dan Camat untuk di cek lokasi yang akan menjadi RPTRA Pengadegan dan KHN juga akan minta bantuan Citata untuk terjun juga membantu agar RPTRA di Pengadegan bisa terjawab dan terrealisasi untuk ruang interaksi warga Pengadegan. (Heri)

PEMALANG, Bidik-kasusnews.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Seorang oknum kepala sekolah di MTs Salafiyah Almasukuriah, Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, dilaporkan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap muridnya berinisial AYK. Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa pertama disebut terjadi pada Senin, 1 Februari 2026, kemudian kembali terulang pada Selasa, 9 Februari 2026. Korban yang merupakan warga Desa Cebuyur RT 42 RW 06 itu diduga mengalami tindakan fisik saat berada di lingkungan sekolah. Pihak keluarga menyatakan tidak menerima perlakuan tersebut dan berencana melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Pemalang agar diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut perkara secara objektif guna mencegah kejadian serupa terulang. “Kami hanya ingin keadilan. Anak kami datang ke sekolah untuk belajar, bukan mendapat kekerasan,” ujar salah satu anggota keluarga korban. Keluarga juga mengaku merasa tertekan setelah adanya dugaan intimidasi dari oknum aparat desa setempat berinisial K, yang disebut membela pihak sekolah. Tudingan tersebut hingga kini masih menjadi klaim sepihak dari keluarga korban dan belum mendapat tanggapan resmi dari pihak terkait. Selain itu, keluarga menyebut telah membuka ruang mediasi, namun situasi justru memanas setelah terduga pelaku disebut akan menempuh langkah hukum melalui kuasa hukum. Kondisi ini membuat keluarga memilih membawa perkara ke ranah hukum agar memperoleh kepastian. Kapolres Pemalang, AKBP Rendi Setia Permana, diminta masyarakat untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan profesional. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah desa terkait dugaan tersebut. Kasus ini menambah perhatian publik terhadap pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan klarifikasi, penyelidikan, serta memastikan semua pihak memperoleh keadilan sesuai prosedur hukum yang berlaku. (Red)

Jakarta Utara, Bidik-kasusnews.com – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok mengikuti kegiatan “Peresmian dan Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri” yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Zoom Meeting, pada Jumat (13/02/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Kantor SPPG Walang Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jalan Sakura, Rawabadak, Koja, Jakarta Utara, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Acara ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program strategis nasional “Makan Bergizi Gratis (MBG)” dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres KOMPOL Yudi Permadi, S.S., S.I.K., serta para pejabat utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok, pengurus Bhayangkari, dan Ketua SPPG Polri Rawabadak Utara 04 (Walang). Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Presiden RI di SPPG Palmerah, Jakarta Barat, yang dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas dan kegiatan operasional SPPG. Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan Kapolri. Dalam laporannya, Kapolri menyampaikan bahwa pembangunan 1.179 SPPG Polri di seluruh Indonesia merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa melalui pemenuhan gizi yang berkualitas. Selain itu, Polri juga membangun 18 Gudang Ketahanan Pangan guna menjaga stabilitas rantai pasok dan harga pangan. Kapolri menegaskan bahwa seluruh SPPG Polri mengedepankan standar “food security” dan “food safety”, serta melibatkan pihak eksternal untuk menjaga mutu dan keamanan pangan. Polri juga bersinergi dengan petani dan peternak lokal dalam membangun ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polri dalam mendukung program MBG. Presiden menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa agar program tersebut dapat berjalan sukses dan berkelanjutan. “Kita harus bersyukur atas anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Program ini adalah investasi bagi masa depan bangsa. Saya bangga atas prestasi Polri yang telah berperan aktif mendukung program ini,” ujar Presiden. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya pembangunan ekosistem rantai pasok bahan pangan dan gudang pangan guna mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras dan jagung, serta membangkitkan perekonomian nasional. Acara dilanjutkan dengan penayangan video program MBG di SPPG Polri, penganugerahan tanda kehormatan dan bintang jasa, penandatanganan prasasti, serta sesi diskusi interaktif dengan sejumlah Polda dan Polres di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan peresmian dan groundbreaking yang diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran tersebut berakhir pada pukul 11.23 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui peresmian ini, Polri menunjukkan komitmen dan sinergitas bersama Pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas gizi serta penguatan ketahanan pangan nasional. Sumber : Res Pelabuhan (Red)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara melalui penyaluran bantuan kemanusiaan di wilayah Batu Kali, Kabupaten Jepara, Jumat (13/2/2026). Aksi sosial ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang mendorong seluruh jajaran pemasyarakatan untuk hadir dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Rutan Jepara menyalurkan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, mi instan, air mineral, hingga perlengkapan dasar lainnya. Bantuan diserahkan secara langsung kepada warga terdampak dengan melibatkan perangkat desa setempat agar proses distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen sosial institusi pemasyarakatan. Menurutnya, keberadaan Rutan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk turut membantu masyarakat sekitar, terutama dalam situasi darurat.   “Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat sebagai bentuk empati. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga dan membantu proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.   Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.   Warga penerima bantuan menyambut baik perhatian yang diberikan. Mereka mengaku terbantu dengan adanya paket sembako yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sulit akibat bencana.   Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan mendukung upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Kabupaten Jepara. (Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara

BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com  Semangat gotong royong kembali terlihat di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), Kota Bandar Lampung, Jumat (13/2/2026). Babinsa Koramil 410-03/TBU, Pelda Ari, memimpin langsung kegiatan pembersihan saluran air di Jalan RE Martadinata RT 04 Lingkungan I sebagai langkah antisipasi genangan dan banjir di musim penghujan. Sejak pukul 08.00 WIB, Babinsa bersama warga setempat bahu-membahu mengangkat lumpur, sampah, serta rumput liar yang menyumbat aliran selokan. Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi drainase yang mulai tersumbat akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir. Camat Teluk Betung Timur, Bambang, yang hadir di lokasi, mengapresiasi gerak cepat Babinsa dalam menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi kunci menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah banjir lokal. “Ini contoh nyata sinergi TNI dan masyarakat. Kehadiran Babinsa mampu menggerakkan warga untuk peduli terhadap lingkungan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Lurah Sukamaju, Heni. Ia menilai keterlibatan langsung Babinsa di lapangan menjadi motivasi tersendiri bagi warga. “Beliau tidak hanya mengimbau, tetapi turun langsung bekerja bersama warga. Itu yang membuat partisipasi masyarakat meningkat,” katanya. Kegiatan kerja bakti tersebut berlangsung hingga siang hari dan berhasil membuka kembali aliran air yang sebelumnya tersumbat. Warga berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan guna menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalisasi risiko banjir. Pelda Ari menegaskan bahwa kerja bakti merupakan bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika saluran air bersih, maka potensi banjir bisa ditekan,” ujarnya. Dengan terbukanya aliran drainase di kawasan tersebut, masyarakat kini dapat lebih tenang menghadapi musim hujan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah lingkungan perkotaan. (Agus)

BANJANG, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Banjang mengikuti kegiatan Zoom Meeting peresmian dan groundbreaking 1.179 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta peresmian Gudang Ketahanan Pangan oleh Prabowo Subianto, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kegiatan dipusatkan di halaman SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang. Acara ini dihadiri Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Wakapolres HSU Kompol Sony F.L. Gaol, perwakilan Kodim 1001 Amuntai-Balangan, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, kepala SKPD terkait, serta jajaran Polres HSU dan Bhayangkari. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Wakapolres HSU, kemudian mengikuti siaran langsung dari Mabes Polri. Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke SPPG Polri di kawasan Pal Merah, Jakarta Pusat, didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Presiden meninjau fasilitas produksi, prosedur pengujian pangan, serta mencicipi menu makanan sebelum secara resmi meluncurkan 1.179 unit SPPG Polri dan Gudang Ketahanan Pangan secara nasional. Secara nasional, dari total 1.179 unit SPPG, sebanyak 411 unit telah beroperasi, 162 unit dalam tahap persiapan, 499 unit dalam proses pembangunan yang ditargetkan rampung Maret 2026, serta 107 unit memasuki tahap peletakan batu pertama. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi anak, mencegah kekurangan gizi, serta mendukung program makan bergizi gratis. Sebanyak 33 unit dibangun di daerah terpencil dan direncanakan bertambah 1.500 unit lagi pada 2026. Jika seluruhnya beroperasi, program ini diproyeksikan memberi manfaat bagi hampir tiga juta masyarakat serta membuka puluhan ribu lapangan kerja. Selain itu, peresmian juga mencakup penguatan 18 Gudang Ketahanan Pangan yang sebelumnya telah diresmikan pada 5 Juni 2025 di Bengkayang, Kalimantan Barat, guna memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional. Usai mengikuti Zoom Meeting, Wakil Bupati HSU bersama Wakapolres HSU dan jajaran melakukan peninjauan dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari di Desa Rantau Bujur. Pelaksanaan launching operasional SPPG setempat dijadwalkan setelah seluruh proses perizinan dari instansi berwenang dinyatakan lengkap. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Banjang menyatakan kesiapan mendukung program nasional di bidang pemenuhan gizi dan ketahanan pangan sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat. (Agus)

HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang warga Desa Sungai Pandan Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kapolsek Sungai Pandan Ipda Rusdi, S.Sos melaporkan, korban ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur di kediamannya yang beralamat di RT 02 Desa Sungai Pandan Hulu. Korban diketahui bernama M. Nor binti Asiah (38), seorang wiraswasta, warga setempat. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban selama ini tinggal seorang diri dan memiliki riwayat penyakit asma. Penemuan tersebut pertama kali diketahui setelah keluarga mendatangi rumah korban. Dua orang saksi yang dimintai keterangan yakni Wahyu (54), warga Desa Bitin Kecamatan Danau Panggang, dan Ruliza Ansari (56), warga Sungai Pandan Hulu. Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sungai Pandan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas korban dan saksi, serta meminta keterangan dari pihak keluarga. Selanjutnya, bersama tim Inafis Sat Reskrim dan keluarga, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Pembalah Batung guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah membuat laporan resmi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Pihak kepolisian menyatakan akan terus memantau perkembangan dan memastikan seluruh prosedur penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan jajaran Polres Jepara melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Dalam operasi yang berlangsung pada 10–11 Februari 2026 tersebut, aparat berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Kapolres Jepara, Hadi Kristanto, menjelaskan bahwa KRYD dilaksanakan sebagai langkah preventif guna menekan potensi gangguan kamtibmas, khususnya pasca peristiwa meninggalnya sejumlah warga di Kecamatan Pakis Aji yang diduga akibat mengonsumsi miras oplosan serta menjelang bulan Ramadan 1447 H/2026 M.   “Dalam dua hari pelaksanaan KRYD, kami bersama Polsek jajaran berhasil mengamankan 2.707 botol miras berbagai merek serta 2.769 liter miras oplosan,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Jepara, Jumat (13/2/2026), didampingi pejabat utama, unsur pemerintah daerah, serta tokoh agama dan masyarakat.   Menurut Kapolres, peredaran miras menjadi salah satu faktor pemicu tindak kriminal dan gangguan ketertiban. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan penindakan tegas terhadap pelaku penjualan miras ilegal. “Kegiatan ini merupakan bagian dari cipta kondisi agar Jepara tetap aman dan kondusif. Kami tidak akan ragu menindak tegas siapa pun yang masih nekat menjual miras secara ilegal,” tegasnya.   Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan tidak mengonsumsi maupun memperjualbelikan minuman keras. Partisipasi warga dinilai penting dalam menciptakan suasana yang aman, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.   Apresiasi terhadap langkah Polres Jepara disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Jepara, K.H. Ali Arifin, yang menilai operasi KRYD sebagai langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif miras.   “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya.   Dukungan serupa juga datang dari Sekretaris Umum FKUB Kabupaten Jepara, Ali Mursyid, serta Ketua Bamag Jepara, Pdt Danang Kristiawan. Mereka menyatakan siap bersinergi dengan kepolisian dalam mencegah peredaran miras demi terciptanya masyarakat yang sehat dan harmonis.   Melalui KRYD ini, Polres Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan wilayah serta melindungi masyarakat dari dampak buruk peredaran minuman keras. (Wely) Sumber:Humas polres jepara