BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung – Keramaian luar biasa mewarnai pembukaan Bazar Ramadhan Kodam XXI/Radin Inten di Lapangan Saburai, Jl. Sriwijaya, Kec. Enggal, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (13/3/2026). Meski puluhan stan ikut meramaikan acara yang dibuka Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) ini, satu stan berhasil mencuri perhatian dan menjadi yang paling fenomenal: Stand Kodim 0410/KBL. Stan yang dikelola oleh Ibu-ibu Persit KCK Cabang Kodim 0410/KBL ini tampil sebagai primadona dengan antrean pengunjung terpanjang sepanjang hari. Tak tanggung-tanggung, fenomena “diserbu”-nya stan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan berkat strategi jemput bola yang dilakukan jajaran Babinsa Kodim 0410/KBL. Pantauan di lokasi membuktikan, di saat stan-stan lain hanya menunggu pengunjung datang, para Babinsa justru bergerak massif menyusuri kerumunan. Dengan semangat khas kewilayahan, mereka tak kenal lelah menggaet warga untuk berbelanja di stan kebanggaan Korps Baret Hijau tersebut. “Ayo ibu-ibu, bapak-bapak, jangan sampai kelewatan! Stand Kodim 0410/KBL paling lengkap, paling murah, dan paling berkualitas! Mari kita ramaikan stan kita sendiri, buktikan bahwa TNI dan rakyat itu solid!” seru seorang Babinsa dengan mikrofon portable, disambut sorak-sorai warga yang langsung berbondong-bondong mengikuti arahan. Ajakan massif ini membuahkan hasil yang spektakuler. Dalam hitungan jam, stan Kodim 0410/KBL menjelma menjadi pusat keramaian utama. Antrean mengular, warga saling bersenggolan demi mendapatkan paket sembako murah seperti beras premium, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga aneka sirup dan kue kering Lebaran. Suasana riuh rendah penuh semangat gotong royong terasa begitu kental, kontras dengan stan-stan lain yang relatif lebih sepi. “Luar biasa, Pak! Tadi saya sempat bingung mau belanja di mana, tapi pas ada Pak Babinsa yang manggil-manggil dan nganterin langsung ke sini, saya jadi tahu kalau di sini termurah. Alhamdulillah, beras dan minyaknya selisih jauh sama pasar. Pokoknya stan Kodim juara!” ujar Ibu Siti Aminah, warga Kec. Enggal, dengan wajah sumringah sambil mengangkat belanjaannya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kedekatan emosional antara Babinsa dengan masyarakat binaannya. Gerakan “serbu stan Kodim” yang diinisiasi para Babinsa tidak hanya berhasil mengerek omzet penjualan, tetapi juga menjadi simbol bahwa TNI adalah magnet yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme masyarakat. “Bazar Ramadhan ini adalah wujud kepedulian TNI untuk membantu meringankan beban masyarakat. Saya senang melihat antusiasme warga, dan ini membuktikan bahwa TNI dan rakyat memang solid,” ujarnya. Beliau juga menegaskan bahwa bazar serentak di jajaran TNI ini bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua di bulan suci Ramadhan ini,” imbuhnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I. Pol., Irdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M. HAN., Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., Ketua Persit KCK Daerah XXI Ny. Asti Kristomei Sianturi, serta jajaran forkopimda dan tokoh masyarakat. Hingga acara usai pukul 10.55 WIB, stan Kodim 0410/KBL tercatat sebagai stan dengan omzet tertinggi dan pengunjung terpadat. Sebuah prestasi yang diraih berkat kolaborasi apik antara Ibu-ibu Persit yang menyiapkan dagangan berkualitas dan para Babinsa yang menjadi ujung tombak pemasaran. Inilah bukti, ketika TNI bergerak, rakyat pun tergerak. (Agus)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Hulu Sungai Utara – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan kunjungan ke Pos Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026 yang berada di kawasan Taman Junjung Buih, Sabtu malam (14/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam mengamankan arus mudik Lebaran di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 23.30 hingga 00.10 WITA itu disambut oleh petugas Pos Pengamanan dari Polres Hulu Sungai Utara yang sedang melaksanakan tugas pengamanan dan pemantauan arus lalu lintas. Dalam kunjungan tersebut, Bupati HSU melakukan pengecekan langsung terhadap situasi arus mudik serta kesiapan personel yang bertugas di Pos Pengamanan Taman Junjung Buih. Ia juga memberikan apresiasi kepada petugas yang tetap siaga menjalankan tugas demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum mudik Lebaran. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi di sekitar Pos Pengamanan terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas juga terpantau lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama aparat kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan dalam Operasi Ketupat Intan 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan rasa aman dan nyaman. Polres Hulu Sungai Utara terus mengintensifkan pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran melalui sejumlah pos pengamanan yang telah didirikan di titik-titik strategis. (Agus)
Bidik-kasusnews.com JAKARTA -14-Maret-2016 Kasus dugaan pengumpulan dana tunjangan hari raya (THR) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap menyeret Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan tersangka dilakukan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menemukan dugaan praktik pengumpulan uang dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menghimpun dana THR. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp 14/3/2026 menyampaikan bahwa selain Syamsul, KPK juga menetapkan Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono, sebagai tersangka dalam perkara yang sama. Keduanya diduga terlibat dalam pengumpulan dana dari sejumlah SKPD yang rencananya akan digunakan untuk pemberian THR kepada pihak eksternal, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, kebutuhan dana THR yang dihitung mencapai sekitar Rp515 juta. Namun, target pengumpulan dana disebut mencapai Rp750 juta. Hingga sebelum operasi tangkap tangan dilakukan, dana yang berhasil dihimpun dari sejumlah SKPD tercatat mencapai sekitar Rp610 juta,ungkap Budi. Uang tersebut ditemukan penyidik di rumah Ferry Adhi Dharma, yang menjabat sebagai Asisten II Pemerintah Kabupaten Cilacap. Ia disebut menjadi salah satu pihak yang diperintahkan untuk mengumpulkan dana dari SKPD. Dana yang telah terkumpul tersebut dimasukkan ke dalam goodie bag dan diduga akan dibagikan kepada anggota Forkopimda. KPK kemudian melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 14 Maret hingga 2 April 2026. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK. Atas dugaan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. KPK menegaskan akan terus mendalami kasus ini untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam praktik pengumpulan dana THR tersebut.(Wely)
Bidik-kasusnews.com Bupati Syamsul Auliya Rachman tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 02.35 WIB. Ia langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sehari sebelumnya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa Syamsul dibawa ke Jakarta bersama sejumlah pihak lainnya yang turut diamankan dalam operasi tersebut. “Yang bersangkutan tiba di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 02.35 WIB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” kata Budi Saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews 14/3/2026. Dalam OTT yang digelar pada Jumat (13/3/2026), KPK mengamankan total 27 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik. Selain Bupati Cilacap, Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Danardono, juga turut diperiksa bersama sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Cilacap. KPK menduga adanya penerimaan uang yang berkaitan dengan sejumlah proyek di lingkungan pemerintah daerah. Dalam operasi tersebut, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai yang saat ini masih dalam proses pendalaman. Hingga saat ini, para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut. (Wely)
JAKARTA | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memimpin upacara penerimaan Perwira Remaja (Paja) TNI Angkatan Darat Abituren Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa) Perwira Karier (PK) Reguler, Program Khusus, dan _Cyber_ Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (13/3/2026). Upacara penerimaan ini merupakan tradisi yang menandai bergabungnya para perwira muda hasil pendidikan Dikmapa PK ke dalam keluarga besar Angkatan Darat sekaligus menjadi awal pengabdian mereka sebagai pemimpin masa depan di lingkungan TNI AD. Sebanyak 584 Paja mengikuti upacara tersebut, terdiri dari 327 Paja PK TNI Reguler, 125 Paja PK Program Khusus (Abituren UNHAN, STIN, dan PSSN), 25 Paja PK Program Khusus _Cyber_, serta 107 Paja PK Program Khusus lainnya. Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak yang dibacakan Wakasad, disampaikan bahwa para perwira remaja merupakan generasi penerus yang akan memegang peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara serta mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kasad menegaskan bahwa dinamika global saat ini bergerak semakin cepat dan sulit diprediksi, sehingga menuntut TNI AD untuk terus adaptif terhadap perkembangan ancaman maupun kemajuan teknologi pertahanan. Pertahanan negara tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan tempur yang bersifat simetris, tetapi juga menghadapi berbagai dimensi ancaman asimetris yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, kecermatan strategi, serta penguasaan teknologi modern. “Kompleksitas ancaman global dan regional yang semakin tidak menentu, mulai dari perang yang sulit diprediksi, disrupsi siber, hingga dinamika geopolitik yang penuh ketidakpastian, menempatkan TNI AD pada spektrum penugasan yang jauh lebih luas dan multidimensional,” kutip Wakasad. Pada akhir amanatnya, Kasad berpesan kepada para Paja agar mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di satuan, menumbuhkan budaya inovasi, serta terus berkarya dalam menjalankan tugas pengabdian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi dari dampak positif yang dapat diberikan bagi anggota, satuan, dan masyarakat. Dalam rangkaian upacara tersebut juga dilaksanakan pembacaan sumpah perwira yang diwakili oleh dua orang Perwira Remaja, masing-masing dari Paja pria dan Paja Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). (Agus/Red) Sumber : Dispenad
JAKARTA | Bidik-kasusnews.com – Kepedulian sosial di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta melalui kegiatan PWI Jaya Berbagi 2026. Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan warakawuri menerima santunan serta bingkisan Ramadan pada Jumat (13/3) di Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya lantai 9, Jalan Suryopranoto No. 8, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan itu juga dirangkai dengan buka puasa bersama yang dihadiri jajaran pengurus PWI, anggota, serta berbagai mitra dan donatur yang selama ini mendukung program sosial organisasi wartawan tersebut. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir atau yang akrab disapa Cak Munir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus PWI DKI Jakarta dan seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam kegiatan berbagi di bulan Ramadan tersebut. Ia menilai kegiatan sosial semacam ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan peran wartawan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. “Alhamdulillah pada sore hari ini kita dapat bersilaturahmi dalam rangka buka puasa bersama dengan pengurus PWI DKI Jakarta. Pada kesempatan ini juga diberikan santunan kepada adik-adik yatim piatu, kaum dhuafa, serta warakawuri. Semoga apa yang kita lakukan membawa berkah dan barokah bagi kita semua,” ujar Munir. Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi insan pers untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi jurnalistik. Ia menegaskan, tradisi berbagi yang dilakukan PWI setiap Ramadan merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menumbuhkan empati sosial di kalangan wartawan. “Ramadan bukan hanya bulan suci untuk menata hati, tetapi juga saat yang tepat untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi tradisi yang memperkuat kepedulian sosial di kalangan insan pers,” katanya. Munir juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk para mitra lembaga dan perusahaan serta institusi yang selama ini menjalin kerja sama dengan PWI. “Terima kasih kepada seluruh mitra pendukung, termasuk Polda Metro Jaya dan berbagai lembaga yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi antara wartawan dan para mitra sangat penting dalam mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan kegiatan PWI Jaya Berbagi merupakan wujud nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan. Menurutnya, wartawan tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial melalui karya jurnalistik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir secara langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. “PWI Jaya Berbagi menjadi momentum bagi insan pers untuk hadir tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Kesit. Ia menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengurus, anggota PWI, serta para mitra yang selama ini mendukung berbagai program organisasi. Ketua Panitia PWI Jaya Berbagi 2026, Tb. Adhi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Terima kasih kepada seluruh donatur, baik dari institusi maupun perorangan, yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Dukungan tersebut sangat berarti bagi para penerima manfaat,” kata Adhi. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan katering Nendia Primarasa memberikan santunan kepada 75 anak yatim piatu, dhuafa, dan warakawuri. Sementara itu, perusahaan perjalanan ibadah Tannur Muthmainnah, bersama Artha Graha Peduli dan Bakrie Amanah, masing-masing menyalurkan 150 paket bingkisan Ramadan. Dukungan juga datang dari sejumlah lembaga dan perusahaan lainnya. PAM Jaya memberikan 100 paket bingkisan Ramadan, Pelindo menyumbangkan 50 paket bingkisan, dan Sudut Pandang menyerahkan 30 paket bingkisan kepada para penerima manfaat. Sejumlah institusi lain turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut, di antaranya Djarum Foundation, Polda Metro Jaya, Bank Jakarta, PLN UID Jakarta Raya, Federasi Mini Soccer Indonesia, klub sepak bola Persija Jakarta, serta Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jakarta. Selain itu, dukungan juga datang dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melalui Presidennya Andi Gani Nena Wea, Yayasan Wijaya Peduli Bangsa, PT Nusa Halmahera Minerals, Cakra Inti Indonesia, JAPFA, BAZNAS Bazis Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, Antam, Jakarta Experience Board, serta PT Ela Diberkati Selalu dan berbagai mitra lainnya. Melalui kegiatan PWI Jaya Berbagi, organisasi wartawan di ibu kota berharap nilai kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan insan pers dan masyarakat luas. Momentum Ramadan diharapkan menjadi pengingat bahwa solidaritas dan semangat berbagi merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. (Heri)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Maret 2026 —Dalam rangka memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan konseling pada warga binaan. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat rutan ini melibatkan peserta magang serta warga binaan sebagai peserta. Konseling dilakukan sebagai bentuk upaya rutan dalam memberikan pendampingan psikologis dan spiritual kepada warga binaan agar mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih baik selama bulan Ramadan. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, baik terkait kondisi pribadi, keluarga, maupun adaptasi selama menjalani masa pembinaan. Melalui pendekatan dialogis dan suasana yang kondusif, peserta magang membantu warga binaan untuk memahami kondisi diri, mengelola emosi, serta menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki sikap dan perilaku. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan konseling ini menjadi sarana penting bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri. “Melalui konseling ini kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan. Apalagi di bulan Ramadan, ini menjadi momentum yang baik untuk introspeksi diri dan menumbuhkan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya di Rutan Jepara, Jumat (13/3/2026). Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperkuat mental, meningkatkan kesadaran diri, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih positif.(Wely)
JATENG-Bidik-kasusnews.com Jawa-Tengah-Tim Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT)di jawa tengah cilacap pada Jumat (13/3/2026). Dalam operasi tersebut, sebanyak 27 orang diamankan dari sejumlah lokasi. Dari puluhan orang yang terjaring dalam operasi tersebut, salah satunya adalah Bupati Kabupaten Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Ia turut dibawa oleh tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ungkap juru bicara Budi Prasetyo saat dikonfirmasi Bidik-kasunews via WhatsApp 13/3/2026. OTT yang dilakukan di wilayah Jawa Tengah ini diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah daerah bersama sejumlah pihak lainnya. Selain kepala daerah, beberapa pejabat juga dikabarkan ikut diamankan dalam operasi tersebut. Saat ini seluruh pihak yang terjaring OTT masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. KPK menyatakan akan segera menyampaikan keterangan resmi kepada publik terkait kronologi, dugaan perkara, serta barang bukti yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. (Wely)
BIDIK-KASUSNEWS.COM SURABAYA – Hardjuno Wiwoho telah menjalani Ujian Kelayakan Disertasi Program Doktor Hukum dan Pembangunan di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Dalam ujian tersebut, Hardjuno mempresentasikan disertasi berjudul “Prinsip Kepastian Hukum pada Akselerasi Reformasi Hukum terhadap Perampasan Aset Tanpa Tuntutan Pidana (Non-Conviction Based Asset Forfeiture)”. Dalam paparannya, Hardjuno menekankan bahwa persoalan besar dalam pemberantasan korupsi di Indonesia bukan hanya pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga pada kemampuan negara untuk memulihkan kerugian negara yang sangat besar akibat tindak pidana korupsi. Ia menilai bahwa pendekatan hukum yang selama ini lebih berfokus pada penghukuman pelaku belum sepenuhnya efektif dalam mengembalikan aset yang telah hilang. Hardjuno menjelaskan bahwa dalam banyak kasus kejahatan ekonomi, khususnya korupsi dan pencucian uang, aset hasil kejahatan sering kali telah dipindahkan, disembunyikan, atau dialihkan melalui berbagai mekanisme keuangan yang kompleks. Kondisi ini menyebabkan proses pemulihan aset menjadi sangat panjang karena negara harus terlebih dahulu menunggu putusan pidana yang berkekuatan hukum tetap terhadap pelaku. Dalam disertasinya, ia mengkaji pendekatan non-conviction based asset forfeiture (NCB), yakni mekanisme hukum yang memungkinkan negara melakukan perampasan aset yang diduga berasal dari tindak pidana tanpa harus menunggu putusan pidana terhadap pelaku. Pendekatan ini memindahkan fokus penegakan hukum dari semata-mata mengejar pelaku menuju pengejaran terhadap hasil kejahatan atau “follow the money”. Menurut Hardjuno, konsep tersebut telah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai instrumen penting dalam pemulihan aset negara, terutama dalam kasus korupsi, pencucian uang, maupun kejahatan ekonomi lintas negara. Dalam konteks Indonesia, ia menilai pendekatan ini menjadi relevan mengingat besarnya kesenjangan antara kerugian negara akibat korupsi dengan aset yang berhasil dipulihkan. Ia juga mengungkap bahwa hingga saat ini Indonesia belum memiliki regulasi komprehensif yang secara khusus mengatur perampasan aset tanpa tuntutan pidana, meskipun konsep tersebut telah menjadi bagian dari kerangka internasional pemberantasan korupsi melalui United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) yang telah diratifikasi Indonesia sejak 2006. Dalam penelitiannya, Hardjuno berupaya merumuskan model reformasi hukum yang tidak hanya memperkuat efektivitas pemulihan aset negara, tetapi juga tetap menjamin prinsip kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak kepemilikan masyarakat. Ia menekankan bahwa mekanisme perampasan aset harus dirancang dengan prosedur yang jelas, transparan, serta melalui proses peradilan yang dapat diuji secara hukum. Promotor disertasi, Prof. Dr. Mas Rahmah, menyampaikan bahwa dengan rangkaian proses akademik yang telah dijalani, Hardjuno berpeluang menyelesaikan studi doktornya dalam waktu relatif singkat. “Dengan rangkaian ini, insyaallah Hardjuno bisa lulus pada bulan Juli tahun ini. Artinya sekitar 2,5 tahun saja atau tepatnya 32 bulan untuk menyelesaikan program doktor,” ujar Prof. Mas Rahmah. Ujian kelayakan tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Mas Rahmah, S.H., M.H., LL.M. sebagai promotor dan Dr. Faizal Kurniawan, S.H., M.H., LL.M. sebagai ko-promotor. Adapun tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum.; Prof. Dr. Cholichul Hadi, Drs., M.Si., Psikolog; Prof. Dr. M. Nafik Hadi Ryandono, S.E., M.Si.; Maradona, S.H., LL.M., Ph.D; serta Dr. Hijrah Saputra, S.T., M.Sc. Tim penguji memberikan sejumlah masukan akademik terhadap penelitian tersebut, khususnya terkait penguatan aspek kepastian hukum dalam mekanisme perampasan aset tanpa tuntutan pidana. (Agus/Red)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-13-Maret-2026-Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Jepara menghibahkan sebanyak 100 buah Al-Qur’an kepada Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Jepara. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Jepara, Murdianto, bersama delapan orang anggotanya. Kedatangan rombongan disambut baik oleh Kepala Rutan Jepara, Reza, beserta jajaran petugas. Murdianto menyampaikan bahwa hibah Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para warga binaan untuk meningkatkan kegiatan ibadah dan memperdalam pemahaman agama selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan. “Semoga Al-Qur’an ini dapat digunakan dengan baik oleh warga binaan untuk belajar dan memperdalam ilmu agama, sehingga dapat menjadi bekal untuk memperbaiki diri ke depan,” ujarnya Murdianto. Sementara itu, Kepala Rutan Jepara, Reza, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian MPC Pemuda Pancasila Jepara yang telah memberikan bantuan Al-Qur’an bagi warga binaan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembinaan kerohanian di Rutan Jepara, terlebih di bulan suci Ramadan yang menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah. Dengan adanya hibah tersebut, diharapkan warga binaan semakin termotivasi untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai bagian dari proses pembinaan selama berada di Rutan Jepara. (Wely)