BIDIK-KASUSNEWS.COM DEPOK – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang digelar di Markas Divisi Infanteri 1/Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). Peringatan HUT ke-65 Kostrad tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Kostrad sebagai salah satu kekuatan strategis TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1961, Kostrad telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme tinggi dalam berbagai tugas operasi militer maupun misi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dalam amanatnya, Panglima TNI meminta seluruh jajaran Kostrad untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks. “Saat ini kita dihadapkan pada dinamika global yang diwarnai dengan rivalitas kekuatan besar, konflik global dan regional yang terus meningkat serta ancaman perang hibrida,” tegas Panglima TNI. Diungkapkan Panglima TNI, karakteristik peperangan saat ini juga terus berkembang dari yang sebelumnya mengandalkan serangan fisik menuju bentuk-bentuk baru seperti perang media dan serangan siber. “Menghadapi ancaman multidimensi ini, saya perintahkan bahwa Kostrad harus selalu siap bertempur dan menang dalam setiap spektrum peperangan,” imbuhnya. Peringatan HUT ke-65 Kostrad ini juga dihadiri para sesepuh Kostrad, para mantan Panglima Kostrad, serta sejumlah pejabat negara dan pejabat TNI lainnya. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Sebuah mobil minibus jenis Avanza mengalami kecelakaan tunggal dengan terjun ke saluran irigasi di Jalan Padat Karya RT 03 Lingkungan II, Kelurahan Waydadi Baru, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, pada Jumat malam (6/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Mengetahui kejadian tersebut, Babinsa Kelurahan Korpri Raya dari Koramil 410-01/Panjang jajaran Kodim 0410/KBL, Serda M. Hadi Wijaya, langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna membantu proses penanganan di lapangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut adalah mobil Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi BE 1720 RW milik seorang warga bernama Edi, seorang wiraswasta yang berdomisili di Desa Wiyono, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran. Peristiwa bermula ketika pemilik kendaraan berupaya mencari jalur alternatif dari Jalan Pulau Damar menuju Jalan Ryacudu. Saat itu, kondisi Jalan Pulau Damar dilaporkan tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sebelumnya. Pengemudi kemudian memilih melintas melalui Jalan Padat Karya yang dianggap sebagai jalan pintas. Namun karena belum familiar dengan kondisi jalan tersebut, kendaraan diduga tergelincir dan akhirnya masuk ke dalam saluran irigasi hingga tersangkut di bawah jembatan di depan Lamban Sabah. Mendapat laporan dari warga, Babinsa segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan kondisi di lapangan. Selain itu, Babinsa juga berkoordinasi dengan aparat setempat serta menghubungi tim dari BPBD Kota Bandar Lampung untuk membantu proses evakuasi kendaraan yang terjebak di saluran irigasi. “Langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan kondisi di lokasi aman, kemudian kami berkoordinasi dengan aparat lingkungan serta menghubungi tim BPBD agar proses evakuasi bisa segera dilakukan,” ujar Babinsa di lokasi kejadian. Selain itu, Babinsa juga melaporkan kejadian tersebut secara berjenjang kepada pimpinan di Koramil 410-01/Panjang dan Kodim 0410/KBL sebagai bentuk tanggung jawab dan prosedur pelaporan wilayah. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD dan Damkar masih melakukan upaya evakuasi kendaraan dari dalam saluran irigasi. Sejumlah pejabat daerah turut hadir memantau proses penanganan di lokasi, termasuk Mirzaani Jausal bersama rombongan serta Mukhlis Basri. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun aparat mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur alternatif, terutama setelah hujan deras yang dapat menyebabkan kondisi jalan licin maupun genangan air. ( Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Wayhalim, pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan sejumlah kawasan permukiman warga mengalami banjir dan genangan air akibat meluapnya aliran sungai di sekitar wilayah tersebut. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa dari Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur yang berada di bawah jajaran Kodim 0410/KBL, Sertu Sugiyanto, langsung turun ke lapangan melakukan monitoring dan pemantauan situasi sejak pukul 17.00 WIB hingga kondisi mulai berangsur terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, genangan air terjadi di beberapa titik kawasan pinggiran sungai di wilayah Jagabaya III. Salah satu lokasi terdampak berada di Lingkungan II RT 05 Gang Panorama 2, di mana genangan air sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman mencapai 40 sentimeter sempat menggenangi area permukiman warga dan mempengaruhi sekitar 10 rumah. Sementara itu, di Lingkungan II RT 01 Gang M. Saleh atau yang dikenal warga sebagai kawasan belakang Jingkrak, genangan air mencapai kedalaman sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 50 meter. Kondisi tersebut berdampak pada tiga rumah warga serta satu fasilitas pendidikan, yakni SDN 1 Jagabaya III. Genangan juga terjadi di Jalan Pulau Morotai, tepatnya di sekitar jembatan Pulau Morotai, dengan panjang genangan mencapai sekitar 100 meter dan kedalaman sekitar 50 sentimeter. Meski demikian, di titik tersebut tidak terdapat rumah warga yang terdampak langsung. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Babinsa juga berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan warga setempat untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air jika hujan kembali turun. Beruntung, dalam peristiwa banjir ini tidak terdapat laporan korban jiwa. Hingga malam hari, kondisi air di sejumlah titik mulai berangsur surut dan situasi perlahan kembali normal. Kegiatan monitoring yang dilakukan Babinsa menjadi wujud nyata kepedulian dan kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak cuaca ekstrem di Bandar Lampung. Aparat juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan selama musim hujan masih berlangsung. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan sejumlah kawasan permukiman warga terendam banjir dan genangan air akibat meluapnya aliran sungai di sekitar wilayah tersebut. Merespons cepat kondisi itu, Babinsa Way Kandis dari Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur, Serma Agus R, langsung turun ke lapangan melakukan monitoring sekaligus membantu warga yang terdampak banjir sejak pukul 17.30 WIB hingga situasi berangsur terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir terjadi akibat kombinasi hujan deras dan luapan air dari beberapa aliran sungai yang berasal dari kawasan Way Dadi, Perumnas Way Kandis, serta wilayah Jati Mulyo Lampung Selatan yang bermuara ke area pinggiran sungai di Way Kandis. Beberapa titik yang terdampak cukup signifikan antara lain di Lingkungan I yang meliputi RT 06, RT 10, RT 04, dan RT 02. Di wilayah tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai 50 hingga 70 sentimeter dan merendam sekitar 10 rumah warga dengan kedalaman air di dalam rumah sekitar 50 sentimeter. Sementara itu, di Lingkungan II yang mencakup RT 03, RT 11, dan RT 02, genangan air terjadi sepanjang kurang lebih 70 meter dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter. Di lokasi ini tercatat sekitar enam rumah warga terdampak dengan ketinggian air antara 30 hingga 50 sentimeter, meskipun saat ini air mulai berangsur surut. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Babinsa juga aktif memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mematikan instalasi listrik sementara guna menghindari potensi bahaya sengatan listrik serta melarang anak-anak bermain di area genangan atau banjir. “Kami terus memantau kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama air belum sepenuhnya surut,” ujar Serma Agus R di sela kegiatan monitoring. Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Aparat kewilayahan bersama masyarakat juga terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi apabila terjadi hujan susulan. Kegiatan monitoring dan bantuan yang dilakukan Babinsa menjadi bukti komitmen Kodim 0410/KBL dalam memberikan perlindungan serta memastikan keamanan dan keselamatan warga di tengah kondisi darurat di Bandar Lampung. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kelurahan Kalibalau Kencana pada Jumat (6/3/2026) sejak pukul 14.00 WIB menyebabkan sejumlah permukiman warga mengalami genangan air hingga banjir. Merespons cepat kondisi tersebut, jajaran Kodim 0410/KBL melalui Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur mengerahkan Babinsa Kalibalau Kencana, Serma Selamet, untuk turun langsung ke lapangan melakukan monitoring sekaligus membantu warga yang terdampak banjir. Pemantauan yang dilakukan Babinsa berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga situasi dinyatakan kembali kondusif. Sejumlah titik yang terdampak genangan air di antaranya berada di Jalan P. Antasari Gang Persada, Jalan P. Antasari Gang Waru 1 dan 3, Jalan Ridwan Rais Gang Haji Sarib, Jalan Urip Sumoharjo Gang Bintara, Jalan Arif Rahman Hakim, serta Jalan Soekarno Hatta Gang MAN 1. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga membantu pendataan rumah warga yang terdampak. Berdasarkan hasil pendataan sementara, tercatat sekitar 316 rumah warga mengalami genangan air dengan berbagai tingkat ketinggian. Meski tidak ada laporan korban jiwa, aparat kewilayahan tetap melakukan langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan warga. Babinsa bersama Lurah Kalibalau Kencana, para kepala lingkungan, serta ketua RT setempat berkoordinasi mengevakuasi sementara warga lanjut usia ke tempat yang lebih aman seperti masjid dan mushola hingga kondisi air surut. Sekitar pukul 20.20 WIB, debit air dilaporkan mulai berangsur surut dan situasi di lingkungan warga kembali normal. Aparat bersama masyarakat tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan hujan susulan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu warga menghadapi situasi darurat. Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak banjir serta menjaga kondisi wilayah tetap aman dan kondusif di Bandar Lampung. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Semangat gotong royong kembali terlihat di wilayah Kelurahan Pasir Gintung setelah hujan lebat yang mengguyur Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan genangan air serta endapan lumpur di sejumlah permukiman warga. Pasca kejadian tersebut, aparat kewilayahan bersama masyarakat langsung bergerak melakukan pembersihan lingkungan. Babinsa Pasir Gintung dari Koramil 410-05/Teluk Betung Utara, Serda Deni, memimpin langsung kegiatan gotong royong guna membersihkan lumpur dan sisa genangan air yang sempat mengganggu aktivitas warga. Dalam laporan situasi yang disampaikan pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB, Serda Deni menyebutkan bahwa kondisi lingkungan warga mulai kembali normal setelah dilakukan pembersihan secara bersama-sama. “Setelah genangan air surut, warga bersama aparat melakukan pembersihan lingkungan dari lumpur dan sisa genangan. Alhamdulillah, rumah-rumah warga yang sebelumnya terdampak kini sudah dapat ditempati kembali,” ujar Serda Deni dalam laporannya. Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan sejak siang hingga menjelang malam hari. Warga bersama Babinsa bahu-membahu membersihkan saluran air, mengeruk lumpur yang menutup akses jalan, serta memastikan lingkungan kembali aman dan sehat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga memberikan dorongan moral bagi warga yang sempat khawatir akibat genangan air yang masuk ke permukiman mereka. Selain membantu secara fisik, aparat kewilayahan turut memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir. Melalui kegiatan gotong royong ini, hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat. Dengan kondisi lingkungan yang mulai pulih, warga di Bandar Lampung diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bandar Lampung pada Jumat sore (6/3/2026) menyebabkan sejumlah kawasan di Kelurahan Tanjung Senang terendam banjir dan genangan air. Aparat kewilayahan bersama pemerintah setempat pun bergerak cepat melakukan pemantauan serta membantu warga yang terdampak. Babinsa Kelurahan Tanjung Senang dari Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur, Serma Usmawan, langsung turun ke lapangan untuk memonitor kondisi sekaligus membantu proses penanganan banjir di beberapa titik lokasi. Berdasarkan data di lapangan, genangan air terjadi akibat kontur jalan yang relatif rendah serta luapan air sungai dari arah Way Halim yang tidak mampu menampung debit air hujan. Kondisi tersebut membuat air dengan cepat meluap hingga menggenangi ruas jalan dan memasuki rumah-rumah warga. Salah satu titik genangan terparah terjadi di Jalan Cendana Gang Timbai dan Gang Wawai RT 18 Lingkungan 1. Di lokasi ini, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 80 sentimeter dengan panjang genangan sekitar 120 meter. Sebanyak 40 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 40 sentimeter. Tercatat tujuh keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Genangan juga terjadi di Jalan Ratu Dibalau Gang Cipto RT 09 dan RT 03 dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Dua kepala keluarga terdampak langsung akibat air yang masuk ke dalam rumah setinggi 30 sentimeter. Sementara itu, di kawasan Perumahan Citra Bumi Permai di Jalan Ratu Dibalau, genangan air setinggi 50 sentimeter dilaporkan menggenangi jalan sepanjang 60 meter. Meski demikian, tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi dari lokasi tersebut. Dalam penanganan di lapangan, Serma Usmawan berkoordinasi dengan Lurah Tanjung Senang, Dedi Setyadi, bersama tim dari BPBD Kota Bandar Lampung, para ketua RT, serta anggota Linmas setempat. Kehadiran aparat dan tim gabungan ini membantu mempercepat proses evakuasi serta pendataan warga terdampak. “Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Prioritas utama adalah keselamatan warga. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat berjalan dengan baik sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Serma Usmawan saat membantu warga memindahkan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Hingga sekitar pukul 17.30 WIB, personel gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air serta memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Bandar Lampung. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandar Lampung pada Jumat sore (5/3/2026) memicu peristiwa tragis. Seorang bocah laki-laki bernama Muhammad Satria (10) dilaporkan hanyut terbawa arus deras di aliran kali Jalan Indra Bangsawan, Gang M. Toyib, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.05 WIB. Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain hujan bersama teman-temannya sepulang sekolah sambil masih mengenakan seragam pramuka. Diduga korban terpeleset di bantaran kali yang licin akibat hujan deras hingga akhirnya terseret arus yang meningkat tajam. Saksi mata bernama Megi (41) mengatakan dirinya sempat mengingatkan korban agar tidak bermain terlalu dekat dengan aliran kali. Namun, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam aliran air sebelum akhirnya hanyut terbawa arus. Mendapat laporan kejadian tersebut, Babinsa Kelurahan Rajabasa dari Koramil 410-06/Kedaton, Serma Merwansyah, langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna melakukan pencarian. Komandan Kodim 0410/KBL, Roni Hermawan, juga turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pencarian. Ia menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan personel guna membantu tim gabungan dalam upaya menemukan korban. “Begitu mendapat laporan, anggota langsung bergerak cepat ke lokasi. Ini musibah yang sangat kita sesalkan, dan seluruh unsur kami kerahkan untuk membantu proses pencarian,” ujarnya. Operasi pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, aparat kelurahan, Linmas, serta warga setempat. Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran kali yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban. Di lokasi kejadian, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut hadir untuk memberikan dukungan kepada tim pencarian sekaligus menguatkan keluarga korban yang masih menunggu kabar. Sementara itu, Wadanramil Koramil 410-06/Kedaton, Iwan Sudrajad, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar proses pencarian berjalan maksimal. “Kami bersama pihak kecamatan dan kelurahan terus berkoordinasi. Selain melakukan pencarian, kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran kali di wilayah Rajabasa. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan deras dan menghindari aktivitas di sekitar sungai atau kali guna mencegah kejadian serupa terulang. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-6-Maret-2026, Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Squad Nusantara DPC Kabupaten Jepara. Melalui Srikandi Squad Nusantara Jepara yang dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi, Ibu Riana Shofa, bersama para anggota menyalurkan makanan berbuka puasa kepada anak-anak panti asuhan di dua lokasi berbeda, Jumat sore. Kegiatan sosial tersebut juga didampingi oleh Kabid Sosial Bapak Syukur, serta dihadiri Ketua DPC Squad Nusantara Jepara Bapak Eko Basuki dan Ketua Harian Bapak Wawan. Rombongan Squad Nusantara memulai kegiatan dengan mengunjungi Panti Asuhan Insani yang berada di RT 13 RW 04, Desa Bandengan, Kota Jepara. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB dan langsung menyerahkan bantuan makanan berbuka puasa kepada anak-anak panti asuhan. Setelah dari Bandengan, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, yakni Panti Asuhan Muhammadiyah yang berada di wilayah Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Rombongan tiba sekitar pukul 17.00 WIB untuk kembali menyalurkan makanan berbuka bagi anak-anak panti. Kedatangan rombongan Squad Nusantara disambut dengan penuh antusias oleh anak-anak panti asuhan. Suasana hangat dan haru pun terasa saat para relawan berinteraksi langsung dengan anak-anak yang tampak sangat bersemangat menyambut kedatangan mereka. Pengurus panti asuhan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Squad Nusantara Jepara kepada anak-anak panti. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki, berharap kegiatan berbagi ini dapat menjadi bentuk kasih sayang kepada anak-anak panti asuhan sekaligus mengobati kerinduan mereka akan perhatian dan kepedulian dari masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan semangat bagi anak-anak panti asuhan, bahwa masih banyak orang yang peduli kepada mereka. Semoga kegiatan ini juga dapat mengetuk hati masyarakat untuk turut berbagi kepada anak-anak yatim piatu, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujarnya. Kegiatan berbagi di dua panti asuhan tersebut berlangsung dengan suasana penuh kebahagiaan. Rasa haru, senang, dan kebersamaan tampak menyatu, memberikan semangat bagi anak-anak panti untuk terus berjuang dan tidak pernah putus asa dalam meraih masa depan mereka.(Wely)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Jakarta – Dugaan praktik denda sepihak hingga pemaksaan pengunduran diri mencuat di lingkungan kerja PT Bipo Teknologi Otomotif cabang Yos Sudarso, Jakarta Utara. Seorang karyawan berinisial R yang bertugas pada kegiatan pameran di Living World Cibubur mengaku mendapatkan perlakuan tidak adil setelah dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp200 ribu yang disebut masuk ke rekening pribadi, bukan rekening perusahaan. Kasus ini disebut bermula pada Sabtu, 22 Februari 2026, ketika R berangkat dari kediamannya di kawasan Cengkareng Timur menuju lokasi pameran di Cibubur. Jarak tempuh yang jauh serta kondisi lalu lintas membuat perjalanan memakan waktu lebih dari dua jam. Menyadari potensi keterlambatan, R mengaku telah berinisiatif melakukan koordinasi lebih awal. Pada pukul 15.10 WIB, ia menghubungi rekan kerja yang bertugas pada shift sebelumnya untuk melakukan back-up sementara agar area pameran tetap terjaga hingga dirinya tiba. Koordinasi tersebut juga disebut telah diketahui oleh supervisor setempat. Namun setibanya di lokasi, R justru mendapat informasi bahwa dirinya dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp200.000. Meski telah menunjukkan bukti kehadiran dan koordinasi kerja di grup internal, kebijakan denda tersebut tetap diberlakukan oleh manajemen cabang. “Denda itu disebut harus dibayar, sementara menurut saya tidak ada aturan tertulis yang jelas dalam kontrak kerja,” ungkap R. R juga mengaku mendapatkan tekanan setelah menolak membayar denda tersebut. Ia disebut tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pameran berikutnya, yang menurutnya berdampak langsung pada pendapatan kerja. Akibat tekanan psikologis dan kondisi fisik yang menurun setelah perjalanan panjang, R mengaku sempat mengalami gangguan kesehatan. Dugaan Denda Tak Sesuai Aturan Ketenagakerjaan Dalam perspektif hukum ketenagakerjaan, pengenaan denda terhadap pekerja tidak dapat dilakukan secara sepihak. Regulasi seperti PP Nomor 35 Tahun 2021 serta UU Nomor 6 Tahun 2023 mengatur bahwa sanksi denda harus memiliki dasar jelas dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Jika tidak memiliki dasar tertulis, pemotongan upah atau denda dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak pekerja. Berdasarkan penelusuran awak media, dugaan penerapan denda tersebut disebut tidak hanya dialami oleh R, namun juga beberapa karyawan lainnya. Dugaan Resign Paksa Persoalan semakin kompleks ketika R mengaku dipaksa menandatangani surat pengunduran diri pada 15 Februari 2026. Dalam dokumen tersebut tertulis tanggal efektif pengunduran diri pada 28 Februari 2026. Dalam hukum perdata, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai cacat kehendak jika terbukti dilakukan di bawah tekanan. KUHPerdata melalui Pasal 1320 mensyaratkan adanya kesepakatan yang bebas dalam sebuah perjanjian. Pasal 1323 dan 1324 juga menegaskan bahwa perjanjian yang dibuat karena paksaan dapat dibatalkan secara hukum. Di sisi lain, aturan ketenagakerjaan juga menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa melalui proses perundingan bipartit sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Tanggapan Manajemen Saat dikonfirmasi, Operation Manager PT Bipo Teknologi Otomotif cabang Yos Sudarso, Pengkus, menyatakan bahwa R telah menandatangani surat pengunduran diri. “Maaf pak, coba baca WA saya di atas. Apakah ada saya sebut soal pungli? Silakan datang ke kantor saja di Bipo Yos Sudarso Sunter,” ujarnya melalui pesan singkat. Sementara itu, Kepala Cabang Bipo Yos Sudarso, Piet Chiang, belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi terkait dugaan denda yang masuk ke rekening pribadi serta dugaan pemaksaan pengunduran diri. Desakan Penegakan Hukum Mencuatnya dugaan pungutan tidak resmi dan tekanan terhadap pekerja ini memunculkan harapan agar aparat penegak hukum melakukan penelusuran lebih lanjut jika laporan resmi diajukan. Apabila terbukti terjadi paksaan atau praktik yang melanggar ketentuan ketenagakerjaan, pihak perusahaan berpotensi menghadapi konsekuensi hukum baik secara perdata, ketenagakerjaan maupun pidana. Kasus ini pun menjadi sorotan karena menyangkut perlindungan hak pekerja dan transparansi kebijakan internal perusahaan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap praktik ketenagakerjaan yang adil. (Red) Sumber : Targetberita.co.id