JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Ribuan warga memadati Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (9/11), untuk mengikuti Green Democracy Fun Walk yang digelar Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 DPD RI. Kegiatan bertema “Dari Daerah Kita Bersatu, untuk Indonesia Maju” ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPD RI, sejumlah duta besar negara sahabat, kepala daerah, perwakilan kementerian, serta lebih dari 25 ribu peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satu peserta yang turut menarik perhatian adalah Fahira Idris, Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Fahira menegaskan bahwa semangat Green Democracy merupakan wujud nyata integrasi antara demokrasi, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. “Inti demokrasi adalah keadilan sosial. Kita semua berkewajiban memastikan adanya integrasi antara partisipasi publik, keadilan lingkungan, dan tanggung jawab sosial,” ujar Fahira Idris di sela kegiatan. “Demokrasi sejati bukan hanya tentang kebebasan memilih, tapi juga tentang tanggung jawab menjaga bumi dan memastikan generasi mendatang memiliki kehidupan yang layak,” tambahnya. Menurut Fahira, langkah DPD RI menggelar Fun Walk bertema Green Democracy menandai transformasi parlemen menuju lembaga yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai demokrasi partisipatif dan ramah lingkungan. Ia menilai, kegiatan ini menjadi cara kreatif memperkuat kesadaran publik bahwa kesejahteraan rakyat dan kelestarian bumi harus berjalan beriringan. Sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan hijau, acara ini juga diisi dengan penanaman pohon Rasamala dan Tabebuya di area Taman Anggrek GBK. Prosesi simbolis tersebut dipimpin langsung oleh pimpinan DPD RI bersama duta besar, kepala daerah, dan perwakilan kementerian. Kegiatan Fun Walk yang dimulai pukul 06.00 WIB menempuh rute sejauh lima kilometer dengan berbagai zona tematik, seperti parade pelajar, tarian daerah, hingga pertunjukan musik lokal. Di garis finis, peserta disambut dengan expo UMKM, hiburan musik, serta pembagian doorprize. Selain Fun Walk, rangkaian HUT ke-21 DPD RI juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial seperti “Senator Peduli Ketahanan Pangan”, DPD Award bagi para local heroes, serta Pemilihan Duta DPD RI yang melibatkan generasi muda dari seluruh Indonesia. Dengan mengusung semangat Green Democracy, DPD RI berharap seluruh kegiatan tersebut dapat memperkuat nilai-nilai demokrasi yang berkeadilan sosial, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat serta kelestarian lingkungan. ( Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana malam di Kabupaten Jepara mendadak ramai saat Tim Patroli Presisi Siraju Polres Jepara bergerak menyisir sejumlah titik rawan penyakit masyarakat, Sabtu malam (8/11/2025). Razia yang dilakukan di beberapa warung remang-remang dan rumah kos di wilayah Kecamatan Pecangaan ini berhasil mengungkap berbagai pelanggaran, mulai dari peredaran minuman keras hingga aktivitas asusila pasangan bukan suami istri. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menyampaikan bahwa operasi malam itu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas berbagai laporan masyarakat yang masuk melalui WhatsApp Siraju (08112894040) dan Call Center 110 Polri. > “Kami menerima banyak aduan soal aktivitas yang meresahkan warga, seperti warung remang-remang yang menjual miras dan kos-kosan yang disalahgunakan untuk hal negatif. Atas dasar itu, tim langsung kami terjunkan ke lapangan,” ujarnya, Minggu (9/11/2025). Dari hasil penyisiran di beberapa warung, petugas menemukan sejumlah botol minuman keras berbagai merek serta alat kontrasepsi yang diduga digunakan untuk kegiatan tidak senonoh. Sebanyak 3 botol bir, 2 botol anggur, dan 1 botol congyang diamankan sebagai barang bukti. > “Selain menyita barang bukti, kami juga mendata pemilik dan pelayan warung untuk diberikan pembinaan. Tujuannya agar mereka tidak lagi menjual minuman beralkohol tanpa izin,” imbuh AKP Dwi. Tak berhenti di situ, tim kemudian bergerak menuju sejumlah rumah kos di kawasan Pecangaan. Hasilnya, 8 pasangan bukan suami istri kedapatan berada di kamar kos tanpa bisa menunjukkan identitas sah. > “Saat diperiksa, sebagian besar tidak membawa KTP dan mengakui bukan pasangan sah. Kami data dan berikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya. Kepada para pemilik kos, polisi juga memberikan imbauan agar lebih selektif terhadap penghuni. Rumah kos diharapkan menjadi tempat tinggal yang tertib, bukan tempat untuk perbuatan asusila. Selain razia penyakit masyarakat, Tim Patroli Siraju juga menyisir jalur Soekarno-Hatta, Kecamatan Tahunan, untuk menindak aksi balapan liar yang sering dikeluhkan warga. Dalam operasi itu, 9 unit sepeda motor berhasil diamankan. > “Kami tidak hanya menindak, tapi juga memberikan edukasi kepada para remaja tentang bahaya balap liar dan risiko keselamatan di jalan,” kata AKP Dwi. Ia pun mengajak masyarakat agar tidak ragu melapor bila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungannya. > “Kami berterima kasih atas peran aktif masyarakat yang melapor melalui saluran resmi. Polres Jepara berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat dan tepat,” tutupnya. (Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Dalam upaya mengantisipasi dan memitigasi dampak banjir rob atau genangan akibat air laut pasang, Babinsa Kelurahan Kota Karang, Koramil 410-03/Teluk Betung Utara (TBU), Serda Muchlis, memimpin kegiatan pemantauan langsung terhadap pergerakan air laut di Jalan Pulau Pasaran, Sabtu (8/11/2025) malam. Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi fenomena gelombang pasang yang telah berlangsung selama enam hari berturut-turut di wilayah pesisir Teluk Betung Timur. Kegiatan tersebut melibatkan koordinasi lintas sektor melalui Forkopimca Teluk Betung Timur bersama unsur terkait. Turut hadir dalam kegiatan pemantauan, Camat Teluk Betung Timur Bambang Heriyanto, SH., MH., Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Karang, tim BPBD Kota Bandar Lampung, Satpol PP, perangkat kelurahan, serta anggota Linmas setempat. Dari hasil pemantauan di lapangan, banjir rob dengan ketinggian air antara 10 hingga 30 sentimeter menggenangi beberapa titik permukiman warga, terutama di RT 05, RT 09, dan RT 10 Lingkungan 2, Kelurahan Kota Karang. Genangan mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan diperkirakan surut secara bertahap hingga 22.30 WIB. “Berdasarkan data yang kami himpun, banjir rob kali ini merupakan bagian dari siklus empat tahunan. Kami memperkirakan fenomena ini masih berpotensi terjadi dalam dua hari ke depan,” ujar Serda Muchlis saat memberikan laporan hasil pemantauan. Meski menimbulkan genangan di sejumlah titik, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang berarti. Situasi di lokasi tetap kondusif berkat kesigapan aparat dan partisipasi masyarakat. “Alhamdulillah, hingga malam ini air sudah mulai surut. Kami akan terus melakukan pemantauan bersama pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan ketertiban warga,” tambahnya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, dalam menjaga keamanan wilayah dan membantu masyarakat menghadapi potensi bencana alam. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi lainnya menjadi kunci dalam upaya mitigasi, sekaligus cerminan nyata pengabdian TNI untuk rakyat dan negara. ( Agus)
CIKARANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan pentingnya setiap prajurit TNI AD untuk terus memelihara kemampuan tempur dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi setiap penugasan, baik di dalam maupun luar negeri. Pesan tersebut disampaikan Kasad saat meninjau Markas Batalyon Intai Tempur (Yontaipur) Kostrad di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (7/11/2025). Dalam arahannya, Jenderal Maruli menekankan bahwa latihan yang berkelanjutan dan disiplin tinggi merupakan kunci untuk menjaga profesionalisme prajurit. Ia juga menyoroti pentingnya moral dan kesejahteraan anggota sebagai faktor pendukung utama kesiapan satuan. “Pelihara kemampuan kalian. Pangkostrad, Komandan Batalyon, latih betul dan siapkan betul para prajurit. Perhatikan moril anggota agar Taipur dapat terus menjadi satuan yang dibanggakan. Jadi jagoan itu mudah, tinggal latihan, tapi memelihara kemampuan itu yang lebih sulit,” tegas Kasad. Kasad juga meminta seluruh jajaran untuk memastikan setiap prajurit benar-benar siap secara fisik, mental, dan teknis, serta memiliki kelengkapan peralatan tempur yang memadai. Menurutnya, kesiapan operasional harus menjadi budaya kerja di setiap satuan, khususnya bagi Yontaipur yang memiliki peran strategis dalam mendukung operasi tempur darat TNI AD. Tatap muka Kasad dengan prajurit Yontaipur berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam sesi dialog terbuka, Jenderal Maruli juga menerima berbagai masukan dan aspirasi dari para prajurit terkait pelaksanaan tugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa kesiapan penugasan tidak hanya dibutuhkan untuk misi dalam negeri, tetapi juga penugasan internasional yang menuntut profesionalisme dan kemampuan adaptif tinggi. Lebih lanjut, Kasad berharap seluruh prajurit menjaga kehormatan satuan dan nama baik TNI AD dalam setiap penugasan. “Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jaga kehormatan satuan, dan harumkan nama bangsa,” ujarnya menutup pengarahan. Usai kegiatan tatap muka, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak didampingi Pangkostrad Letjen TNI Muhammad Fadjar dan sejumlah pejabat utama Mabesad makan siang bersama prajurit serta meninjau perlengkapan perorangan dan satuan Yontaipur Kostrad. Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pimpinan TNI AD terhadap pembinaan prajurit, serta pengingat bahwa kesiapan dan profesionalisme adalah kunci utama keberhasilan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara. (Agus)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Komandan Kodim (Dandim) 0410/KBL, Kolonel Arm. Roni Hermawan, S.H., M.M., menjadi narasumber utama dalam talkshow interaktif bertajuk “Penguatan Bela Negara dalam Dunia Pendidikan” yang digelar di Gedung Graha Mandala, Kedaton, Bandar Lampung, pada Sabtu (8/11/2025). Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh ratusan guru dan tenaga kependidikan se-Provinsi Lampung, serta sejumlah pejabat penting, antara lain Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfred Jacob Tilukay, M.I.K., M.Si., dan Kabid 3 Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Mulyadi. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui jalur pendidikan. Dalam pemaparannya yang berlangsung sejak pukul 16.30 WIB, Kolonel Roni Hermawan menegaskan bahwa Bela Negara bukan sekadar kewajiban militeristik, tetapi juga merupakan manifestasi kecintaan terhadap tanah air yang dapat diwujudkan oleh setiap warga negara, termasuk para pendidik. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus. Melalui peran Bapak dan Ibu guru, semangat cinta tanah air, rela berkorban, dan persatuan Indonesia dapat ditanamkan sejak dini,” ujar Dandim dengan penuh semangat. Lebih lanjut, Dandim memaparkan berbagai program Kodim 0410/KBL yang dapat disinergikan dengan dunia pendidikan dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan dan karakter generasi muda. Talkshow berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab. Forum wartawan Kota Bandar Lampung juga turut hadir untuk meliput dan mendokumentasikan kegiatan tersebut. Menutup kegiatan, Dandim menyampaikan harapan agar kolaborasi antara TNI, Polri, dan Dinas Pendidikan terus berlanjut sebagai upaya nyata membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas tinggi. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai, mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen bersama dalam membangun ketahanan nasional melalui dunia pendidikan. ( Agus)
JAKARTA – BIDIK-KASUSNEWS.COM Kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, kembali menjadi pusat perhatian publik. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil mengungkap sarang peredaran narkoba terbesar di kawasan tersebut, dengan menyita 89 kilogram sabu dan tujuh pucuk senjata api, dalam operasi besar yang digelar Jumat (7/11/2025). Operasi gabungan ini merupakan tahap lanjutan dari penggerebekan sebelumnya yang dilakukan pada Rabu (5/11). Dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, sebanyak 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Satbrimob, dan Polres Jakarta Utara dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik rawan di Kampung Bahari. Penemuan Mengejutkan Dalam penggerebekan tersebut, tim gabungan menemukan barang bukti dalam jumlah fantastis, di antaranya: 89.159,42 gram sabu 91,53 gram ganja 159 butir ekstasi Uang tunai Rp 1,46 miliar Uang palsu Rp 5,5 juta 7 pucuk senjata api, 21 senjata tajam, serta 2 air gun Tak hanya itu, petugas juga menyita perhiasan emas, sembilan unit ponsel, dan tiga sepeda motor mewah yang diduga hasil tindak kejahatan narkotika. Barang bukti ditemukan di dua lokasi berbeda: rumah kos di Jalan Samudera 4 dan Jalan Bak Air 2. Sebanyak sembilan orang dengan inisial Sa, Ab, Yu, He, Fa, Yo, Su, SH, dan RN turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepala BNN: Ini Bukti Kolaborasi Nyata Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengapresiasi keberhasilan tim gabungan yang dinilai sebagai bukti kuatnya sinergi antara BNN dan Polri dalam memerangi peredaran gelap narkotika di kawasan rawan. “Saya sangat bangga. Hari ini kita membuktikan kerja sama yang luar biasa antara BNN dan Polri. Barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan bahwa kerja keras ini tidak sia-sia. Tapi kami tidak berhenti di sini — perburuan bandar besar akan terus dilakukan,” ujar Suyudi. Perang Melawan Narkoba Tak Berhenti Keberhasilan operasi di Kampung Bahari menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya. BNN menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan penuh masyarakat. BNN mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba melalui call center 184 atau WhatsApp 081221675675. Dengan semangat “War on Drugs for Humanity”, BNN berkomitmen melanjutkan perang melawan narkoba secara terukur, sinergis, dan berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). (Agus)
Bidik-Kasusnews.com Jakarta – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu pagi (8/11/2025). Kehadiran Sugiri bersama sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat malam di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. Rombongan tiba dengan pengawalan ketat aparat penegak hukum sekitar pukul 07.30 WIB. Tanpa memberikan komentar, mereka langsung digiring menuju ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung Merah Putih KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi Bidik-Kasusnews membenarkan bahwa pihaknya telah membawa sejumlah orang dari Ponorogo untuk diperiksa lebih lanjut. > “Benar, pagi ini rombongan dari Ponorogo sudah tiba di Gedung KPK. Yang dibawa antara lain Bupati, Sekda, Dirut RSUD, Kabid Mutasi Setda, serta beberapa pihak swasta,” jelas Budi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (8/11/2025). Budi menambahkan, pemeriksaan intensif sedang berlangsung untuk mendalami dugaan suap terkait promosi jabatan dan proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Total terdapat 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut, termasuk pejabat daerah dan pihak swasta. Pantauan di lokasi, sejumlah awak media telah menunggu sejak pagi di halaman Gedung KPK. Suasana tampak tegang saat mobil yang membawa rombongan pejabat Ponorogo tiba dan langsung masuk ke area parkir bawah gedung. Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran melibatkan kepala daerah aktif yang dikenal cukup populer di Ponorogo. KPK dijadwalkan akan memberikan konferensi pers resmi setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan untuk menjelaskan perkembangan perkara ini. (Wely)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Memasuki hari kelima banjir rob yang melanda kawasan pesisir, Babinsa Kelurahan Kangkung Koramil 410-02/TBS, Sertu Aris Susilo, bersama unsur pemerintah dan BPBD Kota Bandar Lampung, turun langsung memantau kondisi lapangan serta memberikan edukasi kepada warga pada Jumat malam (7/11/2025). Kegiatan pemantauan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan dipusatkan di wilayah pesisir Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, yang menjadi salah satu titik terdampak paling signifikan. Banjir rob dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter sempat menggenangi sejumlah pemukiman warga, menyebabkan beberapa perabot rumah tangga terendam air laut. Dalam kegiatan tersebut, Sertu Aris Susilo berkoordinasi erat dengan Lurah Kangkung, petugas BPBD, dan perangkat kelurahan untuk memantau perkembangan ketinggian air serta memastikan keselamatan warga. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang susulan. “Kami terus memantau situasi dan memberikan edukasi kepada warga agar selalu siaga. Memang ada kerugian material, tetapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kondisi berangsur normal seiring surutnya air laut,” ujar Sertu Aris Susilo. Berdasarkan laporan terakhir, ketinggian air di wilayah pesisir Kangkung sudah mulai menurun dan aktivitas warga perlahan kembali pulih. Meski demikian, pihak Babinsa bersama tim BPBD tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir rob lanjutan akibat cuaca ekstrem. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam situasi darurat ini menjadi bukti nyata komitmen Koramil 410-02/TBS dan Kodim 0410/KBL dalam memberikan rasa aman serta membantu masyarakat menghadapi bencana alam. Dengan semangat “Tetap Semangat, Pantang Menyerah, dan Selalu Gembira dalam Tugas,” para Babinsa diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan ketahanan wilayah bersama masyarakat. ( Agus)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), anggota Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 410-04/Tanjungkarang Timur (TKT) kembali melaksanakan patroli malam di wilayah Kecamatan Way Halim, Jumat (7/11/2025) malam. Kegiatan patroli yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Danpos Way Halim, Peltu Wijianto, bersama Sertu Sugianto. Menggunakan kendaraan roda dua, keduanya menyusuri sejumlah lokasi yang dinilai rawan dan padat aktivitas masyarakat, di antaranya area Trans Mart, SPBU By-Pass, Play Over Kalibalau Kencana, serta SPBU Antasari. Menurut Peltu Wijianto, patroli malam ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan di wilayah binaan. “Patroli ini bentuk upaya pencegahan dan tindakan pre-emptif dari kami. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi warga sekaligus efek gentar bagi pelaku tindak kejahatan,” ujarnya. Dari hasil pemantauan, situasi di seluruh titik yang disambangi dilaporkan dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali. Warga sekitar pun menyambut baik kehadiran Babinsa yang aktif berkeliling di malam hari. Patroli malam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Seragam hijau yang hadir di tengah gelap malam menjadi simbol perlindungan dan kepedulian aparat terhadap keselamatan warga. Komitmen Babinsa Koramil 410-04/TKT dalam menjaga stabilitas keamanan menunjukkan semangat pengabdian tanpa pamrih, sejalan dengan semboyan mereka: “Tetap Semangat, Pantang Menyerah, dan Selalu Gembira dalam Bertugas.” Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala untuk memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat, serta memastikan rasa aman tetap terjaga di wilayah Kota Bandar Lampung. (Agus)
Bidik-kasusnews.com – Sanggau Kalimantan Barat – Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) kembali merebak di Kabupaten Sanggau. Setelah sempat berhenti beberapa waktu lalu pasca viral di media sosial, kini kegiatan perusakan alam itu muncul lagi dengan pola yang sama. Rekaman warga memperlihatkan aktivitas pengerukan di badan sungai seberang Desa Semerangkai, air yang semula jernih kini berubah menjadi cokelat pekat, menandakan kerusakan serius pada ekosistem air. Yang membuat warga geram, lokasi aktivitas ilegal ini hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat kota Sanggau — tak jauh dari kantor Polres, Kejaksaan, dan lembaga pemerintahan lainnya. Namun, hingga kini tak ada langkah nyata dari aparat penegak hukum. Publik pun menyoroti, di mana makna semboyan Presisi, Melindungi dan Mengayomi yang terpampang gagah di depan kantor kepolisian itu ?Keluhan warga terus berdatangan. Mereka mengaku sudah muak dengan aktivitas tambang yang tak kunjung berhenti. “Air sungai kini keruh dan berbau logam. Dulu kami bisa mandi dan mencari ikan di sana, sekarang semua rusak,” ujar salah seorang warga Desa Semerangkai dengan nada kecewa. Keluhan serupa juga disampaikan para nelayan yang kini kesulitan mencari ikan akibat pencemaran yang semakin parah. Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Tambang ilegal di Sanggau seolah punya “nyawa rangkap” — mati sebentar karena sorotan publik, lalu hidup kembali dengan cara yang lebih rapi dan tertutup. Di balik aktivitas itu, warga menuding ada oknum-oknum kuat yang membekingi. Nama-nama seperti ASP, AWG, dan JN disebut-sebut menjadi aktor yang selama ini kebal hukum. Padahal secara hukum, aktivitas tambang tanpa izin jelas melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Pasal itu menegaskan, setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa izin dapat dipidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar. Sayangnya, di Sanggau, pasal itu seolah hanya tulisan di atas kertas. Selain itu, aktivitas yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan sungai juga melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Pasal 98 menyebutkan, pelaku yang menimbulkan pencemaran lingkungan dapat dipidana 1–3 tahun penjara dan denda Rp1–3 miliar. Bila dampaknya luas dan menyebabkan korban, hukumannya bisa lebih berat lagi. Dampak lingkungan akibat aktivitas tambang ini sudah sangat nyata. Endapan lumpur di sungai meningkat, air menjadi asam, dan kadar logam berat diduga melebihi ambang batas aman. Erosi di tebing sungai juga kian parah, mengancam rumah warga di bantaran sungai serta meningkatkan risiko banjir di musim hujan. Biota sungai mati, dan mata pencaharian warga perlahan ikut hilang. Ironisnya, semua kerusakan ini terjadi di depan mata aparat penegak hukum. Gedung Polres Sanggau yang berdiri megah hanya berjarak beberapa menit dari lokasi aktivitas tambang, namun hingga kini tak terlihat langkah konkret penindakan. Warga pun merasa dibiarkan berjuang sendiri menghadapi pencemaran yang kian meluas. Keluhan masyarakat kini berubah menjadi kekecewaan. Mereka mempertanyakan keberpihakan aparat, apakah kepada rakyat yang dirugikan, atau kepada pelaku yang diuntungkan ? “Kami bukan menuntut banyak, hanya ingin sungai kembali bersih dan aparat menegakkan hukum dengan adil,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diminta tidak lagi menutup mata. Penegakan hukum harus menyentuh aktor intelektual dan penyandang dana, bukan sekadar pekerja lapangan. Tanpa langkah nyata, Sanggau hanya akan menjadi contoh buruk bagaimana hukum gagal melindungi alam dan masyarakatnya. Kini, warga menunggu bukti, bukan janji. Karena jika pembiaran ini terus dibiarkan, bukan hanya sungai yang mati, kepercayaan rakyat terhadap aparat dan negara pun ikut terkubur di dasar sungai yang tercemar. (Team/read)