BANDAR LAMPUNG – BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya menjaga keamanan lingkungan diwujudkan melalui patroli malam yang dilakukan Babinsa Koramil 410-03/Teluk Betung Utara, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, bersama unsur masyarakat pada Jumat malam (24/10/2025). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 21.30 WIB di sepanjang Jalan RE Martadinata, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Tanjung Bintang. Patroli tersebut tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga Kepala Lingkungan, Ketua RT 04, anggota Linmas, serta warga setempat. Kolaborasi itu menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat. Melalui kegiatan patroli dialogis ini, Babinsa memberikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berperan aktif dalam mencegah potensi tindak kejahatan. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan semua komponen masyarakat. Dengan kekompakan seperti ini, Keteguhan akan tetap aman dan nyaman untuk ditinggali. Gotong royong menjadi pondasi terpenting ketahanan lingkungan,” ujar perwakilan Koramil saat mendampingi kegiatan. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat pada malam hari diharapkan mampu menekan angka kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman bagi warga. Kegiatan berlangsung aman dan tertib tanpa hambatan yang berarti. Program patroli rutin ini menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI AD yang menekankan kedekatan dengan masyarakat. Babinsa hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, melainkan juga mitra sosial yang mendorong semangat kebersamaan serta kepedulian dalam membangun lingkungan yang tertib dan kondusif. ( Agus)
KOTA BEKASI, BIDIK-KASUSNEWS.COM Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat kembali diperkuat dengan hadirnya Dapur Satuan Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Jatimelati 2 yang resmi dibuka melalui acara syukuran pada Jumat (24/10/2025), pukul 13.00 WIB di Jl. Raya Kp. Sawah RT 005/004, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati. Peresmian dapur ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menyasar kurang lebih 1.500 penerima manfaat di wilayah tersebut. Kehadiran dapur ini mendapat dukungan penuh dari Tiga Pilar Kecamatan Pondok Melati. Acara syukuran dihadiri Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto, S.H., M.H., Danramil Pondok Gede Mayor Inf. Fajar Fitrianto, perwakilan Kecamatan, serta jajaran pengelola Yayasan SPPG. Dalam sambutannya, Kompol Bambang menegaskan keseriusan kepolisian dalam mendukung keberlangsungan program nasional ini. “Polsek Pondok Gede memberikan dukungan penuh terhadap SPPG yang ada di wilayah kami. Polri bersama TNI siap mengawal pelaksanaan program agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal,” tegas Kapolsek. Ia juga mengingatkan pengelola dapur agar menjalankan operasional secara profesional sesuai SOP yang telah ditetapkan. Sejalan dengan itu, Mayor Inf. Fajar Fitrianto menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas hadirnya fasilitas pemenuhan gizi masyarakat tersebut. “Program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang sangat luar biasa dan patut kita syukuri bersama. Kami siap bersinergi untuk memastikan program berjalan optimal,” ujarnya. Kepala SPPG Jatimelati 2, Deofryno, yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, menegaskan kualitas menjadi prioritas utama dalam penyediaan makanan. “Kami tidak hanya menyediakan makanan, tetapi memastikan bahwa apa yang diberikan memenuhi standar gizi terbaik. Dukungan seluruh pihak sangat penting bagi kesuksesan program ini,” jelasnya. Peresmian ditutup dengan ceremonial gunting pita dan peninjauan fasilitas dapur oleh seluruh tamu undangan. Dapur SPPG Jatimelati 2 dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif sebagai wujud soliditas sinergi Tiga Pilar dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. ( Agung)
KOTA BEKASI – BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya preventif terus digencarkan Polres Metro Bekasi Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Patroli Skala Sedang yang digelar pada Jumat (24/10/2025), mulai pukul 13.00 WIB di sejumlah titik rawan kejahatan. Kegiatan patroli dipimpin langsung Katim Presisi 3, Ipda Bayu Prihartono, S.E., bersama sembilan personel Tim Patroli Perintis Presisi. Mereka bergerak dari Mako Polres Metro Bekasi Kota menyisir lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi terjadi gangguan Kamtibmas. Ipda Bayu menegaskan bahwa patroli ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman. “Fokus kami mencegah adanya kejahatan jalanan seperti curas, curat, curanmor hingga aksi premanisme. Selain itu, kami juga menertibkan potensi penyakit masyarakat yang dapat mengganggu kenyamanan publik,” ujar Ipda Bayu di sela kegiatan. Patroli dilakukan secara dialogis, di mana petugas menyempatkan diri berkomunikasi dengan warga dan memberikan imbauan kamtibmas. Polri berharap masyarakat aktif dalam menjaga lingkungan serta segera melapor bila menemukan dugaan tindak kriminal. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol selama patroli berlangsung. Polres Metro Bekasi Kota memastikan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala dan terarah, sebagai langkah nyata mencegah potensi kejahatan sedini mungkin. (Agung)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2025). Pertemuan ini membahas strategi penguatan sinergi antara Polri dan Kementerian Kehutanan dalam pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Kapolri menegaskan komitmen kepolisian dalam mempercepat upaya mitigasi karhutla yang masih menjadi ancaman, meskipun Indonesia telah memasuki musim hujan pada periode September hingga November 2025. “Koordinasi ini penting untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dalam penanggulangan karhutla yang dapat mengganggu stabilitas lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat,” ujar Jenderal Sigit dalam keterangan resminya. Berdasarkan data monitoring hotspot periode Januari hingga 22 Oktober 2025, terdapat 2.517 titik panas berstatus kepercayaan tinggi. Jumlah ini tercatat turun 24,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun wilayah rawan seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur tetap membutuhkan perhatian serius akibat kondisi gambut dan curah hujan rendah. Sigit juga menyoroti fenomena cuaca panas ekstrem yang masih terjadi di sejumlah daerah seperti Majalengka, Surabaya, Gorontalo, Kupang, dan Sentani, sehingga potensi karhutla belum sepenuhnya mereda. Untuk memperkuat penanggulangan, Polri bersama kementerian dan lembaga terkait telah menjalankan berbagai langkah strategis seperti: • 27.621 kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla • 11.949 patroli terpadu • Pembangunan 4.032 embung dan kanal air • Pendirian 1.457 menara pantau • Pembentukan Posko Tanggap Darurat di wilayah rawan Teknologi deteksi dini juga dioptimalkan melalui pemanfaatan Geospatial Analytic Center (GAC) yang terintegrasi dengan aplikasi pemantau lain milik pemerintah seperti SiPongi, TMAT, Himawari, dan Fire Danger Rating System. Selain itu, operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat maupun udara termasuk dukungan modifikasi cuaca pada titik api yang sulit dijangkau. Dari sisi penegakan hukum, Polri menindak tegas pelaku pembakaran lahan. Sepanjang 2025 hingga 23 Oktober, tercatat 86 kasus karhutla ditangani dan 83 tersangka perorangan telah ditetapkan. “Modus yang sering dilakukan adalah pembakaran lahan untuk kebutuhan perkebunan. Kami minta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berbahaya bagi kesehatan, keselamatan, dan lingkungan,” tegas Kapolri. Sinergi yang diperkuat melalui audiensi ini diharapkan dapat mempercepat penurunan jumlah hotspot dan meminimalkan dampak kebakaran hutan yang kerap merugikan masyarakat luas. ( Agung )
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Peristiwa kebakaran menghanguskan dua rumah warga di Jalan Abdul Aziz RT 002, Desa Tambalangan, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Jumat (24/10/2025) sekitar pukul 15.20 Wita. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kebakaran pertama kali diketahui oleh Nasrullah (35), warga yang saat itu melintas di depan rumah milik Rusdiana (59). Ia merasakan hawa panas dan melihat asap muncul dari atap rumah tersebut. “Saya langsung cari bantuan dan memberi tahu relawan pemadam terdekat,” ujar Nasrullah kepada petugas. Api dengan cepat membesar karena bangunan rumah berbahan kayu. Kobaran api merembet ke rumah milik Darma Setiawan (59), seorang wartawan yang tinggal di kawasan Antasari dan kebetulan rumah tersebut sedang tidak ditempati. Tim relawan pemadam kebakaran dari berbagai wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara segera berdatangan. Sebanyak 10 unit pemadam dikerahkan dan bersama warga, mereka berhasil memadamkan api dalam waktu kurang lebih 30 menit. Kapolsek Amuntai Tengah melalui laporan resmi menyampaikan bahwa hasil olah TKP sementara menunjukan dugaan kuat kebakaran dipicu konsleting listrik pada bagian tengah rumah milik Rusdiana yang saat kejadian sedang tidak berada di rumah. Tidak ada korban luka maupun meninggal dunia akibat kejadian ini. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp90 juta, terdiri dari satu rumah habis terbakar 100 persen dan satu rumah lainnya rusak 50 persen. Petugas Polsek Amuntai Tengah bersama Unit Identifikasi Polres HSU telah mengamankan barang bukti berupa bongkahan kayu yang hangus dan KWH listrik yang terbakar. Proses penyelidikan lanjutan masih dilakukan. Aparat mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan aman guna mencegah bencana serupa. ( Agus)
Bandar Lampung – Bidik-kasusnews.com Semangat gotong royong tampak mengalir kuat di Jalan Suban, Kampung Suka Indah 1, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang pada Jumat (24/10/2025). Babinsa Koramil 410-01/PJG Kodim 0410/KBL, Sertu Sepri M., memimpin warga setempat melakukan aksi bersih-bersih drainase guna menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah genangan saat musim hujan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan suasana penuh kekompakan. Warga bersama Babinsa tampak antusias membersihkan sampah yang menumpuk di saluran air sepanjang jalan yang berpotensi menghambat aliran dan memicu banjir. Gotong royong ini sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan sosial antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Menurut Sertu Sepri M., kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal secara berkelanjutan. “Kegiatan gotong royong ini kami laksanakan untuk menumbuhkan rasa peduli masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, kolaborasi seperti ini juga meningkatkan kerja sama, toleransi, serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya di sela kegiatan. Hasil kerja kolektif warga dan Babinsa terlihat nyata. Drainase kembali bersih dan mengalir lancar, lingkungan tampak lebih rapi, serta kesadaran warga kian tumbuh bahwa menjaga kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. Kegiatan gotong royong ini selesai pukul 10.00 WIB dalam suasana penuh keakraban. Momen sederhana tersebut membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. Melalui aksi seperti ini, Babinsa hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai motor penggerak sosial yang memperkuat nilai kebersamaan yang mulai tergerus oleh arus modernitas. ( Agus)
Kota Bekasi, Bidik-kasusnews.com — Polres Metro Bekasi Kota menggelar kegiatan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Metro Bekasi Kota, Pekayon Jaya, Jumat (24/10/2025). Acara berlangsung hangat sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat dan nilai sosial kemanusiaan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi Kota, Polsek Bekasi Selatan, serta mitra pembangunan SPPG. Doa syukur dan sambutan mengawali jalannya acara, termasuk dari Ketua Mitra Pembangunan SPPG H. Suyatno, Calon Kepala SPPG M. Hanif Madani, dan Koordinator Dapur Gizi Musofa. Mereka menyampaikan apresiasi atas partisipasi Polres dalam pembangunan sarana pelayanan gizi tersebut. Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kehadiran SPPG menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung kesejahteraan warga, terutama kelompok rentan. “Lewat SPPG ini, layanan gizi yang cepat dan tepat bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan lansia. Ini bukti Polri Presisi hadir menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga,” ujar AKBP Bayu Pratama. Ia menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar pelayanan sosial dan kesehatan terus berkembang dan bermanfaat lebih luas. “Semoga tasyakuran dan santunan ini mengingatkan kita bahwa pelayanan tulus kepada masyarakat selalu membawa dampak besar,” lanjutnya. Setelah sambutan dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu oleh Wakapolres dan pejabat utama Polres Metro Bekasi Kota. Acara ditutup dengan ramah tamah dan uji coba menu sehat hasil olahan dapur gizi SPPG. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Polres Metro Bekasi Kota menegaskan komitmennya bahwa peran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir menguatkan aspek kesehatan serta sosial kemanusiaan di tengah masyarakat. ( Agung)
JAKARTA — Bidik-Kasusnews.com. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) di bidang hukum dalam mewujudkan tata kelola TNI Angkatan Darat yang modern, profesional, dan berintegritas. Penegasan itu disampaikan Kasad saat memimpin upacara Wisuda Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun Akademik 2025 yang digelar di Aula STHM, Jakarta, pada Rabu (22/10/2025). Sebanyak 148 wisudawan yang terdiri dari lulusan program Sarjana (S-1) dan Magister Hukum Militer (S-2) resmi dikukuhkan dalam momen penuh khidmat dan kebanggaan tersebut. Dalam amanatnya, Jenderal Maruli menekankan bahwa penegak hukum militer memiliki posisi strategis dalam menjaga marwah institusi TNI AD di tengah dinamika hukum nasional yang terus berkembang. “Di tengah perubahan lingkungan strategis, transformasi hukum nasional terus bergerak maju. Pemberlakuan KUHP Nasional 2023 membawa perubahan mendasar dalam sistem hukum pidana Indonesia, termasuk hukum pidana militer,” ujar Kasad. Ia juga menyoroti pengaruh perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), terhadap dunia hukum. Menurutnya, teknologi dapat mempercepat proses penegakan hukum, mulai dari pengumpulan bukti hingga analisis kasus, namun juga membawa tantangan etika digital yang perlu diantisipasi. “Pemahaman terhadap etika digital dan literasi teknologi hukum menjadi hal mutlak bagi aparat hukum militer di era modern,” tegas Kasad. Selain itu, Jenderal Maruli mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan profesionalisme dalam setiap penugasan. Ia menilai, SDM hukum militer yang unggul akan menjadi pilar utama modernisasi organisasi TNI AD menuju lembaga yang adaptif, transparan, dan taat hukum. Pada kesempatan yang sama, para wisudawan juga mendapatkan pencerahan ilmiah dari Prof. Dr. T. Gayus Lumbun, S.H., M.H., mantan Hakim Agung Mahkamah Agung RI periode 2011–2018, melalui orasi bertajuk “Quo Vadis Wajah Hukum Indonesia?”. Dalam orasinya, Prof. Gayus menyoroti arah pembaruan sistem hukum nasional serta tantangan dalam menjaga keadilan dan supremasi hukum di tengah perubahan sosial dan politik. Upacara wisuda turut dihadiri oleh Guru Besar STHM Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., Ketua STHM Brigjen TNI R. Delianto Sarwi Diatmiko, S.H., M.H., jajaran dosen, serta tamu undangan dari berbagai instansi militer dan akademisi. Acara berlangsung khidmat, mencerminkan sinergi antara disiplin militer dan dunia akademik. Dengan terselenggaranya wisuda ini, STHM kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan hukum militer strategis yang berperan mencetak perwira hukum berkarakter, cakap teknologi, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan TNI Angkatan Darat. ( Agus )
CIREBON — Bidik-Kasusnews.com Aktivitas galian tanah di Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, kini menjadi sorotan publik. Di tengah proses perizinan yang disebut belum tuntas, kegiatan pengerukan tanah tetap berjalan lancar. Tak hanya persoalan administrasi, aroma intimidasi dan dugaan keterlibatan aparat pun turut membayangi lokasi galian tersebut. Peristiwa ini bermula ketika tim media mencoba mengonfirmasi legalitas aktivitas galian, namun justru mendapat perlakuan yang tidak pantas. Seorang pria yang diketahui sebagai RW setempat sekaligus mandor lapangan malah mengeluarkan ucapan bernada ancaman. “Jangan macam-macam, nanti nggak bisa pulang,” ujarnya dengan nada tinggi kepada wartawan di lokasi. Ucapan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai transparansi dan etika hukum di balik kegiatan pertambangan tanah yang seharusnya tunduk pada regulasi lingkungan dan perizinan resmi. Di sisi lain, sebagian warga Desa Wanayasa memang memperoleh penghasilan dari aktivitas galian ini. Mereka mengaku lahan yang digali telah dibeli oleh pihak pengusaha. Namun, kerusakan lingkungan mulai tampak nyata: kontur tanah rusak, jalan desa berdebu dan rusak akibat lalu-lalang truk bertonase berat, serta meningkatnya polusi udara di sekitar pemukiman. Lebih mengejutkan lagi, di lokasi galian terlihat seorang oknum anggota TNI berpangkat Peltu yang disebut bertugas sebagai pengaman lapangan. Kehadirannya menimbulkan pertanyaan serius: apakah aparat negara kini turut menjaga kegiatan yang belum berizin penuh? Berdasarkan informasi yang dihimpun, izin galian tersebut dikabarkan masih “menunggu tahap akhir”. Meski begitu, aktivitas di lapangan sudah berlangsung penuh — alat berat terus bekerja, truk keluar-masuk membawa tanah, dan warga sekitar harus menanggung dampak lingkungan setiap harinya. Kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan dinas terkait, terutama dalam menegakkan aturan mengenai kegiatan tambang rakyat. Bila praktik seperti ini terus dibiarkan, maka hukum hanya akan menjadi formalitas, sementara kepentingan ekonomi segelintir orang mengorbankan keselamatan lingkungan dan masyarakat. Aktivitas galian di Wanayasa bukan sekadar persoalan tanah, melainkan potret bagaimana kekuasaan, keuntungan, dan ketakutan bisa menindas kebenaran. Apabila aparat dan instansi terkait tidak segera bertindak, bukan hanya tanah yang terkikis — keadilan dan keberanian untuk bersuara pun akan terkubur di bawah debu galian. (Tim Investigasi Bidik-Kasusnews.com)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.com — Upaya pemberantasan narkoba di Indonesia kembali menunjukkan hasil signifikan. Dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2025, Bareskrim Polri bersama jajaran Polda di seluruh Indonesia berhasil mengungkap 38.934 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 51.763 tersangka. Total barang bukti yang disita mencapai 197,71 ton narkotika berbagai jenis. Keberhasilan besar ini diumumkan dalam kegiatan ungkap kasus peredaran gelap narkotika skala nasional yang digelar di Aula Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, didampingi Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Budi Wibowo, dan disambut langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Wahyu Widada Syahardiantono, bersama jajarannya. Kehadiran Kepala BNN RI dalam kegiatan tersebut menegaskan soliditas dan sinergi antara BNN dan Polri dalam memerangi kejahatan narkotika yang semakin kompleks dan terorganisir lintas daerah bahkan lintas negara. Dari total 197,71 ton barang bukti yang diamankan, di antaranya terdiri dari 6,95 ton sabu, 184,64 ton ganja, 1,45 juta butir ekstasi, 34,49 kilogram kokain, 6,83 kilogram heroin, 1,87 ton tembakau gorilla, serta berbagai jenis obat keras, happy five, dan happy water. Dalam sambutannya, Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga bagian dari upaya nasional menjaga masa depan bangsa. “Pemberantasan narkoba adalah syarat mutlak untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Ancaman narkoba bukan hanya kriminalitas, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Pengguna narkoba harus dipandang sebagai korban yang perlu disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan semata-mata dipenjara,” tegasnya. Suyudi juga menyampaikan apresiasi kepada Bareskrim Polri atas capaian luar biasa dalam menekan peredaran gelap narkoba di Tanah Air. Ia menambahkan bahwa BNN akan terus memperkuat sinergi melalui pendekatan “War on Drugs for Humanity”, dengan fokus pada pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat agar terhindar dari jeratan narkoba. “BNN dan Polri memiliki komitmen yang sama: menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba. Sinergi ini akan terus kami jaga dan tingkatkan,” ujarnya. Kegiatan pengungkapan ini menjadi bukti nyata bahwa perang terhadap narkoba masih menjadi prioritas utama pemerintah dan aparat penegak hukum, demi menjaga kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas narkoba. ( Agus)