JAKARTA, Bidik-Kasusnews.com – Setelah menjadi perbincangan publik, kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Ezra Walewengko (22), akhirnya menemui titik terang. Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur resmi menghentikan penyelidikan karena tidak ditemukan unsur pidana dalam kejadian tersebut. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kapolres Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menyampaikan bahwa hasil penyelidikan menyeluruh bersama tim ahli kedokteran forensik, pidana, serta saksi-saksi yang telah diperiksa menyimpulkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan terhadap korban. “Setelah dilakukan otopsi oleh tim forensik RS Polri Kramat Jati dan didukung pendapat ahli, tidak ditemukan unsur penganiayaan maupun bukti adanya tindak pidana. Maka proses penyelidikan dihentikan,” ujar Kapolres. Dokter Forensik RS Polri, dr. Arfiani Ika Kusumawati, dalam penjelasannya mengungkap bahwa saat kejadian, korban diduga dalam kondisi penurunan kesadaran akibat mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar. “Kadar alkohol sangat tinggi ditemukan di lambung, tetapi rendah di darah, yang mengindikasikan korban baru saja menenggak alkohol dalam jumlah banyak sebelum jatuh,” jelasnya. Kondisi ini menyebabkan korban tidak sepenuhnya sadar dan mengalami asfiksia postural—kondisi di mana posisi tubuh yang tidak wajar setelah jatuh mempercepat proses kematian, terutama ketika tidak ada upaya bangun akibat hilangnya kesadaran. Luka di kepala yang ditemukan diduga kuat merupakan akibat benturan saat terjatuh. Tidak ditemukan kelainan organ dalam atau indikasi racun mematikan lainnya. Alkohol bukan penyebab langsung kematian, namun menjadi faktor kontribusi yang memperburuk kondisi korban. Kapolres menambahkan, laporan yang sebelumnya dilaporkan berdasarkan LP/B/794/2025/SPKT Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya dengan sangkaan Pasal 170 KUHP atau 351 KUHP, tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena kejadian tersebut bukan merupakan tindak pidana. “Seluruh proses penyelidikan telah melalui prosedur dan didasarkan pada data objektif dari para ahli dan otopsi resmi. Proses administrasi penutupan penyelidikan akan segera dilengkapi,” pungkas Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly. Dengan dihentikannya penyelidikan ini, pihak kepolisian berharap masyarakat mendapatkan klarifikasi yang utuh dan tidak lagi berspekulasi terhadap kasus yang sempat menjadi viral tersebut. (Agus)
Tj Priok–Bidik-Kasusnews.com,Komandan Batalyon Arhanud 6/BAY, Letkol Arh Mohamad Arifin, S.I.P., M.Tr. (SOU), memberikan pengarahan dalam kegiatan Jam Komandan yang diikuti oleh seluruh prajurit dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonarhanud 6/BAY. Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Komando Yonarhanud 6/BAY dan menjadi momen penting untuk memperkuat komunikasi serta soliditas internal.(25/4/2025) Dalam arahannya, Komandan Batalyon mengingatkan pentingnya menjaga citra positif sebagai prajurit TNI AD, baik di lingkungan militer maupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Setiap prajurit harus menjadi panutan di manapun berada. Kita harus bisa membawa nama baik satuan dan institusi TNI secara keseluruhan,” tegasnya. Letkol Arifin juga menyampaikan apresiasi atas kinerja dan dedikasi prajurit serta peran aktif para istri yang tergabung dalam Persit. Ia menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga adalah fondasi utama dalam mendukung tugas-tugas militer yang penuh tantangan. “Peran ibu-ibu Persit sangat besar. Dukungan moril dari keluarga menjadi kekuatan utama kami dalam menjalankan setiap misi,” lanjutnya. Pada kesempatan itu, Komandan juga menyoroti pentingnya nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan soliditas di antara sesama prajurit maupun dalam kehidupan rumah tangga. Ia mengingatkan seluruh keluarga besar Arhanud 6/BAY untuk bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi dan media sosial, demi menghindari dampak negatif yang bisa mengganggu keharmonisan keluarga maupun nama baik satuan. Kegiatan Jam Komandan ditutup dengan sesi dialog terbuka yang memberi ruang bagi prajurit dan anggota Persit untuk menyampaikan aspirasi, pertanyaan, dan masukan secara langsung kepada pimpinan. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh peserta untuk mempererat hubungan emosional dan meningkatkan komunikasi dua arah dalam lingkup satuan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat, keluarga besar Yonarhanud 6/BAY bertekad untuk terus menjaga integritas, keharmonisan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara. (Agus)
JAKARTA, Bidik-Kasusnews.com Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXII Gelombang I resmi dibuka oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin yang diwakili oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan, Bambang Sugeng Rumono. Pembukaan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk jaksa-jaksa muda yang siap menjawab tantangan hukum di tengah arus digitalisasi dan perubahan zaman. Dalam sambutannya, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI dan seluruh jajaran atas kesiapan pelaksanaan PPPJ. Ia menekankan pentingnya fasilitas pendidikan yang mendukung proses pembelajaran secara maksimal—baik dalam aspek teori di kelas maupun praktik lapangan. Tahun ini, sebanyak 355 peserta mengikuti PPPJ, termasuk lima dari unsur Oditur Militer. Keikutsertaan oditur militer ini menjadi simbol penguatan sinergi antara Kejaksaan dan institusi militer, sejalan dengan pengembangan fungsi Pidana Militer di tingkat pusat dan daerah. “PPPJ bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas. Nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa serta prinsip Trapsila Adhyaksa Berakhlak harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum,” tegas Jaksa Agung dalam amanatnya. Ia juga menyoroti urgensi adaptasi terhadap dinamika hukum, terutama menjelang pemberlakuan KUHP Nasional 2026 dan revisi KUHAP. Peserta diharapkan mampu memahami hukum nasional secara komprehensif agar siap sebagai jaksa profesional. Tidak hanya itu, para calon jaksa juga dibekali pemahaman tentang penanganan tindak pidana strategis seperti korupsi, narkotika, pencucian uang, koneksitas sipil-militer, serta penerapan keadilan restoratif. Seiring dengan kemajuan teknologi, Jaksa Agung juga mengingatkan tentang tantangan kejahatan digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam modus kriminal. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi teknis dan yuridis jaksa dalam menyikapi kasus-kasus dunia maya yang semakin kompleks. Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada para pengajar agar hanya meluluskan peserta yang benar-benar layak menjadi jaksa. “Saya titip anak-anak saya, Tunas Adhyaksa. Didik dan bentuk mereka dengan sepenuh hati, karena masa depan Kejaksaan berada di tangan mereka,” ucapnya dengan penuh harap. Acara ditutup dengan pembukaan resmi PPPJ oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan, yang mengajak seluruh peserta untuk menjalani proses pelatihan dengan semangat, komitmen, dan rasa tanggung jawab tinggi demi masa depan hukum yang lebih baik di Indonesia. (Agus)
Lampung, Bidik-Kasusnews.com LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika melakukan kunjungan kerja ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran pada Selasa, 22 April 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2025 di wilayah tersebut. Didampingi sejumlah pejabat utama Polda Lampung, Kapolda tiba di lokasi dan disambut langsung oleh Ketua KPU Pesawaran, Feri Ikhsan. Dalam pertemuan tersebut, Irjen Pol Helmy Santika memberikan sejumlah arahan penting untuk menjaga kondusivitas dan kelancaran proses demokrasi. “Bagaimana kesiapan KPU Pesawaran dalam menyambut PSU ini menjadi perhatian utama kami. Saya menyarankan agar KPU aktif berkoordinasi dengan komunitas intelijen daerah dan Kasat Intelkam Polres Pesawaran guna mengantisipasi potensi kerawanan,” ujar Kapolda. Ia juga menekankan pentingnya pengamanan secara maksimal di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), terutama yang tergolong rawan. “Penebalan personel perlu dilakukan, dengan koordinasi penuh bersama Polres Pesawaran agar pengamanan di TPS rawan dan sangat rawan berjalan efektif,” jelasnya. Selain itu, Kapolda juga meminta agar profiling terhadap masing-masing pasangan calon dilakukan dengan akurat dan mendalam. “Profiling harus dilakukan secara tajam dan bermutu tinggi, karena ini akan sangat membantu deteksi dini potensi konflik,” katanya. Ia juga mengingatkan agar distribusi logistik, terutama di wilayah kepulauan, mendapat perhatian khusus dalam pengamanan. Ketua KPU Pesawaran Feri Ikhsan menyampaikan bahwa saat ini kesiapan logistik sudah mencapai 90 persen. “Alhamdulillah, logistik hampir seluruhnya telah sampai di gudang kami. Untuk PSU yang akan dilaksanakan 24 Mei 2025 nanti, kami telah menyiapkan 759 TPS di seluruh wilayah kabupaten,” ujar Feri. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak kepolisian. “Kami akan selalu berkoordinasi dengan Polres Pesawaran dalam hal pengamanan dan pengawalan di setiap tahapan PSU, terutama distribusi logistik ke wilayah kepulauan,” tegasnya. Dengan berbagai kesiapan dan koordinasi lintas instansi, diharapkan pelaksanaan PSU di Kabupaten Pesawaran berjalan lancar dan demokratis.( Mgr)
SUKABUMI,Bidik-Kasusnews.com SUKABUMI – Pemerintah Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mulai merealisasikan penggunaan Dana Desa (DD) tahap I tahun 2025 untuk pengaspalan jalan desa di Kampung Tugu. Proyek pemeliharaan jalan ini memiliki panjang 320 meter dan lebar 3 meter, dengan anggaran sebesar Rp135.592.000. Pelaksanaannya dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) dan mulai dikerjakan. Kepala Desa Cikahuripan, Heri Suryana atau yang akrab disapa Kang Midun, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan hasil dari usulan Musrenbangdes tahun sebelumnya dan sangat penting bagi aktivitas warga. “Jalan ini jadi akses utama masyarakat, menunjang ekonomi, dan mempermudah mobilitas warga. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk desa,” ujarnya Kamis (24/4/2025). Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua Karang Taruna, Ketua BPD, Ketua LPMD, Linmas, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Pendamping Desa Agus S.IP menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Dana Desa yang harus diawasi bersama agar sesuai dengan aturan dan kebutuhan warga. Menurut Agus, proyek fisik seperti ini wajib mengacu pada petunjuk teknis dari Kementerian Desa dan Permendagri, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaporan. Babinsa Serda Rudi dan Bhabinkamtibmas Aipda Dian juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan desa yang transparan dan partisipatif. Mereka mengingatkan pentingnya sinergi antar unsur dalam menjaga kualitas dan keamanan pelaksanaan kegiatan. Warga Kampung Tugu menyambut baik proyek ini karena kondisi jalan sebelumnya rusak dan menyulitkan akses kendaraan, terutama saat musim hujan. Mereka berharap pekerjaan berjalan lancar dan hasilnya bisa dinikmati dalam jangka panjang. ( WAHYU )
Jakarta – Bidik-Kasusnews.com – Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Fahira Idris, resmi melantik jajaran pengurus Bang Japar dari tingkat wilayah, kecamatan, hingga kelurahan se-Jakarta Selatan dalam sebuah seremoni yang berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi.(23/4/2025) Acara pelantikan yang digelar di Jakarta Selatan ini dihadiri berbagai tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Plt. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho, Aspem Mukhlisin, Kepala Kesbangpol Dirhamul Nugraha, para Camat se-Jaksel, perwakilan dari Polres dan Dandim 0504/JS, serta para anggota DPRD DKI Jakarta yang juga merupakan Dewan Kehormatan Bang Japar. Dalam sambutannya, Fahira Idris yang juga merupakan Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, menyampaikan bahwa garis perjuangan Bang Japar adalah menjadi organisasi yang berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat. “Ini bukan sekadar slogan. Bang Japar telah membuktikan melalui kerja nyata: dari advokasi hukum dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi warga, kegiatan sosial hingga pemajuan budaya dan pengawalan ulama,” ungkapnya. Fahira juga menekankan pentingnya membangun tiga pilar utama dalam organisasi yaitu solidaritas, kapasitas, dan kebersamaan. Menurutnya, ketiganya menjadi fondasi penting agar Bang Japar tetap solid dan efektif dalam menjawab berbagai tantangan sosial. “Solidaritas memperkuat rasa satu tubuh, kapasitas meningkatkan kualitas perjuangan, dan kebersamaan menciptakan iklim saling menopang antaranggota,” tegasnya. Ia turut mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang menempatkan Bang Japar sebagai mitra strategis dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Persoalan sosial, ekonomi, hingga ketertiban bisa kita hadapi bersama jika sinergi ini terus dijaga. Kami terbuka untuk bergandengan tangan menghadirkan Jakarta Selatan yang lebih adil dan sejahtera,” ujarnya. Dalam acara tersebut, Fahira juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru kepada seluruh pengurus Bang Japar Jakarta Selatan. KTA tersebut tidak hanya sebagai identitas, tetapi juga dilengkapi berbagai manfaat untuk mendukung aktivitas organisasi. Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama seluruh pengurus baru, menandai awal perjalanan mereka untuk semakin aktif hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. ( Agus)
HSU, Bidik-Kasusnews.com Bertempat di Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), telah dilaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pejabat penting dari Kabupaten HSU dan tokoh-tokoh terkait dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.Rabu (23/4/2025) Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini, dimaksudkan untuk meningkatkan produksi pangan, mendukung program ketahanan pangan nasional, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan sektor pertanian, serta menunjukkan dukungan aktif terhadap program pemerintah. Cara ini dihadiri oleh : 1. Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten HSU, H. Sahrujani dan Hero Setiawan 2. Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si 3. Dandim 1001 HSU/BLG, Letkol Kav. Gunantyo Ady Wiryawan, S.Hub.Int 4. Kepala Kejaksaan Negeri Kab. HSU, Agustiawan Umar, S.H., M.H 5. Sekretaris Daerah Kab. HSU, diwakili oleh Asisten I Akhmad Rijani, S.Pt 6. Kepala BPS Kab. HSU, Agus Salim, SST., M.P 7. Kabag SDM Polres HSU, Kompol M. Agus Tamzid, S.Sos., M.M 8. Kasdim, Mayor Inf. Andi Tiro 9. Kepala Dinas Pertanian Kab. HSU, H. Muhammad Hadiri, SP, MP 10. Camat Sungai Pandan, Fajriyanor, S.IP 11. Kapolsek Sungai Pandan, Ipda M. Rusdi, S.Sos 12. Forkopimcam Sungai Pandan 13. Anggota TNI/Polri wilayah Kecamatan Sungai Pandan 14. Kepala Desa, Apdes, Ketua RT Desa Tambalang Kecil, serta masyarakat Desa Tambalang Kecil yang berjumlah sekitar 50 orang. Penanaman padi serentak ini dilaksanakan di Desa Tambalang Kecil yang mencakup lahan seluas 32 hektar. Desa Tambalang Kecil dikenal sebagai salah satu wilayah pertanian yang sangat produktif, dengan kemampuan untuk melakukan panen dua kali dalam setahun. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten HSU mengajak seluruh masyarakat, khususnya petani, untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan, serta menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan di masa depan.(Agus)
HSU, Bidik-Kasusnews.com – Polres Hulu Sungai Utara Polda Kalsel – Dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan kepolisian, Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto, SIK, MSi, melakukan kunjungan kerja ke beberapa Polsek di wilayahnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 22 April 2025, dari pukul 13.30 hingga 16.10 Wita, meliputi Polsek Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Banjang, dan Amuntai Utara. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi oleh Wakapolres HSU, Kompol Aris Munandar, SH, MA, beserta para Kabag, Kasat, dan Kasi, serta anggota dari masing-masing Polsek. Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek secara langsung kondisi sarana dan prasarana (sarpras) di setiap Polsek serta mendengarkan permasalahan yang dihadapi oleh anggota di lapangan. Kapolres Agus Nuryanto, S.I. K.,M.Si menyampaikan, Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa setiap Polsek di wilayah Hulu Sungai Utara dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. “Kami ingin memastikan bahwa segala fasilitas yang diperlukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam keadaan baik dan memadai” Ucap Kapolres. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengecekan ruang kerja, lingkungan Polsek, kondisi ruang tahanan, pengecekan alat dan logistik (matlog), serta administrasi. Dari hasil pengecekan, Kapolres mengungkapkan bahwa semua kondisi dalam keadaan baik dan lengkap. “Dengan adanya pengecekan ini, kami berharap setiap anggota Polsek dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Kami juga mendorong semua anggota untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya. Kapolres berharap kunjungan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polsek untuk terus meningkatkan komitmen dalam melayani masyarakat. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi antara Polres dan Polsek jajaran.(Agus)
Jakarta – Bidik-Kasusnews.com – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, resmi melantik enam Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) baru dalam upacara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, dan serah terima jabatan yang digelar di Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta. Dalam sambutannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan strategi institusional untuk memperkuat kinerja lembaga, serta bentuk regenerasi kepemimpinan di tubuh Kejaksaan. “Saya yakin para pejabat yang dilantik memiliki integritas dan pengalaman yang mumpuni untuk membawa Kejaksaan semakin maju dan dipercaya publik,” ujarnya. Enam pejabat yang dilantik meliputi: Dr. Kuntadi, S.H., M.H. sebagai Kajati Jawa Timur Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M. sebagai Kajati Lampung Ahelya Abustam, S.H., M.H. sebagai Kajati Kalimantan Barat Riono Budisantoso, S.H., M.A. sebagai Kajati D.I. Yogyakarta Victor Antonius Saragih, S.H., M.H. sebagai Kajati Bengkulu Yudi Triadi, S.H., M.H. sebagai Kajati Aceh Dalam arahannya, Burhanuddin meminta seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi untuk segera menyesuaikan diri dengan dinamika dan tantangan hukum di wilayahnya masing-masing. Ia juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap perkembangan Rancangan Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) yang sedang hangat dibahas. “Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa Kejaksaan, sebagai dominus litis, hadir demi keadilan yang berpihak pada rakyat,” tegasnya. Penanganan kasus korupsi, sinergi dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan, penguatan pengawasan internal, hingga efektivitas penggunaan anggaran negara menjadi poin penting dalam amanat yang disampaikan. Tak lupa, Jaksa Agung mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik, yang berdasarkan survei terbaru Lembaga Survei Indonesia, mencapai 75%—menjadikan Kejaksaan lembaga penegak hukum paling dipercaya setelah Presiden dan TNI. “Jabatan bukan sekadar prestise, melainkan tanggung jawab besar. Saya tidak akan ragu mencopot siapapun yang menyalahgunakan wewenang,” tandasnya. Acara pelantikan dihadiri para pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan, termasuk para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, serta Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat. (Agus)
Jakarta, Bidik-Kasusnews.com– Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 6 orang saksi dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina (Persero), Subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) periode tahun 2018 hingga 2023.(22/4/2025) Para saksi yang diperiksa yaitu: KA, mantan Direktur Utama Pertamina periode 2009–2014 GI, Advisor to CPO PT Berau Coal AW, Assistant Manager Procurement Department PT Pamapersada Nusantara Group RS, Analyst Product ISC Pertamina AF, Assistant Operation Risk Division Bank BRI BP, Pejabat Pembuat Komitmen Dana Kompensasi BBM Tahun 2021, Kementerian Keuangan Keenam saksi ini diperiksa untuk mendalami keterlibatan dan aliran informasi dalam kasus yang menjerat tersangka YF dkk, khususnya terkait tata kelola impor dan distribusi minyak mentah serta pengelolaan produk kilang yang diduga merugikan keuangan negara. Pemeriksaan dilakukan guna memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara, sebagai bentuk komitmen Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas praktik korupsi yang merugikan sektor energi strategis nasional. Kejaksaan Agung menegaskan bahwa proses penyidikan terus berjalan secara profesional dan transparan sesuai peraturan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk turut mengawal proses hukum agar tetap berjalan bersih dan berkeadilan. (Agus)