Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Sebanyak 20 Perwira Korps Marinir TNI AL yang mengikuti Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Dikreg Seskoal) Angkatan LXV/65 dan Dikreg Seskoad LXVII/67 Tahun 2026 menjalani uji kompetensi di Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan, wawasan, dan profesionalisme perwira sebelum melanjutkan ke penugasan. Uji kompetensi ini berada di bawah pengawasan langsung Kadisminpers Kormar Kolonel Marinir Augustinus Purba, S.E., CRMP., selaku Ketua Panitia. Para peserta digembleng melalui materi ujian tertulis yang meliputi keangkuman, nikgarlat/sisbinlat, dan profesi, serta ujian lisan visi dan misi. Setiap komponen dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir strategis, mampu mengintegrasikan pengetahuan akademis, kemampuan analitis, pengalaman operasional, pengambilan keputusan dalam konteks lintas matra dan instansi serta memperkuat karakter kepemimpinan dalam menghadapi dinamika tugas di era globalisasi. Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. berpesan bahwa Korps Marinir menuntut calon-calon komandan satuan mampu menjawab setiap tantangan tugas secara profesional, adaptif, dan berkarakter prajurit pejuang, dengan tetap menjaga nama baik serta kehormatan Korps Marinir. Pangkormar menegaskan bahwa para Perwira Marinir harus menjadi sosok yang cerdas, tangguh, berintegritas, serta memiliki naluri tempur yang kuat sebagai calon pemimpin satuan yang nantinya dituntut mampu menggerakkan prajurit dalam setiap penugasan operasi amfibi, pertahanan pantai, dan operasi tempur lainnya demi menjaga kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah laut Nusantara. Sebagai lembaga pendidikan tertinggi TNI AL, Seskoal secara konsisten menyelenggarakan Dikreg untuk mencetak perwira yang unggul secara intelektual dan berintegritas tinggi. Angkatan LXV/65 Tahun 2026 dipersiapkan untuk mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan TNI AL, sehingga hasil uji ini akan menjadi tolok ukur penting dalam pembinaan karier dan penempatan tugas mereka setelah lulus. Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung tertib sesuai standar kurikulum yang ditetapkan. Diharapkan, tempaan di Seskoal ini melahirkan perwira Marinir yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kehormatan sebagai penjaga kedaulatan laut Nusantara. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Kesigapan aparat teritorial kembali terbukti dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Babinsa Kelurahan Pahoman, Pelda Hermanto, bergerak cepat meredam keributan antar kelompok suporter sepak bola di halaman Cafe Wiseman, Jalan Way Rarem, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Minggu (10/5/2026) malam. Insiden tersebut bermula usai acara nonton bareng pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang digelar di dua lokasi berbeda. Setelah pertandingan berakhir, sekitar 50 orang suporter The Jakmania mendatangi Cafe Wiseman yang menjadi tempat berkumpulnya pendukung Persib Bandung, The Viking atau Bobotoh. Namun saat tiba di lokasi, kelompok Bobotoh diketahui telah meninggalkan tempat. Situasi yang semula menegang kemudian berubah ricuh ketika sejumlah oknum meluapkan emosi dengan menyerang petugas keamanan dan juru parkir cafe. Akibat kejadian itu, Suhendi (54), petugas keamanan Cafe Wiseman, mengalami luka di bagian kepala. Sementara Afan Johar Ardiansyah (28), juru parkir, mengalami memar di wajah akibat tindakan kekerasan tersebut. Mendapat laporan dari warga, Pelda Hermanto langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 18.25 WIB, ia bersama aparat terkait tiba di tempat kejadian dan segera mengambil langkah cepat untuk membubarkan massa, mengamankan area, serta menenangkan masyarakat yang sempat panik. Berkat respons cepat Babinsa, potensi bentrokan yang lebih besar berhasil dicegah. Situasi di sekitar Cafe Wiseman dan wilayah Kelurahan Pahoman pun kembali aman dan kondusif. Ketua RT 03 Lingkungan 1 Kelurahan Pahoman, Wahadi Bin Nurhadi, mengapresiasi tindakan cepat Babinsa. “Kalau Babinsa tidak segera datang, situasinya bisa jauh lebih parah. Pak Hermanto langsung bertindak dan berkoordinasi dengan aparat. Kami sangat bersyukur,” ujarnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan Suhendi, salah satu korban dalam insiden tersebut. “Saya sempat panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Pak Babinsa datang, membantu melindungi saya, dan segera mengamankan lokasi,” tuturnya. Dandim 0410/KBL turut memberikan apresiasi atas tindakan Pelda Hermanto. Menurutnya, peran Babinsa sangat penting sebagai garda terdepan yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Pelda Hermanto menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab tinggi sebagai aparat teritorial. Ini merupakan contoh nyata Babinsa yang selalu siap membantu rakyat,” ujar Dandim melalui pesan singkat. Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Teluk Betung Timur masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Babinsa tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan wilayah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, mencegah konflik, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus mengintensifkan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Pada Senin (11/5/2026), Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres HSU melaksanakan kegiatan edukasi dan himbauan kepada para pengguna jalan dengan membagikan brosur keselamatan lalu lintas di sejumlah titik strategis di Kota Amuntai. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dipusatkan di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Amuntai Tengah, serta Jalan Abdul Azis, Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kasat Lantas Polres HSU menjelaskan bahwa pembagian brosur ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan selalu mengutamakan kehati-hatian saat berkendara,” ujarnya. Selain membagikan brosur, personel Unit Kamsel juga memberikan edukasi secara langsung kepada pengendara mengenai pentingnya disiplin di jalan raya. Materi yang disampaikan meliputi kewajiban menggunakan helm standar, sabuk pengaman, mematuhi rambu-rambu, serta larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kesadaran sejak dini bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi kewajiban seluruh pengguna jalan. Sat Lantas Polres HSU menegaskan bahwa terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku. Dengan meningkatnya disiplin berkendara, angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres HSU diharapkan dapat terus ditekan. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas. Dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, Sat Lantas Polres Hulu Sungai Utara terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan budaya berlalu lintas yang lebih aman dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat. (Agus)
Halmahera Utara, Bidik-kasusnews.com Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., bergerak cepat terjun langsung membantu proses evakuasi korban terdampak erupsi Gunung Api Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026). Kehadiran Pangdam di lokasi bencana menjadi bukti nyata kepedulian TNI dalam memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mendukung efektivitas proses evakuasi di tengah situasi darurat akibat aktivitas vulkanik Gunung Dukono. Didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., Pangdam tiba di lokasi dan disambut langsung oleh Bupati Halmahera Utara bersama jajaran Forkopimda. Selanjutnya, Pangdam langsung menuju Pos Pemantauan guna memperoleh gambaran terkini terkait proses pencarian dan penyelamatan para pendaki yang terjebak akibat erupsi. Berdasarkan laporan Dandim 1508/Tobelo, saat erupsi terjadi terdapat 20 pendaki berada di kawasan gunung. Hingga saat ini, tim gabungan berhasil mengevakuasi 18 orang, terdiri dari 17 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, dua warga negara asing (WNA) masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Suasana duka menyelimuti kunjungan Pangdam saat melihat langsung jenazah salah satu korban di RSUD Tobelo, yakni seorang perempuan berusia 29 tahun yang merupakan pegawai Pertamina Ternate. Kehadiran Pangdam bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril bagi keluarga korban dan seluruh petugas yang berjibaku di lapangan. Dalam keterangannya, Pangdam menegaskan bahwa keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas utama. Ia juga menyayangkan masih adanya aktivitas pendakian meskipun status Gunung Dukono telah berada pada Level II (Waspada). “Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh pihak bekerja maksimal dalam misi kemanusiaan ini. Saya juga ingin menekankan bahwa ketika gunung sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya meningkat, maka tidak ada alasan lagi untuk melakukan pendakian. Ke depan, koordinasi antara petugas pemantau, perangkat desa, dan masyarakat harus lebih diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Pangdam. Pangdam XV/Pattimura turut memberikan apresiasi kepada tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan masyarakat yang terus berjuang menyisir jalur evakuasi sepanjang kurang lebih 11,2 kilometer dengan kondisi medan yang berat dan berisiko tinggi. Ia juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas agar tetap mengutamakan faktor keselamatan selama melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak erupsi, Pangdam XV/Pattimura turut menyerahkan bantuan sosial kepada warga sekitar guna membantu meringankan beban masyarakat akibat bencana tersebut. Sinergi yang ditunjukkan dalam operasi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kerja sama antara Kodam XV/Pattimura, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Polda Maluku Utara, Basarnas, serta seluruh unsur terkait yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. (Agus)
PATI. Bidik-kasusnews.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Syahroni, warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki tahap akhir pengerjaan, anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati bersama warga bergotong royong memasang keramik lantai rumah tersebut, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menandai bahwa pembangunan rumah telah memasuki fase penyempurnaan setelah sebelumnya melalui tahapan pembangunan struktur utama hingga finishing dinding. Di bawah terik matahari, personel Satgas TMMD tetap bekerja dengan teliti, memastikan setiap keramik terpasang rapi agar rumah yang dibangun nyaman dan layak ditempati oleh pemiliknya. Peltu Arwanto yang berada di lokasi menjelaskan bahwa seluruh sasaran fisik TMMD, termasuk pembangunan RTLH, terus dipacu agar selesai sesuai jadwal pelaksanaan program. “Seperti sasaran fisik TMMD lainnya, pembangunan RTLH harus dipercepat karena waktu pelaksanaan sudah memasuki tahap akhir. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Peltu Arwanto. Ia menambahkan, kemajuan pembangunan yang cukup pesat tidak terlepas dari kekompakan antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong dinilai menjadi faktor utama dalam mempercepat penyelesaian setiap target yang telah direncanakan. Program TMMD Reguler ke-128 tidak hanya menghadirkan manfaat berupa pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah warga, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam upaya bersama membangun desa yang lebih maju dan sejahtera. Dengan progres yang terus berjalan sesuai rencana, rumah milik Syahroni diharapkan segera selesai dan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarganya. (Agus)
PATI, Bidik-kasusnews.com – Sabtu (09/05/2026) Harapan baru kini mulai dirasakan Bapak Joko, warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, setelah rumahnya yang sempat roboh akibat kayu penyangga yang sudah lapuk dan tak mampu menahan derasnya hujan, kini hampir selesai dibangun kembali melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati. Beberapa waktu lalu, kondisi rumah Bapak Joko memang sangat memprihatinkan. Struktur bangunan yang rapuh akhirnya tak mampu bertahan saat diguyur hujan lebat, hingga menyebabkan sebagian besar bangunan roboh. Kejadian tersebut menjadi perhatian Satgas TMMD yang kemudian memasukkan rumah tersebut dalam sasaran fisik RTLH. Kini, berkat kerja keras Satgas TMMD bersama masyarakat, rumah tersebut telah berdiri kokoh dan memasuki tahap akhir penyelesaian. Dinding telah terpasang rapi, atap sudah tertutup sempurna, dan bagian dalam rumah mulai dirapikan agar segera dapat ditempati dengan layak dan nyaman oleh pemiliknya. Dansatgas TMMD Reguler ke-128, Letkol Arm Timotius Yogi M.Han, turun langsung meninjau progres pembangunan RTLH tersebut. Didampingi Kepala Desa Godo, Suwondo, Dansatgas memastikan bahwa pengerjaan berjalan sesuai rencana dan kualitas bangunan tetap terjaga. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi kepada anggota Satgas dan warga agar terus menjaga semangat gotong royong. Dengan progres yang sudah hampir selesai, diharapkan rumah Joko segera dapat dihuni kembali. Program TMMD ini tidak hanya membantu memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Respons cepat Babinsa Koramil 410-02/Teluk Betung Selatan (TBS), Sertu Abidin, berhasil membantu menyelamatkan warga dan meminimalisir dampak kebakaran yang melanda sebuah gudang sparepart mobil bekas di Jalan Ikan Kembung RT 46/LK 3, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026). Kebakaran terjadi di gudang milik Sa’id (55), yang menyimpan ribuan komponen otomotif bekas seperti bemper mobil, ban, serta berbagai sparepart lainnya. Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 08.00 WIB dan dengan cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar. Saat menerima laporan dari Ketua RT 46, Iwan, sekitar pukul 08.20 WIB, Sertu Abidin yang sedang melaksanakan patroli wilayah langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. “Saya segera ke lokasi setelah menerima informasi. Setibanya di sana, saya langsung berkoordinasi dengan warga dan Linmas untuk mengamankan area, membantu evakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, serta memastikan jalur untuk mobil pemadam tetap terbuka,” ujar Sertu Abidin. Sekitar 30 menit kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan 20 personel tiba di lokasi. Berkat koordinasi yang baik antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT, Linmas, dan petugas pemadam, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta, dengan sekitar 75 persen isi gudang hangus terbakar. Pemilik gudang, Sa’id, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan cepat dari aparat dan warga. “Alhamdulillah tidak ada korban. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa yang sigap datang dan memimpin warga membantu proses penyelamatan,” ungkapnya. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Aksi cepat Sertu Abidin pun mendapat apresiasi dari jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung. Komandan Kodim 0410/KBL menyatakan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah, merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat. “Sertu Abidin telah menunjukkan profesionalisme, kepedulian, dan semangat kemanusiaan yang tinggi dalam membantu masyarakat,” demikian pernyataan resmi Dandim 0410/KBL. (Agus)
Pati – Bidik-kasusnews.com – Kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, terbukti membawa dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur. Personel TNI di lapangan menunjukkan bahwa pengabdian mereka mencakup aspek sosial yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan ekonomi masyarakat setempat. Salah satu aksi nyata tersebut terlihat pada Jumat, (8/5/2026), ketika Koptu Bowo Sulistiyo, salah satu anggota Satgas, ikut serta dalam aktivitas warga. Tanpa ragu, ia mendatangi lokasi penggilingan jagung milik Bapak Yanto (56) untuk memberikan bantuan tenaga di tengah kesibukan pengolahan hasil bumi. Bapak Yanto merupakan salah satu pelaku usaha mikro yang menjadi tumpuan warga Desa Godo dalam mengolah hasil panen jagung mereka. Kehadiran Koptu Bowo di lokasi tersebut tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membawa suasana baru yang penuh semangat bagi para pekerja di tempat penggilingan. Dalam pelaksanaannya, Koptu Bowo tampak sangat sigap dan tidak canggung berbaur dengan warga. Ia membantu mengangkat karung-karung hasil panen yang berat hingga memastikan setiap tahapan proses penggilingan berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Interaksi yang hangat ini menjadi bukti otentik bahwa TNI senantiasa hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat. Kedekatan yang terjalin di lokasi penggilingan tersebut menunjukkan bahwa program TMMD berhasil menciptakan ikatan emosional yang kuat antara prajurit dan warga desa yang mereka bangun. Bapak Yanto selaku pemilik usaha mengaku sangat terbantu dan merasa terhormat atas kehadiran anggota TNI tersebut. “Terima kasih banyak, Pak TNI. Kehadiran panjenengan sangat membantu kami, pekerjaan jadi lebih ringan,” ujarnya dengan nada penuh rasa syukur atas bantuan yang diterima. (Agus)
Mimika – Bidik-kasusnews.com– Duka kembali menyelimuti tanah Papua. Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan serangan mendadak dan mematikan terhadap warga sipil di wilayah Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Guspi Waker itu tidak hanya menebar ketakutan, namun juga merenggut masa depan seorang anak perempuan tak berdosa berusia sekitar 12–15 tahun. Di tengah dinginnya malam Papua, tangis keluarga pecah ketika korban harus mengembuskan napas terakhir akibat luka tembak yang dideritanya. Selain korban meninggal dunia, seorang warga lainnya dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian betis kaki kiri dan kini masih menjalani perawatan medis intensif. Sementara itu, sejumlah masyarakat memilih meninggalkan camp dan mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman demi menyelamatkan anak-anak dan keluarga mereka dari ancaman teror bersenjata. Sebelum insiden terjadi, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah MP 69 telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan. Dari hasil pemantauan tersebut, terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai, yang diduga berasal dari kelompok OPM pimpinan Guspi Waker. Tidak lama berselang, kelompok separatis tersebut kembali melepaskan rentetan tembakan yang diarahkan ke posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini Kalikuluk, sehingga memicu situasi mencekam di tengah pemukiman warga sipil. Dalam kondisi penuh ancaman tersebut, prajurit TNI tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE), dengan memastikan setiap tindakan dilakukan sesuai hukum, menjunjung tinggi HAM, etika, serta nilai-nilai kemanusiaan. Namun bagi TNI, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto — keselamatan rakyat merupakan prioritas utama — personel bergerak cepat mengevakuasi warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, ke lokasi yang lebih aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan. Di tengah situasi penuh kepanikan, personel TNI menemukan seorang anak perempuan yang mengalami luka tembak pada bahu kiri di sekitar Camp Wini. Dengan penuh kepedulian dan harapan agar nyawanya dapat diselamatkan, prajurit menandu korban menuju pusat pelayanan kesehatan terdekat. Namun takdir berkata lain. Di perjalanan menuju fasilitas kesehatan, tepatnya di Jalan Poros MP 69, anak tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya. Kepergian korban meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendambakan Papua damai tanpa kekerasan. Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa Satgas TNI di lapangan terus mengutamakan perlindungan masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan wilayah Papua. “Tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur dan dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban dari masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya. Berdasarkan keterangan salah satu korban luka, Irince Wandikbo, tembakan berasal dari arah Camp David di seberang sungai ketika warga tengah berkumpul bersama keluarga di dalam camp. Hingga saat ini, jajaran Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan dan pendalaman terkait aksi penembakan tersebut. TNI juga terus meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker yang diduga berupaya menciptakan teror dan menunjukkan eksistensinya di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya. Di balik duka yang kembali menyelimuti Papua, harapan akan perdamaian tetap hidup. Masyarakat Papua mendambakan masa depan yang aman, tempat anak-anak dapat tumbuh tanpa suara tembakan, dan keluarga dapat hidup tenang tanpa bayang-bayang kekerasan. Negara melalui TNI berkomitmen terus hadir menjaga keamanan, melindungi rakyat, serta memastikan tanah Papua tetap menjadi bagian damai dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Agus)
Bidik-kasusnews.com – Bandar Lampung, Aksi pencurian sepeda motor yang berujung penembakan terhadap seorang anggota Polri terjadi di Jalan ZA Pagar Alam, tepat di depan Toko Lusi Akmal, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Sabtu (9/5/2026) dini hari. Respons cepat Babinsa Koramil 410-06/Kedaton, Serka Dedy, menjadi faktor penting dalam penyelamatan korban yang mengalami luka tembak saat berupaya menggagalkan aksi pelaku. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, Taufiq, petugas Dinas Kebersihan yang sedang melintas, korban bernama Arya Supena yang merupakan anggota Polri terlibat perkelahian dengan pelaku saat mencoba menggagalkan pencurian sepeda motor di area parkir toko. “Saya melihat korban dan pelaku bergumul. Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan dan korban langsung terjatuh. Pelaku sempat mengancam saya sebelum melarikan diri ke arah Rajabasa,” ujar Taufiq. Setelah kejadian, saksi segera menghubungi Babinsa dan aparat setempat. Serka Dedy yang menerima informasi langsung menuju lokasi dan tiba dalam waktu singkat. Sesampainya di tempat kejadian perkara, ia segera mengamankan situasi, memastikan area sekitar aman, serta memberikan pertolongan awal kepada korban. Babinsa kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan penanganan medis intensif. “Prioritas utama kami adalah memastikan korban segera mendapatkan pertolongan medis. Saat ini korban telah dirawat secara intensif, dan kami terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam upaya pengejaran terhadap pelaku,” kata Serka Dedy. Kapolsek setempat memberikan apresiasi atas kesigapan Babinsa dalam membantu proses penyelamatan korban. Menurutnya, sinergi yang kuat antara TNI dan Polri di lapangan menjadi kunci dalam penanganan situasi darurat. “Kolaborasi yang solid antara TNI dan Polri sangat membantu. Respons cepat Babinsa turut berperan penting dalam penyelamatan korban,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap dua pelaku yang diduga membawa senjata api. (Agus)