Bidik-kasusnews.com Serang, Banten – Pemimpin Redaksi media Bidik-kasusnews menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, pada 9 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi insan pers dalam memperkuat peran media di tengah dinamika pembangunan nasional. Acara HPN 2026 tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kebebasan pers yang profesional dan bertanggung jawab. Pimpinan Redaksi Bidik-kasusnews Guswanto, menyampaikan pesan kuat mengenai peran strategis media. Ia menegaskan bahwa pers harus menjadi pilar utama dalam menjaga demokrasi sekaligus mendorong kemandirian bangsa. “Pers yang sehat akan melahirkan ekonomi yang berdaulat, dan dari situ bangsa akan menjadi kuat,” ujar Guswanto. menyampaikan bahwa kehadiran media dalam peringatan HPN ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen untuk terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, independensi, serta keberpihakan kepada kepentingan publik. Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang diharapkan mampu mempererat sinergi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, berimbang, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (Wely)
Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,.Di tengah kepungan arus informasi digital yang kian riuh, pers dituntut untuk berdiri tegak melampaui fungsinya sebagai sekadar pelapor peristiwa. Pers yang profesional dan memiliki integritas kini menjadi kebutuhan mendesak sebagai fondasi utama bagi nalar publik yang sehat. Hal tersebut menjadi pesan sentral dalam upacara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Kota Cirebon tahun 2026 yang digelar di halaman Balai Kota Cirebon, Senin (9/2/2026). Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa kredibilitas pers adalah benteng terakhir masyarakat agar tidak tersesat dalam labirin disinformasi. Menurutnya, di era di mana hoaks mudah diproduksi, kehadiran produk jurnalistik yang terverifikasi menjadi penyaring sekaligus penerang yang menjaga masyarakat agar tidak terjebak dalam narasi yang memecah belah. Pers yang profesional dan berintegritas bukan sekadar pelapor peristiwa, melainkan fondasi utama bagi nalar publik yang sehat. Kita diingatkan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar sebagai pilar demokrasi. Kehadiran pers yang kredibel menjadi penyaring agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi,” ujar Wali Kota dalam amanatnya. Menariknya, peringatan HPN tahun ini mencetak sejarah baru di Kota Cirebon. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Cirebon menggelar upacara resmi bersama seluruh insan pers. Wali Kota memberikan apresiasi tinggi atas pembacaan Ikrar Pers yang dilakukan para jurnalis, yang ia nilai sebagai janji moral untuk menyajikan fakta yang riil dan menjauhi hoaks demi memperkuat kembali kepercayaan publik. “Alhamdulillah, tahun ini mungkin pertama kalinya kita melakukan upacara secara resmi bersama Pemerintah Kota Cirebon. Saya ingin ini menjadi agenda rutin setiap tahunnya, insyaallah tahun depan lebih meriah lagi. Dengan adanya ikrar tadi, tujuannya agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pers akan semakin kuat lagi melalui pemberitaan yang benar,” tambah Wali Kota. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga memposisikan pers sebagai mitra strategis yang memiliki peran ganda. Di satu sisi, pers diharapkan menjadi penyambung lidah program pembangunan pemerintah kepada masyarakat secara edukatif. “Pemerintah tetap membuka diri terhadap kritik yang tajam selama berbasis data sebagai bahan evaluasi birokrasi dalam melakukan perbaikan layanan public,” tegasnya. Senada dengan semangat kolaborasi tersebut, Ketua PWI Kota Cirebon, Alif Santosa, menekankan pentingnya konsep sinergi pentahelix dalam membangun daerah, sesuai dengan tema HPN 2026 yakni “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” “Kolaborasi pentahelix adalah sumber kekuatan kita. Hari ini kita buktikan bahwa pers tidak hanya hadir dalam bentuk tulisan, tapi juga aksi nyata melalui bakti sosial, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan gratis,” ungkap Alif. Alif juga memaparkan bahwa HPN 2026 di Kota Cirebon akan dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari diskusi nasional pasca-Ramadan, turnamen futsal antar lembaga untuk memupuk kebersamaan, lomba baca puisi Hari Kartini, hingga sekolah jurnalistik bagi pelajar SMA dan mahasiswa. Sebagai penutup rangkaian upacara, digelar pula diskusi bersama OJK bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital”. Langkah ini diambil sebagai respons konkret pers dalam mengedukasi warga agar tidak terjerumus investasi ilegal. “Upacara HPN 2026 ini menjadi simbol bahwa di Kota Cirebon, pers dan pemerintah bergerak bersama bukan hanya untuk mengabarkan berita, tetapi untuk membangun peradaban dan ekonomi yang berdaulat,” pungkasnya. (Asep.R)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan survei lapangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari yang berlokasi di Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum SPPG beroperasi secara optimal. Survei yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur terkait, di antaranya Kasat Intelkam Polres HSU AKP Agus Murti Widodo, Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dari program Pengendalian Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan (P2PMKL), sanitarian UPT Puskesmas Banjang, pengelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polres HSU, serta pengelola sementara SPPG. Dalam kegiatan tersebut, tim Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas dan ruangan yang ada di SPPG, mulai dari ruang loker pegawai, ruang administrasi, area pencucian bahan makanan, ruang penyimpanan kering dan basah, ruang pengolahan, hingga ruang pencucian peralatan dapur. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh alur kerja dan fasilitas memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan. Selain pengecekan fisik bangunan dan peralatan, tim juga menilai alur kedatangan pegawai sejak dari rumah hingga memasuki area kerja. Pemeriksaan meliputi penggunaan ruang ganti, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan personal, hingga kepatuhan terhadap prosedur kerja di dalam dapur SPPG. Petugas Dinas Kesehatan turut memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi teknis kepada pengelola, seperti kewajiban penggunaan tempat sampah berpenutup dengan sistem injak, pemasangan SOP di setiap peralatan dapur, pengaturan suhu ruang, pencatatan tanggal pembelian dan kedaluwarsa bahan baku, penyimpanan sampel makanan, serta penunjukan tenaga ahli sanitasi untuk melakukan pengawasan rutin. Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan menyampaikan bahwa survei ini merupakan tahapan penting dalam memastikan SPPG beroperasi sesuai regulasi dan standar kesehatan. “Pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi menjadi syarat utama agar pelayanan gizi dapat berjalan aman, higienis, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya. Kegiatan survei berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Selanjutnya, pengajuan pengantar penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi akan diproses oleh perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres HSU, sesuai dengan hasil evaluasi dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Melalui survei ini, diharapkan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Banjang dapat segera melengkapi seluruh persyaratan regulasi dan siap beroperasi dengan standar kebersihan serta keamanan pangan yang terjamin. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan pembagian brosur keselamatan lalu lintas kepada para pengguna jalan dan warga masyarakat, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Intan Tahun 2026 yang digelar Polres HSU sebagai langkah preemtif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pembagian brosur dilaksanakan mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, dengan lokasi kegiatan di Jalan Pembalah Batung, Kelurahan Paliwara, serta Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Amuntai Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satgas Preemtif Satlantas Polres HSU. Sebanyak 80 lembar brosur keselamatan lalu lintas dibagikan langsung kepada pengendara roda dua, roda empat, maupun warga sekitar. Materi dalam brosur tersebut berisi imbauan penting terkait tertib berlalu lintas, kepatuhan terhadap rambu-rambu jalan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta pentingnya mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kasat Lantas Polres HSU menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. “Melalui edukasi secara langsung kepada masyarakat, kami berharap pesan keselamatan lalu lintas dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan ini, Satlantas Polres HSU berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan demi terwujudnya kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan humanis di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Jakarta Utara. Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta bersinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Tangerang, dengan pusat kegiatan bertempat di Waduk Danau Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., bersama Kapolda Metro Jaya serta Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, sebagai wujud nyata sinergitas lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan perairan, pesisir, dan ruang terbuka publik di wilayah Jakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel bersama yang dipimpin Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, dan Sekda Provinsi DKI Jakarta. Apel diikuti oleh gabungan unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, serta elemen masyarakat. Dalam amanatnya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. “Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah tanggung jawab Kodam Jaya sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya, agar lingkungan Jakarta semakin bersih, sehat, dan asri,” ujar Pangdam. Pangdam Jaya juga menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pembersihan sampah di seluruh wilayah, khususnya di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, mengingat persoalan sampah menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bencana banjir di berbagai wilayah. Pangdam Jaya juga menghimbau agar seluruh masyarakat terus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sehingga Jakarta dapat tetap menjadi kota yang aman, nyaman, bersih, dan asri. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja bakti dan pelaksanaan pembersihan sampah di area Waduk Danau Cincin dan sekitarnya. Forkopimda juga berkesempatan melaksanakan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mendukung penghijauan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.(Red) Sumber Pendam Jaya
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com – Upaya pencegahan banjir di musim penghujan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Babinsa Koramil 410-03/Teluk Betung Utara (TBU), Serda Haidir, bersama unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan saluran air dan kali kecil di Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), Minggu (8/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Zulkarnain Subing, Lingkungan 3, Kelurahan Keteguhan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya genangan dan banjir akibat tersumbatnya aliran air oleh sampah dan endapan lumpur. Aksi tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman. Gotong royong diikuti oleh Camat Teluk Betung Timur, Lurah Keteguhan, perangkat RT dan lingkungan, anggota Linmas, serta puluhan warga yang dengan penuh semangat membersihkan drainase dan aliran kali kecil di sekitar permukiman. Camat Teluk Betung Timur mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dan TNI dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, peran TNI sangat penting dalam mendorong kesadaran kolektif warga untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. “Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya. Selain mencegah banjir, juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Babinsa Kelurahan Keteguhan, Serda Haidir, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Ia menyebutkan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keselamatan warga. “TNI tidak hanya bertugas di bidang pertahanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Gotong royong ini adalah bentuk pengabdian kami kepada warga,” kata Serda Haidir. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Melalui aksi ini, diharapkan masyarakat dapat termotivasi untuk secara mandiri dan berkelanjutan menjaga kebersihan saluran air di lingkungannya masing-masing, sehingga potensi banjir di wilayah Kota Bandar Lampung dapat diminimalkan. (Agus)
Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com — Sinergi kuat lintas unsur terlihat di wilayah RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, saat Forkopimko Jakarta Timur bersama masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih lingkungan di sekitar Kali Sunter. Minggu (08/02) pagi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus ketertiban wilayah. Sejak pagi, personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, PMI, serta unsur masyarakat menyebar di sejumlah titik bantaran dan aliran Kali Sunter. Fokus utama diarahkan pada pembersihan drainase dan pengerukan sedimen yang selama ini berpotensi menghambat aliran air. Alat berat milik Dinas Sumber Daya Air dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi sungai agar fungsi aliran kembali optimal. Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Dr. Alfian Nurrizal menegaskan bahwa kehadiran Polri pada kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan sekaligus stabilitas keamanan. Ia menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih berbanding lurus dengan terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi Forkopimko dan partisipasi warga seperti ini harus terus dijaga agar kesadaran kolektif semakin tumbuh. “Kami dari Polri mendukung penuh kegiatan bersih-bersih ini karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ketika lingkungan tertata, potensi gangguan kamtibmas juga dapat ditekan. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kapolres di sela peninjauan lokasi. Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Walikota Administrasi Jakarta Timur Munjirin meninjau area Kali Sunter dan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua unsur. Mereka menilai aksi lapangan seperti ini menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan lingkungan Jakarta Timur, khususnya di kawasan yang rawan genangan. Di tengah kegiatan, Kapolres Metro Jakarta Timur turut menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air. Warga juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga keamanan lingkungan secara bersama, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kerawanan sosial. Dengan kebersamaan Forkopimko dan dukungan masyarakat, kawasan Cipinang Melayu diharapkan semakin bersih, tertib, dan aman. Aksi bersih Kali Sunter ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan dan keamanan dapat berjalan seiring demi kenyamanan hidup warga Jakarta Timur. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta — Upaya serius membersihkan lembaga pemasyarakatan dari peredaran narkotika dan penggunaan telepon genggam ilegal terus dilakukan jajaran Pemasyarakatan wilayah Jakarta. Sebanyak 220 warga binaan berisiko tinggi (high risk) resmi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Dikutip dari Frekuensi Media Bali, pemindahan ratusan warga binaan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional Pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan lapas dan rutan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik ilegal. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jakarta, Heri Azhari, menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan arahan pimpinan pusat. “Kami terus menjalankan arahan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Zero narkoba dan HP ilegal adalah harga mati,” tegas Heri Azhari, Sabtu (7/2/2026) seperti dikutip dari Frekuensi media Indonesia com bali. Ia menyampaikan, warga binaan high risk yang dipindahkan berasal dari lima unit pemasyarakatan di Jakarta, yakni Lapas Cipinang, Lapas Narkotika Cipinang, Lapas Salemba, Rutan Cipinang, dan Rutan Salemba. Pemindahan ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan keamanan serta mengendalikan kapasitas hunian. Menurut Heri, langkah tersebut juga bertujuan memperkuat sistem pembinaan agar berjalan lebih optimal dan terarah. Dengan berkurangnya potensi gangguan, proses rehabilitasi dan pembinaan narapidana diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. “Pemindahan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan nasional Pemasyarakatan, baik dari sisi keamanan, pengendalian hunian, maupun efektivitas pembinaan,” jelasnya. Proses pemindahan dilaksanakan pada Jumat (6/2) hingga dini hari dengan pengawalan ketat. Pengamanan melibatkan petugas gabungan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, jajaran Kanwil Ditjenpas Jakarta, serta Polres Metro Jakarta Timur. Dengan langkah tegas ini, Ditjenpas Jakarta berharap kondisi lapas dan rutan semakin kondusif serta komitmen pemberantasan narkoba dan barang terlarang dapat benar-benar terwujud. (Wely)
CIREBON, Bidik-kasusnews.com – Sebuah pohon berukuran besar yang berada di tepi Jalan Raya Provinsi Gunungjati, tepatnya di Desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi pohon yang tampak miring, berusia tua, serta memiliki dahan rapuh menimbulkan kekhawatiran warga, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Jalan Raya Provinsi Gunungjati merupakan jalur vital dengan arus lalu lintas padat setiap harinya. Jalan ini dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga angkutan bertonase besar. Warga menilai, jika pohon tersebut roboh tanpa penanganan lebih dulu, risiko kecelakaan lalu lintas hingga korban jiwa sangat besar. “Kalau hujan dan angin kencang, kami selalu waswas. Pohonnya sudah lama miring dan dahan-dahannya terlihat rapuh, takut tiba-tiba roboh,” ujar salah seorang warga setempat, Minggu (8/2/2026). Menurut warga, kekhawatiran terhadap kondisi pohon tersebut telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret berupa pemangkasan maupun penanganan teknis dari dinas terkait. Padahal, tindakan pencegahan dinilai jauh lebih penting untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Secara regulasi, pemerintah memiliki kewajiban menjamin keselamatan prasarana jalan beserta lingkungan pendukungnya. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang menegaskan bahwa penyelenggara jalan wajib menjaga kondisi jalan agar tetap aman dan layak digunakan oleh masyarakat. Pengamat kebijakan publik menilai, pembiaran terhadap pohon rawan tumbang di bahu jalan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pengguna jalan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada kerugian publik yang seharusnya bisa dicegah. Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, media menyampaikan peringatan dini agar instansi terkait, baik yang membidangi lingkungan hidup, pertamanan, maupun pengelolaan jalan provinsi, segera melakukan peninjauan lapangan dan penanganan teknis yang diperlukan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat bertindak cepat dan preventif, tanpa harus menunggu terjadinya kecelakaan atau korban jiwa. Keselamatan pengguna jalan dinilai sebagai prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. “Jangan sampai bergerak setelah ada korban. Kami hanya ingin jalan ini aman dilalui,” ungkap warga lainnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan terhadap pohon yang dinilai rawan tumbang tersebut. (Amin)
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL secara resmi membuka Pelatihan dan Pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun 2026 sebagai upaya membentuk karakter, disiplin, serta jiwa bela negara generasi muda. Upacara pembukaan digelar khidmat di Lapangan Kodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Sabtu (7/2/2026) pagi. Upacara pembukaan dipimpin oleh Pasintel Kodim 0410/KBL, Mayor Inf Bagus Setyawan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sebanyak 100 peserta kadet dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Bandar Lampung mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan sekolah dari SMA Negeri 6 Bandar Lampung, SMK Negeri 8 Bandar Lampung, SMA Negeri 4 Bandar Lampung, SMA Gajah Mada, SMA Negeri 16 Bandar Lampung, hingga SMA Fransiskus Bandar Lampung. Kehadiran unsur dunia pendidikan ini menegaskan sinergi antara TNI dan sekolah dalam membina generasi muda yang berkualitas. Dalam amanat Dandim 0410/KBL yang dibacakan Mayor Inf Bagus Setyawan, ditegaskan bahwa pelatihan KKRI merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam menyiapkan pelajar sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. “Generasi muda harus dibekali mental yang kuat, disiplin, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air. KKRI menjadi wadah pembinaan karakter agar para pelajar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas,” tegasnya. Selama pelatihan, para kadet akan mendapatkan pembinaan meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), kepemimpinan, kerja sama tim, serta wawasan kebangsaan. Dandim berharap nilai-nilai tersebut dapat tertanam kuat dan menjadi bekal positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pelatihan KKRI Gelombang IV Tahun 2026 ini dipandu oleh para pelatih dan pembina dari jajaran Kodim 0410/KBL serta Koramil di wilayah Bandar Lampung. Faktor keamanan dan keselamatan peserta menjadi perhatian utama selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Upacara pembukaan ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar pelatihan KKRI berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang berdisiplin, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi. (Agus)